Analisis Tata Letak Pabrik Bakpia Pathok 25

102 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

ANALISIS TATA LETAK PABRIK ANALISIS TATA LETAK PABRIK

BERDASARKAN HUBUNGAN KETERKAITAN KEGIATAN BERDASARKAN HUBUNGAN KETERKAITAN KEGIATAN

INDUSTRI BAKPIA PATHOK 25 INDUSTRI BAKPIA PATHOK 25

PATHOK, YOGYAKARTA PATHOK, YOGYAKARTA

Disusun Oleh : Disusun Oleh :

IFVAN PRABOWO SETYADI IFVAN PRABOWO SETYADI

07 / 254929 / TP /

07 / 254929 / TP / 0901109011

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

2011

2011

(2)
(3)
(4)
(5)

iv iv

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kita

kepada kita sehingga sehingga sampai sekarang kita sampai sekarang kita dapat merasakan indahnya dapat merasakan indahnya iman yangiman yang merupakan karunia terbesar dalam hidup kita. Berkat rahmat dan izin-Nya pula merupakan karunia terbesar dalam hidup kita. Berkat rahmat dan izin-Nya pula penulisan laporan ini dapat diselesaikan. Tidak lupa shalawat serta salam selalu penulisan laporan ini dapat diselesaikan. Tidak lupa shalawat serta salam selalu kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi t

kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terbaik utusan-Nya.erbaik utusan-Nya. Penulisan laporan kerja praktek ini merupakan syarat untuk menempuh jenjang Penulisan laporan kerja praktek ini merupakan syarat untuk menempuh jenjang Strata satu (S1) di jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Strata satu (S1) di jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Tujuan penulisan laporan ini adalah agar Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Tujuan penulisan laporan ini adalah agar penulis lebih memahami dan melaporkan hasil yang diperoleh selama melakukan penulis lebih memahami dan melaporkan hasil yang diperoleh selama melakukan kerja praktek.

kerja praktek.

Dalam penulisan laporan kerja praktek ini tidak lepas dari dukungan pihak-pihak Dalam penulisan laporan kerja praktek ini tidak lepas dari dukungan pihak-pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan kerja praktek maupun dalam yang telah membantu dalam pelaksanaan kerja praktek maupun dalam penyelesaian penulisan laporan ini. Untuk itu, penulis ingin mengucapkan terima penyelesaian penulisan laporan ini. Untuk itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

kasih kepada: 1.

1. Orang tua penulis yang telah memberikan semangat, doa, dan kasihOrang tua penulis yang telah memberikan semangat, doa, dan kasih sayangnya kepada penulis.

sayangnya kepada penulis. 2.

2. Dr. Mirwan Ushada, STP, M.App.Life.Sc., selaku dosen pembimbingDr. Mirwan Ushada, STP, M.App.Life.Sc., selaku dosen pembimbing kerja praktek yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga kerja praktek yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga penulisan laporan ini dapat

penulisan laporan ini dapat diselesaikan.diselesaikan. 3.

3. Ir. Guntarti Tatik Mulyati, MT.,Ir. Guntarti Tatik Mulyati, MT., Selaku dosen penguji laporan kerjaSelaku dosen penguji laporan kerja praktek yang telah memberikan masukan serta saran yang membangun praktek yang telah memberikan masukan serta saran yang membangun dalam penyelesaian laporan kerja praktek ini.

dalam penyelesaian laporan kerja praktek ini. 4.

4. Bapak Arlen Sanjaya selaku pemilik Perusahaan Bakpia Pathok 25 yangBapak Arlen Sanjaya selaku pemilik Perusahaan Bakpia Pathok 25 yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan kerja praktek di telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan kerja praktek di perusahaannya.

perusahaannya. 5.

5. Karyawan perusahaan Bakpia Pathok 25 yang telah membantu sertaKaryawan perusahaan Bakpia Pathok 25 yang telah membantu serta memberikan informasi selama pelaksanaan kerja praktek.

memberikan informasi selama pelaksanaan kerja praktek. 6.

6. Teman-teman TIP angkatan 2007 yang telah Teman-teman TIP angkatan 2007 yang telah memberikan masukan kepadamemberikan masukan kepada penulis serta dukungan semangat.

(6)

v v

8.

8. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang telahSemua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang telah membantu penulis selama pelaksanaan kerja praktek dan penulisan laporan membantu penulis selama pelaksanaan kerja praktek dan penulisan laporan ini.

ini.

Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini masih sangat jauh dari Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini masih sangat jauh dari sempurna dan banyak kekurangan baik dalam penulisan maupun materi yang sempurna dan banyak kekurangan baik dalam penulisan maupun materi yang disajikan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis disajikan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk menjadi lebih baik. Semoga laporan ini bermanfaat bagi harapkan untuk menjadi lebih baik. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca dan penulis pada khususnya. Apabila

pembaca dan penulis pada khususnya. Apabila terdapat kata-kata yang kurangterdapat kata-kata yang kurang berkenan dan salah, penulis mohon maaf sebesar-besarnya karena segala berkenan dan salah, penulis mohon maaf sebesar-besarnya karena segala kelebihan dan kesempurnaan hanya

kelebihan dan kesempurnaan hanyalah milik lah milik Allah SWT.Allah SWT.

Yogyakarta, 4 Oktober 2011 Yogyakarta, 4 Oktober 2011

Penulis Penulis

(7)

vi vi

HALAMAN JUDUL ....

HALAMAN JUDUL ... ... ii HALAMAN

HALAMAN PENGAJUAN ...PENGAJUAN ... ... iiii HALAMAN PE

HALAMAN PENGESAHAN ...NGESAHAN ... ... iiiiii KATA

KATA PENGANTAR PENGANTAR ... ... iviv DAFTAR I

DAFTAR ISI ...SI ... ... vivi DAFTAR

DAFTAR GAMBAR GAMBAR ... ... ixix DAFTAR T

DAFTAR TABEL ...ABEL ... ... xx

BAB I. PENDAHULUAN BAB I. PENDAHULUAN

A.

A. Sejarah PerusaSejarah Perusahaan ...haan ... ... 11 B.

B. Lokasi PerusLokasi Perusahaan ...ahaan ... ... 22 C.

C. Diskripsi Diskripsi Geografis Geografis ... ... 44 BAB II. PROSES PRODUKSI DAN SPESIFIKASI PRODUK

BAB II. PROSES PRODUKSI DAN SPESIFIKASI PRODUK A.

A. Proses Proses Produksi ...Produksi ... ... 66 B.

B. Spesifikasi ProduSpesifikasi Produk ...k ... ... 1111 C.

C. Bahan BaBahan Baku dan ku dan Bahan Bahan Pembantu Pembantu ... ... 1313 D.

D. Peta ProsPeta Proses Opes Operasi erasi ... ... 1616 BAB III. ORGANISASI

BAB III. ORGANISASI PERUSAHAANPERUSAHAAN A.

A. Struktur Struktur Organisasi Organisasi ... ... 2727 B.

B. KetenagakeKetenagakerjaan ...rjaan ... .. 2929 BAB IV. SARANA DAN PRASARANA PRODUKSI

BAB IV. SARANA DAN PRASARANA PRODUKSI A.

A. Mesin dan Mesin dan Peralatan Industri ...Peralatan Industri ... ... 3333 B.

B. Skema daSkema dan Prinsip n Prinsip Kerja Alat ...Kerja Alat ... .. 4040 C.

C. Tata LeTata Letak Ruang tak Ruang Produksi ...Produksi ... ... 4343 D.

D. Sanitasi ... 44Sanitasi ... 44 E.

E. PenanganaPenanganan Limban Limbah h ... ... 4646 BAB V. PEMASARAN DAN DISTRIBUSI PRODUK

BAB V. PEMASARAN DAN DISTRIBUSI PRODUK A.

A. Pemasaran ... 48Pemasaran ... 48 B.

(8)

vii

A. Pendahuluan

1. Latar Belakang Masalah ... 52

2. Perumusan Masalah ... 53 3. Batasan Masalah ... 53 4. Asumsi ... 53 5. Tujuan Penelitian ... 54 6. Manfaat Penelitian ... 54 B. Landasan Teori 1. Tata Letak ... 54

2. Peta Keterkaitan Kegiatan ... 56

3. Diagram Keterkaitan Kegiatan ... 58

4. Tipe Layout  ... 59

5. Metode Pengukuran Panjang Lintasan Bahan ... 62

C. Metode Penelitian 1. Objek Penelitian ... 64

2. Pengumpulan Data ... 65

3. Tahapan Penelitian ... 66

D. Hasil dan Pembahasan 1. Identifikasi visual  ... 68

2. Perumusan masalah ... 68

3. Penentuan tujuan penelitian ... 68

4. Studi pustaka ... 69

5. Pengumpulan data ... 69

6. Pembuatan layout awal ... 70

7. Analisis layout  awal dan layout aliran bahan awal ... 72

8. Penyusunan layout industri baru ... 75

9. Evaluasi layout  usulan ... 85

(9)

viii

(10)

ix

Gambar 3.1. Struktur organisasi perusahaan Bakpia Pathok 25 ... 28

Gambar 4.1.  Roll crusher   ... 40

Gambar 4.2.  Mixer penggorengan adonan kumbu ... 41

Gambar 4.3.  Mixer  adonan kulit bakpia ... 41

Gambar 4.4. Mesin Press adonan kulit ... 42

Gambar 4.5.  Boiller ... 42

Gambar 4.6. Grinder ... 43

Gambar 5.1. Diagram distribusi produk Bakpia Pathok 25 ... 51

Gambar 6.1.  Layout  awal industri Bakpia Pathok 25 ... 71

Gambar 6.2. Penentuan titik tengah area produksi ... 73

Gambar 6.3.  Layout  aliran bahan awal ... 74

Gambar 6.4. Peta keterkaitan kegiatan ruang produksi ... 76

Gambar 6.5. Peta keterkaitan kegiatan ruang produksi dan fasilitas ... 79

Gambar 6.6. Diagram keterkaitan kegiatan ruang produksi ... 82

Gambar 6.7. Diagram keterkaitan kegiatan ruang produksi dan fasilitas . 83 Gambar 6.8.  Layout  usulan industri Bakpia Pathok 25 ... 84

