Bab ini berisikan tentang kesimpulan dan saran dari penelitian yang dilakukan yang diharapkan dapat menjawab tujuan dari penelitian ini.
3.3.2.Metode dan Teknik Penelitian
a. Diagram Alir Penelitian
1. Pemilihan Judul
2. Pengumpulan Literature danPustaka 3. PengurusanAdministrasi
4. Konsultasi dan Seminar Proposal
Data Primer
1. Jumlah Peralatan
Data Sekunder
1. Harga Jual Bahan Galian 2. Target Produksi Pengolahan Data Teori/Prinsip-prinsip Manajemen Tambang MANAJEMEN 1. Profil Perusahaan 2. Struktur Organisasi 3. Jumlah Karyawan 4. Jumlah Gaji Karyawan
Kesimpulan & Saran
Persiapan
Pengambilan Data
Pengolahan Data
Hasil
Gambar 3.1 Diagram Alir
30
BAB IV
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
4.1.1.Profil Perusahaan
Perusahaan yang bertempat didaerah kampung Yoka yang berada dalam wilayah pemerintahan Kota Jayapura Distrik Herem ini mengelola pertambangan batuan dengan material yang ditambang berjenis pasir batu (Sirtu). Jumlah cadangan yang dimiliki perusahaan ini adalah sebesar 110.316,31 m3 dengan rencana waktu penambangan adalah 5 tahun. Cadangan bahan galian ini akan di tambang sebagai salah satu bahan baku utama pada proyek pembangunan yang ada di sekitar Kota dan Kabupaten Jayapura. Terkait produksi dan harga jual, perusahaan mampu memproduksi ± 50 Ret per hari apabila banyak permintaan dan menjual produk seharga Rp.550.000,- per Ret dengan sistem penjualan ditempat.
Tabel 4.1 Perkiraan Produksi dan Pemasukan Perminggu
No Hari Produksi (Ret) Pemasukan (Rp) 1 Senin 50 27.500.000 2 Selasa 50 27.500.000 3 Rabu 50 27.500.000 4 Kamis 50 27.500.000 5 Jumat 50 27.500.000 6 Sabtu 50 27.500.000 Total 300 165.000.000
Rencana penambangan akan dilakukan menggunakan system penambangan terbuka dengan metode penambangan Quarry. Ketinggian setiap bench adalah 4 meter, lebar bench 2 meter dan kemiringan lereng 600. Total alat berat yang dipakai pada aktivitas penambangan yang merupakan milik perusahaan adalah 1 unit Excavator.
4.1.2.Struktur Organisasi
Dalam melakukan kegiatan penambangan suatu perusahaan membutuhkan struktur organisasi garis dan staf dalam hal ini staf yang dibutuhkan yaitu seorang ahli tambang yang dapat menjalankan dan mengontrol aktifitas penambangan.
4.1.3.Jumlah Karyawan
Secara umum dapat digambarkan kebutuhan personil perusahaan dapat di urut mulai dari :
1. Direktur
Direktur merupakan pemilik perusahaan atau pemberi modal untuk mendukung segala aktifitas penambangan.
2. Sekertaris
Sekertaris bertanggung jawab atas manajemen perusahaan dan sebagai perantara antara staf dan Direktur.
3. Kepala Keuangan dan Pemasaran
Keuangan dan Pemasaran bertangung jawab terhadap transaksi penjualan bahan galian serta mengatur pengupahan karyawan.
4. Kepala Teknik
Kepala Teknik bertanggung jawab terhadap segala aktifitas produksi, mulai dari pemindahan lapisan penutup (Operator), pengalian, pemuatan dan pengangkutan material serta perencanaan dan pemeliharaan armada, dan pengolahan kontrak pemeliharaan.
5. Operator
Operator bertanggung jawab terhadap aktifitas penambangan dan operasional alat.
