BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Penyajian Data
Pada dasarnya data yang disajikan berikut ini adalah data yang diperoleh berdasarkan penelitian lapangan, yakni di Pasar Kamis Desa Sungai Junjangan. Sebagaimana yang telah dijelaskan pada bab pendahuluan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan etika bisnis Islam berpengaruh terhadap kepuasan konsumen di pasar Kamis Desa Sungai Junjangan Kecamatan Batang Tuaka.
Pada penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner (angket) kepada responden yakni konsumen yang
ditemui peneliti berbelanja barang sembako di pasar Kamis Desa Sungai Junjangan.
1. Karakteristik Responden
Sebelum peneliti melakukan analisis, terlebih dahulu peneliti akan memaparkan beberapa karakteristik mengenai responden. Karakteristik responden dapat dikelompokkan atas dasar jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. Responden pada penelitian ini yaitu konsumen yang membeli barang-barang sembako di pasar Kamis. Untuk jumlah responden sendiri peneliti mengambil sebanyak 33 responden pada tempat penelitian. Adapun deskripsi mengenai karakteristik responden dalam penelitian ini akan dibahas sebagai berikut.
a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Dilihat dari jenis kelamin responden dalam penelitian ini yaitu konsumen yang mebeli barang-barang sembako di pasar Kamis dibagi atas karakteristik berdasarkan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Berikut adalah tabel deskripsi data responden berdasarkan jenis kelamin:
Tabel IV.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase
Perempuan 17 52%
Laki-laki 16 48%
Total 33 100%
Sumber: Data primer yang diolah 2020
Berikut ini adalah diagram lingkaran deskripsi responden berdasarkan jenis kelamin.
Gambar IV.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa untuk karakteristik responden dilihat dari jenis kelamin terdiri atas laki-laki dan perempuan. Tabel diatas menunjukkan bahwa sebanyak 17 orang responden yang berjenis kelamin perempuan dengan persentase 52%, sedangkan 16 orang responden berjenis kelamin laki-laki dengan persentase 48%.
b. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Dilihat dari usia para konsumen atau pembeli yang menjadi responden pada penelitian ini da adalah sebagai berikut:
Tabel IV.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia Jumlah Responden Persentase
16 tahun – 25 tahun 9 27% 26 tahun – 35 tahun 7 21% 36 tahun – 45 tahun 10 31% 52% 48% Perempuan Laki-laki
FINAL
Diatas 45 tahun 7 21%
Total 33 100%
Sumber: Data primer yang diolah 2020
Berikut ini adalah diagram lingkaran deskripsi responden berdasarkan usia.
Gambar IV.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa usia responden yang berbelanja barang-barang sembako di pasar Kamis dari 33 orang responden sebagian besar responden yang berusia 36 tahun – 45 tahun yang berjumlah 10 orang dengan persentase 31%, dan sisanya yaitu responden dengan usia 16 tahun – 25 tahun dengan jumlah 9 orang atau dengan persentase 27%, responden yang usianya 26 tahun – 35 tahun berjumlah 7 orang dengan persentase 21%, dan responden yang berusia di atas 45 tahun berjumlah 7 orang dengan persentase 21%.
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Dilihat dari pendidikan terakhir untuk konsumen yang menjadi responden pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
27% 21% 31% 21% 16 tahun - 25 tahun 26 tahun - 35 tahun 36 tahun - 45 tahun Diatas 45 tahun
FINAL
Tabel VI.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Pendidikan Jumlah Responden Persentase
SD/MI 14 43%
SMP/Tsanawiyah 10 30%
SMA/SMK/Aliyah 8 24%
Sarjana (S1) 1 3%
Total 33 100%
Sumber: Data primer yang diolah 2020
Berikut ini adalah diagram lingkaran deskripsi responden berdasarkan pendidikan terakhir.
