• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data dan Analisis

Penyajian data dalah kumpulan informasi yang terorganisir dan terkompresi yang memungkinkan pengambilan kesimpulan dan tindakan.

Pada tahap ini peneliti menyajikan data yang terlah terorganisir, data disajikan dalam bentuk uraian agar mudah dipahami.

c. Verifikasi dan Penarikan Kesimpulan

Pada tahap ini peneliti mengumpulkan data dengan mencatat rincian keteraturan dalam penjelasan. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak dikemukakan bukti-bukti yang kuat dan mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.

Kesimpulan dari data penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada dengan demikian kesimpulan dapat

37 M. B. Miles, A. M. Huberman, J. Saldana, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, Terj. Tjetjep Rohindi Rohii, (Jakarta: UI Press, 2014), 31.

36

menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin saja tidak.

F. Keabsahan data

Keabsahan data konsep menunjukkan kesahihan serta keadaan data di dalam suatu penelitian. Dalam menguji suatu data tersebut peneliti menggunakan triangulasi, yaitu teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.38 Teknik triangulasi dalam penelitian yang akan dilakukan ini adalah triangulasi teknik dan sumber, serta berdasarkan jenis penelitiannya yaitu penelitian kualitatif.

1) Triangulasi Teknik yaitu membandingkan dan mengecek kembali informasi atau data yang diperoleh dari sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.

2) Triangulasi Sumber, yaitu membandingkan dan mengecek kembali informasi atau data yang diperoleh dari beberapa sumber.

G. Tahap-tahap Penelitian

Tahapan penelitian adalah langkah-langkah atau cara-cara peneliti mengadakan penelitian untuk mencari dan mengumpulkan data. Dalam tahap penelitian ini menguraikan rencana pelaksanaan peneliti yang akan dilakukan oleh peneliti. Mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, dan sampai pada penulisan laporan.39

38 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R & D, 273.

39 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiyah, 50.

Adapun tahap-tahap penelitian ini ialah:

1. Tahap Pra Lapangan

Pada tahap ini peneliti sebelum melaksanakan penelitian, ada beberapa tahapan yang dilakukan, yaitu melaksanakan wawancara terkait objek penelitian, membuat judul mengenai suatu permasalahan atau keunikan dari objek penelitian. Kemudian judul diajukan kepada Ketua Program Studi, yang selanjutkan akan ditetapkan lokasi penelitian serta dosen pembingbing skripsi. Setelah mendapat dosen pembimbing skripsi, peneliti membuat surat tugas dan bimbingan skripsi, matrik penelitian, dan membuat proposal penelitian.

2. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap ini peneliti memasuki lapangan untuk konsultasi dengan pihak yang berwenang dan yang berkepentingan. Peneliti juga mengumpulkan data melalui sumber data yang telah ditentukan sebagai objek penelitian, menganalisis data dengan menggunakan prosedur penelitian yang telah ditetapkan.

3. Tahap Analisis Data

Tahap analisis data merupakan tahap terakhir dalam proses penelitian. Dalam tahap ini peneliti mengumpulkan data dengan mencatat rincian keterangan dalam penjelasan. Menyusun hasil laporan penelitiannya dengan menganalisis data yang telah diperolehnya.

Kemudian data yang dianalisis di deskripsikan dan ditarik sebuah kesimpulan.

BAB IV

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

A. Gambaran Umum Pondok Pesantren Al-Hasan 01 Kemiri Panti 1. Sejarah Pondok Pesantren

Pesantren Al-Hasan terletak di Desa Kemiri Kecamatan Panti, mungkin salah satu Yayasan Ponpes tertua di masa itu, tahun 1942.

Pendiri pertama KH Hasan Baisun, yang mungkin tidak asing lagi di telinga masyarakat panti, mau pun diluar daerah.

