BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Penyajian Data
Variabel variasi produk yang dibahas dalam penelitian ini adalah banyaknya variasi produk sepatu merk JOMA yang ditawarkan, dijual atau diperdagangkan pada showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya kepada konsumen tiap periode bulan. Banyaknya variasi produk sepatu merk JOMA yang ditawarkan atau dijual pada showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya dapat dilihat pada table 4.1 bawah ini :
Tabel 4.1
Daftar Var iasi Produk sepatu merek J OMA
Showr oom All Spor t Super mall Pakuwon Indah Sur abaya PT. All Spor t 78 Periode J uli 2010 – J uni 2011
No Tahun Bulan Variasi Produk (SKU) 1 2010 Juli 72 2 Agustus 119 3 September 167 4 Oktober 191 5 Nopember 192 6 Desember 332 7 2011 Januari 341 8 Februari 272 9 Maret 122 10 April 136 11 Mei 97 12 Juni 122
Sumber : All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya 2010-2011
Berdasarkan table diatas dapat diketahui bahwa pada bulan Juli tahun 2010 hingga bulan Januari 2011 variasi produk sepatu merk JOMA pada Showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah mengalami kenaikan
bertahap hingga mencapai 341 SKU. Pada periode bulan Januari-Maret 2011 variasi mengalami penurunan, hal ini disebabkan PT. All Sport 78 selaku office centre menarik produk-produk lama atau ada store All Sport lain yang kehabisan stock sehingga perusahaan melakukan perputaran produk (3 season sebelumnya). Pada periode bulan selanjutnya yaitu bulan April 2011 variasi produk sepatu merk JOMA mengalami kenaikan kembali mencapai 136 SKU. Akan tetapi pada bulan Mei 2011 variasi produk kembali mengalami penurunan mencapai 97 SKU. Dan variasi produk bertambah pada bulan Juni 2011 sebanyak 122 SKU.
4.2.2 Biaya Promosi (X2)
Variabel biaya promosi yang dibahas pada penelitian ini adalah besarnya biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan, dalam melakukan kegiatan promosi produk yang diterapkan pada showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya antara lain berupa diskon cuma-cuma, pembagian voucher, pemberian diskon bersyarat, promo special price yang digunakan untuk menarik selera konsumen tentang produk yang ditawarkan. Besarnya biaya promosi sepatu merk JOMA pada Showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya dapat dilihat pada table 4.2 dibawah ini :
Tabel 4.2
Biaya Promosi Sepatu Merk J OMA
Showr oom All Spor t Super mall Pakuwon Indah Sur abaya PT. All Spor t 78 No Tahun Bulan Biaya Promosi ( Rp ) 1 2010 Juli 87.600 2 Agustus 237.000 3 September 0 4 Oktober 50.000 5 Nopember 507.800 6 Desember 199.000 7 2011 Januari 1.024.200 8 Februari 1.038.200 9 Maret 299.200 10 April 0 11 Mei 1.811.500 12 Juni 189.400
Sumber : All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya 2010-2011
Berdasarkan table diatas diketahui pada periode Juli 2010 hingga Agustus 2010, biaya promosi dari PT. All Sport 78 untuk showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya mengalami peningakatan. Pada
bulan Juli besar biaya promosi mencapai Rp 87.600 hingga pada bulan Agustus 2010 mencapai Rp 237.000. Akan tetapi pada bulan September 2010 biaya promosi tidak dilakukan oleh perusahaan, hal ini disebabkan karena pada periode tersebut volume penjualannya tidak mengalami penurunan juga banyak terdapat kegiatan-kegiatan menarik konsumen misalnya musim tahun ajaran sekolah baru, hari kemerdekaan,hari besar tahun baru cina (Gong Xi Fat Cai), pekan olahraga nasional seperti Pra Piala Dunia atau Sea Games dimana Indonesia juga ikut memeriahkannya. Dibulan berikutnya kembali biaya promosi mengalami fluktuatif, dari bulan Oktober dan November 2010 berangsur-angsur mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 507.800. Dan kembali turun pada bulan Desember sebesar Rp 199.000. Pada pergantian tahun PT. All Sport 78 mencoba mengeluarkan biaya promosi besar-besaran yaitu pada bulan Januari dan Februari sebesar Rp 1.024.200 sampai dengan Rp 1.038.200. Lalu mengalami penurunan pada bulan Maret 2011 Rp 29.200 dan April tidak melakukan Promosi sama sekali. Bulan Mei 2011 kembali melakukan Promosi sebesar Rp 181.500 dan pada bulan Juni 2011 menurun kembali menjadi Rp 189.400 karena tidak ada kegiatan yang dominan menarik konsumen untuk berbelanja.
