STUDI SISTEM MANAJEMEN PADA KEGIATAN
PENAMBANGAN BATUAN BEKU ULTRABASA
DI KAMPUNG YOKA KOTA JAYAPURA
Oleh :
MEIYER
NIM.0090640114
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS CENDERAWASIH JAYAPURA
i
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... i
DAFTAR GAMBAR ... iv
DAFTAR TABEL ... v
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2. Permasalahan ... 2
1.2.1. Rumusan Masalah ... 2
1.2.2. Batasan Masalah... 2
1.3. Tujuan dan Manfaat ... 2
1.3.1. Tujuan ... 2
1.3.2. Manfaat ... 2
1.4. Keadaan Lingkungan... 3
14.1. Lokasi Penelitian ... 3
1.4.2. Topografi ... 3
1.4.3. Morfologi ... 3
1.4.4. Litologi ... 4
1.4.5. Geologi ... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5
2.1. Batuan Beku ... 5
2.2. Pemanfaatan Batuan Beku ... 8
2.3. Manajemen ... 8
2.3.1. Unsur – unsur Manajemen ... 9
2.3.2. Jenis – jenis Manajemen ... 10
ii
2.4. Proses Manajemen... 15
2.5. Organisasi ... 16
2.6. Konsep Organisasi... 16
2.7. Prinsip Organisasi ... 17
2.8. Bentuk – bentuk Organisasi ... 17
2.8.1. Organisasi Garis ... 18
2.8.2. Organisasi Garis dan Staf ... 19
2.8.3. Organisasi Fungsional ... 20
2.8.4. Organisasi Komite / Panitia ... 21
2.9. Organisasi Industri Penambangan ... 22
2.9.1. Karakteristik Industri Penambangan ... 22
2.9.2. Kegiatan – Kegiatan Dalam Perusahaan Pertambangan ... 23
2.10. Pemberian Imbalan ... 24
BAB III METODOLOGI PENELITIAN... 27
3.1. Rencana Penelitian ... 27
3.2. Alat dan Bahan ... 27
3.2.1. Alat ... 27
3.2.2. Bahan... 27
3.3. Tahapan Metode dan Teknik Penelitian ... 27
3.3.1. Tahapan ... 27
3.3.2. Metode dan Teknik Penelitian ... 29
4. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 30
4.1. Hasil ... 30
4.1.1. Profil Perusahaan ... 30
iii
4.1.3. Jumlah Karyawan ... 31
4.1.4. Pembagian Jam Kerja ... 32
4.1.5. Jumlah Gaji Karyawan ... 33
4.2. Pembahasan ... 35
4.2.1. Proses Manajemen ... 35
4.2.2. Struktur Organisasi ... 36
4.2.3. Kebutuhan Karyawan ... 37
4.2.4. Pembagian Jam Kerja ... 40
4.2.5. Gaji Karyawan ... 40
BAB V PENUTUP ... 41
5.1. Kesimpulan... 41
5.2. Saran ... 41
iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Lokasi Penelitian Kampung Yoka... 3
Gambar 2.1 Jenis-jenis Manajemen ... 10
Gambar 2.2 Hubungan Tingkatan Manajemen ... 12
Gambar 2.3 Hubungan Antara Peranan Manajerial ... 13
Gambar 2.4 Bagan Organisasi garis ... 19
Gambar 2.5 Bagan Organisasi Garis dan Staf ... 20
Gambar 2.6 Bagan Organisasi Fungsional ... 21
Gambar 3.1 Diagram Alir ... 29
v
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Perkiraan Produksi dan Pemasukan Perminggu ... 30
Tabel 4.2 Pembagian Jam Kerja... 32
Tabel 4.3 Hari Kerja dalam 1 tahun ... 33
Tabel 4.4 Keterangan jumlah hari kerja ... 33
Tabel 4.5 Gaji Direktur ... 33
Tabel 4.6 Gaji Staf ... 34
Tabel 4.7 Gaji Operator... 34
1
BAB I
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kegiatan usaha pertambangan merupakan salah satu sektor industri primer
yang langsung berhubungan dengan pengolahan sumber daya alam untuk bahan
keperluan hidup manusia, salah satunya sumber daya mineral yang sering
dibutuhkan ialah batuan beku ultrabasa, jenis batuan ini memiliki struktur yang
kompak dan tahan terhadap pelapukan yang disebabkan oleh air, maka itu jenis
batuan ini sering dipakai untuk keperluan pembuatan infrastruktur jalan dan bahan
bangunan lainnya.
Keterdapatan batuan beku ultrabasa pada Kota Jayapura sering dijumpai di
Jayapura bagian barat tepatnya di daerah Kampung Yoka. Cadangan batuan beku
ultrabasa di lokasi tersebut sangat melimpah yaitu 110.316,31 m3 dan saat ini pada
lokasi tersebut sedang dilakukan kegiatan penambangan, komoditas tambang yang
diproduksi pada kegiatan tersebut ada 2 yaitu batuan beku ultrabasa yang biasa
dijual Rp.550.000,- per Ret dan lapisan tanah penutup atau sering disebut tanah
timbunan dijual dengan harga Rp.120.000,- per Ret. Kegiatan penambangan pada
Kampung Yoka tersebut sangat memiliki prospek yang baik oleh karena aktifitas
pembangunan infrastruktur jalan di Kota Jayapura dan di sekitarnya semakin
banyak. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu sistem manajemen yang nantinya dapat
menjadi acuan untuk mengelolah kegiatan penambangan tersebut.
Pengertian umum dari manajemen ialah proses mengkoordinasi kegiatan atau
aktifitas kerja sehingga dapat diselesaikan secara efisien dan efektif, maka
pengelolaan manajemen yang baik dan benar dapat menghasilkan suatu proses
manajemen yang efisiendan efektif, sehingga keuntungan yang di dapatkan dari
kegiatan penambangan sesuai dengan yang diharapakan dan keuntungan tersebut
dapat dibagikan dengan pemilik tanah pada kampung tersebut, oleh sebab itu perlu
dilakukan perencanan sistem manajemen guna mendukung kegiatan penambangan
1.2. Permasalahan
1.2.1.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan diatas maka
permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut.
1. Bagaimana sistem manajemen yang tepat untuk mendukung kegiatan
penambangan batuan beku ultra basa di Kampung Yoka.
2. Bagaimana sruktur organisasi yang baik agar kegiatan penambangan tersebut
dapat terlakasana dengan baik.
1.2.2.Batasan Masalah
Agar pembahasan tidak meluas maka penulis membatasi ruang lingkup
pembahasan yaitu
1. Bagaimana sistem manajemen tambang yang baik dan disesuaikan dengan
kebutuhan pada kegiatan penambangan di Kampung Yoka.
2. Komoditas batuan beku ultrabasa.
1.3. Tujuan dan Manfaat
1.3.1.Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu merencanakan sistem manajemen
seperti struktur organisasi, jumlah karyawan dan gaji karyawan.
1.3.2.Manfaat
1. Untuk peneliti, manfaat dari penelitian ini adalah sebagai pembelajaran dalam
merancang sistem manajemen tambang.
2. Untuk akademisi, diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai
konsumsi ilmiah bagi kaum akademis dan dapat dijadikan referensi bagi
peneliti yang lain dalam mengembangkan penelitian tentang manajemen
tambang.
3. Untuk perusahaan, laporan ini dapat dilihat sebagai masukan bagi perusahaan
1.4. Keadaan Lingkungan
14.1.Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian terletak didaerah Kampung Yoka yang berada dalam
wilayah pemerintahan Kota Jayapura Distrik Herem.Lokasi penelitian ini bisa
ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat kurang lebih 10 menit
dari kampus Universitas Cenderawasih Waena.
Gambar 1.1 Lokasi Penelitian Kampung Yoka
1.4.2.Topografi
Keadaan topografi Kota Jayapura sangat bervariasi mulai dataran rendah
dengan lereng yang landai sampai dengan daerah bergunung-gunung. Secara
topografi, wilayah daerah penyelidikan lebih didominasi kemiringan lereng yang
sangat curam (40-65 %), sedangkan ketinggian daerah sebagian besar berada
dibawah 100 meter diatas permukaan air laut.
1.4.3.Morfologi
Berdasarkan hasil pengamatan pada lokasi penelitian, morfologi yang ada
didaerah penelitian terdiri dari perbukitan dengan keadaan vegetasi heterogen.
