• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYUSUNAN STANDAR KOMPETENSI KERJA BIDANG ADMINISTRASI HUKUM UMUM DAN PELAYANAN HUKUM HUKUM UMUM DAN PELAYANAN HUKUM

Dalam dokumen Laporan Analisa Kebutuhan Diklat Adminis (Halaman 28-35)

KOMPETENSI APARATUR ADMINISTRASI HUKUM UMUM DAN PELAYANAN HUKUM

B. PENYUSUNAN STANDAR KOMPETENSI KERJA BIDANG ADMINISTRASI HUKUM UMUM DAN PELAYANAN HUKUM HUKUM UMUM DAN PELAYANAN HUKUM

kemampuan-kemampuan apa saja baik itu pengetahuan, keterampilan maupun sikap yang harus dimiliki oleh PNS yang bekerja pada UPT pelayanan dan penyuluhan hukum sesuai dengan persyaratan unjuk kerja yang diharapkan dalam rangka melaksanakan pembangunan pelayanan bidang administrasi hukum umum secara profesional.

B. PENYUSUNAN STANDAR KOMPETENSI KERJA BIDANG ADMINISTRASI HUKUM UMUM DAN PELAYANAN HUKUM

Proses penyusunan standar kompetensi kerja bidang administrasi hukum umum ini dimulai dengan mengidentifikasi tugas-tugas dan fungsi-fungsi yang melekat pada UPT administrasi hukum umum dan pelayanan hukum.

Dalam penyusunan standar kompetensi kerja bidang administrasi hukum umum dan pelayanan hukum, penelitian ini mengacu kepada beberapa kebijakan hukum sebagai berikut:

1. Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana yang mengatur Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)

2. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, menjelaskan Penyidik Pegawai Negeri Sipil adalah pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang berdasarkan peraturan perundang-undangan ditunjuk selaku penyidik dan mempunyai wewenang untuk melakukan penyidikan tindak pidana dalam lingkup undang-undang yang menjadi dasar hukumnya masing-masing.

3. Undang Undang Nomor 5 tahun 2010 tentang Grasi 4. Undang Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat

5. Undang Undang Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, yang menjelaskan adanya penerjemah

6. Undang-Undang Nomor 30 tahun 2004 tentang Jabatan Notaris 7. Undang-Undang Nomor 28 tahun 2004 tentang Yayasan

8. Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas 9. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan 10. Undang-Undang Nomor 42 tahun 1999 tentang Fidusia

Mk /wi 28 11. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Bab XVIII yang mengatur Balai Harta

Peninggalan

12. Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (UU PKPU), yang mengatur profesi kurator

13. Undang Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal 14. Undang Undang Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan 15. Undang Undang Nomor 2 tahun 2008 tentang Partai Politik

16. Undang Undang Nomor 1 tahun 2006 tentang Bantuan Timbal Balik Dalam Masalah Pidana

17. Undang Undang Nomor 59 Tahun 1958 tentang Ikut Serta Negara Republik Indonesia Dalam Seluruh Konpensi Jenewa Tanggal 12 Agustus 1949, yang mengatur tentang hukum perang atau hukum humaniter

18. Undang Undang Nomor 24 tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional 19. Undang Undang Nomor 1 tahun 1979 tentang Ekstradisi

20. Undang-Undang Nomor 14 tahun 2001 tentang Hak Paten 21. Undang-Undang Nomor 15 tahun 2001 tentang Hak Merek 22. Undang-Undang Nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta

23. Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

Untuk penyusunan standar kompetensi kerja ini, maka penelitian ini menyusun suatu standar tentatif mengenai apa yang seharusnya menjadi fungsi-fungsi pokok UPT Pelayanan Hukum, yang fokus pada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Dalam Bab V Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-05.OT.01.01 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Hukum dan HAM, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum adalah menyelenggarakan fungsi :

a. perumusan kebijakan di bidang administrasi hukum umum; b. pelaksanaan kebijakan di bidang administrasi hukum umum;

c. penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang administrasi hukum umum;

d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang administrasi hukum umum; dan

Mk /wi 29 Berdasarkan hal tersebut maka, standar kompetensi kerja bidang administrasi hukum umum ini disusun sesuai dengan fungsi pokok administrasi hukum umum di atas. Setiap fungsi pokok itu kemudian diuraikan tugas-tugas yang ada untuk menjalankan fungsi tersebut.

