• Tidak ada hasil yang ditemukan

b. Dasar teori

6. Penyulaman bibit kedelai a. Tujuan

Untuk menanami lahan kedelai yang kosong yang sebelumnya ditanami bibit kedelai namun tidak tumbuh.

b. Dasar teori

Penyulaman adalah kegiatan penanaman kembali bagian-bagian yang kosong bekas tanaman yang mati/diduga akan mati atau rusak sehingga terpenuhi jumlah tanaman normal dalam satu kesatuan luas tertentu sesuai dengan jarak tanamnya. Penyulaman bertujuan untuk meningkatkan persen jadi tanaman dalam satu kesatuan luas tertentu sehingga memenuhi jumlah tanaman per hektar sesuai dengan jarak tanamnya. Penyulaman dilakukan pada saat musim hujan pada pagi atau sore hari. Penyulaman dilakukan setelah laporan penanaman diterima oleh manajer tanaman. Dalam laporan penanaman

disebutkan berapa semai yang ditanam mampu bertahan hidup dan berapa semai yang mati atau rusak atau diduga akan mati. Jika persen jadi tanaman di lapangan kurang dari 80 %, maka dilakukan penyulaman. Besarnya intensitas penyulaman tergantung pada persen jadi tanaman. Penyulaman dilakukan dengan cara menugal kembali lubang tanam dan mengisinya dengan benih yang baru. Penyulaman harus dilakukan sesegera mungkin agar pertumbuhannya tidak terlalu tertinggal dengan tanaman yang telah tumbuh. Jika terlambat, pertumbuhan tanaman tidak akan seragam (Anonim, 2011b).

c. Alat dan bahan

1) Alat : tugal, dan semprotan

2) Bahan : bibit kedelai yang sudah disemai, air, dan pupuk cair (subali) d. Prosedur kerja

1) Menyiapkan semua peralatan dan bahan untuk proses penyulaman

2) Melubangi dengan tugal lahan yang sebelumnya sudah ditanami dengan bibit kedelai namun tidak tumbuh

3) Kemudian lubang tersebut disemprot dengan pupuk cair (subali)

4) Setelah itu bibit kedelai yang sudah disemai dicabut dan mengisi lubang yang sudah disemprot dengan setiap lubang ditanami 1 batang bibit kedelai.

e. Hasil yang dicapai

Dari satu hari penyulaman tanaman kedelai dengan jumlah 11 orang dapat menyelesaikan penanaman lahan tanaman kedelai yang tidak tumbuh dengan luas lahan setengah hektar.

f. Pembahasan

Dari proses penyulaman tanaman kedelai, terlebih dahulu melubangi lahan tanaman kedelai yang kosong dengan cara ditugal setelah itu menanami lubang yang sudah ditugal dimana dari 1 lubang ditanami 1 bibit kedelai, bibit kedelai yang digunakan adalah bibit kedelai yang sudah disemai untuk menyamakan umur pertumbuhan dari penanaman pertama. Penyulaman dilakukan pada pagi dan sore untuk menghindari sinar matahari karena dimana tanaman yang baru ditanam sangat rentan terhadap sinar matahari.

g. Penyulaman bibit jagung a. Tujuan

Untuk mengisi lahan jagung yang kosong yang sebelumnya ditanami bibit jagung namun tidak tumbuh sehingga dapat meningkatkan persen tanaman dalam satu kesatuan luas tertentu dan memenuhi jumlah tanaman perhektar sesuai jarak tanamya.

b. Dasar teori

Penyulaman adalah kegiatan penanaman kembali bagian-bagian yang kosong bekas tanaman yang mati/diduga akan mati atau rusak sehingga terpenuhi jumlah tanaman normal dalam satu kesatuan luas tertentu sesuai dengan jarak tanamnya. Penyulaman bertujuan untuk meningkatkan persen jadi tanaman dalam satu kesatuan luas tertentu sehingga memenuhi jumlah tanaman per ha sesuai dg jarak tanamnya. Penyulaman dilakukan pada saat musim hujan pada pagi atau sore hari. Penyulaman dilakukan setelah laporan penanaman diterima oleh manajer tanaman. Dalam laporan penanaman disebutkan berapa semai yang ditanam mampu bertahan hidup dan berapa semai yang mati atau rusak atau diduga akan mati. Jika persen jadi tanaman di lapangan kurang dari 80 %, maka

dilakukan penyulaman. Besarnya intensitas penyulaman tergantung pada persen jadi tanaman. Penyulaman harus dilakukan sesegera mungkin agar pertumbuhannya tidak terlalu tertinggal dengan tanaman yang telah tumbuh. Jika terlambat, pertumbuhan tanaman tidak akan seragam (Anonim, 2011b).

