BAB IV PENYAJIAN HASIL PENELITIAN
B. Penyajian Data
Pada bab I telah dijelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kompetensi guru dalam membangkitkan motivasi ekstrinsik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA N 2 Tapung Hilir.
Untuk memperoleh hasil tentang kompetensi guru dalam membangkitkan motivasi ekstrinsik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA N 2 Tapung Hilir, maka penulis menggunakan teknik observasi sebanyak 4 kali pertemuan dengan langsung mengamati kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru-guru Pendidikan Agama Islamsesuai dengan indikator-indikator yang disusun. Dan teknik wawancara penulis lakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Data yang tercantum dalam bab ini merupakan hasil observasi yang dilakukan terhadap 3 orang guru. Masing-masing guru diobservasi sebanyak 4 kali.
Setelah penulis melaksanakan observasi, maka dapatlah data ini disajikan secara terperinci dari masing-masing indikator yang telah ditetapkan sebagai acuan penelitian. Dibawah ini akan penulis sajikan masing-masing indikator yang telah dilaksanakan oleh guru-guru Pendidikan Agama Islamdalam proses pembelajaran.
TABEL IV.5
OBSERVASI KOMPETENSI GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI EKSTRINSIK PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMA N 2
TAPUNG HILIR GURU: A
Hari/Tanggal Observasi : Kamis / 03 Mei 2012
Nama Guru : GURU A
Materi : Takziah dan Ziarah Kubur Kelas/ Waktu : XI IPA 2 / 2 X 45 menit
1 Memberikan angka atau
penilaian dalam belajar
2 Memberi hadiah berupa materi
atas prestasi belajar siswa
3 Memberi pujian kepada siswa
dalam proses pembelajaran
4 Memberikan tugas atau latihan
dalam proses pembelajaran
5 Memberikan atau
mengembalikan hasil belajar siswa
6 Memberikan hukuman berupa
tugas atau non fisik bagi siswa yang melanggar peraturan dalam belajar
7 Menggunakan metode yang
bervariasi dalam belajar 8 Membacakan indikator-indikator
tujuan hasil pembelajaran 9 Menciptakan persaingan atau
kompetisi antar siswa
10 Tidak meninggalkan kelas ketika
siswa diberi tugas
11 Menyelipkan humor dalam
pembelajaran
12 Menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa
Jumlah 4 6 2
Persentase 33,33% 50% 16,66%
Pada observasi pertama terhadap guru A, berdasarkan lembar observasi diatas, dapat dijelaskan bahwa guru A dalam membangkitkan motivasi ekstrinsik siswa terlihat belum terlaksana sebagaimana mestinya. Karena dari 12 indikator yang telah ditetapkan oleh penulis, masih ada 2 indikator yang tidak dilaksanakan oleh guru A dalam proses pembelajaran, yaitu terdapat pada indikator memberi hadiah berupa materi atas prestasi belajar siswa, dan memberikan atau mengembalikan hasil belajar siswa. Sedangkan indikator yang kadang-kadang dilaksanakan oleh guru A yaitu, terdapat pada indikator memberi pujian kepada siswa dalam proses pembelajaran, memberikan tugas atau latihan dalam proses pembelajaran, memberikan hukuman berupa tugas atau non fisik bagi siswa yang melanggar peraturan dalam belajar, menciptakan persaingan atau kompetisi antar siswa, menyelipkan humor dalam pembelajaran, dan menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa. Sedangkan 4indikator lainnya sudah terlaksana dengan baik oleh guru A dalam proses pembelajaran.
