• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYAKIT TIDAK MENULAR

Dalam dokumen PROFIL KESEHATAN ACEH 2021 (Halaman 61-64)

JUMLAH CAMPAK

D. PENYAKIT TIDAK MENULAR

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab kematian hampir 70% di dunia. PTM merupakan penyakit kronis yang tidak ditularkan dari orang ke orang. PTM diantaranya adalah penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

PTM menunjukkan adanya kecenderungan semakin meningkat dari waktu ke waktu. Perubahan pola penyakit tersebut sangat dipengaruhi oleh

2 5 35

0 64

0 14

43 66

41 95

6 3 26 18

48

0 15

0 6 4 24

8

PENGENDALIAN PENYAKIT

Jumlah kasus kronis Filariasis menurut kabupaten kota yang terlihat pada gambar diatas yaitu kabupaten yg memiliki jumlah kasus kronis tertinggi yaitu kabupaten Aceh Utara diikuti Pidie dan kabupaten Aceh Timur. Pemerintah Aceh dalam hal ini pemerintah daerah kabupaten harus memperhatikan kabupaten yang kasus kronis filariasis tinggi, sehingga kasus kronis filariasis tersebut dapat di turunkan.

D. PENYAKIT TIDAK MENULAR

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab kematian hampir 70% di dunia. PTM merupakan penyakit kronis yang tidak ditularkan dari orang ke orang. PTM diantaranya adalah penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). PTM menunjukkan adanya kecenderungan semakin meningkat dari waktu ke waktu. Perubahan pola penyakit tersebut sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan, perilaku masyarakat, transisi demografi, sosial ekonomi dan sosial budaya.

Berdasarkan UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan upaya pencegahan dan pengendalian PTM merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Upaya kesehatan tersebut dilakukan melalui kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative bagi individu dan masyarakat.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dilakukan untuk mengendalikan faktor resiko PTM melalui perilaku CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres. Cek kesehatan secara berkala dapat dilakukan melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM yang ada di desa/kelurahan dan di Puskesmas. Upaya pengendalian PTM tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan tanpa dukungan seluruh jajaran lintas sektor, baik pemerintah, swasta, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, bahkan seluruh lapisan masyarakat.

1. Persentase penderita Hipertensi mendapat pelayanan kesehatan

Pelayanan kesehatan penderita hipertensi merupakan pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita hipertensi usia 15 tahun ke atas sebagai upaya pencegahan sekunder di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun meliputi :

1) Pengukuran tekanan darah dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan

2) Edukasi perubahan gaya hidup dan/atau kepatuhan minum obat

Penyakit tidak menular

merupakan penyebab kematian hampir 70% di dunia. PTM

merupakan penyakit kronis yang tidak ditularkan dari orang ke orang. Diantaranya penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Perubahan pola penyakit tersebut sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan, perilaku masyarakat, transisi demografi, sosial ekonomi dan sosial budaya.

PENGENDALIAN PENYAKIT

Profil kesehatan Aceh tahun 2021 53 Pada Tahun 2021, jumlah penderita hipertensi di Aceh yang mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar sebanyak 426,684 atau 28%. Terdapat 2 kabupaten/kota yang cakupannya mencapai 100%, yaitu kabupaten Aceh Barat Daya, dan Kabupaten Pidie.

GAMBAR 6.16

JUMLAH PENDERITA HIPERTENSI MENURUT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2021

81 Gambar 6.16

Jumlah Penderita Hipertensi Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2021

2. Persentase penderita DM mendapat pelayanan kesehatan

Pelayanan kesehatan penderita DM adalah pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita Diabetes Melitus (DM) usia 15 tahun ke atas sebagai upaya pencegahan sekunder di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun. Meliputi pengukuran gula darah dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan, edukasi perubahan gaya hidup dan/atau Nutrisi serta melakukan rujukan jika diperlukan dan Terapi Farmakologi.

Penderita DM di Aceh Tahun 2021 sebanyak 184,527 penderita, sedangkan yang mendapat pelayanan sesuai standar sebanyak 97,131 atau sebesar 53%. Dari gambar terlihat ada 10 Kabupaten/Kota yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar yaitu Kabupaten Aceh tengah, Aceh Barat, Pidie, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Banda Aceh, Sabang, Langsa, Lhokseumawe dan Subulussalam.

