• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyusunan layout industri baru

Dalam dokumen Analisis Tata Letak Pabrik Bakpia Pathok 25 (Halaman 86-96)

D. Hasil dan Pembahasan

8. Penyusunan layout industri baru

Proses pembuatan layout   industri baru ini pada tahap awal menggunakan analisis secara kualitatif. Analisis secara kualitatif ini dilakukan dengan penyusunan peta keterkaitan kegiatan sehingga didapatkan hubungan kedekatan antar stasiun kerja di

industri tersebut. Peta keterkaitan yang dibuat adalah sebagai berikut :

Berdasarkan peta keterkaitan kegiatan tersebut, maka dapat diketahui derajat kedekatan antar area kerja dengan melihat kolom-kolom yang menghubungkannya. Derajat kedekatan itu antara lain: a. Derajat kedekatan A, yang dilambangkan dengan warna merah

yang berarti mulak harus berdekatan antara satu kegiatan dengan kegiatan yang lain. Contohnya ruang pemecahan biji dengan ruang perendaman, ruang penggorengan dan pengukusan. Alasan hubungan kedekatan antara ruangan-ruangan tersebut juga telah dijelaskan secara singkat pada peta keterkaitan kegiatan.

b. Derajat kedekatan E, yang dilambangkan dengan warna jingga yang berarti sangat penting untuk berdekatan namun preoritasnya masih berada dibawah derajat A. kedua kegiatan yang berderajat kedekatan sangat penting (E) ini sebenarnya hampir mutlak berdekatan, namun karena suatu alasan tertentu maka cukup tepat bila dinilai dengan derajat sangat penting (E). contoh dari kedekatan ini adalah kedekatan antara ruang penggorengan kumbu dengan ruang pemanggangan bakpia, kedua ruangan ini dinilai sangat penting untuk saling berdekatan karena adanya urutan proses yang berentetan serta kondisi ruangan yang sama-sama panas sehingga alangkah baiknya untuk didekatkan, namun karena harus tersekat dengan ruang penyimpanan arang sebagai bahan bakar oven, maka pada kenyataanya kedua ruangan ini tidak dapat dijajarkan, sehingga nilai derajat kedekatannya bukan A namun E.

c. Derajat kedekatan I, dilambangkan dengan warna hijau yang berarti menunjukkan pentingnya kedekatan dua kegiatan untuk diletakkan berdampingan, namun derajat kedekatan ini tingkat preoritasnya berada dibawah A dan E. Contoh dari kegiatan yang memiliki derajat kedekatan seperti ini adalah pencampuran adonan kulit dan pengayakan bahan pelapis,

kedua kegiatan ini dinilai penting untuk saling berdekatan karena menggunakan bahan yang sama, namun karena harus terdapat gang untuk memudahkan transportasi proses produksi yang lain, kedua ruangan ini harus tersekat oleh gang tersebut. d. Derajat kedekatan O, yang dilambangkan dengan warna biru

yang berarti kedekatan biasa dan tidak bermasalah jika diletakkan disembarang lokasi. Contoh ruangan yang memiliki karakter kedekatan seperti ini adalah ruang pemecahan biji dan pencucian, kedua ruangan ini tidak penting untuk berdekatan karena tidak ada hubungan kegiatan sehingga diletakkan berdekatan maupun berjauhan tidak akan menjadi masalah bagi proses produksi.

e. Derajat kedekatan U, yang dilambangkan dengan warna putih yang berarti tidak penting dalam artian tidak perlu adanya keterkaitan geografis apapun, bula ada dua kegiatan yang memiliki derajat kedekatan U artinya tidak perlu diperhitungkan preoritas dalam penempatan kedua ruangan yang bersangkutan. Contohnya adalah ruang pemecahan biji dan ruang penggilingan kumbu, alasan pemilihan derajat kedekatan ini karena kedua ruangan tersebut sama sekali tidak perlu untuk berinteraksi dalam proses produksi.

f. Derajat kedekatan yang terakhir bersimbol X dan dilambangkan dengan warna coklat tua yang berarti dipreoritaskan untuk dijauhkan antara kedua kegiatan tersebut. Apabila dua ruangan memiliki derajat kedekatan ini maka ti dak diharapkan sama sekali untuk berdekatan karena dapat menimbulkan gangguan kotor, bising, panas, bau, asap, debu, getaran, dan resiko keselamatan dan kesehatan. Contoh dari ruangan yang berderajat kedekatan X adalah ruang pemanggangan bakpia dan ruang pengemasan, alasan dari pemilihan derajat kedekatan ini karena ruang pemanggangan

bakpia bersuhu panas sedangkan untuk ruang pengemasan diharapkan berudara sejuk agar para pekerja di ruang pengemasan tidak banyak berkeringat sehingga bakpia yang siap jual dapat lebih terjaga kebersihannya.

