BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
B. Penyajian Data dan Analisis
sebelumnya ada problem yang berhubungan dengan kinerja guru yang kurang profesional, maka komite sekolah/madrasah sebagai pemberi pertimbangan akan bertindak tegas kepada oknum guru yang bersangkutan. Pernyataan tersebut berdasarkan hasil wawancara dengan ketua komite sekolah/madrasah berikut.
Dalam rangka untuk meningkatkan prestasi akademik siswa, maka saya selaku komite sekolah/madrasah terus berusaha membenahi mutu pendidikan yang ada di MTs. al-Hidayah Bondoydo, terutama dari segi tingkat profesionalisme guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik di lembaga tersebut. Jika ada guru yang menunjukkan ketidak seriusan dalam mengajar, maka saya akan melakukan gebrakan dengan mengumpulkan para guru serta pengurus lembaga untuk membicarakan problem yang ada dalam lembaga. Karena menurut pendapat saya, jika ada guru yang tidak profesional dalam mengajar, seperti contoh malas dalam mengajar, maka hal tersebut akan berdampak besar pada siswanya yang kemudian siswa akan menjadi korban. Dan saya sangat tidak menginginkan siswa di MTs. al-Hidayah menjadi korban ketidak seriusan guru dalam mengajar. Karena hal tersebut akan berpegaruh besar pada meningkat atau tidaknya prestasi siswa.12
Pemberian pertimbangan oleh komite sekolah/madrasah di MTs.
al-Hidayah Bondoyudo sangat penting, karena komite sekolah/madrasah adalah wakil dari masyarakat yang menjadi partner sekolah dalam menentukan masa depan lembaga pendidikan ini. Pemberian pertimbangan oleh komite sekolah/madrasah ini, dimaksudkan agar apapun yang ditentukan oleh sekolah tidak jauh dari apa yang diharapkan oleh masyarakat utamanya orang tua siswa yang menyandarkan harapannya kepada sekolah, yaitu untuk menjadikan putra-putri meraka menjadi penerus bangsa yang pandai, berbudi luhur dan mempunyai jiwa kebangsaan yang tinggi.
12 Moh. Kamil, Wawancara, Lumajang, 7 Mei 2015.
Komite sekolah/madrasah memberikan pertimbangan kepada sekolah berkenaan dengan pendidikan di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, mulai dari menentukan kebijakan-kebijakan apa yang akan diambil, kegiatan-kegiatan sekolah, penentuan visi-misi dan tujuan sekolah, dan lain sebagainya.
Ketua komite sekolah/madrasah, dalam wawancara dengan peneliti menuturkan:
Komite sekolah/madrasah juga memberikan pertimbangan tentang kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh sekolah, dan juga ikut memberikan pertimbangan dalam perumusan visi-misi sekolah. Komite sekolah/madrasah memberikan pertimbangan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, seperti perlu tidaknya pembenahan sarana prasarana, peningkatan profesionalisme guru dan juga peningkatan kesejahteraan bagi guru.13
Senada dengan apa yang dikatakan oleh ketua komite sekolah/
madrasah, kepala MTs. al-Hidayah Bondoyudo, juga mengungkapkan sebagai berikut.
Kami selaku pengurus MTs. al-Hidayah Bondoyudo, dalam setiap kesempatan rapat selalu melibatkan peran komite sekolah/madrasah di dalamnya. Komite sekolah/madrasah selalu dilibatkan dalam setiap rapat sekolah, seperti rapat yang membahas mengenai Rencana Anggaran Belanja Sekolah (RABS), penentuan program kera sekolah, penentuan visi misi sekolah, rapat untuk menentukan jadwal kegiatan belajar mengajar dan lain sebagainya. Hal ini dimaksudkan, agar apa yang diinginkan oleh wali murid dapat disampaikan melalui saran-saran dan berbagai pertimbangan yang dikemukakan komite sekolah pada saat rapat.14
Ketua komite dalam menentukan kebijakannya, tidak dilakukan secara sepihak, akan tetapi terlebih dahulu mengadakan rapat dengan
13 Moh. Kamil, Wawancara, Lumajang, 7 Mei 2015.
14 Moh. Kamil, Wawancara, Lumajang, 7 Mei 2015.
kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, yang kemudian dilanjutkan dengan rapat bersama dewan guru untuk memutuskan kebijakan yang akan diambil.
