BAB III METODE PENELITIAN
2. Reliabilitas Instrumen
3.9. Penyajian dan Pelaporan Data
Data disajikan dalam bentuk narasi dan tabel dan disertai dengan penjelasan deskriptif dan dilaporkan sebagai skrispsi. Data dan hasil analisis dilaporkan dalam bentuk makalah laporan penelitian yang kemudian dipresentasikan di depan penguji dari modul riset.
24 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Sebaran Karakteristik Responden
Penelitian ini dilakukan dengan responden penelitian sebanyak 96 orang mahasiswa pre-klinik Fakultas Kedokteran di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, pada tahun 2018. Jumlah mahasiswa preklinik di Fakultas Kedokteran UIN Jakarta berjumlah 286 mahasiwa dengan rincian 105 mahasiswa angkatan 2015, 83 mahasiwa angkatan 2016 dan 98 mahasiswa angkatan 2017.
Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling pada ketiga angkatan dengan rincian tiap angkatan diambil 32 mahasiswa sebagai responden.
4.2. Hasil dan Pembahasan Analisa Univariat
4.2.1. Gambaran Karakteristik Mahasiswa Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia
1. Jenis Kelamin
Karakteristik mahasiwa berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 4.1.
Tabel 4.1 Sebaran Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Frekuensi (n) Persentase (%)
Perempuan 72 75
Laki-laki 24 25
Total 96 100
Tabel 4.1 di atas menunjukkan bahwa dari 96 responden, mayoritas responden adalah perempuan dengan jumlah 72 orang (75%), sedangkan responden laki-laki berjumlah 24 orang (25%), hal ini sesuai dengan populasi mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran UIN Jakarta dengan jumlah mahasiswa perempuan lebih banyak dari jumlah laki-laki.
2. Usia
Karakteristik mahasiswa berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel 4.2.
Tabel 4.2 Sebaran Karakteristik Responden berdasarkan Usia
Usia Frekuensi (n) Persentase (%)
17 tahun 3 3,1
18 tahun 17 17,7
19 tahun 32 33,3
20 tahun 23 24
21 tahun 17 17,7
22 tahun 4 4,2
Total 96 100
Berdasarkan tabel 4.2 di atas diketahui bahwa usia responden berada pada rentang usia 17- 22 tahun. Usia responden terbanyak yaitu usia 19 tahun yang berjumlah 32 orang (33,3%). Usia termuda yaitu 17 tahun dengan jumlah 3 orang (3,1%) dan usia tertua yaitu 22 tahun dengan jumlah 4 orang (4,2%).
4.2.2. Gambaran Kategori Pengetahuan Mahasiswa Mengenai Label Makanan Kemasan
Pengelompokkan responden berdasarkan kategori pengetahuan dibagi menjadi 2 yaitu kategori pengetahuan baik dan kategori pengetahuan tidak baik. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 4.3.
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi berdasarkan Kategori Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Pengetahuan Frekuensi (n) Persentase (%) Rata-rata
Baik 25 26 6,79
Tidak baik 71 74
Total 96 100
26
Tabel 4.3 di atas menunjukkan bahwa dari 96 responden, 25 responden diantaranya dinyatakan berpengetahuan baik (26%) dan 71 responden dinyatakan berpengetahuan tidak baik (74%). Dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran UIN Jakarta memiliki pengetahuan yang tidak baik mengenai label makanan kemasan.
Berdasarkan distribusi frekuensi jawaban responden, pernyataan dengan jawaban benar paling banyak adalah pernyataan item P2 dengan persentase 95%
responden menjawab benar. Pernyataan item P2 adalah ‘Tujuan utama pelabelan gizi adalah membantu konsumen untuk menghindari atau mengurangi kelebihan ataupun kekurangan asupan zat gizi yang dapat menyebabkan masalah kesehatan’. Sementara itu pernyataan dengan jawaban benar paling sedikit adalah pernyataan item P4. Jumlah responden yang menjawab benar pada item P4 yaitu berjumlah 9 orang (9,4%). Item pernyataan P4 tersebut adalah ‘Zat gizi yang wajib dicantumkan pada label kemasan adalah energi total, takaran saji, protein, karbohidrat total, dan jumlah sajian’.