Gambar IV.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa dari 33 orang responden, sebagian besar dilihat dari tingkat pendidikannya adalah SD/MI yang berjumlah 14 orang dengan persentase 43%, dan sisanya yaitu responden dengan tingkat pendidikan SMP/Tsanawiyah dengan jumlah 10 orang atau dengan persentase 30%, untuk responden yang berpendidikan SMA/SMK/Aliyah berjumlah 8 orang dengan persentase
43% 30% 24% 3% SD/MI SMP/Tsanawiyah SMA/SMK/Aliyah Sarjana S1
FINAL
24%, dan responden tingkat pendidikan sarjana (S1) dengan jumlah 1 orang atau dengan persentase 3%.
d. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Dilihat dari pekerjaan konsumen yang menjadi responden pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel IV.5
Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Pekerjaan Jumlah Responden Persentase
Petani 7 21%
Ibu Rumah Tangga 15 46%
Wiraswasta 9 27%
Honorer 1 3%
PNS 1 3%
Total 33 100%
Sumber: Data primer yang diolah 2020
Berikut ini adalah diagram lingkaran deskripsi responden berdasarkan pekerjaan.
Gambar IV.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa dari 33 orang responden, sebagian besar pekerjaannya adalah Ibu Rumah Tangga
21%
46% 27%
3% 3%
Petani
Ibu Rumah Tangga Wiraswasta Honorer PNS
yaitu dengan jumlah 15 orang dengan persentase 46%, dan sisanya responden dengan pekerja wiraswasta berjumlah 9 orang dengan persentase 27%, untuk pekerja petani berjumlah 7 orang dengan persentase 21%, untuk honorer berjumlah 1 orang atau dengan persentase 3% dan PNS berjumlah 1 orang dengan persentase 3%. 2. Deskripsi Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari etika bisnis Islam sebagai variabel independen dan kepuasan konsumen sebagai variabel dependen. Variabel independen yang pertama, yaitu etika bisnis Islam. Variabel ini diukur menggunakan 5 indikator yang terdiri dari unity (tauhid/persatuan), equilibrium (keseimbangan), free
will (kehendak bebas), responsibility (tanggungjawab), dan benevolence
(kebenaran).
Selanjutnya, kepuasan konsumen sebagai variabel dependen dalam penelitian ini diukur menggunakan 5 indikator yang terdiri dari
responsiveness (ketanggapan), reliability (kehandalan,) emphaty
(empati), asurance (jaminan), dan tangibles (bukti lansung). 3. Penyajian Data Hasil Kuesioner (Angket)
Pada penelitian ini, jumlah pernyataan yang dituangkan dalam kuesioner sebanyak 15 pernyataan, terdiri dari 5 pernyataan tentang penerapan etika bisnis Islam (variabel X) dan 10 pernyataan tentang kepuasan konsumen (variabel Y).
Penyebaran kuesioner (angket) dilakukan sebanyak 3 kali yaitu setiap hari Kamis, tanggal 2 dan 30 Januari 2020, kemudian dilanjutkan tanggal 5 Maret 2020.
a. Penyajian Data Hasil Kuesioner (Angket) Penerapan Etika Bisnis Islam (Variabel X)
Data-data yang terkumpul dari hasil angket yang telah peneliti lakukan dengan menyebarkan sejumlah pernyataan kepada 33 responden di pasar Kamis Desa Sungai Junjangan. Pada variabel penerapan etika bisnis Islam diwakili 5 pernyataan yang bernilai positif. Selanjutnya tanggapan responden terhadap masing-masing pernyataan yang akan peneliti sajikan dalam bentuk tabel berikut ini:
Tabel IV.6
Rekapitulasi Tanggapan Responden Tentang Penerapan Etika Bisnis Islam (Variabel X)
No. Pernyataan SS (5) S (4) KK (3) TS (2) STS (1) Jumlah 1. Pedagang selalu memberikan
perlakuan yang adil dan sama kepada semua pembeli. 3 9 18 3 - 33 9% 27% 55% 9% 0% 100% 2. Pedagang tidak mengurangi timbangan/takaran dan tidak menawarkan barang dagangan dengan harga yang berbeda
kepada semua
konsumen.
4 12 11 6 - 33
12% 37% 33% 18% 0% 100%
3. Pedagang tidak
menjual barang
dagangannya dengan harga yang jauh lebih tinggi dari pedagang lain dan tidak pernah memaksa konsumen untuk membeli barang dagangan yang dijual. 1 7 16 9 - 33 3% 21% 49% 27% 0% 100% 4. Pedagang bertanggungjawab atas kualitas barang
dagangan yang
dijual dan setiap keluhan konsumen, pedagang selalu menanggapi dengan baik. 2 10 17 4 - 33 6% 30% 52% 12% 0% 100% 5. Pedagang selalu bersikap ramah, murah senyum dan selalu memberikan kelonggaran waktu kepada pihak yang terhutang.
