HASIL PENILITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Penyajian Hasil Analisis Data
Pada bagian ini, dibahas secara rinci mengenai data penelitian sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan. Penelitian yang dimaksud adalah penelitian kuantitatif. Hasil penelitian kuantitatif dalam penelitian ini adalah hasil yang dinyatakan dalam bentuk angka untuk mengukur kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar dalam mengidentifikasi bentuk interjeksi dalam kalimat bahasa Indonesia.
Data penelitian yang diperoleh akan diuraikan dalam bentuk tabel. Untuk mengetahui kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar dalam mengidentifikasi bentuk interjeksi kalimat bahasa Indonesia. Berikut ini akan diuraikan dalam bentuk tabel. Adapun data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dibuatkan tabelnya sebagai berikut.
Tabel 4.2. Hasil Perolehan Skor dan Nilai Kemampuan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar dalam Mengidentifikasi Bentuk Interjeksi Kalimat Bahasa Indonesia
No Kode Sampel Skor Perolehan Nilai
1 01 16 8,0
6 06 12 6,0
7 07 14 7,0
8 08 16 8,0
9 09 12 6,0
10 10 14 7,0
11 11 14 7,0
12 12 8 4,0
13 13 8 4,0
14 14 14 7,0
15 15 14 7,0
16 16 13 6,5
17 17 15 7,5
18 18 14 7,0
19 19 13 6,5
20 20 12 6,0
21 21 14 7,0
22 22 11 5,5
23 23 11 5,5
24 24 14 7,0
25 25 14 7,0
26 26 13 6,5
27 27 13 6,5
Sumber: Data Perolehan Tes Siswa Kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar
Pada tabel 4.2 tersebut, terlihat jelas skor yang diperoleh siswa sampel.
Skor perolehan sampel tersebut merupakan salah satu indikator yang menunjukkan variasi tingkat kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar dalam mengidentifikasi bentuk interjeksi kalimat bahasa Indonesia.
Variasi nilai perolehan skor pada tabel tersebut, dapat dijadikan gambaran variasi tingkat kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar dalam mengidentifikasi bentuk interjeksi kalimat bahasa Indonesia.
Uraian data pada tabel tersebut, tampak dengan jelas hasil tes siswa sampel dalam kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar mengidentifikasi bentuk interjeksi kalimat bahasa Indonesia. Pada tabel tersebut terlihat skor tertinggi yang diperoleh siswa sampel 01 skor perolehan 16 dengan nilai 8,0, sampel 02 skor perolehan 15 dengan nilai 7,5, sampel 03 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 04 skor perolehan 12 dengan nilai 6,0, sampel 05 skor perolehan 10 dengan nilai 5,0, sampel 06 skor perolehan 12 dengan nilai 6,0, sampel 07 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 08 skor perolehan 16 dengan nilai 8,0, sampel 09 skor perolehan 12 dengan nilai 6,0, sampel 10 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 11 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 12 skor perolehan 8 dengan nilai 4,0, sampel 13 skor perolehan - dengan
28 28 17 8,5
29 29 13 6,5
30 30 13 6,5
31 31 15 7,5
nilai -, sampel 14 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 15 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 16 skor perolehan 13 dengan nilai 6,5, sampel 17 skor perolehan 15 dengan nilai 7,5, sampel 18 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 19 skor perolehan 13 dengan nilai 6,5, sampel 20 dengan perolehan skor 12 dengan nilai 6,0, sampel 21 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 22 skor perolehan 11 dengan nilai 5,5, sampel 23 skor perolehan 11 dengan nilai 5,5, sampel 24 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 25 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 26 skor perolehan 13 dengan nilai 6,5, sampel 27 skor perolehan 13 dengan nilai 6,5, sampel 28 skor perolehan 17 dengan nilai 8,5, sampel 29 skor perolehan 13 dengan nilai 6,5, sampel 30 skor perolehan 13 dengan nilai 6,5, sampel 31 skor perolehan 15 dengan nilai 7,5.
Untuk mengetahui secara jelas tingkat kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar dalam mengidentifikasi bentuk interjeksi kalimat bahasa Indonesia, akan diuraikan peringkat hasil tes siswa sampel berdasarkan skor perolehan yang dicapai melalui peringkat skor tertinggi sampai skor terendah yang diperoleh siswa sampel. Untuk memperjelas hal tersebut, dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut ini.
