• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DATA

C. Peran Audit Internal dalam Manajemen Risiko Pembiayaan di BMT Taruna

Analisis peran audit internal dapat diketahui berdasarkan mekanisme kinerjanya dalam pengendalian risiko pembiayaan dengan melakukan pemeriksaan terhadap penyaluran pembiayaan BMT yang diaudit. Pada kegiatan penyaluran pembiayaannya, BMT diperiksa dan dievaluasi agar kegiatan tersebut sesuai dengan standar operasional perusahaan sehingga tidak memicu besarnya pembiayaan bermasalah yang dapat merugikan BMT. Berdasar pemahaman ini maka audit internal pembiayaan di BMT Taruna Sejahtera bertugas sebagai pihak yang mengawasi dan mengevaluasi kegiatan penyaluran pembiayaan yang dilakukan oleh petugas pembiayaan (auditor) agar sesuai dengan tanggung jawabnya.

Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bapak Yahsun selaku Manajer BMT Taruna Sejahtera bahwa:

“Audit internal di BMT Taruna Sejahtera memiliki beberapa peran dalam manajemen risiko pembiayaan yaitu peran mengurangi kecurangan penyaluran pembiayaan, peran kepatuhan terhadap SOP pengajuan pembiayaan dan peran pengendalian mitigasi risiko.” (23/05/2018)

Berikut ini uraian pada bab sebelumnya peran audit internal dalam mengendalikan risiko pembiayaan menurut Ikatan Bankir Indonesia (2014: 102-103) yang sesuai dengan peran audit internal dalam manajemen risiko pembiayaan yang disebutkan oleh Bapak Yahsun antara lain:

a. Peran Pemecah Masalah

Audit Internal seringkali dikatakan sebagai penemu masalah. Dalam hal ini, Tim Audit Pembiayaan telah menemukan bukti-bukti penyelewengan pembiayaan dalam kunjungannya ke nasabah yang diantaranya berupa side streaming, over financing, agunan yang tidak

marketeble, penyalahgunaan penggunaan dana yang tidak sesuai dalam permohonan pembiayaannya dan lain-lain.

Berdasarkan hasil audit internal di BMT Taruna Sejahtera dalam laporannya, tim audit pembiayaan tidak dapat berperan penting dalam mengurangi kecurangan penyaluran pembiayaan seperti kolusi petugas pembiayaan dengan anggota. Sehingga tidak sesuai dengan tujuan audit itu sendiri dapat membantu petugas pembiayaan melaksanakan tanggung jawabnya secara efektif. Permasalahan dalam pembiayaan yang ditemukan audit menjadi acuan baik audit untuk dievaluasi dan ditindaklanjuti serta dicarikan mitigasi risiko agar permasalahan dalam pembiayaan tersebut tidak terjadi lagi.

b. Peran Kepatuhan

Audit internal merupakan kategori audit kepatuhan, yaitu audit yang tujuannya untuk menentukan apakah yang diaudit sesuai dengan kondisi atau peraturan tertentu. Peran ini dilakukan Tim Audit Internal Pembiayaan dengan menilai ketaatan para petugas pembiayaan terhadap prosedur yang telah ditetapkan. Tim Audit telah melakukan pemeriksaan

data dan bukti-bukti apakah bank telah melaksanakan penyaluran pembiayaan secara benar. Terbukti ketika pemeriksaan dilakukan, ternyata masih ditemukan kesalahan proses penyaluran dan kurannya monitoring

petugas pembiayaan.

