• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: PEMBAHASAN DAN ANALISIS

4.1.4 Penyelenggaraan Pemerintahan

Kota Medan dipimpin oleh seorang dijabat ole Eldin. Wilayah Kota Medan dibagi menjadi 21

Dalam upaya lebih memberikan arah pembangunan yang dicita-citakan di Kota Medan, Secara umum arah dan agenda pembangunan kota mengacu kepada visi:

Jangka Panjang (Visi 2025) → Perda Nomor 8 Tahun 2009 : Kota Medan yang maju, sejahtera, religius dan berwawasan lingkungan (Indikasi : Income perkapita Rp 72 Juta / tahun)

Jangka Menengah (Visi 2015) : Kota Medan menjadi Kota Metropolitan yang berdaya saing, nyaman, peduli dan sejahtera

Jangka Pendek (Tahun 2011) : Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin dinamis dan berkualitas guna menciptakan kesempatan kerja yang luas, mengurangi kemiskinan, meningkatkan mutu pelayanan public dan kesejahteraan masyarakat (Indikasi : Income perkapita menjadi Rp 41,3 Juta dari Rp 36 Juta Tahun 2010)

Misi Pemerintah Kota Medan Tahun 2011

Melaksanakan percepatan dan perluasan pembangunan kota terutama pada 6 (enam) aspek dasar, yaitu :

1. Pelayanan pendidikan baik akses, kualitas maupun manajemen pendidikan yagng semakin baik, sehingga dapat menciptakan lulusan yang unggul.

2. Perbaikan infrastruktur, utamanya perbaikan jalan kota, jalan lingkungan, taman kota dan drainase serta penataan pasar tradisional secara simultan.

3. Pelayanan kesehatan, baik akses, mutu maupun manajemen kesehatan yang semakin baik.

4. Peningkatan pelayanan administrasi public terutama pelayanan KTP/KK/Akte kelahiran dan perizinan usaha.

5. Peningkatan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk meningkatkan kapasitas dan prestasi kerjanya, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

6. Menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan. Catatan : Misi ini tidak ringan dan pencapaiannya akan dipengaruhi faktor eksternal dan internal. Untuk itu, kita harus bekerja lebih efektif.

Rencana Capaian Sasaran Pembangunan Kota Tahun 2011

1. Pencapaian PDRB menjadi sebesar Rp 85,85 Trilyun dari Rp 73,16 Trilyun Tahyn 2010. (Oleh karena itu, dunia usaha harus bekerja berdasarkan target PDRB, bukan volume APBD yang hanya sebesar Rp 2,9 Trilyun)

2. Income per kapita sebesar Rp 41,3 Juta dari Rp 36 Juta Tahun 2010. (Hal in akan mendorong kemampuan berkomunikasi masyarakat dapat lebih meningkat sehingga kesejahteraannya semakin tinggi)

3. Pertumbuhan ekonomi mencapai 7,5%-7,7% lebih tinggi dari target propinsi (6,5%) dan nasional (6,2%). (kita sebenarnya harus lebih berani, mematok target menjadi 8%-8,5% untuk menciptakan lapangan kerja lebih luas).

4.1.5 Potensi Daerah

1. KAWASAN INDUSTRI

Sebagai kota industri, perdagangan dan jasa terkemuka di indonesia, kota medan telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang bagi kegiatan industri, termasuk menyediakan sebuah kawasan industri yang modern dan terkelola secara profesional.

Kawasan industri medan (KIM) berlokasi di kelurahan mabar, kecamatan medan deli dengan areal seluas 524 hektar. Pt kim resmi berdiri menjadi perseroan sejak tanggal 7 oktober 1988. areal kawasan industri ini dibelah oleh dua jalur tol dari kota medan menuju pelabuhan belawan. Posisinya sangat strategis dengan jarak 8 kilometer ke pelabuhan belawan, 15 kilometer ke bandara udara polonia serta 10 kilometer ke

pusat kota medan. Berbagai fasilitas penunjang yang dimiliki kawasan industri medan antara lain pengolahan air limbah, air bersih, air hydran, listrik, telepon, gas, keamanan, pemadam kebakaran dan poliklinik. Investor asing yang menanamkan modalnya di kim antara lain berasal dari singapura, Malaysia, Thailand, jepang, Australia, swedia, Filipina, jerman, swiss, dan yaman.