4.2.3 Volume Penjualan (Y)
Variabel volume penjualan yang dibahas pada peneliti ini adalah jumlah produk sepatu merk JOMA yang telah terjual pada showroom All
Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya periode Juli 2010 – Juni 2011. Volume penjualan sepatu merk JOMA showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya dapat dilihat pada table 4.4 dibawah ini :
Tabel 4.3
Volume Penjualan Sepatu Merk J OMA
Showr oom All Spor t Super mall Pakuwon Indah Sur abaya PT All Sport 78 Periode J uli 2010 – J uni 2011
No Tahun Bulan Volume Penjualan Satuan ( PC ) Satuan ( Rp ) 1 2010 Juli 18 3.308.000 2 Agustus 19 3.897.000 3 September 10 2.280.000 4 Oktober 18 4.552.000 5 Nopember 16 3.135.000 6 Desember 9 2.241.000 7 2011 Januari 27 6.275.000 8 Februari 25 5.481.000 9 Maret 14 4.026.000 10 April 14 3.297.000 11 Mei 26 6.064.200 12 Juni 15 3.963.800
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa pada periode bulan Juli dan Agustus 2010 mengalami peningkatan dari Rp 3.308.000 hingga Rp 3.897.000, kemudian dalam periode September 2010 volume penjualan sepatu merk JOMA pada showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya mengalami penurunan sebesar Rp 2.280.000. Akan tetapi pada periode berikutnya mengalami kenaikan kembali yaitu pada bulan Oktober 2010 sebesar Rp 4.552.000 lalu menurun secara berturut – turut pada bulan November 2010 sebesar Rp 3.135.000 dan Desember 2010 menjadi Rp 2.241.000. Pada bulan Januari 2011 showroom All Sport mengalami kenaikan volume penjualan yang sangat signifikan dari bulan-bulan sebelumnya yaitu sebesar Rp 6.275.000 namun kembali menurun pada periode bulan Februari 2011 hingga bulan April 2011 dari Rp 5.481.000 sampai dengan Rp 3.297.000. Bulan Mei 2011 dan bulan Juni 2011 volume penjualan showroom kembali mengalami fluktuasi sehingga mengakibatkan volume penjualan tidak akan pernah konsisten yaitu sebesar Rp 6.064.2000 menjadi Rp 3.963.800.
4.3 Analisis dan Pengujian Data 4.3.1 Uji Asumsi Klasik
1. Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk mendeteksi adanya gejala multikolinearitas yaitu hubungan antar variabel bebas. Hal ini tampak pada nilai tolerance dan variance inflantori Factor (VIF)
untuk setiap variabel bebas. Jika nilai tolerance kurang dari 0,10 dan nilai VIF lebih dari 10, artinya terdapat korelasi yang tinggi antara satu variabel bebas dengan variabel bebas yang lain.
Tabel 4.4
Hasil Uji Multikolinieritas
No. Variabel Toler ance VIF
1 Variasi Produk (X1) 0,971 1,029
2 Biaya promosi (X2) 0,971 1,029
Sumber : Lampiran 1
Dari tabel 4.4 dapat diketahui bahwa nilai tolerance seluruh variabel adalah lebih dari 0,10 dan nilai VIF-nya dibawah 10, maka dapat diyakini tidak ditemukan adanya gejala multikolinieritas atau korelasi antar variabel bebas yaitu variabel variasi produk dan variabel biaya promosi, sehingga penelitian variabel variasi produk dan variabel biaya promosi dalam kaitannya berpengaruh terhadap volume penjualan sepatu merk JOMA tetap dapat dilakukan.