Mutu Sarana dan prasarana di suatu lembaga pendidikan perlu ditingkatkan demi tercapainya prestasi belajar siswa yang diharapkan.
Sarana prasarana merupaka faktor yang sangat berperan demi tercapainya prestasi belajar siswa yang tentunya diharapkan oleh semua pihak. Jika sarana dan prasarana di suatu lembaga pendidikan terpenuhi dengan baik, maka dapat dijamin, proses pembelajaran di lembaga pendidikan tersebut akan berjalan dengan lancar, dan presatasi belajar siswa akan ikut meningkat. Sebaliknya, jika keadaan sarana prasarana sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar di suatu lembaga pendidikan tidak terpenuhi dengan baik, maka dapat dimungkinkan proses pembelajarannya akan terhambat pula, yang pada akhirnya siswa akan menjadi korban dan prestasi belajarnyapun akan mengalami penurunan.
Komite sekolah/madrasah juga memberikan pertimbangan tentang sarana prasarana ini. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua komite sekolah/madrasah, beliau mengemukakan sebagai berikut.
Kami sebagai lembaga yang juga harus ikut serta dalam mengelola MTs. al-Hidayah Bondoyudo, agar menjadi lebih baik kedepannya, memberikan hak dan kewajiban yang sama pula kepada segenap elemen masyarakat sekolah yang ada di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan yang ada di lembaga pendidikan ini. Selain dari pada itu, kami sebagai lembaga otonom juga memberikan pertimbangan mengenai peningkatan mutu sarana dan prasaran yang ada di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, yang tentunya hal
tersebut harus uga kami pertimbangkan sesuai dengan dana yang ada di lembaga.15
Komite sekolah/madrasah di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, dalam menjalankan peranannya sebagai lembaga pendukung sangat terasa kinerjanya, di mana apa yang dibutuhkan oleh lembaga terutama dari segi peningkatan mutu sarana prasarana, maka komite sekolah/madrasah tidak segan-segan untuk memberikan dana, bahkan dana pribadi demi kelancaran pendidikan di MTs. al-Hidayah. Mengenai dukungan yang diberikan oleh komite sekolah/madrasah kepada MTs. al-Hidayah Bondoyudo, bendahara komite sekolah menjelaskan sebagai berikut.
Komite sekolah/madrasah di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, dalam hal pendanaan selain dana dari pribadi ketua komite sekolah/madrasah, 50% dana dari perbendaharaan komite juga diberikan kepada sekolah, karena kalau kita hanya mengandalkan dana dari pemerintah seperti DIPA, BOS, maka hal tersebut belum bisa mencukupi kebutuhan-kebutuhan yang ada di MTs. al-Hidayah Bondoyudo.16
Senada dengan penjelasan bendahara komite di atas, salah seorang guru MTs. al-Hidayah Bondoyudo, juga mengungkapkan sebagai berikut.
Peran serta komite sekolah/madrasah terutama H. Kamil selaku Ketua Komite di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, sangat terasa. Komite sekolah/
madrasah sangat peduli dalam mendukung pendidikan di lembaga ini.
Seperti contoh jika ada bangku yang rusak, maka komite sekolah/
madrasah akan segera turun tangan membenahinya, dan bahkan biaya perbaikan tersebut bisa diambil dari uang pribadi ketua komite sekolah/
madrasah. Bahkan kami berpandangan bahwa komite sekolah/madrasah lebih peduli terhadap lembaga ini daripada kepala sekolah.17
Komite sekolah/madrasah dalam kaitannya dengan prestasi belajar siswa aspek kognitif, harus mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan
15 Moh. Kamil, Wawancara, Lumajang, 7 Mei 2015.
16 Samsul Arifin, Wawancara, Lumajang, 12 Mei 2015.
17 Lutfi, Wawancara, Lumajang, 20 Mei 2015.
siswa selama menempuh pendidikan, yang dapat diketahui melalui buku hasil penilaian siswa. Jika komite sekolah/madrasah mengetahui tingkat pengetahuan siswa, maka dapat mengontrol keberhasilan siswa dalam menempuh pendidikan. Oleh karena itu, komite sekolah/madrasah sebagai lembaga otonom dalam suatu lembaga pendidikan harus meminta penjelasan ke sekolah terkait hasil penilaian siswa. Mengenai hal ini, Kepala MTs. al-Hidayah Bondoyudo, dalam wawancara dengan peneliti, menegaskan.
Setiap akhir semester, setelah nilai siswa diketahui, maka sekolah akan menyerahkan laporan hasil penilaian siswa selama satu semester kepada komite sekolah/madrasah. Dengan laporan tersebut, tentunya komite sekolah/madrasah dapat mengontrol tingkat pengetahuan siswa di lembaga ini. Dan jika ada hal yang tidak sesuai dengan harapan, maka komite sekolah/madrasah akan memberikan masukannya kepada sekolah melalui forum rapat bersama dengan kepala sekolah, waka dan dewan guru.18
Komite sekolah/madrasah dalam menjalankan peranannya sebagai mediator, bertugas menghubungkan antara sekolah dengan orang tua siswa agar dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik. Usaha menjembatani komunikasi ini agar ide, tuntutan, informasi, kritik dan saran dapat tersalurkan ke sekolah melalui perantara komite sekolah/
madrasah. Aspirasi, ide, tuntutan, kritik dan saran yang masuk ke sekolah dapat dijadikan koreksi dan selanjutnya ditindak lanjuti oleh sekolah.
Pernyataan tersebut sebagaimana yang dikemukakan oleh ketua komite sekolah/madrasah, sebagai berikut.
18 Ilyasin, Wawancara, Lumajang, 21 Mei 2015.
Kami sebagai badan yang menjembatani antara masyarakat dan sekolah, selalu menampung aspirasi dari orang tua siswa baik itu berupa kritik, saran atau tuntutan dari problem yang ada pada putra/putrinya, baik itu problem dari segi nilai atau pengetahuan yang kurang memuaskan, sikap/sifat putra/putrinya yang tidak sesuai dengan harapan. Kemudian semua itu kami jadikan bahan evaluasi dan pemberian pertimbangan juga saran kepada sekolah melalui forum rapat.19
Senada dengan apa yang dikemukakan oleh ketua komite di atas, M. Hasan (guru MTs. al-Hidayah), dalam wawancara dengan peneliti, mengemukakan sebagai berikut.
Komite sekolah/madrasah adalah perwakilan aspirasi orang tua. Jadi, jika biasanya ada masalah maka komite sekolah/madrasah yang akan menjadi mediator. Misalnya jika ada orang tua siswa yang komplain terhadap hasil belajar putera/puterinya yang kurang memuaskan, baik itu dari segi pengetahuannya, sikapnya dan atau perbuatan sehari-harinya. Maka hal tersebut akan ditindak lanjuti oleh komite sekolah/
madrasah.20
Berdasarkan hasil observasi peneliti, mengungkapkan bahwa keberhasilan kognitif siswa di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, dapat dikategorikan di atas standar, dalam hal ini dapat diartikan prestasi akademik siswa aspek kognitif masih belum memuaskan. Hal ini, dapat dibuktikan dengan melihat hasil penilaian guru pada setiap matapelajaran, di mana pengetahuan siswa masih dirasa kurang memuaskan.21
Pernyataan di atas, diperkuat oleh penjelasan salah seorang guru, dalam wawancara dengan peneliti beliau mengemukakan sebagai berikut.
Tingkat pengetahuan siswa di MTs. al-Hidayah Bondoyudo dari tahun ke tahun dapat dikatakan standar dalam artian tidak terlalu memuaskan.
