G. Daftar Referensi
3. Perairan Laut
Laut adalah sekumpulan air yang sangat luas di permukaan bumiyang memisahkan atau menghubungkan suatu benua atau pulau dengan benua atau pulau lainnya. Laut yang sangat luas disebut samudera. Umumnya perairan laut merupakan massa air asin dengan kadar garam cukup tinggi (rata-rata 3,45%). Laut memiliki sumberdaya alam yang melimpah dan sampai saat ini belum dapat dimanfaatkan atau dikelola semuanya.
a. Zone pesisir dan pantai
Pantai (shore atau beach) adalah kenampakan alam yang menjadi batas antara wilayah yang bersifat daratan dengan wilayah yang bersifat lautan. Wilayah pantai dimulai dari titik terendah air laut pada saat surut hingga arah ke daratan sampai batas jauh gelombang atau ombak menjangkau daratan. Tempat pertemuan antara air laut dengan daratan dinamakan garis
Sumber: wikipedia.com
pantai (shore line). Garis ini setiap saat berubah-ubah sesuai dengan perubahan pasang-surut air laut.
Pesisir adalah suatu wilayah yang lebih luas dari pada pantai. Wilayahnya mencakup wilayah daratan yang masih mendapat pengaruh laut (pasang-surut, suara deburan ombak, rembesan air laut di daratan) dan wilayah laut sejauh masih mendapat pengaruh dari darat (aliran air sungai dan sedimentasi dari darat). Menurut Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL). Batas wilayah pesisir ialah daerah yang masih ada pengaruh kegiatan bahari dan sejauh konsentrasi permikiman nelayan.
b. Batas Wilayah Perairan Laut Indonesia
Berdasrakan Konvensi Hulum Laut Internasional yang ditetapkan di Jenewa (1958) Montevideo (1982), perairan laut suatu Negara meliputi hal-hal berikut ini.
1) Laut Teritorial adalah batas laut yang diukur dari garis dasar pantai pulau terluar ke arah laut bebas sejauh 12 mil. Laut yang terletak pada sebelah dalam garis dasar disebut
laut pedalaman, Jsedangkan garis dasar adalah garis khayal yang menghubungkan
titik-titik dari ujung pulau.
2) Zone Ekonomi Eksklusif adalah wilayah perairan laut ekonomis suatu Negara yang tetapi berada di luar laut territorial selebar 200 mil laut ditarik dari garis dasar pantai pulau terluar kearah laut bebas. Di dalam batas ZEE, Negara bersangkutan memiliki prioritas untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi SDA (hayati dan non hayati) yang terdapat di permukaan, di dalam dan di dasar laut. Ditetapkan melalui UU No.5 Tahun
Sumber: belajargeografidenganhendri.blogspot.com:
3) Landas Kontinen adalah dasar laut yang secara geologis maupun morfologis merupakan lanjutan dari sebuah kontinen, batas Landas Kontinen diukur dari garis dasar kea rah laut dengan jarak paling jauh 200 mil laut. Pemerintah Indonesia mengeluarkan UU No.1 tahun 1973 tentang Landas kontinen Indonesia yang secara tidak langsung mengukuhkan Perpu No. 4 Tahun 1960 tentang Wilayah Perairan Laut Indonesia. Adapun manfaat laut antara lain sebagai berikut.
1) Sebagai sarana transportasi. 2) Objek wisata.
3) Penghasil bahan pangan seperti ikan, rumput laut. 4) Sebagai peghasil tambang minyak bumi lepas pantai. 5) Pertahanan negara.
Agar perairan laut dapat memberi manfaat bagi kehidupan, maka kelestariannya perlu dijaga, Adapun cara melestraikan sumber daya laut antara lain sebagai berikut.
1) Mencegah pembuangan limbah industri ke laut. 2) Menjaga tumpahnya minyak dari kapal tengker.
3) Melarang penangkapan ikan dengan pukat harimau atau bahan peledak. 4) Melarang penebangan hutan bakai pantai.
5) Melarang pengambilan atau perusakan batu karang di pantai.
c. Klasifikasi Laut
Menurut kedalamannya, terdapat lima zonefikasi laut.
1) Zone litoral, wilayah laut yang pada saat terjadinya pasang naik tertutup oleh air laut dan ketika air laut surut wilayah ini menjadi kering.
