• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. Prinsip – prinsip ekonomi gerakan dihubungkan dengan perancangan peralatan

a. Sejauh mungkin digunakan alat yang dapat digerakkan dengan kaki.

b. Peralatan sebaiknya dirancang supaya mempunyai lebih dari satu kegunaan, mudah dalam pemegangan dan penyimpanan

c. Beban yang didistribusikan pada jari harus sesuai dengan kekuatan masing – masing jari.

D. Studi Waktu

Studi waktu adalah bagian dari prosedur pengukuran kerja yang digunakan, dimana usaha manusia menjadi bagian dari aktivitas produktif dan beberapa prosedur yang digunakan untuk mengukur “human time” untuk beberapa konsep dari sebuah level standar dari suatu usaha (Mundel and Danner, 1994). Pengukuran kerja sendiri adalah sebuah ketentuan umum yang digunakan oleh banyak teknik sistematik dalam pengembangan koefisien numerik untuk mengubah pernyataan kuantitatif dari beban kerja menjadi sebuah pernyataan kuantitatif dari waktu yang dibutuhkan dalam penggunaan sumberdaya seperti mesin, manusia atau robot. Aspek studi waktu terdiri dari bermacam-macam prosedur untuk menentukan jumlah waktu yang diperlukan dan kondisi standar yang dapat diukur, yang meliputi tugas manusia, mesin atau kombinasi keduanya.

Pengukuran waktu ditujukan juga untuk mendapatkan waktu baku penyelesaian pekerjaan, yaitu waktu yang dibutuhkan secara wajar oleh seorang pekerja normal untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang dijalankan dalam sistem kerja terbaik. Peranan penentuan waktu bagi suatu pekerjaan sangat besar di dalam sistem produksi seperti untuk sistem upah perangsang, penjadwalan kerja dan mesin, pengaturan tata letak pabrik, penganggaran dan sebagainya (Sutalaksana, dkk., 2004).

Studi terhadap waktu dapat menunjukkan ukuran kerja, yang melibatkan teknik dalam penetapan waktu baku yang diijinkan untuk melakukan tugas yang telah diberikan berdasarkan ukuran suatu metode kerja dengan memperhatikan faktor kelelahan, pekerja dan kelambatan yang tidak dapat dihindarkan. Analisa studi waktu dapat menggunakan beberapa teknik untuk menetapkan sebuah standar yaitu dengan cara studi waktu menggunakan stopwatch, pengolahan data dengan menggunakan komputerisasi, data standar, dasar mengenai data gerakan, pengambilan contoh kerja, dan perhitungan berdasarkan masa lalu. Setiap teknik mempunyai penerapan tersendiri pada setiap kondisi, studi analisis waktu harus dapat diketahui ketika hal ini harus menggunakan teknik tertentu dan kemudian menggunakan teknik tersebut secara benar (Anggraini, 2006).

Standar waktu digunakan untuk menentukan tenaga kerja dan peralatan yang dibutuhkan; untuk membantu dalam pengembangan metode kerja yang efektif; untuk mengatur pekerja dalam melakukan pekerjaannya; untuk membantu dalam membandingkan performansi kerja dari suatu rencana yang sudah ditetapkan dengan beban kerja dan sumberdaya yang digunakan; dan untuk melaksanakan pengukuran produktivitas secara total (Mundel and Danner, 1994).

E. Peta Kerja

Menurut Wignjosoebroto (2003) peta kerja atau sering disebut dengan peta proses adalah suatu alat komunikasi yang sistematis dan logis guna menganalisa proses kerja dari tahap awal sampai akhir. Sedangkan menurut Sutalaksana, dkk. (2004) peta kerja adalah suatu alat yang menggambarkan kegiatan secara sistematis dan jelas (biasanya kerja produksi).

