• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Penyajian Data

Dalam penelitian ini, subyek penelitian atau informan penelitian ditentukan berdasarkan teknik sampling purposif (purposive sampling). Teknik sampling purposif adalah teknik yang mencakup orang-orang yang diseleksi atas dasar kriteria-kriteria tertentu yang dibuat peneliti berdasarkan tujuan peneliti. Teknik sampling purposive dipilih untuk penelitian yang lebih mengutamakan kedalaman data (Kriyantono, 2010: 155).

Peneliti menentukan informan berdasarkan kewarganegaraan informan. Di SMA Spins International School, terdapat banyak siswa yang berasal atau berkewarganegaraan asing. Siswa berkewarganegaraan asing (ekspatriat) tersebut berasal dari negara Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Cina, Filipina, dan India. Selain banyak siswa berkewarganegaraan asing, mayoritas siswa yang bersekolah di SMA Spins International School adalah siswa dari Indonesia. Maka dalam mencari informan penelitian, peneliti mendapat 9 informan yang berasal dari masing-masing negara asing ditambah dengan 1 informan dari negara Indonesia. Informan dalam penelitian ini adalah siswa tingkat SMA mulai dari kelas 10 sampai 12 (kelas 1-3). Dari beberapa pencarian informan guna mengambil data untuk memenuhi penelitian, maka peneliti mendapatkan 10 informan sebagai berikut.

1. Informan 1 (Shivanki Sahay – India)

Informan 1 adalah Shivanki Sahay, siswa ekspatriat warganegara India. Dia tinggal dan menetap di Indonesia tepatnya di kota Surabaya

sejak bulan Februari 2008. Siswa perempuan ini sekarang duduk di kelas 11 (SMA kelas 2) Spins International School. Ia bersekolah di sekolah tersebut sejak kelas 5 SD. Saat bersekolah di Spins

International School, ia tahu bahwa di sekolah tersebut mempunyai banyak perbedaan budaya yaitu siswa yang bersekolah disana berasal dari berbagai negara.

2. Informan 2 (Cellia Prawita – Indonesia)

Informan 2 adalah Cellia Prawita, siswa perempuan warganegara Indonesia dan tinggal di Menganti, Surabaya. Sebagai orang Indonesia, dia merasa nyaman bersekolah di sekolah Indonesia yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Namun, dia memilih bersekolah di Spins International School sejak kelas 8 (SMP kelas 2), dan saat ini dia duduk di kelas 12 (SMA kelas 3). Alasan dia memilih bersekolah di sekolah internasional karena ingin mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan standar internasional meski dia harus belajar dengan teman-teman yang berbeda budaya dan bahasa dengannya.

3. Informan 3 (Yo Han – Korea Selatan)

Informan 3 adalah Yo Han, siswa ekspatriat berkewarganegaraan Korea Selatan. Dia tinggal dan menetap di Indonesia sejak tahun 2004 tepatnya di Pakuwon Regency, Surabaya. Dia bersekolah di Spins

International School sejak kelas 6 SD dan saat ini ia duduk di kelas 12 (SMA kelas 3). Siswa laki-laki ini baru merasakan perbedaan budaya

saat bersekolah di sekolah tersebut karena sebelumnya dia tinggal di Korea Selatan dan tidak pernah hidup di negara lain dalam waktu yang cukup lama.

4. Informan 4 (Aylmer Tan – Amerika Serikat)

Informan 4 adalah Aylmer Tan, siswa ekspatriat

berkewarganegaraan Amerika Serikat. Siswa laki-laki ini sebenarnya keturunan Cina, namun sebelum pindah ke Indonesia dia sudah lama tinggal dan menetap di Amerika Serikat sehingga menjadi warganegara Amerika Serikat. Sejak 8 tahun lalu Aylmer pindah ke Indonesia. Dan saat ini, dia tinggal di Darmo Permai Surabaya. Dia bersekolah di Spins

International School sejak kelas 5 SD dan sekarang dia duduk di kelas 12 (SMA kelas 3).

5. Informan 5 (Julia Lynn Brennan – Kanada)

Informan 5 adalah Julia Lynn Brennan siswa ekspatriat berkewarganegaraan Kanada. Siswa perempuan ini tinggal dan menetap di Indonesia (Surabaya) sejak tahun 1997. Saat ini dia duduk di kelas 10 (SMA kelas 1) Spins International School dan baru saja bersekolah di sekolah tersebut sejak kelas 10. Sebelumnya dia bersekolah di sekolah internasional lainnya. Meski dia berkebangsaan Kanada, dia juga sedikit menguasai bahasa Indonesia karena sudah lama tinggal di Indonesia. Selain memakai bahasa Inggris, terkadang dia juga memakai bahasa Indonesia saat berbicara atau berkomunikasi dengan temannya.