Jayapura
Yoka
N
Keterangan
1.4.4.Litologi
Batuan yang berada di Kampung Yoka adalah batuan beku ultrabasa karena
tersusun oleh mineral-mineral ferromagnesium sehinggan kenampakan sangat
gelap atau hitam. Batuan ini mengandung < 45% SiO2 dan didominasi oleh
mineral-mineral berat Seperti Fe dan Mg.
1.4.5.Geologi
Berdasarkan geologi regional daerah yoka termasuk kedalam Formasi Makats
(Tmm)yaitu terdiri dari greiwek, berselingan dengan batulanau dan batulempung ;
sisipan napal dan konglomerat ; lensa dan puncak batugamping ; bagian bawah
bersisipan dengan tuf dan breksi gunung api. Greiwek dijumpai setempat
gampingan, urat kalsit mengisi rekahan lebar sampai 0,5 cm ; struktur lapisan,
lengseran, lapisan sejajar, silang-siur, dan lapisan perulangan. Konglomerat,
bercampur aneka batuan, permineralan ; fragmen andesit, batugamping, rijang,
BAB II
2.
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Batuan Beku
Batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari proses pendinginan
magma gunung berapi yang mengeras dengan atau tanpa proses kritalisasi yang
berada bawah permukaan bumi yang disebut sebagai batuan instrusif ataupun di
atas permukaan bumi disebut sebagai batuan ekstrutif. igneus (dibaca ignis) adalah
bahasa latin dari batuan beku yang berati api.
1. Batuan beku instrusif
Batuan beku instrusif (biasa disebut instrusi atau plutonik) adalah
batuan beku yang berubah menjadi kristal dari sebuah lelehan magma
dibawah permukaan Bumi. Magma yang membeku di bawah tanah sebelum
mereka mencapai permukaan bumi disebut dengan nama pluton.
2. Batuan beku ekstrusif
Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang terjadi pada proses
keluarnya magma ke permukaan bumi kemudian menjadi lava atau meledak
secara dahsyat di atmosfer dan jatuh kembali ke bumi sebagai batuan.
Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang
sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan
dapat terjadi karena salah satu dari proses-proses berikut ini : penurunan
tekanan, kenaikan temperatur, atau perubahan komposisi.
Terdapat 700 lebih tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, dan
sebagian besar batuan beku tersebut terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.
Beberapa ahli geologis seperti Turner dan Verhoogen tahun 1960, F.F Groun
Tahun 1947, Takeda Tahun 1970, mendefenisikan magma sebagai cairan silikat
kental pijar yang terbentuk secara alami, memiliki temperatur yang sangat tinggi
yaitu antara 1.500 sampai dengan 2.500 derajat celcius serta memiliki sifat yang
6
Dalam magma terdapat bahan-bahan yang terlarut di dalamnya yang bersifat
volatile / gas (antara lain air, CO2, chlorine, fluorine, iro, sulphur dan bahan lainnya)
yang magma dapat bergerak, dan non-volatile / non gas yang merupakan
pembentuk mineral yang umumnya terdapat pada batuan beku. Dalam perjalanan
menuju bumi magma mengalami penurunan suhu, sehingga mineral-mineral pun
akan terbentuk.
Peristiwa ini disebut dengan peristiwa penghabluran. Sebagian besar struktur
batuan beku hanya dapat dilihat di lapangan saja, berikut dibawah beberapa struktur
batuan beku.
1. Pillow lava atau lava bantal yaitu struktur paling khas dari batuan vulkanik
bawah laut, membentuk struktur seperti bantal.
2. Skoria yaitu struktur yang sama dengan struktur vesikuler tetapi
lubang-lubangnya besar dan menunjukkan arah yang tidak teratur.
3. Amigdaloidal, yaitu struktur dimana lubang-lubang gas telah terisi oleh
mineral-mineral sekunder, biasanya mineral silikat atau karbonat.
4. Xenolitis yaitu struktur yang memperlihatkan adanya fragmen/pecahan
batuan lain yang masuk dalam batuan yang mengintrusi.
Pada umumnya batuan beku tanpa struktur (masif), sedangkan
struktur-struktur yang ada pada batuan beku dibentuk oleh kekar (joint) atau rekahan
(fracture) dan pembekuan magma, misalnya: columnar joint (kekar tiang), dan
sheeting joint (kekar berlembar).
1. Joint struktur merupakan struktur yang ditandai adanya kekar-kekar yang
tersusun secara teratur tegak lurus arah aliran. Sedangkan struktur yang dapat
dilihat pada contoh-contoh batuan (hand speciment sample), yaitu:
2. Masif yaitu jika tidak menunjukkan adanya sifat aliran, jejak gas (tidak
menunjukkan adanya lubang-lubang) dan tidak menunjukkan adanya
fragmen lain yang tertanam dalam tubuh batuan beku.
3. Vesikuler yaitu struktur yang berlubang-lubang yang disebabkan oleh
keluarnya gas pada waktu pembekuan magma. Lubang-lubang tersebut
Cara menentukan kandungan mineral pada batuan beku, dapat dilakukan
dengan menggunakan indeks warna dari batuan kristal. Berdasarkan warna mineral
sebagai penyusun batuan beku dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu Mineral
Felsik dan Mineral Mafik.
1. Mineral felsik, merupakan mineral yang berwarna terang, terutama terdiri
dari mineral kwarsa, feldspar, feldspatoid dan muskovit.
2. Mineral mafik, merupakan mineral yang berwarna gelap, terutama biotit,
piroksen, amphibol dan olivin.
Berdasarkan cara terjadinya, kadungan SiO2 dan indeks warna batuan beku
dapat diklasifikan. Sehingga dapat ditentukan nama batuan yang berbeda-beda
meskipun dalam jenis batuan yang sama.
Menurut Rosenbusch (1877-1976) Klasifikasi batuan beku berdasarkan cara
terjadinya dapat dibagi menjadi sebagai berikut :
1. Effusive rock, merupakan batuan beku yang terbentuk di permukaan.
2. Dike rock, merupakan batuan beku yang terbentuk dekat permukaan.
Deep seated rock, merupakan batuan beku yang jauh di dalam bumi. Oleh
W.T. Huang (1962), jenis batuan ini disebut plutonik, sedang batuan effusive
disebut batuan vulkanik.
Klasifikasi batuan beku berdasarkan kandungan SiO2 (C.L. Hugnes, 1962),
antara lain :
1. Batuan beku asam, batuan beku yang memiliki kandungan SiO2 lebih dari
66%. Contohnya adalah riolit.
2. Batuan beku intermediate, batuan beku yang memiliki kandungan SiO2
antara 52% – 66%. Contohnya adalah dasit.
3. Batuan beku basa, batuan beku yang memiliki kandungan SiO2 antara 45% – 52%. Contohnya adalah andesit.
4. Batuan beku ultra basa, batuan beku yang memiliki kandungan SiO2 kurang
2.2. Pemanfaatan Batuan Beku
Batuan Beku Tak semua batuan beku mempunyai nilai ekonomis, hal ini
tergantung pada sifa, komposisi mineral, kekeutan fisik, daya tahan, cara
penggalianya, dan lain-lain. Tiap jenis mineral mempunyai sifat dan komposisi
mineral tertentu, tidak semua jenis batuan dapat digunakan untuk semua jenis
pekerjaan. Batuan mempunyai kegunaan sendiri tergantung sifatnya, misalnya :
1. Batuan yang mempunyai kerapatan tinggi dan tidak porus sangat baik untuk
keperluan pekerjaan di laut.
2. Batuan yang tidak terpengaruh oleh asam, baik untuk digunakan didaerah
industri.
3. Batuan yang berat, keras, dan mempunyai daya tahan yang besar sesuai untuk
digunakan sebagai fondasi bangunan pengeras jalan juga bahan lantai.
4. Batuan yang berwarna indah dan tidak porus dapat digunakan untuk pelapis
dinding atau lantai.
5. Batuan yang umumnya mempunyai berat jenis ± 2,6, baik untuk digunakan
sebagai bahan pekerjaan teknik berat.
2.3. Manajemen
Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasi, memimpin,
mengendalikan usaha – usaha anggota organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi yang sudah ditetapkan. (Stoner, James A. F. & C. Wankel, 1986)
Manajemen adalah proses tertentu yang terdiri dari kegiatan merencanakan,
mengorganisasikan, menggerakkan sumber daya manusia, dan sumber daya lain
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Terry, George R. & S. G. Franklin,
1986)
Dalam manajamen, efisiensi dan efektifitas merupakan dua aspek penting
yang mempunyai kekhasan pendekatan tersendiri. Efesiensi menunjukan peranan
manajemen sebagai instrumens (alat) yang berarti menekan kerugian atau
Munandar, Lindawati Kartika, Yusrina Permanasari, R. Dikky Indrawan, M.