Pada saat itu belum dibangun pondok (penginapan). Santri generasi awal itu menginap di mushala. Kemudian menyusul beberapa santri yang lain, ikut mondok di sana. Barulah secara perlahan pondok Bustanul Ulum dirintis.

Pada awalnya mendirikan Madrasah Diniyah (Madin) guna mendukung proses belajar mengajar dalam kajian keagaman. Berdirinya Madin tersebut dijadikan simbol sejarah berdirinya Ponpes Al Hasan.

Dengan kebanggaan dan cita-cita Sang Kiai, tidak berlangsung lama (Madin) berjalan sesuai keinginan Sang Kiai. Keberadaan Madin pun menjadi sekolah yang cintai warga Jember.

2. Riwayat Pengasuh:

a.

KH. Hasan Baisun

b.

KH. Muzammil Hasba

c.

Nyai Faridah Hasba

3. Pendidikan

Pengajaran di Al Hasan sebagaimana pondok salaf umumnya, mengajarkan kitab-kitab kuning di pendidikan diniyah. Pagi hari setelah subuh para santri putri mengkaji kitab tafsir Jalalain. Kemudian mereka mendapat kesempatan menyiapkan diri mengikuti pendidikan formal di MTS atau SMU dan SMK yang semuanya ada di lingkungan Al Hasan.

Siangnya pendidikan diniyah dilanjutkan. Mereka mengkaji kitab Minhajul Abidin, Bidayatul Hidayah, Safinatun Najah, Sulam Taufik. Malamnya mengkaji kitab Kifayatul Ahyar, Minhus Saniah, Ta’lim muta’allim dan Bulughul Maram.

Seminggu sekali, pada Sabtu malam, para santri mendapat kesempatan ba’tsul masaail. Layaknya alim ulama’, mereka menyiapkan berbagai literatur untuk menjelaskan hukum suatu masalah yang ditetapkan. Sehari sebelumnya, para santri secara bergilir mendapat kesempatan belajar pidato atau khithoba dengan didampingi para ustadzah.

4. Pendidikan Formal

a. TK Aminah b. MI Bustanul Ulum c. MTS Bustanul Ulum d. SMP Al-Hasan e. SMA Plus Al-Hasan f. SMK Al-Hasan

40

5. Pendidikan Non Formal

a. Taman Pendidikan Al Quran (TPQ)

b. Madrasah Diniyah Tingkat Awaliyah,Wustha dan Ulya c. Kajian Kitab Kuning

B. Penyajian Data dan Analisis

Dalam poin ini penulis akan membahas dan menyajikan data yang didapat dari penelitian dengan secara gamblang dan valid. Penulis jugaakan menguraikannya dan menganalisis data yang didapat dari penelitian yang terjadi di lapangan.

1. Pelaksanaan reward dalam Meningkatkan Motivasi hafalan Aqidatul Awam santri di Pondok Pesantren Al-Hasan 01 Kemiri Panti Jember a. Rangsangan Motivasi (Reward)

Sebelum membahas tentang hafalan nadhon disini peneliti ingin membahas terlebih dahulu tentang motivasi. Motivasi adalah keadaan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorong melakukan aktivitas tertentu guna pencapaian suatu tujuan. Dari Batasan ini di dalamnya terdapat tiga unsur yang berkenaan dengan dengan motivasi, yaitu motivasi itu senantiasa mengawali terjadinya suatu perbuatan energi pada diri setiap individu dan motivasi itu senantiasa dirangsang karena adanya suatu tujuan. Dalam hal ini motivasi ada karena dirangsang terlebih dahulu oleh sebuah rangsangan yang membuat seseorang mau berlomba-lomba untuk mencapai tujuan dengan cepat. Dalam hal ini motivasi menghafal

nadhom Aqidatul Awam di Santri Al-Hasan 01 Kemiri karena adanya sebuah rangsangan dari pihak Pondok. Berdasarkan hasil wawancara dengan Lora Agil sebagai berikut :