5 10 13 5 - 33
15% 30% 40% 15% 0% 100%
Jumlah 15 48 75 27 0 165
Persentase 9% 29% 46% 16% 0% 100%
Sumber: Data primer yang diolah 2020
Pada tabel IV.6 di atas dapat diketahui bahwa tanggapan responden tentang item pernyataan “Pedagang selalu memberikan
perlakuan yang adil dan sama kepada semua pembeli”, mayoritas responden menyatakan kadang-kadang (KK) sebanyak 18 orang dengan persentase 55%. Minoritas responden menyatakan sangat
setuju (SS) sebanyak 3 dengan persentase 9%, dan tidak setuju (TS) sebanyak 3 orang dengan persentase 9%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kurangnya perlakuan seimbang atau keadilan terhadap konsumen jika dilihat dari hasil persentase terbesar. Sikap seimbang atau keadilan yang merupakan prinsip-prinsip etika bisnis dalam Islam. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman dan kesadaran dalam diri seorang pebisnis atau pedagang sehingga dapat memberikan yang terbaik untuk konsumen.
Pada item pernyataan “Pedagang tidak mengurangi
timbangan/takaran dan tidak menawarkan barang dagangan dengan harga yang berbeda kepada semua konsumen”, mayoritas responden menyatakan setuju (S) sebanyak 12 orang dengan persentase 37%. Minoritas responden menyatakan sangat setuju (SS) sebanyak 4 orang dengan persentase 12%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa para pedagang sembako di pasar Kamis sudah menerapkan takaran atau ukuran timbangan sesuai dengan aturan yang berlaku. Pedagang sembako juga mendapatkan respon positif dari konsumen tentang barang yang ditawarkannya kepada konsumen yaitu dengan harga yang sama pada setiap pembeli atau konsumen. Artinya, pada pernyataan ini telah dijalankan oleh pedagang dengan baik.
Pada item pernyataan “Pedagang tidak menjual barang
dagangannya dengan harga yang jauh lebih tinggi dari pedagang lain dan tidak pernah memaksa konsumen untuk membeli barang
dagangan yang dijual”, mayoritas responden menyatakan kadang-kadang (KK) sebanyak 16 orang dengan persentase 49%. Minoritas responden menyatakan sangat setuju (SS) sebanyak 1 orang dengan persentase 3%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa harga yang terlalu tinggi dari harga pasar akan mengurangi keloyalitasan konsumen. Oleh sebab itu, pemahaman akan etika bisnis sangat diperlukan dalam bisnis atau perdagangan sehingga tidak merugikan konsumen.
Pada item pernyataan “Pedagang bertanggungjawab atas kualitas barang dagangan yang dijual dan setiap keluhan konsumen, pedagang selalu menanggapi dengan baik”, mayoritas responden menyatakan kadang-kadang (KK) sebanyak 17 orang dengan persentase 52%. Minoritas responden menyatakan sangat setuju (SS) sebanyak 2 orang dengan persentase 6%. Hasil tersebut menggambarkan akan kurangnya tanggung jawab serta masih ada kekurangsadaran pedagang sembako. Artinya, perlunya kesadaran, sikap amanah dan tanggung jawab yang baik pada setiap pebisnis atau pedagang sehingga mendapatkan kepercayaan oleh konsumen.
Pada item pernyataan “Pedagang selalu bersikap ramah,
murah senyum dan selalu memberikan kelonggaran waktu kepada pihak yang terhutang”, mayoritas responden menyatakan kadang-kadang (KK) sebanyak 13 orang dengan persentase 40%. Minoritas responden menyatakan sangat setuju (SS) sebanyak 5 orang dengan persentase 15%, dan tidak setuju (TS) sebanyak 5 orang
dengan persentase 15%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sikap ramah, murah senyum dan memberikan kelonggaran waktu kepada pihak yang terhutang sudah cukup baik diterapkan oleh pedagang sembako.