2) Zone neritik (laut dangkal), wilayah laut mulai zone pasang surut air laut, dengan ketentuan sebagai berikut.
a) Bagian dasar laut sampai ke dalaman 200 m. b) Sinar matahari tembus cahaya.
c) Tempat terkonsentrasinya biota laut terutama berbagai jenis ikan, zone ini penting artinya bagi kehidupanmanusia.
Contoh zone ini adalah Landas kontinen Sunda, seperti Laut Jawa, Laut Natuna, Selat Karimata, Selat Malaka. Dan Landas kontinen Sahul yaitu Laut Arafuru.
3) Zone batial (wilayah laut dalam), wilayah laut yang merupakan lereng benua yang tenggelam di lereng samudera, dengan ketentuan sebagai berikut.
b) Sinar matahari tidak tembus sampai ke dasar laut, karena itu tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang laut jumlahnya terbatas.
4) Zone abisal (wilayah laut sangat dalam), wilayah laut yang merupakan dasar samudera, dengan ketentuan sebagai berikut.
a) Kedalaman antara 2.000 – 5.000 m. b) Tekanan airnya sangat besar. c) Suhu sangat rendah.
d) Tidak ada tumbuhan laut. e) Binatang laut sangat terbatas.
5) Zone hadal (wilayah laut yang paling dalam), ke dalamannya lebih dari 5.000m, termasuk palung laut dan lubuk laut.
Menurut proses terjadinya, laut dibagi menjadi tiga bagian.
1) Laut inggresi, laut dalam yang terjadi karena adanya penurunan dasar samudera (adanya patahan). Contoh, Laut Banda, Laut Sulawesi, Laut Flores, Laut Maluku, Laut Seram
2) Laut transgresi, laut yang terjadi karena daratan yang lebih rendah digenangi oleh es yang mencairpada zaman Dilivium. Contoh, Selat Sunda, Selat Karimata, Laut Jawa,
Sumber: en.wikipedia.com
3) Laut regresi, laut yang terjadi karena penyempitan permukaan laut. Contoh, Lubuk Laut Banda dan Selat Makasar.
Berdasarkan letaknya, laut dapat dikelompokkan menjadi tiga.
1) Laut tepi, yaitu laut yang terletak ditepian benua yang seolah-olah terpisah dari lautan oleh deretan pulau-pulau dan semenanjung. Contoh, Laut Cina Selatan, Laut Jepang, dan Laut Bering.
2) Laut pertengahan laut yang terletak diantara benua-benua. Biasanya merupakan wilayah laut dalam. Contoh Laut Mediterania dan laut Caribia.
3) Laut pedalaman, adalah laut yang terletak ditengah-tengah benua atau hampir seluruhnya dikelilingi daratan. Contoh: Laut Kaspia, Laut Hitam, Laut Baltik, Laut Mati.
d. Morfologi Laut
Permukaan dasar laut pada umumnya terlihat seperti bentukan-benrukan yang tidakrata, berupa pegunungan, gunung, palung, punggung samudera, lereng, cekungan.
1) Continental shelf (paparan benua), adalah dasar laut yang berbatasan dengan benua, yang kedalamannya antara 1 – 200 m dan lebarnya antara 0 – 1.200 km terhitung dari garis pantai dan kemiringan lerengnya antara 00 – 2,20%. Contohnya, Dangkalan Sahul yang merupakan bagian dari Benua Australia terletak antara Benua Australia Dan Pulau Irian. Contoh lainnya, Dangkalan Sunda yang merupakan bagian dari Benua Asia terletak antara Pulau Kalimantan, Jawa dan Sumatera. Bentukan yang terdapat pada paparan benua dan lereng benua antara lain sebagai berikut.
a) Saluran dangkalan (basin channels), bagian saluran dangkalan terdiri dari:
Sumber: dokumen penulis:
(1) lembah tenggelam;
(2) saluran akibat pengikisan air pasang; dan (3) palung glasial yang tenggelam.
b) Jurang submarine, adalah lembah yang dalam (tenggelam) dan lebar. Lembah tenggelam adalah lembah sungai yang tergenang air laut sebagai akibat penenggelaman daratan. Misalnya, lembah-lembah Sungai Purba di laut Jawa dan Selat Karimata.
2) Continental slope(lereng benua), adalah bidang miring yang antara paparan benua dengan laut dalam kemiringannya 30 – 60 mulai dari tepi dangkalan benua ke arah laut lepas, dengan kedalaman 200 – 1800 m. Menurut proses terjadinya lereng benua terbentuk sebagai hasil sedimentasi dan sesar.