Syaefudin Andrianto, Edward Siregar, 2014)
Manajemen berarti proses mengordinasi kegiatan atau aktifitas kerja sehingga
dapat diselesaikan secara efisien serta efektif dengan dan melalui orang lain. (Jono.
M. Munandar, Lindawati Kartika, Yusrina Permanasari, R. Dikky Indrawan, M.
Syaefudin Andrianto, Edward Siregar, 2014)
Manajemen adalah seni dan ilmu, dalam manajemen terdapat strategi
memanfaatkan tenaga dan pikiran orang lain untuk melaksanakan suatu aktifitas
yanng diarahkan pada pencapaian tujuan yang telah yang telah ditentukan
sebelumnya. (Appley dan Oey Liang Lee 2010)
Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri atas tindakan – tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian untuk
menentukan serta mencapai tujuan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan
sumber daya lainnya. (G. R. Terry 2010)
Jadi dapat disimpulakan bahwa, manajemen adalah suatu proses yang terdiri
dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan melalui
pemanfaatan sumber daya dan sumber – sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu. (Athoillah, 2010)
2.3.1.Unsur – unsur Manajemen
Dari pengertian manajemen di atas dikemukakan bahwa manajemen adalah
suatu proses untuk memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lain
untuk mencapai tujuan tertentu. Sumber daya manusia dan sumber daya yang lain
yang diperlukan tersebut disebut sebagai unsur-unsur manajemen.
Lebih lengkapnya, unsur-unsur manajemen ini dapat dikelompokkan
Bahan (materials) tidak harus diartikan sebagai logam seperti dalam industri
manufaktur logam misalnya. Ia juga bisa berarti informasi yang diolah misalkan
dalam manajemen perkantoran.
Berkenaan dengan unsur-unsur atau sumber daya ini harus diingat bahwa
semua itu tidak tersedia secara berlimpah. Ada keterbatasan yang mengakibatkan
pemanfaatannya harus dilakukan sehemat dan secermat mungkin. Dengan
demikian proses manajemen yang baik harus bisa memanfaatkan keterbatasan
tersebut untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
2.3.2.Jenis – jenis Manajemen
Manajer dapat dikelompokan berdasarkan tingkat dan bidangnya,
1. Berdasarkan Hirarki
a. Manajemen Puncak
Manajer tingkat atas bertanggung jawab terhadap perusahaan secara
keseluruhan biasanya terdiri dari kelompok kecil manajer. Tugas mereka
menentukan tujuan strategi dan kebijakan perusahaan secara umum, yang
kemudian di terjemahkan lebih spesifik oleh manajer dibawahnya. Mereka
menentukan keputusan – keputusan utama dengan strategis yang akan
menentukan kelangsungan hidup organisasi seperti memasuki pasar
international. Nama untuk posisi tersebut dapat bermacam – macam mulai dari presiden direktur dan wakil presiden direktur, pimpinan direksidan wakil
Manajemen Puncak / Top Management
Manajemen Menengah / Middle Level Management
Manajemen Tingkat Bawah / Lower Level atau First Line
pimpinan direksi, di Amerika Serikat istilah yang lebih popular adalah CEO
(Chief Exicutive Oficer).
b. Manajemen Menengah
Manajer menengah terdiri dari sekelompok manajer yang lebih besar di
bandingkan dengan manajer puncak. Tugas mereka melaksanakan tujuan,
strategi, dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh manajer puncak serta
mengkoordinasikan dan mengarahkakn aktifitas manajer tingkat bawah dan
juga operasional. Posisi manajer menengah berada diantara manajer puncak
dan menajer tingkat bawah. Mereka menjadi penghubung antara manajer
puncak dan manajer tingkat bawah. Nama untuk posisi tersebut bisa
bervariasi, manajer pemasaran, manajer keuangan, manajer operasional dan
lain – lain.
c. Manajemen Tingkat Bawah
Manajer tingkat bawah mengawasi karyawan secara langsung. Mereka
tidak mengawasi manajer lainnya. Tugas mereka mengawasi dan
mengkoordinasikan kegiatan operasional yang dilakukan oleh karyawan.
Posisi tersebut di namakan pengawas atau supervisor.
2. Berdasarkan Fungsi
a. Manajer Umum
Manajer umum bertanggung jawab mengenai unit tertentu yang
mempunyai beberapa bidang sekaligus. Manjer suatu divisi adalah contoh
manajer umum.
b. Manajer Fungsional
Manajer fungsional bertanggung jawab terhadap satu aktifitas organisasi
tertentu, sebagai contoh : manajer pemasaran mengawasi aktifitas pemasaran
organisasi. Dia tidak bertanggung jawab terhadap aktifitas keuangan
organisasi, meskipun melakukan koordinasi dengan manajer keuangan dan
manajer bidang lainnya. Sebaliknya, manajer keuangan bertanggung jawab
terhadap aktifitas keuangan organisasi seperti mencari dana dan
mengalokasikannya.
Meskipun manajer pada setiap organisasi melakukan manajemen
(perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian) tetapi
manajer – manajer tersebut dalam alokasi waktu untuk aktifitas mereka. Manjer puncak akan lebih banyak duduk di ruangan kerjanya untuk
merumuskan strategi, banyak bertemu dengan relasi lain, dan banyak
melakukan rapat. Sedangkan manajer operasional (tingkat bawah) lebih
banyak di lapangan, banyak bertemu dengan karyawan operasional.
d. Keterampilan Analitis dan Konseptual
Disamping keterampilan konseptual, manajer juga memerlukan analitis.
Manajer dalam menganalisis persoalan, diharapakan mampu memecahkan
persoalan yang besar, ke dalam bagian yang kecil, kemudian memberikan
solusi (pemecahan dari masalah tersebut).
e. Peranan Manajerial
Pada prakteknya manajer bergerak tidak sesuai dengan urutan proses
manajemen. Proses manajemen lebih bersifat interaktif. Henry Minsberg
melakukan pengamatan sehari perilaku manajer. Dari hasil pengamatannya,
Minsberg berkesimpulan bahwa manajer melakukan peran – peran (roles) tertentu.
f. Peranan Hubungan Manusia
Peranan hubungan manusia mencakup tiga macam peranan, diantaranya:
Peranan Figure Bapak,
Peranan figure bapak lebih merupakan manajer sebagai simbol
pimpinan perusahaan. Peranan tersebut bersifat seremonial, contohnya :
membuka acara resmi (menggunting pita) pembukaan pabrik baru,
menyambut tamu dan hal – hal yang bersifat penting untuk di seremonial. Manajer menjadi simbol dan personifikasi organisasi yang di pimpinnya.
Manajer bertanggung jawab terhadap kejadian yang menimpa
organisasinya, meskipun kejadian tersebut di luar kendalinya.
Peranan Pimpinan
Manajer diharapkan menjadi pemimpin bagi anak buahnya.
Manajer melakukan penarikan (rekrutment) dan motivasi karyawan
untuk bekerja mencapai tujuan organisasi. Sampai tahap tertentu,
sukses tidaknya bawahan merupakan cerminan kemampuan sebagai
pimpinan.
Peranan Penghubung
Manajer juga sering memainkan peranan penghubung baik
dengan pihak organisasi maupun dengan puhak di luar organisasi.
Jika aturan yang kurang menguntungkan organisasi, manajer
dapat melakukan pendekatan terhadap pihak – pihak yang berkaitan untuk meminimalkan efek peraturan yang menguntungkan tersebut.
Manajer juga menjadi penghubung organisasi dengan pesaingnya.
Karena itu terjadi aliansi antara dua perusahaan sebelumnya saling
berkompetisi.
g. Peranan Pengambilan Keputusan
Informasi merupakan input penting dalam pengambilan keputusan.
Dengan demikian konsekuensi logis dari peranan informasi adalah
peranan pengambilan keputusan. Perananpengambilan keputusan terdiri
dari tiga macam,di antaranya ; kewirausahaan (enterpreunership),
penyelesai gangguan (distrubance handler), pembagi sumber daya
(resource allocator) dan perundingan (negotiator).