2. Autokorelasi
Model OLS dapat dinyatakan BLUE apabila tidak terjadi autokorelasi. Autokorelasi yaitu sebagai korelasi antar serangkaian data observasi yang diurutkan berdasarkan urut data waktu atau data
yang diambil pada waktu tertentu. Uji autokorelasi dilakukan melalui statistic Durbin-Watson Test.
Dari perhitungan statistic diperoleh nilai dw sebesar 2,705 (lampiran 2), sedangkan nilai du pada tarafnya nyata 0,05 adalah 1,864 sehingga 4 – du adalah 2,136. Berdasarkan nilai-nilai tersebut, maka letak dw adalah 2,136<dw<2,705 dengan demikian statistic Durbin-Watson menunjukan tidak terjadi autokorelasi (korelasi serial) pada antar kesalahan penggangu sehingga dapat dikatakan bahwa dalam penelitian ini data-data mengenai variabel variasi produk dan variabel biaya promosi dapat dinyatakan BLUE.
3. Heterokedastisitas
Heterokedastisitas berarti variasi (varian) variabel tidak sama untuk semua pengamatan. Pada heterokedastisitas, kesalahan yang terjadi tidak random (acak) tetapi menunjukkan hubungan yang sistematis sesuai dengan besarnya satu atau lebih variabel bebas sehingga jika terjadi heterokedastisitas berarti dalam suatu penelitian terdapat penyimpangan pada nilai tertentu dari variabel bebas yang tidak konsisten (berbeda). Berikut pendeteksian heterokedastisitas dengan grafik scatter plot antara residual dan fits :
Gambar 4.3
Scatter Plot Residual vs Fits
Sumber : Lampiran 3
Pengujian heterokedastisitas di atas dilakukan dengan melihat plot antara residual versus fit pada gambar 4.3. jika terjadi trend baik itu naik, turun maupun rata, maka dikatakan ada heterokedastisitas pada peta. Pada gambar 4.3 dapat dijelaskan bahwa dalam pengujian heterokedastisitas terhadap data variabel variasi produk, variabel biaya promosi, dan variabel volume penjualan dapat dijelaskan dalam plot Scattler Residual vs Fits tidak terjadi trend karena data titik-titik tersebar hamper secara merata (tidak membentuk pola). Hal ini membuktikan tidak terjadinya heterokedastisitas atau penyimpangan nilai dari variabel variasi produk dan variabel biaya promosi sehingga
dalam hubungan pengaruh terhadap volume penjualan sepatu merk JOMA sebagai variabel terikat.
4. Uji Normalitas
Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal. Adapun alat statistik yang digunakan disini adalah dengan uji Kolmogorov-Smimov Z adalah sebesar 0,595 (lampiran 4) dengan nilai signifikansi 0,871 berarti nilai signifikansi yang dihasilkan pada Kolmogorov-Smimov menunjukan lebih besar dari 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel residual yang berupa variabel bebas variasi produk, variabel bebas biaya promosi, dan variabel terikat volume penjualan memiliki distribusi normal.
4.3.2 Analisis Statistik Regresi Linier Berganda
Pada penelitian ini menggunakan persamaan analisis regresi linier berganda. Persamaan linier berganda berfungsi untuk mengetahui besarnya pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan.