2. LISTRIK DAN AIR BERSIH

Pln cabang medan yang menangani suplai listrik ke kota medan hingga tahun 2006 tercatat telah melayani hampir seluruh rumah tangga di kota medan (sekitar 99,06%) dengan jumlah pelanggan rumah tangga sebanyak 385.775, 30.264 pelanggan bisnis, 1.507 pelanggan industri, 5.077 pelanggan perkantoran serta 4.252 pelanggan kelompok sosial (10.156 pelanggan publik) Sedangkan ketersediaan air bersih yang dilakukan oleh pdam tirtanadi pada tahun 2004 sebesar 76,56%. Persentase ini mengalami kenaikan menjadi sekitar 92,80% pada tahun 2006 dari total pemakaian rumah tangga di kota medan. Peningkatan jangkauan pelayanan ini dapat dilakukan karena adanya penambahan jumlah sambungan baru air bersih sebanyak 290 sambungan pada pelanggan kelompok sosial, 29.290 sambungan kelompok domestic, serta 2.669 sambungan pada kelompok non domestic selama tahun 2001-2006.

3. TELEKOMUNIKASI

Di sektor telekomunikasi keberadaan pt telkom dan pt indosat sangat mendukung penyediaan jasa telekomunikasi di kota medan, terutama bagi kebutuhan bisnis dan investasi. Sampai tahun 2004, pelanggan fasilitas telepon di kota medan yang menggunakan jasa pt telkom mencapai 260.894 satuan sambungan telepon (SST) yang terdiri dari 253.244 pelanggan perumahan, 6.028 perusahaan swasta dan 1.622 instansi pemerintah. Jika diamati, setiap tahun angka pelanggan pt telkom cenderung mengalami

peningkatan. Hal itu mendorong pt telkom untuk meningkatkan jumlah pelanggannya di tahun 2005 menjadi 273.803 sst.

4. PERDAGANGAN DAN JASA

Kota medan memiliki berbagai sarana penunjang kegiatan perdagangan dan jasa seperti pusat perkantoran, pusat perbelanjaan, plaza, mal, pusat hiburan (entertainment) dan rekreasi, pusat jajanan malam serta taman budaya. Dalam dua tahun terakhir, kota medan diramaikan pula dengan kehadiran sejumlah pusat perbelanjaan/plaza bertaraf internasional seperti sun plaza, medan fair plaza, grand palladium dan lain sebagainya.

5. PERTANIAN DAN PETERNAKAN

Sektor pertanian memberikan kontribusi untuk PDRB sebesar 3,06% pada tahun 2004 dan menurun menjadi 2,96% pada tahun 2006, yang meliputi palawija, peternakan dan perikanan. Luas lahan pada tahun 2004 adalah 7.727 hektar dan berkurang menjadi 7.587 hektar pada tahun 2006. Areal pertanian terluas adalah di Kecamatan Medan Marelan dengan luas 1.608 hektar atau 6,1% dari keseluruhan luas daerah kota Medan. Daerah kedua terluas adalah Kecamatan Medan Labuhan dengan luas 1.440 hektar atau 5,4% dan Kecamatan Medan Selayang dengan luas 1.387 hektar atau 5,2%.

Pertanian masih menghasilkan produk Hortikultura seperti beras, jagung, Ketela pohon, ketela rambat, kacang tanah, kacan hijau, sayur-sayuran. Adapun hasil peternakan meliputi unggas, lembu, kerbau, kambing, babi dan domba.

6. KERAJINAN RAKYAT DAN INDUSTRI KECIL

Medan memiliki pusat industri Rumah Tangga atau Industri Kecil. Disini dapat ditemukan berbagai produk dengan kualitas baik dan harga yang kompetitif, antara lain : sepatu, sandal, pakaian, perabot rotan, peralatan rumah tangga dari kayu dll.

Pemerintah Kota Medan secara langsung membantu pusat industri dalam hal pemasaran. Sektor ini terbuka lebar untuk investasi karena memiliki kesempatan besar untuk berkembang menjadi industri skala yang lebih besar.

Dokumen terkait