TABEL IV.6
OBSERVASI KOMPETENSI GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI EKSTRINSIK PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMA N 2
TAPUNG HILIR GURU: A
Hari/Tanggal Observasi : Kamis / 10 Mei 2012
Nama Guru : GURU A
1 Memberikan angka atau
penilaian dalam belajar
2 Memberi hadiah berupa materi
atas prestasi belajar siswa
3 Memberi pujian kepada siswa
dalam proses pembelajaran 4 Memberikan tugas atau latihan
dalam proses pembelajaran
5 Memberikan atau
mengembalikan hasil belajar siswa
6 Memberikan hukuman berupa
tugas atau non fisik bagi siswa yang melanggar peraturan dalam belajar
7 Menggunakan metode yang
bervariasi dalam belajar 8 Membacakan indikator-indikator
tujuan hasil pembelajaran 9 Menciptakan persaingan atau
kompetisi antar siswa
10 Tidak meninggalkan kelas ketika
siswa diberi tugas
11 Menyelipkan humor dalam
pembelajaran
12 Menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa
Jumlah 5 4 3
Persentase 41,66% 33,33% 25%
Pada observasi kedua terhadap guru A, berdasarkan lembar observasi diatas, dapat dijelaskan bahwa guru A dalam membangkitkan motivasi ekstrinsik siswa terlihat sangat belum terlaksana sebagaimana mestinya. Karena dari 12 indikator yang telah ditetapkan oleh penulis, masih ada 3 indikator yang tidak dilaksanakan oleh guru A dalam proses pembelajaran yaitu, terdapat pada indikator memberi hadiah berupa materi atas prestasi belajar siswa, memberikan tugas atau latihan dalam proses pembelajaran, dan memberikan atau mengembalikan hasil belajar siswa. Sedangkan indikator yang kadang-kadang dilaksanakan oleh guru, yaitu terdapat pada indikator memberikan hukuman berupa tugas atau non fisik bagi siswa yang melanggar peraturan dalam belajar, menciptakan persaingan atau kompetisi antar siswa, menyelipkan humor dalam pembelajaran, dan menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa. Sedangkan 5 indikator lainnya sudah terlaksana dengan baik oleh guru A dalam proses pembelajaran.
TABEL IV.7
OBSERVASI KOMPETENSI GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI EKSTRINSIK PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMA N 2
TAPUNG HILIR GURU: A
Hari/Tanggal Observasi : Kamis / 17 Mei 2012
Nama Guru : GURU A
Materi : Pengertian Khutbah, Tabliq dan Dakwah Kelas/ Waktu : XI IPA 2 / 2 X 45 menit
1 Memberikan angka atau
penilaian dalam belajar
2 Memberi hadiah berupa materi
atas prestasi belajar siswa
3 Memberi pujian kepada siswa
dalam proses pembelajaran
4 Memberikan tugas atau latihan
dalam proses pembelajaran
5 Memberikan atau
mengembalikan hasil belajar siswa
6 Memberikan hukuman berupa
tugas atau non fisik bagi siswa yang melanggar peraturan dalam belajar
7 Menggunakan metode yang
bervariasi dalam belajar 8 Membacakan indikator-indikator
tujuan hasil pembelajaran 9 Menciptakan persaingan atau
kompetisi antar siswa
10 Tidak meninggalkan kelas ketika
siswa diberi tugas
11 Menyelipkan humor dalam
pembelajaran
12 Menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa
Jumlah 5 6 2
Persentase 33,33% 50% 16,66%
Pada observasi ketiga terhadap guru A, berdasarkan lembar observasi diatas, dapat dijelaskan bahwa guru A dalam membangkitkan motivasi ekstrinsik siswa terlihat belum terlaksana sebagaimana mestinya. Karena dari 12 indikator yang telah ditetapkan oleh penulis, masih ada 2 indikator yang tidak dilaksanakan oleh guru A dalam proses pembelajaran, yaitu terdapat pada indikator memberi hadiah berupa materi atas prestasi belajar siswa, memberikan atau mengembalikan hasil belajar siswa.
Sedangkan pada indikator yang kadang-kadang dilaksanakan oleh guru A yaitu terdapat pada indikator memberi pujian kepada siswa dalam proses pembelajaran, memberikan tugas atau latihan dalam proses pembelajaran, memberikan hukuman berupa tugas atau non fisik bagi siswa yang melanggar peraturan dalam belajar, menciptakan persaingan atau kompetisi antar siswa, menyelipkan humor dalam proses pembelajaran, dan menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa. Sedangkan 5 indikator lainnya sudah terlaksana dengan baik oleh guru A dalam proses pembelajaran.