Gambar 6.9.  Layout  aliran bahan usulan ... 86

(11)

x

Tabel 1.1. Tabel panjang aliran bahan layout awal ... 75 Tabel 1.2. Tabel rekap peta keterkaitan kegiatan ... 80 Tabel 1.3. Tabel panjang aliran bahan layout usulan ... 87 Tabel 1.4. Tabel perbandingan analisis backtracking

(12)

1

A. SEJARAH PERUSAHAAN

Bakpia sebenarnya bukan makanan khas Yogyakarta. Kue dengan cita rasa dan aroma khas itu berasal dari negeri China dengan nama aslinya adalah Tou  Luk Pia yang artinya kue kacang hijau yang kemudian orang menyebutnya

dengan sebutan Bakpia.

Bakpia mulai diproduksi di kampung Pathok Yogyakarta sekitar tahun 1948-an yang pada saat itu produksi masih dilakukan kecil-kecilan karena peminatnya yang masih sedikit dan masih diperdagangkan secara eceran yang dikemas dalam besek  yang tidak berlabel. Semakin lama keberadaan bakpia ini semakin dikenal oleh masyarakat sehingga jumlah produksi bakpia semakin meningkat dan kemasan yang digunakan juga menjadi lebih bagus yaitu dengan menggunakan kemasan kertas karton yang memiliki label.

Semakin banyaknya merk   bakpia dikarenakan banyaknya yang memproduksi bakpia sehingga untuk membedakan sekarang digunakan kemasan baru dengan merk dagang nomor rumah, yang kemudian banyak terdapat merk dagang bakpia dengan nomer yang berbeda.

Pada mulanya perusahaan yang dimiliki oleh Bapak Arlen Sanjaya ini adalah merk dagang perusahaan Bakpia Pathok 38, Bakpia Pathok 99, dan Bakpia Pathok 25. Setelah disatukan, maka merk dagang yang digunakan saat ini hanya Bakpia Pathok 25. Pada tahun-tahun pertama karena produksi masih dalam jumlah kecil maka peralatan yang digunakan juga masih sangat sederhana yaitu dengan menggunakan oven dengan bahan bakar arang. Setelah jumlah permintaan dari konsumen meningkat maka perusahaan menambah peralatan produksi yang lebih banyak sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Usaha bakpia yang dilakukan oleh Bapak Arlen Sanjaya adalah generasi penerus pembuat Bakpia Pathok 25 yang dahulu berasal dari bisnis keluarga yang

(13)

produksi setiap harinya tidak tetap jumlahnya menyesuaikan dengan permintaan konsumen.

Pada tahun 1999, perusahaan ini mendapatkan surat pendaftaran industri kecil dari Dirjen Industri kecil dengan surat No. 206/17/A/12/IX/1999 sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kue.

Pada tahun 2000, Sertifikat merk dagang dari Departemen Direktorat Jenderal Hak Kekayaan intelektual mulai didapatkan atas nama Siek Fendy Sanjaya dengan No. 478996.

Pada tahun 2004, Perusahaan Bakpia Pathok 25 mendapatkan piagam dan keamanan pangan dari Badan POM atas nama Arlen Sanjaya dengan nomor 24-12-04.3471.04. piagam ini diserahkan karena perusahaan telah menerapkan prinsip dasar keamanan pangan meliputi higienis karyawan, penanganan dan penyimpanan pangan, pangendalian hama, sanitasi tempat dan peralatan.

Perusahaan Bakpia Pathok 25 mendapatkan sertifikat halal dari MUI pada tahun 2006 dengan sertifikat nomor 12100000091206 dan berlaku sejak 12 Desember 2006 – 12 Desember 2008 atas perusahaan Bakpia Pathok 25 dengan produknya berupa bakpia.

Semakin berkembangnya perusahaan, saat ini Perusahaan Bakpia Pathok 25 memiliki 5 toko yeng terbesar di Yogyakarta yaitu 2 toko cabang di jalan AIP KS. Tubun dan 1 toko cabang di jalan Bhayangkara, serta 2 toko dijalan Laksda Adisucipto (jalan ke arah kota Solo). Toko-toko cabang ini biasanya mengambil bakpia dari pusat produksi Perusahaan Bakpia Pathok 25 dengan merk dagang 25.

B. LOKASI PERUSAHAAN

Perusahaan Bakpia Pathok 25 berada di jalan AIP.K.S. Tubun 49, desa Pathok Yogyakarta. Lokasi ini sangat strategis karena letaknya yang berada pada daerah padat dan di dekat daerah wisata yang berada di Yogyakarta yaitu kawasan Malioboro dan Kraton Yogyakarta. Dengan letaknya yang berada di kawasan padat maka dapat mempermudah dalam pemasaran serta mempermudah pengadaan bahan baku.

(14)

Perusahaan Bakpia Pathok 25 memiliki took-toko yang menyebar di Yogyakarta antara lain:

1. Pabrik / Pusat  (Jl. AIP II KS Tubun NG 1/504 Telp. (0274) 513904, 566122 Yogyakarta).

Letak pabrik pembuatan bakpia dengan merk dagang 25 ini sangat strategis dan mudah dicari karena letaknya berada di kawasan Malioboro dan Kraton Yogyakarta. Hal ini sangat berpengaruh karena konsumen menjadi lebih mudah mencari lokasi pabrik.

2. Toko Ongko Joyo (Kl. AIP II KS Tubun 65 Telp. (0274) 512219, 583237 Yogyakarta).

Lokasi Toko Ongko Joyo sangat strategis karena berada di belakang kawasan Malioboro yang merupakan kawasan yang dikenal oleh masyarakat Yogyakarta maupun wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Apabila belum mengetahui lokasi toko ini maka dapat bertanya kepada para tukang becak dan andong  di kawasan Malioboro dimana lokasi Bakpia Pathok 25 berada, maka mereka akan menunjukkan lokasi toko tersebut.

3. Toko Kembang Jaya (Jl. Laksda Adisucipto KM.9 Telp. (0274) 484458 Yogyakarta (jalan ke arah solo)).

Lokasi Toko Kembang Jaya sangat strategis karena berada di jalur luar kota Yogyakarta dan dekat dengan bandara yang bereda di Yogyakarta. Karena letaknya berada di pinggir jalan maka pengguna jalur luar kota dan bandara dapat dengan mudah membeli oleh-oleh yang akan dibawa ke daerah asal sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta untuk keluarga maupun kerabat.

(15)

4. Toko Pasar Pathok  (Kios pasar Pathok 14-18 Telp. (0274) 561551 Yogyakarta).

Karena lokasinya dianggap strategis karena berada didekat salah satu Mall yang berada di kawasan Malioboro (Ramai Mall). Dengan lokasi yang ramai dan mudah dijangkau ini maka konsumen dapat dengan mudah untuk membeli bakpia dengan merk Bakpia Pathok 25 ini.

C. DESKRIPSI GEOGRAFIS

Pertimbangan dalam pemilihan lokasi pendirian pabrik Pakpia Pathok 25 ini adalah:

1. Bahan baku

Perusahaan Bakpia Pathok 25 ini menggunakan bahan baku berupa tepung terigu yaitu cakra kembar dan segitiga biru, kacang hijau, minyak goreng, gula, dan garam. Daerah berdirinya perusahaan dekat dengan agen pemasok bahan baku seperti gula, minyak goreng, dan tepung terigu sehingga dapat memperkecil biaya transportasi yang dikeluarkan oleh perusahaan.

2. Transportasi

Perusahaan Bakpia Pathok 25 mudah dijangkau oleh kendaraan sehingga cukup strategis. Selain itu dekat dengan pasar sehingga mempermudah pemasaran atau distribusi produk dan penyediaan bahan mentah, pemasok dapat mengirim bahan mentah dengan mudah (dengan truck  atau mobil box).

3. Tenaga kerja

Tenaga Kerja di Perusahaan Bakpia Pathok 25 biasanya berasal dari daerah Yogyakarta (Kulon progo, Wonosari, Sleman, Bantul) dan  juga ada yang berasal dari luar kota Yogyakarta. Pekerja yang berasal dari luar kota tinggal di mess  yang telah disediakan oleh perusahaan yang masih terdapat di dalam pabrik. Sedangkan untuk tenaga kerja

(16)

yang berasal dari Yogyakarta bisa pulang ke rumah apabila jam kerjanya sudah habis. Karena kegiatan produksi di perusahaan ini masih dilakukan secara manual maka ketersediaan tenaga kerja dapat memperlancar proses produksi.