Tim audit internal pembiayaan pada BMT Taruna Sejahtera juga melakukan pengauditan terhadap kebenaran dokumen-dokumen dan laporan penyaluran pembiayaan dengan cara menyesuaikan data penyaluran pembiayaan dengan prosedur yang benar. Apabila ditemukan

kejanggalan atas data/persyaratan anggota dalam penerimaan

pembiayaannya, auditor akan melakukan kunjungan langsung kepada anggota BMT.

c. Peran Pengendalian

Audit Internal dalam posisinya ikut berkepentingan dalam menyelenggarakan sistem pengendalian internal yang handal dan efektif. Berdasarkan pelaporan auditor, audit internal di BMT Taruna Sejahtera menilai mitigasi risiko yang telah dilakukan dalam pemberian pembiayaan. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kelemahan atas pelaksanaan internal

control yang ada dalam pemberian pembiayaan. Kinerja auditor dalam inspeksi pembiayaan yang disalurkan audit menggambarkan bahwa audit internal di BMT Taruna Sejahtera melakukan internal control untuk pengendalian risiko pembiayaan.

Dalam laporan RAT tahun 2014 sampai dengan 2016 BMT Taruna Sejahtera juga terdapat pemaparan hasil pengauditan tim audit internal pembiayaan dalam pengelompokan kolektibilitas dan NPF:

Tabel 4. 1

Jumlah Pembiayaan Berdasarkan Kolektibilitas BMT Taruna Sejahtera

Kolektibilitas Tahun 2014 2015 2016 1 8.783 8.686 5.728 2 125 163 200 3 90 171 148 4 119 145 176

Sumber: Data Diolah Berdasarkan Data Pembiayaan BMT Taruna Sejahtera tahun 2014- 2016

Catatan:

1 = Nilai Kolektibilitas Lancar

2 = Nilai Kolektibilitas Kurang Lancar 3 = Nilai Kolektibilitas Diragukan 4 = Nilai Kolektibilitas Macet

Dari Tabel 4.1 menunjukkan semakin meningkatnya pembiayaan

bermasalah di BMT Taruna Sejahtera. Berdasar data tersebut tim audit internal belum dapat berpengaruh besar untuk meminimalisir pembiayaan bermasalah. Seharusnya tim audit internal melakukan treatment terhadap kinerja Account Officer (AO). Sehingga Account Officer (AO) semakin disiplin dalam menjaga kolektibilitas anggota.

Berikut ini prosentase bembiayaan bermasalah pada tahun 2016 di BMT Taruna Sejahtera. Adapun kondisi NPF BMT Taruna Sejahtera dari tahun 2014- 2016 terlihat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 4. 2

NPF BMT Taruna Sejahtera Tahun 2014-2016

Tahun NPF %

2014 705.391.897,00 1,93%

2015 1.859.325.115,00 4,99%

2016 2.014.737.825,00 5,34%

Sumber: Data Diolah dari NPF BMT Taruna Sejahtera (2016)

Menurut hasil Tabel 4.2 yang diperoleh peneliti pada BMT Taruna Sejahtera menunjukkan bahwa selama tiga tahun terakhir terjadi peningkatan tingkat NPF yang sangat signifikan, itu artinya audit internal pembiayaan belum memiliki peran besar dalam memperbaiki kinerja BMT Taruna Sejahtera.

Dari hasil observasi penulis mengenai peran audit internal dalam manajemen risiko pembiayaan di BMT Taruna Sejahtera bahwa audit internal belum mampu mengendalikan risiko pembiayaan dengan beberapa peran yang sudah dilakukan dengan hasil rill berupa meningkatnya tingkat NPF dan jumlah pembiayaan kolektibilitas tinggi. Dimana hal tersebut juga dapat menunjukkan belum adanya upaya audit internal dalam memperbaiki kinerjanya sehingga kondisi BMT kurang sehat.

BAB V PENUTUP

A. KESIMPULAN

Setelah memperoleh data melalui proses wawancara dan observasi di BMT Taruna Sejahtera. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya dan kemudian dikaitkan dengan perumusan masalah serta tujuan penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Standar Operasional Prosedur (SOP) Audit Internal dalam manajemen risiko pembiayaan di BMT Taruna Sejahtera:

Hasil analisis penulis selama melakukan penelitian tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) audit internal dalam manajemen risiko pembiayaan bahwa tim audit internal cukup baik dalam mematuhi prosedur audit internal pembiayaan yang ditetapkan BMT Taruna Sejahtera.