Tabel 4.3. Peringkat Hasil Tes Kemampuan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar dalam Mengidentifikasi Bentuk Interjeksi Kalimat Bahasa Indonesia
No Kode Sampel Skor Perolehan Nilai
1 28 17 8,5
2 01 16 8,0
3 08 16 8,0
4 02 15 7,5
5 17 15 7,5
6 31 15 7,5
7 03 14 7,0
8 07 14 7,0
9 10 14 7,0
10 11 14 7,0
11 14 14 7,0
12 15 14 7,0
13 18 14 7,0
14 21 14 7,0
15 24 14 7,0
16 25 14 7,0
17 16 13 6,5
18 19 13 6,5
19 26 13 6,5
20 27 13 6,5
21 29 13 6,5
22 30 13 6,5
23 04 12 6,0
24 06 12 6,0
25 09 12 6,0
26 20 12 6,0
27 22 11 5,5
28 23 11 5,5
29 05 10 5,0
30 12 8 4,0
31 13 8 4,0
Rata-rata 6,58
Sumber: Data Peringkat Perolehan Tes Siswa Kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar
Uraian data pada tabel tersebut di atas, tampak dengan jelas hasil tes siswa sampel kemampuan siswa kelas VIII SMP negeri 19 Makassar dalam mengidentifikasi bentuk interjeksi kalimat bahasa Indonesia. Pada tabel tersebut, dapat dikatakan skor tertinggi yang diperoleh siswa sampel 28 dengan perolehan skor 17 dengan nilai 8,5, selanjutnya sampel 01 skor perolehan 16 dengan nilai 8,0, sampel 08 skor perolehan 16 dengan nilai 8,0, sampel 02 skor perolehan 15 dengan nilai 7,5, sampel 17 skor perolehan 15 dengan nilai 7,5, sampel 31 skor perolehan 15 dengan nilai 7,5, sampel 03 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 07 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 10 skor perolehan 14 dengan 7,0, sampel 11 skor perolehan 14 dengan 7,0, sampel 14 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 15 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 18 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 21 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 24 skor perolehan 14 dengan nilai 7,0, sampel 25 skor perolehan 14
dengan nilai 7,0, sampel 16 skor perolehan 13 dengan nilai 6,5, sampel 19 skor perolehan 13 dengan nilai 6,5, sampel 26 skor perolehan 13 dengan nilai 6,5, sampel 27 skor perolehan 13 dengan nilai 6,5, sampel 29 skor perolehan 13 dengan nilai 6,5, sampel 30 skor perolehan 13 dengan nilai 6,5, sampel 04 skor perolehan 12 dengan nilai 6,0, sampel 06 skor perolehan 12 dengan nilai 6,0, sampel 09 skor perolehan 12 dengan nilai 6,0, sampel 20 skor perolehan 12 dengan nilai 6,0, sampel 22 skor perolehan 11 dengan nilai 5,5, sampel 23 skor perolehan 11 dengan nilai 5,5, sampel 05 skor perolehan 10 dengan nilai 5,0, dan skor terendah yang diperoleh siswa sampel 12 dan 13 dengan perolehan nilai 4,0.
Hal tersebut secara tidak langsung menunjukkan bagaimana kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar dalam mengidentifikasi bentuk interjeksi kalimat bahasa Indonesia. Skor perolehan terendah diperoleh siswa di bawah perolehan 14 atau dengan nilai di bawah 7,0 memperlihatkan, bahwa di antara siswa sampel tersebut, masih terdapat siswa yang kemampuannya membutuhkan perhatian, dorongon atau semangat, baik dari sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan.
B. Pembahasan
Sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya dan melihat tabel skor dan nilai hasil tes kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar dalam mengidentifikasi bentuk interjeksi kalimat bahasa Indonesia, dapat diketahui distribusi frekuensi pembelajaran siswa. Distribusi frekuensi yang dimaksud disajikan pada tabel 4.4 berikut ini.
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi dan Nilai Sampel Kemampuan Siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar dalam Mengidentifikasi Bentuk Interjeksi Kalimat Bahasa Indonesia
No Skor Nilai Frekuensi Persentase
1 17 8,5 1 3,22%
2 16 8,0 2 6,45%
3 15 7,5 3 9,68%
4 14 7,0 10 32,2%
5 13 6,5 6 19,3 %
6 12 6,0 4 12,9%
7 11 5,5 2 6,45 %
8 10 5,0 1 3,22%
9 8 4,0 2 6,45%
31 100 %
Sumber: Data Frekuensi Tes Siswa Kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar
Uraian tabel tersebut, dapat diketahui dengan jelas distribusi frekuensi, skor dan nilai siswa sampel kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar dalam mengidentifikasi bentuk interjeksi kalimat bahasa Indonesia.
Berdasarkan tabel tersebut, menunjukkan bahwa skor tertinggi adalah 17 dengan nilai 8,5 sebanyak 1 orang siswa dengan persentase 3,22%, selanjutnya skor 16 dengan nilai 8,0 sebanyak 2 orang siswa dengan persentase 6,45%, skor 15 dengan nilai 7,5 sebanyak 3 orang siswa dengan persentase 9,68%, skor 14 dengan nilai 7,0 sebanyak 10 orang dengan persentase 32,2%, skor 13 dengan
nilai 6,5 sebanyak 6 orang siswa, dengan persentase 19,3%, skor 12 dengan nilai 6,0 sebanyak 4 dengan persentase 12,9%, skor 11 dengan nilai 5,5 sebanyak 2 orang siswa dengan nilai 6,45%, skor 10 dengan nilai 5,0 sebanyak 1 orang siswa dengan persentase 3,22%, dan skor terendah adalah 8 dengan nilai 4,0 sebanyak 2 siswa dengan persentase 6,45 %.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai 7,0 ke atas sebanyak 16 orang siswa dengan persentase 51,55% dikategorikan mampu mengidentifikasi bentuk interjeksi kalimat bahasa Indonesia, sedangkan siswa yang memperoleh nilai dibawah 6,9 sebanyak 15 orang siswa dengan persentase 48,32 % dikategorikan belum mampu mengidentifikasi bentuk interjeksi kalimat bahasa Indonesia. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.5. Hasil Tingkat Kemampuan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar dalam Mengidentifikasi Bentuk Interjeksi Kalimat Bahasa Indonesia
Nilai Frekuensi Persentase
7,0 ke atas 16 51,55 %
Di bawah 6,9 15 48,32 %
31 100 %
Sumber: Data Tingkat Kemampuan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa siswa yang memperoleh nilai 7,0 ke atas sebanyak 16 orang siswa (51,55%) dikategorikan sudah mampu mengidentifikasi bentuk interjeksi kalimat bahasa Indonesia, sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah 6,9 sebanyak 15 orang (48,32%) dikategorikan
belum mampu mengidentifikasi bentuk interjeksi kalimat bahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Makassar dikategorikan hampir sepenuhnya mampu dalam mengidentifikasi bentuk interjeksi kalimat bahasa Indonesia, karena jumlah siswa yang memperoleh nilai 7,0 ke atas belum mencapai kriteria jumlah yang ditentukan, yaitu 85 %.
BAB V