4. Daerah pemasaran

Dalam pemasaran bakpia, pembeli dapat mendatangi langsung ke lokasi pabrik atau dapat mendatangi toko-toko cabang perusahaan. Lokasi pabrik yang dekat dengan pasar dan fasilitas tranportasi yang baik dapat menekan biaya transportasi yang ditanggung oleh distributor.

(17)

6

A. Proses Produksi

Produksi bakpia yang dilakukan pada perusahaan ini tidak tetap yaitu dengan memperkirakan jumlah permintaan konsumen tiap harinya. Bakpia yang telah selesai diolah langsung di-display di toko untuk langsung dijual dan disalurkan ke toko-toko cabang yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan ini berusaha agar tidak melakukan penyimpanan produk jadi (stock)  sehingga jumlah produk yang terproduksi tidak berlebihan untuk menghindari penyimpanan produk jadi. Aliran produksi pada industri Bakpia Pathok 25 ini mengacu pada  pull system dimana kegiatan produksi dilakukan untuk memenuhi pemesan, cara pandang ini berdassarkan system pemasaran produk bakpia Pathok 25 yang berorientasi secara by order . dikarenakan hal tersebut maka peoses produksi di Industri Bakpia Pathok 25 ini dapat dikatakan sebagai proses Job shop.

Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan untuk mengolah bakpia yaitu tahap pembuatan kulit bakpia, pembuatan adonan pelapis, dan pembuatan kumbu atau isi kemudian dilanjutkan dengan pengisian kumbu dan pemanggangan.

1. Pembuatan kulit bakpia

Bahan yang digunakan pada pembuatan adonan kulit bakpia (satu resep) yaitu 4 kg terigu segitiga biru, 2 kg terigu cakra kembar, 3 liter air, 2 liter minyak goreng, 3 ons gula pasir, dan satu sendok makan garam. Yang kemudian dimasukkan ke dalam mixer   untuk proses pencampuran dan pengadukan hingga homogen  sekitar 10 menit. Setelah adonan kulit homogen  kemudian dilakukan  pressing  adonan dengan menggunakan roller   selama kurang lebih 40 putaran atau kurang lebih 15 menit agar adonan menjadi kalis. Semakin lama

(18)

dilakukan pressing pada adonan kulit ini akan mengakibatkan adonan kulit menjadi semakin lemas sehingga tidak mudah pecah saat ditarik. Adonan kulit ini digunakan untuk semua rasa bakpia yang diproduksi oleh industri Bakpia Pathok 25.

2. Pembuatan adonan pelapis

Bahan yang digunakan untuk membuat adonan pelapis adalah tepung terigu cakra kembar dan segitiga biru dengan perbandingan 1:1 dan

minyak goreng kemudian dicampur dan diaduk hingga homogen. Adonan pelapis ini berguna agar adonan kulit menjadi empuk. Adonan pelapis ini digunakan untuk semua jenis rasa bakpia yang diproduksi industri Bakpia Pathok 25.

3. Pembuatan isi atau kumbu rasa original (kacang hijau)

Kumbu bakpia dibuat dari kacang hijau yang setiap kali pembuatan kumbu digunakan kacang hijau sebanyak 25 kg. tahapan-tahapan pembuatan kumbu yaitu:

a. Pemecahan biji

Pemecahan biji bertujuan agar kulit kacang hijau manjadi mudah lepas pada saat pencucian. Proses pemecahan kacang hijau dilakukan dengan menggunakan mesin pemecah biji atau  Roll Crusher   sehingga proses pemecahan biji berlangsung cepat dan diperoleh biji yang sudah pecah dan siap untuk direndam.

b. Perendaman

Perendaman berguna untuk mempercepat proses pengukusan karena kacang hijau yang telah direndam akan menyerap air sehingga mempercepat proses pengukusan. Perendaman dilakukan selama kurang lebih 2 jam yang dilakukan di dalam drum.

c. Pencucian

Pencucian ini bertujuan untuk menghilangkan kulit kacang hijau hingga benar-benar bersih dengan menggunakan air mengalir. Pencucian dilakukan berulang kali hingga kulit kacang hijau yang ada menjadi hilang semua dan yang ada hanya isi kacang hijau saja.

(19)

d. Penirisan

Penirisan ini bertujuan untuk menjaga nilai higienis  produk dimana prinsip proses penirisan ini adalah pemisahan air bekas pencucian kacang hijau dengan isi kacang hijau, sehingga air bekas pencucian tidak masuk ke tahap selanjutnya.

e. Pengukusan

Pengukusan dilakukan di dalam sebuah mesin bernama  Boiller dan didalam setiap mesinnya berkapasitas 4 dandang x 25 kg kacang hijau. Sumber panas alat ini berasal dari steamer yang berbahan bakar kayu. Proses pengukusan ini dilakukan selama 45-60 menit atau sampai kacang hijau lunak.

f. Penggilingan

Setelah pengukusan, kacang hijau menjadi lunak, namun bentuknya masih kasar sehingga proses penggilingan ini bertujuan untuk menghaluskan kacang hijau yang sudah lunak tersebut. Penggilingan ini dilakukan dengan mesin penggiling yang memiliki prinsip kerja sama dengan mesin penggiling mie dan hasil kacang hijau yang telah digiling ini ditampung pada tumbu kecil yang kemudian akan dilakukan proses penggorengan.

g. Penggorengan

Penggorengan dilakukan dengan menggunakan mixer   yang berukuran besar yang dibawahnya diberi api untuk proses penggorengan. Kacang hijau sebanyak 25 kg yang telah halus dimasukan ke dalam mixer  yang sebelumnya telah disiapkan minyak goreng panas sebanyak 5 liter, lalu ditambahkan garam sebanyak 310 gram dan gula sebanyak 16,25 kg. proses penggorengan menggunakan mixer dikarenakan dalam proses ini membutuhkan pengadukan secara terus menerus selama penggorengan supaya kumbu yang dihasilkan menjadi homogen  dan lebih cepat mengoreng. Proses penggorengan ini dilakukan selama 30-45 menit tergantung besar kecilnya api yang digunakan. Kumbu yang sudah

(20)

terlihat kalis dan kering kemudian diletakkan ke dalam tumbu  lalu didinginkan.

h. Pendinginan kumbu

Dalam proses ini kumbu yang diangkat dari penggorengan kemudian dituang atau diletakkan di dalam tumbu  kemudian diletakkan dalam sebuah ruangan tertentu sambil menunggu proses selanjutnya.

4. Pembuatan isi bakpia rasa coklat

Coklat, terigu, minyak goreng, gula, garam, dan vanili  dimasukkan ke dalam mixer  penggorengan kumbu dengan komposisi tertentu atau resep rahasia, dan diaduk hingga homogen dalam waktu kurang lebih 10 menit. Kemudian adonan jadi dituang ke dalam tampah lalu didinginkan sekitar 15 menit dan selanjutnya diteruskan pada operasi pencetakan bakpia.

5. Pembuatan isi bakpia rasa keju

Keju, terigu, minyak goreng, garam, dan vanili  dimasukkan ke dalam mixer  penggorengan kumbu dengan komposisi tertentu atau resep rahasia, dan diaduk hingga homogen  dalam waktu kurang lebih 15 menit. Kemudian adonan jadi dituang ke dalam tampah lalu didinginkan sekitar 15 menit dan selanjutnya diteruskan pada operasi pencetakan bakpia.

6. Pembuatan isi bakpia rasa nanas

Terigu cakra kembar dan segitiga biru dengan perbandingan 3:1,perasa nanas, minyak goreng, gula, dan garam, dimasukkan ke dalam mixer  penggorengan kumbu dengan komposisi tertentu atau resep rahasia, dan diaduk hingga homogen  dalam waktu kurang lebih 20 menit. Kemudian adonan jadi dituang ke dalam tampah lalu didinginkan sekitar 15 menit dan selanjutnya diteruskan pada operasi pencetakan bakpia.

7. Pembuatan isi bakpia rasa durian

Terigu cakra kembar dan segitiga biru dengan perbandingan 3:1,perasa durian, minyak goreng, gula, dan garam, dimasukkan ke dalam mixer  penggorengan kumbu dengan komposisi tertentu atau resep rahasia, dan diaduk hingga homogen  dalam waktu kurang lebih 20 menit. Kemudian

(21)

adonan jadi dituang ke dalam tampah lalu didinginkan sekitar 15 menit dan selanjutnya diteruskan pada operasi pencetakan bakpia.

8. Pencetakan

Setelah ketiga bahan tersebut selesai yaitu adonan kulit, pelapis dan kumbu atau isi bakpia, maka dilakukan pencetakan bakpia yang dilakukan secara manual oleh pekerja. Adonan kulit yang sudah kalis diletakkan diatas meja yang kemudian dipotong kecil-kecil (2cm x 2cm) lalu ditambah adonan pelapis secukupnya (kurang lebih satu ujung kuku) kemudian adonan tersebut dipipihkan dan kemudian digulung dengan maksud meratakan lapisan pada kulit bakpia. Hasil gulungan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam nampan yang telah berisi minyak goreng secukupnya sambil dibolak-balik dengan tujuan supaya adonan tidak lengket saat dilakukan pengisian kumbu.