2.3. Tingkat Manajemen
Suatu organisasi mempunyai tingkatan-tingkatan tertentu yang berbeda satu
sama lain. Ada tingkatan organisasi yang bersifat operasional atau pelaksanaan
misalkan dalam suatu kegiatan industri adalah operator-operator mesin, ada
tingkatan yang bersifat strategis misalkan direksi.
Berdasarkan tingkatan-tingkatan organisasi inilah dapat dibedakan pula
tingkatan manajemen. Pada dasarnya terdapat tiga tingkatan manajemen, yaitu :
1. Manajemen tingkat terbawah yaitu tingkatan manajemen pada tingkat bawah
dari suatu organisasi. Pada tingkatan ini manajemen berfungsi mengarahkan
pekerja-pekerja operasional. Jika dilihat dari segi perencanaan yang dibuat
pada tingkatan ini maka jangkauan perencanaan yang dibuat biasanya hanya
melingkupi jangka waktu harian. Mandor-mandor berada dalam tingkatan
manajemen ini.
2. Manajemen tingkat menengah adalah tingkatan manajemen yang berfungsi
mengarahkan kegiatan dari manajemen terbawah. Perencanaan yang dibuat
di sini jangkauan waktunya bersifat menengah.
Manajemen tingkat atasadalah tingkatan paling tinggi dari manajemen yang
biasanya terdiri atas beberapa orang saja. Jangkauan perencanaan yang dibuat di
2.4. Proses Manajemen
Setiap organisasi dapat dipastikan memiliki satu atau beberapa tujuan yang
memberikan arah dan menyatukan pandangan unsur yang terdapat di dalam
organisasi tersebut. Sudah barang tentu tujuan yang akan dicapai di masa yang akan
datang tersebut adalah suatu keadaan yang lebih baik dari pada keadaan
sebelumnya. Dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan inilah diperlukan serangkaian
kegiatan seperti yang telah dikemukakan di atas yang lebih dikenal sebagai proses
manajemen.
Secara umum proses manajemen dapat dikelompokkan menjadi :
1. Penetapan tujuan.
Rangkaian proses manajemen ini merupakan proses yang bersifat dinamis.
Dengan kata lain, proses tersebut tidak dapat dilihat sebagai suatu tahapan-tahapan
yang berdiri sendiri melainkan sebagai proses yang berkait yang memungkinkan
adanya pengulangan kembali suatu tahapan proses yang telah dilakukan
sebelumnya, terutama dalam kaitannya dengan hubungan antara perencanaan dan
pengendalian.
Untuk melaksanakan proses-proses manajemen di atas, manajer memerlukan
prasarana dan sarana, di antaranya memerlukan kekuasaan, tujuan orientasi,
manusia, serta sumber daya lainnya. Kekuasaan dibutuhkan oleh seorang manager
untuk mempengaruhi orang lain. Terdapat beberapa jenis kekuasaan yang mungkin
diperlukan, di antaranya adalah :
1. Kekuasaan formal yang terjadi karena suatu posisi atau jabatan tertentu.
2. Kekuasaan untuk memaksa atau menghukum.
3. Kekuasaan untuk memberikan penghargaan.
4. Kekuasaan/kekuatan yang bisa menyebabkan orang lain mengikuti atau
Kekuasaan yang ditimbulkan oleh keunggulan pengetahuan, pengalaman,
kemampuan, dan keterampilan.
2.5. Organisasi
Organisasi (Yunani: organ non alat) adalah suatu kelompok orang dalalm
suatu wadah untuk tujuan bersama.Terdapat beberapa teori dan perspektif
mengenai organisasi, ada yang cocok satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang – orang berkumpul, bekerjasama secara rasional sistematis, terencana, terorganisasi,
terpimpin dan terkendali, dalalm memanfaatkan sumber daya secara efisien dan
efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut:
1. James D. Money (D, Ratna Wilis, 1996. Teori-Teori Belajar. Jakarta:
Penerbit Erlangga) mengemukakan bahwa, organisasi adalah bentuk setiap
perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
2. Chester I. Bernard (Horton, Paul B. Dan Chester L. Hunt 1984. Sociologi.
Edisi keenam. International Student Edition. Tokyo: Mc.Graw-Hill Book
Company Inc) mengemukakan bahwa organisasi adalah merupakan suatu
sistem aktifitas kerja sama yang dikemukana oleh dua orang atau lebih.
3. Stephen P. Robbins (Teori Organisasi Struktur, Desain, dan Aplikasi, Jakarta
: Arcan : 1994) menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial
yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat
diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk
mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
2.6. Konsep Organisasi
Dari berbagai macam criteriapandangan tentanng organisasi, dapat
dikemukankan beberapa pendapat para ahli. Menurut pendapat Rosenzweig
organisasi dapat dipandang sebagai :
1. Sistem sosial, (yaitu, orang – orang dalam kelompok)
3. Orang – orang yang berorientasi atau bertujuan pada pedoman bersama. Pendapat Allen tentang organisasi adalah sebagai berikut, “Organisasi adalah suatu proses identifikasi dan pembentukan pengelompokan kerja, mendefinisikan
dan mendelegasikan wewenang maupun tanggung jawabdan menettapkan
hubungan – hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang – ornag bekerja sama secara efektif dalam menuju tujuan yanng ditetapkan”.
Dari uraian tentang batasan organisasi seperti diatas dapat dilihat, bahwa
organisasi dapat dipandang dari berbagai segi dan dapat dirumuskan sesuai dengan
titik pandangnya.
2.7. Prinsip Organisasi
Organisasi mempunyai tujuan tertentu dan organisasi merupakan wadah
untuk mencapai tujuan tersebut. Suatu organisasi yang dianggap baik mempunyai
ciri – ciri tertentu, adapun ciri – ciri tersebut antara lain adalah : 1. Adanya tujuan yang jelas,
2. Tujuan organisasi harus dapat dipahami oleh setiap orang yang ada di dalam
organisasi itu,
3. Adanya kesatuan arah dalam organisasi,
4. Adanya kesatuan perintah
5. Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab
6. Adanya pembagian tugas yanng merata
7. Struktur organisasi yang sesederhana mungkin
8. Pola dasar organisasi harus mantap
9. Penempatan orang sesuai dengan keahlian yang dimilikinya
10.Adanya jaminan jabatan
11.Koordinasi
2.8. Bentuk – bentuk Organisasi
grafik (bagan) yang memperlihatkan hubungan unit – unit organisasi dan garis – garis wewenang yang ada.
Penggambaran organisasi dalam satu bagan merupakan suatu hasil yang telah
dicapai tentang struktur organisasi yang bersangkutan. Beberapa keuntungan yang
dapat diperoleh dari penggunaan bagan organisasi, adalah:
1. Bagan organisasi dapat memperlihatkan karakteristik utama dari perusahaan
yang bersangkutan.
2. Bagan organisasi dapat memperlihatakan gambaran pekerjaan dan hubungan
– hubungan yang ada didalam perusahaan,
3. Bagan organisasi dapat dibedakan untuk mengetahui siapa bawahan dan siapa
atasan.
2.8.1.Organisasi Garis
Organisasi garis merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana.
Organisasi dengan jumlah karyawan sedikit dan pemiliknya merupakan pimpinan
tertinggi yang mempunyai hubungan langsung dengan bawahan. Di sini setiap
bagian-bagian utama langsung berada dibawah seorang pemimpin serta pemberian
wewenang dan tanggung jawab bergerak vertikal ke bawah dengan pendelegasian
yang tegas melalui jenjang hirarki yang ada.
Kebaikan-kebaikan organisasi garis adalah :
1. Bentuknya sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan.
2. Pembagian tugas, tanggung jawab dan kekuasaan cukup jelas.
3. Adanya kesatuan dalam perintah dan pelaksanaan perintah sehingga
mempermudah pemeliharaan disiplin dan tanggung jawab.
4. Pengambilan keputusan dapat dilaksanakan dengan cepat karena komunikasi
cukup mudah.
5. Kekurangan-kekurangan organisasi garis adalah :
6. Bentuk organisasi tidak fleksibel.
7. Kemungkinan pemimpin untuk bertindak otokratis besar.
8.
Ketergantungan pada seseorang cukup besar sehingga mudah terjadi2.8.2.Organisasi Garis dan Staf
Dalam organisasi ini terdapat dua kelompok orang – orang yang berpengaruh di dalam menjalankan organisasi, yaitu :
1. Orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian
tujuan, yang di gambarkan dengan garis atau lini.
