BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Penyajian Data dan Analisis Data
1. Surabaya Barat dengan luas wilayah 118.01 km², yang terdiri dari 5 (lima) kecamatan dan 2 (dua) kecamatan pecahan yang masih tergabung dengan induknya.
2. Surabaya Timur, dengan luas wilayah 91.78 km², yang terdiri dari 7 (tujuh) kecamatan.
3. Surabaya Utara, dengan luas wilayah 38.32 km², yang terdiri dari 4 (empat) kecamatan dan 1 (satu) kecamatan pecahan yang masih tergabung dengan induknya.
4. Surabaya Selatan, dengan luas wilayah 64.07 km², yang terdiri dari 8 (delapan) kecamatan.
5. Surabaya Pusat, dengan luas wilayah 14.78 km², yang terdiri dari 4 (empat) kecamatan.
Sehingga luas wilayah Surabaya secara keseluruhan ± 326.27 km², yang terbagi dalam 31 kecamatan dan 163 kelurahan (BPS Kota Surabaya, 2008 : 72).
4.2. Penyajian Data dan Analisis Data
Sampel penelitian ini berjumlah 100 orang responden dengan tolak ukur yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan pada seluruh sampel penelitian sebagai responden. Setelah diisi keadaan data yang diperoleh kemudian di edit, dikode dan memasukkan data tersebut
kedalam tabulasi data untuk selanjutnya dianalisa secara deskriptif berdasarkan setiap pertanyaan yang diajukan.
Penelitian ini tidak menguji hubungan tetapi hanya bertujuan untuk memaparkan satu variabel maka metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Jadi dalam analisa penelitian ini adalah ingin mengaitkan opini Ibu Rumah Tangga Surabaya terhadap lelaki Tolak Poligami pasca pemberitaan di harian Surya, berdasarkan kualifikasi yakni responden yang secara aktif memberikan opini dengan beberapa bagian penting yang ada dalam penelitian, sehingga diperoleh gambaran mengenai opini Ibu Rumah Tangga Surabaya terhadap lelaki Tolak Poligami pasca pemberitaan di harian Surya.
4.2.1. Identitas Responden
Kuesioner yang dibagikan dalam penelitian ini tidak berlaku untuk semua umur, disini peneliti menggunakan responden Ibu Rumah Tangga yang berusia 20 – 50 tahun yang membaca pemberitaan tentang lelaki tolak poligami saja. Hal ini dilakukan semata-mata supaya diperoleh data yang valid. Pada bagian identitas responden ini, dijabarkan mengenai karakteristik para responden ditinjau dari usia dan pendidikan terakhir untuk selengkapnya terdapat pada tabel berikut :
48
Tabel 4.1.
Responden Berdasarkan Usia
No Usia Responden Frekuensi Prosentase (%)
1. 20 – 30 51 51
2. 31 – 40 28 28
3. 41 – 50 21 21
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner I no. 2
Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa opini ibu rumah tangga di Surabaya pasca pemberitaan lelaki tolak poligami di surat kabar terdapat 51 orang atau sebesar 51% memiliki usia antara 20 – 30 tahun, selanjutnya sebanyak 28 orang atau sebesar 28% mempunyai usia antara 31 – 40 tahun dan sisanya sebanyak 21 orang atau 21% mempunyai usia antara 41 – 50 tahun. Banyaknya responden yang berusia antara 20 – 30 tahun, hal ini dikarenakan pada usia tersebut adalah usia yang dewasa, dan sudah termasuk usia yang bisa menjalin sebuah hubungan menjadi sebuah keluarga, seperti kita ketahui, bahwa usia 20 – 30 adalah masa masa produktifitas.
Dan identitas responden yang terakhir yaitu berdasarkan pendidikan terakhir, dapat dilihat pada penjabaran tabel berikut ini :
Tabel 4.2.
Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
No Pendidikan Terakhir Frekuensi Prosentase (%)
1. Tamat SD 13 13 2. Tamat SMP 15 15 3. Tamat SMU 40 40 4. Akademi / Diploma 23 23 5. Sarjana 9 9 Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner I no. 3
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa opini ibu rumah tangga di Surabaya pasca pemberitaan lelaki tolak poligami di surat kabar Surya, sebagian besar pendidikan terakhir yang dimiliki responden adalah memiliki pendidikan terakhir SMU yakni sebanyak 40 orang atau sebesar 40%. Selanjutnya, responden yang memiliki pendidikan terakhir Akademi / Diploma yakni sebanyak 23 orang atau 23 %, selanjutnya responden yang memiliki pendidikan terakhir di bangku SMP sebanyak 15 orang atau sebesar 15%. Sedangkan sisanya memiliki pendidikan terakhir di sekolah dasar 13 orang atau sebesar 13 % dan sarjana 9 orang atau sebesar 9%.
Banyaknya responden yang memiliki pendidikan terakhir SMU karena pengambilan responden lebih banyak ke kelas menengah kebawah,
50
karena kurangnya pengetahuan ibu rumah tangga tentang poligami, sehingga cenderung mudah menerima terpaan media dan mudah menjadi korban poligami.
4.2.2. Media
Surat kabar merupakan salah satu media massa yang juga turut andil sebagai penyampai media indormasi yang akurat kepada khalayak pembacanya. Dalam hal ini terdapat pertanyaan tentang media, yang akan dijelaskan pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.3.
Frekuensi Membaca Pemberitaan “Lelaki Tolak Poligami” Di Surat Kabar Surya
No Frekuensi Membaca Frekuensi Prosentase (%)
1. < 2 kali 21 21
2. = 2 kali 36 36
3. > 2 kali 43 43
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner II no. 1
Sesuai dengan tabel diatas dapat diketahui bahwa banyaknya responden yang membaca pemberitaan lelaki tolak poligami tersebut sebanyak lebih dari 2 kali yakni sejumlah 43 orang atau sebesar 43%, selanjutnya, responden yang membaca pemberitaan sebanyak 2 kali yakni 36 orang atau
sebesar 36%, dan 21% atau sebanyak 21 orang membaca pemberitaan tersebut kurang dari 2 kali. Banyaknya responden yang membaca pemberitaan tersebut dikarenakan pemberitaan lelaki tolak poligami cukup menarik minat ibu rumah tangga untuk mendapatkan informasi tentang poligami ini serta memicu opini mereka tentang pemberitaan yang menurut sebagian responden tidak semestinya.
4.2.3. Opini Responden di Surabaya terhadap lelaki Tolak Poligami Pasca Pemberitaan di Harian Surya
Opini adalah salah satu hasil interaksi dan pemikiran manusia tentang suatu hal yang kemudian dinyatakan atau diekspresikan. Dalam kaitannya dengan proses komunikasi terdapat efek salah satu jenisnya yaitu opini atau pendapat dan selanjutnya didefinisikan opini sebagai suatu pernyataan atau sikap dalam kata – kata. Dari kuesioner yang telah disebar oleh peneliti, peneliti ingin mengetahui opini ibu rumah tangga Surabaya setelah membaca pemberitaan lelaki tolak poligami di surat kabar Surya. Opini dalam penelitian ini diukur melalui beberapa indikator diantaranya adalah :
1. Kepercayaan
Kepercayaan mengacu pada sesuatu yang diterima khalayak, benar atau tidak berdasarkan pengalaman masa lalu, pengetahuan dan informasi sekarang dan persepsi yang berkesinambungan.
52
2. Nilai
Melibatkan kesukaan – ketidaksukaan, cinta dan kebencian, hasrat dan ketakutan, bagaimana orang menilai sesuatu dan intensitas penilaiannya apakah kuat, lemah atau netral.
3. Pengharapan
Mengandung tentang citra seseorang tentang apa keadaannya setelah tindakan. Pengharapan, ditentukan dari pertimbangan terhadap sesuatu yang terjadi pada masa lalu, keadaan sekarang dan sesuatu yang kira-kira akan terjadi jika dilakukan perbuatan tertentu.
