• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pada bab ini akan ditarik suatu kesimpulan mengenai rumusan masalah yang ditangani dan pemberian saran.

BAB II

TINJ AUAN PUSTAKA

2.1

Katalog

Katalog dari bahasa Latin catalogus, adalah sebuah buku berisikan , bisa dengan gambar-gambar atau tidak.biasanya berisi informasi gambar produk, harga, serta ukurannya. Beberapa definisi katalog menurut ilmu perpustakaan dapat disebutkan sebagai berikut:

- Katalog berarti daftar berbagai jenis koleksi perpustakaann/produk yang disusun menurut sistem tertentu.(Fathmi, 2004,p.6 )

- A catalogue is a list of, an index to, a collection of books and/or other materials. It enables the user to discover : what material is present in the collection, where this material may be found. (Hunter, 199, p. 1)

- Katalog perpustakaan/produk merupakan suatu rekaman atau daftar bahan pustaka yang dimiliki oleh suatu perpustakaan atau beberapa perpustakaan yang disusun menurut aturan dan sistem tertentu. (Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan, 2003,p. 130)

Pada definisi di atas dapat disimpulkan bahwa katalog merupakan daftar dari koleksi perpustakaan/produk atau beberapa perpustakaan/produk yang berbeda yang disusun secara sistematis, sehingga memungkinkan pengguna katalog dapat mengetahui dengan mudah koleksi apa yang dimiliki oleh pustaka produk dan dimana koleksi tersebut dapat ditemukan. Sedangkan pengertian katalog induk (union catalog) sangat berkaitan erat dengan kerjasama pengkatalogan (cooperative cataloguing). Cooperative cataloguing sesuai dengan

istilahnya merupakan kerjasama antar pihak pustaka produk dalam pengerjaan katalog dan hasilnya adalah katalog induk. Jadi secara ringkas dapat dikatakan bahwa katalog induk merupakan hasil kerjasama dalam pengerjaan katalog oleh beberapa pustaka perusahaan atau penyatuan dari beberapa katalog produk. Berikut adalah contoh katalog induk yaitu Katalog Induk Thailand dan Katalog Induk Lousiana yang dapat di akses melalui internet dengan alamat : http://uc.thailis.or.th dan http://search.lousilibraries.org/.

Fungsi Katalog Induk Sebetulnya tidak jauh berbeda dengan fungsi katalog. Charles Ammi Cutter menyebutkan tiga fungsi katalog yaitu:

- Memungkinkan seseorang menemukan sebuah buku/produk yang diketahui dari kriterianya, judul atau subyeknya.

- Menunjukkan apa yang dimiliki suatu perusahaan oleh pengarang tertentu, pada subyek tertentu, dalam jenis literatur tertentu.

- Membantu dalam pemilihan produk berdasarkan edisinya atau berdasarkan karakternya (bentuk sastra atau berdasarkan topik).Fungsi tersebut dikemukakan oleh Cutter lebih dari 100 tahun yang lalu, namun sampai saat ini masih sangat relevan tentunya dengan beberapa penyesuaian seperti istilah buku sebaiknya diganti dengan istilah koleksi. Sedangkan untuk katalog induk mempunyai fungsi tambahan antara lain mempermudah penyalinan katalog (copy cataloguing), mendukung pengawasan bibliografi (bibliographic control), dan menopang silang

layan (inter libraryloan). (Nur Hassane, 2007 ) [2]

2.2 Konsep Dasar Sistem Infor masi

Sistem adalah kumpulan dari unsur atau elemen-elemen yang saling berkaitan atau berinteraksi dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Contoh :

A. Sistem Komputer terdiri dari : Software, Hardware, Brainware

B. Sistem Akuntansi dan sebagainya.

Menurut Jerry FithGerald ; sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu, sedangkan menurut Ludwig Von Bartalanfy ; Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

Syarat-Syarat Sistem :

A. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan tujuan.

B. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.

C. Adanya hubungan diantara elemen sistem.

D. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting

daripada elemen sistem.

E. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen. (HM,

Jogiyanto,2003) [3]

2.3 Konsep Dasar OOP di PHP (Class, Method dan Object)

OOP yang merupakan kependekan kata Object Oriented Programming adalah suatu metode pemrograman yang menggunakan objek. Objek yang dimaksud adalah suatu benda, bisa menggunakan benda-benda yang ada di sekitar

peneliti sebagai objek seperti komputer, HP, kursi, meja, gitar, gelas dan sebagainya.