Audit Internal dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, dapat dikatakan baik dan sesuai dengan SOP Audit Internal dalam manajemen resiko pembiayaan yang ada di BMT Taruna Sejahtera. Tugas utama tim audit internal adalah memberikan rekomendasi mengenai perbaikan- perbaikan pembiayaan serta membuat laporan mengenai hasil pemeriksaan kegiatan yang kemudian akan diserahkan kepada manager.

Sedangkan wewenang Audit Internal yang diberikan oleh manager dalam hal ini adalah sebagai alat untuk mengontrol mekanisme pembiayaan . Walaupun tugas dan wewenang dapat dikatakan baik, namun tanggung jawab dan fungsi utama jabatan untuk manajemen risiko pembiayaan yang dilakukan oleh tim audit internal, dirasa masih kurang maksimal.

Tanggung jawab dalam hal ini dikarenakan dalam melakukan proses pengauditan tim Audit Internal hanya membuat laporan kecil berupa hasil audit dan selebihnya menggunakan laporan secara lisan kepada manajer mengenai kesalahan prosedur dan evaluasi kinerja

Account Officer (AO). Seharusnya laporan tersebut harus berupa laporan kerja secara tertulis yang berisi rekomendasi evaluasi untuk perbaikan dari auditor kepada Account Officer (AO) BMT. Selain itu dalam pelaksanaan fungsi utama jabatan tim AI belum melakukan pengawasan secara terperinci atau kontrol kegiatan pembiayaan sesuai dengan prosedur yang ada.

2. Mekanisme Audit Internal dalam manajemen risiko pembiayaan di BMT

Taruna Sejahtera

Mekanisme Audit Internal dalam manajemen risiko pembiayaan pada BMT Taruna Sejahtera cukup baik yaitu dengan melakukan tahapan-tahapannya dari tahap persiapan audit, penyusunan program audit, pelaksanaan penugasan audit, pelaporan hasil audit, tindak lanjut

hasil audit dan dokumentasi. Namun sesuai keadaan dilapangan terdapat beberapa mekanisme yang belum dijalankan dengan baik seperti persiapan, penyusunan, dan tindak lanjut program audit internal yang kurang maksimal. Maka dari itu kurangnya mekanisme tersebut membuat audit internal di BMT Taruna Sejahtera belum mampu mengatasi risiko pembiayaan.

3. Peran Audit Internal dalam manajemen risiko pembiayaan di BMT

Taruna Sejahtera

Peran yang ditunjukkan oleh audit internal pembiayaan dalam manajemen risiko pembiayaan meliputi peran pemecah masalah, peran kepatuhan dan peran pengendalian. Untuk penjelasan dari beberapa peran tersebut yaitu Peran pemecah masalah, tim audit pembiayaan tidak dapat berperan penting dalam mengurangi kecurangan penyaluran pembiayaan seperti kolusi petugas pembiayaan dengan anggota. Kedua Peran kepatuhan, Tim audit internal pembiayaan pada BMT Taruna Sejahtera juga melakukan pengauditan terhadap kebenaran dokumen-dokumen dan laporan penyaluran pembiayaan dengan cara menyesuaikan data penyaluran pembiayaan dengan prosedur yang benar dan Ketiga Peran pengendalian, Kinerja auditor dalam inspeksi pembiayaan yang disalurkan audit menggambarkan bahwa audit internal melakukan internal control untuk pengendalian risiko bagi BMT yang diaudit dengan terlebih dahulu menemukan masalah-masalahnya

Kesemua peran yang diberikan audit internal belum dapat mengendalikan risiko pembiayaan pada BMT Taruna Sejahtera dengan hasil berupa peningkatan NPF dan peningkatan pembiayaan dengan kolektibilitas tinggi. Mungkin ini disebabkan karena kinerja tim audit yang kurang berkompeten dan SDM tim audit internal yang masih kurang dari batas prosedur BMT Taruna Sejahtera..