TABEL IV.8
OBSERVASI KOMPETENSI GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI EKSTRINSIK PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMA N 2
TAPUNG HILIR GURU: A
Hari/Tanggal Observasi : Kamis / 24 Mei 2012
Nama Guru : GURU A
Materi : Ketentuan Khutbah, Tabliq dan Dakwah Kelas/ Waktu : XI IPA 2 / 2 X 45 menit
1 Memberikan angka atau penilaian
dalam belajar
2 Memberi hadiah berupa materi
atas prestasi belajar siswa
3 Memberi pujian kepada siswa
dalam proses pembelajaran 4 Memberikan tugas atau latihan
dalam proses pembelajaran 5 Memberikan atau mengembalikan
hasil belajar siswa
6 Memberikan hukuman berupa tugas atau non fisik bagi siswa yang melanggar peraturan dalam belajar
7 Menggunakan metode yang
bervariasi dalam belajar
8 Membacakan indikator-indikator
tujuan hasil pembelajaran 9 Menciptakan persaingan atau
kompetisi antar siswa
10 Tidak meninggalkan kelas ketika
siswa diberi tugas
11 Menyelipkan humor dalam
pembelajaran
12 Menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa
Jumlah 6 5 1
Persentase 50% 41,66% 8,33%
Pada observasi keempat terhadap guru A, berdasarkan lembar observasi diatas, dapat dijelaskan bahwa guru A dalam membangkitkan motivasi ekstrinsik siswa terlihat sudah melaksanakan sedikit lebih baik dari observasi-observasi sebelumnya. Karena dari 12 indikator yang telah ditetapkan oleh penulis, terlihat sudah 6 indikator yang selalu dilaksanakan oleh guru A dalam proses pembelajaran, sedangkan indikator yang kadang-kadang dilaksanakan oleh guru A yaitu terdapat pada indikator memberikan atau mengembalikan hasil belajar siswa, menciptakan persaingan atau kompetisi antar siswa, tidak meninggalkan kelas ketika siswa diberi tugas, dan menyelipkan humor dalam pembelajaran.
Sedangkan indikator yang tidak dilaksanakan oleh guru yaitu terdapat pada indikator memberikan hadiah berupa materi atas prestasi belajar siswa.
TABEL IV.9
REKAPITULASI HASIL OBSERVASI KOMPETENSI GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI EKSTRINSIK PADA PEMBELAJARAN
PAI DI SMA N 2 TAPUNG HILIR GURU: A
No Aspek yang diamati Alternatif Jawaban/Skor Selalu
Kadang-kadang
Tidak pernah
(3) (2) (1)
1 Memberikan angka atau
penilaian dalam belajar 4 0 0
2 Memberi hadiah berupa materi
atas prestasi belajar siswa 0 0 4
3 Memberi pujian kepada siswa
dalam proses pembelajaran 2 2 0
4 Memberikan tugas atau latihan
dalam proses pembelajaran 1 2 1
5 Memberikan atau
mengembalikan hasil belajar siswa
0 1 3
6 Memberikan hukuman berupa tugas atau non fisik bagi siswa yang melanggar peraturan dalam belajar
0 4 0
7 Menggunakan metode yang
bervariasi dalam belajar 4 0 0
8 Membacakan indikator-indikator tujuan hasil pembelajaran
4 0 0
9 Menciptakan persaingan atau
kompetisi antar siswa 0 4 0
10 Tidak meninggalkan kelas
ketika siswa diberi tugas 3 1 0
11 Menyelipkan humor dalam
pembelajaran 0 4 0
12 Menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa
1 3 0
Jumlah 19 21 8
Persentase 39,58% 43,75% 16,66%
Berdasarkan tabel rekapitulasi di atas diketahui:
Alternatif jawaban (selalu) sebanyak 19 (39,58%) Alternatif jawaban (kadang-kadang) sebanyak 21(43,75%) Alternatif jawaban (tidak pernah) sebanyak 8 (16,66%)
Dengan demikian untuk mengetahui kompetensi guru dalam membangkitkan motivasi ekstrinsik adalah:
Selalu sebanyak 19x 3 = 57
Kadang-kadang sebanyak 21 x 2 = 42 Tidak Pernah sebanyak 8 x 1= 8 +
48 = 107 Untuk N = 48 x 3 (jumlah option) = 144
Dari hasil N di atas selanjutnya penulis akan mencari persentase dengan menggunakan rumus:
P = x 100 %
= x 100 %
= 74,30%
Jadi dari hasil perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru dalam membangkitkan motivasi ekstrinsik pada pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA N 2 Tapung Hilir adalah dikategorikan “Cukup”karena hasil pengolahan data dari lapangan diperoleh persentase 74,30% yang berada pada rentang 60-75%, persentase ini pada kategori “Cukup”.