Berdasarkan hasil di atas peneliti menyimpulkan bahwa seluruh responden sudah memiliki pengetahuan yang baik tentang tujuan utama pelabelan gizi pada makanan kemasan, namun responden masih belum memiliki pengetahuan yang baik mengenai zat gizi yang wajib dicantumkan pada label makanan kemasan.
Terdapat lima zat gizi yang wajib dicantumkan dalam label makanan kemasan yaitu energi total, lemak total, protein, karbohidrat, dan natrium. Energi total adalah jumlah energi yang berasal dari lemak, protein, dan karbohidrat. Lemak total menggambarkan kandungan semua asam lemak dalam pangan dan dinyatakan sebagai trigliserida. Kandungan protein menggambarkan kandungan semua asam amino dalam produk pangan. Karbohidrat total meliputi gula, pati, serat pangan, dan komponen karbohidrat lain.18
Kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang zat gizi yang wajib dicantumkan dalam label makanan kemasan dikarenakan kurangnya terpapar pengetahuan mengenai hal tersebut. Mahasiswa bisa saja hanya sekedar pernah mendengar atau membaca mengenai kandungan zat gizi yang wajib dicantumkan dalam label makanan kemasan, namun belum mengetahui secara lebih jelas mengenai zat gizi apa saja yang wajib
dicantumkan dan zat gizi yang wajib dicantumkan dengan persyaratan tertentu. Zat gizi yang wajib dicantumkan dengan persyaratan tertentu seperti energi dari lemak, lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, serat pangan, dan gula. Pada item P4 terdapat takaran saji dan jumlah sajian, kedua hal tersebut bukan merupakan zat gizi melainkan informasi yang wajib dicantumkan pada label makanan kemasan. Takaran saji adalah jumlah produk pangan yang biasa dikonsumsi dalam satu kali makan, sedangkan jumlah sajian menunjukkan jumlah takaran saji yang terdapat dalam satu kemasan pangan.16
Mengingat bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran merupakan mahasiswa dalam bidang kesehatan dan seharusnya lebih mengetahui mengenai informasi dan zat gizi apa saja yang wajib dicantumkan pada label makanan kemasan, sebaiknya mahasiswa lebih banyak membaca lagi mengenai kandungan pada label makanan kemasan dan pihak Fakultas Kedokteran sebaiknya memberikan pengetahuan mengenai kandungan informasi dan zat gizi pada label kemasan agar pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran dapat meningkat.
4.2.3. Gambaran Kebiasaan Perilaku Mahasiswa dalam Mengkonsumsi Makanan Kemasan
Pengelompokkan responden berdasarkan kebiasaan perilaku dibagi menjadi 2 yaitu kategori baik dan tidak baik. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 4.4.
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi berdasarkan Kebiasaan Perilaku Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Perilaku Frekuensi (n) Persentase (%) Rata-rata
Baik 29 27,6 5,38
Tidak baik 67 63,8
Total 96 100
28
Tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang berjumlah 67 orang (63,8%) memiliki perilaku yang tidak baik dalam memilih makanan kemasan.
Peneliti menyimpulkan bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Jakarta memiliki perilaku yang tidak baik dalam mengkonsumsi makanan kemasan.
Berdasarkan distribusi frekuensi jawaban responden mengenai perilaku, pernyataan jawaban benar yang paling banyak adalah penyataan item P2 dengan persentase 79%. Pernyataan item P2 adalah ‘Saya setiap hari mengkonsumsi makanan kemasan’. Sementara itu jawaban benar paling sedikit yaitu pada pernyataan item P6 dengan persentase 14%. Pernyataan item P6 adalah ‘Saya langsung mengambil makanan kemasan yang saya inginkan tanpa mengetahui kandungan zat gizinya’.
