• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Penyebab Kesulitan Belajar

Menurut Mulyono(2012:8), prestasi belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu kemungkinan adanya disfungsi neurologis, sedangkan faktor eksternal antara lain berupa strategi pembelajaran yang keliru, pengelolaan kegiatan belajar yang tidak membangkitkan motivasi belajar anak, dan pemberian ulangan penguatan yang tidak tepat.

Selain itu, M. Entang (1984) mengungkapkan bahwa terdapat fakor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa, yaitu:

1. Faktor-faktor yang terdapat dalam diri siswa, antara lain:

a. Kelemahan secara fisik, seperti suatu pusat susunan syaraf tidak berkembang secara sempurna sehingga sering membawa gangguan emosional dan penyakit menahun yang menghambat usaha-usaha belajar secara optimal.

b. Kelemahan-kelemahan secara mental yang sukar diatasi oleh individu yang bersangkutan dan juga oleh pendidikan, antara lain: kelemahan mental, kurang minat, kebimbangan, kurang usaha, aktivitas yang tidak terarah, kurang semangat, kelelahan, dan kurang menguasai keterampilan.

c. Kelemahan-kelemahan emosional, seperti terdapat rasa tidak aman, penyesuaian yang salah terhadap orang-orang, situasi, dan tuntutan-tuntutan tugas, serta tercekam rasa phobia.

d. Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap-sikap yang salah diantaranya banyak melakukan aktivitas yang bertentangan dan tidak menunjang pekerjaan sekolah, menolak atau malas belajar, kurang berani dana gagal untuk berusaha memusatkan perhatian, kurang kooperatif, menghindari tanggung jawab, serta sering bolos atau tidak mengikuti pelajaran.

e. Tidak memiliki keterampilan-keterampilan dan pengetahuan dasar yang diperlukan, seperti ketidakmampuan membaca, berhitung, kurang menguasai pengetahuan dasar untuk suatu bidang studi yang sedang diikutinya secara sekuensial (meningkat dan beruntun), kurang menguasi bahasa asing, serta memiliki kebiasaan belajar dan cara bekerja yang salah.

2. Faktor-faktor yang terletak di luar diri siswa (situasi sekolah dan masyarakat), antara lain:

a. Kurikulum yang seragam, bahan dan buku-buku (sumber) yang tidak sesuai dengan tingkat-tingkat kematangan dan perbedaan-perbedaan individu.

b. Ketidaksesuaian standar administratif (sistem pengajaran, penilaian, pengelolaan kegiatan, dan pengalaman belajar mengajar).

c. Terlalu berat beban belajar (siswa) dan mengajar (guru), terlampau besar populasi siswa dalam kelas, dan terlalu banyak menuntut kegiatan di luar.

e. Kelemahan dari sistem belajar mengajar pada tingkat-tingkat pendidikan sebelumnya.

f. Kelemahan yang terdapat dalam kondisi rumah tangga (pendidikan, status sosial ekonomi, keutuhan keluarga, serta ketentraman dan keamanan sosial).

g. Terlalu banyak kegiatan di luar jam pelajaran sekolah.

Dalam Mulyadi (2008:30), Koestoer mengidentifikasi kemungkinan sebab kesulitan belajar yang dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu: 1. Kondisi-kondisi fisiologis yang permanen

Kemungkinan-kemungkinan sebab kesulitan belajar karena kondisi-kondisi fisiologis yang permanen meliputi:

a. Intelegensi yang terbatas

Setiap anak sejak dilahirkan telah memiliki kecerdasan yang berbeda-beda atau bervariasi, meskipun mereka telah memiliki usia kalender yang sama tetapi kemampuan mentalnya belum temtu sama.

b. Hambatan persepsi

Barangkali seseorang dapat melihat dan mendengar secara jelas, tetapi ketika perangsang penglihatan atau pendengaran sampai pada otaknya mengalami gangguan oleh mekanisme penafsiran atau persepsi, sehingga salah menafsirkan informasi yang diperoleh.

c. Hambatan penglihatan dan pendengaran

Indra yang terpenting untuk belajar di sekolah adalah penglihatan dan pendengaran. Apabila mekanisme mata atau telinga kurang berfungsi, maka kesan yang diperoleh seorang anak dari guru akan menyimpang atau bahkan tidak memperolehnya.

