• Tidak ada hasil yang ditemukan

INFORMASI BMN LAINNYA

Dalam dokumen Melayani, Profesional, Terpercaya (Halaman 69-0)

C. Barang Milik Negara pada UAPB Kementerian Agraria dan Tata Ruang/

V. INFORMASI BMN LAINNYA

Perkembangan nilai BMN secara gabungan (intrakomptabel dan ekstrakomptabel) selama lima periode laporan terakhir dapat disajikan sebagai berikut:

No. Periode Laporan Nilai BMN (Rp)

Perkembangan

Rp %

1. 2016 7.341.082.626.527 853.603.924.402 13.16

2. 2017 14.251.459.059.644 6.910.376.433.117 94.13

3. 2018 12.780.409.265.419 (1.471.049.794.225) (10.32)

4. 2019 14.295.386.490.579 1.514.977.225.160 11.85

5. 2020 14.289.233.351.854 (6.153.138.725) (0,04)

B. Informasi Pengelolaan BMN

1. Penetapan Status Penggunaan BMN

BMN yang sudah ditetapkan status penggunaanya pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional per 31 Desember 2020 dengan nilai perolehan Rp14.016.761.744.150,00 (empat belas triliun enam belas miliar tujuh ratus enam puluh satu juta tujuh ratus empat puluh empat ribu seratus lima puluh rupiah) berdasarkan data pada modul WASDAL di Aplikasi SIMAN.

No. Uraian Kuantitas

(Unit)

Luas (m2)

Nilai Perolehan (Rp) 1. Sudah Ditetapkan Status Penggunaan 495.692 3.974.758 14.016.761.744.150

2. Belum Ditetapkan Status Penggunaan 535.205 1.280.128 277.472.350.9713 Total 1.030.897 5.254.886 16.791.485.253.863

16,52%

2. Pengelolaan BMN

Pengelolaan BMN pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional meliputi:

a. Penetapan Status Penggunaan b. Alih Status

c. Sewa

d. Persetujuan Penjualan e. Persetujuan Penghapusan f. Penetapan Penghapusan

Dalam proses pelaksanaan pengelolaan BMN tersebut di atas, tidak terdapat proses pengelolaan yang gagal/batal dilaksanakan.

3. Pengelolaan BMN Idle

Ringkasan BMN idle adalah sebagai berikut:

No. Uraian Jumlah

(Unit) 1. Jumlah BMN yang teridentifikasi sebagai BMN Idle 0

2. Ditetapkan sebagai BMN Idle oleh Pengelola 2

3. Pemberitahuan bukan sebagai BMN Idle oleh Pengelola 0 4. Telah diterbitkan Keputusan Penghapusan dari Pengguna 0

5. Selesai serah terima kepada Pengelola 0

BMN yang telah ditetapkan sebagai BMN idle oleh pengelola adalah berupa:

a. Satu bidang Tanah Bangunan Rumah Negara Golongan I yang terletak di Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya ditetapkan sebagai BMN idle melalui SK Menteri Keuangan Nomor KEP-15/KM6/WKN10/KNL01/2014 tentang Penetapan Barang Milik Negara Berupa Tanah Bangunan Rumah Negara Golongan I NUP 1 pada Kantor Pertanahan Kota Surabaya II sebagai Barang Milik Negara Idle, namun masih terdapat permasalahan hukum dan belum diserahkan kepada Pengelola Barang.

b. Satu bidang Tanah Bangunan Kantor Pemerintah dan satu unit Bangunan Gedung Kantor Permanen yang terletak di Jalan Pahlawan, Desa Ngawen, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik ditetapkan sebagai BMN idle melalui SK Menteri Keuangan Nomor 198/KM.6/WKN.10/KNL.01/2017, atas BMN tersebut sedang dalam proses serah terima dengan Pengelola Barang.

C. BMN Dari Dana Dekonstrasi dan Tugas Pembantuan

Unit Akuntansi Pengguna Barang UAPB Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Per 31 Desember 2020 tidak mengelola BMN yang berasal dari Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.

D. BMN pada satuan kerja Badan Layanan Umum

Unit Akuntansi Pengguna Barang UAPB Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Per 31 Desember 2020 tidak memiliki satuan kerja Badan Layanan Umum.