Berdasarkan tabel IV.6 diatas hasil jumlah tanggapan responden tentang penyataan penerapan etika bisnis Islam (variabel X) menunjukkan bahwa tanggapan yang menyatakan kadang-kadang (KK) sebanyak 75 atau dengan persentase 46%, tanggapan yang menyatakan setuju (S) sebanyak 48 atau dengan persentase 29%, tanggapan yang menyatakan tidak setuju (TS) sebanyak 27 atau dengan persentase 16%, dan tanggapan sangat setuju (SS) sebanyak 15 atau dengan persentase 9%, sedangkan untuk tanggapan yang menyatakan sangat tidak setuju (STS) tidak ada. Dengan demikian, penerapan etika bisnis Islam di pasar Kamis yang diterapkan oleh pedagang sembako sudah terbilang cukup baik dan cukup mampu untuk mempengaruhi kepuasan para konsumen. Oleh karena itu, perlu diperhatikan lagi etika atau perilaku dalam berdagang sehingga membuat konsumen loyal dengan adanya nilai tambah yang berikan kepada konsumen.
b. Penyajian Data Hasil Kuesioner (Angket) Kepuasan Konsumen (Varibel Y)
Data-data yang terkumpul dari hasil angket yang telah peneliti lakukan dengan menyebarkan sejumlah pernyataan kepada 33
responden di pasar Kamis Desa Sungai Junjangan. Pada variabel kepuasan konsumen diwakili 10 pernyataan yang bernilai positif. Selanjutnya akan peneliti sajikan dalam bentuk tabel berikut ini:
Tabel IV.7
Rekapitulasi Tanggapan Responden Tentang Kepuasan Konsumen (Variabel Y) No. Pernyataan SS (5) S (4) KK (3) TS (2) STS (1) Jumlah 1. Ketersediaan pedagang untuk menolong. 18 5 2 8 - 33 55% 15% 6% 24% 0% 100% 2. Ketersediaan pedagang untuk melayani dengan baik. 19 5 9 - - 33 58% 15% 27% 24% 0% 100% 3. Pedagang selalu melayani dengan segera, akurat, dan cepat. 16 7 9 1 - 33 49% 21% 27% 3% 0% 100% 4. Pedagang selalu memuaskan pembeli. 21 3 8 - - 33 64% 9% 24% 0% 0% 100%
5. Memiliki rasa peduli terhadap pembeli.
11 12 9 1 - 33
34% 36% 27% 3% 0% 100%
6. Dapat
berkomunikasi dengan baik kepada pembeli.
27 5 - 1 - 33
82% 15% 0% 3% 0% 100%
7. Pedagang selalu menepati janji dan dapat dipercaya.
28 4 - 1 - 33
85% 12% 0% 3% 0% 100%
8. Pedagang selalu 24 8 - 1 - 33
ramah dan sopan kepada pembeli. 73% 24% 0% 3% 0% 100% 9. Pedagang selalu memberikan kenyamanan baik dalam pelayanan, lokasi maupun ruang. 5 19 9 - - 33 15% 58% 27% 0% 0% 100% 10. Kebersihan selalu dijaga sehingga membuat para konsumen merasa nyaman. 8 16 8 1 - 33 24% 49% 24% 3% 0% 100% Jumlah 177 120 54 14 0 365 Persentase 48% 33% 15% 4% 0% 100%
Sumber: Data primer yang diolah 2020
Pada tabel IV.7 di atas dapat diketahui bahwa tanggapan responden tentang item pernyataan “Ketersediaan pedagang untuk
menolong”, mayoritas responden menyatakan sangat setuju (SS) sebanyak 18 orang dengan persentase 55%. Minoritas responden menyatakan kadang-kadang (KK) sebanyak 2 orang dengan persentase 6%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa menolong dalam hal ini yaitu konsumen dapat merasakan langsung rasa ketersediaan pedagang sembako untuk memberikan kelonggaran waktu kepada pihak terhutang, sehingga pedagang sembako mendapatkan respon positif dari konsumennya. Pada item pernyataan “Ketersediaan
pedagang untuk melayani dengan baik”, mayoritas responden menyatakan sangat setuju (SS) sebanyak 19 orang dengan persentase 58%. Minoritas responden menyatakan setuju (S) sebanyak 5 orang
dengan persentase 15%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa ketersediaan pelayanan yang diberikan pedagang sembako sudah cukup baik jika dilihat dari tanggapan konsumen.