3) Dasar samudera (ocean floor), wilayah dasar samudera yang dalam dan merupakan wilayah terluas di permukaan bumi sekitar 59,5 % dari seluruh muka bumi atau kira-kira 2/3 bagian dari dasar laut kedalamannya lebih dari 1.800m di bawah permukaan laut.
Bentukan negatif morfologi dasar laut meliputi hal-hal berikut.
1) The Deep Sea, adalah dasar laut yang menjorok ke bawah sehingga letaknya lebih rendah dari pada daerah sekitarnya dengan kedalamannya lebih 1.000 meter,
2) The Deep yaitu dasar laut yang terdalam yang berbentuk palung laut (trog), dibedakan menjadi 2 macam.
Sumber: marinebio.net:
a) Basin/Lubuk Laut/ledok laut, adalah depresi dasar laut bentuknya membulat atau agak memanjang potongan melintang nya berbentuk huruf U karena memiliki tebing yang curam dan dasar yang mendatar misalnya, Ledok Sulu, Ledok Sulawesi dan Ledok Banda. Lubuk Laut Canary, Cape Verde Mediterania, dan Teluk Meksiko
b) Palung laut/trough/ngarai dasar samudera (trench), adalah lembah yang sangat dalam dan bentuknya memanjang dan potongan melintangnya seperti huruf V. Trough ini terjadi karena inggresi, misalnya palung laut di sebelah barat Pulau Sumatera, selatan Pulau Jawa, Kepulauan Banda kemudian menuju ke Pilipina Palung Mindanao, dan Palung Mariana.
Bentukan-bentukan positif morfologi dasar laut ialah sebagai berikut.
1) Cembungan (rise or swells), adalah bentukan positif dengan ukuran panjang dan lebar, lebih tinggi dari dasar laut rata-rata disekitarnya. Contohnya Cembungan Hawai panjang 3.500 km dan lebar 1.000 km.
2) Drampel atau ambang laut, adalah pegunungan di dasar laut/ relief dasar laut berupa bukit dalam laut atau punggung laut yang memisahkan dua buah pulau. Contoh Ambang Laut Sulu dipisahkan oleh Kep. Palawan dan Kep. Sulu dan Ambang Laut Sulawesi dipisahkan oleh Kep.Talaud dan Kep. Sangihe.
3) Punggung laut, adalah rangkaian perbukitan di dalam/dasar laut dan kadang-kadang sebagian muncul di permukaan laut akibat dari tenaga endogen berupa proses tekanan vertikal. Contoh punggung laut Sibolga.
Sumber: Encarta Digital Encyclopedia:
4) Gunung laut, yaitu gunung yang kakinya di dasar laut sedangkan badan puncaknya muncul ke atas permukaan laut dan merupakan sebuah pulau. Contoh: gunung Krakatau 5) Seamount, yaitu gunung di dasar laut dengan lereng yang curam dan berpuncak runcing serta kemungkinan mempunya tinggi sampai 1 km atau lebih tetapi tidak sampai kepermukaan laut. Contoh, St. Helena, Azores da Ascension di Laut Atlantik
6) Guyot, yaitu gunung di dasar laut yang bentuknya serupa dengan seamount tetapi bagian puncaknya datar. Banyak terdapat di Lautan Pasifik.
e. Gerakan Air Laut 1) Gelombang Laut
Gelombang Laut adalah alunan permukaan air yang ditimbulkan aleh angin. Aliran turbulendan energi angin menyebabkan terjadi perubahan tegangan dan tekanan di atas permukaan laut. Akibat perbedaan tekanan yang berkembang antara lereng hadap angin dan lereng bayangan angin maka timbullah gelombang. Gelombang dapat terjadi karena hal-hal berikut ini.
a) Angin yang bertiup dipermukaan laut. Gelombang bertambah besar bila angin bertiup kencang. Bila gelombang menjadi sangat besar, ujung atasnya naik dan pecah di pantai. b) Adanya letusan gunung api, apabila gunung api tersebut terletak di tengah laut seperti
yang terjadi di Selat Sunda Gunung Krakatau (1883).
c) Gempa bumi tektonik yang pusatnya di laut dapat menjadi penyebab terjadinya gelombang. Misalnya, gelombang besar yang terjadi di Flores (1993), Nanggroe Aceh Darussalam (2004), dan Pangandaran Ciamis (2006).