Berdasarkan ketiga indikator tersebut diatas, maka dapat diukur opini atau pendapat ibu rumah tangga Surabaya setelah membaca berita mengenai lelaki tolak poligami sebagai berikut :
4.2.3.1. Pemberitaan mengenai “Lelaki Tolak Poligami” di harian Surya dibuat secara berkesinambungan.
dijelaskan data mengenai pemberitaan di surat kabar Surya. Apakah responden mengetahui berita tersebut atau tidak.. Selanjutnya dapat ditunjukkan pada tabel di bawah.
Tabel 4.4.
Pemberitaan mengenai “Lelaki Tolak Poligami” di harian Surya dibuat secara berkesinambungan.
No Opini Responden Frekuensi Prosentase (%)
1. Sangat Setuju 49 49
2. Setuju 32 32
3. Tidak Setuju 11 11
4. Sangat Tidak Setuju 8 8
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner III no. 1
Tabel diatas menunjukkan pendapat tentang pemberitaan lelaki tolak poligami yang menginformasikan tentang lelaki membentuk koalisi anti poligami. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa kebanyakan responden dalam penelitian ini yaitu sebanyak 49 orang atau sebesar 49% responden yang menjawab sangat setuju. Serta responden yang menyatakan setuju yaitu sebesar 32 orang atau sebesar 32%. Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa secara umum, responden menginginkan bahwa pemberitaan tentang lelaki tolak poligami tersebut dibuat secara berkesinambungan karena menurut responden, surat kabar, khususnya harian surya banyak memuat pemberitaan tentang lelaki tolak poligami dan pemberitaan yang berkaitan
54
dengan isu tersebut. Sebanyak 49% responden menyatakan bahwa pemberitaan tersebut lebih baik dibuat berkesinambungan.
Sedangkan sebanyak 11 orang atau 11 % menyatakan tidak setuju, dan sisanya sebanyak 8 orang atau 8% menyatakan sangat tidak setuju. Responden yang menyatakan sangat tidak setuju mengatakan bahwa mereka tidak ingin pemberitaan tersebut dibuat berkesinambungan karena kesibukan mereka beraktivitas sehari – hari sehingga tidak sempat membaca surat kabar. Surat kabar merupakan salah satu media yang mudah kemasannya dan mudah diterima oleh semua kalangan termasuk ibu rumah tangga. Sehingga surat kabar sangat mudah memberikan informasi tanpa halangan.
4.2.3.2. Pendapat Tentang Pemberitaan “Lelaki Tolak Poligami”
Pada bagian ini akan dijelaskan data yang berkaitan dengan pendapat tentang pemberitaan lelaki tolak poligami. Apakah responden merasa setuju atau sependapat atau tidak.
Tabel 4.5.
Pendapat Tentang Pemberitaan “Lelaki Tolak Poligami”
No Opini Responden Frekuensi Prosentase (%)
1. Sangat Setuju 71 71
2. Setuju 20 20
3. Tidak Setuju 6 6
4. Sangat Tidak Setuju 3 3
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner III no. 2
Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini yaitu sebanyak 71 orang atau sebesar 71% menyatakan sangat setuju dengan pemberitaan tersebut. Berita lelaki tolak poligami, dapat diterima oleh berbagai kalangan khususnya kaum wanita, serta sebanyak 20 orang atau 20% menyatakan setuju. Mayoritas responden pada tabel diatas menyatakan sangat setuju bahwa pemberitaan lelaki tolak poligami mendapat penerimaan dari mayoritas responden. Hal ini dikarenakan, selama ini kaum laki – laki adalah pengambil keputusan terbesar untuk berpoligami. Dengan munculnya pemberitaan lelaki tolak poligami, pandangan sebagian besar responden berubah. Ini memberikan gambaran baru, bahwa tidak semua laki – laki berminat untuk berpoligami dan mayoritas responden menyatakan menerima serta sependapat dengan pemberitaan ini.