Jadi secara implisit pembentukan persamaan regresi linier berganda sama artinya dengan menghitung besarnya pengaruh variabel-variabel bebas yang membentuk persamaan terhadap Y (variabel terikat). Teknik analisis linier berganda dalam penelitian ini, pengolahan data penelitian
menggunakan alat bantu computer dengan program SPSS dan diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4.5
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Model
Unstandar dized Coefficients
B Std. Er ror Konstanta 3147409,257 616300,688 Variasi Produk (X1) 192,718 3059,945 Biaya Promosi (X2) 1,898 0,493 R = 0,794 F = 7,686 R Square = 0,631 Sig. = 0,011 Sumber : Lampiran 5
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diatas, hasil penelitian diperoleh data yang meliputi satu variabel terikat yaitu volume penjualan (Y) dan dua variabel bebas yaitu variasi produk (X1) dan biaya promosi (X2). Sehingga dari dua variabel bebas tersebut dapat dihitung besarnya pengaruh variasi produk dan biaya promosi terhadap volume penjualan sepatu merk JOMA dengan persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :
Interprestasi dari model regresi linier berganda diatas dapat dianalisa sebagai berikut :
1. Konstanta (ß0) sebesar 3147409,257 menunjuk bahwa apabila variasi produk tidak terjadi perubahan atau X1 = 0, dan biaya promosi juga tidak ada perubahan atau X2 = 0 maka volume penjualan akan naik dengan nilai sebesar Rp. 3.147.409,257
2. Nilai koefisien variasi produk (ß1) sebesar 192,718 menunjukkan bahwa jika nilai variasi produk meningkat satu satuan maka akan meningkatkan penjualan produk sebesar 192,718 SKU dengan asumsi variabel bebas lain (biaya promosi) konstan.
3. Nilai koefisien biaya promosi (ß2) sebesar 1,898 menunjukkan bahwa jika biaya promosi meningkat satu satuan rupiah maka akan meningkatkan penjualan produk sebesar Rp. 1,898 dengan asumsi variabel bebas lain (variasi produk) konstan.
4. e1 menunjukkan faktor penggangu di luar model yang diteliti.
Nilai koefisien determinasi atau R2 digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat. Hasil dari perhitungan diperoleh nilai R2 = 0,631 yang berarti 63,1% besarnya volume penjualan dapat dijelaskan oleh variabel variasi produk dan biaya promosi. Sedangkan sisanya 36,9 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar model peneliti.
Nilai koefisien korelasi berganda (R) menunjukkan seberapa erat hubungan antara variabel bebas (variasi produk dan biaya promosi) dengan
variabel terikat (volume penjualan) yaitu 0,794. Nilai tersebut menunjukkan hubungan variabel variasi produk, dan biaya promosi dengan variabel volume penjualan adalah kuat.
4.3.3 Pengujian Hipotesis
4.3.3.1Pembuktian Hipotesis Pengaruh Variabel Bebas Secara Simultan Ter hadap Variabel Ter ikat (Uji F)
Untuk menguji hipotesis variabel variasi produk dan biaya promosi berpengaruh terhadap volume penjualan sepatu merk JOMA secara simultan maka dilakukan uji F. Hasil uji F sesuai dengan perhitungan dapat dilihat pada lampiran seperti pada tabel berikut ini :
Tabel 4.6
Hasil Perhitungan Uji F Model
Anova
Sum of Squar e Df Mean Square F
Regresion 12424389086627,730 2 6212194543313,865 7,686 Residual 7274063660038,938 9 808229295559,882
Total 19698452746666,668 11 Sumber : Lampiran 5
Penjelasan tabel 4.6 menyatakan bahwa hasil perhitungan uji F sebagai berikut :
1. H0 : ß1 = ß2 = ß3 = 0
Hipotesa nol menyatakan bahwa variabel variasi produk, dan biaya promosi secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap volume penjualan.
H0 : ß1 ≠ ß2 ≠ ß3 ≠ 0
Hipotesa alternatif menyatakan bahwa variabel produk dan biaya promosi secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap volume penjualan.