Pada item pernyataan “Pedagang selalu melayani dengan
segera, akurat, dan cepat”, mayoritas responden menyatakan sangat setuju (SS) sebanyak 16 orang dengan persentase 49%. Minoritas responden menyatakan tidak setuju (TS) sebanyak 1 orang dengan persentase 3%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pedagang sudah melakukan pelayanan yang baik dirasakan konsumen dengan segera dan cepat. Pada item pernyataan “Pedagang selalu memuaskan
pembeli”, mayoritas responden menyatakan sangat setuju (SS) sebanyak 21 orang dengan persentase 64%. Minoritas responden menyatakan setuju (S) sebanyak 3 orang dengan persentase 9%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa pedagang sembako di pasar kamis sudah dapat memuaskan konsumennya dari produk atau barang-barang sembako yang dijual, atau perkara lainnya yang dapat menimbulkan respon baik sehingga konsumennya merasa puas.
Pada item pernyataan “Memiliki rasa peduli terhadap pembeli”, mayoritas responden menyatakan setuju (S) sebanyak 12 orang dengan persentase 36%. Minoritas responden menyatakan tidak setuju (TS) sebanyak 1 orang dengan persentase 3%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rasa kepedulian dalam seorang pedagang mampu memahami keinginan serta kebutuhan konsumen, maka akan
memberikan kelangsungan bisnis dan keloyalitasan konsumen. Pada item pernyataan “Dapat berkomunikasi dengan baik kepada
pembeli”, mayoritas responden menyatakan sangat setuju (SS) sebanyak 27 orang dengan persentase 82%. Minoritas responden menyatakan tidak setuju (TS) sebanyak 1 orang dengan persentase 3%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi yang baik antara penjual dan pembeli sangat diperlukan dalam bisnis atau jual beli sehingga penjual atau pedagang dapat memahami harapan dan kebutuhan konsumennya.
Pada item pernyataan “Pedagang selalu menepati janji dan
dapat dipercaya”, mayoritas responden menyatakan sangat setuju (SS) sebanyak 28 orang dengan persentase 85%. Minoritas responden menyatakan tidak setuju (TS) sebanyak 1 orang dengan persentase 3%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa para konsumen sangat percaya terhadap pedagang-pedagang sembako di pasar Kamis karena selalu menepati janji dan amanah. Pada item pernyataan “Pedagang
selalu ramah dan sopan kepada pembeli”, mayoritas responden menyatakan sangat setuju (SS) sebanyak 24 orang dengan persentase 73%. Minoritas responden menyatakan setuju (S) sebanyak 1 orang dengan persentase 3%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa pedagang sembako telah menerapkan sikap ramah dan sopan santun kepada pembeli sehingga disenangi oleh konsumennya.
Pada item pernyataan “Pedagang selalu memberikan
kenyamanan baik dalam pelayanan, lokasi maupun ruang”, mayoritas responden menyatakan setuju (S) sebanyak 19 orang dengan persentase 58%. Minoritas responden menyatakan setuju (S) sebanyak 5 orang dengan persentase 15%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya kenyamanan yang diberikan pedagang sembako baik itu dari lokasi dan ruang yang nyaman untuk berbelanja, serta pelayanan yang baik yang diberikan tentunya sangat diperhatikan oleh pedagang sembako di pasar Kamis. Pada item pernyataan “Kebersihan selalu dijaga sehingga membuat para konsumen
merasa nyaman”, mayoritas responden menyatakan setuju (S) sebanyak 16 orang dengan persentase 49%. Minoritas responden menyatakan tidak setuju (TS) sebanyak 1 orang dengan persentase 3%. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kebersihan yang diperhatikan oleh pedagang sembako juga cukup mempengaruhi kenyamanan para konsumen.
Berdasarkan tabel di atas rekapitulasi tanggapan responden tentang penyataan kepuasan konsumen (variabel Y) menunjukkan bahwa tanggapan yang menyatakan sangat setuju (SS) sebanyak 177 atau dengan persentase 48%, tanggapan yang menyatakan setuju (S) sebanyak 120 atau dengan persentase 33%, tanggapan yang menyatakan kadang-kadang (KK) sebanyak 54 atau dengan persentase 15%, dan tanggapan tidak setuju (TS) sebanyak 14 atau dengan
persentase 4%, sedangkan untuk tanggapan yang menyatakan sangat tidak setuju (STS) tidak ada. Dilihat dari persentase yang terbesar yaitu terdapat ditanggapan responden sangat setuju (SS). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa para konsumen di pasar Kamis merasa puas terhadap produk, pelayanan, tindakan atau yang telah dilakukan pedagang sembako selama ini.