• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERALATAN MEKANIK/LISTRIK

Dalam dokumen 1. KONSTRUKSI BATU II 07 feb 14 (Halaman 41-55)

Dalam pekerjaan konstruksi batu beton di dalam melaksanakan pekerjaan suatu bagunan terutama bangunan gedung, diketahui beberapa jenis pekerjaan.Peralatan yang mendukung pekerjaan suatu konstruksi batu beton diantaranya peralatan tangan dan peralatan mekanik/listrik.

Mesin tangan banyak kita jumpai di pasaran dalam hal ini peralatan mekanik yang berhubungan dengan konstruksi batu dan beton.Hampir semua toko besi yang besar atau toko teknik menjualnya.Mesin

listrik, montir, dan ahli teknik lainnya. Bahkan, sekarang banyak dibeli sebagai perlengkapan pertukangan dalam rumah tangga.

Sebaiknya pada setiap pembelian mesin, harus dilakukan pemilihan yang teliti, terutama pada data-data tekniknya.Harga dipasaran juga bersaing.Perbedaan harga yang tinggi disebabkan oleh perbedaan kualitas atau kekuatan mesin.

Mesin tangan ada yang digerakkan oleh angina (pneumatic) disamping yang digerakkan dengan daya listrik(elektronik). Perbedaan sumber tenaga ini juga menimbulkan perbedaan jenis dan kekuatan mesin.Akan tetapi peralatan tangan yagn banyak digunakan adalah menggunakan tenaga listrik karena lebih murah harganya.Gerak alat kerja timbol karena pengubahan tenaga listrik menjadi mekanik oleh motor.

a. Mesin Bor Tangan Listrik

Mesin bor tangan digunakan untuk memberi, membuat lubang pada kayu, besi plastic, beton atau bahan lain. Jenis bahan benda kerja tersebut

menentukan jenis mata bor yang digunakan.Mesin bor hanya merupakan sarana pemutar mata bor, alat gosok, alat pencampur dan lain-lain. Bagian mesin-mesin yang penting adalah:

(1) Penjepet mata bor (chuck) (2) Kunci penjepit (3) Pelat pengait (4) Lubang sirkulasi (5) Sakelar utama (6) Kunci sakelar (7) Pegangan (8) Kabel listrik b. Mata bor

Mata bor digunakan untuk membuat lubang pada kayu, besi, plastic, mika, dan lain-lain. Prinsipnya jenis mata bor harus disesuaikan dengan kekerasan bahan yang akan dibor.

c. Alat pemutar sekrup (obeng)

d. Alat pengaduk

Alat tambahan ini digunakan untuk mengaduk cat, bahan finishing, atau campuran adonan lainnya. Kecepatan mesin pemutar harus rendah.

Mesin bor tangan dapat pula digunakan untuk mengampelas, dengan menambah alat berpiringan ampelas.

f. Pemboran lubang tembus

Pemboran lubang tembus berhasil baik kalau bagian bawah tidak rusak terkoyak.Untuk menghindari itu kita bisa memberi alas pada benda kerja. Ketepatan as lubang yang kita peroleh dengan menitik lebih dahulu as lubang yang akan kita bor dengan drip.

Untuk memberi lubang pada tembok batu atau beton, anda sebaiknya menggunakan mesin bor tumbuk (hammer). Tumbukan bekerja searah dengan poros kerja mata mata bor. Pada pemboran lantai atau dinding sebaiknya kita gunakan air sedikit untuk membasahi dinding agar serpihan batu atau serbuk tidak berhamburan. Air juga sebagai pelindung mata bor. Untuk pemboran beton harus menggunakan mata bor khusus; mata bor beton.

h. Alat Potong Keramik Listrik

Alat ini digunakan untuk memotong keramik.Mata pisau untuk memotong keramik ataupun beton ada dua jenis.Mata pisau untuk memotong keramik basah bentuknya bulat dengan cekungan-cekungan, sedangkan untuk memotong keramik bahan uji kering dengan mempergunakan piringan pemotong pakai intan.