Pengisian kumbu dilakukan dengan cara mengambil kurang lebih 30 gram kumbu yang kemudian dimasukkan ke dalam adonan kulit yang telah dipipihkan terlebih dahulu yang diletakkan diatas lubang yang diberi jari telunjuk dan ibu jari. Setelah kumbu masuk ke dalam adonan kulit kemudian ujungnya ditutup dan kemudian dipipihkan sehingga berbentuk bulat pipih. Proses ini di dilakukan untuk semua jenis rasa bakpia yang diroduksi oleh industri Bakpia Pathok 25.

9. Pemanggangan

Pemanggangan untuk bakpia isi kacang hijau dilakukan dengan menggunakan oven berbahan bakar dari arang. Oven yang akan digunakan dipanaskan terlebih dahulu selama 30 menit. Setiap kali pemanggangan bakpia yang dapat dipanggang sekitar 350 buah. Pemanggangan dilakukan selama 5 menit, kemudian setelah 2 menit dilakukan pembalikan dan dipanggang lagi selama 5 menit. Pembalikan ini bertujuan untuk mematangkan 2 sisi bakpia dan waktu yang relatif singkat bertujuan agar bakpia yang dihasilkan tidak gosong. Sedangkan untuk jenis rasa bakpia yang lain, pemanggangan menggunakan oven berbakan bakar gas. Digunakan oven berbakan bakar gas karena dibutuhkan panas yang konstan

(22)

dan tidak terlalu tinggi, sehingga berbeda dengan karakteristik oven arang yang memiliki panas tinggi. Pengovenan bakpia selain rasa kacang hijau dilakukan selama 20 menit dengan suhu yang lebih rendah daripada oven arang. Karakteristik pemanggangan bakpia isi kacang hijau dibutuhkan panas tinggi namun singkat, sedangkan untuk rasa yang lain dibutuhkan panas yang lebih rendak, konstan, dan pemanggangan berlangsung lebih lama.

10. Pendinginan

Pendinginan ini bertujuan agar tidak ada uap air pada saat pengemasan karena uap air tersebut dapat mengurangi umur simpan bakpia dimana uap air memacu tumbuhnya jamur. Pendinginan dilakukan dengan cara meletakkan bakpia yang telah dioven ke atas tampah yang kemudian diletakkan diatas rak kayu untuk diangin-anginkan.

11. Pengemasan

Pengemasan dilakukan secara manual oleh karyawan yang bertugas untuk melakukan pengemasan. Kotak kardus berlabel yang dialasi dengan kertas lilin. Pemberian kertas lilin bertujuan supaya saat pengemasan dapat menyerap minyak yang keluar dari bakpia. Pada kemasan bakpia terdapat lubang-lubang di bagian atas dengan tujuan agar uap air yang ada dapat keluar.

12. Proses pembentukan kemasan

Kemasan dari produk Bakpia Pathok 25 ini awalnya berupa lembaran kertas karton, kemudian lembaran tersebut dilipat dan distrepless sehingga berwujud menjadi sebuah kardus. Kardus tersebut kemudian diberi lapisan kertas minyak pada alasnya dengan tujuan dapat menyerap minyak yang dikeluarkan oleh bakpia. Setelah itu, kemasan-kemasan tersebut ditata menggunakan palstik besar dan disimpan di gudang kemasan.

B. Spesifikasi Produk 1. Produk

Produk utama yang dihasilkan dari Perusahaan Bakpia Pathok 25 adalah bakpia dengan isi kacang hijau. Bakpia merupakan makanan yang terbuat

(23)

dari adonan tepung terigu dan minyak sebagai kulit atau pembungkus dan isi atau kumbu yang terdiri dari campuran kacang hijau namun sekarang terdapat beberapa variasi rasa seperti coklat, keju, nanas, dan aneka rasa. 2. Jumlah yang diproduksi

Jumlah bakpia yang diproduksi di perusahaan ini berbeda-beda tiap harinya. Hal ini terjadi karena pembuatan bakpia disesuaikan dengan permintaan konsumen sehingga tidak ada bakpia yang disimpan terlalu lama di pabrik karena umur simpan bakpia yang tidak tahan lama (hanya berkisar 4 hari).

Pada hari-hari biasa perusahaan ini menghasilkan sekitar 50.000-70.000 bakpia sedangkan pada hari libur bisa mencapai tiga kali lipat daripada hari-hari biasa.

3. Merk dagang

Bakpia yang dihasilkan oleh perusahaan ini diberi merk dagang Bakpia Pathok 25 sesuai dengan nama perusahaan dimana sertifikat merk dagang tersebut didapat pada tanggal 2 Juni 2000 dari Departemen Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual atas nama Siek Fendy Sanjaya dengan No. 478996.

4. Kemasan

Bakpia Pathok 25 dikemas dengan menggunakan kertas karton  yang didalamnya dilapisi dengan kertas minyak. Dengan kemasan yang terbuat dari karton, diharapkan dapat menjaga kondisi bakpia agar tidak mudah hancur dan kertas minyak dapat menyerap minyak yang terlalu banyak pada bakpia dan melindungi bakpia dari air sehingga dapat mempertahankan kondisi bakpia agar tidak mudah rusak atau berjamur karena kelebihan air serta melindungi dari debu-debu dan serangga yang berpotensi mengkontaminasi bakpia tersebut.

Saat ini ada dua ukuran kemasan bakpia yang berbeda pada perusahaan Bakpia Pathok 25 ini, yaitu bakpia isi 15 dan bakpia isi 20.

(24)

C. Bahan Baku dan Bahan Tambahan

1. Pengadaan bahan baku utama dan bahan tambahan a. Pengadaan bahan baku utama

Bahan baku utama yang digunakan untuk pembuatan bakpia adalah tepung terigu sebagai bahan untuk kulit bakpia dan kacang hijau sebagai bahan isi atau kumbu bakpia, serta keju, coklat, untuk masing-masing rasa.

Tepung terigu yang digunakan adalah merk segitiga biru dan cakra kembar. Perusahaan Bakpia Pathok 25 ini mendatangkan tepung terigu tersebut dari toko atau membeli langsung dari grosir dengan frekuensi pembelian seminggu sekali sebanyak 50-100 sak (@ 25 kg). penggunaan tepung terigu ini tergantung dari jumlah bakpia yang ingin dibuat sehingga penggunaan tepung terigu ini tidak tetap. Pemesanan akan dilakukan setelah persediaan tepung terigu yang dimiliki oleh perusahaan hampir habis.

Bahan baku utama lainnya adalah kacang hijau yang didatangkan dari Demak, Jombang, atau Surabaya. Setiap kali pemesanan biasanya Perusahaan Bakpia Pathok 25 ini langsung memesan dalam jumlah banyak sekitan 20 ton. Coklat dan keju didatangkan dari distributor langsung dan pemesanan dilakukan ketika persediaan perusahaan hampir habis.

b. Pengadaan bahan tambahan

Dalam produksi bakpia digunakan juga beberapa bahan pembantu, yaitu minyak goreng, gula pasir, vanili,  perasa nanas, perasa durian, dan garam halus. Sama seperti halnya dengan pengadaan tepung terigu, bahan-bahan pembantu ini dipesan apabila persediaan yang dimiliki oleh Perusahaan Bakpia Pathok 25 sudah hampir habis.

(25)

c. Kemasan

Kemasan yang digunakan oleh Perusahaan Bakpia Pathok 25 terbuat dari kertas karton berlabel. Kemasan karton ini dipesan dari Magelang dan Jakarta secara orderan.

2. Penanganan Bahan Baku dan Bahan Tambahan a. Bahan Baku Utama

Saat penerimaan tepung terigu dari pihak penjual, tepung terigu ditimbang terlebuh dahulu sebelum dimasukkan ke tempat penyimpanan supaya tidak ada beratnya kurang tiap karungnya sehingga dapat merugikan perusahaan. Pengangkutan dilakukan dengan menggunakan buruh panggul karena dirasa lebih cepat daripada diangkut dengan menggunakan troli. Tepung terigu diletakkan di dekat stasiun kerja pembuatan adonan dengan cara ditumpuk si atas alas kayu (pallet) yang bertujuan agar tepung terigu tidak lembab dan memudahkan dalam pengambilan apabila ingin digunakan.

Sama seperti halnya pada penerimaan tepung terigu, penimbangan dilakukan terlebih dahulu supaya kacang hijau yang dipesan sesuai. Untuk mengetahui kualitas kacang hijau yang dipesan dilakukan pengambilan sampel kacang hijau yang datang dan melihatnya apakah bagus atau tidak. Apabila tidak bagus maka akan dikembalikan kepada pihak penjual kacang hijau untuk ditukar dengan kacang hijau yang bagus. Pengangkutan dilakukan dengan menggunakan buruh panggul dengan alasan yang sama dengan pengangkutan tepung terigu. Penanganan kacang hijau dilakukan dengan cara menyimpan kacang hijau dalam karung goni dan disimpan di tempat penyimpanan kacang hijau. Peletakkan kacang hijau dilakukan di atas alas kayu (pallet) dan dekat dengan stasiun kerja pemecahan biji kacang hijau dan perendaman.