Setelah derajat kedekatan antar area produksi diketahui, maka area produksi tersebut digabungkan dengan fasilitas di dalam industri sehingga didapatkan peta keterkaitan kegiatan ruang produksi dan fasilitas industri Bakpia Pathok 25 seperti gambar dibawah ini:

Setelah hubungan keterkaitan kegiatan antara masing-masing stasiun kerja diketahui, maka data-data yang diperoleh dari pembuatan peta keterkaitan kegiatan dapat dimanfaatkan untuk penentuan tata letak masing-masing stasiun kerja tersebut. Untuk mempermudah dalam penentuan perbaikan tata letak Industri Bakpia Pathok 25 maka peta keterkaitan kegiatan yang telah dibuat direkap dalam sebuah tabel rekapan dibawah ini :

Tabel 1.2 Tabel rekap peta keterkaitan kegiatan

No Kegiatan Derajat Kedekatan

A E I O U X 1 Pemecahan Biji 2 3 5,6,7,17,18 4,8,9,10,11,12,13 ,14,15,16 2 Perendaman 3 4,5,9,10,11,13 ,14,17,18 6,7,8,12,15,16 3 Pencucian 4 5,10,11,13,17, 18 6,7,8,9,12,14,15, 16 4 Pengukusan 5 6,7,12,17,18 8,9,10,11,13,14,1 5,16 5 Penggilingan 6 8,12,17,18 7,9.10.11,13,14,1 5,16 6 Penggorengan 7 8,11,13,14,17, 18 9,10,12,15,16 7 Pendinginan dan Pengamatan Kumbu 15 9,13,17,18 8,10,11,12,14,16 8 Pencampuran Adonan Kulit 9 11,12 10 13,14,1517,18 16 9 Pengkalisan Kulit 10 11,12 13,14,15,17,1 8 16 10 Pemotongan Kulit 11 15 14 13,17,18 12,16 11 Pemanggangan

Bahan Pelapis Kulit 12 13 14 15,16,17,18

12 Pengayakan Bahan Pelapis 13 14,15,17,18 16 13 Pencampuran Bahan Pelapis 14 15,17,18 16 14 Penggulungan dan Penambahan Adonan Pelapis 15 16,17,18 15 Pencetakan Bakpia 16 17,18 16 Pemanggangan Bakpia 17 18 17 Pendinginan Bakpia 18 18 Pengemasan Bakpia

Metode penyusunan diagram keterkaitan kegiatan adalah metode trial and error , yaitu penyusunan diagram keterkaitan kegiatan dilakukan dengan mencoba-coba merangkaikan setiap stasiun kerja dengan berpedoman pada derajat kedekatan setiap stasiun kerja, hingga stasiun-stasiun kerja tersebut dapat lebih sesuai dengan keterkaitan kegiatannya masing-masing.

Seluruh ruangan yang memiliki derajad kedekatan A harus saling bersebelahan, sebagai contoh ruang pemanggangan bakpia harus bersebelahan dengan ruang pendinginan bakpia dan ruang pencetakan bakpia. Stasiun-stasiun kerja tersebut harus bersebelahan karena merupakan aliran bahan dalam pembuatan bakpia kacang hijau. Kemudian dalam penempatan stasiun kerja E,I, dan O disusun sesuai preoritas dibawah derajat kedekatan A secara berurutan.

Penempatan stasiun kerja yang mempunyai derajat kedekatan X maka harus diperhatikan untuk dijauhkan atau minimal berselang satu stasiun kerja. Alasan dari penempatan penjauhan ini adalah karena dapat menimbulkan gangguan, kotor, bising, asap, debu, bau, getaran, panas, dan resiko keselamatan dan kesehatan. Sebagai contoh ruang pencetakan bakpia harus dijauhkan dengan ruang pemecahan biji agar pada saat pencetakan bakpia tidak terkontaminasi dengan debu dari ruang pemecahan bij.

Diagram keterkaitan kegiatan industri Bakpia Pathok 25 dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Setelah diagram keterkaitan kegiatan ruang produksi dibuat , maka area produksi tersebut digabungkan dengan fasilitas di dalam industri sehingga didapatkan diagram keterkaitan kegiatan ruang produksi dan fasilitas industri Bakpia Pathok 25 seperti gambar dibawah ini:

Gambar 5.6 Diagram keterkaitan kegiatan ruang produksi dan fasilitas Hasil pembuatan diagram keterkaitan kedgiatan kemudian dapat dijadikan dasar pembuatan rancangan tata letak yang baru. Proses pembuatan layout   industri ini menggunakan softwere  yang sama dengan softwere  yang digunakan untuk membuat layout   awal. Layout baru industri Bakpia Pathok 25 dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Dalam dokumen Analisis Tata Letak Pabrik Bakpia Pathok 25 (Halaman 86-96)

Dokumen terkait