Memasang Alat-alat Pelindung

- Pada waktu mengganti piringan, cabut steker dari stopkontak.

- Pilihlah piringan pemotong yang cocok untuk bahan yang akan dikerjakan.

- Jika bekerja dengan mata gerinda dan mata potong kap pelindung 8 harus dipasangkan.

- Pelindung tangan 19 harus dipasangkan bersama dengan gagang tambahan

Memasang Alat-alat Kerja

- Matikan atau cabut hubungan arus listrik.

- Poros kerja 7 ditahan dengan cara menekan tombol penahan poros kerja 5. Tombol penahan poros kerja 5 hanya boleh ditekan jika poros kerja tidak berputar. - Flens untuk poros kerja 10 dan mata potong

dipasangkan pada poros kerja 7.

- Pasangkan flens untuk poros kerja sedemikian pada poros kerja, sehingga pas persis.

- Mur untuk poros kerja 12 diulirkan dan dikencangkan dengan kunci berpin dua.

i. Mesin Aduk Beton/Molen

Dalam pelaksanaan pembuatan adukan beton, sekarang telah banyak digunakan mesin aduk-beton (molen). Dengan mesin aduk-beton hasil adukan tercampur lebih merata dan lebih sempurna.

Selain hasil adukan yang baik, ternyata juga lebih cepat, sehingga biaya menjadi lebih murah dibandingkan dengan pembuatan adukan beton dengan tenaga manusia.

Di bawah ini adalah contoh bentuk mesin aduk beton (Molen)

(1) Motor penggerak tabung aduk

Motor yang ditempatkan pada kerangka mesin aduk, berguna untuk menggerakkan tabung aduk, hingga tabung aduk dapat berputar.

(2) Tabung aduk

Tabung aduk berupa bejana berbentuk selinder dengan bagian bawah tertutup dan bagian atas berbentuk kerucut terpancung. Pada ujung atas kerucut terdapat lubang mulut tabung untuk

memasukkan bahan-bahan adukan dan juga menumpahkan adukan yang telah selesai dicampur. Didalam tabung aduk terdapat daun-daun baja yang membantu pencampuran bahan-bahan adukan hingga tercampur secara lebih sempurna.

(3) Kerangka

Kerangka merupakan konstruksi tubuh dari mesin aduk, yang dilengkapi dengan roda dan batang penarik mesin, hingga mesinnya dapat dengan mudah dipindah-pindah tempat.

(4) Roda pembalik tabung aduk

Roda pembalik berguna digerakkan dengan tenaga manusia untuk merubah kedudukan tabung aduk pada waktu diisi bahan-bahan susun ataupun pada waktu akan menumpahkan hasil adukan.

(5) Kunci roda pembalik tabung aduk

Kunci ini berguna untuk mengunci roda pembalik tabung aduk, agar tabung aduk tetap kedudukannya, lebih-lebih bila tabung aduk dalam keadaan berputar (sedang mengaduk).

(6) Batang Tarik Mesin

Batang penarik mesin berguna untuk menarik mesin aduk, bila akan dipindahkan ke tempat lain. Bila sedang tidak digunakan maka batang penarik tersebut dapat dimasukkan kedalam kerangka mesin, tetapi bila akan di gunakan untuk menarik maka batang dikeluarkan (dipanjangkan).

(7) Cara melayani mesin aduk (Molen):

(a) Mesin aduk beton diperiksa sebelum digunakan, dan dihidupkan sebagai percobaan.

(b) Semua bahan-bahan susun yang untuk adukan disiapkan terlebih dulu.

