• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data dan Analisis

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa penelitian ini menggunakan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data yang benar. Beberapa data telah diperoleh melalui tiga teknik secara langsung di Kelurahan Kebonagung Jember.

Dalam penyajian data ini langsung pada fokus penelitian yang menjawab permasalahan-permasalahan yang sudah menjadi fokus penelitian. Oleh sebab itu akan dipaparkan sesuai dengan fokus penelitian yang ada pada bab sebelumnya.

Berikut ini secara berurutan akan disajikan data-data yang mengacu pada fokus penelitian :

1. Fenomena Nikah Sirri di Kalangan Kyai Kebonagung

Pernikahan sirri banyak terjadi di kalangan masyarakat, karena mereka hanya memandang dari syarat dan rukun secara agama, tanpa memandang hal-hal lain yang menjadi syarat dari negaranya sendiri.

Dalam kajian Hukum Islam maupun Hukum Nasional perkawinan dapat dilihat dari tiga segi yaitu Hukum, sosial, dan ibadah. Jika salah satu dari ketiganya tidak tercapai maka akan terjadi ketimpangan dalam pernikahan yang tidak sesuai dengan tujuan pernikahan. Sama halnya dengan yang diungkapkan oleh Kyai Ahmad Muchlis, beliau berpendapat bahwa :

Dalam pernikahan jangan hanya memandang dari satu sisi, karena pernikahan adalah ikatan yang sakral untuk selamanya bukan hanya untuk sementara. Jika dilihat dari sah atau tidaknya tentu nikah sirri sah secara agama tapi kalo dipandang dari segi hukum negara dan

dampaknya, nikah sirri tidak mencerminkan tujuan dari pernikahan agar hidup sakinah, mawaddah, wa rahmah. Jika ingin terpenuhi tujuan pernikahan tentu harus melihat dari segi hukum, sosial, dan dampak dari pernikahan sirri.82

Masyarakat Kebonagung tidak menjalankan adanya peraturan Undang-undang no 1 Tahun 1974 dengan berbagai alasan, salah satunya adalah para kyai sudah menganggap sah suatu pernikahan jika sudah memenuhi rukun dan syaratnya meskipun tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA). Di Indonesia, hukum yang mengatur cara pernikahan yang sah menurut hukum yang telah diatur dalam Undang-undang Perkawinan nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan menyebutkan bahwa “ Tiap-tiap perkawinan harus di catat dalalm peraturan perundang-undangan yang berlaku”.83 Ketentuan ini lebih lanjut dijelaskan dalam bab II peraturan pemerintah nomor 9 tahun 1975 yang intinya : Sebuah perkawinan baru memiliki kekuatan hukum dihadapan Undang-undang jika di laksanakan menurut aturan agama dan telah dicatatkan oleh pegawai pencatat nikah. Kompilasi Hukum Islam menyebutkan bahwa “Agar terjamin ketertiban bagi masyarakat Islam maka setiap perkawinan harus dicatat. 84

82 Ahmad Muchlis, Wawancara, 12 Mei 2018, Pukul 14.00 WIB, Kebonagung Jember.

83 Republik Indonesia Undang-undang Nomor 1 tahun 1974, tentang perkawinan, pasal 2 ayat (2),2

84 Republik Indonesia Undang-undang Nomor 1 tahun 1974, tentang perkawinan, pasal 5 ayat (1), 335

Hukum positif yang berlaku di Indonesia memang mewajibkan untuk urusan perkawinan harus dicatatkan di kantor urusan yang berwenang yaitu KUA bahkan masyarakat Kelurahan Kebonagung khususnya para kyai mengetahui hal ini namun mereka tetap melakukan nikah sirri dengan berbagai alasan. Padahal seorang kyai adalah orang yang sudah dianggap mengerti tentang agama Islam yang lebih luas, mengerti tentang Teori Mashlahah. Para kyai di Kebonagung melakukan nikah sirri karena mereka kebanyakan menganggap suatu pernikahan sudah dianggap sah meskipun tidak dicacatkan. Hal ini senada dengan uangkapan Kyai Ahmad Muchlis bahwa :