Berdasarkan hasil di atas peneliti menyimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kebiasaan dalam perilaku mengkonsumsi makanan kemasan setiap hari, namun mahasiswa memiliki perilaku tidak baik dalam mengkonsumsi makanan kemasan dengan langsung mengambil makanan kemasan yang diinginkan tanpa mengetahui kandungan zat gizinya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Huda QA pada tahun 2016 tentang hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku membaca informasi nilai gizi dan pemilihan pangan kemasan didapatkan hasil sebesar 53,06% responden adalah non label user atau jarang atau tidak pernah membaca informasi nilai gizi pada label pangan.4 Dan sejalan dengan penelitian Oktaviana W pada tahun 2017 dengan hasil 54,7% responden jarang membaca label gizi pada produk kemasan.5
Mahasiswa biasanya cenderung sering memilih makanan tanpa mengetahui kandungan zat gizi pada makanan tersebut. Hal itu dikarenakan kebiasaan dalam berperilaku langsung mengambil makanan kemasan atau hanya sekedar ingin mengkonsumsi makanan tersebut meskipun telah mengkonsumsi makanan berat.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang ditentukan oleh faktor predisposisi, faktor pendorong, dan faktor penguat.20
4.2.4. Gambaran Perilaku Mahasiswa dalam Memilih Makanan Kemasan 1. Pilihan Makanan Kemasan
Kuesioner C terdiri dari contoh makanan kemasan Richeese Nabati yang berukuran kecil (1 porsi/kemasan), berukuran sedang (6 porsi/kemasan) dan berukuran besar (18 porsi/kemasan) yang ada di lingkungan kantin Fakultas Kedokteran UIN Jakarta. Hasil analisis makanan kemasan yang dipilih responden dapat dilihat pada tabel 4.5.
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi berdasarkan Ukuran Kemasan Pilihan Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Ukuran makanan kemasan
Frekuensi (n) Persentase (%)
Ukuran kecil 29 30,2
Ukuran sedang 52 54,2
Ukuran besar 10 10,4
Tidak konsumsi 5 5,2
Total 96 100
Tabel 4.5 di atas menunjukkan bahwa dari kategori makanan kemasan berdasarkan ukurannya, ukuran makanan kemasan yang banyak dipilih oleh responden adalah berukuran sedang yang berjumlah 52 orang (54,2%).
Berdasarkan teori pemilihan makanan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan seperti kepedulian terhadap kesehatan, kebiasaan, daya tarik sensorik, harga, dan komposisi makanan.26
2. Perilaku Memilih Makanan Kemasan
Pengelompokkan responden berdasarkan kategori perilaku dibagi menjadi 2, yaitu perilaku yang sesuai dan perilaku tidak sesuai. Hasil analisa dapat dilihat pada tabel 5.6.
30
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi berdasarkan Perilaku Mahasiswa dalam Memilih Makanan Kemasan
Ukuran Sesuai Tidak Sesuai Total
n % n %
Kecil 29 100 0 0 29
Sedang 2 3,8 50 96 52
Besar 1 10 9 90 10
Total 32 35 59 65 91
Tabel 4.6 di atas menunjukkan bahwa dari kategori perilaku dalam mengkonsumsi Richeese Nabati, 59 orang (64,8%) tidak sesuai antara perilaku dan pengetahuan dalam konsumsi Richeese Nabati. Perilaku yang tidak sesuai dalam pemilihan Richeese Nabati terbanyak pada ukuran sedang, rata-rata responden biasa menghabiskan 1-2 kali makan yang seharusnya dihabiskan ≥6 kali makan.
Menurut teori ABC (Sulzer, Azaroff, Mayer: tahun 1977), perilaku merupakan suatu proses sekaligus hasil interaksi antara Antecedent, Behavior, dan Concequences.
Antecedent adalah suatu pemicu seseorang untuk berperilaku, yaitu seperti kejadian di lingkungan sekitar. Behavior adalah reaksi terhadap adanya pemicu tersebut.
Concequences adalah kejadian selanjutnya yang mengikuti perilaku tersebut, atau biasa disebut konsekuensi. Konsekuensi ini terbagi atas 2 bentuk, yaitu positif (menerima) dan negatif (menolak). Konsekuensi positif artinya seseorang akan mengulang perilaku tersebut. Sedangkan konsekuensi negatif artinya seseorang akan berhenti melakukan perilaku tersebut.22
Perilaku yang diteliti dalam penelitian ini adalah kegiatan atau aktivitas mahasiswa dalam memilih makanan kemasan di kantin. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran memiliki perilaku yang tidak sesuai dalam memilih makanan kemasan.