2. Ftabel ( df pembilang / k ; df penyebut / n – k – 1 ) Ftabel ( 2 ; 9 ) = 4,26
3. Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis yaitu : a. Bila Fhitung > 4,26, maka H0 ditolak
b. Bila Fhitung ≤ 4,26, maka H0 diterima 4. = ( )
( )
Gambar 4.4
Kur va Daer ah Penerimaan dan Penolakan H0 uji F Kesimpulan :
Berdasarkan hasil analisis dapat diuraikan sebagai berikut :
Karena Fhitung = 7,686 > Ftabel = 4,260 maka keputusan H0 ditolak dan H1
diterima. Tingkat signifikansi 5% dengan df pembilang 2 dan df penyebut 8 yang berarti signifikansi, sehingga secara simultan variabel variasi produk dan biaya promosi secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap volume penjualan.
4.3.3.2Pembuktian Hipotesis Pengaruh Variabel Bebas Secara Par sial Ter hadap Variabel Ter ikat (Uji t)
Untuk menguji pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat maka digunakan uji t. Adapun langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut :
1. Uji parsial variabel variasi produk (X1) a. H0 : ß1 = 0
Artinya, variabel variasi produk tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap volume penjualan.
H1 : ß1 ≠0
Artinya, variabel variasi produk mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap volume penjualan.
b. α = 0,05 / 2 dengan df ( n – k – 1 ) = 9 ttabel = 2,365
c. = = 3,063 d. Pengujian
Gambar 4.5
Kur va Daer ah Penerimaan dan Penolakan H0 uji t variabel X1
Berdasarkan perhitungan diperoleh thitung sebesar 3,063 > ttabel sebesar 2,365 dan maka H0 ditolak dan H1 diterima pada tingkat signifikansi 5% sehingga kesimpulan variabel variasi
produk secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap volume penjualan sepatu merk JOMA.
2. Uji parsial variabel biaya promosi (X2) a. H0 : ß2 = 0
Artinya, variabel biaya promosi secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap volume penjualan.
H1 : ß2 ≠0
Artinya, variabel biaya promosi secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap volume penjualan.
b. α = 0,05 / 2 dengan df ( n – k – 1 ) = 9 ttabel = 2,365
c. = = 3,853 d. Pengujian
Gambar 4.6
Kur va Daer ah Penerimaan dan Penolakan H0 uji t variabel X2 Berdasarkan perhitungan diperoleh thitung sebesar 3,853 > ttabel sebesar 2,365 maka H0 ditolak dan H1 diterima pada tingkat
secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel volume penjualan.
Berdasarkan kedua uji t diatas maka hasilnya dapat ditunjukkan pada tabel 4.8 dibawah ini :
Tabel 4.7 Hasil Analisis Uji t
Variabel thitung ttabel Kesimpulan Variasi Produk (X1) 3,063 2,365 H0 Ditolak Biaya Promosi (X2) 3,853 2,365 H0 Ditolak Sumber : lampiran 6
Berdasarkan tabel 4.7 di atas ini diketahui bahwa kedua variabel bebas yaitu variasi produk dan biaya promosi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan sepatu merk JOMA.
Nilai korelasi parsial (r) menunjukkan seberapa erat hubungan antara variabel bebas yang meliputi variasi produk dan biaya promosi secara parsial terhadap variabel terikat (volume penjualan). Besarnya nilai koefisien korelasi parsial adalah sebagai berikut :
Tabel 4.8
Nilai Koefisien Korelasi Par sial
Variabel R r2
Variasi produk (X1) 0,021 0,000441
Biaya Promosi (X2) 0,789 0,622521
Sumber : Lampiran 5
Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel di atas, terlihat bahwa nilai koefisien determinasi (r2) terbesar adalah untuk variabel variasi produk sebesar 0,000441 (0,0441%), sedangkan untuk variabel biaya promosi r2 sebesar 0,622521 (62,2521%) artinya secara parsial variabel biaya promosi memberikan pengaruh yang paling dominan terhadap volume penjualan daripada variabel variasi produk. Hal ini menunjukkan bahwa variabel biaya promosi mempunyai pengaruh yang besar terhadap peningkatan volume penjualan sepatu merk JOMA, karena dengan semakin banyaknya kegiatan promosi yang dilakukan perusahaan maka konsumen semakin diminati oleh pasar konsumen
4.4 Pembahasan
4.4.1 Hubungan antara Variasi Produk dan Volume Penjualan
Berdasarkan pengujian hipotesa pengaruh antara variasi produk terhadap volume penjualan dengan menggunakan uji t diperoleh nilai thitung sebesar 3,063 > ttabel sebesar 2,365. Hasil uji statistik menunjukan bahwa
variabel variasi produk berpengaruh terhadap variabel volume penjualan sepatu merk JOMA pada showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya. Variabel variasi produk yang dilakukan pada showroom All Sport Supermall pakuwon Indah Surabaya berpengaruh signifikan secara parsial terhadap volume penjualan, namun demikian koefisien korelasi menunjukkan hubungan yang negative. Hal ini berlawanan dengan teori, dimana produk akan mampu meningkatkan volume penjualan.