Adapun faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya gelombang laut antara lain sebagai berikut.
a) Kecepatan dan kekuatan angin b) Luas daerah tempat angin bertiup c) Lamanya angin bertiup
d) Kedalaman laut
Kekuatan angin pada permukaan laut dapat menimbulkan 2 jenis gelombang.
a) Gelombang tegak/vertikal, di mana angin yang bergerak melalui permukaan air menimbulkan pergeseran yang mengakibatkan permukaan air bergelombang, gerakannya naik turun sehingga hampir tidak ada gerakan mengalir/mendatar.
b) Gelombang datar horizontal, di mana apabila gerakan angin makin kuat maka jarak puncak dan lembah dari gelombang vertikal makin besar, sehingga angin berikutnya
mendorong punggung-punggung air. Akibatnya gerakan vertikal berubah menjadi gerakan horizontal dengan cepat.
Berdasarkan gerakan butiran-butiran air laut, gelombang dibedakan menjadi empat jenis. a) Gelombang osilasi
b) Gelombang translasi
c) Swash yaitu apabila gelombang translasi sampai di pesisir, air laut akan naik. d) Backswash yaitu arus balik air laut, seolah arus (Swash) yang berasal dari pecahan gelombang di pantai mencapai batas alirannya.
2) Pasang-surut Air Laut
Pasang-surut air laut adalah perubahan ketinggian permukaan air laut yang berlangsung secara periodik yang terjadi masing-masing dua kali dalam sehari (satu hari bulan = 24 jamg 50 menit) pada setiap tempat tertentu. Ini terjadi sebagai akibat gaya tarik matahari dan Bulan terhadap Bumi. Gaya tarik Bulan lebih kuat dibanding gaya tarik Matahari karena jarak Bulan lebih dekat ke Bumi.
Pada beberapa bagian di dunia, derajat laut naik dan turun dua kali sehari, pergantian ini disebut Pasang. Laut naik pada pasang tinggi dan surut pada pasang rendah. Pasang disebabkan oleh daya tarik Bulan dan Matahari di Bumi. Ketika terjadi pasang, Bulan menarik air pada satu sisi dari Bumi ke arahnya. Air ini membentuk tonjolan pada sisi yang paling dekat dengan Bulan. Untuk menyeimbangkan ini, putaran Bumi mengisi air pada sisi yang lain menjadi tonjolan yang lain. Tonjolan ini disebut pasang tinggi. Terdapat pula, pasang yang terjadi 2 kali dalam sebulan.
a) Pasang surut purnama/pasang musim semi yang menciptakan pasang tinggi yang ekstra tinggi dan pasang rendah yang ekstra rendah. Hal ini disebabkan oleh daya tarik bulan dan matahari bersama-sama di bumi dalam satu garis lurus. Sehingga gaya tarik bulan dan matahari akan saling memperkuat dan terjadi pada saat bulan muda.
b) Pasang surut perbani menciptakan pasang tinggi yang sangat rendah dan pasang rendah yang sangat tinggi, ini disebabkan oleh kedudukan bulan-matahari membentuk sudut
Sumber: geographypods.blogspot.com:
siku-siku tehadap bumi, sehingga kedudukannya akan saling meniadakan dan pasang-surut akan kecil.
3) Arus Laut
Arus laut, adalah gerakan yang mempunyai peredaran yang tetap dan teratur. Pada umumnya arus laut disebabkan oleh pengaruh angin, perbedaan kadar garam air laut, perbedaan suhu, serta pasang naik dan pasang surut.
Menurut temperaturnya arus laut dibagi menjadi dua: a) arus panas; dan
b) arus dingin.
Menurut letaknya arus laut terbagi menjadi: a) arus bawah; dan
b) arus atas
Menurut cara terjadinya terdapat lima jenis arus, yaitu:
a) arus karena perbedaan kadar garam atau berat jenis air laut; b) arus karena angin;
c) arus karena perbedaan niveau (beda tinggi muka air): d) arus karena pengaruh daratan/benua; dan
e) arus karena pasang naik dan surut.