B. SARAN

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, penulis ingin memberikan beberapa saran yang mungkin dapat dijadikan pertimbangan dan masukan bagi pihak BMT Taruna Sejahtera, yaitu:

1. BMT Taruna Sejahtera perlu melakukan pembenahan dan penambah tim

audit yang handal agar dapat bekerja dengan maksimal sehingga dapat mengurangi tingkat NPF di BMT Taruna Sejahtera.

2. Perlunya pembinaan terhadap objek yang diaudit khususnya bagian yang

berkaitan dengan pengelolaan pembiayaan tentang pentingnya

pemeriksaan yang berkelanjutan dalam pengelolaan pembiayaan untuk meminimalisir tindakan negatif dari mulai pelanggaran internal hingga pemantauan terhadap proses pembiayaan dan penagihan yang berjalan saat ini.

3. Tim Audit Internal seyogyanya membuat Kertas Kerja Pelaksanaan Audit

(AO) untuk memperbaiki kinerjanya, sehingga audit internal dapat merubah sikap Account Officer (AO) dalam melaksanakan tanggung jawab, wewenang, dan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan.

4. BMT Taruna Sejahtera sebaiknya meningkatkan penerapan manajemen

risiko baik itu dari sistem yang diterapkan maupun tenaga SDM yang menjalankan khususnya dalam pengelolaan pembiayaan. Sistem yang

digunakan harus up to date sehingga mampu mengatasi masalah-masalah

baru yang masih belum bisa diatasi dengan menggunakan sistem yang lama. Selain itu keahlian dari tenaga SDM khususnya dalam menganalisa permohonan pembiayaan juga perlu ditingkatkan agar menghasilkan pembiayaan yang sehat sehingga dapat menghasilkan profit bagi perusahaan pembiayaan.

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Sukrisno. 2012. Auditing Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik, Jilid 1 Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat.

Anonim. 2002. Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Jakarta: Sinar Grafika.

Aisyah, Binti Nur. 2014. Manajemen Pembiayaan Bank Syariah. Yogjakarta: Teras. B., Sawyer Lawrence. 2005. Sawyer Internal Auditing, Buku 1 Edisi ke 5. Jakarta:

Salemba Empat.

Bagong, Suyanto dan Sutinah. 2006. Metode Penelitian Sosial Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta: Prenada Media Group.

Brigham, Eugene Fand Joel F. Houston. 2006. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan,

alih bahasa Ali Akbar Yulianto, Buku satu, Edisi sepuluh, Jakarta: PT. Salemba Empat.

Darmawi, Herman. 2005. Manajemen Risiko. Jakarta: Bumi Aksara.

Djamil, Faturrahman. 2012. Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah di Perbankan Syariah. Jakarta: Sinar Grafika.

Greuning, Hennie van dan Sonja Brajovic Bratanovic. 2011. Analyzing Banking Indonesia, Analisis Risiko Perbankan. Jakarta: PT. Salemba Empat.

Guy, Dun. M. 2003. Auditing. Jakarta: Erlangga.

https://www.bi.go.id/id/perbankan/syariah/Documents/UU_21_Syariah.pdf: Undang- Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Ikatan Bankir Indonesia. 2014. Mengelola Bank Syariah. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

. 2014. Memahami Bisnis Bank Syariah. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Ikatan Bankir Indonesia. 2015. Manajemen Risiko 1. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Jensen, Michael C. Dan Meckling William H. 1979. Threy of The Firm: Manajerial Behavior, Agency Cost, and Ownership Structure. Jurnal of Financial Ekonomics, Vol. 3, No. 4. 305-360.

Kamudiandri, Arwina. 2014. Peranan Audit Internal Dalam Manajemen Risiko Bank.

Jurnal Media Bisnis, Vol. 6, No. 1. 19-26.

Kasmir. 2002. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, cet.1. Jakarta: Grafindo Persada.

Kasidi. 2014. Manajemen Risiko. Bogor: Ghalia Indonesia.

Khayati, Ismatul. 2015. Peranan Audit Internal Dalam Pengendalian Risiko Pembiayaan Di Bank BRI Syariah Kantor Cabang Diponegoro Surabaya.