6. Informan 6 (Kentaro – Jepang)

Informan 6 adalah Kentaro, siswa ekspatriat berkewarganegaraan Jepang. Dia lahir dan besar di Indonesia. Di Surabaya, dia tinggal di Darmo Permai Selatan dengan orangtuanya. Meski dia lahir dan besar di Indonesia, dia tidak menguasai bahasa Indonesia karena sejak kecil dia bersekolah bersekolah di sekolah internasional di daerah Ketintang, Surabaya, yang memakai bahasa Jepang sebagai bahasa pengantar.

Di rumah, Kentaro juga menggunakan bahasa Jepang untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Karena itu, saat pindah sekolah di Spins International School, dia tidak terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris karena terbiasa berkomunikasi dengan bahasa Jepang. Dia juga baru merasakan belajar bersama teman-teman yang berbeda budaya ketika berada di Spins International School. Dia bersekolah disana sejak kelas 10 (SMA kelas 1). Saat ini, Kentaro duduk di kelas 12 (SMA kelas 2).

7. Informan 7 (Sabrina Levina – Belanda)

Informan 7 adalah Sabrina Levina, siswa ekspatriat

berkewarganegaraan Belanda. Dia lahir dan besar di Indonesia. Sabrina sudah terbiasa tinggal dengan orang-orang yang berbeda budaya dengannya karena sebelum tinggal dan menetap di Surabaya, dia tinggal di Jakarta. Di Jakarta, dia juga sekolah di sekolah internasional.

Saat ini Sabrina duduk di kelas 10 (SMA kelas 1) Spins

kelas tersebut. Selain bahasa Inggris, Sabrina juga menguasai bahasa Mandarin dan juga bahasa Jawa.

8. Informan 8 (Surya Zhang – Cina)

Informan 8 adalah Surya Zhang, siswa ekspatriat

berkewarganegaraan Cina. Dia tinggal dan menetap di Indonesia (Surabaya) sejak ia berusia 8 tahun. Sebelum dia bersekolah di Spins

International School, dia bersekolah di sekolah internasional lain. Dia sekolah di Spins International School sejak kelas 7 (SMP kelas 1), dan sekarang dia duduk di kelas 10 (SMA kelas 1). Selain bahasa Inggris, Surya bisa berbahasa Jawa dan terkadang menggunakan bahasa Jawa saat berbicara dengan temannya.

9. Informan 9 (Jasmin Shania Reyes – Filipina)

Informan 9 adalah Jasmin Shania Reyes, siswa ekspatriat berkewarganegaraan Filipina. Dia lahir dan besar di Indonesia. Sebelum tinggal di Surabaya, Jasmin tinggal di kota Semarang. Saat ini dia tinggal di Wisata Bukit Mas Surabaya dengan orangtuanya. Dia bersekolah di Spins International School sejak kelas 6 SD, dan sekarang dia duduk di kelas 10 (SMA kelas 1). Dia sudah terbiasa dengan perbedaan budaya yang ada di sekolah, karena saat di Semarang dia juga bersekolah di sekolah internasional yang siswanya berasal dari berbagai negara. Meski lahir dan besar di Indonesia, dia tidak terlalu lancar berbahasa Indonesia.

10. Informan 10 (Lynda Reene Ortiz Gonzalez – Meksiko)

Informan 10 adalah Lynda Reene Ortiz Gonzalez. Dia adalah siswa pertukaran pelajar berkewarganegaraan Meksiko. Hidup dan tinggal di negara lain (Indonesia) yang berbeda budaya dengan negara asalnya merupakan pengalaman pertama baginya karena dia lahir dan besar di Meksiko. Dia mengikuti pertukaran pelajar selama 1 tahun dan dia baru tinggal di Surabaya sejak tanggal 24 Juli 2013. Saat ini dia tinggal di daerah Margorejo bersama orangtuanya.

Di lingkungan sekolah yang baru, Lynda berusaha beradaptasi dengan teman-teman yang berbeda budaya dengannya. Belajar di sekolah dengan teman-teman dari negara lain yang berbeda budaya, merupakan pengalaman pertama baginya. Selain itu, dia juga baru pertama kali menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa percakapan di sekolah. Saat ini dia duduk di kelas 12 (SMA kelas 3) di Spins

Dokumen terkait