• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERALATAN 1. Cabel UTP Cat 5

Dalam dokumen IF MATERI JARINGAN KOMPUTER (Halaman 30-41)

DHCP SERVER

B. PERALATAN 1. Cabel UTP Cat 5

2. Komputer

3. Switch/Hub 4. Access Point 5. Mikrotik

C. TEORI

Hotspot adalah layanan WIFI yang memungkinkan user bergerak/mobile dalam mengakses layanan yang ada pada jaringan baik itu Intranet maupun internet, baik itu menggunakan notebook dengan fasilitas WIFI maupun device lain seperti PDA, Communicator dan lain-lain

D. PERCOBAAN

1. Setting IP computer kita satu network dengan ip di mikrotik (IP mikrotik 172.16.0.1/24 dan ip di computer 172.16.0.2/24)

2. Login Ke mikrotik dengan menggunakan winbox (download winbox di mikrotik.co.id)

 Connect To : 172.16.0.1 (ip mikrotik) atau cukup kita klik tombol tanda kemudian kita connect berdasarkan ip or mac address  Login : masuk user name kita (misalnya admin)

 Password : masukkan password dari user  Terakhir klik menu connect

4. Pada bagian kotak dialog New Radius Server,

 Klik bagian hotspot dengan memberi tanda √,

 Kemudian pada Address isikan 127.0.0.1

 setelah itu pada secret isikan password server radius yang diinginkan misalnya tasmi_ganteng

5. Pada winbox klik menu IP kemudian klik HOTSPOT,  Klik bagian Tab Server

 Klik SETUP

 kemudian pada kolom hostpot setup pilih interface yang akan dijadikan HOTSPOT (pada modul ini interface diberi nama HOTSPOT)

 Klik tombol NEXT

6. Menentukan IP yang akan dijadikan HOTSPOT (biasanya akan muncul otomatis sesuai dengan ip yang kita masukkan di awal) kemudian Klik tombol NEXT

7. Menentukan range IP dijadikan HOTSPOT untuk client (sudah setting di bagian address pool di prktikum 3) maka langsung saja Klik tombol NEXT

8. Di bagian select hotspot SSL certifate pilih NONE kemudian Klik tombol next 9. Di menu select SMTP server kita klik tombol NEXT

10. Setting DNS untuk hotspot (akan muncul otomatis karena sudah kita setting diawal ) Klik tombol NEXT

11. Setting DNS untuk layanan Hotspot (misalnya tasmi.unsri.ac.id) kemudian klik Tombol NEXT

12. Setting user untuk login hotspot (defaultnya adalah admin dan masukan passwordnya terserah anda misalnya 123) Klik tombol NEXT

13. Finish

14. Pada winbox klik menu IP ----HOTSPOT,  Kilk Tab USER,

 Klik tombol PLUS warna merah

 Masukan user dibagian USERNAME dan password dikolom PASSWORD

 Kemudian klik tombol OK

(untuk membatasi user dan memasukan MAC address user cukup anda klik dikolom profil dan kolom MAC untuk memasukkan MAC

Percobaan Setting Radio Wireless

1. Buka program browser yang ada pada computer anda, misalnya opera, mozilla firefox, ataupun internet explorer.

2. .Tuliskan alamat http://192.168.1.245

3. Login sebagai administrator, bagaian usermane di kosongkan dan di bagaian password ketikan admin kemudian login

4. Menu Setup

 Device name diisi dengan nama wirelessPrak  Configurasi type

 Pilih static IP

 Masukkan alamat IP yang akan diikuti (192.168.1.200)

 Masukkan subnetmask dan gateway (255.255.255.0 dan 192.168.1.1)

 Kemudian click save – setting  Pada AP mado pilih “ access point “ 5. Menu ‘wireless’:

 Pada menu made = pilih mixed

 Pada menu network name ( SSID ) = “Wireless_Praktikum”  Pada menu channel = pilih channel yang free