Untuk coklat dan keju didatangkan dalam kemasan kardus, sehingga dalam pengawasannya lebih mudah karena hanya dengan menghitung

(26)

 jumlah kardus yang diterima dan membandingkan dengan jumlah pesanan. Untuk penyimpanannya juga disimpan diatas  palet   untuk menghindari kelembaban lantai.

b. Bahan Tambahan

Bahan-bahan tambahan berupa minyak goreng, gula pasir, perasa nanas, perasa durian, dan garam halus diletakkan di ruang penyimpanan bahan atau dekat dengan ruang pembuatan kumbu. Minyak goreng diletakkan di atas lantai. gula pasir diletakkan di dalam karung dan diatas pallet . Garam halus diletakkan di dalam kardus besar di atas pallet dan sama hal nya dengan perasa nanas dan durian.

c. Kemasan

Untuk menyimpan kemasan, kemasan dibentuk terlebih dahulu dengan merekatkannya menggunakan strapless. Setelah itu dimasukkan ke dalam plastik dengan disusun rapi agar tidak rusak dan tidak basah serta menjaga dari kotoran-kotoran yang terdapat di dalam gudang seperti debu dan serangga.

Penyimpanan dilakukan didalam gudang kardus dan pengambilan kardus yang akan digunakan untuk proses pengemasan yang sudah lebih lama berada di gudang atau menerapkan sistem FIFO (First in First out ). Untuk mengetahui kardus yang masuk terlebih dahulu ke gudang, maka pada tiap plastik kardus diberi tanda dengan menuliskan tanggal masuk ke gudang.

(27)

D. Peta Proses Operasi

(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)

27

A. Struktur organisasi

Secara umum, perusahaan ingin menyusun suatu struktur organisasi yang akan memastikan bahwa seluruh karyawannya berada pada posisi dimana mereka dapat dipandu dan diawasi dengan baik oleh seorang diatas mereka agar dapat melakukan pekerjaan secara efisien, yang memungkinka perusahaan memanfaatkan karyawan-karyawan secara efisien, yang memungkinkan produksi barang atau jasa dapat dilakukan dengan biaya yang relatif rendah.

Struktur organisasi yang diterapkan pada Perusahaan Bakpia Pathok 25 masih sangat sederhana karena belum ada jembatan khusus yang diberikan pada karyawannya. Pemilik perusahaan hanya memiliki orang kepercayaan yang diberi tugas untuk mengawasi dan mengontrol pekerjaan yang dilakukan di pabrik.

Struktur organisasi lini sederhana adalah struktur dimana terdapat seorang pemilik dan biasanya beberapa karyawan dengan pengaturan atas tugas, tanggung jawab, dan komunikasi yang bersifat sangat informal serta dicapai melalui hubungan secara langsung. Semua keputusan strategis dan operasional dibuat oleh pemilik, atau satu tim kecil dari pemilik. Karena struktur sederhana ini memungkinkan adanya respon yang cepat terhadap pergeseran produk atau pasar dan kemampuan untuk mengkoordinasi permintaan pelanggan yang unik tanpa kesulitan karena pemilik secara langsung terlibat dengan para pelanggan secara teratur. Struktur lini sederhana mendorong para karyawan untuk melakukan banyak tugas dan struktur tersebut sangat efektif dalam bisnis yang melayani produk lokal atau pasar lokal yang sederhana. Struktur ini membutuhkan pemilik yang

(39)

multitalenta dan cerdik yang mampu menangani permasalahan produksi maupun penjualan produk.

Adapun struktur organisasi yang diterapkan di perusahaan Bakpia Pathok 25 adalah sebagai berikut:

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Perusahaan Bakpia Pathok 25 Keterangan gambar :

: Garis koordinasi

1. Pemilik perusahaan (Pimpinan perusahaan)

Pimpinan perusahaan dipegang langsung oleh pemilik Bakpia Pathok 25 yaitu bapak Arlen Sanjaya. Sebagai pemimpin, beliau memegang kendali langsung atas jalannya perusahaan. Mengambil keputusan dalam hal kebijakan atas jalannya perusahaan. Mengambil keputusan dalam hal kebijakan perusahaan, penentuan peraturan, perekrutan karyawan, pemutusan hubungan kerja, dan penentuan jam kerja adalah tugas-tugas beliau.

Pimpinan

Administrasi Pemasaran Produksi

(40)

2. Asisten

Dalam menjalankan tugasnya, bapak Arlen Sanjaya dibantu oleh 3 asisten yang menjadi kepercayaannya untuk menjalankan perusahaan sehari-hari. Ketiga asisten beliau adalah bapak Eko, bapak Kasto, dan bapak Wakijan (Ateng). Ketiga asisten tersebut bersama-sama membantu pimpinan di tiga bagian yang berbeda, yaitu bagian administrasi, pemasaran, dan produksi. Pembagian tugas diantara ketiga nya belum  jelas, karena asisten tidak spesialisasi di satu bidang. Adapun tugas-tugas

dari asisten beliau antara lain sebagai berikut: a. Administrasi

Bagian administrasi memiliki tugas sebagai berikut: 1. Mengatur semua permasalahan keuangan perusahaan.

2. Memberikan laporan keluar masuknya uang, cek, dan bilyet giro. 3. Membuat laporan keuangan.

b. Produksi

Bagian produksi mempunyai tugas sebagai berikut:

Bertanggung jawab terhadap berlangsungnya dan kelancaran produksi di dalam pabrik yang meliputi penerimaan bahan baku, penanganan bahan di dalam pabrik, proses pengolahan, sampai produk siap dipasarkan.

c. Pemasaran

Bagian pemasaran memiliki tugas sebagai berikut:

1. Menerima pesanan produk dari konsumen maupun distributor. 2. Menangani pemasaran produk baik yang dipasarkan langsung di

pabrik, maupun gerai-gerai di luar.

B. Ketenagakerjaan

Tenaga kerja merupakan salah satu sumber daya yang sangat dibutuhkan untuk melakukan sebuah proses produksi di perusahaan, apalagi perusahaan yang proses produksinya masih dilakukan secara manual. Perencanaan sumber daya manusia harus dilakukan dengan baik mulai dari perekrutan sampai

(41)

dengan pemberhentian. Didalam perusahaan sendiri sangat diperlukan pengolahan sumber daya manusia sehingga perusahaan memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan dengan spesifikasi dan keahlian tertentu sehingga dapat melakukan pekerjaannya dengan baik dan benar. Pengolahan tenaga kerja ini bertujuan untuk mencapai hubungan yang harmonis dan serasi antara pemilik dengan karyawan dan juga sebagai alat yang berguna untuk menciptakan keseimbangan tenaga kerja.

1. Pengaturan kerja

Perusahaan Bakpia Pathok 25 memiliki 80 karyawan tetap yang terbagi dalam 2 bagian. Perusahaan ini juga memperkerjakan karyawan harian jika terjadi lonjakan permintaan sehingga untuk dapat melakukan produksi sesuai dengan jumlah kebutuhan maka diperlukan tambahan tenaga kerja dan untuk itu perusahaan memperkerjakan karyawan kontrak. Pengaturan penjadwalan tenaga kerja pada Perusahaan Bakpia Pathok 25 ditetapkan oleh pemilik perusahaan. Penjadwalan tenaga kerja harus diperhatikan karena proses produksi dilakukan setiap hari tanpa libur, maka penentuan libur karyawan harus dibagi-bagi sehingga tidak mengalami kekurangan tenaga kerja setiap hari.

Karyawan yang bekerja diperusahaan ini dibagi menjadi dua bagian yaitu:

a. Karyawan toko

Karyawan toko bertugas untuk melayani konsumen dan melakukan penjualan serta menerima pesanan. Karyawan toko juga bertanggung  jawab atas kebersihan showroom (toko). Karyawan yang bekerja untuk

menjaga toko dibagi menjadi 2 shift  kerja yaitu: - Shift  pagi : mulai pukul 07.00 – 15.00 - Shift  sore : mulai pukul 14.00 – 23.00

Pembagian shift   ini sangat efektif karena dengan adanya pembagian shift ini, para pembeli dapat selalu dilayani oleh karyawan yang masih  fresh sehingga hal ini dapat menjadi salah satu pelayanan konsumen

(42)

yang baik dan menimbulkan rasa nyaman bagi konsumen yang membeli langsung produk Bakpia Pathok 25 ini di pabrik pusat pembuatannya.

b. Karyawan produksi

Karyawan produksi bertugas dalam pembuatan bakpia serta menjaga kebersihan lingkungan kerjanya. Karyawan produksi bekerja mulai pukul 07.00 WIB – 17.00 WIB namun apabila permintaan konsumen sedang ramai, maka biasanya produksi dilakukan mencapai jam 21.00 WIB. Apabila produksi melebihi jam kerja maka pekerja mendapat gaji lebih karena dihitung sebagai lembur. Pada bagian produksi ini diberlakukan sistem rotasi dalam 3 jam sekali sehingga semua karyawan dituntut untuk menguasai semua jenis jenis pekerjaan yang ada pada bagian produksi industri Bakpia Pathok 25. Hal ini diterapkan untuk menanggulangi kejenuhan karyawan dalam bekerja, sehingga diharapkan produktivitas karyawan akan lebih stabil dari awal dimulainya jam produksi hingga berakhirnya jam produksi.