Adapaun pengaruh negatif tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Konsumen mengkonsumsi produk atau jasa untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhannya. Oleh karena itu, bentuk produk maupun jasa tersebut menjadi hal yang sangat utama bagi PT. All Sport 78 untuk kegiatan pemasaran pada showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya dalam manawarkan produk sepatu merk JOMA yang terdiri dari berbagai jenis, kualitas, dan fungsinya kepada konsumen. Oleh karena itu semakin banyak variasi produk (sesuai dengan jenis, kualitas, dan fungsinya) yang dipasarkan, hal ini akan mengurangi volume penjualan sehingga dapat dikatakan bahwa banyaknya variasi yang dipasarkan oleh perusahaan (PT. All Sport 78) untuk kegiatan pemasaran produk pada Showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya kurang efektif dalam kaitannya dengan peningkatan volume penjualan sepatu merk JOMA pada showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya. PT All Sport 78 hendaknya memikirkan tentang macam – macam jenis produk
yang menarik konsumen untuk meningkatkan volume penjualan sepatu merk JOMA pada showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya sehingga variasi produk yang dipasarkan oleh perusahaan dapat berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan sepatu merk JOMA pada showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya.
4.4.2 Hubungan antara Biaya Promosi dan Volume penjualan
Berdasarkan pengujian hipotesa pengaruh antara biaya promosi terhadap volume penjualan dengan menggunakan uji t diperoleh nilai thitung
sebesar 3,853 > ttabel sebesar 2,365. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel biaya promosi terhadap volume penjualan. Hasil ini sesuai dengan teori, dimana Umar (2002:411) menyebutkan bahwa “… volume penjualan dapat dipengaruhi oleh hal-hal yang sifatnya dapat dikontrol oleh perusahaan dan salah satunya yaitu promosi …”
Pada umumnya PT. All Sport 78 akan selalu berusaha untuk tetap berkembang serta mampu bersaing untuk mencapai tujuan perusahaan. Agar tujuan perusahaan dapat tercapai diperlukan biaya promosi yang efektif. Biaya promosi yang dilakukan PT. All Sport 78 tentu saja memerlukan anggaran yang cukup memadai agar tujuan yang ingin dicapai yaitu meningkatkan penjualan dapat tercapai. Sasaran promosi dapat tercapai apabila PT. All Sport 78 menganggarkan biaya promosi yang memadai, dan dengan adanya biaya promosi yang memadai kepada
showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya dapat membantu perusahaan dalam memasarkan produknya.
