Menurut Azwar, dikutip oleh Ircham machfoedz, 2005 Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan kesehatan yang dengan menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu, dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu dengan anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan.
Penyuluhan merupakan terjemahan dari counseling yaitu bagian dari bimbingan, baik sebagai layanan maupun sebagai teknik.
Penyuluhan merupakan suatu jenis layanan yang merupakan bagian
terpadu dari bimbingan. Penyuluhan dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik antara dua orang atau individu, di mana yang seorang menjadi penyuluh berusaha membantu yang lain (klien) untuk mencapai pengertian dirinya sendiri dalam hubungan dengan masalah yang dihadapi pada waktu yang akan datang (Machfoedz, Sutrisno and Santosa, 2005).
Menurut Notoatmodjo (2005) penyuluhan kesehatan adalah suatu kegiatan atau usaha menyampaikan pesan kesehatan pada masyarakat, kelompok, atau individu dengan harapan mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan.
2. Tujuan Penyuluhan Kesehatan menurut Setiawan dan Saryono (2010) yaitu:
a. Mengubah sikap dan perilaku individu, keluarga, kelompok, masyarakat dalam bidang kesehatan sebagai sesuatu yang bernilai dan bermanfaat di mata masyarakat.
b. Terbentuk perilaku sehat dan status kesehatan yang optimal pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat sesuai dengan konsep hidup sehat baik fisik, mental maupun sosial sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian.
3. Sasaran Penyuluhan a. Individu
Sasaran penyuluhan individu yaitu yang mempunyai permasalahan dengan keperawatan dan kesehatan yang dapat dilakukan di Rumah sakit, klinik, Puskesmas dan tempat pelayanan kesehatan lainnya.
b. Keluarga
Sasaran penyuluhan keluarga binaan yang mempunyai permasalahan kesehatan yang tergolong dalam resiko tinggi antara lain:
1) Anggota keluarga yang mempunyai penyakit menular
2) Keluarga yang pendidikan dan keadaan sosial ekonominya rendah
3) Keluarga dengan masalah sanitasi lingkungan yang buruk 4) Keluarga yang kondisi gizinya buruk
5) Keluarga yang anggota keluarganya banyak untuk tidak memenuhi kemampuan hidup yang tidak sesuai kapasitas keluarga.
c. Kelompok
Kelompok khusus yang menjadi sasaran dalam pemberian penyuluhan masyarakat, salah satunya adalah kelompok ibu hamil.
d. Masyarakat
Masyarakat yang mendapatkan penyuluhan kesehatan, yaitu:
1) Masyarakat di bawah binaan puskesmas
2) Masyarakat dengan sosial ekonomi rendah 3) Masyarakat pedesaan
4) Masyarakat yang datang ke pelayanan kesehatan seperti puskesmas, posyandu yang diberikan pendidikan penyuluhan secara masal.
4. Materi atau Pesan dalam Penyuluhan Kesehatan
Menurut Effendy (2003) dalam Machfoedz (2005) materi atau pesan yang disampaikan pada sasaran hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan individu, keluarga, masyarakat sehingga materi yang disampaikan dapat dirasakan langsung manfaatnya. Untuk mempermudah pemahaman dan menarik perhatian sasaran sebaiknya materi yang disampaikan menggunakan bahasa yang mudah di mengerti oleh sasaran.
5. Metode Penyuluhan Kesehatan
Menurut Notoatmodjo (2007) dalam menyampaikan penyuluhan kesehatan terhadap masyarakat selalu di pakai komunikasi dua arah yang dapat memperjelas permasalahan yang dihadapi. Adapun metode penyuluhan kesehatan sebagai berikut:
a. Perorangan (individual)
Dalam penyuluhan kesehatan metode ini digunakan untuk membina perilaku baru atau seseorang yang mulai tertarik pada suatu perubahan perilaku atau inovasi. Dasar yang digunakan dalam pendekatan individual tersebut berbeda karena setiap orang
mempunyai masalah atau alasan yang berbeda sehubung dengan penerimaan atau perilaku baru tersebut. Bentuk dari pendekatan tersebut yaitu:
1) Bimbingan dan Penyuluhan
Cara ini kontak antara klien dengan petugas lebih intensif.
Setiap masalah yang dihadapi oleh klien dapat di bantu untuk diselesaikan. Akhirnya klien dengan sukarela dan penuh kesadaran dapat menerima perubahan perilaku tersebut.