Setiap objek memiliki karakteristik atau sifat sendiri yang membedakan antara objek yang satu dengan objek yang lainnya.

Dalam OOP selalu ada yang namanya class, method (behavior), property (attribute). Class bisa dikatakan sebagai cetakan untuk membuat objek. Method bisa dikatakan sebagai aksi yang dimiliki oleh class. Sedangkan attribute adalah karakteristik atau sifat-sifat yang dimiliki oleh objek yang dibuat nantinya. Pendeklarasian suatu class selalu terdapat sintak class yang kemudian diikuti dengan nama class dan setelah itu diikuti oleh body class. Body class selalu berada diantara kurung kurawal atau berada diantara tanda { dan }.

(rumahscript, 2011)[12]

2.4 Web sebagai sistem

Website atau situs juga dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink). Bersifat statis apabila isi informasi website tetap, jarang berubah, dan isi informasinya searah hanya dari pemilik website. Bersifat dinamis apabila isi informasi website selalu berubah-ubah, dan isi informasinya interaktif dua arah berasal dari pemilik serta pengguna website. Contoh website statis adalah berisi profil perusahaan, sedangkan website dinamis adalah seperti Friendster, Multiply,

dll. Dalam sisi pengembangannya, website statis hanya bisa diupdate oleh pemiliknya saja, sedangkan website dinamis bisa diupdate oleh pengguna maupun pemilik.

Penggunaan web sebagai system secara umum memiliki dua karakteristik antara lain:

• Situs web statis

Situs web statis merupakan situs web yang memiliki isi tidak dimaksudkan untuk diperbarui secara berkala sehingga pengaturan ataupun pemutakhiran isi atas situs web tersebut dilakukan secara manual. Ada tiga jenis perangkat utilitas yang biasa digunakan dalam pengaturan situs web statis:

Editor teks merupakan perangkat utilitas yang digunakan untuk menyunting berkas halaman web, misalnya: Notepad atau TextEdit, sedangkan Editor WYSIWYG merupakan perangkat lunak utilitas penyunting halaman web yang dilengkapi dengan antar muka grafis dalam perancangan serta pendisainannya, berkas halaman web umumnya tidak disunting secara lengsung oleh pengguna melainkan utilitas ini akan membuatnya secara otomatis berbasis dari laman kerja yang dibuat oleh pengguna. perangkat lunak ini misalnya: Microsoft Frontpage, Macromedia Dreamweaver.

Editor berbasis templat, beberapa utilitas tertentu seperti Rapidweaver dan iWeb, pengguna dapat dengan mudah membuat sebuah situs web tanpa harus mengetahui bahasa HTML, melainkan menyunting halaman web seperti halnya halaman biasa, pengguna dapat memilih templat yang akan digunakan oleh utilitas ini untuk menyunting berkas yang dibuat pengguna dan menjadikannya halam web secara otomatis.

• Situs web dinamis

Situs web dinamis merupakan situs web yang secara spesifik didisain agar isi yang terdapat dalam situs tersebut dapat diperbarui secara berkala dengan mudah. Sesuai dengan namanya, isi yang terkadung dalam situs web ini umumnya akan berubah setelah melewati satu periode tertentu. Situs berita adalah salah satu contoh jenis situs yang umumnya mengimplementasikan situs web dinamis tidak seperti halnya situs web statis, pengimplementasian situs web dinamis umumnya membutuhkan keberadaan infrastruktur yang lebih kompleks dibandingkan situs web statis. Hal ini disebabkan karena pada situs web dinamis halaman web umumnya baru akan dibuat saat ada pengguna yang mengaksesnya, berbeda dengan situs web statis yang umumnya telah membentuk sejumlah halaman web saat diunggah di server web sehingga saat pengguna mengaksesnya server web hanya tinggal memberikan halaman tersebut tanpa perlu membuatnya terlebih dulu.

Untuk memungkinkan server web menciptakan halaman web pada saat pengguna mengaksesnya, umumnya pada server web dilengkapi dengan mesin penerjemah bahasa skrip (PHP, ASP, ColdFusion, atau lainnya), serta perangkat lunak sistem manajemen basisdata relasional seperti MySQL. Struktur berkas sebuah situs web dinamis umumnya berbeda dengan situs web statis, berkas-berkas pada situs web statis umumnya merupakan sekumpulan berkas-berkas yang membentuk sebuah situs web. Berbeda halnya dengan situs web dinamis, berkas-berkas pada situs web dinamis umumnya merupakan sekumpulan berkas-berkas yang membentuk perangkat lunak aplikasi web yang akan dijalankan oleh mesin

penerjemah server web, berfungsi memanajemen pembuatan halaman web saat halaman tersebut diminta oleh pengguna.