Kategori perilaku pada penelitian ini dinilai berdasarkan kebiasaan mahasiswa memilih makanan kemasan. Mahasiswa dinyatakan memiliki perilaku yang sesuai
apabila mahasiswa memilih makanan kemasan dan dimakan sesuai dengan porsi sajian makanan per kemasannya disertai dengan pengetahuan mahasiswa mengenai jumlah sajian makanan tersebut. Mahasiswa yang memilih perilaku tidak sesuai apabila mahasiswa memilih makanan kemasan yang biasa dibeli dan dimakan tidak sesuai dengan porsi sajian per kemasannya disertai dengan pengetahuan mahasiswa yang tidak mengetahui berapa sajian makanan kemasan pada Richeese Nabati.
4.3. Hasil dan Pembahasan Analisa Bivariat
4.3.1. Hubungan Pengetahuan mengenai Label Makanan Kemasan dengan Perilaku Memilih Makanan Kemasan
Tabel 4.7 Hubungan Pengetahuan mengenai Label Makanan Kemasan dan Perilaku Memilih Makanan Kemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Jakarta.
PERILAKU TOTAL
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4.7 diketahui sebanyak 51 responden (71,8%) memiliki pengetahuan tidak baik yang disertai perilaku tidak baik. Peneliti menyimpulkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan dan perilaku yang tidak baik. Dan diperoleh nilai p-value didapatkan 0,538 yang artinya >0,05, maka tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan mahasiswa mengenai label makanan kemasan dengan perilaku konsumsi makanan kemasan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Huda QA pada tahun 2016 tentang hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku
32
membaca informasi nilai gizi dan pemilihan pangan kemasan didapatkan hasil statistik menunjukkan tidak adanya hubungan antara karakteristik, pengetahuan dan perilaku responden dengan kebiasaan membaca informasi niai gizi dan pemilihan pangan.4
Teori Green (1980) dalam Notoatmodjo (2003) menjelaskan bahwa perilaku seseorang ditentukan oleh 3 faktor yaitu faktor predisposisi, faktor pendorong, dan faktor penguat. Pengetahuan merupakan salah satu faktor predisposisi yang mendasari perilaku seseorang, sedangkan salah satu dari faktor pendorong yaitu mencakup ketersediaan sarana dan prasarana dan faktor ketiga yaitu faktor penguat yaitu mencakup sikap dan perilaku dari tokoh masyarakat. Teori “Thoughs and Feeling”
dari (WHO, 1984) juga menjelaskan bahwa pengetahuan merupakan salah satu seseorang berperilaku tertentu.22
Pengetahuan dapat sejalan dengan perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari dalam memilih makanan. Pengetahuan mahasiswa yang kurang dapat menyebabkan mahasiswa tersebut lebih memilih makanan kemasan sesuai dengan apa yang diinginkannya tanpa mengetahui makanan tersebut untuk sekali konsumsi makan atau tidak. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku dalam memilih makanan. Salah satu faktornya dikarenakan pengetahuan yang diperoleh hanya sebatas pengetahuan dasar tentang zat gizi makanan. Sementara pengetahuan mengenai label makanan kemasan, serta akibat mengkonsumsi makanan kemasan tanpa melihat kandungan zat gizinya belum difokuskan.31
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijabarkan pada bab sebelumnya, kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Sebagian besar responden (74%) memiliki pengetahuan yang tidak baik mengenai label makanan kemasan.
2. Sebagian besar responden (63,8%) memiliki perilaku yang tidak baik dalam mengkonsumsi makanan kemasan.
3. Sebagian besar responden (65%) memiliki perilaku yang tidak sesuai dalam memilih makanan kemasan.
4. Hasil uji statistik komparatif Chi-square menunjukkan hubungan tidak bermakna antara pengetahuan mengenai label makanan kemasan dengan perilaku memilih makanan kemasan, dengan nilai p-value = 0,538.
5.2. Saran
Berdasarkan hasil dan pembahasn yang telah dijabarkan pada bab sebelumnya, maka saran yang peneliti dapat sampaikan adalah:
1. Bagi Mahasiswa
a. Perlu menambah pengetahuan tentang label makanan kemasan agar lebih mengetahui komposisi pada makanan kemasan.
b. Sebaiknya apabila ingin memakan makanan kemasan harus membiasakan untuk melihat labelnya agar mengetahui apakah makanan kemasan tersebut untuk sekali makan atau tidak.
2. Bagi peneliti selanjutnya
Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan perilaku seseorang dalam mengkonsumsi makanan kemasan.
34
DAFTAR PUSTAKA
1. Hukormas. Anak Usia Sekolah Menjadi Tumpuan Kualitas Bangsa. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. h. 7.
2. Michael J, Gibney B. Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC; 2009. h. 19.
3. Cassady DL. Food Label Knowledge. 2016;207–16. h. 11.
4. Codex Alimentarius Commisions. Food Labelling: Food and Agriculture Organization (FAO). World Heal Organ. 2007. h. 2.
5. Huda Q. Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Membaca Informasi Nilai Gizi dan Pemilihan Pangan Kemasan. 2016. h. vii.
6. Widia Oktaviana. Hubungan Antara Karakteristik Individu dan Pengetahuan Label Gizi dengan Membaca Label Gizi Produk Pangan Kemasan Pada Konsumen di 9 Supermarket Wilayah Kota Tanggerang. 2017. h. ii.
7. DPR-RI. Undang Undang No . 7 Tahun 1996 Tentang : Pangan. 1996;(7):4.
8. Akrom MC. Pengaruh Kemasan, Harga Dan Promosi Terhadap Proses Keputusan Pembelian Konsumen Kripik Paru Umkm Sukorejo Kendal. 2013. h.
13-14.
9. Palupi IR, Naomi ND, Susilo J. Penggunaan Label Gizi dan Konsumsi Makanan Kemasan Pada Anggota Persatuan Diabetisi Indonesia Unit RS Kota Yogyakarta. J Kesehat Masy. 2017;11(1):1–12.
10. Devi V, Sartono A, JT I. Praktek Pemilihan Makanan Kemasan Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Tentang Label Produk Makanan Kemasan. J Gizi. 2013.
h. 2.
11. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. BPOM. 2005. h. 47-58.
12. Nayga, Rodolf. Determinants of Consumers’ Use Of Nutritional Information on Food Packagess. J Agric Econ. h. 8.
13. Azrimaidaliza I. Analisis Pemilihan Makanan pada Remaja Kota Padang. J Kesehat Masy Nas. 2011. h. 16.
14. Peraturan Pemerintah RI. Nomor 69 tahun 1999 Tentang Label dan Iklan
Pangan. 1999. h. 1-3.
15. Campos S, Doxey J, Hammond D. Nutrition Label s on Pre-Packaged Foods: a Systematic Review. J Public Heal Nutr. 2011. h.7.
16. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Tentang Acuan Label Gizi. 2016. h. 4-16.
17. Badan Pengawas Obat RI. Informasi Nilai Gizi Produk Pangan, Manfaat dan Cara Penggunaan. BPOM. 2009. h. 23-44.
18. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makan Republik Indonesia Tentang Pedoman Pencantuman Informasi Nilai Gizi. 2011. h. 6-17.
19. Badan Pengawas Obat. Tentang Ketentuan Pokok Pengawasan Pangan Fungsional. BPOM. 2005. h. 36-44.
20. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012. h. 131-207.
21. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta;
2007. h. 133-6.
22. Notoatmodjo S. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2010. h. 37-38.
23. Notoatmodjo S. Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta; 2011. h. 130-6.
24. Aprilia A, Dieny F. The Factor Related to Snacks Preference in Elementary School Children. BIMGI. 214M;Vol.2 (2). h. 11.
25. Sediaoetama A. Ilmu Gizi Mahasiswa dan Profesi. Jakarta: Penerbit: Dian Rakyat; 2000. h. 54.
26. Rahman S, Khattak M, Mansor N. Determinants of Food Choice Among in an Urban Community. Rev Nutr Diet. 2013. h. 22.
27. Wardle J, Haase A, Steptoe A. Gender Differences in Food Choice: The Contribution of Health Beliefs and Dieting. Soc Behav Med. 2010. h. 21.
28. Mohd-Any A, Mahdzan N, Cher C. Food Choie Motives of Different Ethnics and the Food Segment in Kuala Lumpur. J Br Food. 2013. h. 21.
29. French S. Pricing Effect on Food Choices, Symposium: Sugar and Fat from Genes to Culture. Am Soc Nutr Sci. 2013. h. 22.