56
Selanjutnya sebanyak 6 orang atau sebesar 6% berpendapat sebaliknya atau tidak setuju bahwa pemberitaan lelaki tolak poligami tidak dapat mereka terima. Sisanya 3 orang atau 3% berpendapat sangat tidak setuju. Responden yang menyatakan tidak setuju, berpendapat bahwa pemberitaan tersebut hanya mencari sensasi dan pembelaan diri dari kaum laki – laki atas perilaku poligami yang saat ini sedang menjadi isu hangat di tengah masyarakat.
4.2.3.3 Dampak Negatif Yang Timbul Dari Laki – Laki Yang Menolak Poligami
Pada bagian ini akan dijelaskan pendapat responden tentang dampak negatif yang akan ditimbulkan dari laki – laki yang menolak poligami dan disajikan pada tabel berikut.
Tabel 4.6.
Dampak Negatif yang Timbul Dari Laki – Laki Yang Menolak Poligami
No Opini Responden Frekuensi Prosentase (%)
1. Sangat Setuju 0 0
2. Setuju 6 6
3. Tidak Setuju 38 38
4. Sangat Tidak Setuju 56 56
Jumlah 100 100
Sesuai dengan tabel diatas, sebagian besar responden menyatakan sangat tidak setuju bahwa laki – laki yang menolak poligami akan berdampak negatif. Sebanyak 56 orang atau 56% responden menyatakan sangat tidak setuju. Sementara 38 orang atau sebesar 38% menyatakan tidak setuju dan sisanya sebanyak 6 orang atau 6% menyatakan setuju atau sependapat.
Berdasarkan tabel diatas, responden menyatakan tidak ada dampak negatif bagi laki – laki yang tidak berpoligami. Responden justru berpendapat, jika laki – laki melakukan poligami, akan banyak berdampak negatif misalnya adanya ketidakadilan antara istri pertama dan kedua, kemungkinan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dan sebagainya.
4.2.3.4 Laki – Laki Yang Tidak Berpoligami Lebih Banyak Efek Positifnya
Pada bagian ini akan dijelaskan pendapat responden tentang lelaki yang tidak berpoligami akan lebih besar efek positifnya dan kemudian disajikan pada tabel berikut.
58
Tabel 4.7.
Laki – Laki Yang Tidak Berpoligami Lebih Banyak Efek Positifnya
No Opini Responden Frekuensi Prosentase (%)
1. Sangat Setuju 74 74
2. Setuju 23 23
3. Tidak Setuju 3 3
4. Sangat Tidak Setuju 0 0
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner III no. 4
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa yang menyatakan sangat setuju bahwa tidak berpoligami lebih banyak efek positifnya sebanyak 74 orang atau sebesar 74%, sedangkan sebanyak 23 orang atau 23% menyatakan setuju dengan pernyataan tersebut. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa banyak responden yang menyatakan sangat setuju, hal ini dikarenakan karena berpoligami menurut pendapat responden, tidak bisa mereka terima. Responden menyatakan lebih baik bercerai daripada dipoligami oleh suami mereka.
Sisanya hanya 3 orang atau sebesar 3% yang mengatakan tidak setuju. Sedangkan tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan diatas. Responden yang menyatakan setuju sangat sedikit, umumnya mereka berpendapat berpoligami sah saja karena dalam agama tidak dilarang asal sesuai dengan syarat – syaratnya.
4.2.3.5 Pemberitaan “Lelaki Tolak Poligami” Diterima Oleh Pihak Laki – Laki
Pada bagian ini akan dijelaskan pendapat responden tentang pemberitaan lelaki tolak poligami diterima oleh kaum laki – laki, dan kemudian disajikan pada tabel berikut.
Tabel 4.8.