Oleh karena itu, standar kompetensi kerja tentatif ini terdiri dari (19) Sembilan belas kelompok kompetensi kerja yaitu:

1. Kompetensi Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) 2. Kompetensi Pelayanan Grasi

3. Kompetensi Perijinan Advokat Asing

4. Kompetensi Pengawasan Penerjemah Tersumpah 5. Kompetensi Pelayanan Legalisasi Tandatangan 6. Kompetensi Pengawasan Notaris

7. Kompetensi Pelayanan Badan Hukum dan Badan Sosial 8. Kompetensi Pelayanan Fidusia

9. Kompetensi Pelayanan Kewarganegaraan 10. Kompetensi Pelayanan Partai Politik

11. Kompetensi Pengawasan Mutual Legal Assistance (MLA) 12. Kompetensi Pembinaan Hukum Humaniter

13. Kompetensi Pengawasan Perjanjian Internasional 14. Kompetensi Pengawasan Ekstradisi

15. Kompetensi Pelayanan Sistem Administrasi Badan Hukum 16. Kompetensi Pelayanan Daktiloskopi

17. Kompetensi Pelayanan Balai Harta Peninggalan 18. Kompetensi Pelayanan Hak Kekayaan Intelektual 19. Kompetensi Pelayanan Hak Asasi Manusia

Setiap kelompok kompetensi ini kemudian dilengkapi dengan unit-unit kompetensi yang merupakan tugas-tugas pokok untuk menjalankan setiap fungsi ini. Uraian unit kompetensi setiap kelompok kompetensi adalah sebagai berikut: 1. KOMPETENSI PEMBINAAN PPNS

1) Mengetahui peraturan PPNS

2) Mengetahui persyaratan permohonan pengangkatan PPNS 3) Mengetahui alasan pemberhentian dan mutasi PPNS 4) Mengolah data sistem informasi PPNS

5) Menguasai teknik pemantauan PPNS 6) Menguasai teknik pembinaan PPNS

Mk /wi 30 2. KOMPETENSI PELAYANAN GRASI

1) Mengetahui peraturan grasi

2) Mengetahui syarat permohonan grasi

3) Mengetahui alur prosedur permohonan grasi

3. KOMPETENSI PERIJINAN ADVOKAT ASING 1) Mengetahui peraturan advokat

2) Mengetahui perjanjian kerja advokat Indonesia dan advokat asing 3) Mengetahui syarat permohonan legalisasi advokat asing

4) Mengetahui alur prosedur permohonan ijin advokat asing 4. KOMPETENSI PENGAWASAN PENERJEMAH TERRSUMPAH

1) Mengetahui syarat permohonan penerjemah tersumpah 2) Mengetahui alasan pemberhentian penerjemah tersumpah 3) Menguasai teknik penerjemahan dokumen

4) Menguasai teknik pemantauan penerjemah tersumpah

5. KOMPETENSI PELAYANAN LEGALISASI TANDATANGAN 1) Mengetahui syarat permohonan legalisasi dokumen

2) Mengetahui dokumen permohonan penerjemah tersumpah 3) Menguasai teknik pemeriksaan keaslian dokumen

4) Mengolah data sistem tandatangan

6. KOMPETENSI PENGAWASAN NOTARIS 1) Mengetahui peraturan jabatan notaris 2) Mengetahui syarat permohonan notaris

3) Mengetahui syarat perpindahan, perpanjangan, pemberhentian, dan cuti notaris

4) Mengetahui kode etik notaris 5) Mengetahui jenis-jenis akta notariil 6) Mengetahui anatomi akta notariil

7) Mengetahui sistem administrasi dan pembukuan notaris 8) Mengetahui tata cara pemeriksaan notaris

9) Melakukan pembuatan berita acara pemeriksaan notaris 10) Mengetahui tugas dan fungsi Majelis Pengawas Notaris

7. KOMPETENSI PELAYANAN BADAN HUKUM DAN BADAN SOSIAL 1) Mengetahui peraturan Perseroan Terbatas

2) Mengetahui peraturan Yayasan

3) Mengetahui syarat permohonan akta perseroan 4) Mengetahui syarat permohonan yayasan

5) Mengetahui teknik penerimaan PNBP Badan Hukum dan Badan Sosial 6) Mengetahui keterangan likuidator atau kepailitan

Mk /wi 31 8. KOMPETENSI PELAYANAN FIDUSIA

1) Mengetahui peraturan fidusia

2) Mengetahui syarat permohonan pendaftaran jaminan fidusia 3) Mengetahui akta jaminan fidusia

4) Mengetahui macam perjanjian dan utang yang dijamin dengan fidusia 5) Mengidentifikasi benda objek jaminan fidusia

6) Mengoperasikan mesin scanner

7) Mengetahui syarat permohonan perubahan jaminan fidusia 8) Mengetahui syarat permohonan penghapusan jaminan fidusia 9) Mengetahui syarat permohonan sertifikat pengganti jaminan fidusia 10) Mengetahui teknik penerimaan PNBP jaminan fidusia

9. KOMPETENSI PELAYANAN KEWARGANEGARAAN 1) Mengetahui peraturan kewarganegaraan

2) Mengetahui syarat permohonan pendaftaran kewarganegaraan Republik Indonesia

3) Mengetahui Surat Keterangan Keimigrasian (SKIM) 4) Mengetahui Kartu Ijin Tinggal Tetap (KITAP)

5) Menerima dana jaminan pewarganegaraan dari penghasilan dalam SPPT terakhir

6) Mengetahui teknik penerimaan kewarganegaraan 7) Mengetahui sitem administrasi pewarganegaraan

