• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KP INDOBHARAT.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KP INDOBHARAT.docx"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Universitas
  • Mata Pelajaran: Teknik Kimia
  • Topik: Laporan KP Indo-Bharat Rayon
  • Tipe: laporan kerja praktek
  • Tahun: 2023
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Laporan ini membahas tentang PT. Indo-Bharat Rayon, sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 1980 dengan tujuan untuk memproduksi serat rayon di Indonesia. Latar belakang pendirian perusahaan ini terkait dengan kebutuhan industri tekstil yang terus meningkat, serta upaya untuk mengurangi ketergantungan pada impor serat. PT. Indo-Bharat Rayon menjadi pionir dalam produksi viscose rayon staple fiber di Indonesia dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian negara.

1.1 Latar Belakang

Pendirian PT. Indo-Bharat Rayon diprakarsai oleh pengusaha India, Agrawal, yang bekerja sama dengan pengusaha lokal, Harlan Bekti. Perusahaan ini didirikan dengan modal awal sebesar US $ 500 juta dan berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Dengan struktur kepemilikan saham yang terdiri dari 80% modal asing dan 20% modal dalam negeri, perusahaan ini berkomitmen untuk berkontribusi pada industri tekstil nasional.

1.2 Sejarah dan Perkembangan

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan serat kapas, PT. Indo-Bharat Rayon berfokus pada produksi serat sintetis seperti rayon. Produk ini memiliki sifat yang mirip dengan kapas dan lebih efisien dalam penyerapan air. Dengan keberhasilan memproduksi viscose rayon staple fiber, perusahaan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada impor tetapi juga menyelamatkan devisa negara.

1.3 Lokasi dan Struktur Organisasi

PT. Indo-Bharat Rayon terletak di Kabupaten Purwakarta, sekitar 100 km dari Jakarta. Struktur organisasi perusahaan mengikuti sistem manajemen Birla, dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan pengendalian mutu. Struktur organisasi ini mendukung efisiensi operasional dan komunikasi yang baik di antara departemen.

II. SPESIFIKASI BAHAN DAN PRODUK

Bagian ini menjelaskan bahan baku utama dan produk yang dihasilkan oleh PT. Indo-Bharat Rayon. Fokus utama adalah pada proses produksi viscose rayon, termasuk bahan baku yang digunakan serta spesifikasi teknisnya. Pulp kayu dan NaOH merupakan bahan baku utama yang digunakan dalam proses pembuatan rayon.

2.1 Bahan Baku Utama

Pulp kayu yang digunakan di PT. Indo-Bharat Rayon diimpor dari berbagai negara, termasuk Afrika dan Kanada. Pulp ini diolah menjadi alkali selulosa yang merupakan bahan dasar dalam produksi rayon. Selain itu, NaOH juga digunakan dalam proses ini untuk melarutkan selulosa. Spesifikasi teknis pulp dan NaOH sangat penting untuk memastikan kualitas produk akhir.

2.2 Produk Utama dan Sampingan

Produk utama dari departemen ini adalah staple fiber rayon, yang diproduksi dalam berbagai spesifikasi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Selain itu, produk sampingan seperti natrium sulfat juga dihasilkan selama proses produksi. Spesifikasi teknis dari staple fiber rayon mencakup parameter seperti denier, panjang staple, dan kekuatan tarik.

III. DESKRIPSI PROSES

Proses produksi di PT. Indo-Bharat Rayon dibagi menjadi beberapa tahap yang melibatkan berbagai departemen. Proses utama adalah pembuatan staple fiber rayon yang melibatkan departemen viscose dan spinning. Setiap tahap proses memiliki spesifikasi dan parameter yang harus dipatuhi untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi.

3.1 Proses Viscose

Departemen viscose bertanggung jawab untuk mengolah pulp kayu dan NaOH menjadi larutan viscose. Proses ini melibatkan beberapa unit, termasuk soda station dan slurry mixer, yang berfungsi untuk mencampur dan memisahkan bahan baku. Keberhasilan proses ini sangat bergantung pada pengendalian suhu dan konsentrasi larutan.

3.2 Proses Spinning

Setelah larutan viscose siap, proses selanjutnya adalah spinning, di mana larutan viscose diregenerasi menjadi filamen fiber. Proses ini melibatkan penggunaan larutan spinbath dan mesin spinning. Parameter seperti temperatur dan tekanan sangat penting untuk memastikan kualitas serat yang dihasilkan.

Gambar

Tabel 1.2. Jumlah karyawan berdasarkan jenjang pendidikan
Tabel 2.2. Spesifikasi teknis pulp
Tabel 2.3. Sifat fisika dan kimia NaOH
Tabel 2.4. Sifat fisika dan kimia CS 2
+7

Referensi

Dokumen terkait