2. Orang yang menjalankan tugasnya berdasarkan keahlian yang dimilikinya,
orang ini berfungsi hanya untuk memberikan saran-saran pada unit
operasional. Orang – orang tersebut disebut staf.
Di dalam organisasi garis dan staf terdapat spesialisasi yang beraneka ragam
yang di gunakan secara maksimal. Dalam rangka melaksanakan pekerjaannya,
anggota garis atau lini dapat meminta pengarahan serta informasi dari staf.
Pengarahan yang diberikan staf dapat dijadikan pedoman bagi pelaksana. Staf
mempunyai pengaruh yang besar dalam pelaksanaan pekerjaan.
Kelebihan organisasi garis dan staf adalah :
a. Adanya pembagaian tugas yang jelas antara orang – orang yang melaksanakan tugas pokok dan penunjang.
b. Keputusan yang diambil biasanya telah dipertimbangkan secara matang oleh
segenap orang yang terdapat dalam organisasi, termasuk staf.
c. Adanya kemampuan dan bakat yang berbeda – beda dari anggota organisasi memungkinkan dikembangkannya spesialisasi keahlian.
d. Adanya ahli – ahli dalam staf akan menghasilkan mutu pekerjaan yang lebih baik.
e. Disiplin para anggota tinggi karena tugas yang dilaksanakan oleh seseorang
sesuai dengan bakat kealian, pendidikan dan pengalamannya.
Kekurangan – kekurangan organisasi garis dan staf adalah :
1. Bagi para pelaksana operasional perbedaan antara perintah dan saran tidak
selalu jelas. Maksudnya dalam melaksanakan tugas-tugas operasional,
orang-orang lini/garis dihadapkan pada dua macam atasan, yaitu atasan yang
terdapat dalam jalur komando yang mempunyai hak memerintah dan
pimpinan staf yang meskipun hanya berhak memberikan saran, namun perlu
pula ditaati karena sarannya didasarkan pada keahlian dan wewenang
fungsional.Saran serta nasihat dari staf mungkin kurang tepat atau sulit
dilaksanakan, karena kurang adanya tanggung jawab terhadap pekerjaan.
2. Pejabat garis cenderung untuk mengabaikan gagasan dari staf sehingga
gagasan tersebut tidak berguna.
2.8.3.Organisasi Fungsional
Organisasi fungsional adalah bentuk organisasi yang mendasarkan
pembagian tugas serta kegiatannya pada spesialisasi yang dimiliki oleh
pejabat-pejabatnya. Organisasi yang berbentuk fungsional tidak terlalu menekankan pada
hirarki struktural, tetapi lebih pada sifat dan macam fungsi yang perlu dijalankan.
Dalam organisasi seperti ini seorang bawahan dapat menerima beberapa
instruksi dari beberapa pejabat serta harus mempertanggung jawabkannya pada
masing-masing pejabat yang bersangkutan.
Kebaikan – kebaikan organisasi fungsional adalah :
1. Adanya spesialisasi menyebabkan perencanaan tugas dapat dilakukan dengan
baik.
2. Spesialisasi karyawan dapat dilakukan secara maksimal.
3. Koordinasi antara orang-orang dalam satu fungsi mudah dilakukan atau
dijalankan.
4. Pekerjaan mental dapat dipisahkan dari pekerjaan fisik.
Kekurangan – kekurangan organisasi fungsional adalah :
1. Tanggung jawab terbagi-bagi, sehingga jika terjadi suatu masalah tidak jelas
siapa yang harus bertanggung jawab.
2. Ditinjau dari segi karyawan, banyaknya atasan akan membingungkan.
3. Terjadinya saling mementingkan fungsi masing-masing menyebabkan
koordinasi yang bersifat menyeluruh sukar dijalankan.
Pertukaran (mutasi) pekerjaan sukar dilakukan, karena anggota organisasi
terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang keahliannya saja, sehingga untuk
mengadakan pertukaran jabatan harus dilakukan suatu pendidikan yang intensif
terlebih dahulu.
2.8.4.Organisasi Komite / Panitia
Pendapat dari sekumpulan orang biasanya akan lebih baik dari pada hasil
pemikiran satu orang. Cara yang terbaik untuk menimbulkan kerja sama dari
kelompok orang adalah dengan membentuk satu kelompok tetap yang disebut
komite.
Komite adalah suatu badan yang terdiri dari sekumpulan orang yang diberi
kekuasaan tertentu dan dengan berunding mereka dapat membuat keputusan
bersama-sama. Dengan adanya komite, diharapkan akan dapat meghilangkan iri
hati atau pertentangan diantara anggota kelompok dan dapat dihindari
hambatan-hambatan yang timbul akibat adanya perintah-perintah yang simpang siur antara
pimpinan yang setingkat.
Komite dapat dibagi atas 4 (empat) macam, yaitu :
1. Komite yang mempunyai kekuasaan penuh untuk bertindak (biasanya
terdapat pada tingkat-tingkatan institusional).
2. Komite yang tidak mempunyai kekuasaan, tetapi mempunyai hak untuk
menolak (hak veto).
3. Komite penasehat.
4. Komite pendidikan yang merupakan kelompok diskusi.
2.9. Organisasi Industri Penambangan
2.9.1.Karakteristik Industri Penambangan
Industri penambangan memiliki karakteristik yang berbeda dengan industri
lainnya, di manapada industri penambangan :
1. Pemasok utama bahan baku ( bahan tambang ) adalah dari sumber daya alam
yang tak dapat diperbaharui, sehingga selalu diperlukan kegiatan eksplorasi
untuk menjamin ketersedian bahan baku yanng mencukupi.
2. Diperlukan tahapan dan jangka waktu yang panjang mulai dari tahap
penyelidikan umum, eksplorasi detail, studi kelayakan, persiapan
penambangan, penambangan, pengangkutan, pengolahan, pemasaran dan
reklamasi. Hampir pada setiap tahap (terutama pada tahap-tahap awal)
terdapat ketidak-pastian yang sangat menentukan kelangsungan suatu
perusahaan pertambangan. Ketidak-pastian sangat tinggi pada tahap-tahap
3. Sebagai akibat dari banyak dan panjangnya tahapan yang harus dilalui maka
diperlukan modal yang sangat besar dan waktu investasi yang lama.
4. Selain itu perusahaan pertambangan hanya memiliki sedikit bahkan tanpa
pengendalian sama sekali terhadap harga pruduknya di pasaran dan sangat
dipengaruhi oleh campur tangan pengendalian dari pemerintah terutama
masalah perpajakan dan lingkungan hidup.
Kondisi seperti disebut diatas mengakibatkan industri penambangan memiliki
karakteristik unik yang menuntut pertimbangan khusus dalam manajemen suatu
perusahaan pertambangan. Termasuk dalam hal ini adalah pemilihan struktur
organisasi perusahaan yang sesuai.
Dalam perusahaan pertambangan yang menjadi penghubung antara pemilik
perusahaan dan pekerja adalah direktur. Otoritas direktur akan teruskan kepada
pekerja melalui para senior. Dengan demikian dalam suatu struktur organisasi
perusahaan, kemampuan dari perusahaan akan sangat mempengaruhi oleh
bagaimana para direktur dan pekerja senior mengelola sumber daya manusianya.
2.9.2.Kegiatan – Kegiatan Dalam Perusahaan Pertambangan
Tahapan kegiatan dalam usaha pertambangan meliputi kegiatan mencari
bahan galian, mengambil, dan mengolahnya agar nisa bermanfaat bagi manusia.
Beberapa bidang kegiatan yang umum terdapat pada perusahaan
pertambangan berdasarkan fungsinya adalah sebagai berikut :
1. Eksplorasi dan Pengembanganyaitu mencari dan memastikan cebakan baru.
2. Produksiyaitu penambangan dan pengolahan bahan tambang.
3. Pengangkutan dan pemasaranyaitu mengangkut produksi keluar tambang dan
memasarkannya.
4. Perhitungan Finansial dan Pengontrolan yaitu menangani masalah keuangan
perusahaan dan kontrol terhadap seluruh kegiatan perusahaan.
5. Personaliayaitu mengurus penerimaan pegawai, pelatihan, dan memotivasi
pegawai.
6. Hubungan ke Luaryaitu menghadirkan perusahaan keluar (kepemerintah, ahli
2.10. Pemberian Imbalan
Pemberian imbalan atau kompensasi merupakan masalah yang sangat
penting, mengingat setiap pekerja dalam organisasi mempunyai penghargaan atas
sesuatu dari organisasi, sebagai penghargaan atas jerih payah mereka.