(Wikipedia Indonesia, 2011)[10]

2.5 Bahasa Pemrograman

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:

• Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan

memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110

• Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan

(bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.

• Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai

campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.

• Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb.

Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.

(Wikipedia Indonesia,2011) [1]

2.6 PHP

PHP: Hypertext Preprocessor adalah bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis. PHP dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS. Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal).

PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web. Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.

(Wikipedia Indonesia, 2011)[6]

Beberpa perintah – perintah yang akan digunakan adalah mengenai operasi operasi dasar pada PHP MySQL. Berikut perintah yang digunakan berserta contoh:

<?php $hostmysql = “localhost”; $username = “mysqlusername”; $password = “mysqlpassword”; $database = “namadatabase”; $conn = mysql_connect(“$hostmysql”,”$username”,”$password”); if (!$conn) die (“Koneksi gagal”);

mysql_select_db($database,$conn) or die (“Database tidak ditemukan”); >

Penjelasan Script: a. mysql_connect

digunakan untuk membuat koneksi dari PHP ke server MySQL. Data mengenai hostname, mysql username, dan password yang digunakan telah diwakilkan oleh variabel $hostmysql, $username, $password. Penulisannya akan sama dengan:

mysql_connect(“localhost”,”username”,”password”);

b. mysql_select_db

untuk memilih database yang akan digunakan. c. if (!$conn) die (“Koneksi gagal”);

jika koneksi gagal dibuat (!$conn), maka akan muncul pesan kesalahan

Setiap operasi PHP yang berhubungan dengan MySQL, akan membutuhkan sintaks diatas. agar lebih mudah, lebih baik disimpan terlebih dahulu dengan nama konfig.php. Jika sintaks tersebut dibutuhkan lagi, maka peneliti melakukan include terhadap file konfig.php tersebut.

2. Membuat tabel pada MySQL

<?php

include (“konfig.php”);

mysql_query(“CREATE TABLE user ( namadpnVARCHAR(20),

namablkg VARCHAR(20), negara VARCHAR(20))”); ?>

Penjelasan script:

1. include (“konfig.php”);

perintah include digunakan untuk mengikut sertakan sebuah file (pada contoh diatas adalah file konfig.php).

2. mysql_query

format umum dari perintah ini adalah mysql_query(string dari query). mysql_query dapat dilihat penggunaannya pada script tersebut.

3. Memasukkan data pada table

<?php

include (“konfig.php”);

$insert = “INSERT INTO users (namadpn,namablkg,negara) VALUES (‘Saya’,'Sendiri’,'Indonesia’)”;

mysql_query($insert) or die (“tidak dapat memasukkan data ke tabel”);?>

4 . Menampilkan data dari tabel

<?php

include (“konfig.php”);

$query = “SELECT * FROM user”; $result = mysql_query($query); $numrows = mysql_num_rows($result);

while($row = mysql_fetch_array($result)){ echo “Jumlah data: $numrows <br>”;

echo “Nama Depan: $row[namadpn] <br>”; echo “Nama Belakang: $row[namablkg] <br>”; echo “Negara: $row[negara]“;

} ?>

Penjelasan script: 1. mysql_num_rows

digunakan untuk menghitung jumlah baris yang didapat dari hasil eksekusi query (mysql_query).

2. while ( ) { }

digunakan untuk melakukan perulangan selama data yang yang diinginkan masih ada. (dalam contoh diatas: akan menampilkan semua isi dari table).

3. mysql_fetch_array

menampilkan data dari tabel dalam bentuk array. (rumahweb, 2008)[11]

2.7 HTML

HTML berupa kode-kode tag yang menginstruksikan penjelajah web untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang diinginkan. Sebuah file yang merupakan file HTML dapat dibuka dengan menggunakan penjelajah web seperti Mozilla Firefox atau Google Chrome. HTML juga dapat dikenali oleh aplikasi pembuka email ataupun dari PDA dan perangkat lunak lain yang memiliki

kemampuan browser. Dengan menggunakan perintah-perintah HTML

memungkinkan pengguna untuk melakukan tugas-tugas berikut: Menentukan ukuran dan alur tulisan.

Mengintegerasikan gambar dengan tulisan. Membuat Pranala.

Mengintegerasikan berkas suara dan rekaman gambar hidup. Membuat form interaktif.