E. BMN Dari Dana Belanja Lain-Lain (BA 999)

Unit Akuntansi Pengguna Barang UAPB Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Per 31 Desember 2020 tidak mengelola BMN yang berasal dari Dana Belanja Lain-lain (BA 999).

F. BMN Berupa Aset Tetap Dalam Kondisi Rusak Berat yang Sudah Diusulkan Penghapusannya Kepada Pengelola Barang

Terdapat BMN berupa Aset Tetap dalam kondisi rusak berat yang sudah diusulkan penghapusannya kepada Pengelola Barang pada UAPB Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional per 31 Desember 2020 dengan nilai Rp21.925.572.554,00 (dua puluh satu miliar sembilan ratus dua puluh lima juta lima ratus tujuh puluh dua ribu lima ratus lima puluh empat rupiah).

Rincian terlampir. (Lampiran 17)

G. BMN Berupa Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS)

Unit Akuntansi Pengguna Barang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional per 31 Desember 2020 tidak mengelola BMN berupa BMN Berupa Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS).

H. Permasalahan Pelaksanaan Penatausahaan BMN dan Langkah-langkah Strategis Sebagai Alternatif Ppenyelesaian Masalah

1. Kesesuaian Belanja Modal

Nilai Belanja Modal periode 1 Januari 2020 sampai dengan 31 Desember 2020 pada UAPB Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional per 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp365.695.002.987,00 (tiga ratus enam puluh lima miliar enam ratus sembilan puluh lima juta dua ribu sembilan ratus delapan puluh tujuh rupiah).

Adapun perbandingan Laporan Realisasi Anggaran dengan Belanja Barang modal adalah sebagai berikut:

No Akun LRA (SAIBA)

Rp

Belanja (Aplikasi Persediaan)

Rp

Selisih Rp

1 Tanah 21.869.531.920 21.869.531.920 0

2 Peralatan dan Mesin 147.385.582.722 146.921.144.551 464.438.171 3 Gedung dan Bangunan 68.939.225.354 69.187.393.354 (248.168.000) 4 Jalan, Irigasi dan

Jaringan 339.952.100 339.952.100 0

5 Aset Tetap Lainnya 127.160.710.891 117.470.017.759 (690.695.109) Total 356.756.648.450 356.817.330.466 (474.424.938)

Penjelasan selisih adalah sebagai berikut:

1. Aset belum diregister sebesar Rp104.723.800,00 (seratus empat juta tujuh ratus dua puluh tiga ribu delapan ratus rupiah)

2. Salah catat akun sebesar Rp9.500.000,00 (sembilan juta lima ratus ribu rupiah)

3. Kapitalisasi sebesar Rp394.688.055,00 (tiga ratus sembilan puluh empat juta enam ratus delapan puluh delapan ribu lima puluh lima rupiah) 4. Ekstrakomptabel sebesar minus Rp716.882.026,00 (tujuh ratus enam belas

juta delapan ratus delapan puluh dua ribu dua puluh enam rupiah)

5. Pengembalian belanja sebesar Rp693.395.109,00 (enam ratus sembilan puluh tiga juta tiga ratus sembilan puluh lima ribu seratus sembilan rupiah) 6. Tidak catat sebesar minus Rp11.000.000,00 (sebelas juta rupiah)

Rincian

terlampir. (Lampiran 22)

2. Kesesuaian Belanja Persediaan

Belanja Barang Persediaan pada UAPB Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional per 31 Desember 2020 adalah berupa Barang Konsumsi dan Barang Pemeliharaan dengan total belanja senilai Rp356.756.648.450,00 (tiga ratus lima puluh enam miliar tujuh ratus lima puluh enam juta enam ratus empat puluh delapan ribu empat ratus lima puluh rupiah).

Adapun perbandingan Laporan Realisasi Anggaran dengan Belanja Barang persediaan adalah sebagai berikut:

Penjelasan selisih adalah sebagai berikut:

a) Adanya kesalahan pencatatan atas pembelian Barang Non Persediaan yang diinput ke dalam aplikasi Persediaan sebesar Rp19.968.016,00 (sembilan belas juta sembilan ratus enam puluh delapan ribu enam belas rupiah)

b) Adanya pengembalian Belanja Barang Persediaan (5218) sebesar Rp40.714.000,00 (empat puluh juta tujuh ratus empat belas ribu rupiah) Rincian terlampir. (Lampiran 23)

3. Transfer Keluar Transfer Masuk

Terdapat selisih nilai antara Transfer Keluar dengan Transfer Masuk pada UAPB Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional per 31 Desember 2020 sebesar Rp111.336.537,00 (seratus sebelas juta tiga ratus tiga puluh enam ribu lima ratus tiga puluh tujuh rupiah).