Kompensasai selain berbentuk upah (Uang), dapat juga berupa fasilitas
perumahan, fasilitas kendaraan, atau bentuk – bentuk lain yang dapat di nilai dengan uang.
Masalah pengolahan kompensasi bukan hanya penting karena merupakan
dorongan utama seseorang untuk menjadi karyawan, tetapi juga karena kompensasi
yang diberikan ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap semangat dan
kegiatan para personil organisasi.
Menurut Netisemito beberapa hal yang perlu di pertimbangkan dengan sistem
pemberian imbalan (kompensasi) antara lain adalah sebagai berikut :
1. Agar kompensasi yang diberikan mempunyai dampak yang positif, maka
jumlah minimum yang diberikan haruslah dapat memenuhi kebutuhan secara
minimal dan sesuai dengan peraturan yang sedang berlaku.
2. Selain harus dapat memenuhi kebutuhan minimal, maka kompensasi yang di
berikan hendaknya dapat mengikat personil yang ada, sehingga kemungkinan
terjadi keluar dan masuknya karyawan sangatlah kecil.
3. Kompensasi yang di berikan harus mampu pula meningkatkan semangat dan
kegairahan kerja, sehingga efektifitas dan efesiensi kerja para tenaga kerja
dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
4. Untuk dapat menimbulkan semangat dan kegairahan kerja, meka dalam
menetapkan jumlah kompensasi harus selalu bersifat dinamis, artinya sesuai
dengan perubahan situasi dan kondisi yang terjadi.
5. Selain jumlah kompensasi yang diberikan, perlu pula dipikirkan komposisi
dari kompensasi yang diberikan, sebab dengan komposisi yang tepat maka
akan memberikan dampak yang positif baik terhadap personil maupun
terhadap organisasi secara keseluruhan.
Sesuai dengan SK Gubernur Provinsi Papua Nomor 188.4/383
Tahun 2014. Upah Minimum Provinsi (UMP) Papua adalah sebesar Rp.
2.193.000,00 naik 7,5 % dari UMP sebelumnya yaitu Rp. 2.040.000,00.
Cara menghitung UMP Provinsi adalah :
Keterangan :
75% dari UMP adalah gaji pokok yang harus di terima oleh para pekerja
sebagi upah kerja mereka. Sedangkan 25% tunjangan adalah tunjangan
tetap yang telah ditentukan oleh perusahaan dalam memberikan reward
kepada karyawan, seperti tunjangan transportasi, tunjangan hari raya,
lembur karyawan selama satu bulan berjalan, dan lain – lain yang bersifat reward kepada karyawan. Sedangkan bonus, dan sejenisnya itu adalah
kebijakan manajemen perusahaan.
b. Cara menghitung upah lembur karyawan.
Upah lembur karyawan dihitung berdasarkan jam kerja karyawan
di luar jam kerja utama.
Cara menghitung upah sejam adalah 1/207 kali upah selama
sebulan (bulan berjalan).
Keterangan :
Angka 1/207 didasarkan pada perhitungan sebagai berikut.
1 tahun = 52 minggu
1 bulan = 52/12 = 4,33 minggu
Total jam kerja perminggu = 48 jam
Jadi total jam kerja dalam 1 bulan = 48 x 4,33 = 207,84 = 208
Maka untuk menghitung upah per jam yaitu :
Contoh :
Diketahui :
Upah = gaji pokok + tunjangan tetap = Rp. 2.193.000,00
Upah sejam = 1/207 x Rp. 2.193.000 = Rp. 10.594
Hari senin dan Kamis lembur masing – masing selama 2 jam. Ditanya : cara menghitung upah kerja lembur untuk :
a. Pada hari kerja ?
Untuk waktu kerja 7 atau 8 jam sehari dan 42 jam dalam seminggu :
Untuk jam pertama dibayar = 1,5 x upah sejam
1,5 x Rp. 10.594 = Rp.15.823
Untuk jam berikutnya dibayar, = 2 x upah sejam
2 x Rp. 10.594 = Rp.21.098
Total : Rp. 36.921 x 2 = Rp.73.842
b. Pada hari istirahat mingguan dan hari libur resmi ?
Untuk 8 jam sehari dan 48 jam seminggu,
8 jam pertama dibayar 2 x upah sejam
8 x 2 x Rp. 10.594 = Rp. 169.504
Jam kesembilan dibayar 3 x upah sejam
3 x Rp. 10.549 = Rp. 31.647
Jam kesepuluh dibayar 4 x upah sejam
4 x Rp. 10.549 = Rp. 42.196
27
BAB III
3.
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Rencana Penelitian
Adapun rencana penelitian yang akan dilakukan menggenai Sistem
manajemen yang dilakukan pada kegiatan penambangan di Kampung Yoka dengan
data yang diambil berupa data primer dan data sekunder dapat dilihat pada Gambar
3.1. Diagram alir penelitian.
3.2. Alat dan Bahan
3.2.1.Alat
Peralatan yang digunakan pada penelitian ialah.
1. Laptop
2. Alat tulis
3. Papan data
4. Kamera
3.2.2.Bahan
Bahan yang digunakan pada penelitian yaitu kertas A4
3.3. Tahapan Metode dan Teknik Penelitian
3.3.1.Tahapan
1. Persiapan
Persiapan dilakukan dengan mencari, mengumpulkan pustaka dan studi
literatur. Studi litelatur ini dilakukan dengan mencari bahan-bahan pustaka
yang menunjang sistem ventilasi tambang bawah tanah, buku, jurnal dan data
perusahaan yang menunjang, membuat proposal kemudian di konsultasi dan
2. Pengambilan Data
Data yang di pakai dalam penelitian ini ada 2 yaitu :
(a) Data Primer berupa jumlah peralatan mekanik
(b) Data Sekunder berupa harga jual bahan galian dan target produksi.
3. Pengolahan Data
Data yang diperoleh diolah menggunakan teori dan prinsip-prinsip
manajemen untuk menrencanakan tahapan manajemen dan struktur organisai.
4. Hasil
Hasil Pengolahan data merupakan suatu sistem manajemen untuk
menjalankan kegiatan penambangan.
5. Penyusunan Laporan
Laporan Tugas Akhir ini dibagi dalam beberapa bagian sebagai berikut :
a. BAB I PENDAHULUAN
Bab ini membahas mengenai latar belakang, tujuan, permasalahan dan
keadaan daerah penelitian.
b. BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisikan teori mengenai Manajemen, Konsep Organisasi dan
Pengupahan.
c. BAB III METODELOGI
Bab ini mengurai metode, cara, tahapan yang dipakai untuk menjawab
permasalahan dan sampai pada penyusunan skripsi.
d. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi hasil yang diperoleh dari setiap tahap penelitian.
Pembahasan dilakukan terhadap hasil yang diperoleh.
e. BAB V PENUTUP
Bab ini berisikan tentang kesimpulan dan saran dari penelitian yang
3.3.2.Metode dan Teknik Penelitian
a. Diagram Alir Penelitian
1. Pemilihan Judul
2. Pengumpulan Literature danPustaka 3. PengurusanAdministrasi
4. Konsultasi dan Seminar Proposal
Data Primer
1. Jumlah Peralatan
Data Sekunder
1. Harga Jual Bahan Galian 2. Target Produksi
Pengolahan Data
Teori/Prinsip-prinsip Manajemen Tambang
MANAJEMEN
1. Profil Perusahaan 2. Struktur Organisasi 3. Jumlah Karyawan 4. Jumlah Gaji Karyawan
Kesimpulan & Saran
Persiapan
Pengambilan Data
Pengolahan Data
Hasil
Gambar 3.1 Diagram Alir
30
BAB IV
4.
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
4.1.1.Profil Perusahaan
Perusahaan yang bertempat didaerah kampung Yoka yang berada dalam
wilayah pemerintahan Kota Jayapura Distrik Herem ini mengelola pertambangan
batuan dengan material yang ditambang berjenis pasir batu (Sirtu). Jumlah
cadangan yang dimiliki perusahaan ini adalah sebesar 110.316,31 m3 dengan
rencana waktu penambangan adalah 5 tahun. Cadangan bahan galian ini akan di
tambang sebagai salah satu bahan baku utama pada proyek pembangunan yang ada
di sekitar Kota dan Kabupaten Jayapura. Terkait produksi dan harga jual,
perusahaan mampu memproduksi ± 50 Ret per hari apabila banyak permintaan dan
menjual produk seharga Rp.550.000,- per Ret dengan sistem penjualan ditempat.