HTML dokumen tersebut mirip dengan dokumen tulisan biasa, hanya dalam dokumen ini sebuah tulisan bisa memuat instruksi yang ditandai dengan kode atau lebih dikenal dengan TAG tertentu. Sebagai contoh jika ingin membuat tulisan ditampilkan menjadi tebal seperti: TAMPIL TEBAL, maka penulisannya dilakukan dengan cara: <b>TAMPIL TEBAL</b>. Tanda <b> digunakan untuk mengaktifkan instruksi cetak tebal, diikuti oleh tulisan yang ingin ditebalkan, dan diakhiri dengan tanda </b> untuk menonaktifkan cetak tebal tersebut. HTML lebih menekankan pada penggambaran komponen-komponen struktur dan formating di dalam halaman web daripada menentukan penampilannya.Sedangkan

penjelajah web digunakan untuk menginterpretasikan susunan halaman ke gaya built-in penjelajah web dengan menggunakan jenis tulisan, tab, warna, garis, dan perataan text yang dikehendaki ke komputer yang menampilkan halaman web.

(Suprianto, Dodit.2008) [7]

2.8 Javascript

Javascript adalah bahasa skrip yang populer di internet dan dapat bekerja di sebagian besar penjelajah web populer seperti Internet Explorer (IE), Mozilla Firefox, Netscape dan Opera. Kode Javascript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag SCRIPT

Javasript ini menjadi bahasa inti dalam add ons (extensions) google chrome. Dengan menggunakan bahasa ini maka segala proses program extension chome dapat ditangani. Segala hal proses yang menyangkut perhitungan, iterasi, percabangan bisa diatasi dengan membuat beberapa fungsi-fungis khusus dalam bahasa javascript.

Kode Javascript biasanya dituliskan dalam bentuk fungsi yang ditaruh di tag <head> yang dibuka dengan tag

<script type="teks/Javascript">. <script type="teks/Javascript">

alert("Halo Dunia!"); <script>

Kode Javascript juga bisa diletakkan di file tersendiri yang berekstensi. js (singkatan dari Javascript). Untuk memanggil kode Javascript yang terdapat di file

sendiri, di bagian awal <head> harus ditentukan dahulu nama file .js yang dimaksud menggunakan contoh kode seperti berikut:

<script type="teks/Javascript" src="alamat.js"> </script>

Penulisan JavaScript

Kode JavaScript biasanya dituliskan dalam bentuk fungsi yang ditaruh di tag <head> yang dibuka dengan tag <script type="teks/javascript">.

<script type="teks/javascript"> alert("Halo Dunia!"); <script>

Kode JavaScript juga bisa diletakkan di file tersendiri yang berekstensi .js (singkatan dari JavaScript. Untuk memanggil kode JavaScript yang terdapat di file sendiri, di bagian awal <head> harus ditentukan dahulu nama file .js yang dimaksud menggunakan contoh kode seperti berikut

<script type="teks/javascript" src="alamat.js"> </script>

Script pada bagian head

Script ini akan dieksekusi ketika dipanggil (biasanya berbentuk function) atau dipanggil berdasarkan trigger pada event tertentuPeletakkan script di head akan menjamin skript di-load terlebih dahulu sebelum digunakan (dipanggil.

<html> <head> <script type="teks/javascript"> ... </script> </head> </html>

Script pada Body

Script ini dieksekusi ketika halaman di-load sampai di bagian <body>.Ketika menempatkan script pada bagian <body> berarti antara isi dan JavaScript dijadikan satu bagian

<html> <head> </head> <body> <script type="teks/javascript"> ... </script> </body> </html>

Jumlah JavaScript di <head> dan <body> yang ditempatkan pada dokumen tidak terbatas.[7]

External J avaScript

Terkadang ada yang menginginkan menjalankan JavaScript yang sama dalam beberapa kali pada halaman yang berbeda, tetapi tidak mau disibukkan jika harus menulis ulang script yang diinginkan di setiap halaman. Maka JavaScript dapat

ditulis di file secara eksternal.[7] Jadi, antara dokumen HTML dan JavaScript

dipisahkan, kemudian berkas tersebut dipanggil dari dokument HTML. Berkas JavaScript tersebut disimpan dengan ekstensi .js

J avaScript : js/xxx.js document.write("pesan ini tampil ketika halaman

diload");

Untuk menggunakan eksternal JavaScript (.js) dipakai atribut "src" pada tag <script> pada halaman HTML-nya