Tujuan dari teknik ini adalah untuk mengetahui operasi dari stasiun-stasiun kerja dan bagaimana untuk memperbaikinya (Meyers, 1992). Peta kerja akan merupakan alat yang baik untuk dipakai menganalisa suatu operasi kerja dengan tujuan mempermudah atau menyederhanakan proses kerja yang ada. Jika dilakukan studi yang seksama terhadap suatu peta kerja, maka usaha

untuk memperbaiki metoda kerja dari suatu proses produksi akan lebih mudah dilaksanakan. Perbaikan-perbaikan yang mungkin dilakukan anatara lain : 1. Menghilangkan aktivitas handling yang tidak efisien.

2. Mengurangi jarak perpindahan operasi kerja dari suatu elemen ke elemen yang lain.

3. Mengurangi waktu-waktu yang tidak produktif seperti waktu menunggu (delay).

4. Mengatur operasi kerja menurut langkah-langkah kerja yang lebih efektif dan efisien.

5. Menggabungkan suatu operasi kerja dengan operasi kerja yang lain bilamana mungkin.

6. Menemukan operasi kerja yang lebih efektif dengan maksud mempermudah pelaksanaan.

7. Menemukan mesin atau fasilitas-fasilitas produksi lainnya yang mampu bekerja lebih produktif.

8. Menunjukkan aktivitas-aktivitas inspeksi yang berlebihan.

Pada dasarnya peta-peta kerja yang ada sekarang bisa dibagi ke dalam dua kelompok besar berdasarkan kegiatannya, yaitu peta kerja keseluruhan dan peta kerja setempat. Suatu kegiatan disebut kegiatan kerja keseluruhan apabila kegiatan tersebut melibatkan sebagian besar atau semua fasilitas yang diperlukan untuk membuat produk yang bersangkutan. Sedangkan suatu kegiatan disebut kegiatan kerja setempat apabila kegiatan kerja tersebut terjadi dalam suatu stasiun kerja yang biasanya hanya melibatkan orang dan fasilitas dalam jumlah terbatas.

Jenis-jenis peta yang termasuk kelompok kegiatan kerja keseluruhan antara lain: peta proses operasi, peta aliran proses, peta proses kelompok kerja dan diagram aliran. Sedangkan jenis-jenis peta yang termasuk ke dalam kelompok kegiatan kerja setempat adalah peta pekerja dan mesin, peta tangan kiri dan tangan kanan.

F. Biomekanika

Philips (2000) mendefinisikan biomekanika sebagai suatu studi dari ilmu mekanika yang diaplikasikan pada sistem-sistem biologi. Philips menjelaskan lebih lanjut bahwa biomekanik dapat dibagi ke dalam tiga sub-sub disiplin, yaitu biostatik, biodinamik dan bioenergetik. Biostatik merupakan ilmu mengenai struktur dari mahluk hidup yang dihubungkan dengan gaya-gaya yang saling berinteraksi dengan struktur tersebut.

Biodinamik mempelajari mengenai sifat dasar dan faktor-faktor yang menentukan gerakan dari suatu mahluk hidup. Sedangkan bioenegetik merupakan studi mengenai tranformasi energi yang terjadi pada mahluk hidup.

Eastman (1986) juga menjelaskan bahwa biomekanik merupakan suatu interdisiplin ilmu yang menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan pergerakan manusia. Biomekanik sendiri merupakan syarat utama dalam mempelajari dan mengoptimalkan performansi pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya.

Analisis biomekanik dapat dilihat dalam dua perspektif, yaitu kinematik dan kinetik. Analisis kinematik menjelaskan gerakan yang menyebabkan seberapa cepat objek bergerak, berapa ketinggian atau berapa jauh objek menjangkau jarak. Sedangkan analisis kinetik menjelaskan tentang gaya yang bekerja pada suatu sistem, misalnya manusia (Hartanto, 2000).

III. METODOLOGI

A. Waktu dan Tempat Penelitian

Kegiatan penelitan ini dilaksanakan selama 4 bulan dari bulan Mei sampai Agustus 2008 bertempat di PG. Bungamayang Lampung dan Laboratorium Ergonomika dan Elektronika Pertanian Institut Pertanian Bogor.