Pemberitaan “Lelaki Tolak Poligami” Diterima Oleh Pihak Laki – Laki
No Opini Responden Frekuensi Prosentase (%)
1. Sangat Setuju 62 62
2. Setuju 31 31
3. Tidak Setuju 3 3
4. Sangat Tidak Setuju 4 4
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner III no. 5
Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa sebanyak 62 responden atau sebesar 62% menyatakan setuju bahwa pemberitaan lelaki tolak poligami diterima oleh pihak laki – laki, sedangkan sebanyak 31 orang atau 31% responden menyatakan setuju. Banyaknya responden yang sangat setuju dengan pernyataan diatas memberikan gambaran bahwa kaum ibu rumah tangga percaya bahwa laki – laki atau suami mereka dapat menerima pemberitaan
60
tersebut. Pernyataan beberapa responden, mereka percaya bahwa suami mereka tidak akan melakukan poligami dan responden yakin bahwa suami mereka mendukung pemberitaan tersebut.
Sisanya masing – masing sebanyak 3 orang atau sebesar 3% dan 4 orang atau sebesar 4% menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju. Sebagian kecil responden menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Mereka menyatakan bahwa kemungkinan besar mereka dapat menjadi korban poligami suami mereka dan para responden ini yakin bahwa suami mereka tidak dapat menerima pemberitaan ini tanpa alasan yang jelas.
4.2.3.6 Lelaki Yang Berpoligami Berstigma Agresif
Pada bagian ini akan dijelaskan pendapat responden tentang pernyataan bahwa lelaki yang berpoligami, cenderung berstigma agresif. Kemudian disajikan pada tabel berikut.
Tabel 4.9.
Lelaki Yang Berpoligami Berstigma Agresif
No Opini Responden Frekuensi Prosentase (%)
1. Sangat Setuju 89 89
2. Setuju 10 10
3. Tidak Setuju 1 1
Jumlah 100 100 Sumber : Kuesioner III no. 6
Hampir 89 orang atau sebesar 89% responden menyatakan sangat setuju dengan pernyataan tersebut, sisanya 10 orang atau 10% responden menyatakan setuju dan hanya 1 orang atau 1% responden yang menyatakan tidak setuju terhadap pernyataan tersebut. Sedangkan yang menyatakan sangat tidak setuju tidak ada.
Sesuai dengan hasil yang ada pada tabel diatas, mayoritas responden sependapat dengan pernyataan bahwa kaum lelaki yang berpoligami cenderung berstigma agresif. Mereka menyatakanan, lelaki yang berpoligami tidak bisa menahan syahwatnya, tidak pernah puas terhadap satu wanita dan sebagian responden menyebutnya serakah dan mau menang sendiri. Sebanyak 1 orang yang tidak sependapat dengan pemberitaan ini menyatakan, bahwa tidak semua laki – laki yang berpoligami dikatakan agresif, responden ini menyatakan, pasti ada alasan tertentu yang membuat seorang laki – laki memutuskan untuk berpoligami. Misalnya istri pertama yang tidak bisa memberikan keturunan, dan lain sebagainya. Asalkan sudah sesuai dengan syarat dan yang terpenting, sudah mendapat ijin dari istri pertama, berpoligami bagi laki – laki, bukan masalah dan bukan bentuk keagresifan.
62
4.2.3.7 Pendapat Jika Kaum Laki – Laki Menolak Poligami
Pada bagian ini akan dijelaskan pendapat responden tentang pernyataan jika kaum laki – laki menolak poligami, apakah responden sependapat dengan pernyataan tersebut atau tidak. Kemudian disajikan pada tabel dibawah.
Tabel 4.10.
Pendapat Jika Kaum Laki – Laki Menolak Poligami
No Opini Responden Frekuensi Prosentase (%)
1. Sangat Setuju 45 45
2. Setuju 30 30
3. Tidak Setuju 20 20
4. Sangat Tidak Setuju 5 5
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner III no. 7
Berdasarkan perolehan data diatas dapat dijabarkan bahwa sebanyak 45 orang atau sebesar 45% responden menyatakan sangat setuju, selanjutnya sebanyak 30 orang atau sebesar 30% responden menyatakan setuju. Dari perolehan data diatas, sebagian besar responden menyatakan sangat setuju dan setuju jika kaum laki – laki menolak poligami. Mereka merasa lebih baik jika kaum laki – laki tidak berpoligami. Salah seorang responden berpendapat bahwa lelaki yang tidak berpoligami adalah tipikal lelaki yang setia. Responden
lain menyatakan, lelaki yang menolak poligami adalah mereka yang cinta terhadap keluarganya. .