Pada mulanya semua sudah mengetahui bahwa pernikahan harus dicatatkan di KUA karena merupakan syarat dari Negara, apalagi kyai sekarang pasti sudah mengetahui kalau Undang-undang mengharuskan pencatatan nikah. Saya pernah bertanya kepada teman sesama kyai yang menikah Sirri. Dia beralasan tidak ingin diruwetkan dengan persyaratan-persyaratan dari KUA, toh sudah sah menurut Agama Islam. Padahal jika berniat baik semua pasti akan dimudahkan.85

Masyarakat Kelurahan Kebonagung lebih berpihak pada hukum Islam karena mereka memandang bahwa norma sosial itu lebih penting menurutnya asalkan tidak diketahui oleh Negara. Pergaulan hidup manusia diatur oleh berbagai macam kaidah atau norma, yang pada hakikatnya bertujuan untuk menghasilkan kehidupan bersama yang tertib dan tentram. Pola-pola berfikir manusia mempengaruhi sikapnya yang merupakan kecenderungan-kecenderungan untuk melakukan atau

85Ahmad Muchlis, Wawancara, 12 Mei 2018, Pukul 14.00 WIB, Kebonagung Jember.

tidak melakukan sesuatu terhadap manusia, benda-benda, maupun keadaaan-keadaan. Sikap manusia kemudian membentuk kaidah-kaidah karena manusia cenderung untuk hidup teratur dan pantas.

Teori mashlahah adalah tujuan kehidupan manusia agar hidup tentram dan bahagia, salah satunya yaitu mendatangkan kemashlahatan bagi umat manusia.

Hukum fikih senantiasa berubah-ubah secara dinamis sesuai dengan tuntutan sosiologis, perubahan ratio-legis, dan pertimbangan kemashlahatan manusia. Seiring perkembangan zaman dan merebaknya krisis moral di masyarakat yang ditandai antara lain oleh banyaknya penyelewengan praktek pernikahan yang mengakibatkan pelanggaran terhadap hak-hak perempuan dan anak, maka pencatatan pernikahan menjadi kebutuhan yang mendesak untuk melindungi hak dan kewajiban kedua mempelai serta anak. Pencatatan semakin dibutuhkan mengingat dalam beberapa kasus sering terjadi masalah dimana saksi-saksi pernikahan mengalami sakit hilang ingatan atau meninggal dunia, sehingga mereka tidak dapat dihadirkan saat terjadi sengketa dalam rumah rangga.

Jika nikah sirri dikaitkan dengan Teori Mashlahah, maka nikah sirri mengandung mudlârat bagi istri, anak dan hartanya. Karena istri tidak mendapatkan perlindungan hukum dari negara bahkan anak akan susah mengurus administrasi sekolah dan lain sebagainya. Hal ini sesuai dengan ungkapan Kyai Arifun Efendi bahwa :

Nikah sirri itu banyak mudlârat nya le, terutama bagi istri dan anak dan pembagian waris. Kasian istri jika nanti ditinggalkan oleh suaminya kalau dinikah secara sirri, seperti didesa kita banyak janda muda yang menjalani hidupnya sebatang kara, karena tidak bisa berbuat apa-apa, anakpun akan susah sekolah dan mengurus berbagai keperluan sekolah jika tidak dicatatkan.

Kita semua kan sudah mengerti bagaimana susahnya administrasi dinegara kita. Jika tidak dicatatkan bagaimana mau membuat Kartu Keluarga, KTP, Akte kelahiran DLL.86

Jika nikah sirri sudah lebih banyak mengandung mudlârat nya dari pada Mashlahahnya lantas mengapa seorang kyai yang notabetnya sudah memahami tentang Teori Mashlahah yang harus mendatangkan Mashlahah bagi umat manusia, mengapa masih mempraktekkan nikah sirri itu sendiri, padahal seorang kyai adalah panutan bagi masyarakat disekitarnya. Meskipun dari satu sisi mendatangkan kebahagiaan kepada kedua pasangan namun masih ada kekhawatiran dari pihak istri seperti ungkapan Ibu Jubaidah selaku istri kedua dari Kyai Muhammad Malik beliau berkata :