Untuk mendukung data ini penulis juga mengadakan wawancara dengan guru A. Adapun kesimpulan wawancara dengan guru A adalah: Guru A merupakan alumni dari S1 Dakwah Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam,dan melanjutkan A4 di UIN Suska Pekanbaru. Guru Amengajar sudah semenjak tahun 2000 sampai sekarang dan mulai mengajar di sekolah SMA N 2 Tapung Hilir lebih kurang 2 tahun. Selain itu, sebelum memulai proses pembelajaran, guru A selalu berusaha memberikan dorongan atau memotivasi siswa untuk bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Guru A juga selalu membacakan indikator-indikator tujuan hasil pembelajaran yang hendak di capai, langkah ini dilakukan oleh guru A untuk memberikan pemahaman pada diri siswa agar merasakan pentingnya belajar.Apabila siswa telah menyadari tujuan belajar dan pembelajaran yang hendak dicapai, maka perbuatan belajar ke arah tujuan tersebut akan meningkat, karena daya dorongnya menjadi lebih besar. Dalam hal memberikan hadiah berupa materi guru mengakui bahwa tidak pernah memberikannya, untuk menghargai hasil belajar siswa guru A cukup memberikan pujian dan nilai sebagai simbol hasil belajar mereka.1
1Tupon, Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Tapung Hilir, Wawancara, Tanggal 10 Mei 2012
TABEL IV.10
OBSERVASI KOMPETENSI GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI EKSTRINSIK PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMA N 2
TAPUNG HILIR GURU: B
Hari/Tanggal Observasi : Rabu / 09 Mei 2012
Nama Guru : GURU B
1 Memberikan angka atau penilaian
dalam belajar
2 Memberi hadiah berupa materi atas
prestasi belajar siswa
3 Memberi pujian kepada siswa dalam
proses pembelajaran
4 Memberikan tugas atau latihan
dalam proses pembelajaran
5 Memberikan atau mengembalikan
hasil belajar siswa
6 Memberikan hukuman berupa tugas atau non fisik bagi siswa yang melanggar peraturan dalam belajar
7 Menggunakan metode yang
bervariasi dalam belajar
8 Membacakan indikator-indikator
tujuan hasil pembelajaran
9 Menciptakan persaingan atau
kompetisi antar siswa
10 Tidak meninggalkan kelas ketika
siswa diberi tugas
11 Menyelipkan humor dalam
pembelajaran
12 Menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa
Jumlah 2 9 1
Persentase 16,66% 75% 8,33%
Pada observasi pertama terhadap guru B, berdasarkan lembar observasi diatas, dapat dijelaskan bahwa guru B dalam membangkitkan motivasi ekstrinsik
siswa terlihat belum terlaksana sebagaimana mestinya. Karena dari 12 indikator yang telah ditetapkan oleh penulis, masih ada 1 indikator yang tidak dilaksanakan oleh guru B dalam proses pembelajaran, yaitu terdapat pada indikator memberi hadiah berupa materi atas prestasi belajar siswa, sedangkan masih ada 9 indikator yang termasuk kedalam kategori kadang-kadang yang dilaksanakan oleh guru B, yaitu terdapat pada indikator memberi pujian kepada siswa dalam proses pembelajaran, memberikan tugas atau latihan dalam proses pembelajaran, memberikan atau mengembalikan hasil belajar siswa, menggunakan metode yang bervariasi dalam belajar, membacakan indikator-indikator tujuan hasil pembelajaran, menciptakan persaingan atau kompetisi antar siswa, tidak meninggalkan kelas ketika siswa diberi tugas, menyelipkan humor dalam pembelajaran, dan menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa. Sedangkan 2 indikator lainnya sudah terlaksana dengan baik oleh guru B dalam proses pembelajaran.
TABEL IV.11
OBSERVASI KOMPETENSI GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI EKSTRINSIK PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMA N 2
TAPUNG HILIR GURU: B
Hari/Tanggal Observasi : Rabu / 16 Mei 2012
Nama Guru : GURU B
1 Memberikan angka atau penilaian
dalam belajar
2 Memberi hadiah berupa materi
atas prestasi belajar siswa
3 Memberi pujian kepada siswa
dalam proses pembelajaran 4 Memberikan tugas atau latihan
dalam proses pembelajaran
5 Memberikan atau mengembalikan
hasil belajar siswa
6 Memberikan hukuman berupa tugas atau non fisik bagi siswa yang melanggar peraturan dalam belajar
7 Menggunakan metode yang
bervariasi dalam belajar
8 Membacakan indikator-indikator
tujuan hasil pembelajaran
9 Menciptakan persaingan atau
kompetisi antar siswa
10 Tidak meninggalkan kelas ketika
siswa diberi tugas
11 Menyelipkan humor dalam
pembelajaran
12 Menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa
Jumlah 5 6 1
Persentase 41,66% 50% 8,33%
Pada observasi kedua terhadap guru B, berdasarkan lembar observasi diatas, dapat dijelaskan bahwa guru B dalam membangkitkan motivasi ekstrinsik siswa terlihat belum terlaksana sebagaimana mestinya. Karena dari 12 indikator yang telah ditetapkan oleh penulis, masih ada 6 indikator yang termasuk pada kategori kadang-kadang yang dilaksanakan oleh guru B dalam pembelajaran, yaitu terdapat pada indikator memberikan tugas atau latihan dalam proses pembelajaran, memberikan atau mengembalikan hasil belajar siswa, membacakan indikator-indikator tujuan hasil pembelajaran, menciptakan persaingan atau kompetisi antar siswa, menyelipkan humor dalam pembelajaran, dan menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa.
Sedangkan untuk indikator yang tidak pernah dilaksanakn oleh guru B terdapat pada indikator memberi hadiah berupa materi atas prestasi belajar siswa. Dan 5 indikator lainnya sudah dilaksanakan oleh guru B dengan baik dalam proses pembelajaran.
TABEL IV.12
OBSERVASI KOMPETENSI GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI EKSTRINSIK PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMA N 2
TAPUNG HILIR GURU: B
Hari/Tanggal Observasi : Rabu / 23 Mei 2012
Nama Guru : GURU B
1 Memberikan angka atau penilaian
dalam belajar
2 Memberi hadiah berupa materi
atas prestasi belajar siswa
3 Memberi pujian kepada siswa
dalam proses pembelajaran 4 Memberikan tugas atau latihan
dalam proses pembelajaran 5 Memberikan atau mengembalikan
hasil belajar siswa
6 Memberikan hukuman berupa tugas atau non fisik bagi siswa yang melanggar peraturan dalam belajar
7 Menggunakan metode yang
bervariasi dalam belajar
8 Membacakan indikator-indikator
tujuan hasil pembelajaran
9 Menciptakan persaingan atau
kompetisi antar siswa
10 Tidak meninggalkan kelas ketika
siswa diberi tugas
11 Menyelipkan humor dalam
pembelajaran
12 Menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa
Jumlah 6 5 1
Persentase 50% 41,66% 8,33%
Pada observasi ketiga terhadap guru B, berdasarkan lembar observasi diatas, dapat dijelaskan bahwa guru B dalam membangkitkan motivasi ekstrinsik siswa terlihat belum terlaksana sebagaimana mestinya. Karena dari 12 indikator yang telah ditetapkan oleh penulis, masih ada 5 indikator yang termasuk pada kategori kadang-kadang dilaksanakan oleh guru B dalam pembelajaran, yaitu terdapat pada indikator memberi angka atau penilaian dalam belajar, memberi hadiah berupa materi atas prestasi belajar siswa, membacakan indikator-indikator tujuan hasil pembelajaran, menyelipkan humor dalam pembelajaran, menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa.
Untuk indikator yang tidak pernah dilaksanakan oleh guru B pada observasi ketiga ini adalah memberikan hukuman berupa tugas atau non fisik bagi siswa yang melanggar peraturan dalam belajar. Sedangkan 6 indikator lainnya sudah dilaksanakan oleh guru B dengan baik dalam proses pembelajaran.