Berikutnya sebanyak 20 orang atau 20% responden menyatakan sebaliknya, yaitu setuju dan 5 orang atau 5 % responden menyatakan sangat tidak setuju. Responden yang menyatakan sebaliknya, berpendapat bahwa, lelaki yang tidak menolak untuk berpoligami, merupakan laki – laki yang suka berganti – ganti pasangan, tidak setia dan tidak memikirkan perasaan wanita. Responden lain yang berpendapat sagat tidak setuju menyatakan, laki – laki adalah makhluk yang gampang bosan dan sudah pasti tidak menolak jika pasangan / istrinyanya mengijinkan berpoligami.
4.2.3.8 Poligami Merupakan Upaya Perendahan Martabat Laki - Laki Pada bagian ini akan dijelaskan pendapat responden tentang poligami merupakan upaya perendahan martabat laki – laki, Setelah membaca pemberitaan mengenai klub poligami di surat kabar Surya Kemudian disajikan pada tabel dibawah.
64
Tabel 4.11.
Poligami Merupakan Upaya Perendahan Martabat Laki - Laki
No Opini Responden Frekuensi Prosentase (%)
1. Sangat Setuju 45 45
2. Setuju 30 30
3. Tidak Setuju 15 15
4. Sangat Tidak Setuju 10 10
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner III no. 8
Dari perolehan data pada tabel diatas, diketahui bahwa 45 orang atau sejumlah 45% responden menyatakan sangat setuju dan sejumlah 30 orang atau 30% responden menyatakan setuju dengan pernyataan tersebut. Dengan hasil yang diperoleh diatas, sebagian besar responden menyatakan bahwa, poligami merupakan suatu bentuk pendiskreditan kaum laki – laki. Salah satu responden menyatakan, laki – laki yang berpoligami tidak semuanya bermantabat rendah. Bahkan didalam agama pun sudah ditaur tentang poligami. Responden lain mengatakan, tidak hanya laki – laki yang bisa memiliki pasangan lebih dari satu. Bahkan kaum wanitapun banyak yang memiliki pasangan lebih dari satu.
Sedangkan 15 orang atau sejumlah 15% responden menyatakan tidak setuju serta sisanya 10 orang atau 10% responden menyatakan sangat tidak setuju. Responden yang menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju
berpendapat bahwa laki – laki yang berpoligami tidak patut untuk di tiru, dan itu merupakan pelanggaran terhadap hak dan keadilan kaum wanita.
4.2.3.9 Kaum Laki – Laki pada Pemberitaan “Lelaki Tolak Poligami” Melawan Keras Praktik Poligami
Pada bagian ini akan dijelaskan pendapat responden setelah membaca, memperhatikan dan mengerti mengenai pemberitaan “Lelaki Tolak Poligami” di harian Surya, mengindikasikan perlawanan laki – laki terhadap praktik poligami. Dan kemudian disajikan pada tabel dibawah.
Tabel 4.12.
Kaum Laki – Laki pada Pemberitaan “Lelaki Tolak Poligami” Melawan Keras Praktik Poligami
No Opini Responden Frekuensi Prosentase (%)
1. Sangat Setuju 57 57
2. Setuju 32 32
3. Tidak Setuju 7 7
4. Sangat Tidak Setuju 4 4
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner III no. 9
Perolehan data pada tabel diatas menyebutkan bahwa 57 orang atau 57% responden menyatakan sangat setuju, sedangkan sebanyak 32 orang atau 32% responden menyatakan setuju. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa
66
mayoritas responden berpendapat bahwa kaum laki – laki saat ini cenderung memiliki pendapat jika mereka pada saat ini memilih untuk tidak berpoligami. Responden menyatakan, dibentuknya klub anti poligami, merupakan wujud nyata bahwa poligami adalah hal yang patut dihindari demi menjaga martabat dan mencegah dari stigma negatif masyarakat.