Pernikahan kami memang sirri nak, karena yai tidak mau dipersulit dengan persyaratan dari pemerintah jika ingin berpoligami. Sejujurnya saya bahagia karena sudah tua begini masih ada yang mau mengayomi, menemani, menafkahi, ya Alhamdulillah. Kalau tentang dampak pernikahan ini memang ada rasa khawatir nak, ia karena takut ditinggal suatu saat, takutnya menyakiti istri pertama juga, tapi ia saya pasrah kepada Allah lagian saya sudah tua nak, doakan saja selalu bahagia.87 Sedangkan istri pertama dari kyai Muhammad Malik yaitu Siti Qomariyah kebalikan dari ibu Jubaidah, beliau tidak banyak menjelaskan tentang bagaimana dampak nikah sirri hanya berkata

86 Arifun Efendi, Wawancara, 12 Mei 2018, Pukul 18.00 WIB, Kebonagung Jember.

87 Jubaidah, Wawancara, 05 Juli 2018, Pukul 18.00 WIB, Kebonagung Jember.

sangat dirugikan dengan masih diperbolehkannya nikah sirri, beliau sampai sekarangpun masih merasakan sakit akibat suaminya menikah diam-diam secara sirri dengan perempuan lain, beliau juga memberi keluhan andai pemerintah dengan tegas melarang pernikahan sirri pasti tidak akan ada korban seperti beliau lagi. Pada intinya beliau sangat menderita karena masih di perbolehkannya nikah sirri.88

Banyaknya ragam alasan yang dilakukan kyai Kebonagung agar diperbolehkan melakukan pernikahan secara sirri, bahkan masyarakat sendiri banyak melakukan nikah sirri karena banyak dilakukan oleh kyai mereka sendiri. Meskipun pernikahan yang dilakukan oleh kyai dan warga kebonagung tidak menyimpang dari syariat Islam yaitu telah memenuhi syarat dan rukunya, namun mereka masih kurang sadar tentang arti pentingnya pencatatan suatu pernikahan.

Pernikahan pasti memiliki tujuan agar hidup lebih sempurna dan bahagia dunia dan akhirat yang selaras dengan Teori Mashlahah, sedangkan syarat dan rukun pernikahan sirri tidak mencakup tujuan pernikahan itu sendiri karena ada salah satu pihak yang tidak akan bahagia jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan, karena tidak mendapatkan perlidungan hukum dari Negara. Meskipun terdapat seorang istri yang bahagia akibat nikah sirri misalnya seorang janda yang bahagia akibat dinikahkan oleh seorang laki-laki namun tidak menutup kemungkinan suatu saat akan terjadi mudlârat terhadap

88 Siti Qomariyah, Wawancara, 05 Juli 2018, Pukul 18.00 WIB, Kebonagung Jember.

calon istri. Alangkah lebih baiknya kita dari awal berhati-hati untuk mendapat kebahagiaan tanpa adanya rasa khawatir kemudian hari.

2. Latar Belakang Kyai Melakukan Nikah Sirri di Kebonagung Berdasarkan data yang diperoleh peneliti di lapangan peneliti banyak pasangan kyai yang melakukan nikah sirri, namun peneliti mengambil 8 sampel kyai untuk menggali data tentang Nikah sirri Kelurahan Kebonagung Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember diantaranya yaitu :

a. Kyai Ahmad Muchlis b. Kyai Abdullah Dafir c. Kyai Amsin Abdillah d. Kyai Samin

e. Kyai Muhammad Malik f. Kyai Muhammad Nawawi g. Kyai Arifun Efendi

h. Kyai Abdurrahman

Pernikahan sirri sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Kelurahan Kebonagung Jember. Sementara itu jika ditinjau dari Teori Mashlahah, hal ini tidak sejalan dengan tujuan suatu pernikahan.

