• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 3.6 Klasifikasi Presentase

4.1 Penyajian Data Hasil Uji Coba Skala Kecil

4.1.1 Data Analisis Kebutuhan

Untuk mengetahui berbagai permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran Penjas di lapangan, serta menemukan pemecahan untuk permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan analisis kebutuhan. Kegiatan ini dilakukan dengan cara melakukan observasi pada proses pembelajaran Penjas di lapangan agar dapat mengetahui permasalahan yang ada dan hal yang dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Dalam proses pembelajaran Penjas di SD N 2 Sidodadi Kecamatan Patean Kabupaten Kendal kelas IV pada dasarnya sudah terlaksana cukup baik kecuali pada pembelajaran atletik materi sprint gawang. Kurang berhasilnya pembelajaran sprint gawang tersebut terdapat kesulitan-kesulitan dalam pembelajaran tersebut. Kesulitan yang dialami guru antara lain; 1) minimnya media/alat-alat/peraga/sumber belajar dan sejenisnya dalam mengembangkan pembelajaran, 2) guru kesulitan dalam memotivasi siswa untuk menumbuhkan rasa percaya diri dalam melakukan sprint gawang, kecepatan berpengaruh terhadap sprint gawang. Kesulitan yang dialami siswa yaitu; 1) ukuran tinggi gawang 50 cm menjadikan anak takut untuk melewati gawang tersebut, 2) siswa kesulitan melewati semua gawang karena jarak antar gawang 6 m yang terlalu jauh, 3) siswa merasa tidak percaya diri saat melakukan sprint gawang sehingga mengubah pola langkah/kaki tumpu saat berlari melewati gawang, 4) lantai yang beralaskan paving menjadikan anak takut jatuh saat melewati gawang karena

jatuh di paving lebih sakit daripada di lapangan yang berumput , 5) siswa kurang percaya diri sehingga saat berlari akan melewati gawang tiba-tiba berhenti di depan gawang karena takut gawang tersebut akan tertabrak lalu roboh.

Permasalahan yang ada di atas menjadi permasalahan peneliti bagaimana strategi untuk menumbuhkan keberanian, kesenangan dan percaya diri dalam pembelajaran sprint gawang sehingga dapat meningkatkan hasil pembelajaran. Peneliti mengembangkan model pembelajaran gerak dasar sprint gawang melalui media dan permainan Kid’s Athletics. Peneliti berharap produk yang dihasilkan nantinya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SD N 2 Sidodadi Kecamatan Patean Kabupaten Kendal, dengan terkondisinya siswa serta tersampaikannya materi dan mengembangkan keterampilan anak baik aspek afektif, kognitif, dan psikomotor. Produk yang dihasilkan juga diharapkan dapat bermanfaat bagi guru SD N 2 Sidodadi Kecamatan Patean Kabupaten Kendal dengan menambah pembelajaran dalam bentuk pengembangan media dan model permainan untuk siswa kelas IV.

Tabel 4.1 Wawancara Guru Penjasorkes

Butir Jawaban

1 Ya, materi sprint gawang memang ada dalam kurikulum KTSP. 2 Ya, saya pernah mengajarkan materi tersebut.

3 Ya, kesulitan saya pada minimnya media/ alat-alat/ peraga/ sumber belajar dan sejenisnya dalam mengembangkan pembelajaran, kesulitan dalam memotivasi siswa untuk menumbuhkan rasa percaya diri, berani, dan senang saat pembelajaran sprint gawang.

4 Ya, sebagian anak merasa senang dengan pembelajaran sprint gawang.

5 Ya, sebagian besar anak merasa takut saat akan melewati gawang karena ukuran tinggi gawang 50cm terutama anak perempuan.

6 Ya, tentu ukuran tinggi gawang berpengaruh terhadap tingkat ketakutan anak, yang tentunya setiap anak memiliki tingkat ketakutan yang berbeda-beda.

7 Tidak, walaupun ukuran panjang antar gawang 6m yang sudah ditentukan untuk anak SD, ada sebagian siswa yang belum mampu melewatinya.

8 Ya, tentu tinggi badan anak berpengaruh saat melakukan sprint gawang, anak yang pendek akan sedikit kesulitan saat melewati gawang, kebanyakan kaki belakang mereka mengenai gawangnya.

9 Ya, kecepatan berpengaruh pada saat melewati gawang, anak yang larinya lamban saat akan melewati gawang tolakannya kurang maksimal sedangkan anak yang larinya cepat saat melakukan tolakan akan maksimal.

10 Ya, tentu pemanasan khusus harus diberikan seperti lompat kardus dan lari memindahkan benda.

karena keterbatasan sarana dan prasarana sehingga hanya menggunakan media kardus.