Setiap tahun, kuantitas siswa di sekolah ini meningkat, sedangkan kualitasnya menurun. Hal tersebut terjadi salah satunya adalah karena
19 Moh. Kamil, Wawancara, Lumajang, 7 Mei 2015.
20 M. Hasan, Wawancara, Lumajang, 23 Mei 2015.
21 Sumber Data: Observasi, 20 Mei 2015.
banyak siswa yang mulai memegang ponsel, sehingga mereka rela mengorbankan waktu belajarnya hanya demi main ponsel saja.22
Terlepas dari apa yang diungkapkan di atas, beliau (guru MTs. al-Hidayah Bondoyudo) juga menambahkan “Kendati demikian, siswa-siswi MTs. al-Hidayah Bondoyudo dari tahun ke tahun terus menorehkan prestasinya di kancah perlombaan (olimpiade). Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa piagam dan piala penghargaan yang terpampang di ruang tamu kantor sekolah”.23
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa peran komite madrasah dalam meningkatkan prestasi akademik siswa aspek kognitif di Madrasah Tsanawiyah al-Hidayah Bondoyudo, adalah sebagai berikut: (1) Komite sekolah/madrasah memberikan pertimbangan dan saran kepada sekolah mulai dari menentukan kebijakan-kebijakan apa yang akan diambil, perencanaan program sekolah, dan pembenahan sarana prasarana sekolah; (2) Sebagai lembaga pendukung, komite sekolah/madrasah berperan dalam mendukung pembenahan sarana prasarana sekolah dengan memberikan dana demi lancarnya kegiatan belajar di sekolah; (3) Sebagai lembaga pengontrol, komite sekolah/madrasah dalam kurun waktu satu semester sekali, mendapatkan laporan hasil penilaian siswa. Dengan laporan penilaian tersebut, komite sekolah/madrasah dapat mengontrol tingkat pengetahuan siswa di sekolah; (4) Sebagai badan mediator, komite sekolah/madrasah menjadi penghubung aspirasi, kritik dan saran
22 Lutfi, Wawancara, Lumajang, 20 Mei 2015.
23 Lutfi, Wawancara, Lumajang, 20 Mei 2015.
masyarakat khususnya orang tua siswa jika ada keluhan terutama yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan siswa, sikap siswa dan perilaku keseharian siswa.
2. Peran Komite Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa Aspek Afektif di Madrasah Tsanawiyah al-Hidayah Desa Bondoyudo Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang Tahun Pelajaran 2014/2015
Komite sekolah/madrasah dalam menjalankan peranannya di suatu lembaga pendidikan, harus mengetahui tingkat pengetahuan afektif para siswa. Pengetahuan afektif dapat diketahui salah satunya dengan meminta penjelasan hasil belajar siswa dalam satu semester, dengan itu komite sekolah/madrasah mudah mengevaluasi prestasi belajar siswa tidak hanya dari aspek kognitif, namun juga pada aspek afektif.
Tingkat prestasi akademik yang ada pada setiap siswa dapat diketahui dari sikap, perbuatan dan ahlak kesaharian siswa itu sendiri. Jika ada problem yang berhubungan dengan aspek afektif siswa, seperti kenakalan siswa, kurang sopannya siswa terhadap guru dan sesama, dan juga masalah lain yang berhubungan dengan sikap atau tingkah laku keseharian siswa, komite sekolah/madrasah di MTs. al-Hidayah Bondoyudo tentunya tidak tinggal diam. Pihak komite sekolah/madrasah akan menindak lanjuti perkara yang ada dengan sebaik mungkin untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, dan pastinya langkah yang dilakukan oleh komite sekolah/madrasah tersebut adalah untuk
meningkatkan prestasi belajar siswa tidak hanya pada aspek kognitif, namun juga pada aspek afektif. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua komite sekolah/madrasah, beliau menegaskan:
Komite sekolah/madrasah di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, sangat peduli terhadap tinggi rendahnya prestasi belajar siswa di sekolah, tidak terkecuali terhadap sikap yang ditunjukkan siswa dalam kesahariannya.