Kepala Teknik
Operator I Operator II Direktur
Gambar 4.1 Struktur Organisasi garis dan staf
Kepala
Keuangan & Pemasaran
4.1.4.Pembagian Jam Kerja
Pada kedua sistem jam kerja tersebut juga diberikan batasan jam kerja yaitu 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu.Penulis memilih untuk menggunakan 8 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu, atau satu shift.Ketentuan – ketentuan jam kerjanya adalah :
Tabel 4.2 Pembagian Jam Kerja
No Hari Kerja Masuk (pukul) Istrahat (pukul) Pulang (pukul) 1 Senin 09.00 12.00 – 13.00 17.00 2 Selasa 09.00 12.00 – 13.00 17.00 3 Rabu 09.00 12.00 – 13.00 17.00 4 Kamis 09.00 12.00 – 13.00 17.00 5 Jum’at 09.00 12.00 – 13.00 17.00 6 Sabtu 09.00 12.00 – 13.00 17.00
Keterangan jam kerja:
1. Karyawan tiba di kantor pada pukul 08.30, untuk melakukan segala rangkaian pekerjaan pembuka, diataranya :
a. Operator diharuskan mengecek dan memeriksa segala macam alat kerja, agar apabila kerja di mulai tidak ada kendala yang dapat mengganggu pekerjaan.
b. Lima belas menit sebelum bekerja karyawan diwajibkan melakukan breafing.
2. Tepat pukul 09.00 segala aktifitas pekerjaan dimulai. 3. Pukul 12.00 sampai 13.00 karyawan beristrahat.
4. Setelah itu dilanjutkan bekerja lagi sampai pada pukul 17.00 atau jam 05.00 sore.
Tabel 4.3 Hari Kerja dalam 1 tahun
Bulan Hari/Bulan Hari Libur Nasional Hari Minggu Hari Kerja January 31 1 5 25 February 29 2 4 23 March 31 4 4 23 April 30 0 4 26 May 31 2 5 24 June 30 0 4 26 July 30 4 5 21 August 31 1 4 26 September 30 1 4 25 October 31 0 5 26 November 30 0 4 26 December 31 2 4 25 Total 365 17 52 296
(Sumber : Kalender Tahun 2016 daerah Papua)
Tabel 4.4 Keterangan jumlah hari kerja
KETERANGAN WAKTU BANYAK HARI / TAHUN
Jam Kerja Tersedia Dalam Sehari 7 Jam Jam Kerja Tersedia Dalam Setahun 2.072 Jam
4.1.5.Jumlah Gaji Karyawan
Tabel 4.5 Gaji Direktur
Direktur
Gaji Pokok 75% : Rp 4.000.000,00
Tunjangan a Tunjangan Transportasi : Rp 150.000,00 b Tunjangan Konsumsi : Rp 150.000,00 c Tunjangan Kesehatan : Rp 300.000,00
PPN / PPH 10% : Rp 400.000,00
Tabel 4.6 Gaji Staf
Staf Keuangan dan Kepala Teknik
Gaji Pokok 75% : Rp 2.800.000,00
Tunjangan a Tunjangan Transportasi : Rp 150.000,00 b Tunjangan Konsumsi : Rp 150.000,00 c Tunjangan Kesehatan : Rp 300.000,00 PPN / PPH 10% : Rp 280.000,00
TOTAL GAJI + PPN / PPH Rp 3.680.000,00 Tabel 4.7 Gaji Operator
Operator
Gaji Pokok 75% : Rp 2.500.000,00
Tunjangan a Tunjangan Transportasi : Rp 150.000,00 b Tunjangan Konsumsi : Rp 150.000,00 c Tunjangan Kesehatan : Rp 300.000,00 PPN / PPH 10% : Rp 250.000,00
TOTAL GAJI + PPN / PPH Rp 3.350.000,00 Tabel 4.8 Daftar Gaji Pimpinan dan Karyawan
No Jabatan Struktural Pendidikan Minimal
Jumlah
Karyawan Gaji / Bulan
Total gaji / Tahun
1 Direktur 1 5.000.000 60.000.000
2 Sekertaris S1 1 3.680.000 44.160.000
3 Keuangan dan Pemasaran S1 1 3.680.000 44.160.000
4 Kepala Teknik S1 1 3.680.000 44.160.000
5 Operator SMA/SMK 2 6.700.000 80.400.000
4.2. Pembahasan
4.2.1.Proses Manajemen
Dalam suatu organisasi, baik itu dalam pemerintahan maupun dalam suatu perusahaan, proses manajemen yang baik dan tepat sangatlah diperlukan. Sebab, tanpa adanya proses manajemen maka jalannya organisasi tidak akan tepat sasaran.Secara umum proses manajemen dapat dikelompokan menjadi 6 (enam) bagian, diantaranya :
1. Penetapan Tujuan
Dalam suatu badan usaha, baik itu usaha kecil menengah maupun besar, penetapan tujuan menjadi hal yang penting dilakukan untuk mendapatkan hasil akhir yang baik. Perusahaan tidak akan mendapatkan suatu yang ia butuhkan tanpa melakukan penetapan tujuan terlebih dahulu.