No Akun LRA (SAIBA)

Rp

Belanja (Aplikasi Persediaan)

Rp

Selisih Rp 1 Belanja Konsumsi 355.111.463.915 354.172.648.623 938.815.292 2 Barang Pemeliharaan 1.645.184.535 2.644.681.843 (999.497.308) Total 356.756.648.450 356.817.330.466 (60.682.016)

Penjelasan selisih adalah sebagai berikut:

a) Terbentuk dari transaksi lanjutan Revaluasi BMN berupa transfer yang dilakukan pada tahun anggaran yang lalu (tayl), setelah dilakukan Re-Revaluasi BMN terdapat koreksi akumulasi penyusutan yang diinput manual pada Satker penerima sehingga tidak terbaca untuk satker pengirimnya (intraco) sebesar Rp107.409.537,00 (seratus tujuh juta empat ratus Sembilan ribu lima ratus tigapuluh tujuh rupiah)

b) Terjadi kesalahan pada saat penerimaan transaksi transfer, sehingga satker intraco tidak terbaca oleh satker penerima sebesar Rp3.927.000,00 (tiga juta sembilan ratus dua puluh tujuh rupiah)

Rincian Terlampir. (Lampiran 24) 4. Rekapitulasi Barang Titipan

Barang titipan merupakan Blanko yang sudah menjadi sertipikat (Daftar Isian 208) namun belum diserahkan ke pemohon (Daftar Isian 301a) per 31 Desember 2020:

1. Sertipikat Hak Atas Tanah 368.448 set 2. Sertipikat Hak Tanggungan 898 set 3. Sertipikat Wakaf 1.061 set

4. Sertipikat Satuan Rumah Susun 1.044 set

Data di atas diperoleh dari hasil opname fisik ulang sesuai dengan surat NOmor KU.04.02/382-100/II/2021 tanggal 19 Februari 2021 hal Pelaksanaan Kembali Opname Fisik Barang Persediaan.

Rincian Terlampir. (Lampiran 25) 5. Harga Satuan Blanko

Harga blanko sertipikat yang disajikan pada Laporan Barang Milik Negara Tahun Anggaran 2020 menggunakan harga satuan sebagai berikut:

No. Jenis Blanko Harga Satuan Keterangan

1 Sertipikat HAT 3.500

2 Sertipikat HT 3.200

3 Sertipikat Wakaf 4.200

4 Sertipikat Sarusun 4.000

5 Lembar Tambahan HAT 1.050

6 Lembar Tambahan HT 1.116

7 Lembar Tambahan Sarusun 1.166

6. Rekapitulasi Persediaan Rusak dan Usang

Rekapitulasi Persediaan Rusak dan Usang pada UAPB Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional per 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp10.704.468.317,00 (sepuluh miliar tujuh ratus empat juta empat ratus enam puluh delapan ribu tiga ratus tujuh belas rupiah).

Rincian terlampir. (Lampiran 26)

7. Rekapitulasi Belanja dalam Rangka Penanganan COVID-19

Terdapat Belanja dalam Rangka Penanganan COVID-19 pada UAPB Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional per 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:

a. Rekapitulasi Belanja Modal dalam Rangka Penanganan COVID-19 Rp674.273.423,00 (enam ratus tujuh puluh empat juta dua ratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus dua puluh tiga rupiah)

b. Rekapitulasi Belanja Persediaan dalam Rangka Penanganan COVID-19 Rp3.916.707.745,00 (tiga miliar sembilan ratus enam belas juta tujuh ratus tujuh ribu tujuh ratus empat puluh lima rupiah)

c. Rekapitulasi Belanja Barang dalam Rangka Penanganan COVID-19 sebesar Rp51.505.002.511,00 (lima puluh satu miliar lima ratus lima juta dua ribu lima ratus sebelas rupiah)

d. Rekapitulasi Belanja Barang dalam Rangka Penanganan COVID-19 dengan akun non COVID-19 Rp171.952.850,00 (seratus tujuh puluh satu juta sembilan ratus lima puluh dua ribu delapan ratus lima puluh rupiah) Rincian terlampir. (Lampiran 27-30)