Sisanya, sebanyak 7 orang atau sejumlah 7% responden menyatakan sangat tidak setuju dan sebanyak 4 orang atau 4% responden menyatakan tidak setuju. Sebagian kecil yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju, mereka berpendapat, poligami adalah hak setiap orang, dan mereka menganggap, tidak ada yang salah dengan berpoligami, itu adalah hak setiap individu.
4.4.3.10 Ada Keinginan Untuk Mengingatkan Orang Lain Untuk Tidak Mencoba Berpoligami.
Pada bagian ini akan dijelaskan Pendapat Responden Setelah Membaca Memperhatikan, Mengerti dan menerima pemberitaan “ lelaki tolak poligami ” di surat kabar Surya, Ada keinginan untuk mengingatkan orang lain untuk tidak mencoba berpoligami dan kemudian disajikan pada tabel dibawah.
Tabel 4.13.
Ada Keinginan Untuk Mengingatkan Orang Lain Untuk Tidak Mencoba Berpoligami.
No Opini Responden Frekuensi Prosentase (%)
1. Sangat Setuju 78 78
2. Setuju 20 20
3. Tidak Setuju 2 2
4. Sangat Tidak Setuju 0 0
Jumlah 100 100
Sumber : Kuesioner III no. 10
Berdasarkan perolehan data pada tabel diatas, 78 orang atau sebesar 78% responden menyatakan sangat setuju. Sedangkan sebanyak 20 orang atau sebesar 20% responden menyatakan setuju dengan pernyataan diatas. Dilihat dari mayoritas responden yang menyatakan setuju dengan pernyataan bahwa mereka akan mengingatkan orang lain untuk tidak berpoligami, ini dikarenkan poligami bagi sebagian besar masyarakat merupakan hal yang berstigma negatif. Penganut poligami menurut responden adalah orang – orang yang dianggap tukang selingkuh dan berakar dari keluarga yang kurang harmonis.
Sebaliknya hanya 2 orang atau 2% responden menyatakan tidak setuju serta tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju. mereka yang
68
berpendapat sebaliknya, menyatakan poligami adalah pilihan hidup seseorang dan itu adalah hak dari masing – masing individu.
4.3 Hasil Keseluruhan Jawaban
Berdasarkan dari hasil keseluruhan jawaban dari ibu rumah tangga Surabaya pasca pemberitaan “lelaki tolak poligami” di harian Surya, dapat terlihat dalam tabel dibawah ini :
Tabel 4.15.
Hasil Keseluruhan Jawaban
No Keseluruhan Jawaban Frekuensi Prosentase (%)
1. Positif 68 68
2. Netral 32 32
3. Negatif 0 0
Jumlah 100 100
Sumber : Hasil Pengolahan Data
Dari tabel diatas diketahui bahwa responden memiliki opini pada jawaban positif yaitu sebanyak 68 orang atau sebesar 68 %. Hal tersebut dikarenakan sejumlah responden tersebut, mengapresiasi baik berita “lelaki tolak poligami” di Harian Surya. Sejumlah responden menilai, dengan adanya gerakan lelaki anti poligami, menandakan bahwa tidak semua laki – laki
mendukung poligami. Pemberitaan tersebut dianggap sebuah pesan moral kepada laki – laki bahwa poligami merugikan bagi kedua belah pihak. Selain itu pemberitaan tersebut bisa menekan secara psikologis terhadap lelaki yang tidak mau dianggap manusia rendah yang hanya mengedepankan ego belaka. Dengan pemberitaan “lelaki tolak poligami” tersebut diharapkan bagi ibu rumah tangga sebagai masukan yang berharga bagi mereka. Pesan yang disampaikan melalui media massa yang berlawanan arah dengan fenomena yang ada, membuat rasa ingin tahu ibu rumah tangga semakin besar, dan keingintahuan apakah sosok lelaki yang diberitakan sudah mewakili peran laki – laki yang tidak mau menduakan istrinya
Polemik yang muncul pada masyarakat tentang poligami, sangat mengganggu aspek kehidupan sosial masyarakat, khususnya di kota Surabaya,