Ada pula karyawan piket yang bertugas untuk datang lebih awal dari  jam kerja dengan tujuan mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan

untuk produksi, misalnya memanaskan oven terlebih dahulu. Karyawan piket ini selalu berubah sesuai jadwal yang ditetapkan.

Untuk pekerjaan berat seperti proses pembuatan kumbu, pembuatan adonan kulit, dan pengovenan dilakukan oleh para tenaga kerja pria. Untuk pencetakan bakpia dilakuakan oleh pekerja wanita dan pria, sedangkan untuk pengemasan bakpia dilakukan oleh pekerja wanita.

2. Pengupahan tenaga kerja

Gaji atau upah adalah uang atau sesuatu yang berkaitan dengan uang yang diberikan kepada pegawai, sistem pembayaran karyawan dapat dibagi menurut pembayaran berdasarkan waktu kerja, yaitu pembayaran yang dilakukan atas dasar lamanya bekerja, misalnya jam, hari, minggu, bulan serta pembayaran berdasarkan hasil kinerja, yaitu pembayaran upah

(43)

atau gaji yang didasarkan pada hasil akhir dari proses kerja, misalnya  jumlah produksi.

Pemilik perusahaan Bakpia Pathok 25 memberikan upah kepada karyawannya secara mingguan. Pembayaran upah dilakukan setiap hari senin setelah selesai bekerja. Pemilik perusahaan juga terkadang memberikan bonus lebih pada hari raya.

3. Perekrutan tenaga kerja

Perekrutan tenaga kerja dilakukan apabila terjadi kekurangan tenaga kerja. Para pelamar pekerjaan menyerahkan biodata kepada pemilik perusahaan yang kemudian akan diseleksi aleh pemilik perusahaan lalu diwawancarai terlebih dahulu sebelum diterima bekerja. Karena sistem kerja yang serabutan menyebabkan banyak para pekerja yang keluar masuk sehingga sering terjadi pergantian pekerja.

4. Kesejahteraan tenaga kerja

Perusahaan harus memperhatikan kesejahteraan tenaga kerjanya agar para pekerja merasa bahwa mereka juga diperhatikan oleh pihak perusahaan sehingga mereka bekerja dengan nyaman.

Untuk tenaga kerja, Perusahaan Bakpia Pathok 25 memberikan beberapa tunjangan antara lain :

a. Tunjangan makan tiga kali sehari

b. Tunjangan kesehatan seperti biaya perawatan di rumah sakit apabila mengalami sakit yang serius serta biaya pengobatan.

c. Penginapan (mess) bagi pekerja yang tidak melaju. d. Uang lembur dan bonus hari raya (THR)

(44)

33

A. Mesin dan Peralatan Produksi

Mesin dan peralatan produksi merupakan segala sesuatu yang digunakan untuk produksi mulai dari persiapan bahan hingga produksi selesai. Sarana ini dimaksudkan untuk memperlancar dan mempercepat proses produksi.

Adapun mesin-mesin yang dimaksud untuk melakukan proses produksi antara lain:

1.  Rool Crusher

Fungsi : Menghancurkan kacang hijau menjadi 2 bagian. Spesifikasi mesin :

Tipe : AE B-Phase

Daya : 2 HP

Merk : Lion brand

Kecepatan rotasi : 1380 rpm Voltase input : 220 V Frekwensi input : 50 Hz 2.  Mixer  Penggorengan Kumbu

Fungsi : mencampur bahan-bahan untuk membuat kumbu bakpia Spesifikasi : Input listrik : 220 V – 50 Hz Kapasitas Wadah : 66 l Kecepatan Mixer  : 240 / 120 rpm Dimensi alat : 1,2 x 1,2 x 1,5 m

(45)

3.  Mixer  adonan kulit bakpia

Fungsi : Mencampur bahan-bahan untuk adonan kulit. Spesifikasi mesin :

Kapasitas : 20 liter

Listrik : 1100 watt, 220 V, 50 Hz Kecepatan : 462 / 317 / 197 rpm Dimensi alat : 50 x 50 x 100 cm 4. Mesin Press adonan kulit

Fungsi : mengkaliskan adonan kulit setelah di mixing dan menipiskan adonan agar mudah dipotong.

Spesifikasi mesin :

Dimensi : 70 x 60 x 130 cm Input Listrik : 1500 watt / 50 Hz

Berat : 120 kg

5.  Boiller

Fungsi : mengukus kacang hijau agar dapat digiling lembut.

Spesifikasi :

Kapasitas : 4 x 25 kg

Jenis bahan bakar : Kayu

Kebutuhan bahan bakar : 1 m3 /operasi

Pemasok air : 2 motor listrik 1 HP (220 V, 400 watt, 50 Hz)

6. Grinder

Fungsi : menghaluskan kacang hijau yang akan dijadikan kumbu bakpia.

Spesifikasi : Kapasitas : 5 kg

(46)

Sedangkan peralatan-peralatan yang digunakan untuk proses produksi antara lain: 1. Bak plastik

Bak plastik ini digunakan untuk membuat adonan kulit bakpia dan juga digunakan untuk membuat adonan pelapis.

2. Meja kerja

Meja kerja digunakan sebagai tempat pncetakan, tempt adonan kulit, serta tempat pengemasan yang terpisah. Meja kerja ini terbuat dari kayu yang diatasnya dilapisi dengan seng anti karat.

3. Nampan

Nampan digunakan untuk tempat kulit bakpia yang siap dibentuk, untuk tempat minyak goreng, dan tempat bakpia yang siap dipanggang.

4. Pisau

Pisau digunakan untuk untui memotong adonan yang telah digiling ( rolling).  Pisau yang digunakan terbuat dari steinlessteel  sehingga tidak berkarat.

5. Timbangan

Timbangan ini digunakan untuk menakar bahan-bahan yang akan digunakan pada proses produksi. Penakaran bahan baku dan pembantu ini sangat penting karena akan mempengaruhi produk yang dihasilkan baik bentuk maupun rasanya.

6. Wajan

Wajan dengan kapasitas 26 kg ini digunakan untuk menggoreng kacang hijau yang sudah digiling dengan dicampur beberapa bahan tambahan. 7. Pengaduk

Pengaduk digunakan untuk mengaduk kacang hijau pada saat proses pengukusan setelah direndam dan dicuci. Pengaduk ini terbuat dari kayu dan bertangkai panjang.

8. Tungku

Tungku berfungsi berfungsi sebagai alat pemanas proses pengolahan yang menggunakan bahan kayu bakar.

(47)

Oven digunakan untuk memanggang bakpia yang telah berisi kumbu dan dibentuk serta digunakan untuk menyangrai terigu yang akan digunakan untuk membuat bahan pelapis. Oven di perusahaan Bakpia Pathok 25 ini ada 2 macam yaitu oven yan berbahan bakar arang dan oven yang berbahan bakar gas. Oven yang berbahan bakar arang digunakan untuk memanggang bakpia yang berisi kacang hijau dan oven yang berbahan bakar gas digunakan untuk memanggang bakpia selain isi kumbu.

10. Loyang

Loyang digunakan sebagai tempat untuk memanggang bakpia yang telah dicetak dan juga digunakan untuk menyangrai tepung.

11. Drum perendaman

 Drum  perendaman digunakan untuk merendam kacang hijau yang sudah dipecah sebelumnya serta sebagai wadah untuk melakukan pencucian kacang hijau untuk menghilangkan kulitnya.

12. Dandang

Dandang digunakan untuk mengukus kacang hijau yang telah direndam dan dicuci. Dandang ini memiliki kapasitas kurang lebih 26 kg.

13. Tumbu kecil

Tumbu  ini terbuat dari anyaman bambu yang digunakan untuk tempat kumbu yang telah digoreng. Setelah kumbu sudah digoreng, maka diletakkan diatas tumbu untuk didinginkan.

14. Tampah

Tampah digunakan untuk melakukan proses pendinginan setelah bakpia selesai dipanggang.

15. Oven gas

Oven ini digunakan untuk memanggang bakpia selain bakpia isi kacang hijau. Hal ini dikarenakan untuk pemanggangan bakpia tersebut dibutuhkan panas yang cenderung lebih rendah dan stabil, sehingga proses pemanggangan akan berlangsung lebih lama.

Peralatan logam yang digunakan perusahaan Bakpia Pathok 25 menggunakan alat yang terbuat dari logam anti karat seperti stainless steel

(48)

supaya tidak mengkontaminasi produk. Ada juga beberapa peralatan yang berbahan dasar plastik sehingga bahan plastik yang digunakan adalah bahan yang aman untuk makanan. Pada perusahaan Bakpia Pathok 25 ini peralatan yang terbuat dari plastik digunakan peralatan yang berbahan dasar  polypropylene  yang merupakan pilihan terbaik bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman. Peralatan plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi peralatan plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan, oleh karena itu kita harus mengerti jenis-jenis plastik yang aman untuk kita pakai.