Adapun arus laut dunia, dapat diklasifikasikan berdasarkan tempat di mana arus tersebut terjadi sebagaimana diuraikan berikut ini.
a) Samudera Pasifik di sebelah utara khatulistiwa, meliputi: (1) Arus Khatulistiwa Utara;
Sumber: Britanica Encylopedia:
(3) Arus Kalifornia; dan (4) Arus Oyashio.
b) Samudera Pasifik di sebelah selatan khatulistiwa, meliputi: (1) Arus Khatulistiwa selatan;
(2) Arus Australia Timur;
(3) Arus Humboldt atau Arus Peru; (4) Arus Angin Barat
c) Di sepanjang garis khatulistiwa, arus laut meliputi Arus Khatulistiwa Utara dan Arus Khatulistiwa selatan setelah bergerak, meninggalkan area laut yang tinggi airnya lebih rendah dari sekitarnya, sehingga tempat ini diisi oleh aliran air laut baru merupakan arus pengisi atau arus perata disebut “Arus Kompensasi”. Contohnya, Arus Sungsang Khatulistiwa mengalir sepanjang garis khatulistiwa ke timur.
d) Samudera Atlantik di sebelah utara khatulistiwa, meliputi: (1) Arus Khatulistiwa Utara;
(2) Arus Teluk atau Gulfstream;
(3) Arus Tanah Hijau Timur atau Arus Greenland Timur; (4) Arus Labrador; dan
(5) Arus Canari.
e) Samudera Atlantik di sebelah selatan khatulistiwa, meliputi: (1) Arus Khatulistiwa Selatan;
(2) Arus Brazilia; (3) Arus Benguela; dan (4) Arus Angin Barat.
f) Di Samudera Hindia di sebelah utara khatulistiwa, meliputi: (1) Arus Musim Barat Daya; dan
(2) Arus Musim Timur Laut.
g) Di Samudera Hindia di sebelah selatan khatulistiwa, meliputi: (1) Arus Khatulistiwa Selatan;
(2) Arus Maskarena dan Arus Agulhas; dan (3) Arus Angin Barat.
Arus laut memiliki beragam manfaat, antara lain sebagai berikut. a) Arus musim dipergunakan untuk para nelayan.
c) Arus konveksi menyebabkan peredaran/sirkulasi air, hal ini mempengaruhi pengangkutan bahan makanan yang berpengaruh terhadap pengumpulan ikan.
d) Sebagai sarana lalu lintas laut.
e) Laut merupakan tempat pertemuan arus panas dan dingin merupakan daerah penghasil ikan.
f) Arus laut dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik. g) Arus laut dapat menyebarkan beberapa jenis tumbuhan.
f. Kualitas Air Laut
1) Susunan Kimiawi dan Salinitas Air Laut
Air laut rasanya asin dan kepahit-pahitan, ini disebabkan air laut mengandung garam-garaman. Susunan garam-garaman air laut mulai dari tertinggi hingga terendah ialah sebagai berikut. a) NaCl : 77,75% b) K2SO4 : 2,46% c) MgCl2 : 10,78% d) Mg Br2 : 0,21% e) MgSO4 : 4,73% f) CaSO4 : 3,69%
g) CaCO3 dan garam-garaman lain : 0,34%
Sumber: Encarta Digital Encyclopedia:
Kadar garam air laut tidak sama di setiap daerah, faktor yang memengaruhinya adalah sebagai berikut.
a) Besar kecilnya penguapan. Makin besar peguapan air laut, kadar garamnya makin tinggi. Contohnya, Laut Kaspia.
b) Banyak sedikitnya curah hujan. Makin banyak curah hujan makin rendah kadar garamnya. Contohnya, laut-laut di Indonesia.
c) Banyak sedikitnya air tawar dari sungai yang masuk. Masuknya air tawar menyebabkan rendahnya salinitas. Contohnya, Laut Jawa.
d) Banyak sedikitnya cairan es yang masuk ke dalam laut, ini terjadi di daerah yang mengalami musim dingin. Contohnya, Laut Baltik di Eropa Utara
e) Arus laut, dengan adanya arus laut terjadi percampuran kandungan garam sehingga kadar garamnya lebih merata.
2) Suhu atau Temperatur Air Laut
Suhu air laut adalah suatu faktor yang amat penting bagi kehidupan organisma di lautan, karena suhu memengaruhi perkembangan organisma-organisma tersebut. Misalnya, binatang karang yang penyebaranya sangat dibatasi oleh perairan yang hangat yang terdapat di daerah tropic atau subtropik. Suhu air laut di dunia rata-rata 17,4oC. Suhu permukaan air laut di Indonesia rata-rata 26,3oC. Ini menunjukan suhunya lebih tinggi dari suhu rata-rata air laut di dunia. Hal ini disebabkan Indonesia terletak di daerah tropis sehingga kedudukan Matahari selalu tinggi. Semakin dalam suhu air laut semakin dingin karena pengaruh sinar matahari yang semakin berkurang. Suhu yang lebih tinggi menyebabkan tumbuhan laut tumbuh dengan subur, di mana tumbuhan ini penting bagi ikan-ikan.