Dalam bagan yang penulis buat, penentu penetapan tujuan yang menetapkan adalah pimpinan dimana direktur yang menetapkan apa yang akan diakukan terhadap perusahaan ditahun-tahun mendatang menjadi tanggung jawab daripada pimpinan. Sehingga apa yang di inginkan oleh pimpinan kemudian bisa direalisasikan oleh para bawahan yang bekerja pada bidang – bidangnya.
2. Perencanaan
Dalam perencanaan pimpinan tidak bekerja dengan sendirinya, melainkan di bantu oleh para bawahan, dalam hal ini para staf yang mengetahui secara langsung tugas dilapangan. Kemudian di sampaikan kepada direktur dalam sebuah rapat.
3. Susunan Kepegawaian
Dalam pengaturan manajemen ini, penulis mememutuskan Direktur dibantu oleh sekertaris yang mengatur segala urusan tentang pengaturan perusahaan dan operator lapangan diatur oleh kepala teknik yang membawahi operator tersebut.
4. Pengaturan
Dalam pengaturan, Kepala Teknik untuk mengatur pengaturan-pengaturan di lapangan, Kepala Keuangan dan Pemasaran mengatur transaksi keuangan dan pemasaran bahan galian.
5. Pengawasan
Dalam pengawasan, Kepala Teknik melakukan pengawasan kepada para operator lapangan sehingga menjadi catatan kepada pemilik perusahaan. 6. Pengendalian
Control atau pengendalian dalam perusahaan menurut penulis menjadi tanggung jawab bersama setiap karyawan, sehingga apa yang terjadi pada lingkungan tempat ia bekerja menjadi tanggung jawab dan kontroling langsung. Namun, sesuai dengan alur daripada organisasi, semuanya di control langsung oleh pimpinan, diantaranya, direktur sebagai pemegang penuh perusahaan, kepala teknik sebagai perpanjangan tangan daripada direktur sebagai pengawas dan pengendali langsung di lapangan.
4.2.2.Struktur Organisasi
Struktur organisasi yang digunakan adalah struktur organisasi garis dan staf. Struktur organisasi ini dipilih karena melihat kondisi dari perusahaan cocok untuk menggunakan struktur organisasi ini. Organisasi ini mempunyai kelebihan diantaranya :
a. Adanya spesialisasi menyebabkan perencanaan tugas dapat dilakukan dengan baik.
b. Spesialisasi karyawan dapat dilakukan secara maksimal,
c. Koordinasi antara orang – orang dalam satu fungsi mudah dilaksanakan atau dijalankan,
d. Pekerjaan mental dapat dipisahkan dari pekerjaan fisik.
Organisasi ini di pimpin oleh seorang direktur sekaligus sebagai pemilik perusahaan dan dalam praktek dilapangan, perusahaan lebih banyak di kendalikan dan di atur oleh Kepala Teknik, dimana tugas dari Kepala Teknikini adalah
menjalankan strategi, serta tujuan – tujuan yang telah di rencanakan pimpinan kepada organisasi.