36
30. Dahlan MS. Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Epidemiologi Indonesia; 2017. h. 130-34.
31. Triasari R. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Mengenai Jajanan Aman dengan Perilaku Memilih Jajanan Pada Siswa kelas V SD Negeri Cipayung 2 Kota Depok. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; 2015. h. 25-31.
LAMPIRAN 1 KUESIONER PENELITIAN
Assalamu’alaikum wr.wb.
Saya Safira Belarizkia, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Saya bermaksud akan melakukan penelitian yang berjudul :
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG LABEL MAKANAN DENGAN PERILAKU KONSUMSI MAKANAN KEMASAN DI KANTIN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Untuk maksud tersebut, saya mohon kesediaan teman-teman untuk berpartisipasi mengisi lembar pernyataan yang sudah disediakan dengan selengkap-lengkapnya. Atas perhatian dan kesediannya, saya ucapkan terima kasih.
Identitas Responden 1. Nama Responden :
2. Jenis Kelamin : L / P (lingkari salah satu)
3. Usia :
4. Angkatan :
Ciputat, …. Mei 2018 Responden
(Nama & Tanda Tangan)
38
KUESIONER A
Petunjuk : Isilah pernyataan dibawah ini dengan memberikan tanda centang (√)
No Pernyataan Benar Salah
1. Saya suka mengkonsumsi makanan snack (nabati, taro, tango, oreo, dll)
2. Saya setiap hari mengkonsumsi makanan kemasan (snack)
3. Saya mengkonsumsi makanan snack ketika tidak memiliki waktu untuk mengkonsumsi makanan berat
4. Saya tetap mengkonsumsi makanan snack
meskipun saya telah mengkonsumsi makanan berat 5. Saya selalu membaca label kandungan gizi pada
makanan snack yang saya beli
6. Saya langsung mengambil makanan snack yang saya inginkan tanpa mengetahui kandungan zat gizinya
KUESIONER B
Petunjuk : Isilah pernyataan dibawah ini dengan memberikan tanda centang (√)
No Pernyataan Benar Salah 1. Label gizi (nutrition labeling) merupakan suatu
informasi kandungan gizi yang terkandung dalam produk pangan yang tidak disertai jumlah kandungan tersebut dalam tiap sajian atau kemasan makanan 2. Tujuan utama pelabelan gizi adalah membantu
konsumen untuk menghindari atau mengurangi kelebihan ataupun kekurangan asupan zat gizi yang dapat menyebabkan masalah kesehatan
3. Takaran saji adalah jumlah produk pangan yang biasa dikonsumsi dalam beberapa kali makan.
4. Zat gizi yang wajib dicantumkan pada label kemasan adalah:
Energi Total Takaran Saji Protein 3
5 7 10
40
Karbohidrat Total Jumlah Sajian
5. Suatu makanan kemasan memiliki keterangan “5 sajian per kemasan” artinya setiap satu kemasan dapat dikonsumsi sebanyak 5 kali makan
6. Kalori total satu kemasan menunjukan banyaknya energi yang akan kita konsumsi dari beberapa sajian kemasan
7. Satu kemasan makanan memiliki informasi kalori total per bungkus sebanyak 110 kkal artinya jika anda mengkonsumsi dua bungkus maka anda memperoleh 330 kkal
8. Angka Kecukupan Gizi (AKG) ditunjukkan dalam Informasi Nilai Gizi dihitung berdasarkan kebutuhan kalori >2000 kkal
9. Aturan konsumsi lemak per hari boleh lebih dari 25-30% kebutuhan kalori harian setiap harinya
10. Produk suatu makanan mengandung kalori total 110 dan kalori dari lemak 45, artinya anda mengkonsumsi makanan tersebut tidak mencapai 50% energi
makanan dari lemak.