Beberapa kyai memandang bahwa hukum pernikahan sirri dianggap sah, apabila hal tersebut sesuai dengan Syari‟at Islam.

Pernyataan tersebut di ungkapkan oleh Kyai Muhammad Nawawi

selaku salah satu tokoh agama yang ada di Kelurahan Kebonagung, beliau mengatakan :

Menurut kauleh nikah Sirri hukummah panikah sah, pokok en rukun ben syarattah panikah sesuai ben syari‟at Islam.

(Menurut saya nikah sirri hukumnya ialah sah, yang penting sudah memenuhi rukun dan syaratnya sesuai syariat Islam). 89 Tokoh-tokoh agama di Kelurahan Kebonagung ada yang setuju dengan pernikahan sirri namun ada juga yang tidak setuju. Kyai Abdullah Dafir yang ada di Kelurahan Kebonagung RT 002 RW 003 adalah tokoh yang setuju dengan pernikahan Sirri, beliau berpendapat bahwa pernikahan sirri adalah dibolehkannya hubungan suami istri agar terhindar dari perbuatan zina. Pernikahan sirri dilakukan dengan kesepakatan kedua belah pihak. Pada zaman Nabi Muhammad SAW para sahabat juga banyak yang melakukan nikah sirri.90

Kyai Ahmad Muchlis selaku guru ngaji di salah satu surau di Kelurahan Kebonagung RT 003 RW 003 adalah salah satu tokoh agama yang tidak setuju dengan pernikahan sirri, beliau berpendapat nikah sirri tidak sah karena tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA) walaupun terkadang beliau juga sering diminta untuk menikahkan anak orang lain secara Sirri oleh tetangga, disini beliau terkadang menerima dan terkadang menolaknya tergantung kondisi yang mau dinikahkan. Karena biasanya ada seseorang yang minta dinikahkan karena sudah kecelakaan atau sudah hamil duluan, jika

89 Muhammad Nawawi, Wawancara, 11 Mei 2018, Pukul 14.00 WIB, Kebonagung Jember.

90 Abdullah Dafir, Wawancara, 11 Mei 2018. Pukul 20.30 WIB, Kebonagung Jember.

alasannya tidak sesuai dengan syariat dengan tegas beliau tidak mau untuk menikahkannya. Hal ini karena beliau merasa miris melihat anak dizaman sekarang yang bergaul secara bebas dan akhhirnya terjadi hal yang tidak diinginkan, beliau hanya mengikuti kata hatinya, jika kata hatinya sudah tidak tenang menikahkan untuk menikahkan seseorang maka ia tolak saja.91

Kyai Arifun Efendi selaku kyai yang baru saja pindah ke Kelurahan Kebonagung karena ikut istri barunya meskipun sudah sepuh beliau menikah secara sah di KUA karena beliau salah satu tokoh agama yang menganggap nikah sirri hukumnya sah tapi haram karena Negara Indonesia adalah negara hukum dan juga mempermudah segala urusan administrasi kedepannya, jadi alangkah baiknya pernikahan dicatatkan saja ke KUA.92

Para kyai di Kelurahan Kebonagung memandang bahwa, nikah sirri dilakukan karena terdapat beberapa faktor yang menjadi latarbelakang kyai untuk melakukan nikah sirri yaitu :

a) Menghindari zina

Setiap orang memiliki hak masing-masing dalam melakukan sesuatu yang ia inginkan termasuk menikah.

Seorang tokoh agama yang sudah mengerti lebih dalam tentang hukum Islam tentu menghindari untuk melakukan

91 Ahmad Muchlis, Wawancara, 12 Mei 2018. Pukul 14.00 WIB, Kebunagung Jember.

92 Arifun Efendi, Wawancara, 12 Mei 2018. Pukul 18.00 WIB, Kebonagung Jember.

zina dengan cara menikah sirri. Pernyataan ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Kyai Muhammad Nawawi bahwa :

meskipun saya dianggap seseorang yang mengerti tentang agama oleh banyak orang, namun saya juga memiliki nafsu sebagaimana manusia seperti umumnya, jadi untuk menghindari dosa yang tidak diinginakan oleh siapapun apalagi sampai berbuat zina lebih baik nikah sirri agar dapat merubah dosa menjadi pahala.93

b) Memperbanyak keturunan

Seorang kyai yang memiliki finansial yang memadai dan beberapa lembaga tentu saja menginginkan penerus yang tidak cukup hanya satu atau dua anak bahkan ingin memiliki istri lebih dari satu agar disetiap lembaga ada tempat bersinggah yang menentramkan hati disela-sela kesibukan mengurus sebuah lembaga keagamaan yang begitu padat.

Sebagai contoh Kyai Muhammad Malik yang memiki dua lembaga pondok pesantren di dua tempat yaitu Kelurahan Kebonagung dan desa Durjo.

Meskipun umur beliau sudah tidak muda lagi beliau menikah sirri dengan seorang janda untuk menemani masa tuanya dan membantu mengurus pesantren yang beliau dirikan di dua tempat. Beliau juga berharap mendapat keturunan yang banyak agar menjadi penerusnya kelak untuk menyiarkan perintah agama. Beliau berkata :

93 Muhammad Nawawi, Wawancara, 11 Mei 2018. Pukul 20.30 WIB, Kebonagung Jember.

Jika kita bisa berbuat adil dalam Al-Qur‟an pun dijelaskan tidak masalah memiliki istri lebih dari satu. Apalagi saya memiliki dua pondok pesantren di lain desa. Saya ingin mempunyai istri kedua untuk menemani saya mengurus pesantren disetiap desa. Masalah nikahnya didaftarkan ke KUA atau tidak menurut saya tidak menjadi permasalahan sepanjang rukun dan syaratnya terpenuhi, toh istri saya sudah saling ridho dan bahagia menemani saya dimasa-masa tua.

Apalagi yang saya nikahi adalah seorang janda seperti halnya Nabi Muhammah SAW yang menikah lebih dari satu dengan perempuan janda bahkan banyak dalam suatu riwayat untuk menolong mereka menanggung beban hidup. Nabi juga bersabda untuk memperbanyak keturunan agar supaya Islam semakin kuat dan kokoh di akhir-akhir zaman yang sudah rusak ini.94

c) Tertarik pada santrinya

Setiap orang tua pasti ingin anak perempuanya tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas yang sedang marak terjadi di zaman sekarang. Kebanyakan seorang perempuan sangat mudah didapat oleh laki-laki yang tidak bertanggungjawab dengan segala cara yang dimilikinya. Hal ini menyebabkan banyak orang tua yang memilih pondok pesantren sebagai sarana bagi putrinya, untuk mendapat pemahaman ilmu agama yang kuat agar dapat mengarungi kerasnya hidup.

Santriwati yang mendapat perhatian khusus dari kyainya karena merupakan santriwati yang rajin, tekun serta memiliki paras yang anggun dan menawan maka, seorang kyai tidak segan-segan untuk melamarnya. Sama halnya yang dilakukan

94Muhammad Malik, Wawancara, 14 Mei 2018. Pukul 19.00 WIB, Kebonagung Jember.

oleh Kyai Amsin Abdillah di Kelurahan Kebonagung, yang menikah dengan santriwatinya sendiri karena senang melihat santriwati yang anggun dan rajin dalam belajar ilmu agama, karena anak kyainya sendiri yang melamarnya, orang tua mana yang menolak lamaran seorang kyai apalagi orang tua tersebut adalah alumni dari pesantren tersebut. Sikap ta‟dzim kepada kyai menjadi nomor satu bagi para orang tua.

Kyai Amsin Abdillah berpendapat bahwa nikah yang dilakukannya secara sirri dengan santriwati sendiri hukumnya sah karena wali dari si perempuan tersebut sudah mengijinkannya apalagi syarat dan rukunya sudah terpenuhi semua. Masalah dicatat ke KUA atau tidaknya, menurut beliau tidak termasuk syarat dan rukunya dalam sebuah pernikahan.95

d) Ekonomi

Kyai di Kelurahan Kebonagung berprofesi sebagai petani, karena rata-rata hanya berpendidikan pada lulusan pesantren.

Hal ini yang mengakibatkan beliau tidak memiliki ijazah untuk bekerja ditingkat yang lebih tinggi. Dengan keterbatasan ekonomi seorang kyai lebih memilih nikah Sirri karena tidak memiliki penghasilan yang tetap. Nikah Sirri merupakan jalan agar dapat membangun rumah tangga karena

95 Amsin Abdillah, Wawancara, 14 Mei 2018. Pukul 20.00 WIB, Kebonagung Jember.

sudah memiliki keinginan untuk menikah. Sesuai dengan pernyataan yang diungkapkan oleh kyai Abdullah Dafir :

Hal yang menyebabkan saya melakukan nikah Sirri ini dek, terutama terkait tentang ekonomi. Saya kan hanya lulusan pesantren tidak punya ijazah, apalagi hidup di desa seperti ini. Ya mau tidak mau untuk mencukupi keperluan sehari-hari saya bekerja sebagai petani. Sedangkan penghasilanya tidak menentu, sehingga saya tidak mampu untuk menikah secara resmi di KUA, yang terpenting menurut saya sudah sah secara agama dek.96

Dari ungkapan beliau sudah jelas bahwa faktor ekonomi menjadi alasan untuk seorang kyai melakukan nikah Sirri tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan kedepannya untuk jangka panjang. Dapat dimaklumi karena pesantren dulu tidak seperti sekarang yang lengkap dengan sekolah umumnya jadi bisa mendalami agama sekaligus mendapat pengetahuan umum. Namun seorang kyai juga harus memikirkan akibat dari suatu pernikahan untuk jangka panjang, karena pernikahan tidak hanya untuk sesaat namun untuk selamanya.

Mayoritas kyai dari yang peneliti wawancarai bahwa kecenderungan melakukan nikah sirri yakni untuk menghindari zina, ingin memperbanyak keturunan, menyukai santriwatinya sendiri dan faktor ekonomi. Dari faktor tersebut mereka melakukan nikah sirri karena hanya berpegang pada syarat dan rukun pernikahan secara agama saja, tidak dari segi yang lain terutama kewajiban pencatatan

96 Abdullah Dafir, Wawancara, 11 April 2018. Pukul 20.15 WIB, Kebonagung Jember.

nikah dalam KHI dan kemashlahatan bagi perempuan jika berhadapan dengan hukum. Di Indonesia sendiri adalah negara yang menganut hukum positif. Hal ini diperkuat oleh Kyai Ahmad Muchlis bahwa :

nikah panikah benni gun ngalalagi akad kaangguy hubungan beden tapeh pernikahan gnikah ageduen tojjuen semoljeh sekoduh ejegeh bereng keduwenah male olle kesenengan dunnyah ben akhiratah salah setong gnikah olle Mashlahah ka angguy ummat manussah male odik sakinah, mawaddah, warohmah.97

(nikah itu bukan hanya menghalalkan suatu akad untuk berhubungan intim tapi suatu pernikahan memiliki tujuan yang mulia yang harus dijaga oleh kedua pasangan agar mendapat kebahagiaan didunia dan akhirat. Salah satunya yaitu mendapat kemashlahatan bagi umat manusia agar hidup sakinah, mawaddah, warahmah).