12 Ya, dengan modifikasi dengan menggunakan media kardus. Sumber: Peneliti

Tabel 4.2 Hasil Observasi Awal Siswa

Butir (N=32) Presentase Keterangan

1 32 100% Semua siswa pernah mendapatkan pembelajaran sprint gawang

2 16 50% 50% siswa berani melakukan sprint gawang 3 18 56.25% 56.25% anak tidak takut melihat gawang 4 17 53.12% 53.12% siswa berani melewati gawang-gawang

tersebut

5 14 43.75% 43.75% siswa yang bisa melewati gawang-gawng tersebut

6 25 78.12% 78.12% siswa mengganggap jarak tersebut terlalu jauh

7 20 62.5% 62.5% siswa bisa melewati gawang tersebut 8 27 84.37% 84.37% siswa kesulitan melewati gawang yang

tingginya 50 cm

9 29 90.62% 90.62% bisa melewati gawang dengan tinggi badan mereka

10 13 37.5% 37.5% anak senang dengan pembelajaran sprint gawang

11 14 43.75% 43.75% anak yang tertarik mengikuti pembelajaran sprint gawang

12 19 59.37% 59.37% anak tidak bosan dengan pembelajaran sprint gawang

13 0 0% Guru tidak pernah memberikan permainan sprint gawang

Sumber: Peneliti

4.1.2 Diskripsi Draf Produk Awal

Setelah menentukan produk yang akan dikembangkan berupa media dan model permainan sprint gawang yang sesuai dengan siswa kelas IV. Tahap selanjutnya yang dilakukan adalah membuat produk menggunakan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Analisis tujuan dan karakteristik pembelajaran gerak dasar sprint gawang di SD N 2 Sidodadi Kecamatan Patean Kabupaten Kendal.

2. Analisis karakteristik siswa Sekolah Dasar kelas IV .

3. Mengkaji literatur tentang prinsip-prinsip atau cara mengembangkan modifikasi media dan model permainan gerak dasar sprint gawang.

4. Menetapkan prinsip-prinsip untuk mengembangkan media dan model permainan gerak dasar sprint gawang.

5. Menetapkan tujuan, isi, dan strategi pengelolaan pembelajaran. 6. Pengembangan prosedur pengukuran hasil pembelajaran.

7. Menyusun produk awal media dan model pembelajaran permainan gerak dasar sprint gawang .

Setelah melalui proses desain dan produksi maka dihasilkan produk awal pembelajaran media dan model permainan gerak dasar sprint gawang melalui media “sponge” dan permainan “Kid’s Athletics” yang sesuai dengan siswa kelas IV. Berikut akan disajikan draf produk awal media dan model permainan gerak dasar sprint gawang sebelum divalidasi oleh ahli Penjas dan guru Penjas SD N 2 Sidodadi Kecamatan Patean Kabupaten Kendal.

4.1.3 Draf Produk Awal Permainan Sprint Gawang 4.1.3.1 Pengertian Permainan Sprint Gawang

Pembelajaran sprint gawang dengan model permainan Kid’s Athletics yang di dalamnya terdapat unsur melatih gerak dasar locomotor dan non-locomotor. Hakikat dari permainan ini adalah untuk dapat merangsang perkembangan gerak dasar locomotor yaitu lari untuk siswa dengan cara yang menyenangkan sesuai dengan karakteristik anak SD melalui Kid’s Athletics. Media dan model permainan ini adalah melewati rintangan berupa gawang (30 cm) sebanyak 4 buah yang terbuat dari sponge, sambil membawa benda lunak (gelang selang) untuk tongkat estafet dan berlari,yang dilakukan secara kompetisi oleh dua tim. Dalam permainan ini tugas setiap pemain yang sudah melewati rintangan adalah segera berlari melewati bendera ke arah garis finish untuk memberikan benda

lunak (gelang selang) ke pemain berikutnya melakukan sama seperti pemain nomor 1.

Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang saling berkompetisi. Dalam 1 tim berjumlah 8 siswa. Bidang lapangan permainanmempunyai 2 lintasan, lintasan 1 siswa melakukan lari melewati rintangan (gawang sponge), lintasan 2 siswa melakukan sprint.

Pada awal permainan pemain nomor 1 terlebih dahulu mengambil benda lunak (gelang selang) di belakang bendera pada garis start sebelum memulai permainan, kemudian siswa dapat langsung melaksanakan permainan.

Tim yang dinyatakan sebagai pemenang pertandingan adalah tim yang tercepat melakukan sprint gawang sampai ke garis finish.

4.1.3.2 Tata Cara Permainan

Tata cara pembelajaran permainan Sprint Gawang dimulai dengan masing-masing tim yang bertanding mempersiapkan 8 anak pada garis start. Pemain nomor 1 yang berada pada garis start mengambil benda lunak (gelang selang) dan pemain berikutnya menunggu giliran memerima benda lunak (gelang selang) dan berlari melewati rintangan (gawang sponge setinggi 30 cm) pada lintasan 1 sejauh 40 meter dan sprint pada lintasan 2 sejauh 40 meter hingga garis finish. Apabila setiap anggota tim sudah melakukan permainan dengan cepat dan benar maka permainan dinyatakan berhasil.

4.1.3.3 Fasilitas dan Perlengkapan Permainan Sprint Gawang 1. Lapangan

Bidang lapangan permainan sprint gawang sangat sederhana dan mempunyai ukuran 40 meter x 2,5 meter dan mempunyai 2 lintasan. Jarak antar

gawang adalah 6 meter. Untuk lintasan 1 adalah lintasan lari gawang, lintasan 2 adalah lintasan lari sprint.

Gambar 4.1 Lintasan 1 melewati gawang. Sumber : Peneliti

Gambar 4.2 Lintasan 2 lari sprint. Sumber : Peneliti

2. Gawang

Gawang yang digunakan merupakan gawang modifikasi yang terbuat dari sponge warna-warni yang tingginya 30 cm digunakan sebagai rintangan pada lintasan 1.

30 cm

15 cm

Gambar 4.3 Gawang. Sumber : Peneliti

11m 6m 6m 6m 11m

Start

2,5m

40 m

Dokumen terkait