“Mereka Berlomba-lomba untuk menghafal Aqidatul Awam karena selain ingin masuk surga seperti iyang saya jelaskan sebelumnya jika barang siapa menghafal nadhom tauhid ini maka akan masuk surga. Tapi iming-iming akhirat saja gak cukup untuk anak zaman sekarang. Ya terbentuklah suatu kompetisi yang mana santri yang menang akan mendapat hadiah piagam sama gratis uang SPP selama 1 semester,”40 Kemudian pernyataan tersebut diperkuat oleh ustad Lutfi :

“Anak-anak jadi semangat ya karena ada hadiahnya itu mbak. Sebelumnya ya biasa aja.”41

Dan dilanjut oleh pernyataan ustazah Hikma :

“Dengan adanya reward ini ya Alhamdulillah anak-anak jadi semangat hafalan. Dikasih piagam sama gratis SPP 1 semester.”42

Jadi dari hasil wawancara tersebut bisa peneliti simpulkan bahwa sebuah motivasi akan meningkat jika ada rangsangan, seperti pemberiaan reward dalam bentuk piagam dan gratis SPP selama satu semester mereka berlomba-lomba untuk menjadi pemenang.

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti temukan yakni di Pondok Pesantren tersebut reward adalah cara Kyai dan segenap pengajar di Pondok sebagai cara untuk memotivasi santri terutama

40 Wawancara dengan Lora Agil selaku putra Kyai, 7 Oktober 2022

41 Wawancara dengan ustad Lutfi selaku pengajar, 7 Oktober 2022

42 Wawancara dengan Ustadzah Hikma selaku pengajar, 7 Oktober 2022

42

dalam hafalan. Karena sebelum diadakannya reward santri sangat malas untuk menghafal terutama kitab. 43

Dalam hal ini banyak sekali macam-macam reward Macam-macam reward diantaranya yaitu. Menurut Ngalim Purwanto dalam bukunya ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis macam-macam reward bisa berupa.44

1) Pujian yang mendidik, maksudnya seorang Pendidikan atau guru yang baik hendaknya memberi pujian kepada siswa ketika ia melihat tanda-tanda yang baik dan terpuji pada diri dan perilaku siswanya.

2) Hadiah yang dimaksud dengan hadiah disini berbentuk pemberian yang berupa barang seperti alat-alat keperluan sekolah.

3) Penghormatan ini dapat berbentuk dua macam pula. Pertama berbentuk semacam penobatan, yaitu anak yang mendapatkan penghormatan diumumkan dan ditampilkan dihadapan semua guru,wali murid dan teman-temannya.

Dari ketiga bentuk jenis reward dalam hal ini reward yang ada di Pondok Pedantren Al-Hasan 01 Kemiri yakni sudah mencakup ketiga jenis reward tersebut. Terbukti dengan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan Lora Agil sebagai berikut :

“Pada saat pemberian reward tak lupa pengajar memberi pujian terlebih dahulu kepada pemenang lomba dan yang meraih nilai

43 Observasi 1 Oktober 2022.

44 M. Ngalim Purwanto, ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2016), hlm. 183

tertinggi. Kemudian diberikan hadiahnya dan dipanggil ke depan untuk berfoto dengan Abah saya.”45

Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan yang diungkapkan oleh ustad Lutfi yakni :

“Iya mbak, selalu kita puji dulu agar tetap terus meningkatkan prestasinya. Diberi hadiah lalu dipanggil untuk berfoto bersama Kyai.”46]

Kemudian dilanjutkan oleh pernyataan dari Ustadzah Hikma :

“Mendapatkan penghargaan, pujian, intinya ya di sanjung gitu.”47

Dari beberapa hasil wawancara diatas bisa peneliti simpulkan bahwa di Pondok Pesantren Al-Hasan 01 Kemiri selain mendapatkan reward mereka juga dipuji atas apa yang telah diraih dan disuruh maju untuk berfoto dengan Kyai.

Dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti bahwa di Pondok Pesantren Al- Hasan 01 Kemiri memberikan semua jenis reward yakni pujian yang mendidik, maksudnya seorang Pendidikan atau guru yang baik hendaknya memberi pujian kepada santri yang telah meraih nilai tertinggi atau menang dalam lomba. Kemudian berupa Reward atau hadiah yang dimaksud dengan hadiah disini berbentuk pemberian yang berupa barang seperti alat-alat keperluan sekolah. Alat keperluan sekolah tersebut yakni berupa gratis membayar SPP selama satu bulan. Dan yang terakhir yakni penobatan, yaitu anak

45 Wawancara dengan Lora Agil selaku putra Kyai, 3 Oktober 2022.

46 Wawancara dengan ustad Lutfi selaku pengajar, 3 Oktober 2022.

47 Wawancara dengan ustadzah Hikma selaku pengajar, 3 Oktober 2022.

44

yang mendapatkan penghormatan diumumkan dan ditampilkan dihadapan semua guru,wali murid dan teman-temannya. Dalam hal ini santri yang telah berhasil meraih nilai tertinggi akan dipanggol kedepan dan berfoto dengan membawa piagam dengan Kyai.48

Dalam hal ini reward dipakai untuik memotivasi santri dalam menghafal kitab. Motivasi yang akan diraih dalam hal ini adalah motivasi dalam menghafal Nadhom. Nadhom bisa diartikan sebagai syair atau pujian dalam hal ini dapat dijadikan sebagai media dakwah dan pendidikan karena memiliki persamaan unsur, yaitu da’i (guru), mad’u (murid), mawdhu (materi atau bahan ajar), uhlub (metode), washilah (media). Nadhom Sunda ketika dibacakan, maka da’i dan mad’u-nya atau guru dan muridnya seorang diri terjadi proses internalisasi nilai.

Ketika nadhom dibacakan atau disampaikan (phonological decoding) dan terdengar oleh orang lain, terjadi proses eksternalisasi nilai yang diterima oleh pihak lain. Dari segi filsafat, penyampaian (melantunkan nadhom Sunda), merupakan fenomena internalisasi dan eksternalisasi nilai secara logik, etik, dan estetik. Sehingga media syair arab yang berupa nadhom ini benar-benar menjadi media dakwah dalam penyebaran Islam di Indonesia. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh al-Attas bahwa ada lima faktor yang menjadi latar belakang masuk dan berkembangnya Islam di kepulauan Melayu dan

48 Observasi, 1 Oktober 2022.

Indonesia, yakni: 1) perdagangan, 2) perkawinan antara muslim dan non muslim, 3) kemudahan dan kepentingan politik sebagai motif memeluk Islam, 4) penghargaan nilai ideology Islam, terutama bagi pemeluknya, 5) otoktoni (situasi yang ada sejak zaman purbakala sebagai milik atau sifat budaya suatu masyarakat. Pengaruh sastra arab terhadap kebudayaan Melayu-Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh faktor yang kelima yakni otoktoni, dengan masuknya sastra arab yang bernuansa sufistik seperti qosidah burdah, maulid al-barzanji, maulid al- diba’i dan lain-lain.49

b. Manfaat mengafal Nadhom Aqidatul Awam

Dalam hal ini nadhom yang akan dihafalkan oleh santri yakni nadhom Aqidatul awam. Nadhom aqidatul awam yakni isinya menjelaskan tentang ilmu Kalam (tauhid), yang pada akhir-akhir pembahasannya menjelaskan tentang sirah nabi, nasab dan keluarganya. Peneliti telah melakukan wawancara lengkap untuk mendapatkan hasil data yang diinginkan. Peneliti memperoleh hasil data dari wawancara dengan Lora Agil selaku Putra dari pemilik pondok atau yang bisa disebut Purta dari Kyai, kemudian ustad Lutfi sebagai pengajar di Pondok, dan ustadzah Hikmatus Sakdiyah sebagai pengajar di pondok. Menghafal nadhom Aqidatul Awam memiliki banyak manfaat dan fungsi salah satunya yakni seperti yang dipaparkan oleh Lora Agil yakni :