(c) Mesin dihidupkan dengan kedudukan tabung aduk serong dan mulut tabung di atas (d) Bahan-bahan susun dimasukkan dengan

urutan sebagai berikut: pertama pasir, kedua krikil, ketiga S.P. (semen portland), setelah sebentar dibiarkan tercampur kering dahulu, baru kemudian air. Jumlah bahan-bahan susun tersebut sesuai dengan perbandingan, yang dikehendaki. (e) Setelah adukan betul-betul tercampur

sempurna, Tabung aduk dibalikkan ke sisi lain, agar adukkan dapat ditumpahkan. Sebaliknya adukan diterimadalam kotak aduk, dan selanjutnya adukan diambil dan diangkut ember-ember ke tempat-tempat yang membutuhkan.

(f) Demikian seterusnya caranya diulang lagi sesuai dengan jumlahnya adukan yang diperlukan.

1) Setelah selesai digunakan, mesin dibersihkan dengan air, hingga sisa-sisa adukan, yang melekat pada mesin hilang.

2) Mesin dikeringkan sampai betul-betul kering, bebas dari air (tidak basah).

3) Diolesi dengan minyak (oli), terutama bagian-bagian yang berputar, misalnya as, roda, gigi tabung atau gigi-gigi roda pembalik, agar tidak berkarat.

4) Kemudian disimpan di tempat yang terlindung dari hujan, bila perlu diberi selubung.

k. Mesin poles tegel (bahan bakar bensin/solar)

Mesin polis tegel ialah suatu mesin untuk menghaluskan permukaan lantai tegel yang masih kasar.

1) Bagian-bagian yang penting;

(a) tangkai kerangka/pegangan pendorong (b) motor bakar

(c) rumah gerinda (d) buah gerinda. l. Pompa Hisap Tekan Mekanis

Yang dimaksud dengan pompa hisap tekan mekanis dengan bahan bakar disini ialah suatu pompa yang bekerjanya, digerakkan oleh putaran mesin yang menggunakan bahan bakar solar ataupun bensin (motor bakar).

Dalam pekerjaan konstruksi batu beton pompa air ini digunakan untuk mengambil air ataupun menghisap air pada bagian konstruksi yang akan dibangun supaya tidak kebanjiran.

m. Mesin Penggetar (Mesin Trailler)

Mesin penggetar dalam konstruksi batu dan beton sering digunakan dalam pekerjaan cor beton. Adapun fungsi dari mesin penggetar adalah untuk memadatkan beton, supaya lebih rapat sehingga tidak terjadi adanya rongga dalam beton tersebut. Mesin ini menggunakan bahan bakar solar/bensin.

Petunjuk pemakaian:

(1) Periksalah dahulu pelumas dan bahan bakarnya. (2) Jalankan mesin tersebut dengan memutarkan

stater yaitu dengan memutar tali.

(3) Pada waktu bergerak mesinnya, trailler harus diangkat sebab trailler tersebut sudah mulai bergetar.

(4) Untuk memasukkan trailler ke dalam adukan beton, beton tersebut harus dalam keaddaan cair (belum mengeras). Dan tidak dibenarkan memasukkan trailler pada spesi beton yang sudah mulai mengeras.

(5) Tidak dibenarkan terlalu lama dalam adukan beton, sebab beton akan memaik, menyebabkan terjadinya pori-pori pada beton.

(6) Tidak dilbenarkan trailler menyentuh besil beton yang dicor, sebab akan menyebabkan beton yang mengeras akan melepaskan ikatannya dengan besi tersebut.

(7) Pada waktu trailller dilcabut, mesin harus dimatikan . Mesin harus dimatikan karena spesi yang masih melekat pada trailller akan berhamburan terkena getaran dari mesin trailler

tersebut, sehingga ini dapat mengganggu pekerja yang ada dilsampingnya.

Setelah mesin trailler dipergunakan, mesin harus dibersihkan kembali dan ditempatkan (disimpan) pada tempatnya.

Bab 3

MEMBUAT LAPORAN PENGELOLAAN PEKERJAAN PADA KONTRUKSI

Dalam dokumen 1. KONSTRUKSI BATU II 07 feb 14 (Halaman 41-55)

Dokumen terkait