<html> <head> </head> <body> <script src="xxx.js"> </script>

<p>Script di atas berada di berkas "xx.js" (eksternal) </p> </body>

</html>

2.9 CSS

CSS (Cascading Style Sheets) digunakan dalam kode HTML (Hypertext Markup Language) untuk menciptakan suatu kumpulan Style yang terkadang dapat digunakan untuk memperluas kemampuan HTML (Hypertext Markup Language). CSS (Cascading Style Sheet) adalah bahasa yang digunakan untuk format tampilan HTML (Hypertext Markup Language), bahasa yang direkomendasikan W3C (World Wide Web Consortium) untuk melukiskan gaya seperti huruf, warna, ukuran, jarak, posisi pada dokumen-dokumen web. CSS (Cascading Style Sheet) sangat membantu para web designer untuk memperindah halaman web template.

CSS (Cascading Style Sheet) sama fungsinya dengan cara format HTML (Hypertext Markup Language) biasa, namun CSS (Cascading Style Sheet)

mempunyai lebih banyak elemen yang bisa peneliti atur.

Tag table punya elemen border, CSS (Cascading Style Sheet) juga punya format untuk border namun lebih detail lagi seperti : border-top, border-right,

border-bottom, border-left. artinya lebih kompleks karena memungkinkan peneliti

membuat sisi border yang berbeda. Versi

Untuk saat ini terdapat tiga versi CSS, yaitu CSS1, CSS2, dan CSS3. CSS1 dikembangkan berpusat pada pemformatan dokumen HTML, CSS2 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa ditampilkan di printer, sedangkan CSS3 adalah versi terbaru dari CSS yang mampu melakukan banyak hal dalam desain website. CSS2 mendukung penentuan posisi konten, downloadable, huruf (font), tampilan pada tabel (table

layout) dan media tipe untuk printer. Kehadiran versi CSS yang kedua diharapkan lebih baik dari versi pertama.

CSS3 juga dapat melakukan animasi pada halaman website, diantaranya animasi warna hingga animasi 3D. CSS3 desainer lebih dimudahkan dalam hal kompatibilitas websitenya pada smartphone dengan dukungan fitur baru yakni @media query. Selain itu, banyak fitur baru pada CSS3 seperti: multiple background, border-radius, drop-shadow, border-image, CSS Math, dan CSS Object Model.

Penulisan

Saat masuk pada bagian CSS, sering dijumpai kode sebagai berikut:

h1 {

color: #0789de; }

Bagian pertama sebelum tanda '{}' dinamakan selector, sedangkan yang diapit oleh '{}' disebut declaration yang terdiri dari dua unsur, yaitu property dan value. Selector dalam pernyataan di atas adalah h1, sedangkan color adalah property, dan #0789de adalah value.

Selain itu ada tiga metode penulisan CSS atribut, yaitu :

Inline Style Sheet

CSS didefinisikan langsung pada tag HTML yang bersangkutan. Cara penulisannya cukup dengan menambahkan atribut style=" ..." dalam tag HTML tersebut. Style hanya akan berlaku pada tag yang bersangkutan, dan tidak akan memengaruhi tag HTML yang lain.

Contoh penulisan CSS dengan metode Inline Style Sheet:

<head>

<title>Contoh Bentuk Inline</title> </head>

<body bgcolor="#FFFFFF"> <p id="cth1">

Ini adalah contoh tag P tanpadiformat menggunakan CSS </p>

<p id="cth2" style="font-size:20pt">

Tag P ini diformat dengan besar font 20 point </p>

<p id="cth3" style="font-size:14pt; color:red">

Tag P ini diformat dengan besar font 14 point, dan menggunakan warna merah </p>

</body> </html>

Embedded Style Sheet

CSS didefinisikan terlebih dahulu dalam tag <style> ... </style> di atas tag <body>. Pada pendefinisian ini disebutkan atribut-atribut CSS yang akan digunakan untuk tag-tag HTML, yang selanjutnya dapat digunakan oleh tag HTML yang bersangkutan.

Contoh penggunaan CSS dengan metode Embedded Style Sheet :

<html> <head>

<title>Contoh Bentuk Embedded/title> </head>

<style>

body {background:#0000FF; color:#FFFF00; margin-left:0.5in} h1 {font-size:18pt; color:#FF0000}

p {font-size:12pt; font-family:arial; text-indent:0.5in} </style>

<body>

<h1 id="cth1">Judul ini berukuran 18 dengan warna merah!</h1>

Dokumen terkait