TABEL IV.13
OBSERVASI KOMPETENSI GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI EKSTRINSIK PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMA N 2
TAPUNG HILIR GURU: B
Hari/Tanggal Observasi : Rabu / 30 Mei 2012
Nama Guru : GURU B
Materi : Sejarah Dakwah Rasulallah Periode Madinah Kelas/ Waktu : X 1 / 2 X 45
1 Memberikan angka atau penilaian
dalam belajar
2 Memberi hadiah berupa materi atas
prestasi belajar siswa
3 Memberi pujian kepada siswa dalam
proses pembelajaran
4 Memberikan tugas atau latihan
dalam proses pembelajaran
5 Memberikan atau mengembalikan
hasil belajar siswa
6 Memberikan hukuman berupa tugas atau non fisik bagi siswa yang melanggar peraturan dalam belajar
7 Menggunakan metode yang
bervariasi dalam belajar
8 Membacakan indikator-indikator
tujuan hasil pembelajaran
9 Menciptakan persaingan atau
kompetisi antar siswa
10 Tidak meninggalkan kelas ketika
siswa diberi tugas
11 Menyelipkan humor dalam
pembelajaran
12 Menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa
Jumlah 4 6 2
Persentase 33,33% 50% 16,66%
Pada observasi keempat terhadap guru B, berdasarkan lembar observasi diatas, dapat dijelaskan bahwa guru B dalam membangkitkan motivasi ekstrinsik siswa terlihat belum terlaksana sebagaimana mestinya. Karena dari 12 indikator yang telah ditetapkan oleh penulis, masih ada 6 indikator yang termasuk pada kategori kadang-kadang yang dilaksanakan oleh guru B, yaitu terdapat pada indikator memberi pujian kepada siswa dalam proses pembelajaran, memberikan tugas atau latihan dalam proses pembelajaran, memberikan atau mengembalikan hasil belajar siswa, membacakan indikator-indikator tujuan hasil pembelajaran, tidak meninggalkan kelas ketika siswa diberi tugas, menyelipkan humor dalam pembelajaran. Untuk indikator yang tidak pernah dilaksanakan oleh guru B adalah memberi hadiah berupa materi atas prestasi belajar siswa, memberikan hukuman berupa tugas atau non fisik bagi siswa yang melanggar peraturan dalam belajar.
Sedangkan 4 indikator lainnya sudah dilaksanakan oleh guru B dengan baik dalam proses pembelajaran.
TABEL IV.14
REKAPITULASI HASIL OBSERVASI KOMPETENSI GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI EKSTRINSIK PADA PEMBELAJARAN
PAI DI SMA N 2 TAPUNG HILIR GURU: B
1 Memberikan angka atau penilaian
dalam belajar 3 1 0
2 Memberi hadiah berupa materi atas
prestasi belajar siswa 0 1 3
3 Memberi pujian kepada siswa dalam
proses pembelajaran 2 2 0
4 Memberikan tugas atau latihan dalam
proses pembelajaran 1 3 0
5 Memberikan atau mengembalikan
hasil belajar siswa 1 3 0
6 Memberikan hukuman berupa tugas atau non fisik bagi siswa yang melanggar peraturan dalam belajar
2 0 2
7 Menggunakan metode yang
bervariasi dalam belajar 3 1 0
8 Membacakan indikator-indikator
tujuan hasil pembelajaran 0 4 0
9 Menciptakan persaingan atau
kompetisi antar siswa 2 2 0
10 Tidak meninggalkan kelas ketika
siswa diberi tugas 2 2 0
11 Menyelipkan humor dalam
pembelajaran 0 4 0
12 Menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa
1 3 0
Jumlah 17 26 5
Persentase 35,41% 54,16% 10,41%
Berdasarkan tabel rekapitulasi di atas diketahui:
Alternatif jawaban (selalu) sebanyak 17 (35,41%) Alternatif jawaban (kadang-kadang) sebanyak 26(54,16%)
Alternatif jawaban (tidak pernah) sebanyak 5 (10,41%)
Dengan demikian untuk mengetahui kompetensi guru dalam membangkitkan motivasi ekstrinsik adalah:
Selalu sebanyak 17x 3 = 51
Kadang-kadang sebanyak 26 x 2 = 52 Tidak Pernah sebanyak 5 x 1 = 5 +
48 = 108 Untuk N = 48 x 3 (jumlah option) = 144
Dari hasil N di atas selanjutnya penulis akan mencari persentase dengan menggunakan rumus:
P = x 100 %
= x 100 %
= 75%
Jadi dari hasil perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru dalam membangkitkan motivasi ekstrinsik pada pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA N 2 Tapung Hiliradalah dikategorikan “Cukup” karena hasil pengolahan data dari lapangan diperoleh persentase 75% yang berada pada rentang 60-75%, persentase ini pada kategori “Cukup”.