Kami tidak menginginkan siswa hanya berhasil dalam proses belajar di kelas saja, sedangkan dalam merealisasikan apa yang didapatnya dalam pembelajaran di kelas, tidak tampak dalam keseharian siswa. Maka, kami akan terus mengontrol dan juga memberi saran kepada sekolah agar peserta didik yang ada di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, tidak hanya menguasai ilmu yang didapatnya di kelas namun mereka harus dapat merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari.24
Pernyataan di atas dipertegas oleh salah satu guru, dalam wawancara dengan peneliti, beliau mengemukakan sebagai berikut.
Komite sekolah/madrasah di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, sangat berperan dalam suksesnya pendidikan di sekolah ini. Terlebih jika suatu ketika ada siswa yang bermasalah baik itu disebabkan oleh faktor eksternal atau internal, maka komite sekolah tidak tinggal diam untuk mengatasi hal tersebut. Namun komite sekolah/madrasah tidak secara sepihak menindak siswa yang bermasalah tersebut, akan tetapi melalui beberapa kritik dan saran kepada sekolah dalam kesempatan rapat.
Dalam forum rapat komite sekolah/madrasah akan memberikan pertimbangan kepada pihak sekolah terhadap langkah apa yang harus ditempuh oleh lembaga dalam menanggulangi problem yang melibatkan peserta didik di sekolah.25
Komite sekolah/madrasah di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, dalam menjalankan peranannya sebagai pendukung untuk meningkatkan prestasi belajar siswa aspek afektif, dilakukan dengan mendukung setiap kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Adanya kegiatan tambahan di luar jam pelajaran, tentunya dapat menambah pengetahuan
24 Moh. Kamil, Wawancara, Lumajang, 7 Mei 2015.
25 Asmuni, Wawancara, Lumajang, 23 Mei 2015.
siswa, yang juga akan berpengaruh terhadap pengetahuan afektif siswa itu sendiri. Tentunya kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan oleh pihak sekolah kebayakan berkaitan dengan kegiatan keagamaan, seperti Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), Istighatsah, dan juga kultum setiap selesai shalat zuhur. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan siswa dapat lebih memahami akan artinya suatu pembelajaran dan dapat menjalankan kehidupan sehari-hari sebagaimana apa yang didapatkan di dalam kelas.
M. Hasan (guru MTs. al-Hidayah), dalam wawancara dengan peneliti, mengemukakan sebagai berikut.
Sebagai badan pendukung, tentunya komite sekolah/madrasah sangat mendukung berbagai kegiatan yang ada di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, terutama kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan, seperti pengajian umum, istighatsah, dan lain sebgainya. Dukungan yang diberikan oleh komite sekolah/madrasah berupa dukungan moril dan materiil.26
Senada dengan pernyataan di atas, kepala sekolah MTs. al-Hidayah Bondoyudo, juga mengungkapkan sebagai berikut.
Sekolah selalu mengadakan kegiatan ekstrakurikuler, terutama yang berhubungan dengan budaya keislaman. Maka dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut kami juga melibatkan komite sekolah/madrasah untuk berperan di dalamnya. Dan al-Hamdulillah, komite sekolah/madrasah selama ini sangat berpartisipasi dan mendukung setiap kegiatan yang diadakan sekolah.27
Salah seorang guru juga mengungkapkan bahwa “komite sekolah/
madrasah di MTs. al-Hidayah Bondoyudo sangat peduli terhadap kegiatan sekolah terlebih jika menyangkut kegiatan keagamaan. Beliau (ketua
26 M. Hasan, Wawancara, Lumajang, 23 Mei 2015.
27 Ilyasin, Wawancara, Lumajang, 21 Mei 2015.
komite sekolah/madrasah) sangat dermawan dalam memberikan dukungannya dari segi pendanaan dalam setiap kegiatan di sekolah ini”.28
Meskipun usaha dari pihak sekolah yang juga bekerjasama dengan komite sekolah/madrasah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa aspek afektif sudah maksimal, namun pada kenyataannya; sebagaimana hasil obeservasi peneliti terhadap sikap dan sifat siswa di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, mengungkapkan sebuah fakta bahwa tingkat keberhasilan prestasi akademik siswa aspek afektif di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, masih jauh dari harapan. Hal tersebut berdasarkan kenyataan masih banyaknya siswa, terutama siswa laki-laki, yang kurang sopan terhadap sesama dan orang lain, seperti contoh: mencemooh orang baru (tamu) yang datang ke sekolah, menaiki kendaraan guru dan tamu yang ada di sekolah, dan sebainya.29 Salah seorang siswa, dalam wawancara dengan peneliti, mengungkapkan sebagai berikut.