2) Wawancara
Wawancara antara petugas kesehatan dan klien untuk menggali informasi apakah sasaran dapat tertarik atau menerima perubahan perilaku yang terjadi, apabila belum maka perlu dilakukan penyuluhan lebih mendalam lagi.
b. Metode Penyuluhan Kelompok
Dalam metode ini harus diingat besarnya kelompok sasaran serta tingkat pendidikan formal pada sasaran. Metode penyuluhan ini akan berbeda ketika penyuluhan pada kelompok besar dan pada kelompok kecil. Metode ini mencakup:
1) Kelompok besar, apabila peserta penyuluhan lebih dari 15 orang. Metode ini seperti ceramah, baik sasaran yang berpendidikan tinggi maupun rendah. Penceramah harus menguasai materi yang akan disampaikan dan menyiapkan materi serta peralatan, ceramah ini dilakukan dengan cara
berdiri di depan atau pertengahan peserta, suara hendaknya cukup keras dan jelas. Selain ceramah juga terdapat metode lain yaitu seminar, metode ini cocok untuk sasaran besar dengan kelompok berpendidikan menengah keatas, seminar ini penyajian dari seorang ahli tentang suatu topik yang sedang hangat di masyarakat.
2) Kelompok kecil, yaitu apabila peserta penyuluhan kurang dari 15 orang, metode ini cocok seperti diskusi kelompok, curah pendapat, bola salju, memainkan peranan, dan lainnya.
c. Metode Penyuluhan Masa
Penyampaian informasi ini ditujukan pada orang banyak atau masyarakat yang bersifat massa atau public. Sasaran ini bersifat umum tidak membedakan golongan umur, jenis kelamin, pekerjaan, status ekonomi, tingkat pendidikan dan lainnya. Pada umumnya metode pendekatan ini tidak langsung, biasanya menggunakan media massa seperti tulisan di majalah atau koran, bill board yang di pasang di pinggir jalan, spanduk, leaflet, poster dan lain sebagainya.
6. Alat Bantu Penyuluhan
Alat bantu pendidikan adalah semua sarana atau upaya untuk menyampaikan pesan atau informasi kesehatan yang ingin disampaikan pada responden, baik melalui media cetak maupun elektronika, sehingga dapat menambah pengetahuannya dan dapat
merubah perilakunya kearah positif terhadap kesehataan (Notoatmodjo, 2005).
a. Tujuan media promosi kesehatan
1) Media yang diberikan dapat mempermudah penyampaian informasi
2) Dapat menghindari kesalahan persepsi 3) Dapat memperjelas informasi
4) Dapat mempermudah pengertian
5) Mengurangi komunikasi yang salah atau tidak benar
6) Dapat menyampaikan objek yang tidak dapat di lihat dengan mata
7) Memperlancar komunikasi.
b. Macam alat bantu
Secara garis besar terdapat 3 macam alat bantu, yaitu sebagai berikut:
1) Alat bantu lihat (visual aids) yaitu alat yang dapat membantu untuk merangsang indra mata/penglihatan pada waktu terjadi komunikasi.
2) Alat bantu dengar (audio aids) yaitu alat yang dapat membantu untuk merangsang alat pendengaran pada proses penyampaian informasi. Misalnya: piring hitam, radio, pita suara, dan lainnya.
3) Alat bantu lihat dengar, alat bantu ini lebih di kenal dengan Audi Visual Aids (AVA), seperti televisi, radio kaset dan lainnya.
c. Faktor yang Mempengaruhi Penyuluhan
Sangat banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu penyuluhan kesehatan masyarakat, yaitu sebagai berikut:
1) Faktor penyuluh 2) Kurangnya persiapan
3) Kurangnya materi yang akan disampaikan 4) Penampilan penyuluh yang kurang pada sasaran
5) Bahasa yang digunakan kurang di mengerti oleh sasaran
6) Penyampaian yang monoton sehingga sasaran kurang mendengarkan dan tidak tertarik pada informasi yang disampaikan.
d. Faktor sasaran
1) Tingkat pendidikan yang terlalu rendah sehingga sulit menangkap informasi yang telah disampaikan
2) Tingkat sosial ekonomi terlalu rendah
3) Kepercayaan dan adat istiadat yang sulit untuk di rubah
4) Kondisi lingkungan dan tempat sasaran yang tidak mungkin di capai dan di ubah perilakunya.
e. Faktor waktu penyuluhan
1) Waktu penyuluhan tidak sesuai yang diinginkan oleh sasaran 2) Tempat penyuluhan sangat ramai
3) Jumlah sasaran yang sangat banyak sehingga sulit untuk menenagkan suasana saat penyuluhan