Untuk mendukung data ini penulis juga mengadakan wawancara dengan guru B. Adapun kesimpulan wawancara dengan guru B adalah: Guru B merupakan alumni dari S1 Kimia Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Guru B sudah mulai mengajar semenjak tahun 2008 dan
mengajar di SMA N 2 Tapung Hilir lebih kurang 2 tahun.Selain itu, sebelum memulai proses pembelajaran, guru B tidak terlalu terbiasa membacakan indikator-indikator tujuan hasil pembelajaran, karena guru B berpendapat bahwa indikator-indikator tujuan pembelajaran tersebut bisa dibaca sendiri oleh siswa di dalam buku pegangan siswa. Untuk membangkitkan motivasi siswa guru B melakukannya dengan cara mengadakan penilaian di setiap proses pembelajaran dan memberikan tugas serta mengembalikan hasil tugas tersebut kepada siswa guna untuk memperbaiki serta meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Dalam hal memberikan hadiah berupa materi guru B juga jarang melakukannya, untuk memberi penghargaan atas hasil belajar siswa guru B memberikan penilaian serta pujian kepada siswa.2
2 Muhammad Harir, Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas 2 Tapung Hilir, Wawancara, Tanggal 09 Mei 2012
TABEL IV.15
OBSERVASI KOMPETENSI GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI EKSTRINSIK PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMA N 2
TAPUNG HILIR GURU: C
Hari/Tanggal Observasi : Sabtu / 12 Mei 2012
Nama Guru : GURU C
Materi : Pengertian Khutbah, Tabliq dan Dakwah Kelas/ Waktu : X 1 / 2 X 45
1 Memberikan angka atau penilaian
dalam belajar
2 Memberi hadiah berupa materi atas
prestasi belajar siswa
3 Memberi pujian kepada siswa dalam
proses pembelajaran
4 Memberikan tugas atau latihan dalam
proses pembelajaran
5 Memberikan atau mengembalikan
hasil belajar siswa
6 Memberikan hukuman berupa tugas atau non fisik bagi siswa yang melanggar peraturan dalam belajar
7 Menggunakan metode yang
bervariasi dalam belajar
8 Membacakan indikator-indikator
tujuan hasil pembelajaran
9 Menciptakan persaingan atau
kompetisi antar siswa
10 Tidak meninggalkan kelas ketika
siswa diberi tugas
11 Menyelipkan humor dalam
pembelajaran
12 Menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa
Jumlah 1 8 3
Persentase 8,33% 66,66% 25%
Pada observasi pertama terhadap guru C, berdasarkan lembar observasi diatas, dapat dijelaskan bahwa guru C dalam membangkitkan motivasi ekstrinsik
siswa terlihat belum terlaksana sebagaimana mestinya. Karena dari 12 indikator yang telah ditetapkan oleh penulis, masih ada 3 indikator yang tidak pernah dilaksanakan oleh guru C dalam proses pembelajaran, yaitu terdapat pada indikator memberi hadiah berupa materi atas prestasi belajar siswa, memberikan tugas atau latihan dalam proses pembelajaran, dan memberikan hukuman berupa
siswa terlihat belum terlaksana sebagaimana mestinya. Karena dari 12 indikator yang telah ditetapkan oleh penulis, masih ada 3 indikator yang tidak pernah dilaksanakan oleh guru C dalam proses pembelajaran, yaitu terdapat pada indikator memberi hadiah berupa materi atas prestasi belajar siswa, memberikan tugas atau latihan dalam proses pembelajaran, dan memberikan hukuman berupa