Mengenai sikap ataupun akhlak teman-teman di sekolah ini saya rasa kurang dari kata sempurna. Banyak siswa yang kurang sopan terhadap sesama dan bahkan guru. Misal, jika ada guru yang dianggapnya mengajar dengan tegas dan dinilai tidak sesuai dengan keinginan siswa.
Maka, siswa yang tidak suka dengan guru tersebut dengan lancangnya menyebut nama guru bersangkutan dengan tanpa menggunakan kata pak/ibu, melainkan langsung menyebut namanya. Selain dari pada itu, siswa laki-laki masih ada yang ketahuan merokok, walau secara sembunyi-sembunyi.30
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa peran komite sekolah/madrasah dalam meningkatkan prestasi akademik siswa aspek afektif di Madrasah Tsanawiyah al-Hidayah Bondoyudo, adalah sebagai
28 Lutfi, Wawancara, Lumajang, 20 Mei 2015.
29 Sumber Data: Observasi, 20 Mei 2015.
30 Anggita Puspitasari, Wawancara, Lumajang, 22 Mei 2015.
berikut: (1) Komite sekolah/madrasah, dalam rangka meningkatkan prestasi akademik siswa aspek afektif memberikan pertimbangan dan saran kepada pihak sekolah mengenai beberapa kegiatan yang bisa di terapkan oleh sekolah yang dinilai bisa mendogkrak prestasi siswa, seperti kegiatan PHBI, kultum, dan lain sbagainya; (2) Komite sekolah/madrasah juga mendukung setiap kegiatan yang diagendakan sekolah, baik berupa dukungan moril maupun materiil.
3. Peran Komite Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa Aspek Psikomotorik di Madrasah Tsanawiyah al-Hidayah Desa Bondoyudo Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang Tahun Pelajaran 2014/2015
Komite sekolah/madrasah di MTs. al-Hidayah Bondoyudo dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa aspek psikomotorik, tidak serta merta menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah. Sebagai lembaga pertimbangan, dalam setiap kesempatan komite sekolah/madrasah selalu memberikan saran kepada sekolah untuk mengadakan kegiatan yang tentunya dapat mengevaluasi tingkat prestasi belajar siswa aspek psikomotorik. Kegiatan yang dimaksud dapat berupa kegiatan ibadah ataupun kegiatan sosial. Hal tersebut sebagaimana penjelasan ketua komite sekolah/madrasah berikut.
Kami sebagai pihak yang juga mempunyai wewenang dalam peningkatan prestasi belajar siswa khususnya yang berkaitan dengan kerja nyata siswa dari apa yang mereka dapatkan di sekolah, tentunya sangat memperhatikan bagaimana kiranya para siswa itu, mau melaksakan apa yang didapatnya di kelas. Dalam hal ini kami telah memberikan saran dan pertimbangan kepada sekolah dalam setiap
kegiatan rapat, untuk selalu meningkatkan kedisiplinan terhadap setiap kegiatan yang ada. Seperti contoh kegiatan salat duha dan zuhur berjemaah, tentunya kegiatan ini dapat menjadi tolak ukur peningkatan prestasi belajar siswa aspek psikomotorik. Kami sangat menginginkan siswa di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, tidak hanya cakap dalam pengetahuan yang ada di dalam kelas saja, namun kami juga berharap mereka dapat menerapkan apa yang didapatnya di sekolah dalam bentuk amaliah sehari-hari, ya seperti melaksanakan salat, dan lain-lain.31
Senada dengan pernyataan di atas, M. Hasan juga mengemukakan sebagai berikut.