4.2.3.Kebutuhan Karyawan
Jumlah dan kriteria tenaga kerja : 1. Perkiraan Tenaga Kerja
Penentuan jumlah tenaga kerja untuk masing – masing pola kerja, di dasarkan pada pertimbangan :
a. Alokasi personil manajemen dan supervisor untuk menangani jadwal kerja tiap bidang tugas.
b. Operator yang diperlukan untuk mengoprasikan tiap bagian dari peralatan sesuai dengan jadwal.
c. Personil pemeliharaan / perawatan untuk merawat peralatan tambang, memperbaiki peralatan sesuai dengan perawatan tahunan.
d. Personil layanan antara lain sebagai pengelola gudang, petugas kebersihan, dan buruh yang di alokasikan sesuai dengan pekerjaan. 2. Hubungan Tenaga Kerja
Untuk mengatur hubungan antara perusahaan dengan karyawan dibuat Kesepakatan Kerja Bersama ( KKB ) atau Serikat Pekerja Indonesia ( SPI ) yang disetujui oleh kedua belah pihak dan disarankan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, sesuai dengan UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Kesepakatan Kerja Bersama atau Serikat Pekerja Indonesia ini mengatur mengenai hak dan kewajiban masing – masing pihak. Hal-hal yang di atur dalam Kesepakat Kerja Bersama tersebut meliputi : a. Hubungan kerja antar perusahaan dan karyawan
b. Pembayaran gaji / upah dan pajak c. Penginapan dan makan
d. Jam kerja dan lembur e. Honor dan tunjangan
f. Asuransi (kesehatan, kompensasi untuk kecelakaan dan kematian, perumahan dan lain – lain )
g. Ketentuan cuti dan hari libur umum h. Perintah kerja dan prosedur disiplin i. Kesehatan dan Keselamatan Kerja j. Pemecahan masalah karyawan. 3. Penerimaan Karyawan dan Pelatihan
Kategori calon karyawan yang akan di terima sebagai karyawan terdiri dari :
a. Kepala Teknik Persyaratan :
Berkewarganegaraan Indonesia WNI
Berkelakuan baik, dengan menunjukan Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK).
Dapat bekerja dalam tim
Berpendidikan minimal strata satu S1 dengan Jurusan : Teknik Pertambangan,Teknik Mesin dengan IPK minimal 2,7
Berkesahatan baik, dengan menunjukan Surat Keterangan Kesehatan, dan Surat Ketarangan Bebas Narkoba.
b. Kepala Keuangan dan Pemasaran Persyaratan :
Berkewarganegaraan Indonesia WNI
Berkelakuan baik, dengan menunjukan Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK).
Dapat bekerja dalam tim
Berpendidikan minimal strata satu S1 dengan Jurusan : ekonomi manajemen dan admistrasi dengan IPK minimal 2,7
Berkesahatan baik, dengan menunjukan Surat Keterangan Kesehatan, dan Surat Ketarangan Bebas Narkoba.
c. Sekertaris
Berkewarganegaraan Indonesia WNI
Berkelakuan baik, dengan menunjukan Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK).
Dapat bekerja dalam tim
Berpendidikan minimal strata satu S1 dengan Jurusan : ekonomi manajemen dan admistrasi dengan IPK minimal 2,7
Berkesahatan baik, dengan menunjukan Surat Keterangan Kesehatan, dan Surat Ketarangan Bebas Narkoba.
d. Operator Persyaratan :
Berkewarganegaraan Indonesia WNI atau Asing WNA.
Berkelakuan baik, dengan menunjukan Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK).
Dapat bekerja dalam tim
Berpendidikan minimal SMA/SMKdan semua jurusan, diutamakan yang telah memiliki sertifikasi layak mengemudikan alat berat.
Memiliki SIM B2 Umum
Berkesahatan baik, dengan menunjukan Surat Keterangan Kesehatan, dan Surat Ketarangan Bebas Narkoba.