4.4.3 Kontr ibusi Variasi Pr oduk dan Biaya Pr omosi terhadap Volume Penjualan.
Berdasarkan pengujian statistik menunjukkan nilai korelasi determinan (r2) parsial untuk variabel variasi produk sebesar 0,000441 (0,0441%), dan variabel biaya promosi sebesar 0,622521 (62,2521%). Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi parsial antara variasi produk, dan biaya promosi terhadap volume penjualan sepatu merk JOMA lebih didominasi oleh biaya promosi sehingga biaya promosi sebagai bahan acuan untuk meningkatkan volume penjualan sepatu merk JOMA pada showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya disamping disertai kegiatan pengenalan produk dan fluktuatifnya harga. Selain dari besarnya r2 parsial yang dihasilkan dalam pengujian statistic menunjukkan koefisien determinasi ( R2 ) menunjukkan besarnya kontribusi variabel bebas terhadap perubahan pada variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan koefisien determinasi sebesar 0,631. Hal ini menjelaskan bahwa kedua variabel bebas yaitu variasi produk, dan biaya promosi yang digunakan dalam penelitian mampu menjelaskan 63,10 % perubahan yang terjadi pada variabel terikat (volume penjualan sepatu merk JOMA). Hal tersebut menunjukkan bahwa kedua variabel bebas (variasi produk dan biaya promosi) cukup dominan dalam menentukan volume penjualan. Oleh
karena itu perusahaan perlu untuk mencermati dua dimensi tersebut sembari mengamati dimensi lain yang dapat mempengaruhi volume penjualan sehingga didapatkan faktor lain sebagai variabel-variabel yang dapat meningkatkan volume penjualan sepatu merk JOMA pada showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya lebih signifikan. Misalnya faktor pola bauran produk sebagai variabel lain yang berpengaruh terhadap volume penjualan sepatu merk JOMA pada showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya. Dengan berbagai macam pola bauran produk seperti halnya tidak membatasi berbagai macam jenis sepatu merk JOMA yang didatangkan di Indonesia atau tidak membedakan kualitas antara selera masyarakat Indonesia dengan masyarakat luar negeri. Hal ini yang diharapkan untuk membangkitkan animo masyarakat terhadap produk yang ditawarkan, sehingga showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya sebagai salah satu tempat distribusi sepatu merk JOMA besar kemungkinan menjadi tempat tujuan masyarakat dalam memenuhi tuntutan kebutuhan mereka. Melihat hal ini berarti dengan pola bauran produk yang efektif dapat meningkatkan volume penjualan sepatu merk JOMA khususnya pada showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Variabel variasi produk (X1) dan biaya promosi (X2) secara bersama berpengaruh nyata terhadap volume penjualan (Y). Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis pertama tentang dugaan adanya pengaruh bersama dari variabel-variabel bebas (X) tersebut terhadap variabel terikat (Y) dapat diterima dengan koefisien determinasi sebesar 0,631 yang berarti secara bersama-sama ketiga variabel bebas mampu menjelaskan perubahan yang terjadi terhadap variabel terikat sebesar 63,10%
2. Variabel variasi produk (X1) dan biaya promosi (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan sepatu merk JOMA.
5.2 Sar an
1. Manajemen perusahaan sebaiknya mempertimbangkan kembali metode produk yang ditawarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tersebut memberikan pengaruh yang lebih kecil terhadap volume penjualan.
2. Manajemen perusahaan sebaiknya lebih meningkatkan kembali biaya promosi yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel biaya promosi memberikan pengaruh lebih signifikan terhadap
volume penjualan sepatu merk JOMA daripada produk yang digunakan, sehingga diharapkan dengan semakin meningkatnya biaya promosi maka minat konsumen semakin tinggi terhadap sepatu mek JOMA.
3. Melihat hasil pengujian statistik tentang koefisien determinasi diatas 50%, guna mempertahankan nilai signifikan terhadap volume penjualan sepatu merk JOMA showroom All Sport Supermall Pakuwon Indah Surabaya, manajemen perusahaan sebaiknya tetap menggunakan faktor variabel-variabel bebas ini (variasi produk dan biaya promosi) sehingga terus memperoleh peningkatan volume penjualan yang optimal.
Revisi, Penerbit Alvabeta, Bandung.
Boarden, W.O dkk, 2001, Marketing Principles and Perspectives, Edisi Ketiga, Penerbit Mc Graw Hill, New York.