49 Umar Bukhory, “Resepsi Pondok Pesantren di Madura Terhadap Kitab Bergenre Nadzom”, OKARA Vol II Tahun 6 (November 2011), 15

46

“Manfaatnya ialah dapat membantu santri dan mempermudah memahami dari materi atau nadhom yang ada di sana. Tinggal bagaimana nantinya ditambahi dengan pemahaman dan terjemahan artinya. Karna disetiap semester kami juga akan mengadakan ujian.Dan nadhom itu akan keluar dalam ujian.

Jadi itu untuk mempermudah santri saat ujian, karena sudah dipejari sebelumnya. Nadham Aqidatul Awam menjelaskan tentang ilmu Kalam (tauhid), yang pada akhir-akhir pembahasannya menjelaskan tentang sirah nabi, nasab dan keluarganya. Nabi pernah berkata bahwa bacalah Nadhaman Tauhid, yang barang siapa menghafalnya akan masuk syurga, dan akan memperoleh apa yang diinginkan dari kebaikan-kebaikan yang sesuai dengan Al-Quran dan Hadits.”50

Kemudian pernyataan tersebut diperkuat oleh pernyataan dari ustad Lutfi yakni :

“Aqidatul awam ini manfaat mengafalkannya banyak mbak manfaatnya. Nabi berkata juga yang hafal nadhom tersebut jaminan masuk surga. Kemudian selain itu disini kita juga ada ujian.”51

Selanjutnya dilanjutkan oleh pernyataan dari ustadzah Hikmatus Sakdiyah yakni :

“Jaminan masuk surga karna nabi sendiri yang berkata.”52 Maka dari itu bisa peneliti simpulkan bahwa banyak sekali manfaat dari menghafal nadhom aqidatul awam salah satunya yakni poin yang paling utama adalah akan memperoleh syafaat yakni jaminan masuk surga dan memperoleh apa yang diinginkan dari kebaikan-kebaikan yang sesuai dengan Al-Quran dan Hadits. Selain itu nadhom ini juga akan keluar saat ujian.

50 Wawancara dengan Lora Agil selaku putra Kyai, 7 Oktober 2022

51 Wawancara dengan ustad Lutfi selaku pengajar, 7 Oktober 2022

52 Wawancara dengan ustadzah Hikmatus Sakdiyah selaku pengajar, 7 Oktober 2022

Dari observasi yang telah diperoleh dari lapangan yakni memang benar adanya jika di pondok Pesantren Al-Hasan 01 Kemiri Panti jember ada pembelajaran nadhom aqidatul awam. Selain itu juga ada lomba untuk menghafal nadhom tersebut yang mana jika santri hafal dan mendapat nilai terbaik akan mendapat reward yakni akan diberi piagam dan digratiskan untuk membayar SPP selama 1 bulan.53 c. Implementasi reward terhadap hafalan Nadhom Aqidatul Awam

Setelah mengetahui manfaat dari menghafal nadhom aqidatul awam tersebut peneliti ingin juga menggalih bagaimana implementasi dari nadhom aqidatul awam tersebut di Pondok Pesantren Al-Hasan 01 Kemiri. Berikut yakni hasil yang didapatkan oleh peneliti melalui wawancara dengan Lora Agil :

“Dinyanyikan mbak. Jadi ada dua nada (dicontohkan).”54

Pernyataan dari Lora Agil diperkuat oleh pernyataan dari ustad Lutfi :

“Untuk implementasi ini semakna dengan penerapan ya. Untuk penerapan ya di lagu atau dinyanyikan. Pas ada reward siswa lebih semangat dalam hafalan dan cepat dalam menghafal bahkan lebih cepat dari sebelumnya.”55