Komite sekolah/madrasah untuk membentuk siswa yang dapat mengamalkan apa yang didapatnya di kelas, terutama terhadap perintah Allah, memberikan saran kepada sekolah untuk menerapkan kegiatan wajib bagi siswa yaitu salat duha dan zuhur berjemaah. Al-Hamdulillah, kegiatan tersebut dari dulu sampai sekarang tetap berjalan dengan lancar. Dan saya sebagi guru fikih dan sekaligus anggota komite sekolah/madrasah sangat berperan dalam rangka mengevaluasi kegiatan tersebut.32
Pernyataan di atas, dipertegas oleh apa yang dikemukakan oleh kepala sekolah MTs. al-Hidayah Bondoyudo berikut.
Kami dalam setiap kegiatan rapat selalu mengajak komite sekolah/
madrasah untuk ikut andil di dalamnya. Dalam setiap kegiatan rapat, komite sekolah/madrasah selalu mengevaluasi kegiatan yang ada di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, tidak terkecuali kegiatan salat duha dan zuhur berjemaah. Komite sekolah/madrasah selalu menekankan kepada seluruh elemen sekolah agar lebih disiplin dalam melaksanakan semua kegiatan yang diagendakan bersama.33
Selain memberi pertimbangan, dalam mendukung kegiatan sekolah yang dapat mendongkrak prestasi akademik siswa aspek psikomotorik, komite sekolah/madrasah juga menjembatani (memediatori) antara Takmir Masjid ar-Rahmah dengan MTs. al-Hidayah Bondoyudo,
31 Moh. Kamil, Wawancara, Lumajang, 7 Mei 2015.
32 M. Hasan, Wawancara, Lumajang, 23 Mei 2015.
33 Ilyasin, Wawancara, Lumajang, 21 Mei 2015.
untuk mengizinkan siswa dan guru melakukan aktifitas keagamaan di Masjid ar-Rahmah Bondoyudo. Hal ini sebagaimana penjelasan ketua komite sekolah/madrasah berikut.
Komite sekolah/madrasah juga menjadi mediator antara sekolah dengan masyarakat, seperti contoh dalam perkara diperbolehkan atau tidaknya siswa MTs. al-Hidayah Bondoyudo menjalankan ibadah di Masjid ar-Rahmah. Kami mengupayakan agar pihak takmir mengizinkan siswa MTs. al-Hidayah Bondoyudo untuk beraktifitas di sana.34
Senada dengan penjelasan ketua komite sekolah/madrasah, salah satu guru MTs. al-Hidayah Bondoyudo, mengungkapkan:
Diperbolehkannya siswa dan dewan guru MTs. al-Hidayah Bondoyudo, melakukan kegiatan keagamaan di Masjid ar-Rahmah, tidak terlepas dari peran komite sekolah/madrasah yang mau menjembatani antara sekolah dengan takmir masjid. Dulunya kami pernah dikecam oleh pihak takmir, karena sikap siswa yang mereka nilai kurang sopan dan terkesan membuat masjid kotor. Maka, dengan membenahi aturan kepada siswa untuk lebih disiplin lagi, kami juga bersama komite sekolah/madrasah mengupayakan pemberian izin dari pihak takmir masjid atas penggunaan masjid, untuk kelancaran kegiatan sekolah.35
Hasil observasi mengungkapkan bahwa kegiatan tambahan di MTs. al-Hidayah Bondoyudo, seperti salat duha dan zuhur berjemaah, sangat diapresiasi dengan baik oleh para siswa. Hal ini terbukti dari tingkat kedisiplinan siswa dalam menjalankan kegiatan tersebut. Contoh, ketika waktu zuhur telah tiba, maka tanpa dikoordinasi, para siswa akan segera berangkat ke masjid guna menjalankan salat zuhur berjemaah.36 Salah seorang siswa dalam wawancara dengan peneliti mengungkapkan sebagai berikut.
34 Moh. Kamil, Wawancara, Lumajang, 7 Mei 2015.
35 Asmuni, Wawancara, Lumajang, 23 Mei 2015.
36 Sumber data: Observasi, 12 Mei 2015.