 Lihat pada menu status untuk melihat konfigurasinya 6. Menu Administrator

 Dibagian Manajemen masukan password untuk radio 7. Kemudian lepaskan kabel UTP dari PC ke linksys

8. Hubungkan dengan dengan Kabel UTP dari Server ke Linksys

9. Testing dari sisi Client Aktifkan network connection wireless dan klik ‘ view wireless network Klik nama wireless milik kita dan connectkan

Judul Percobaan :

Hasill Percobaan :

Analisi Percobaan :

Kesimpulan Percobaan :

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM

Nama :

Nim :

6

A. TUJUAN

1. Mahasiswa memahami prinsip DNS.

2. Mahasiswa memahami kegunaan/manfaat DNS.

3. Mahasiswa mampu melakukan installasi dan konfigurasi/setting DNS.

B. PERALATAN

1. Kabel UTP Category 5 2. PC Server

3. PC Client 4. Switch

C. TEORI

Konsep & Cara Kerja DNS

Suatu host pada jaringan Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) harus memiliki alamat IP agar dapat diakses. Alamat IP yang digunakan sekarang (IP versi 4) dibentuk dalam format angka long integer 32-bit yang dikelompokkan menjadi empat kelompok (untuk setiap kelompoknya masing-masing terdiri dari 8 bit). Bila dalam suatu jaringan TCP/IP memiliki banyak sekali host, maka tidak mudah bagi manusia untuk mengingat alamat-alamat IP yang ada (tentu saja bagi komputer hal ini bukan menjadi masalah). Karena itulah alamat-alamat IP tersebut perlu dipetakan menjadi nama yang dapat diingat manusia secara mudah dengan menggunakan DNS. Misalnya seperti IP Address 222.124.194.11 yang dipetakan menjadi www. unsri.ac.id sehingga lebih mudah diingat.

Dalam teknologi internet sekarang ini, DNS pun merupakan jantung yang sangat

DNS SERVER

berperan penting. Setiap kali kita meggunakan internet dalam kegiatan kita sehari-hari, maka setiap kali itu pula secara tidak langsung kita menggunakan DNS (Domain Name System). Pengunaan DNS didalam internet tersebut meliputi aplikasi email (electronic-mail), browsing, ssh/telnet, ftp, maupun aplikasi yang lain yang ada kaitannya dengan internet. Oleh karena itu Pengetahuan dan pengertian tentang DNS merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh operator maupun pengguna internet.

Domain Name System

Beberapa pengertian mengenai Domain name system adalah sebagai berikut:

 Merupakan sistem database yang terdistribusi yang digunakan untuk pencarian nama komputer di jaringan yang menggunakan TCP/IP. DNS mempunyai kelebihan ukuran database yang tidak terbatas dan juga mempunyai performa yang baik.

 Merupakan aplikasi pelayanan di internet untuk menterjemahkan domain name ke alamat IP dan juga sebaliknya.

 Komputer yang terhubung dan memiliki tanggung jawab memberikan informasi zona nama domain anda, merubah nama domain menjadi alamat IP dan juga memiliki tanggung jawab terhadap distribusi email di mail server yang menyangkut dengan nama domain.

 Aplikasi yang membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail.

DNS dapat dianalogikan sebagai pemakaian buku telefon dimana orang yang ingin kita hubungi, berdasarkan nama untuk menghubunginya dan menekan nomor telefon berdasarkan nomor dari buku telefon tersebut. Hal ini terjadi karena komputer bekerja berdasarkan angka, dan manusia lebih cenderung bekerja berdasarkan nama.

Misalkan domain name yahoo.com mempunyai alamat IP 202.68.0.134, tentu mengingat nama komputer lebih mudah dibandingkan dengan mengingat alamat IP.Didalam DNS, sebuah name server akan memuat informasi mengenai host-host di suatu daerah/zone. Name server ini dapat mengakses server-server lainnya untuk mengambil data-data

host di daerah lainnya. Name server akan menyediakan informasi bagi client yang membutuhkan, yang disebut resolvers.