2. Kondisi-kondisi fisiologis yang temporer

Kemungkinan-kemungkinan sebab kesulitan belajar karena kondisi-kondisi fisiologis yang temporer meliputi:

a. Masalah makan

Anak yang kekurangan vitamin, protein atau kekurangan substansi lain akan merasa capai dan tidak dapat memusatkan perhatian terhadap kegiatan belajar

b. Kecapaian atau kelelahan

Kondisi fisiologis pada umumnya sangat mempengaruhi prestasi belajar seseorang. Seorang dalam kondisi kelelahan tidak mudah menerima pelajaran, bahkan mengantuk, sehingga prestasi belajarnya rendah.

3. Pengaruh-pengaruh lingkungan sosial yang permanen

Kesulitan belajar seseorang juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial yang permanen, meliputi:

a. Harapan orang tua yang terlalu tinggi, tidak sesuai dengan kemampuan anak

Setiap orang tua mengharapkan agar anaknya berhasil dalam studi, meskipun kadang-kadang tanpa memerhatikan kemampuan atau taraf intelegensi anak tersebut.

b. Konflik keluarga

Setiap orang pasti mencita-citakan keluarga yang harmonis. Jika sering terjadi pertengkaran antara kedua orang tua, maka akan mengakibatkan kegoncangan rumah tangga sehingga hal ini akan mengganggu pertumbuhan jiwa anak. Konflik keluarga akan menyebabkan anak mengalami kecemasan batin sehingga menimbulkan kesulitan belajar.

4. Pengaruh-pengaruh lingkungan sosial yang temporer

Lingkungan sosial yang temporer dapat mempengaruhi hasil belajar anak. Pengaruh-pengaruh tersebut diantaranya:

a. Ada bagian-bagian dalam urutan belajar yang belum dipahami Siswa akan terdorong mempelajari hal baru jika telah memiliki bekal yang merupakan prasyarat bagi pelajaran itu. Apabila guru mengabaikan hal ini, maka bisa menimbulkan kesulitan belajar siswa dan siswa akan frustasi terutama yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran.

b. Kurang adanya motivasi

Motivasi untuk belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk belajar. Adanya motivasi dapat

mendorong semangat untuk belajar, sebaliknya kurang adanya motivasi akan memperlemah semangat belajar.

Faktor-faktor yang akan diidentifikasi dalam penelitian ini merujuk pada faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa berdasarkan para ahli yang telah disebutkan di atas, yaitu:

1. Faktor internal

Penyebab kesulitan belajar yang berasal dari dalam diri siswa yaitu:

a. Kelemahan secara mental yang sukar diatasi oleh siswa yang bersangkutan seperti kurang minat, kurang usaha, aktivitas yang tidak terarah, dan kurang semangat

b. Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap-sikap siswa yang salah seperti melakukan aktivitas yang bertentangan dan tidak menunjang prestasi sekolah dan menolak atau malas belajar 2. Faktor eksternal

Penyebab kesulitan belajar yang berasal dari luar diri siswa yaitu:

a. Peran serta keluarga dalam mendukung prestasi belajar siswa b. Situasi kelas dan rumah yang kurang mendorong untuk melakukan

aktivitas belajar

c. Kurang adanya motivasi dari luar diri siswa yang mendorong semangat untuk belajar

d. Ada bagian-bagian dalam urutan belajar yang belum dipahami e. Metode mengajar yang kurang sesuai

f. Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar mengajar

Dokumen terkait