Berikut ini perbedaan suhu air laut di beerbagai permukaan Bumi. a) Suhu air laut di Samudera Atlantik rata-rata 16,9oC.
b) Suhu air laut di Samudera Pasifik rata-rata 19,1oC. c) Suhu air laut di Samudera Hindia rata-rata 17,0oC. 3) Warna Air Laut
Warna Air Laut tergantung dari beberapa faktor berikut.
a) Cahaya matahari warna biru, ungu dan nila memiliki panjang gelombang pendek sehingga dapat dipantulkan lebih dahulu oleh air laut, hal inilah yang menyebabkan permukaan air laut berwarna biru. Sedangkan spektrum warna yang lain dapat menembus permukaan air yang lebih dalam.
(1) Contohnya, Laut Kuning. Warna kuning yang dipantulkan oleh laut disebabkan oleh tanah loss, yang dialirkan oleh Sungai Hoang-Ho ke Laut Kuning berwarna kuning.
(2) Laut Artik yang memiliki warna putih yang dipantulkan oleh laut berasal dari bongkahan- bongkahan es yang mengapung di permukaan laut.
c) Organisme yang terdapat di dalam air laut. Contohnya, Laut Merah airnya kadang-kadang kelihatan merah karena banyak ganggang laut (algen) yang sifatnya memantulkan warna merah dari cahaya matahari. Laut Hitam, warna hitam yang dipantulkan oleh laut Hitam disebabkan oleh organisme di dalam laut tidak sempurna mengalami penguraian jadi air laut warnanya hitam. (mengangkut tanah humus yang berwarna hitam).
g. Organisma di Dalam Laut
ORGANISME LAUT ADALAH HEWAN DAN TUMBUHAN YANG HIDUPNYA DI LAUT.BERIKUT INI PENGELOMPOKKAN ORGANISME LAUT.
1) Pelagos, yaitu organisme yang hidupnya menjadi penghuni lapisan air bagian atas. Pelagos dibagi menjadi ada dua golongan.
a) Nekton, yaitu golongan organisme yang mempunyai alat badan sendiri untuk bergerak sehingga dapat tinggal di daerah
tertentu yang menyediakan bahan makanan atau tempat-tempat yang keadaannya baik bagi mereka misalnya berbagai jenis ikan, ubur-ubur dan lain-lain.
b) Plankton, ialah golongan organisme yang tidak mempunyai alat badan sendiri untuk bergerak. Gerakan mereka tergantung pada arus yang disebabkan oleh angin atau perbedaan suhu.
2) Bentos, yaitu binatang yang hidupnya di di dasar laut. Bentos dibagi menjadi dua jenis. a) Bentos sesial, yang hidupnya terikat pada suatu tempat, misalnya tiram dan koral. b) Bentos vigil, yang bergerak di dasar laut, misalnya landak laut, siput laut, dan lain
sebagainya.
Sumber: biomarinecom:
3) Feripiton, yaitu golongan organisme yang hidup menempel pada tumbuhan di dalam laut.
Organisme laut yang hidup di dasar laut sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya. Contohnya, binatang koral hanya dapat hidup pada laut dangkal, air jernih, arus laut lemah, dan temperatur antara 25-290C. Binatang koral yang mati, kemudian menjadi fosil sebagai tempat hidup bagi terumbu karang baru. Karena pengaruh suhu, tekanan, waktu dan kerangkanya yang mengandung kalsium karbonat, organisma karang, akhirnya membentuk terumbu karang. Terumbu karang dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
1) Fringing reef
2) Barrier reef
3) Plate reef 4) Atoll
Ekosistem terumbu karang memiliki dua fungsi utama.
1) Fungsi ekologi terumbu karang meliputi hal-hal berikut. a) Penyedia nutrien bagi biota perairan.
b) Tempat berkembang biaknya biota perairan.
2) Fungsi ekonomi terumbu karang meliputi hal-hal berikut.
a) Menghasilkan berbagai jenis ikan, udang, alga, teripang, dan kerang mutiara. b) Bahan bangunan dan jalan, serta bahan industri.
c) Bahan baku cinderamata dan bahan perhiasan.
Organisma di laut lainnya adalah rumput laut. Rumput laut tumbuh pada perairan yang memiliki substrat keras yang kokoh untuk tempat melekat. Tumbuhan rumput laut hanya dapat hidup pada perairan di mana tumbuhan muda yang kecil mendapatkan sinar matahari yang