KUESIONER C
Petunjuk : Isilah pertanyaan dibawah ini dengan memberikan lingkaran pada jawaban
Keterangan Ukuran Nabati :
a. Kecil
b. Sedang
c. Besar
1. Apakah anda pernah mengkonsumsi Recheese Nabati atau tidak?
a. Ya b. Tidak
Jika IYA silahkan mejawab pertanyaan berikutnya (Nomor 2 sampai 6)
Jika TIDAK silahkan langsung menjawab pertanyaan NOMOR 7
2. Anda biasa mengkonsumsi Recheese Nabati dengan ukuran kemasan yang mana?
a. Besar b. Sedang c. Kecil
3. Apakah dalam satu bungkus langsung habis sekali makan? (sesuai dengan jawaban nomor 2)
a. Jika IYA langsung jawab nomor 4 dan 6 b. Jika TIDAK langsung jawab nomor 5 dan 6
4. Berapa bungkus anda biasa konsumsi dalam sekali makan?
42
Jawab : …… bungkus
5. Berapa kali makan anda biasa mengkonsumsi Rechesee Nabati tersebut dalam 1 bungkus? (sesuai dengan ukuran kemasan yang anda pilih pada nomor 2) a. 1 kali makan d. 6 kali makan g. 12 kali makan
b. 2 kali makan e. 8 kali makan h. 16 kali makan c. 3 kali makan f. 10 kali makan i. 18 kali makan
6. Menurut anda seharusnya 1 bungkus Recheese Nabati tersebut untuk berapa kali makan?
(sesuai dengan ukuran kemasan yang anda pilih pada nomor 2) Jawab : ….. kali
Jika TIDAK mengkonsumsi Recheese Nabati
7. Menurut anda 1 bungkus Recheese Nabati yang anda ketahui untuk berapa kali makan?
Jawab : ……. Kali.
LAMPIRAN 2
* Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed)
44
**Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed) 2. Intrumen Pengetahuan
P9 Sig. (2-tailed) N
Pearson Correlation P10 Sig. (2-tailed) N
Pearson Correlation P11 Sig. (2-tailed) N
Pearson Correlation stot Sig. (2-tailed) N
.026
15
.590*
.021
15
.098
.727
15
1
15
* Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed)
**Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed)
46
LAMPIRAN 3 HASIL UJI RELIABILITAS INSTRUMEN
1. Intrumen Perilaku
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item
Deleted
pernyataan1 7.73 1.781 .375 .441
pernyataan2 7.73 1.495 .742 .287
pernyataan3 8.13 1.981 .007 .613
pernyataan4 8.00 1.714 .215 .507
pernyataan5 8.13 1.695 .220 .506
pernyataan6 8.27 1.638 .305 .458
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
.522 6
2. Intrumen Pengetahuan
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item
Deleted
pernyataan1 14.133 8.267 .670 .803
pernyataan3 14.400 8.543 .662 .805
pernyataan4 14.533 9.410 .459 .823
pernyataan5 14.133 8.981 .412 .827
pernyataan6 14.333 8.952 .457 .823
pernyataan7 14.200 7.886 .818 .788
pernyataan8 13.933 8.638 .623 .809
pernyataan9 14.400 8.829 .546 .815
pernyataan10 14.267 8.638 .546 .815
pernyataan11 14.267 9.924 .107 .853
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
.832 11
48
LAMPIRAN 4 HASIL OLAHAN SPSS UNIVARIAT
a. Jenis Kelamin
Jenis Kelamin
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid perempuan 72 75.0 75.0 75.0
laki-laki 24 25.0 25.0 100.0
Total 96 100.0 100.0
b. Usia
Usia Mahasiswa
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 17 3 3.1 3.1 3.1
18 17 17.7 17.7 20.8
19 32 33.3 33.3 54.2
20 23 24.0 24.0 78.1
21 17 17.7 17.7 95.8
22 4 4.2 .2 100.0
Total 96 100.0 100.0
c. Pengetahuan
Kategori Pengetahuan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid baik 25 26.0 26.0 26.0
tidak baik 71 74.0 74.0 100.0
Total 96 100.0 100.0
Statistics pengetahuan
N Valid 96
Missing 0
Mean 6.79
Std. Deviation 2.157
Minimum 3
Maximum 11
d. Perilaku
gambaran perilaku Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid baik 29 27.6 30.2 30.2
tidak baik 67 63.8 69.8 100.0
Total 96 91.4 100.0
Missing System 9 8.6
Total 105 100.0
50
Statistics gambaran perilaku
N Valid 96
Missing 9
Mean 5.38
Std. Deviation 3.248
Minimum 1
Maximum 11
Perilaku Memilih Makanan Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid sesuai 32 35.2 35.2 35.2
tidak sesuai 59 64.8 64.8 100.0
tidak sesuai 59 64.8 64.8 100.0