Siap bekerja dimana saja. 4. Prosedur Penerimaan Karyawan Baru
a. Penerimaan Karyawan baru pada posisi Sekertaris, Kepala Teknik dan Kepala Keuangan Pemasaran melalui analisis kebutuhan keahlian karyawan oleh Pemiilik perusahaan atau Direktur.
b. Apabila disetujuimaka karyawan harus mengikuti training sebelum mulai bekerja pada perusahaan,
c. Apabila tidak disetujui makaberkas dikembalikan untuk selanjutnya di kaji kembali.
d. Penerimaan Operator melalui seleksi Kepala Teknik kemudian diusulkan kepada pemilik perusahaan.
4.2.4.Pembagian Jam Kerja
Berdasarkan perhitungan jumlah hari kerja dalam satu tahun adalah 247 hari. (termasuk libur nasional dan cuti bersama). Jumlah hari kerja ini penulis kalender pada tahun 2016.
Jam Kerja, waktu Istirahat kerja, waktu lembur diatur dalam pasal 77 sampai pasal 85 Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jam Kerja bagi para pekerja di sektor swasta diatur dalam Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya pasal 77 sampai dengan pasal 85. Pasal 77 ayat 1, Undang-Undang No.13/2003 mewajibkan setiap pengusaha untuk melaksanakan ketentuan jam kerja. Ketentuan jam kerja ini telah diatur dalam 2 sistem seperti yang telas disebutkan diatas yaitu:
1. 7 jam kerja dalam 1 hari atau 42 jam kerja dalam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu; atau
2. 8 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu.
Pada kedua sistem jam kerja tersebut juga diberikan batasan jam kerja yaitu 42 (empat puluh dua) jam dalam 1 (satu) minggu.
4.2.5.Gaji Karyawan
Dalam menentukan gaji karyawan, penulis berpatokan sesuai dengan SK Gubernur Provinsi Papua Nomor 188.4/383 Tahun 2014. Upah Minimum Provinsi (UMP) Papua adalah sebesar Rp. 2.193.000,00
41
BAB V
5. PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan manajemen dapat disimpulkan.
1. Struktur Organisasi yang dipakai pada kegiatan penambangan batuan beku ultrabasa di Kampung Yoka adalah organisasi garis dan staf. Karena lebih mudah dalam berkoordinasi antara atasan kepada bawahan.
2. Jumlah karyawan yang di pekerjaakan dalam perusahaan ini adalah 6 dengan rincian 1 Direktur sebagai pemilik modal, 1 Sekertaris, 1 Kepala Keuangan dan 1 Kepala Teknik Penambangan serta 2 Operator lapangan.
3. Total gaji yang dibayarkan selama 1 (satu) tahun adalah sebesar Rp.272.880.000,-
5.2. Saran
1. Agar Struktur organisasi yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai fungsinya sebaiknya menggunakan 6 tahanpan proses manajemen yaitu penetapan tujuan, perencanaan, sususunan kepegawaian, pengaturan, pengawasan dan pengendalian.
2. Agar tidak terjadi kesenjangan pada masyarakat Kampung Yoka, sebaiknya dalam kegiatan penambangan dapat melibatkan masayarakat sekitar. Misalnya pada posisi operator dapat di pakai masyarakat Kampung Yoka.
42
DAFTAR PUSTAKA
Siregar A. B, Samadhi TMA. A, “Manajemen Tambang” ITB
Stephen P.Robbins. Teori Organisasi Struktur, Desain, dan Aplikasi, (Jakarta: Arcan: 1994)
Ir. Batubara. Drs. A. E. A. Ekonomi dan Manajemen Pertambangan Alluvial
Jusmin Ahmad. Drs, SE, MM “Pengantar Manajemen”
Munandar. J. M, Kartika. L, Permanasari. Y, Indrawan R. D, Andrianto M. S,
Siregar. E. “Pengantar Manajemen Panduan Komprehensif Pengelolaan Organisasi” 2014 PT Penerbit. IPB Press
James A.F. Stoner, Charles Wankel / Raymond L. Cook. Management, third edition,
George R. Terry an Stephen G. Franklin, Principles of Management, All India Traveller Bookseller, New Delhi, 1987.
Appley dan Oey Liang Lee, “Leadership On the Job” 2010.
Soetoto, Ir. 2001. Geologi Dasar. Yogyakarta: Unpublished.