Kemudian dilanjutkan dengan pernyataan oleh ustdzah Hikmatus sakdiyah yakni :

“Pake nada, dilagu gitu dah. Dengan adanya reward siswa lebih semangat dalam hafalan dan cepat dalam menghafal bahkan

53 Observasi, 7 Oktober 2022

54 Wawancara dengan Lora Agil selaku putra Kyai, 7 Oktober 2022

55 Wawancara dengan ustad Lutfi selaku pengajar, 7 Oktober 2022

48

lebih cepat dari sebelumnya. Menyetorkan hafalan sebelum tanggal deadline.”56

Dari hasil wawancara diatas implementasi dari hafalan nadhom aqidatul awam yakni dengan dinyanyikan sesuai irama yang cocok seperti yang dicontohkan oleh pengajar.

Hasil dari observasi saat pembelajaran dan proses menghafal memang pada saat membaca nadhom aqidatul awam para santri menyanyikan secara bersama-sama sesuai nada yang diberikan dan dicontohkan oleh pengajar. Dengan adanya reward siswa lebih semangat dalam hafalan dan cepat dalam menghafal bahkan lebih cepat dari sebelumnya. Menyetorkan hafalan sebelum tanggal deadline.”57

Untuk memberi semnagat dan motivasi hafalan santri Pondok Pesantren mengadakan lomba menghafal setiap kitab. Namun dakam hak ini peneliti hanya berfokus pada hafalan nadhom kitab aqidatul awam. Berikut yakni hasil wawancara yang diperoleh dengan Lora Agil :

“Untuk memberi motivasi dan semngat menghafal pada santri.

Kita semua sepakat setiap ada hafalan-hafalan kitab akan mengadakan lomba yang mana jika santri yang memenangkan lomba akan mendapatkan reward yakni piagam dan tidak membayar spp selama 1 semester.”58

Kemudian pernyataan dari lora Agil diperkuat pernyataan dari Ustad Lutfi :

56 Wawancara dengan Ustadzah Hikma selaku pengajar, 7 Oktober 2022

57 Observasi, 7 Oktober 2022

58 Wawancara dengan Lora Agil selaku putra Kyai, 7 Oktober 2022

“Jadi disini Kyai sangat senang jika ada santri yang pintar mbak. Maka dari itu untuk menumbuhkan motivasi para santri selalu Kyai akan memberi reward untuk santri yang pintar.

Ujian nilai terbaik dikasih reward. Lomba menang dikasih reward.”59

Selanjutnya pernyataan tersebut dilanjutkan oleh ustadzah Hikmatus Sakdiyah.

“Untuk yang menang lombakan atau bahkan ditampilkan pada saat ujian dengan kriteria tertentu maupun nilai tertinggi yang sudah ditetapkan oleh pondok ya akan mendapat reward.

Rewardnya itu berupa piagam dan gratis uang spp 1 semester.”60

Dari beberapa hasil wawancara diatas dapat peneliti simpulkan bahwa untuk memotivasi dan memberi semangat pada santri Pondok Pesantren Al-Hasan 01 Kemiri Panti.

Dalam hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti.

Peneliti melihat ada beberapa santri yang menang dan mendapat hadiah piagam. Entah dalam lomba dan ujian.61 Berikut yakni hasil dokumentasinya :

Gambar 4.1

Santri pemenang lomba hafalan nadhom Aqidatul Awam62

59 Wawancara dengan Ustad Lutfi selaku pengajar, 7 Oktober 2022

60 Wawancara dengan Ustadzah Hikma selaku pengajar, 7 Oktober 2022

61 Observasi,7 Oktober 2022

62 Dokumentasi, 7 Oktober 2022

50

Santri yang mendapat reward pada halahan nadhom aqidatul awam dan mendapat reward piagam serta gratis pembayaran SPP selama satu semester. Dengan adanya reward siswa lebih semangat dalam hafalan dan cepat dalam menghafal bahkan lebih cepat dari sebelumnya. Menyetorkan hafalan sebelum tanggal deadline.