B. Peralatan

Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Lembaran-lembaran pengamatan

Lembaran-lembaran pengamatan digunakan sebagai tempat mencatat hasil-hasil pengukuran. Lembaran-lembaran penelitian yang digunakan meliputi form pengamatan pengukuran elemen untuk pengukuran kumulatif. Form ini digunakan untuk mencatat waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan satu elemen kerja. lembaran kedua adalah form untuk mencatat hasil pengukuran antrhopometri pekerja. Lembaran ketiga adalah form kuesioner Nordic dan Westinghouse. Form ini bertujuan untuk mencatat hasil wawancara dengan para pekerja mengenai keluhan sakit setelah bekerja dan juga nilai dari faktor-faktor penyesuain dan kelonggaran dalam aturan westinghouse. Lembaran terakhir adalah form-form biomekanik yang digunakan untuk mencatat hasil pengukuran sudut dari segmen-segmen tubuh yang meliputi siku, bahu dan lumbar.

2. Stopwatch

Stopwatch digunakan untuk melihat waktu kerja per siklus dan dicatat dalam lembaran time sheet. Waktu tersebut akan dibandingkan dengan hasil dari lembaran elemen kerja yang didapatkan dari digital video camera.

Gambar 2. Stopwatch

3. Anthropolometer

Anthropolometer digunakan untuk mengukur data anthropometri dari pekerja. Data ini digunakan sebagai salah satu input untuk penghitungan beban biomekanik dari proses pemanenan.

Gambar 3. Anthropolometer

4. Digital Video Camera dan kepingan mini-DVD

Digital Video Camera yang digunakan adalah jenis kamera mini DVD.

Keunggulan kemera jenis ini adalah data dapat langsung tersimpan dalam kepingan mini-DVD dengan format VOB (format DVD) sehingga tidak perlu dilakukan proses capture terlebih dahulu. Peralatan ini digunakan untuk merekam semua proses tebang oleh pekerja. Data tersebut akan digunakan sebagai data utama dalam penelitian ini.

Gambar 4. Digital Video Camera

Gambar 5. Jenis Kepingan mini-DVD yang digunakan

5. Krisbow 4 in 1 Multi-Function Environment Meter

Alat ini digunakan untuk mengukur parameter-parameter lingkungan kerja yang dibutuhkan dalam nilai faktor kelonggaran. Parameter-parameter tersebut meliputi tingkat kebisingan, suhu, tingkat kelembaban dan intensitas pencahayaan.

6. Seperangkat komputer dan alat tulis

Komputer alat tulis ini digunakan untuk proses pengolahan data. Beberapa software utama yang digunakan antara lain Video Convert Master versi 7.9.0.6, Pinnacle Studio Plus versi 11, Autocad versi 2008 dan Ms. Office.

Video Convert Master digunakan untuk merubah format .VOB menjadi .mpeg agar dapat dibaca di semua program multimedia. Pinnacle Studio Plus digunakan untuk mengolah data film hasil convert. Pengolahan yang dilakukan adalah membagi film siklus kerja ke dalam elemen-elemennya

sekaligus dilihat lama waktunya. Selain itu software ini juga digunakan untuk melihat proses kerja secara slow motion sampai dengan kecepatan 1/30 detik tiap frame. Autocad digunakan untuk mendapatkan data sudut dari setiap segmen tubuh yang dibutuhkan untuk menghitung beban biomekanik.

7. Meteran

Meteran digunakan untuk mengukur tinggi tebang dan panjang golok yang digunakan oleh pekerja.

Gambar 6. Meteran

8. Timbangan

Timbangan yang digunakan meliputi dua jenis timbangan yaitu timbangan yang memiliki ketelitian sampai 100g dan timbangan yang memiliki ketelitian sampai 10g. Timbangan yang pertama digunakan untuk mengukur berat badan pekerja. Sedangkan timbangan kedua digunakan untuk mengukur berat golok dan berat tebu per batangnya.

Gambar 7. Dua jenis timbangan yang digunakan

Dokumen terkait