10. KOMPETENSI PELAYANAN PARTAI POLITIK 1) Mengetahui peraturan partai politik

2) Mengetahui syarat permohonan pendaftaran partai politik 3) Meneliti verifikasi faktual lapangan

4) Mengetahui pedoman penggunaan nama, lambing, dan gambar partai politik

11. KOMPETENSI PENGAWASAN MUTUAL LEGAL ASSISTANCE (MLA) 1) Mengetahui peraturan bantuan timbal balik bidang hukum pidana 2) Mengetahui jenis-jenis bantuan dengan negara lain

3) Mengetahui dasar penolakan bantuan timbal balik bidang hukum pidana 4) Mengetahui syarat pengajuan permintaan bantuan ke negara lain

5) Mengidentifikasi Daftar Pencarian Orang (DPO) di negara lain 6) Mengidentifikasi alat bukti

7) Membuat permohonan bantuan untuk permintaan dikeluarkannya Surat Perintah Di Negara Asing dalam Mendapatkan Alat Bukti

8) Mengetahui syarat pengajuan permintaan bantuan dari negara lain

12. KOMPETENSI PEMBINAAN HUKUM HUMANITER 1) Mengetahui peraturan hukum humaniter

2) Mengetahui hukum Jenewa tentang perlindungan sipil dari perang 3) Mengetahui hukum Den Haag tentang perang

4) Mengetahui hukum HAM Internasional 5) Mengetahui resolusi perdamaian

Mk /wi 32 13. KOMPETENSI PENGAWASAN PERJANJIAN INTERNASIONAL

1) Mengetahui peraturan perjanjian internasional 2) Mengetahui jenis hubungan diplomatik Negara

3) Mengetahui istilah dasar dalam perjanjian internasional 4) Mengetahui struktur dan fungsi perjanjian internasional 5) Mengetahui tahap pembentukan perjanjian internasional 6) Mengetahui dasar-dasar perancangan perjanjian internasional 7) Melakukan teknik negosiasi diplomasi

8) Mengetahui manajemen konferensi internasional

14. KOMPETENSI PENGAWASAN EKSTRADISI 1) Mengetahui peraturan hukum humaniter

2) Mengetahui prinsip-prinsip ekstradisi dalam syarat-syarat penolakan ekstradisi

3) Mengetahui jenis-jenis atau bentuk-bentuk kejahatan 4) Mengetahui prosedur otoritas pusat ekstradisi

15. KOMPETENSI PELAYANAN SABH

1) Mengetahui jenis data layanan badan hukum 2) Mengumpulkan data layanan badan hukum 3) Menelaah data layanan badan hukum 4) Menganalisis data layanan badan hukum

5) Mengatur penyebaran data layanan badan hukum 6) Melakukan pemeliharaan data layanan badan hukum 7) Menjaga keamanan data layanan badan hukum

8) Menginput data layanan badan hukum secara elektronik 9) Mengoperasikan perangkat pengarsipan elektronik

16. KOMPETENSI PELAYANAN DAKTILOSKOPI 1) Mengetahui bentuk pokok sidik jari

2) Mengetahui perhitungan rumus sidik jari 3) Melakukan pemeliharaan data sidik jari 4) Menjaga keamanan data sidik jari

5) Menginput data layanan sidik jari secara elektronik

6) Mengoperasikan perangkat pengarsipan sidik jari elektronik 7) Menguasai teknik identifikasi selain sidik jari

17. KOMPETENSI PELAYANAN BHP 1) Mengetahui konsep dasar BHP

2) Mengetahui ketentuan hukum warisan 3) Mengetahui tugas dan fungsi wali pengawas

4) Membela pengurusan harta kekayaan dan kepentingan orang yang dinyatakan tidak hadir (Afwezig)

5) Mengurus harta peninggalan yang tidak terurus 6) Menghitung kepailitan

Mk /wi 33 18. KOMPETENSI PELAYANAN HKI

1) Mengetahui peraturan HKI

2) Mengetahui jenis data layanan HKI 3) Mengumpulkan data layanan HKI 4) Mengetahui syarat permohonan HKI 5) Memverifikasi objek permohonan HKI 6) Mengatur penyebaran data layanan HKI 7) Menginput data layananHKI secara elektronik 8) Mengoperasikan perangkat pengarsipan elektronik

19. KOMPETENSI PELAYANAN HAM 1) Mengetahui peraturan HAM 2) Mengetahui konsep dasar HAM 3) Mengetahui hak bidang sosial politik

4) Mengetahui hak bidang ekonomi, sosial, dan budaya 5) Mengetahui koordinasi Yankomas

Mk /wi 34

BAB IV

ANALISA KEBUTUHAN DIKLAT ADMINISTRASI HUKUM UMUM

Dalam dokumen Laporan Analisa Kebutuhan Diklat Adminis (Halaman 28-35)

Dokumen terkait