8. Nilai Perolehan dan Nilai Buku Minus

Terdapat Nilai Perolehan dan Nilai Buku Minus pada UAPB Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional per 31 Desember 2020 sebagai berikut:

a. Nilai Perolehan Minus dengan jumlah 43 unit (NUP) sebesar Rp1.690.531.000,00 (satu miliar enam ratus sembilan puluh juta lima ratus tiga puluh satu ribu rupiah)

b. Nilai Buku Minus dengan jumlah 64 unit (NUP) sebesar Rp359.403.346,00 (tiga ratus lima puluh sembilan juta empat ratus tiga ribu tiga ratus empat puluh enam rupiah)

Pada beberapa Satker masih terdapat perbedaan data nilai perolehan dan nilai buku antara aplikasi E-Rekon&LK dan aplikasi SIMAK BMN berupa nilai perolehan dan nilai buku minus.

Terhadap hal ini sudah ditindaklanjuti dengan melakukan normalisasi pada aplikasi SIMAK BMN, hasil dalam history sudah tidak terdapat nilai perolehan dan nilai buku minus, akan tetapi terbaca minus pada aplikasi e-Rekon&LK.

Hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan Direktorat Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan (SITP) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan untuk perbaikan update aplikasi.

Rincian terlampir. (Lampiran 31) 9. Penatausahaan dan Pengelolaan BMN

a. BMN dalam sengketa/perkara/bermasalah 1) Kanwil BPN Provinsi Sumatera Selatan

Identifikasi masalah

Terdapat Aset yang dikuasai pihak ketiga berupa tanah dan bangunan milik Satker Kanwil BPN Provinsi Sumatera Selatan yang terletak di Jl. Letnan Hadin Nomor 1777 Kel. 20 Ilir Kec. Ilir Timur I Palembang seluas 423 m2. saat ini tanah tersebut telah terbit Sertipikat HM no.937 atas nama pihakyang menguasai fisik

Tindak lanjut

Kantah Kota Palembang telah melakukan pemblokiran atas sertipikat sertipikat tersebut atas usulan Kanwil BPN Provinsi Sumatera Selatan.

Saat ini BPN Provinsi Sumatera Sepatan telah meminta petunjuk penyelesaian permasalahan tersebut ke Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN c.q. Kepala Biro Keuangan dan BMN.

Biro Keuangan dan BMN sedang mempelajari dan menelaah kasus diatas.

2) Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat

a) Tanah seluas 479 m2 dan bangunan yang terletak di Jl. Naripan No. 23 Kota Bandung

Identifikasi masalah

Terdapat sebidang tanah seluas 479 m2 dan bangunan yang terletak di Jl.Naripan No. 23 Kota Bandung yang merupakan aset Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat yang sudah tercatat dalam SIMAK BMN tetapi belum ada tanda bukti hak atau sertipikat karena secara fisik aset tersebut dikuasai oleh keluarga pensiunan BPN.

Tindak lanjut

Sudah dilakukan mediasi dan musyawarah tetapi tidak ada kesepakatan dan keluarga menguasai aset tersebut, dan sudah terbit Sertipikat tanah nya yaitu SHP nomor 00020/braga atas nama Pemerintah Republik Indonesia C.q Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional.

Walaupun proses mediasi dan musyawarah yang telah dilakukan masih belum menemukan kesepakatan, namun langkah ini masih kami tempuh.

b) Tanah seluas 176 m2 dan dan bangunan yang terletak di Kelurahan Malabar Kecamatan Lengkong Bandung

Identifikasi masalah

Terdapat aset berupa tanah dan bangunan dengan kondisi rusak berat seluas 176 m2 dan sudah tercatat dalam SIMAK BMN dengan Sertipikat Hak Pakai No.5 Kelurahan Malabar Kecamatan Lengkong Bandung, tetapi fisiknya dikuasai oleh pihak lain.

Tindak lanjut

Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat telah mengambil langkah-langkah secara persuasif dengan mendatangi keluarga yang menguasai aset tersebut dan meminta untuk mengosongkan serta menerbitkan surat permintaan pengosongan dan memasang plang yang menyatakan bahwa tanah dan bangunan tersebut merupakan aset Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat.

3) Kantor Pertanahan Kabupaten Badung Identifikasi masalah

Terdapat tanah milik Kantor Pertanahan Kabupaten Badung seluas 230.450 m2 terletak di Ungasan, pada tanggal pelaporan sedang dalam rangka pengamanan BMN tersebut dan prosesnya masih berjalan di pengadilan.

Tindak lanjut

Menunggu hasil keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

4) Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara Identifikasi masalah

Terdapat Barang Milik Negara dalam sengketa berupa tanah yang terletak di Jl. KL. Yos Sudarso dengan Sertipikat Hak Pakai No. 73.

Tindak lanjut

Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional menyurati Menteri Keuangan Republik Indonesia c.q. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dengan Nomor KU.04.02/1954-100/X/2019 hal Pengajuan Gugatan Berlawanan Atas Putusan Pengadilan yang Sudah Berkekuatan Hukum Tetap, menyampaikan permohonan kepada Kementerian Keuangan untuk dilakukan gugatan perlawanan atas tanah dimaksud dengan melampirkan bahan pertimbangan berupa Kronologi Kasus Tanah beserta salinan keputusan-keputusan pengadilan terkait kasus tersebut.

5) Kantor Pertanahan Kabupaten Majene Identifikasi masalah

Pada Tahun 1993 Kantor Pertanahan Majene mendapat hibah tanah dari Pemerintah Kabupaten Majene dengan luas 5.400 m2 di Kelurahan Tande Timur (sebelumnya kelurahan Labuang) Kecamatan Banggae Timur, dan sampai saat ini lokasi tersebut digunakan untuk operasional perkantoran dengan bukti kepemilikan Sertipikat Hak Pakai Nomor: 00003/Tande Timur tanggal 08 Februari 2017 NIB:

31.04.05.07.00334 dan Surat Ukur Nomor: 334/Tande Timur/2017 tanggal 08 Februari 2017 seluas 5.400 m2 (sebelumnya Hak Pakai Nomor 76/Labuang tanggal 18 Juni 1993 dan Surat Ukur Nomor 18/1993 tanggal 29 Mei 1993 NIB. 31.04.05.01.00748) tercatat atas nama Pemerintah Republik Indonesia c.q. Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia yang digunakan untuk Kantor Pertanahan Kabupaten Majene. Lokasi Kantor Pertanahan Kabupaten Majene saat ini diklaim oleh oknum atau pihak ketiga.

Tindak lanjut

a) Kantor Pertanahan Kabupaten Majene akan melakukan gugatan terhadap oknum-oknum ahli waris Sdr Rahmadi yang selama ini mengaku sebagai pemilik atas tanah yang dijdikan lokasi kantor, sehingga mendapat jaminan Kepastian Hukum terhadap subjek kepemilikan yang sah. Pada saat ini sedang dilakukan pengumpulan dokumen indentitas ahli waris untuk dijadikan dasar gugatan ke pengadilan.

b) Disamping itu Kantor Pertanahan Kabupaten Majene Mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Majene untuk menghibahkan tanah milik pemerintah daerah ataupun menganggarkan anggaran pengadaan tanah untuk selanjutnya dijadikan lokasi Kantor Pertanahan yang baru. Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Majene bersedia menghibahkan tanah seluas 4.777 m2 kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Majene sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah Nomor 030/1120/2020 tanggal 22 Oktober 2020 dan telah didaftarkan berkas tersebut untuk proses penerbitan sertipikat dengan Nomor 15590/2020 tanggal 23 Desember 2020.

6) Kantor Pertanahan Kabupaten Timor Tengah Selatan Identifikasi masalah

Terdapat Tanah bangunan milik Kantor Pertanahan Kab.Timor Tengah Selatan yang sudah tercatat dalam SIMAK-BMN, seluas 10.000 m2 terletak di Kelurahan Cendana Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sertipikat Hak Pakai Nomor 11/Cendana/2010 atas nama Pemerintah Republik Indonesia c.q.

Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia.

Diterbitkan berdasarkan SK Kakanwil BPN Provinsi NTT Nomor:

530.2/63/29/TTS tanggal 11-04-1990, merupakan tanah kapling hasil tukar guling kawasan kehutanan yang diberikan oleh Bupati Piet A.Tallo selaku perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan kepada Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tahun 2009, ada yang membangun di tanah tersebut, dengan pengakuan membeli dari keluarga Selan, kemudian terhenti pembangunannya karena yang bersangkutan meninggal, sekitar tahun 2019, kembali lagi membangun pondasi pada tanah tersebut oleh Alfred Selan, dengan pengakuan bahwa tanah tersebut adalah tanah ulayat dari nenek moyang.

Tindak anjut

Sudah dilakukan upaya pengamanan tapi dicegah oleh beberapa orang yang mengaku keluarga Selan, kemudian kejadian penyerobotan tanah tersebut di laporkan ke Polres Kabupaten TTS dan dilaksanakan investigasi tanah, dilanjutkan dengan Mediasi tanggal 20 November 2019, Keluarga meminta untuk dibagi atau diberikan ganti rugi, tanggapan Kepala Kantor jika Keluarga merasa memiliki tanah tersebut, maka yang bersangkutan ajukan gugatan ke Pengadilan.

7) Kantor Pertanahan Kabupaten Ngada Identifikasi masalah

Terdapat Tanah bangunan milik Kantor Pertanahan Kab. Ngada yang sudah tercatat dalam SIMAK-BMN, seluas 220 m2 terletak di Jl. Jln.

Rogamule, Kec. Bajawa, Kel. Kisanata,Kab. Ngada. Tahun 1976 ditunjuk oleh Bupati Kabupaten Ngada sebagai lokasi Kantor Pertanahan Kabupaten Ngada, kemudian tahun 1980, operasional kantor berpindah ke Kantor Baru, yang lama dijadikan mess Kantor.

Tahun 2000 diinput ke SIMAK-BMN saat itu masih dikuasai secara fisiknya, namun secara dokumen belum ada. Tahun 2004 pada saat mau proses sertipikat, ada klaim dari pihak lain, ketika di konfirmasi ke Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada juga tidak memiliki bukti kepemilikan

Tindak lanjut

Kantor Pertanahan Kabupaten Ngada sudah bersurat ke Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang dengan nomor up.03.02/398-53.100/VII/2019 tanggal 15 Juli 2019.

8) Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk Identifikasi masalah

Terdapat BMN berupa Tanah dan Bangunan Rumah Negara Golongan I yang terletak di Jl. Diponegoro No. 71 Nganjuk yang sudah bersertipikat Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia ditempati dan dikuasi oleh Hendro Yoeswoyo pensiunan pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk.

Tindak lanjut

Atas Tanah dan Bangunan Rumah Negara Golongan I yang disengketakan sudah diserahkan oleh Hendro Yoeswoyo ke Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk melalui Kejaksaan Negeri Nganjuk dan sudah dilakukan penetapan status serta sudah bersertipikat A.n.

Pemerintah RI c.q. Kementerian ATR/BPN.

9) Kantor Pertanahan Kota Surabaya II Identifikasi masalah

Terdapat BMN berupa tanah yang terletak di Jl. Tunjungan No. 80 surabaya Sertipikat Hak Pakai Nomor 13/Kel. Genteng merupakan obyek yang berperkara yang digugat oleh Tjipto Chandra dan Kantor Pertanahan Kota Surabaya II telah dinyatakan pihak yang kalah berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Tindak lanjut

Sudah dikoordinasikan dengan KPKNL Surabaya I dengan hasil sebagai tindak lanjut upaya PMK 224 Tahun 2021, Pasal 22 ayat 5,point c dan d untuk dilaksanakan penghapusan.

(untuk sementara Kuasa Pengguna Barang masih menunggu hasil upaya KPKNL Surabaya I sebagai Pengelola Barang).

10) Kantor Pertanahan Kota Makassar Identifikasi masalah

Tedapat kepemilikan sebagian bidang tanah milik Kantor Pertanahan Kota Makassar yang terletak di Jl. AP. Pettarani, Kel. Rappocini, Kota Makassar yang telah terjadi klaim sepihak oleh Universitas Negeri Makassar.

Tindak lanjut

Terhadap hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan KPKNL Makassar untuk penyelesaiannya.

11) Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan

a) Pa'jenekang, Kota Makassar Identifikasi masalah

Tanah Seluas 2.780 m2 Status Sertipikat Hak Pakai Nomor 17 Tahun 1995 atas nama Badan Pertnahan Nasional, terletak di jalan Pa’jenekang, Kecamatan Bontoala, Kelurahan Gaddong, Kota

Makassar, telah dihuni dan dikuasai oleh masyarakat.

Tindak lanjut

Tindak lanjut yang telah dilakukan berupa upaya untuk melakukan pendekatan dengan musyawarah.

b) Al Markaz Al Islami, Kota Makassar Identifikasi masalah

Tanah Seluas 10.000 m2 status Sertipikat Hak Pakai Nomor 6 terletak di Al Markaz Al islami, kelurahan Lembo, Kota Makassar, telah dihuni dan dikuasai oleh masyarakat.

Tindak lanjut

Tindak lanjut yang telah dilakukan dengan berupaya untuk bermusyawarah namun pihak masyarakat menolak dan menyuruh kami untuk segera meninggalkan lokasi.

c) Galangan Kapal, Kota Makassar Identifikasi masalah

Tanah seluas 41.135 m2 status Sertipikat Hak Pakai No.48 atas nama Pemerintah RI cq. Badan Pertanahan Nasional, terletak di Jl.

Galangan Kapal, Kecamatan Tallo, Kota Makasar, telah dihuni dan dikuasai oleh masyarakat.

Tindak lanjut

Dalam rangka penyelesaian masalah terkait pelaksanaan Penatausahaan BMN pada K/L. langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan Dalam rangka pengamanan asset berupa tanah sebagaimana tersebut di atas telah dilakukan upaya pemblokiran terhadap sertipikat aset-aset tersebut.

d) Urip Sumoharjo, Kota Makassar Identifikasi masalah

Kepemilikan Tanah seluas 7000 m2 status Sertipikat Hak Pakai No.148/Panaikang atas nama Pemerintah RI cq. Badan Pertanahan Nasional berkedudukan di Jakarta, diuraikan Urip Sumiharjo, Kelurahan Karangpuan (dahulu Panaikang), Kecamatan Panakukkang, Kota Makasar yang digugat oleh H.M. Rais SUMANG

Tindak lanjut

Berdasarkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Makasar sampai pada tingkat Mahkamah Agung RI, BPN dinyatakan kalah, sesuai dengan putusan MA No.713/K/Pdt/2005 Dikuasai oleh H.M. Rais SUMANG sebagai pihak yang menang di Mahkamah Agung. Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan telah mengajukan persetujuan penghapusan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

b.

Penggunaan BMN

Terdapat aset tanah Kantor Pertanahan Kab. Purwakarta seluas 5.000 m2 sertipikat Hak Pakai No. 13/Sindangkasih yang terletak di Blok Purnawarman Kelurahan Sindangkasih Kec. Purwakarta a.n. Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, yang lahannya dipergunakan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Purwakarta sebagai Bangunan Wisma Atlet oleh KONI Pemda Kab. Purwakarta. Kantor Pertanahan Kab. Purwakarta telah bersurat ke Bupati Purwakarta tanggal 12 Maret 2015 Nomor: 063/2.32.14/III/2015 perihal permohonan tanah pengganti aset milik Kantor Pertanahan Kabupaten Purwakarta yang dipakai Wisma Atlet. Saat ini belum ada penyelesaian atas permasalahan tersebut.

c.

Topik/Permasalahan Lain

1. Permasalahan pengelolaan BMN

a) Terdapat sewa Tanah dan Bangunan pada Kantor Pusat untuk kantor kas PT BRI Persero (Tbk) berakhir tanggal 21 Desember 2020, per 31 Desember 2020 proses perpanjangan belum dapat dilakukan karena persetujuan dari KPKNL Jakarta III belum terbit.

Usulan perpanjangan telah disampaikan melalui surat Nomor KU.04.02/1189-100.3/VII/2020 tanggal 23 Juli 2020 dan surat

Usulan perpanjangan telah disampaikan melalui surat Nomor KU.04.02/1189-100.3/VII/2020 tanggal 23 Juli 2020 dan surat

Dalam dokumen Melayani, Profesional, Terpercaya (Halaman 69-0)

Dokumen terkait