Pada peralatan plastik biasanya tertera lambang segitiga berisi nomor pada bagian bawahnya. Adapun arti lambing-lambang tersebut adalah sebagai berikut:

1. PET – Polythylene Terephthalate

Botol yang ditengahnya tertera angka 1, dan tulisan PETE   atau PET  (polyethylene terephthalate).  Biasa dipakai untuk botol plastik yang  jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol Jenis PET/PETE  ini direkomendasikan hanya sekali pakai, Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan  polimer  pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker).

Di dalam membuat PET , menggunakan bahan yang disebut dengan antimoni trioksida, yang berbahaya bagi para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan ataupun daur ulangnya, karena antimoni trioksida  masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan, yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa tersebut. Terkontaminasinya senyawa ini dalam periode yang lama akan mengalami: iritasi kulit dan saluran pernafasan. Bagi pekerja wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran, pun

(49)

bila melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.

2.  HDPE -- High Density Polyethylene

Apabila pada sebuah botol tertera angka 2 serta tulisan  HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga.

Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain.

 HDPE   merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan  HDPE   dengan makanan/minuman yang dikemasnya.

 HDPE   memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.

Sama seperti PET, HDPE  juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida  terus meningkat seiring waktu.

3. V -- Polyvinyl Chloride

Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V — V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap),  dan botol-botol. PVC   mengandung  DEHA  yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC  ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena  DEHA ini lumer pada suhu -15oC. Reaksi yang terjadi antara PVC  dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari  polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

(50)

 LDPE (low density polyethylene) atau botol yang memilik angka 4 di tengahnya yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic /dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.

Sifat mekanis jenis plastik  LDPE   adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.

Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.

Barang berbahan  LDPE   ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. PP – Polypropylene

PP (polypropylene)  adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

6. PS – Polystyrene

PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja. PS   biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene  merupakan  polimer aromatik   yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan

(51)

tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene  juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.

Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.

Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

7. Other  -- Plastik yang menggunakan bahan lain

Untuk bahan plastik yang memiliki kode 7 ditengahnya, terkadang terbuat dari beberapa jenis bahan plastik lain.

B. Skema dan Prinsip Kerja Alat 1.  Roll Crusher 

Gambar 4.1. Roll Crusher 

 Roll Crusher   terdiri dari 2 silinder batu, berdiameter sama, berputar pada sumbuyan dengan arah yang berlawanan. Gambar dapat dilihat pada gambar 4.1. Kedua silinder (roll) terbuat dari batu merupakan alat

(52)

penghancur (crushing surface)  dan dapat diganti kalau sudah aus, kedua silinder jaraknya dapat diatur sesuai dengan kehalusan produk yang diinginkan. Penghancuran biji dilakukan oleh kedua silinder yang digerakkan oleh motor penggerak. Umpan (feed) dimasukkan dari atas, seolah-olah terjepit diantara kedua silinder yang berputar sehingga pecah.

2.  Mixer Penggorengan Kumbu

Gambar 4.2. Mixer  penggorengan adonan kumbu

Prinsip kerja alat ini adalah mengaduk bahan secara merata disertai dengan pemanasan dengan suhu terkontrol. Gambar dapat dilihat pada gambar 4.2. Hal ini dilakukan agar bahan dapat tercampur homogen dalam proses penggorengan demi hasil yang maksimal dalam cita rasa produk.

3.  Mixer  Adonan Kulit Bakpia

Gambar 4.3. Mixer  adonan kulit bakpia

Mesin ini digunakan untuk mencampur bahan – bahan kulit bakpia, mulai dari bahan-bahan kering yang ditambahkan bahan-bahan liquid . Mesin ini menggunakan  Dinamo Listrik, tabung dan pengaduk terbuat

(53)

dari stainless steel, frame terbuat dari besi. . Gambar dapat dilihat pada gambar 4.3. Alat ini dapat mengaduk adonan dalam waktu singkat kurang lebih 10 menit. Dengan daya 1100 W/220 V dan memiliki putaran 50 rpm.

4. Mesin Press Adonan Kulit

Gambar 4.4. Mesin Press Adonan Kulit

Adonan yang telah homogen  akan melewati  pressing roll machine. Prinsip kerja mesin ini adalah melewatkan adonan pada sepasang roll  press yang memiliki keragaman ketebalan yang berbeda dan semakin

kecil. Gambar dapat dilihat pada gambar 4.4. Tekanan yang diberikan terhadap adonan mampu menurunkan ketebalan adonan.

5.  Boiller 

Gambar 5. Boiller 

Prinsip kerja boiller  pada intinya adalah alat pemanas cairan (biasanya air) agar berada di atas titik didihnya sehingga ia menguap. Gambar dapat dilihat pada gambar 4.5. Kemusian uap tersebut dipergunakan untuk memanaskan bahah lainnya, dalam hal ini yaitu kacang hijau.

(54)

6. Grinder

Gambar 4.6. Grinder 

Prinsip kerja alat ini yaitu perputaran shell silinder   dan gerakan grinding media mengakibatkan tenaga tumbukan dan menggiling yang akan menghancurkan partikel yang ada dalam Tumbling mill. Proses penghancuran (grinding)  dapat dilakukan dalam keadaan kering atau basah. Partikel-partikel yang sudah halus dapat keluar dari shell silinder  secara overflow (overflow discharge mill) atau melalui grade, yaitu plat yang berlubang-lubang pada ujung pengeluaran (grade discharge mill). Gambar dapat dilihat pada gambar 4.6. Kalsifikasi Tumbling mill ini dilakukan berdasarkan grinding media, perbandingan ukuran shell silinder  dan metoda pengeluaran (discharge).

C. Tata Letak Ruang Produksi

Penata tata letak pabrik adalah kegiatan yang berhubungan dengan perancangan susunan unsur fisik suatu kegiatan dan selalu berhubungan erat dengan industri manufaktur, dan penggambaran hasil rancangan dikenal sebagai tata letak pabrik. Untuk pabrik atau perusahaan harus dilakukan evaluasi tata letak..

Pada Industri Bakpia Pathok 25 mengacu pada jenis Process layout, hal ini disebabkan karena dilihat dari layout   proses produksi yang diatur sedemikian hingga aliran bahan baku hingga menjadi produk akhir dapat dikatakan sistematis dan berkesinambungan dan penataan sarana produksi yang dikelompokkan menurut fungsinya serta

(55)

mengacu pada salah satu ciri  process layout   dimana produk yang dihasilkan bervariasi.

Dari jenis layout  tersebut maka dapat ditarik hubungan dengan proses produksi adalah sesuai, dimana aliran proses pada industri ini dapat diklasifikasikan dalam bentuk  job shop dimana jenis aliran proses tersebut sangat identik dengan jenis layout produksi  process layout .

D. Sanitasi

Sanitasi suatu perusahaan merupakan aspek yang tidak boleh dilupakan. Selain untuk memberikan kenyamanan kepada para pekerja, kedua aspek ini juga penting karena mempengaruhi kualitas produk yang akan dihasilkan. Sanitasi merupakan pengendalian yang terencana terhadap lingkungan produksi, bahan baku, peralatan, dan pekerja untuk mencegah kontaminasi atau pencemaran pada hasil olahan, dan mencegah terlanggarnya nilai estetika konsumen.

Dari argumen diatas maka perusahaan Bakpia Pathok 25 telah melakukan beberapa langkah-langkah sanitasi, diantaranya yaitu:

1. Sanitasi Bahan Baku

Setiap industri pasti memiliki bahan baku yang nantinya akan diolah menjadi sebuah produk untuk menghasilkan nilai tambah dari komoditas tersebut. Untuk itu sanitasi bahan baku mutlak dibutuhkan dan harus diperhatikan oleh setiap pelaku industri. Di perusahaan Bakpia Pathok 25 ini kegiatan sanitasi bahan baku dilakukan dengan cara menyimpan bahan baku pada ruangan dan kemasasan tertutup untuk menghindari kontaminasi dari debu maupun serangga.

2. Sanitasi Ruang dan Fasilitas

Sebuah industri pastilah memiliki ruang produksi untuk menjalankan semua kegiatan produksinya. Selain itu, setiap perusahaan pastilah memiliki karyawan atau pekerja untuk

(56)

menjalankan proses produksinya sehingga perusahaan memiliki kewajiban untuk menyediakan fasilitas bagi para pekerjanya.

Dari uraian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap perusahaan pasti memiliki ruang produksi dan fasilitas untuk para pekerjanya. Kedua obyek tersebut juga sangat penting diperhatikan sanitasinya agar para karyawan dapat terjamin kehidupannya saat bekerja serta untuk menjaga produk agar tidak terkontaminasi oleh faktor-faktor yang merugikan. Perusahaan Bakpia Pathok 25 melakukan kegiatan sanitasi ruang produksi dan fasilitas karyawan dengan cara menjadwalkan piket setiap minggunya kepada karyawan untuk membersihkan fasilitas karyawan seperti, kamar mandi, WC, mushola, dan locker . Sedangkan untuk ruang produksi, kegiatan sanitasi dilakukan setiap hari oleh para karyawan pada shift terakhir di hari tersebut.

