BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Bahasa Humor Seksualitas Berdasarkan Gender
4.1.1 Penutur Gender Maskulin
Pada penelitian ini, penutur bahasa humor seksualitas oleh gender maskulin dapat dilihat sebagai berikut:
1. Kaya koncol.
Seperti koncol, merupakan bahasa yang mengandung humor seksualitas dikomentari oleh pengguna akun @Wibu terhadap video postingan @reyy.
Pada data (1) di atas, kata koncol merupakan plesetan dari bahasa vulgar yang merujuk pada pengertian alat kelamin pada pria. Kata tersebut saat ini sering dijumpai dalam jejaring sosial Tiktok. Dalam hal ini, kata itu muncul dikarenakan
24
pengguna akun Tiktok bernama @Wibu mengomentari sebuah video postingan
@reyy mengenai hewan labi-labi yang saat itu mengeluarkan kepalanya sehingga terlihat adanya komentar bahasa humor seksualitas tersebut. Pengguna akun
@Wibu menyamakan kepala labi-labi tersebut dengan alat kelamin pria.
2. Polisi nih bos jangan di senggol nanti hamil.
Polisi ini bos jangan disenggol nanti hamil, merupakan bahasa yang mengandung humor seksualitas dikomentari oleh pengguna akun @SONIC terhadap postingan @Anakbngsuppa.
Pada data (2) di atas, bahasa tersebut dikomentari oleh pengguna akun @SONIC terkait situasi pemberitaan mengenai polisi yang menghamili kekasihnya tanpa bertanggung jawab. Akibatnya, muncul berbagai komentar terkait oknum polisi tersebut salah satunya adalah seperti bahasa di atas.
3. Ambil perjaka ku kak, merupakan bahasa yang mengandung humor seksualitas dikomentari oleh pengguna akun @solihinlihin28 terhadap postingan @nicole.
Pada data (3) di atas, bahasa tersebut dikomentari karena adanya video seorang wanita melalui postingan @nicole yang duduk dengan memperlihatkan bagian tubuhnya (bokongnya). Sehingga, muncul bahasa itu untuk memohon kepada wanita tersebut untuk melakukan perbuatan suatu hal yang tidak senonoh terhadap wanita yang ada dalam video tersebut.
4. Syusyu nya gemoy.
Susunya menggemaskan, merupakan bahasa yang mengandung humor seksualitas dikomentari oleh pemgguna akun @OhMyCi terhadap postingan akun @Araaa
Pada data (4) di atas, bahasa tersebut dikomentari karena adanya video seorang wanita berhijab namun berbaju ketat sedang berjoget ria dengan memperlihatkan lekuk tubuh bagian dadanya sehingga muncul bahasa tidak senonoh seperti di atas.
5. Ciuman bisa ngilangin stress tapi kalo kelamaan baju kamu bisa hilang. Ciuman bisa menghilangkan stress tapi kalau kelamaan baju kami bisa hilang, merupakan bahasa yang mengandung humor seksualitas pada postingan video dan dikirim pengguna akun @yourgirl.
25
Pada data (5) di atas, bahasa tersebut muncul dalam video postingan @youngirl dengan maksud mengajak kepada perbuatan yang tidak senonoh atau berhubungan badan.
6. Merkosa dengan gaya.
Memperkosa dengan gaya, merupakan bahasa yang mengandung humor seksualitas dikomentari oleh pengguna akun @Hubby yang muncul terhadap video postingan @Kangdra-kor.
Pada data (6) di atas, bahasa tersebut muncul karena adanya postingan video dengan memperlihatkan salah satu adegan dalam drama Korea “Pachinko” yang pada saat itu viral. Adegan tersebut menampilkan potongan-potongan scene perihal seorang gadis korea yang diajak untuk berhubungan terlarang oleh seorang makelar asal Jepang. Gadis korea tersebut lalu hamil, namun pria Jepang itu tidak ingin bertanggung jawab. Akibat adanya cerita tersebut, muncul komentar yang mengandung humor seksualitas seperti bahasa di atas.
7. Cewe gede di pantat “upsss.
Cewe yang besar dibagian bokong, merupakan bahasa yang mengandung humor seksualitas pada postingan video dan dikirim pengguna akun @Petrika.
Pada data (7) di atas, bahasa yang tidak senonoh itu muncul dengan maksud menyindir bagian tubuh (bokong) pada perempuan yang hanya besar pada bagian .,itu saja.
8. tiba bingung, nginget gimana bibir dia ngobok-ngobok bibir gue. Tiba-tiba bingung, mengingat bagaimana bibir dia mengobok bibir saya, merupakan bahasa yang mengandung humor seksualitas pada postingan video dan dikirim pengguna akun @kyutii.
Pada data (8) di atas, bahasa yang tidak senonoh itu muncul dengan maksud ketika pengirim postingan itu mengingat aktivitas berciuman dengan pasangannya sehingga memunculkan bahasa yang mengandung humor seksualitas tersebut.
9. tulusnya cowok kalo udah ke goda sama lonte pasti luluh juga. Setulus-tulusnya cowok kalau sudah digodain sama PSK pasti terpikat juga, merupakan
26
bahasa yang mengandung humor seksualitas pada postingan video dan dikirim pengguna akun @Mas_A.
Pada data (9) di atas, bahasa tersebut muncul dengan maksud memperingatkan para wanita mengenai rayuan perempuan lain untuk menjaga sebaik-baiknya pasangannya dengan sebutan bahasa yang vulgar.
10. OPI (Organisasi Perbokepan Indonesia), merupakan singkatan yang mengandung humor seksualitas dikomentari oleh pengguna akun @maulana yang muncul terhadap video postingan @uenicetjoaa.
Pada data (10) di atas, singkatan tersebut muncul dikarenakan pemilik akun postingan video @uenicetjoaa sering dipanggil Opi yang juga merupakan seorang Tiktokers (sebutan artis Tiktok). Dalam hal ini, pemilik akun @uenicetjoaa tersebut sering memperlihatkan dirinya berjoget ria dengan pakaian yang minim sehingga muncul singkatan vulgar tersebut oleh salah satu netizen.
11. Kak boleh meres gak.
Kak boleh meras tidak?, merupakan bahasa yang mengandung humor seksualitas dikomentari oleh pengguna akun @alifanakmadura yang muncul terhadap video postingan @qydipie.
Pada data (11) di atas, bahasa tidak senonoh tersebut muncul akibat adanya pada video seorang perempuan yang berkaca dengan menggunakan pakaian yang minim sehingga menimbulkan reaksi oleh salah satu netizen.
12. Posisi yang enak itu ketika goyang di atas sambil ngasih nenen, merupakan bahasa yang mengandung humor seksualitas pada postingan video dan dikirim pengguna akun @Sengauk69.
Pada data (12) di atas, bahasa vulgar tersebut muncul dengan maksud mengajak kepada perbuatan yang tidak senonoh.
13. Perawan ga perawan layaknya wanita harus dihargai.
Perawan maupun tidak perawan layakanya wanita harus dihargai, merupakan bahasa yang mengandung humor seksualitas pada postingan video dan dikirim pengguna akun @Xxdoyy.
27
Pada data (13) di atas, bahasa tersebut berisi sebuah pesan terhadap pembaca, namun menggunakan bahasa yang terlalu vulgar.
14. Itu cewe SCTV (Satu Untuk Semua).
Itu cewek SCTV (Satu Untuk Semua). SCTV sendiri merupakan singkatan yang mengandung humor seksualitas dikomentari oleh pengguna akun
@Adityaperdanapang yang muncul terhadap video postingan @chyA.
Pada data (14) di atas, singkatan tersebut dikomentari terkait adanya video postingan muda-mudi yang menunjukkan perbuatan yang tidak pantas dicontoh.
Dalam video tersebut, seorang perempuan dicium dan dipegang-pegang oleh para lelaki dengan bebasnya. Akibatnya muncul singkatan yang menyindir tersebut.
15. Kesel pengen di cipok ayang.
Kesal ingin dicipok ayang, merupakan bahasa yang mengandung humor seksualitas pada postingan video dan dikirim pengguna akun @Si_A.
Pada data (15) di atas, bahasa tersebut muncul dalam video postingan @Si_A dengan maksud mengajak kepada perbuatan yang tidak senonoh.
16. Lebih suka ngemut bibir kamu daripada ngemut permen, merupakan bahasa yang mengandung humor seksualitas pada postingan video dan dikirim pengguna akun @Sadboy.
Pada data (16) di atas, bahasa tersebut muncul dalam video postingan @Sadboy dengan maksud mengajak kepada perbuatan yang tidak senonoh.
17. Parfumku pelukanmu vaksin ku adalah bibirmu, merupakan kalimat yang mengandung humor seksualitas pada postingan video dan dikirim pengguna akun @Ompii💦.
Pada data (17) di atas, bahasa tersebut muncul dalam video postingan @ Ompii💦
dengan maksud mengajak kepada perbuatan yang tidak senonoh.
18. Cape bett punya cewe mirip artis bokep.
Capek banget punya cewek mirip artis bokep, merupakan bahasa yang mengandung humor seksualitas pada postingan video dan dikirim pengguna akun @Arabwarteg.
28
Pada data (18) di atas, bahasa tersebut terlihat menyamakan pasangannya dengan artis pemain film dewasa dengan menggunakan bahasa yang vulgar.
Dalam hal ini, dapat dilihat dari bahasa-bahasa pada data-data di atas bahwa terdapat bahasa yang mengandung humor seksualitas dituturkan oleh kaum maskulin. Hal ini dapat terlihat pada ciri penggunaan bahasa yang disebutkan dalam (dalam Basaria, 2018) bahwa gender maskulin cenderung sangat agresif, lebih objektif, lebih aktif, dan lebih jujur. Hal ini ditandai dengan data-data yang menunjukkan bahasa-bahasa tersebut cenderung lebih spontan mengujarkan bahasa yang berbau humor seksualitas.
Selain itu, juga didukung oleh pernyataan oleh Lakoff (dalam Zulkarnain., dkk, 2018) yang mengemukakan gender laki-laki biasanya dengan lantang mengeluarkan bahasa kasar bahkan vulgar. Selain itu, sangat jelas bahwa gender maskulin berbicara to the point (langsung pada pokok pembahasan) tanpa memikirkan layak, malu, atau pantas tidaknya akibat bahasa yang diujarkan tersebut. Dalam penelitian ini juga terlihat 18 data diatas, telah menunjukkan bahasa yang vulgar dan mengandung bahasa yang frontal (kasar) yang biasanya lebih banyak dituturkan oleh kaum maskulin sesuai dengan penjabaran ciri bahasa kaum maskulin sebelumnya.