Fungsi utama dari sebuah sistem DNS adalah:

1. menerjemahkan nama-nama host (hostnames) menjadi nomor IP (IP address) ataupun sebaliknya, sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet.

2. memberikan suatu informasi tentang suatu host ke seluruh jaringan internet.

DNS memiliki keunggulan seperti:

1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).

2. Konsisten, IP address sebuah komputer boleh berubah tapi host name tidak berubah. Contoh:

 www.unsri.ac.id mempunyai IP 222.124.194.11, kemudian terjadi perubahan menjadi 222.124.194.25, maka disisi client seolah-olah tidak pernah ada kejadian bahwa telah terjadi perubahan IP.

 Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

Konsep dan hirarki DNS

DNS adalah suatu bentuk database yang terdistribusi, dimana pengelolaan secara lokal terhadap suatu data akan segera diteruskan ke seluruh jaringan (internet) dengan menggunakan skema client-server. Suatu program yang dinamakan name server, mengandung semua segmen informasi dari database dan juga merupakan resolver bagi client-client yang berhubungan ataupun menggunakannya.

Struktur dari database DNS bisa diibaratkan dengan dengan struktur file dari sebuah sistem operasi UNIX. Seluruh database digambarkan sebagai sebuah struktur terbalik dari sebuah pohon (tree) dimana pada puncaknya disebut dengan root node. Pada setiap node dalam tree tersebut mempunyai keterangan (label) misalnya, .org, .com, .edu, .net, .id dan lain-lainnya, yang relatif rerhadap puncaknya (parent).Ini bisa

diibaratkan dengan relative pathname pada sistem file UNIX,seperti direktori bin, usr, var, etc dan lain sebagainya. Pada puncak root node dalam sebuah sistem DNS dinotasikan dengan “.” atau “/” pada sistem file UNIX.

Pada setiap node juga merupakan root dari subtree, atau pada sistem file UNIX merupakan root direktori dari sebuah direktori. Hal ini pada sistem DNS disebut dengan nama domain. Pada tiap domain juga memungkinkan nama subtree dan bisa berbeda pula, hal ini disebut subdomain atau subdirektori pada sistem file UNIX. Pada bagian subdomainjuga memungkinkan adanya subtree lagi yang bisa dikelola oleh organisasi yang berbeda dengan domain utamanya.

Struktur Database DNS Struktur DNS

Domain Name Space merupakan hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama. Domain ditentukan berdasarkan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut level yang terdiri dari :

Root-Level Domains : merupakan level paling atas di hirarki yang di ekspresikan berdasarkan periode dan dilambangkan oleh “.”.

Top-Level Domains : berisi second-level domains dan hosts yaitu :  com : organisasi komersial, seperti IBM (ibm.com).

 edu : institusi pendidikan, seperti U.C. Berkeley (berkeley.edu).  org : organisasi non profit, Electronic Frontier Foundation (eff.org).  net : organisasi networking, NSFNET (nsf.net).

 gov : organisasi pemerintah non militer, NASA (nasa.gov).  mil : organisasi pemerintah militer, ARMY (army.mil).  xx : kode negara (id:Indonesia,au:Australia)

Second-Level Domains : berisi domain lain yang disebut subdomain. Contoh, unsri.ac.id. Second-Level Domains unsri.ac.id bisa mempunyai host www.unsri.ac.id

Third-Level Domains : berisi domain lain yang merupakan subdomain dari second level domain diatasnya. Contoh, ilkom.unsri.ac.id. Subdomain ilkom.unsri.ac.id juga mempunyai host www.ilkom.unsri.ac.id.

Host Name : domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Contohnya, jika terdapat www. unsri.ac.id, www adalah hostname dan unsri.ac.id adalah domain name.

Dalam dokumen IF MATERI JARINGAN KOMPUTER (Halaman 30-41)

Dokumen terkait