3. Sanitasi Peralatan dan Mesin

Dalam proses produksi, peralatan dan mesin produksi sangat diperlukan sebagai sarana atau alat bagi pekerja untuk menjalankan pekerjaannya. Untuk itu peralatan dan mesin produksi sangat penting untuk dijaga sanitasinya mengingat kedua obyek ini bersentuhan langsung dengan produk agar produk yang dihasilkan tidak terkontaminasi oleh faktor-faktor yang tidak diinginkan. Perusahaan Bakpia Pathok 25 melakukan langkah-langkah sanitasi peralatan dan mesin produksi dengan cara membersihkan setiap peralatan dan mesin setelah selesai dipergunakan setiap harinya, dan kegiatan ini dilakukan olek karyawan yang bekerja pada sift tersebut.

4. Sanitasi Pekerja

Pekerja merupakan faktor yang mutlak diperlukan oleh sebuah perusahaan karena pekerja inilah yang akan menjalankan proses produksi pada perusahaan tersebut. Oleh sebab itu, pekerja juga harus terjaga sanitasinya agar produk yang dihasilkan tidak

(57)

terkontaminasi oleh faktor-faktor yang tidak diinginkan karena pekerja adalah salah satu sumber daya perusahaan yang berhubungan langsung dengan produk. Kegiatan sanitasi yang dilakukan perusahaan Bakpia Pathok 25 yang terkait dengan pekerjanya yaitu dengan pemakaian masker , penutup rambut, tidak diperkenankannya pekerja saling berbicara saat menangani produk, dan mencuci tangan sebelum dan setelah kegiatan produksi.

E. Penanganan Limbah dan Produk Samping

Limbah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan proses produksi. Sebagai hasil samping, limbah penting untuk dikelola agar tidak mencemari lingkungan dan masyarakat sekitar. Penanganan limbah di Industri Bakpia Pathok 25 merupakan salah satu konsentrasi upaya yang selalu dilaksanakan sebagai bukti komitmen untuk menjaga kualitas lingkungan dan meningkatkan daya dukung lingkungan sehingga sejalan dengan perkembangan perusahaan, kualitas lingkungan tetap terjaga.

Limbah produksi yang dihasilkan dari Industri Bakpia Pathok 25 beserta proses penanganannya adalah sebagai berikut:

1. Air bekas perendaman dan pencucian kacang hijau.

Air bekas perenaman dan pencucian kacang hijau langsung disalurkan ke tempat pengolahan limbah di Bantul dengan melalui saluran pipa bawah tanah sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar kawasan industri.

2. Asap dari boiler

Asap ini berasal dari kayu bakar yang digunakan sebagai bahan bakar boiler saat proses pengukusan kacang hijau. Asap ini dibuang menuju udara bebas melalui sebuah cerobong asap. Pada bagian tengah cerobong asap dibuat sebuah  filter   yang dimaksudkan agar abu yang terbawa oleh asap tetap tertinggal di dalam boiler dan tidak berhamburan di udara sekitar industri.

(58)

Sedangkan produk samping yang dihasilkan dari Industri Bakpia Pathok 25 adalah sebagai berikut:

1. Kulit kacang hijau

Kulit kacang hijau merupakan produk samping dari proses perendaman dan pencucian kacang hijau. Kulit kacang hijau ini setiap harinya diambil oleh para peternak untuk digunakan sebagai pakan ternak mereka. Pengambilan kulit kacang hijau biasanya dilakukan pada sore hari saat proses perendaman dan pencucian kacang hijau telah

2. Abu

Abu yang dihasilkan dari sisa bahan bakar boiller dan oven arang. Limbah ini hingga sekarang belum mempunyai alokasi pengolahan khusus di Perusahaan Bakpia Pathok 25, sehingga abu hanya ditampung dalam karung kemudian setiap kurang lebih satu bulan sekali, akan di buang di area persawahan dengan harapan abu dapat menjadi pupuk bagi tanaman di area persawahan tersebut sehingga komoditas ini dapat dikatagorikan sebagai produk samping, namun karena dapat berguna bagi para petani yang bersangkutan.

(59)

48

Suatu industri dijalankan tidak hanya sampai pada proses produksi selesai saja, tetapi masih berlangsung sampai produk sampai ke tangan konsumen. Agar produk dapat sampai kepada konsumennya, maka diperlukan pendistribusian produk yang baik. Untuk mendistribusikan produk dengan baik diperlukan suatu kegiatan pemasaran untuk memperluas wilayah distribusi. Pemasaran adalah proses sosial oleh individu dan kelompok untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain.

A. Pemasaran

Sistem pemasaran yang diterapkan di Industri Bakpia Pathok 25 adalah berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dengan mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Segmen pasar yang ingin ditembus oleh perusahaan adalah segmen umum dimana produk bakpia ini dapat menembus berbagai lapisan masyarakat pada umumnya. Target dari pemasaran bakpia ini adalah para wisatawan domestik maupun internasional dari segala level umur maupun ekonomi. Posisi produk Bakpia Pathok 25 ini adalah sebagai oleh-oleh khas Jogja yang terjangkau harganya dan sehat karena dibuat dari bahan alami tanpa campuran zat kimia . Terkait dengan marketing mix penerapan konsep 4P (Price, Product, Place, Promotion)  yang dilakukan oleh Industri Bakpia Pathok 25, yaitu:

1. Price

Penetapan harga yang dilakukan oleh Bakpia Pathok 25 dilihat melalui lingkungan sekitar sehingga harga dinilai masih bisa dijangkau oleh masyarakat luas. Selain itu, penetapan harga yang dilakukan juga berdasar

(60)

kualitas yang dihasilkan perusahaan. Penetapan harga yang dilakukan pun tidak hanya berdasar head to head , tetapi juga melihat kompetitor   dari produk yang berbeda.

2. Product

Produk yang dihasilkan oleh Industri Bakpia Pathok 25 mempunyai standard kualitas sendiri. Kemasan yang digunakan pun dibuat menarik. Selain itu, penyampaian produk ke konsumen dilakukan secepat mungkin sebelum produk kompetitor  sampai kepada konsumen lebih dulu.

3. Place

Penempatan produk yang dilakukan oleh Industri Bakpia Pathok 25 berbeda-beda, tergantung segmen dan target pasar yang dituju. Pada pasar-pasar tradisonal atau tingkat pengecer, display yang dilakukan disesuaikan dengan segmen  umum. Pada cabang-cabang toko yang dimiliki oleh perusahaan display  yang dilakukan disesuaikan dengan target pasarnya dan dituntut agar lebih baik dari kompetitornya.

4. Promotion

Promosi yang dilakukan oleh Industri Bakpia pathok 25 berbeda dengan sistem promosi yang dilakukan oleh k ompetitornya. Promosi yang dilakukan oleh Industri Bakpia pathok 25 dilakukan melalui sistem above the line dan below the line. Sistem above the line dilakukan melalui media periklanan seperti baliho, media cetak, media elektronik, dan website, sedangkan sistem below the line  dilakukan melalui aktivitas langsung kepada pelaku maupun konsumennya pada strategi below the line  ini dilaksanakan dengan menjalin kerjasama dengan perusahaan tour   dan travel  serta hotel-hotel sehingga para calon konsumen akan diantarkan menuju toko-toko bahkan pusat pembuatan Bakpia Pathok 25 untuk

(61)

membeli oleh-oleh khas Jogja ini dengan kompensasi upah untuk pengantarnya dari pihak Bakpia Pathok 25.

B. Distribusi

Proses pendistribusian bakpia dilakukan dengan cepat untuk dapat memenuhi permintaan konsumen dan produk yang didistribusikan masih baru. Pendistribusian dilakukan dengan menyebar produk yang sudah siap konsumsi ke toko-toko cabang yang dimiliki oleh perusahaan Bakpia Pathok 25 ataupun toko-toko yang bekerjasama dengan perusahaan Bakpia Pathok 25 (pengecer). Pengiriman bakpia ke toko-toko dilakukan dengan menggunakan mobil box  yang dimiliki oleh perusahaan dan untuk melakukan kontrol jumlah sisa produk maka dilakukan dengan berkomunikasi menggunakan telephone  sehingga apabila jumlah produk yang ada di toko cabang hampir habis maka pabrik akan segera mengirim bakpia lagi ke toko cabang tersebut. Pembeli juga dapat langsung mendatangi pabrik untuk membeli produk. Lokasi pabrik yang dekat dengan pasar dan fasilitas transportasi yang baik dapat menekan biaya transportasi yang ditanggung oleh perusahaan.

Secara umum, lokasi Perusahaan Bakpia Pathok 25 sudah memenuhi kriteria yang disyaratkan untuk suatu lokasi usaha yaitu lokasi pabrik yang dekat dengan letak pasar yang dituju, kebutuhan energi dan tenaga kerja memadai serta fasilitas transportasi yang cukup baik sehingga dapat dikatakan bahwa lokasi Perusahaan Bakpia Pathok 25 telah layak sebagai lokasi usaha produksi bakpia.

Selain dengan mendistribusikan produknya melalui toko-tokonya, Industri Bakpia Pathok 25 juga memiliki showroom sebagai display sehingga para calon konsumen dapat membeli langsung produk Bakpia Pathok 25 serta melihat langsung proses pembuatan dari produk bakpia ini.

Dari ulasan diatas maka dapat disusun diagram alur distribusi produk Bakpia Pathok 25 seperti diagram dibawah ini.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :