Peralatan proses adalah seperangkat alat yang berfungsi sebagai tempat terjadinya reaksi baik kimia maupun fisika dalam kondisi tertentu. Berdasarkan prosesnya, peralatan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :
Peralatan untuk mengangkut
Peralatan untuk tempat terjadinya reaksi
Peralatan untuk persiapan dan penanganan akhir produk.
Adapun peralatan proses yang terdapat di PT. Indo-Bharat Rayon adalah sebagai berikut : Viscose Departement
Berikut ini merupakan alat-alat proses dan spesifikasi alat yang digunakan pada Viscose Departement, dapat dilihat pada tabel.
Tabel 4.1. Alat proses pada viscose departement
No. Nama Alat Fungsi alat Keterangan dan
Spesifikasi
1 Pulp feeder
Membawa dan mengatur laju alir pulp yang masuk kedalam slurry mixer Jumlah : 3 buah Kapasitas : 500 kg ( pulp/batch ) Spesifikasi : - 2 Slurry mixer
Tempat terbentuknya slurry yang berasal dari campuran pulp dan NaOH dengan konsentrasi 17,8 – 17,9 %
Jumlah : 3 buah
Waktu tinggal : 6 – 7 menit Temperatur operasi : 52oC Tekanan operasi : 1 atm Spesifikasi : -
3 Homogenizer tank
Menampung slurry yang berasal dari slurry mixer dan ditambahkan dengan katalis MnSO4 sebanyak 2050 cc/batch
Jumlah 1 buah
Kec. Putaran impeller : 40 ppm Kapasitas : 50 m3 Temperatur slurry : 52 oC Spesifikasi : Cylinder heigh : 4000 mm Inside diameter : 3200 mm Cylinder volume = zero level : 2,021 m3
Total volume : 42,234 m3
4 Slurry press
Memisahkan alkcell yang ada didalam slurry dengan larutan NaOH ( <18,0%) Jumlah : 10 buah Spesifikasi : Dimension : 2200 mm Width : 1200 mm Cross section Area : 2,57 m2 Height : 1500 mm Total volume : 3,81 m3 5 Maturing Drum
Maturing drum berfungsi untuk menurunkan dengan derajat polimerisasi alkcell dari 900 – 1000 menjadi 200 – 300
Jumlah : 5 buah
Temperatur operasi : 43 – 45oC
Temperatur jaket : 6 – 8 oC Tekanan operasi : 53,7 kPa
6 Silo
Tempat menampung akcell sebelum masuk kedalam churn (xantator) dan sebagai alat timbangan.
Jumlah : 4 buah Kapasitas : 10,5 ton
Waktu pengisian : 50 menit Spesifikasi :-
7 Churn
/Xanthator
Tempat bereaksinya alkcell dengan CS2 dan NaOH menjadi larutan viscose dengan metode vakum
Jumlah : 4 buah Waktu operasi : 112,02 menit
Temperatur operasi : 19 – 30oC
Temperatur jaket : 6 – 8oC
8 Dissolving tank
Untuk menghomogenkn larutan alkali xanthat yang berasal dari churn
Jumlah : 4 buah Level : 85,5 %
Waktu operasi : 3300 sekon Spesifikasi :
Total heigh : 4432 mm Inside diameter : 4500 mm Total volume : 60,7875 m3
9 Blender tank
Menghomogenkan larutan viscose yang keluar dari dissolver room yang kemungkinan masih terdapat gumpalan gumpalan Jumlah : 3 buah Level : 55 – 56 % Volume : 60 m3 10 Receiving tank
Menghomogenkan larutan viscose yang keluar dari blender tank yang kemungkinan masih terdapat gumpalan gumpalan Jumlah : 8 buah Spesifikasi : Cylinder heigh : 3200 mm Inside diameter : 4700 mm Cylinder volume :55,490 m3 Cone volume = Zero level : 7,214 m3
11 Filter
Untuk memisahkan gumpalan-gumpalan yang masih terdapat didalam larutan viscose.tahap filtrasi yang digunakan dalam proses ini ada dua tahap.
Spesifikasi : Fisrt filter
Ukuran : 25 mikron Second filter Ukuran : 20 mikron
12 P2 tank
Untuk menyimpan larutan viscose sebelum masuk ke intermediate tank
Spesifikasi:
Inside diameter : 1000 mm Total Height : 1970 ,, Total volume : 1,4356 m3
13 Reject tank Untuk menampung residu yang
tidak lolos dari saringan
Spesifikasi :
Cylinder height : 2700 mm Inside diameter : 3600 mm Cylinder volume :27,469 m3 Cone volume =zero level : 3,7515 m3
Total volume : 31,234 m3 Cross sectional area: 10173600 mm2
14 GCF reject
tank
Untuk menyaring larutan viscose yang berasal dari reject tank A dan reject tank B
Spesifikasi:
Cylinder height : 1800 mm Inside diameter : 2500 mm Cylinder volume :8,831 m3 Cone volume =zero level : 1,226 m3
Total volume : 10,057 m3 Cross sectional area: 49066250 mm2
15 Intermediate
tank
Untuk menampung larutan viscose yang lolos dari filter yang akan dialirkan ke spinning departement
Spesifikasi:
Cylinder height : 1800 mm Inside diameter : 2500 mm Cylinder volume :8,831 m3 Cone volume =zero level : 1,226 m3
Cross sectional area: 49066250 mm2
16 PLOF tank
Tempat terjadinya pengendapan pengotor yang berasal dari over flow step lye
Spesifikasi:
Cylinder height : 3000 mm Inside diameter : 4000 mm Cylinder volume :28,274 m3 Cone volume =zero level : 1,812 m3
Total volume : 30,087 m3 Cross sectional area: 7068583 mm2
17 Strong lye
tank
Tempat penampungan kaustik yang disirkulasikan. Terdapat 3 jenis strong lye Spesifikasi : Height : 1800 mm Total volume : 5,75 m3 Inside diameter : 2700 mm Total lenght : 5700 mm Total volume : 30,483 m3 18 Settler tank
Untuk mengendapkan pengotor-pengotor yang terbawa oleh larutan NaOH terutama kandungan Fe
Waktu tinggal : 72 jam Spesifikasi :
Cylinder height : 6000 mm Inside diameter : 4300 mm Cylinder volume : 87,132 m3
Cone volume = zero level : 9,416 m3
Total volume : 96,548 m3
19 Soft water
tank
Tempat penyimpanan air proses yang sebelumnya telah dihilangkan kandungan mineralnya. Spesifikasi : Lenght : 2200 mm Widht :1200 mm Cross section : Area : 2,57 m2
Height : 1500 mm Total volume : 3,82 m3
Spinning Departement
Berikut ini merupakan alat-alat proses dan spesifikasi alat yang digunakan pada Spinning Departement, dapat dilihat pada tabel.
Tabel 4.2 . Alat proses pada Spinning departement
No
. Nama Alat Fungsi alat
Keterangan dan Spesifikasi
1 Homogenizer
Untuk menghomogenkan kembali larutan viscose yang telah mengalami proses pendistribusian dari viscose departement. Homogenizer juga berfungsi untuk mencampurkan zat addictive dengan larutan viscose
Jumlah : 2 buah Spesifikasi : -
2 Injection
pump
Untuk mempompakan larutan zat adiktif ke homogenizer untuk dicampurkan dengan larutan viscose
-
3 Stock tank
Untuk menampung larutan zat adiktif sebelum dicampur dengan larutan viscose
Jumlah : 3 buah ( untuk zat adiktif yang berbeda )
4 Filter
Untuk menyaring kotoran yang mungkin terdapat di zat
Selain itu juga berfungsi untuk menyaring gumpalan zat addictive yang itdak tercampur sempurna dengan larutan viscose
5 Spinning
machine
Mereaksikan larutan viscose dengan larutan spinbath menjadi filamen Jumlah : 5 buah Temperatur operasi : 48 – 50oC Spesifikasi : Kapasitas : 95 TPD Dimensi: Lenght : 20/30 m Widht : 470 mm Depth : 950 mm
6 spinniret Merupakan lubang tempat
keluarnya larutan viscose
Jumlah lubang pada masing-masing mesin: Mesin 1 : 28000 Laju alir : 25 m3/h Mesin 2 : 39000 Laju alir : 30 m3/h Mesin 3 : 49000 Laju alir : 34 m3/h 7 Penta roller
Untuk menarik tow yang telah terbentuk di spinning machine lalu diregangkan
8 Cutting
machine
Memotong tow menjadi staple dengan ukurna sesuai
permintaan konsumen
Jumlah : 5 buah Waktu operasi : 6 jam Kemiringan blade : 120o
9 Bak recovery
throught
Memisahkan CS2 yang ada didalam staple fiber rayon, uap CS2 yang telah terspisah lalu
Tekanan operasi : 1 – 1,5 kg/cm2
dikondensasikan dengan 3 kondenser
10 Bak after
treatment
Mencuci/Membersihkan staple fiber rayon dari bahan kimia berbahaya, memutihkan staple fiber rayon, dan memberi oil pada staple fiber rayon, Pencucian fiber di after treatment ini secara bertahap yaitu :
a). Fisrt wash
fungsi : untuk menghilangkan cairan spinbath ( koagulan berupa asam) yang terkandung dalam mat. Pencucian mat dilakukan dengan air. b). Disulp wash
fungsi: untuk menghilangkan sulphur yang masih terbawa selama proses
c). Free bleach washing
fungsi : untuk memutihkan mat menggunakan NaOCl 13 %
d). Final wash
fungsi : untuk membersihkan pengotor- pengotor yanng masih terdapat didalam mat.
e). soft finish
Suhu air proses : 70 – 80oC
Media desilphurising : NaOH 450 – 650 gr/liter Temperatur : 90oC Jenis pemutih : NaOCl 0,24 – 0,27 % untuk mesin 1,2,3 dan 6.
H2O2 untuk mesin 4 dan 5
Temperatur : 60oC
Media pencuci : soft water Temperatur : 50oC
fungsi : untuk melembutkan serat, menghilangkan gaya elektrostastik, dan juga menghilangkan ion logam dengan menggunakan GA, MGR, acetic acid, dan anti-foam
Media pencuci : honol MGR dan GA
Suhu operasi : 55 – 60 oC pH : 5,8 – 6,2
11 Dryer Mengurangi kadar air pada serat
hingga kadar 9 – 13%
Terdapat 8 zona drying diantaranya: Zona 1 : 120oC Laju alir : 30967 m3/h Zona 2 : 110oC Laju alir : 13780 m3/h Zona 3 : 110oC Laju alir : 10266 m3/h Zona 4 : 145oC Zona 5 : 145oC Zona 6 : 130oC Zona 7 : 120oC Zona 8 : 80oC Spesifikasi :
Tipe : Stacomolan Slate Kapasitas ; 100 kg
Kecepatan putar : 1410 rpm Lenght : 23 ft x (2x10) inchi Widht : 10 x ¼ inchi
Auxilliary Departement
Berikut ini merupakan alat-alat proses dan spesifikasi alat yang digunakan pada Auxilliary Departement, dapat dilihat pada tabel.
Tabel 4.3. Alat proses pada Auxilliary departement
No. Nama Alat Fungsi alat Keterangan dan
Spesifikasi
1 Spinbath top
tank
Menampung larutan spinthbath dari bottom tank setelah
melewati filter sebagai penyaring kotoran Jumlah : 6 buah Kapasitas : 65 m3 Dimensi : Lenght : 7230 mm Weight : 5600 mm Height : 2120 mm 2 Spinbath bottom tank
Menampung larutan spinbath dari spinning departement
Jumlah : 6 buah Kapsitas : 70 m3 Ketebalan : 6 mm
3 Evaporator
Untuk memisahkan air dari larutan spinbath dengan cara penguapan Jumlah : 13 buah MOC : alloy Kapasitas berdasarkan pompa sirkulasi : MSFE 1 : 240 m3/h MSFE 2 : 252 m3/h MSFE 3 : 250 m3/h MSFE 4 : 150 m3/h MSFE 5 : 240 m3/h MSFE 6 : 280 m3/h MSFE 7 : 260 m3/h MSFE 8,9,&10 : 200 m3/h MSFE 11 : 210 m3/h MSFE 12 & 13: 240 m3/h
Temperature dan tekanan operasi :
MSFE 1,4,5,10, & 11 : 170oC dan 6 bar MSFE 2,3,6,7,8,&9 : 165oC dan 6 bar MSFE 12 dan 13 : 170oC dan 3,5 bar
4 Sigri heater Tempat berlangsungnya awal
steam masuk sebagai pemanas
Jumlah : 13 buah Temperatur operasi : Steam masuk : 105 Steam keluar : 91oC
Kapsitas umpan : 150 m3/h untuk sigri besar (45 m3) Dan 60 – 70 m3/h untuk sigri kecil (15 m3)
5 Mixing
condenser
Memvakumkan vessel crytallizer dan menampung uap dari K1, K2, dan K3.
Jumlah : 1 buah
Tekanan operasi : vakum ( 0,8 -1 bar )
Suhu operasi : 45 oC
6 Heater
Condenser
Menampung uap air yang tidak terkondensasikan dan menjaga kestabilan vakum dalam sistem
Jumlah : 8 buah Tekanan : 80 bar Suhu Operasi : Inlet :30-320C Outlet : 420C 7 Crystalizer
Untuk mengambil larutan Na2SO4 yang terkandung dalam spin bath Jumlah : 4 buah Kapasitas : Mesin 1 : 300 m3/hr Mesin 2 : 340 m3/hr Mesin 3 : 55 m3/hr Mesin 4 : 55 m3/hr Material :alloy 20
Suhu Operasi : G. Utama K1 : 20 oC K2 : 17 oC K3 : 11-12 oC Gedung Baru K1 : 16 oC K2 : 14,2 oC K3 : 9,8 oC Tekanan : 68,7 bar 8 Rotary Vacum Filter
Untuk memisahkan glauber salt (Na2SO4.10H2O) dan mother liquor dari larutan spin bath
Jumlah : 4 buah (centrifuge 1 buah) pada gedung utama dan 6 buah pada gedung baru
Tekanan : 200 mmHg
9 Melting Tank
Untuk mencairkan dan mentralkan glauber salt yang delengkapi dengan pengaduk
MOC : SS304 Ukuran : (DxL) 60x2760 mm MOC : SS316 Kec. Pengaduk : 10/960 HP/rpm 10 Calcinator
Memisahkan air yang masih terkandung dalam glauber salt. Proses calcination menggunakan VDK. Parameter operasi pada setiap unit VDK, yaitu :
Jumlah : 3 plant pada geudng utama dan 2 buah pada gedung baru
BAB V
UTILITAS
Air BakuAir baku adalah air yang dibutuhkan dalam proses produksi maupun air untuk kebutuhan sehari-hari dilingkungan mess. Air baku ini diproses dan disediakan oleh seksi water treatment. Kebutuhan air di PT. Indo-Bharat Rayon diperoleh dari sungai citarum yang berada didekat pabrik. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh air baku proses industri dapat dilihat pada tabel 5.1.
Tabel 5.1. Persyaratan Air Baku
Parameter Konsentrasi
Ph 7-7,5
Alkalinitas <80
Turbuditas <20 NTU
Suspended Solid (SS) Berbanding lurus dengan turbuditas
Konduktivitas Tidak terlalu berpengaruh
Kesadahan <20
Air baku yang telah di proses dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu: Hard Water
Hard water adalah air hassil pengolahan air baku yang tidak mengalami proses sofening. Air ini digunakan untuk proses di berbagai departement. Selain itu, air jenis ini digunakan untuk kebutuhan karyawan yang tinggal di mess. Air jenis hard water ini harus memenuhi persyaratan seperti pada Tabel 5.2.
Tabel 5.2. Persyaratan Air Jenis Hard Water Parameter Konsentrasi pH 7-7,5 Gas Klorin (Cl2) <0,2-0,5 ppm Turbiditas <3 NTU Kesadahan <80 ppm Soft Water
Soft water adalah air hasil pengolahan air baku yang sebelumnya telah mengalami proses softening. Air ini digunakan untuk keperluan proses di departement-departement seperti departement-departement viscose, spinning, auxillary dan ancillary. Air jenis soft water ini harus memenuhi persyaratan seperti pada tabel 5.3.
Tabel 5.3. Persyaratan Air Jenis Soft Water
Parameter Konsentrasi
pH 7-7,5
Turbiditas <1 NTU
Kesadahan 2-4 ppm
Air baku yang digunakan berasal dari sungai Citarum yang memiliki kesadahan 75 ppm dan tingkat kekeruhan 20 NTU. Air ini kemudian dipompakan kedalam clariffoculator setelah melewati screen yang berguna untuk menyaring sampah dan kotoran yang terdapat dalam air baku. Jumlah clarifffoculator yang digunakan adalah 5 buah. Didalam clariffoculator terrjadi pengendapan kotoran. Selain itu ditambahkan juga Poly Alummunium Chloride (PAC) dan polimer anionic yang berfungsi sebagai flokulat untuk membantu terbentuknya flok-flok agar flok tersebut mengendap. Waktu tinggal didalam clariffoculator pada musim kemarau selama 1,5 jam, sedangkan pada musim hujan <5 jam. Flok-flok yang mengendap dibagian dasar clariffoculator akan
membentuk slurry, slurry ini akan dibuang selama 30 menit sekali (blow down). Slurry ini kemudian dibuang kedalam lagoom. Overflow dari clariffoculator dialirkan kedalam suction pondd dan section tank. Air dari masing-masing section sebagian dipompakan kedalam sand filter hard water untuk dilakukan penyaringan partikel-partikel yang belum terendapkan. Media filter dari sand filter ini berupa pasir dan antrasit. Kemudian dari sand filter ini dialirkan ke hard water dan dilakukan penambahan gas Chlorine (Cl2) yang berfungsi sebagai desinfektan. Hard water ini dapat digunakan untuk kebutuhan proses produksi dan kebutuhan rumah tangga di mess karyawan.
Sebagian lagi air dari sucton pond dan suction tank dialirkan ke sand filter soft water. Sand filter ini memiliki fungsi yang sama dengan sand filter hard water. Setelah disaring, air dialirkan ke softener. Softener yang digunakan merupakan resin penukar ion yang berfungsi untuk menurunkan tingkat kesadahan air. Proses softening dilakukan dalam unggun resin penukar kation dengan menggunakan sodium zeolit. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
Ca2+ + Na2R CaR + 2Na+ Mg2+ + Na2R MgR + 2Na+
Suatu saat resin penukar kation ini akan mengalami kondisi jenuh. Maka untuk mengetahui tingkat kejenuhannya dilakukan pemeriksaan setiap jam pada ressin tersebut. Apabila resin tersebut telah jenuh, maka perlu dilakukan regenerasi. Regeneran yang digunakan adalah NaCl 10%. Tahap-tahap regenerasi adalah sebagai berikut:
Backwash selama 45 menit
Charging selama 20 menit dengan penambahan NaCl 10-40 Kg
Rinsing selama 45 menit menggunakan air untuk menghilangkan sisa larutan NaCl
CaR + NaCl CaCl2 + Na2R MgR + 2NaCl MgCl + Na2R
Parameter yang harus diperhatikan dalam pengolahan air di water treatment dapat dilihat pada tabel 5.4.
Tabel 5.4. parameter dalam pengolahan air di water treatment
Parameter Konsentrasi Fe <0,2 Cl <10 SiO2 <25 Suspended Solid <60 COD <20 BOD <10
Air Pendingin dan Chiller
Chidiller berfungsi menyediakan air pendingin yang digunakan untuk kebutuhan proses produksi. Chilled water digunakan pada jaket maturing drum, jaket dissolver, air pendingin pada heat exchanger, air pencuci untuk pendingin di ripening room, CS2 recovery di spinning departement dan dipendingin ruangan.
Proses terbentuknya chilled water ini adalah air dialirkan ke dinding luar pipa pemindah panas, air ini mengalami penguapan pada suhu 6-80C dikarenakan bejana memiliki tekanan 5-6 mmHg dan akibat adanya pengambilan uap panas dari air yang mengalir di pipa pemindah panas (refrigerant) saat uap refrigerant diserap oleh absorben bejana dijaga pada kondisi vakum. Sebaliknya air temperatur 6-80C karena panas yang setara dengan panas penguapan diambil oleh cairan refrigerant.