Tabel 4.1 Perkiraan Produksi dan Pemasukan Perminggu
No Hari Produksi
Rencana penambangan akan dilakukan menggunakan system penambangan
terbuka dengan metode penambangan Quarry. Ketinggian setiap bench adalah 4
meter, lebar bench 2 meter dan kemiringan lereng 600. Total alat berat yang dipakai
pada aktivitas penambangan yang merupakan milik perusahaan adalah 1 unit
Excavator.
4.1.2.Struktur Organisasi
Dalam melakukan kegiatan penambangan suatu perusahaan membutuhkan
struktur organisasi garis dan staf dalam hal ini staf yang dibutuhkan yaitu seorang
4.1.3.Jumlah Karyawan
Secara umum dapat digambarkan kebutuhan personil perusahaan dapat di
urut mulai dari :
1. Direktur
Direktur merupakan pemilik perusahaan atau pemberi modal untuk
mendukung segala aktifitas penambangan.
2. Sekertaris
Sekertaris bertanggung jawab atas manajemen perusahaan dan sebagai
perantara antara staf dan Direktur.
3. Kepala Keuangan dan Pemasaran
Keuangan dan Pemasaran bertangung jawab terhadap transaksi penjualan
bahan galian serta mengatur pengupahan karyawan.
4. Kepala Teknik
Kepala Teknik bertanggung jawab terhadap segala aktifitas produksi, mulai
dari pemindahan lapisan penutup (Operator), pengalian, pemuatan dan
pengangkutan material serta perencanaan dan pemeliharaan armada, dan
pengolahan kontrak pemeliharaan.
5. Operator
Operator bertanggung jawab terhadap aktifitas penambangan dan operasional
alat.
Kepala Teknik
Operator I Operator II Direktur
Gambar 4.1 Struktur Organisasi garis dan staf
Kepala
Keuangan & Pemasaran
4.1.4.Pembagian Jam Kerja
Pada kedua sistem jam kerja tersebut juga diberikan batasan jam kerja yaitu
40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu.Penulis memilih untuk menggunakan
8 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam
1 minggu, atau satu shift.Ketentuan – ketentuan jam kerjanya adalah :
Tabel 4.2 Pembagian Jam Kerja
No Hari Kerja Masuk
1. Karyawan tiba di kantor pada pukul 08.30, untuk melakukan segala rangkaian
pekerjaan pembuka, diataranya :
a. Operator diharuskan mengecek dan memeriksa segala macam alat
kerja, agar apabila kerja di mulai tidak ada kendala yang dapat
mengganggu pekerjaan.
b. Lima belas menit sebelum bekerja karyawan diwajibkan melakukan
breafing.
2. Tepat pukul 09.00 segala aktifitas pekerjaan dimulai.
3. Pukul 12.00 sampai 13.00 karyawan beristrahat.
4. Setelah itu dilanjutkan bekerja lagi sampai pada pukul 17.00 atau jam 05.00
Tabel 4.3 Hari Kerja dalam 1 tahun
Bulan Hari/Bulan Hari Libur Nasional
(Sumber : Kalender Tahun 2016 daerah Papua)
Tabel 4.4 Keterangan jumlah hari kerja
KETERANGAN WAKTU BANYAK HARI / TAHUN
Jam Kerja Tersedia Dalam Sehari 7 Jam Jam Kerja Tersedia Dalam Setahun 2.072 Jam
Tabel 4.6 Gaji Staf
Staf Keuangan dan Kepala Teknik
Gaji Pokok 75% : Rp 2.800.000,00
Tunjangan a Tunjangan Transportasi : Rp 150.000,00 b Tunjangan Konsumsi : Rp 150.000,00 c Tunjangan Kesehatan : Rp 300.000,00 PPN / PPH 10% : Rp 280.000,00
TOTAL GAJI + PPN / PPH Rp 3.680.000,00 Tabel 4.7 Gaji Operator
Operator
Gaji Pokok 75% : Rp 2.500.000,00
Tunjangan a Tunjangan Transportasi : Rp 150.000,00 b Tunjangan Konsumsi : Rp 150.000,00 c Tunjangan Kesehatan : Rp 300.000,00 PPN / PPH 10% : Rp 250.000,00
TOTAL GAJI + PPN / PPH Rp 3.350.000,00 Tabel 4.8 Daftar Gaji Pimpinan dan Karyawan
No Jabatan Struktural Pendidikan Minimal
Jumlah
Karyawan Gaji / Bulan
Total gaji / Tahun
1 Direktur 1 5.000.000 60.000.000
2 Sekertaris S1 1 3.680.000 44.160.000
3 Keuangan dan Pemasaran S1 1 3.680.000 44.160.000
4 Kepala Teknik S1 1 3.680.000 44.160.000
5 Operator SMA/SMK 2 6.700.000 80.400.000
4.2. Pembahasan
4.2.1.Proses Manajemen
Dalam suatu organisasi, baik itu dalam pemerintahan maupun dalam suatu
perusahaan, proses manajemen yang baik dan tepat sangatlah diperlukan. Sebab,
tanpa adanya proses manajemen maka jalannya organisasi tidak akan tepat
sasaran.Secara umum proses manajemen dapat dikelompokan menjadi 6 (enam)
bagian, diantaranya :
1. Penetapan Tujuan
Dalam suatu badan usaha, baik itu usaha kecil menengah maupun besar,
penetapan tujuan menjadi hal yang penting dilakukan untuk mendapatkan
hasil akhir yang baik. Perusahaan tidak akan mendapatkan suatu yang ia
butuhkan tanpa melakukan penetapan tujuan terlebih dahulu.
Dalam bagan yang penulis buat, penentu penetapan tujuan yang
menetapkan adalah pimpinan dimana direktur yang menetapkan apa yang
akan diakukan terhadap perusahaan ditahun-tahun mendatang menjadi
tanggung jawab daripada pimpinan. Sehingga apa yang di inginkan oleh
pimpinan kemudian bisa direalisasikan oleh para bawahan yang bekerja pada
bidang – bidangnya. 2. Perencanaan
Dalam perencanaan pimpinan tidak bekerja dengan sendirinya,
melainkan di bantu oleh para bawahan, dalam hal ini para staf yang
mengetahui secara langsung tugas dilapangan. Kemudian di sampaikan
kepada direktur dalam sebuah rapat.
3. Susunan Kepegawaian
Dalam pengaturan manajemen ini, penulis mememutuskan Direktur
dibantu oleh sekertaris yang mengatur segala urusan tentang pengaturan
perusahaan dan operator lapangan diatur oleh kepala teknik yang membawahi
4. Pengaturan
Dalam pengaturan, Kepala Teknik untuk mengatur
pengaturan-pengaturan di lapangan, Kepala Keuangan dan Pemasaran mengatur transaksi
keuangan dan pemasaran bahan galian.
5. Pengawasan
Dalam pengawasan, Kepala Teknik melakukan pengawasan kepada
para operator lapangan sehingga menjadi catatan kepada pemilik perusahaan.
6. Pengendalian
Control atau pengendalian dalam perusahaan menurut penulis menjadi
tanggung jawab bersama setiap karyawan, sehingga apa yang terjadi pada
lingkungan tempat ia bekerja menjadi tanggung jawab dan kontroling
langsung. Namun, sesuai dengan alur daripada organisasi, semuanya di
control langsung oleh pimpinan, diantaranya, direktur sebagai pemegang
penuh perusahaan, kepala teknik sebagai perpanjangan tangan daripada
direktur sebagai pengawas dan pengendali langsung di lapangan.
4.2.2.Struktur Organisasi
Struktur organisasi yang digunakan adalah struktur organisasi garis dan staf.
Struktur organisasi ini dipilih karena melihat kondisi dari perusahaan cocok untuk
menggunakan struktur organisasi ini. Organisasi ini mempunyai kelebihan
diantaranya :
a. Adanya spesialisasi menyebabkan perencanaan tugas dapat dilakukan dengan
baik.
b. Spesialisasi karyawan dapat dilakukan secara maksimal,
c. Koordinasi antara orang – orang dalam satu fungsi mudah dilaksanakan atau dijalankan,
d. Pekerjaan mental dapat dipisahkan dari pekerjaan fisik.
Organisasi ini di pimpin oleh seorang direktur sekaligus sebagai pemilik
perusahaan dan dalam praktek dilapangan, perusahaan lebih banyak di kendalikan
menjalankan strategi, serta tujuan – tujuan yang telah di rencanakan pimpinan kepada organisasi.