2. Kendala santri menghafal nadhom Aqidatul Awam di Pondok Pesantren Al-Hasan Kemiri Panti Jember

Kendala yakni sebuah penghalang dalam suatu proses untuk menuju tujuan. Dalam poin ini, setelah membahas tentang implementasi yang dilaksanakan menghafal nadhom aqidatul awan.

Peneliti akan membahas apa saja kendala yang dihadapi Berikut yakni hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan Lora Agil :

“Kendala yang dihadapi yakni ini mbak. Hmm… Ya kalau hafal sih hafal. Cuman untuk pemahaman santri ini memang sangat susah. Sedangkan yang dilombakan itu selain nada yang bagus juga pemahaman dari nadhom. Misalnya nih tentang tauhid,tauhid kan susah memahaminya gitu. Coba baca bacaan tentang tauhid.. nah disini santri langsung blank. Kalau hafalan dinyanyikanya gampang. Jadi ada dua penilaian satunya suruh menghafal aqidatul awam dinyanyikan. Terus setelah itu ditanyai satu persatu kayak tadi itu. ” 63

Kemudian pernyataan dari lora Agil diperkuat oleh ustad Lutfi :

“Untuk hafal semua hafal kalau menyanyikan. Tapi kadang ada anak yang gak PD karena terlalu pendiem. Terus kesusahan di pemahaman juga.”64

63 Wawancara dengan Lora Agil selaku putra Kyai, 7 Oktober 2022

64 Wawancara dengan ustad Lutfi selaku pengajar, 7 Oktober 2022

Kemudian dilanjutkan oleh ustadzah Hikmatus Sakdiyah :

“Kesusahan di pemahaman saja. Untuk hafalan semua hafal insyaAllah.”

Dari hasil wawancara diatas kendala yang dihadapi saat hafalan nadhom aqidatul awam yakni pada pemahaman santri. Untuk hafalan nadhoman yang dinyanyikan semua santri sudah hafal. Hal tersulit dalam nadhom yakni memahami arti ayat.

Pada hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti yakni memang santri saat menyanyikan nadhom aqidatul awan sudah bagus semua dan hafal. Tetapi untuk pemahaman masih kurang.

Tabel 4.1

Tabel Temuan Penelitian

No. Fokus Penelitian Hasil Temuan

1 Pelaksanaan reward dalam Meningkatkan Motivasi hafalan Aqidatul Awam santri di Pondok Pesantren Al-Hasan 01 Kemiri Panti Jember

Implementasi reward terhadap hafalan Nadhom Aqidatul Awam yang digunakan di Pondok Pesantren Al-Hasan 01 Kemiri pada saat pembelajaran menghafal kitab Aqidatul Awam yakni dengan dinyanyikan sesuai dengan yang

52

diintruksikan oleh ustad/ustadzah yang menggajar di pondok tersebut. Tak hanya sekedar dinyanyikan santri juga wajib untuk memahami makna dari setiap bait yang ada dalam kitab tersebut.

Yang mana akan diujikan dalam ujian semester dan akan dilombakan. Reward yang diberikan oleh pondok pesantren yakni berupa piagam dan gratis membayar spp untuk satu bulan.

Dengan adanya reward siswa lebih semangat dalam hafalan dan cepat dalam menghafal bahkan lebih cepat dari

sebelumnya.

Menyetorkan hafalan sebelum tanggal deadline.

2 Kendala santri menghafal nadhom Aqidatul Awam di Pondok Pesantren Al-Hasan Kemiri Panti Jember

Masih banyak santri yang tidak bisa dalam memahami maknanya.

Jadi kendala yang dihadapi saat menghafal nadhom aqidatul awam yakni pada pemahaman

santri. Untuk

nadhomnya sendiri yang dinyanyikan sudah hafal. Hanya saja santri kurang pemahamannya.

Dokumen terkait