Dengan tidak adanya akibat hukum dari suatu pernikahan yang tidak dicatatkan maka juga akan memberi pengaruh terutama dalam masalah harta pernikahan dan status hukum dari keturunan hasil dari pernikahan tersebut. Disamping itu juga berpenaruh terhadap hak dan kewajiban masing-masing pihak termasuk juga hak-hak sipil dan layanan publik. Hal ini sesuai dengan pendapat Kyai Ahmad Muchlis bahwa :

Saya tidak setuju nikah sirri yang dilakukan para tokoh agama, karena hanya akan merugikan hak istri jika perkawinnnya tidak dicatatkan di KUA, baik dari harta dan anak yang dilahirkan dari suami dan istri tidak mendapat akta kelahiran.98

Ada yang menarik dari sebagian istri beberapa kyai yang peneliti wawancarai, Ibu Ni‟matus Sholehah yang merupakan istri dari kyai

97 Ahmad Muchlis, Wawancara, 12 Mei 2018. Pukul 14.00 WIB, Kebonagung Jember

98 Ahmad Muchlis, Wawancara, 12 Mei 2018. Pukul 14.00 WIB, Kebonagung Jember

Amsin Abdillah bercerita bahwa beliau menikah sirri dengan anak kyai sepuh dari orang tuanya. Kyai Amsin yang merupakan putra dari Kyai Abdul Yaqin tertarik pada muridnya sendiri yaitu Ibu Ni‟mah. Pada awalnya beliau hanya pasrah dengan keputusan kedua orang tuanya karena pilihan orang tua pasti yang terbaik untuk anaknya, tidak ada rasa sayang diantara mereka hanya rasa hormat karena suaminya adalah anak dari kyainya sendiri, namun pada akhirnya beliau menderita menjalani hidup tanpa kasih sayang, dan ingin bercerai tidak mendapat perlindungan hukum dari negara.99 Jadi pada intinya menikah sirri yang dilakukan oleh kyai tidak sepenuhnya mendatangkan Mashlahah bagi pihak istri karena ada perempuan yang menderita karena nikah Sirri yang tidak mendapatkan payung hukum dari negara.

Kesimpulan yang dapat dipahami dari hasil wawancara yang peneliti lakukan, adalah para tokoh agama tidak mengerti akan wajibnya pencatatan suatu pernikahan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Mereka hanya memahami tata cara menikah yang sah menurut agama Islam tanpa melihat kewajiban dari negaranya sendiri. Bahkan disisi lain ada pihak yang menderita menjalani hidup karena tidak ada pilihan lain kecuali menerima kenyataan yang telah terjadi.

99 Ni‟matus Sholihah, Wawancara, 14 Mei 2018. Pukul 20.00 WIB, Kebonagung Jember.

3. Pendapat Ulama’ Mengenai Nikah Sirri Menurut Teori Mashlahah Pada zaman Nabi Muhammad SAW nikah Sirri sudah di lakukan oleh para sahabat dan tabiin, namun seiring berjalannya waktu, berbagai peraturan dari pemerintah Indonesia yang merupakan negara hukum berubah mengikuti alur kehidupan manusia. Begitupun dengan peraturan hukum Islam yang fleksibel mengikuti perubahan zaman, ruang dan keadaan manusia. Dalam kaidah fikih juga dikenal sebuah prinsip bahwa hukum senantiasa berubah sesuai dengan perubahan alasan hukum, ruang waktu, dan tuntutan kondisi sosial.

ُُْكُحْلا عُرُلُ ُجُا رُدُجُّ ةِ َّلُُ ُعُ مُ ُرُدُ

(Hukum itu berkaitan dengan ‘illat-nya baik adanya maupun ketiadaannya)

ُّةُنّعْزَ ْلْاُجُّةُنّكْعَ ْلْاُّ ميَُّغُتّبُ ُةِ يَُّغُتُتُُم ُكَْحَ ْلْا

(Hukum berubah dengan perubahan masa dan tempat).100

Di era klasik, para fuqaha menilai bahwa kehadiran wali dan dua saksi sudah cukup dijadikan bukti keabsahan nikah dan dapat menepis fitnah dari masyarakat. Namun seiring dengan perkembangan kondisi sosial, menikah tanpa pencatatan selalu menimbulkan fitnah di masyarakat kita, sehingga pencatatan nikah hukumnya wajib untuk menolak fitnah dari masyarakat. Pencatatan nikah hukumnya wajib

100 A. Rahman Asjmuni, Qoidah – Qoidah Fikih, (Jakarta : Bulan Bintang, 1976), 24

Dokumen terkait