4.2.3.Kebutuhan Karyawan
Jumlah dan kriteria tenaga kerja :
1. Perkiraan Tenaga Kerja
Penentuan jumlah tenaga kerja untuk masing – masing pola kerja, di dasarkan pada pertimbangan :
a. Alokasi personil manajemen dan supervisor untuk menangani jadwal
kerja tiap bidang tugas.
b. Operator yang diperlukan untuk mengoprasikan tiap bagian dari
peralatan sesuai dengan jadwal.
c. Personil pemeliharaan / perawatan untuk merawat peralatan tambang,
memperbaiki peralatan sesuai dengan perawatan tahunan.
d. Personil layanan antara lain sebagai pengelola gudang, petugas
kebersihan, dan buruh yang di alokasikan sesuai dengan pekerjaan.
2. Hubungan Tenaga Kerja
Untuk mengatur hubungan antara perusahaan dengan karyawan dibuat
Kesepakatan Kerja Bersama ( KKB ) atau Serikat Pekerja Indonesia ( SPI )
yang disetujui oleh kedua belah pihak dan disarankan oleh Departemen
Tenaga Kerja dan Transmigrasi, sesuai dengan UU nomor 13 tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan. Kesepakatan Kerja Bersama atau Serikat Pekerja
Indonesia ini mengatur mengenai hak dan kewajiban masing – masing pihak. Hal-hal yang di atur dalam Kesepakat Kerja Bersama tersebut meliputi :
a. Hubungan kerja antar perusahaan dan karyawan
b. Pembayaran gaji / upah dan pajak
c. Penginapan dan makan
d. Jam kerja dan lembur
e. Honor dan tunjangan
f. Asuransi (kesehatan, kompensasi untuk kecelakaan dan kematian,
g. Ketentuan cuti dan hari libur umum
h. Perintah kerja dan prosedur disiplin
i. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
j. Pemecahan masalah karyawan.
3. Penerimaan Karyawan dan Pelatihan
Kategori calon karyawan yang akan di terima sebagai karyawan terdiri
dari :
a. Kepala Teknik
Persyaratan :
Berkewarganegaraan Indonesia WNI
Berkelakuan baik, dengan menunjukan Surat Keterangan Catatan
Kepolisian ( SKCK).
Dapat bekerja dalam tim
Berpendidikan minimal strata satu S1 dengan Jurusan : Teknik
Pertambangan,Teknik Mesin dengan IPK minimal 2,7
Berkesahatan baik, dengan menunjukan Surat Keterangan Kesehatan, dan Surat Ketarangan Bebas Narkoba.
b. Kepala Keuangan dan Pemasaran
Persyaratan :
Berkewarganegaraan Indonesia WNI
Berkelakuan baik, dengan menunjukan Surat Keterangan Catatan
Kepolisian ( SKCK).
Dapat bekerja dalam tim
Berpendidikan minimal strata satu S1 dengan Jurusan : ekonomi
manajemen dan admistrasi dengan IPK minimal 2,7
c. Sekertaris
Berkewarganegaraan Indonesia WNI
Berkelakuan baik, dengan menunjukan Surat Keterangan Catatan
Kepolisian ( SKCK).
Dapat bekerja dalam tim
Berpendidikan minimal strata satu S1 dengan Jurusan : ekonomi
manajemen dan admistrasi dengan IPK minimal 2,7
Berkesahatan baik, dengan menunjukan Surat Keterangan
Kesehatan, dan Surat Ketarangan Bebas Narkoba.
d. Operator
Persyaratan :
Berkewarganegaraan Indonesia WNI atau Asing WNA.
Berkelakuan baik, dengan menunjukan Surat Keterangan Catatan
Kepolisian ( SKCK).
Dapat bekerja dalam tim
Berpendidikan minimal SMA/SMKdan semua jurusan, diutamakan
yang telah memiliki sertifikasi layak mengemudikan alat berat.
Memiliki SIM B2 Umum
Berkesahatan baik, dengan menunjukan Surat Keterangan Kesehatan, dan Surat Ketarangan Bebas Narkoba.
Siap bekerja dimana saja.
4. Prosedur Penerimaan Karyawan Baru
a. Penerimaan Karyawan baru pada posisi Sekertaris, Kepala Teknik dan
Kepala Keuangan Pemasaran melalui analisis kebutuhan keahlian
karyawan oleh Pemiilik perusahaan atau Direktur.
b. Apabila disetujuimaka karyawan harus mengikuti training sebelum
mulai bekerja pada perusahaan,
c. Apabila tidak disetujui makaberkas dikembalikan untuk selanjutnya di
d. Penerimaan Operator melalui seleksi Kepala Teknik kemudian diusulkan
kepada pemilik perusahaan.
4.2.4.Pembagian Jam Kerja
Berdasarkan perhitungan jumlah hari kerja dalam satu tahun adalah 247 hari.
(termasuk libur nasional dan cuti bersama). Jumlah hari kerja ini penulis kalender
pada tahun 2016.
Jam Kerja, waktu Istirahat kerja, waktu lembur diatur dalam pasal 77 sampai
pasal 85 Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jam Kerja
bagi para pekerja di sektor swasta diatur dalam Undang-Undang No.13 tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan, khususnya pasal 77 sampai dengan pasal 85. Pasal 77 ayat
1, Undang-Undang No.13/2003 mewajibkan setiap pengusaha untuk melaksanakan
ketentuan jam kerja. Ketentuan jam kerja ini telah diatur dalam 2 sistem seperti
yang telas disebutkan diatas yaitu:
1. 7 jam kerja dalam 1 hari atau 42 jam kerja dalam 1 minggu untuk 6 hari kerja
dalam 1 minggu; atau
2. 8 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja
dalam 1 minggu.
Pada kedua sistem jam kerja tersebut juga diberikan batasan jam kerja yaitu
42 (empat puluh dua) jam dalam 1 (satu) minggu.
4.2.5.Gaji Karyawan
Dalam menentukan gaji karyawan, penulis berpatokan sesuai dengan SK
Gubernur Provinsi Papua Nomor 188.4/383 Tahun 2014. Upah Minimum Provinsi
41
BAB V
5.
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan manajemen dapat disimpulkan.
1. Struktur Organisasi yang dipakai pada kegiatan penambangan batuan beku
ultrabasa di Kampung Yoka adalah organisasi garis dan staf. Karena lebih
mudah dalam berkoordinasi antara atasan kepada bawahan.
2. Jumlah karyawan yang di pekerjaakan dalam perusahaan ini adalah 6 dengan
rincian 1 Direktur sebagai pemilik modal, 1 Sekertaris, 1 Kepala Keuangan
dan 1 Kepala Teknik Penambangan serta 2 Operator lapangan.
3. Total gaji yang dibayarkan selama 1 (satu) tahun adalah sebesar
Rp.272.880.000,-
5.2. Saran
1. Agar Struktur organisasi yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai
fungsinya sebaiknya menggunakan 6 tahanpan proses manajemen yaitu
penetapan tujuan, perencanaan, sususunan kepegawaian, pengaturan,
pengawasan dan pengendalian.
2. Agar tidak terjadi kesenjangan pada masyarakat Kampung Yoka, sebaiknya
dalam kegiatan penambangan dapat melibatkan masayarakat sekitar.
42
DAFTAR PUSTAKA
Siregar A. B, Samadhi TMA. A, “Manajemen Tambang” ITB
Stephen P.Robbins. Teori Organisasi Struktur, Desain, dan Aplikasi, (Jakarta:
Arcan: 1994)
Ir. Batubara. Drs. A. E. A. Ekonomi dan Manajemen Pertambangan Alluvial
Jusmin Ahmad. Drs, SE, MM “Pengantar Manajemen”
Munandar. J. M, Kartika. L, Permanasari. Y, Indrawan R. D, Andrianto M. S,
Siregar. E. “Pengantar Manajemen Panduan Komprehensif Pengelolaan Organisasi” 2014 PT Penerbit. IPB Press
James A.F. Stoner, Charles Wankel / Raymond L. Cook. Management, third
edition,
George R. Terry an Stephen G. Franklin, Principles of Management, All India
Traveller Bookseller, New Delhi, 1987.
Appley dan Oey Liang Lee, “Leadership On the Job” 2010.
Soetoto, Ir. 2001. Geologi Dasar. Yogyakarta: Unpublished.