Gambar 6.17 :

Jumlah Penderita Diabetes Melitus (DM)

ACEH SINGKIL GAYO LUES ACEH JAYA SABANG SUBULUSSALAM BENER MERIAH BIREUEN ACEH SELATAN BANDA ACEH LANGSA ACEH TIMUR ACEH TENGAH ACEH UTARA ACEH BESAR ACEH TENGGARA ACEH BARAT ACEH TAMIANG SIMEULUE PIDIE JAYA LHOKSEUMAWE NAGAN RAYA PIDIE ACEH BARAT DAYA

3 7 8 16 17 17 23 25 31

40 45 48 49 50 50 54 57

66 68 76 79 100 100

2. Persentase penderita DM mendapat pelayanan kesehatan

Pelayanan kesehatan penderita DM adalah pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita Diabetes Melitus (DM) usia 15 tahun ke atas sebagai upaya pencegahan sekunder di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun. Meliputi pengukuran gula darah dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan, edukasi perubahan gaya hidup dan/atau Nutrisi serta melakukan rujukan jika diperlukan dan Terapi Farmakologi.

Penderita DM di Aceh Tahun 2021 sebanyak 184,527 penderita, sedangkan yang mendapat pelayanan sesuai standar sebanyak 97,131 atau sebesar 53%. Dari gambar terlihat ada 10 Kabupaten/Kota yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar yaitu Kabupaten Aceh tengah, Aceh Barat, Pidie, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Banda Aceh, Sabang, Langsa, Lhokseumawe dan Subulussalam.

GAMBAR 6.17 :

JUMLAH PENDERITA DIABETES MELITUS (DM) MENURUT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2021

82

Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2021

3. Persentase pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat (ODGJ)

Pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat yaitu pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh orang dengan gangguan jiwa berat seperti psikotik akut dan skizofrenia sebagai upaya pencegahan sekunder di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun.

Meliputi pemeriksaan kesehatan jiwa dan edukasi.

Persentase pelayanan kesehatan pada ODGJ berat dihitung berdasarkan jumlah ODGJ berat yang mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa sesuai standar pada suatu wilayah dibagi jumlah perkiraan ODGJ berat berdasarkan hasil proyeksi di suatu kabupaten/ kota pada tahun yang sama.

Jumlah kasus ODGJ berat di Aceh pada tahun 2021 sebanyak 7,677 kasus atau sebesar 81%. Berdasarkan gambar dibawah, terdapat 7 kabupaten dengan capaian pelayanan kesehatan pada ODGJ sudah mencapai 100% yaitu Kabupaten Aceh Besar, Sabang, Aceh Singkil, Bener Meriah, Aceh Barat Daya, Aceh Barat dan Nagan Raya.

ACEH SINGKIL ACEH JAYA SIMEULUE NAGAN RAYA BENER MERIAH ACEH UTARA ACEH BESAR ACEH TENGGARA PIDIE JAYA ACEH TIMUR ACEH SELATAN BIREUEN ACEH TAMIANG ACEH TENGAH ACEH BARAT PIDIE ACEH BARAT DAYA GAYO LUES BANDA ACEH SABANG LANGSA LHOKSEUMAWE SUBULUSSALAM

7 46

57 59 63 68 70 73 74

83 83 86 88

100 100 100 100 100 100 100 100 100 100

PENGENDALIAN PENYAKIT

54 Profil kesehatan Aceh tahun 2021

3. Persentase pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat (ODGJ)

Pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat yaitu pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh orang dengan gangguan jiwa berat seperti psikotik akut dan skizofrenia sebagai upaya pencegahan sekunder di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun. Meliputi pemeriksaan kesehatan jiwa dan edukasi.

Persentase pelayanan kesehatan pada ODGJ berat dihitung berdasarkan jumlah ODGJ berat yang mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa sesuai standar pada suatu wilayah dibagi jumlah perkiraan ODGJ berat berdasarkan hasil proyeksi di suatu kabupaten/ kota pada tahun yang sama.

Jumlah kasus ODGJ berat di Aceh pada tahun 2021 sebanyak 7,677 kasus atau sebesar 81%.

Berdasarkan gambar dibawah, terdapat 7 kabupaten dengan capaian pelayanan kesehatan pada ODGJ sudah mencapai 100% yaitu Kabupaten Aceh Besar, Sabang, Aceh Singkil, Bener Meriah, Aceh Barat Daya, Aceh Barat dan Nagan Raya.

GAMBAR 6.18 :

JUMLAH PELAYANAN KESEHATAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) MENURUT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2021

Gambar 6.18 :

Jumlah Pelayanan Kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2021

BAB VII

Dalam dokumen PROFIL KESEHATAN ACEH 2021 (Halaman 61-64)