BAB V PENUTUP
9. Penyebab Flebitis
Hasil penelitian ini didapatkan dari partisipan yang menjawab pertanyaan dari peneliti tentang penyebab flebitis pada pasien partisipan. Dari pernyataan partisipan telah ditemukan tema-tema sebagai berikut: 1. Aktifitas fisik, 2. Transfusi darah, 3. Cairan infus, dan 4. Kebersihan. Tema-tema tersebut akan diuraikan sendiri-sendiri.
Berikut adalah ungkapan kalimat dari partisipan:
1. Aktifitas fisik
Tema ini didapatkan dari pernyataan partisipan 1, 2, 3, dan 4 yang mengatakan bahwa aktifitas fisik juga mempengaruhi kejadian flebitis. Berikut ini adalah ungkapan partisipan:
“...Ya biasanya pergerakan fisik yang terpasang infus dek, bisa juga karena cairan infus, transfusi darah, kurang steril dan lain lain...”(P01)
“...cairan infus, transfusi darah, aktifitas fisik pasien, ya namanya kelas 3 dek ngerti dewe tho?...”(P02)
“...aktifitas fisik pasien, cairan infus, transfusi darah, dan masih banyak lagi...”(P03)
“...banyak faktor ya tetapi yang sering disini itu cairan infus, transfusi darah, aktifitas fisik pasien, kebersihan juga kali ya...”(P04)
Dari ungkapan partisipan tersebut banyak penyebab terjadinya flebitis salah satunya adalah aktifitas fisik pasien. Dari hasil observasi penelitian yang
66
dilakukan oleh peneliti bahwa yang partisipan lakukan pemasangan infus tersebut ada yang semua aktifitasnya berada di tempat tidur. Salah satu aktifitas tersebut mulai dari BAB, BAK dan lain sebagianya. Seperti yang terjadi pada pasien yang dilakukan pemasangan infus oleh P02 dan P05 adalah pasien yang semua aktifitas fisiknya dilakukan ditempat tidur.
Obervasi yang terlihat bahwa pada saat pemasangan infus pasien dari partisipan P02 dan P05 ada tahapan infus yang tidka dilakukan oleh partisipan. Yang tergolong dalam pasien yang banyak bergerak adalah pada pasien yang dipasang infud oleh P04. Sedangkan pada pasien yang dipasang infus oleh P01 dan P03 dilihat dari hasil observasi dalam aktifitasnya pasien ini tidak terlalu banyak aktifitas fisik tetapi juga kadang-kadang melakukan aktifitas fisik. Jika dapat disimpulkan bahwa dari keliama pasien yang terpasang infus yang banyak melakukan aktifitas hanyalah ada satu yaitu pasien yang dipasang infus oleh P04.
2. Transfusi darah
Tema ini didapatkan dari pernyataan semua partisipan yang menjawab pertanyaan peneliti tentang penyebab flebitis yang diketahui partisipan dibangsal kenanga tersebut.
Berikut adalah uangkapan kalimat dari partisipan:
“...Ya biasanya pergerakan fisik yang terpasang infus dek, bisa juga karena cairan infus, transfusi darah, kurang steril dan lain lain...”(P01)
“...cairan infus, transfusi darah, aktifitas fisik pasien, ya namanya kelas 3 dek ngerti dewe tho?...”(P02)
“...aktifitas fisik pasien, cairan infus, transfusi darah, , dan masih banyak lagi...”(P03)
“...banyak faktor ya tetapi yang sering disini itu cairan infus, transfusi darah, aktifitas fisik pasien, kebersihan juga kali ya...”(P04)
“...banyak penyebab ya kalau sesuai teori tapi disini karena transfusi darah dan mungkin kebersihan aja menurut saya tetapi kan tidak semua pakai transfusi dek...”(P05)
Dari hasil yang didapatkan dari partisipan menyatakan penyebab yang paling sering terjadinnya flebitis adalah transfusi darah. Melihat dari kondisi yang ada dibangsal kenanga tersebut peneliti telah mendapatkan hasil dari observasi bahwa dari semua pasien yang dipasang infus oleh partisipan yang melakukan transfusi darah hanyalah pada pasien yang dipasang infus oleh P03 dan P04. Selain pasien yang dilakukan pemasangan infus oleh P03 dan P04 tidak melakukan transfusi darah.
Mengingat pada pasien yang dilakukan pemasangan infus oleh P03 adalah pada hari ke dua setelah pemasangan infus yang kemudian terjadi flebitis pada hari ketiga namun ada tahapan SOP yang mendukung terjadinya flebitis seperti pemakain hanschoon yang tidak bersih atau bahkan steril. Kemudian dilakukan transfusi darah pada hari keempat pada pasien yang dilakukan pemasangan infus oleh P04 dan terjadi flebitis diskala 3 pada hari keemnam. Jadi dari lima pasien yang terpasang infus oleh partisipan yang terlibat langsung dalam penelitian ini yang melakukan transfusi darah ada dua pasien dan terjadi flebitis pada hari ke tiga dan ke enam namun dilakukan transfusi dengan beda hari.
68
3. Cairan infus
Tema ini didapatkan dari hasil pernyataan yang diungkapkan oleh partisipan 1, 2, 3, dan 4. Pernyataan tersebut diungkapkan dalam kalimat dibawah ini:
“...Ya biasanya pergerakan fisik yang terpasang infus dek, bisa juga karena cairan infus, transfusi darah, kurang steril dan lain lain...”(P01)
“...cairan infus, transfusi darah, aktifitas fisik pasien, ya namanya kelas 3 dek ngerti dewe tho?...”(P02)
“...aktifitas fisik pasien, cairan infus, transfusi darah, , dan masih banyak lagi...”(P03)
“...banyak faktor ya tetapi yang sering disini itu cairan infus, transfusi darah, aktifitas fisik pasien, kebersihan juga kali ya...”(P04)
Dari pernyataan yang diungkapkan oleh partisipan tersebut diatas merupakan pernyataan tentang penyebab flebitis yang salah satunya adalah cairan infus. Partisipan menganggap cairan infus menjadi penyebab kejadian flebitis. Dari kelima partisipan empat diantaranya mengungkapkan hal yang sama bahwa cairan infus merupakan salh satu penyebab kejadian flebitis. Hal ini juga memperkuat akan kejadian flebitis yang terjadi ini dipengaruhi oleh cairan infus. Selain kebersihan pada saat pelaksanaan pemasangan infus oleh partisipan.
4. Kebersihan
Tema ini didaptakan dari hasil pernyataan partisipan yang mengungkapkan bahwa kebersihan merupakan salah satu penyebab flebitis. Berikut adalah ungkapan partisipan:
“...banyak faktor ya tetapi yang sering disini itu cairan infus, transfusi darah, aktifitas fisik pasien, kebersihan juga kali ya...”(P04)
“...banyak penyebab ya kalau sesuai teori tapi disini karena transfusi darah dan mungkin kebersihan aja menurut saya tetapi kan tidak semua pakai transfusi dek...”(P05)
Pernyataan yang diungkapkan partisipan diatas merupakan kebersihan pada saat pelaksanaan pemasangan infus. Banyak faktor yang dikatakan kebersihan saat melakukan pemasangan infus. Partisipan sendiri telah mengakui bahwa kebersihan mempengaruhi kejadian flebitis. Kebersihan yang diungkap partisipan merupakan kebersihan menyeluruh yang menyangkut pelaksanaan pemasangan infus.