c. Alat dan bahan

1) Alat : tugal dan semprotan

2) Bahan : bibit jagung yang sudah disemai, dan air d. Prosedur kerja

1) Menyiapkan semua peralatan serta bahan untuk proses penyulaman

2) Melubangi dengan tugal lahan yang sebelumnya sudah ditanami bibit jagung, namun tidak tumbuh

3) Kemudian dilubang tersebut disiram dengan air

4) Setelah itu bibit kedelai yang sudah disemai dicabut dan dipindahkan ke lubang yang sudah disiram air dengan setiap lubang di tanami 1 bibit jagung yang sudah disemai.

e. Hasil yang dicapai

Dari sehari penyulaman tanaman jagung dengan jumlah 11 orang dapat menyelesaikan penanaman lahan tanaman jagung yang tidak tumbuh dengan luas lahan 1/2 hektar.

g. Pembahasan

Dari proses penyulaman tanaman jagung, terlebih dahulu melubangi lahan tanaman jagung yang kosong dengan cara di tugal setelah itu menanami lubang yang sudah ditugal dimana dari 1 lubang ditanami 1 bibit jagung, bibit jagung yang digunakan adalah bibit jagung yang sudah disemai untuk menyamakan umur pertumbuhan dari penanaman pertama, penyulaman dilakukan pada pagi dan sore

untuk menghindari sinar matahari karena dimana menanam tanaman yang sudah disemai itu sangat rentan terhadap sinar matahari.

C. Pemeliharaan 1. Penyiangan

a. Tujuan

Untuk membasmi tumbuhan gulma yang akan menghambat pertumbuhan tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.

b. Dasar teori

Penyiangan adalah penghilangan rumput atau tanaman liar di sekitar tanaman yang sedang kita rawat. Rumput atau tanaman liar perlu dihilangkan karena menimbulkan penghalang tumbuhnya tanaman yang sedang kita rawat, kompetisi penyerapan hara, ruang, cahaya, dan CO2, penularan penyakit karena adanya rumput atau tanaman liar yang mempunyai penyakit sama dengan tanaman yang sedang kita tanam, pemakanan atau perusakan tanaman oleh serangga, karena ada rumput atau tanaman liar yang menjadi sarang atau tempat mencari makan serangga (Anonim, 2010).

Penyiangan adalah suatu tindakan pembebasan tanaman pokok (tanaman utama) dari tanaman lain yang tidak diharapkan tumbuh yaitu seperti: belukar, gulma, dan tumbuhan pengganggu lainnya. Beberapa tanaman kehutanan merupakan jenis-jenis yang memerlukan cahaya dan kegiatan penanamannya akan berhasil apabila penyiangan dilakukan secara intensif. Oleh karena itu, harus dilakukan penyiangan terutama pada tahun pertama dan kedua setelah penanaman. Penyiangan biasanya dikerjakan sepanjang kiri-kanan larikan tanaman sebesar 50 cm. Kegiatan penyiangan dilakukan untuk mengendalikan gulma pengganggu. Pengendalian gulma dikerjakan secara mekanis dengan

menggunakan cangkul, sabit, atau parang dan secara kimiawi yaitu dengan menggunakan herbisida. Herbisida yang digunakan untuk mengendalikan gulma baik daun lebar maupun daun jarum adalah Round Up (Badan Litbang Kehutanan, 1994).

c. Alat dan bahan 1) Alat : semprotan

2) Bahan : obat rumput dan air d. Prosedur kerja

1) Menyiapkan semprotan dan obat rumput

Dokumen terkait