Absorben yang digunakan di PT. Indo-Bharat Rayon terdiri dari 3 jenis, yaitu absorben gas freon, absorben LiBR, dan absorben ammonia. Absorben yang telah jenuh
konsentrasinya menjadi rendah dan daya absorbsinya menurun. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha untuk mengembalikan absorben ke keadaan awal, yaitu dengan cara: Untuk absorben LiBR dilakukan pemanasan menggunakan gas burner yang
menyebabkan absorben menguap dan uapnya didinginkan dengan cara raw water 270C didalam condenser sehingga temperatur raw water menjadi 31-330C. Lalu refrigerant dialirkan kembali ke dalam vessel. LiBR yang telah menyerap uap refrigerant mengalami penurunan konsentrasi menjadi 85% tetapi setelah dilakukan pemanasan dan pemisahan dari refrigerant konsentrasinya naik menjadi 64%.
Untuk absorben gas freon dilakukan dengan pendingin absorben menggunakan raw
water 270C didalam kondenser yang mengakibatkan uap refrigeran mencair dan dapat
digunakan sebagai refrigeran.
Boiler Departement
Boiler Departement berfungsi sebagai supplier steam yang sangat dibutuhkan agar proses produksi tetap berlangsung. Bahan bakar boiler berasal dari batu bara dan juga berasal dari minyak bakar ( residu ). PT. Indo-Bharat Rayon menggunakan 2 jenis Boiler, yaitu :
Water Tube Boiler
Pada boiler jenis ini , air mengalir didalam tube sedangkan flue gas dialirkan melalui shell. Air yang telah mengalami pemanasan mengalir melalui tube-tube. Fire Tube Boiler
Pada boiler jenis ini, air mengalir dalam shell dan gas panas mengalir dalam tube. Jenis steam yang dihasilkan pada fire tube boiler ini adalah steam jenuh (saturated steam) bertekanan rendah.
Denim plant adalah bagian dari boiler departement. Denim plant bertugas untuk menyediakan air umpan boiler.
Raw Water
Air baku dari Water Treatment Departement, air ini telah mengalami pengolahan dengan proses filtrasi menggunakan sand filter.
Activated Carbon Filter (ACF)
Acf berfungsi untuk mengurangi kekeruhan dan bau pada air. PT. Indo-Bharat Rayon memiliki 2 buah tangki ACF dengan kapsitas masing-masing 115 m3. Tangki ACF ini berisi karbon yang berbentuk granula, memiliki ukuran 5 mm dan berfungsi untuk mengikat kotoran-kotoran yang terdapat pada air baku. ACF ini digunakan untuk menurunkan turbiditas hingga 2 NTU dan Menurunkan suspended solid hingga 0,4 mg/L. Tangki ACF sekali beroperasi selama 20 jam. Setelah itu karbon harus diregenerasi yang meliputi proses-proses sebagai berikut:
Back wash selama 25 menit
Back wash dilakukan dari bawah tangki sehingga kotoran-kotoran dapat terangkat. Laju alirnya sebesar 65 m3/jam.
Media settle selama 3 menit
Kotoran – kotoran yang terapung diendapkan lebih dulu sebelum dilakukan regenerasi.
Rinsing selama 5 menit
Setelah diendapkan, dilakukan pembilasan, kotoran – kotoran yang keluar dialirkan ke effluent untuk mengalami proses water treatment. Lajunya sebesar 100 m3/jam.
Terdapat 4 buah tangki SAC, masing – masing tangki memiliki kapsitas 50 m3. Di dalam tangki SAC ini terjadi proses penyaringan air menggunakan resin kation. Proses regenerasi untuk SAC ini menggunakan larutan HCl 33 % yang ditamabah air, sehingga konsentrasi HCl menjadi 4 %. Prose regenerasi tersebut meliputi tahap – tahap berikut:
Back wash selama 10 menit. Laju alir sebesar 25 m3/jam.
Media settle selama 3 menit, untuk mengendapkan kotoran – kotoran yang terapung.
Middle collector (MC) Flush selama 10 menit
Preinjection selama 10 menit, merupakan persiapan sebelum injeksi HCl. Injection, dilakukan penambahan HCl selama 35 menit dengan laju alir
sebesar 14 m3/jam.
Slow Rinse selama 30 menit. Proses slow rinse sama dengan preinjection dan injection, namun yang masuk hanya denim water saja, tanpa larutan HCL. Fast Rinse selama 20 menit, air yang digunakan untuk membilas adalah air
yang berasal dari ACF dengan laju alir 50 m3/jam. degasser tank
Air yang melewati SAC kemudian dialirkan menuju degasser tank. Namun sebelumnya air dilewatkan ke degasser tower, untuk kemudian ditiup oleh blower yang terdapat pada digasser tower. Hal ini dimaksudkan untuk membuang gas CO2. Di dalam digasser tower terdapat pall ring yang terbuat dari bahan plastik. Pall ring ini berfungsi untuk memperluas bidang kontak antara udara dan air. Selain it juga untuk menyaring kotoran. Pall ring di isi hingga ½ tangki digasser tower. Ukuran digasser tower adalah diameternya 1,34 m dan tinggi 2,2 m. Selanjutnya air yang telah bebas CO2 dialirkan ke digasser tank.
Weak Base Anion-Strong Base Anion (WBA-SBA)
Dari digasser tank, air dialirkan ke WBA dan SBA untuk mengalami proses penyaringan menggunakan mesin anion. Regenerasi resin ini menggunkaan larutan NaOH 28 % yang ditambahkan air sehingga konsentrasinya menjadi 4 %. Proses regenerasi adalah sebagai berikut:
Back Wash WBA selama 5 menit dengan laju alir 10 m3/jam. Back Wash SBA selama 5 menit
MC Flush SBA selama 5 menit, proses ini sama dengan SAC, hanya saja pada saat preinjection, air diperoleh dari denim tank dan down flow dari degasser tank. Outlet dari SBA dialirkan ke WBA dan kemudian dibuang.
Preinjection selama 10 menit Injection selama 35 menit
Dilakukan injeksi larutan NaOH masuk ke SBA, WBA kemudoan dilakukan drain.
Slow Rinse selama 60 menit
Fast Rinse selama 20 menit , dengan laju alir 50 m3/jam. Mixed Bed
Jenis resin yang dipakai sama dengan resin SAC dan SBA ( resin kationdan anion dalam satu bed ). Pada proses regenerasi digunakan HCL dan NaOH dengan perbandingan setiap kali regenerasi adalah 220 kg NaOH dan 205,33 Kg HCL. Tahap – tahap regenerasi sebagai berikut:
Back wash selama 10 menit Back wash selama 5 menit MC Flush selama 5 menit
Preinjection selama 10 menit
Injection selama 25 menit, NaOH dan HCl diinjeksikan secara bersama – sama .
Slow Rinse selama 40 menit Drain selama 1 menit Air mixing selama 10 menit Force settle selama 5 menit Filling selama 10 menit Fast Rinse selama 15 menit Denim Tank
Denim tank merupakan tangki untuk menampung air umpan boiler yang nantinya air ini akan dikirim kr power plant atau boiler departement. Untuk Boiler di power plant, pengolahan air umpan boiler dilakukan secara sempurna agar kandungan silika dalam air sedikit, karena apabila kandungan silika tinggi amak silika akan menempel pada tube Boiler.
Untuk boiler lama, proses pengolahan air umpan boiler cukup dilakukan sampai proses SBA dengan menggunakan CPU, prosenya adalah sebagai berikut: air yang masuk kedalam CPU merupakan air yang berasal dari SBA. Jenis resin yang digunakan dalam CPU adalah resin penukar anion dan kation. Sedangkan untuk meregenerasi resin digunakan HCL dan NaOH. Namun sebelum melewati CPU, air tersebut dilewatkan ke HE untuk pengkondisian suhu, kemudian air masuk ke AF CPU yang didalamnya berisi karbon. Dari AF CPU air masuk ke tangki penampung, lalu outlet dari AF CPU bergabung dengan outlet SBA dan akhirnya masuk ke CPU.
Jenis dan Kapasitas steam
Kebutuhan steam sangat berperan dalam proses sekaligus untuk pembangkit tenaga listrik didapat dari boiler departement dan power plant. Steam yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
Low Pressure Steam ( LP steam )
Merupakan steam bertekanan rendah . tekanannya sekitar 2,6 bar dengan temperatur 250 oC.
High Pressure Steam ( HP steam )
Merupakan steam bertekanan tinggi. Tekanannya sekitar 15,6 bar dengan temperatur