Jurnal Akuntansi Integratif, Vol. 1, No. 1. 15-46.

Lidyana, Hana Widodo & Donny Dharmawan. 2016. Peranan Audit Internal Dan Manajemen Risiko Terhadap Efektifitas Pengelolaan Kredit Pada PT. Home Credit Indonesia, Jurnal Akuntansi & Bisnis Bisnis Krisnadwipayana, Vo. 3 No. 3. 69-87.

Puspa, Dewi Wijaya Kusuma & David HM Hasibuan. 2013. Peranan Pengendalian Internal Sebagai Alat Bantu Manajemen Dalam Pengamanan Pemberian Kredit Mikro, Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan, Vol. 1 No. 3. 181-191.

Rukmana, Amir Machmud. 2010. Bank Syariah (Teori, Kebijakan, dan Studi Empiris

di Indonesia). Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.

Sumiyanto, Ahmad. 2008. BMT Menuju Koperasi Modern. Yogjakarta: PT. ISES Consulting Indonesia.

Supramono dan Sugiarto. 1992. Statistika. Yogjakarta: Andi Offset.

Syahril. 2013. Peran Auditor Internal dan Sistem Pengendalian Intern (SPI) dalam

Pengelolaan Risiko Lembaga Keuangan Syariah. Jurnal Akuntansi dan

Keuangan Islam, Vol. 1, No. 2. 51-63.

Tawaf, Tjukria P. 2010. Audit Intern Bank: Penelaahan serta Petunjuk Pelaksanaanya. Jakarta: Salemba Empat.

Ulum, Ihyaul. 2012. Audit Sektor Publik Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Undang-Undang pasal 37 Nomor 21 Tahun 2001 tentang Perbankan Syariah. 2013. Jakarta: Bank Indonesia

Wahyudi, Imam, et.al. 2013. Manajemen Risiko Bank Islam. Jakarta: Salemba Empat. Wirartha, I Made. 2006. Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi. Yogjakarta: Andi

Offset.

Yanto, Rakhmad Rizki. 2017. Analisis Penerapan Sistem Pengendalian Intern Sebagai Risk Control System Pembiayaan Di BMT Ramadana. Tugas Akhir. IAIN Salatiga.

Lampiran 1

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN DAN KESEDIAAN PUBLIKASI

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Yudha Prasetiyo

NIM : 64010 15 0035

Program : D III Perbankan Syariah

Fakultas : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Judul Tugas Akhir : ANALISIS PERAN AUDIT INTERNAL DALAM

MANAJEMEN RISIKO PEMBIAYAAN DI BMT TARUNA SEJAHTERA

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir ini benar-benar karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat Tugas Akhir ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Tugas Akhir ini diperbolehkan untuk untuk di Publikasikan oleh perpustakaan IAIN Salatiga.

Salatiga, 18 Juli 2018 Penulis

Yudha Prasetiyo NIM. 64010 15 0035

Lampiran 2

DECLARATION

In the name of Allah the most gracious and merciful

Here by the write fully declares that the graduating paper is made by writer herself, and it is not contained the materials writen are has been published by other people and other’s people ideas expect the information from the references.

The writer is capable to account for this graduating paper if in the future it can be proved of containing other’s ideas or fact the writer imitates the other’s graduating paper.

Like wise the declaration made by writer and hope that this declaration can be understood.

Salatiga, 18 Juli 2018 Hormat saya,

Yudha Prasetiyo NIM. 64010150035

PROFIL ASISTEN AUDIT INTERNAL BMT TARUNA SEJAHTERA

A. IDENTITAS DIRI

1. Nama : Hadi Solikhan

2. Alamat : Ling. Lemahbang

RT/RW : 002/005

Kecamatan : Bergas

Kabupaten : Semarang

Provinsi : Jawa Tengah

3. Jabatan : Asisten Audit Internal

4. Lama Bekerja : 6 tahun

B. RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL

1. SD Karangjati IV : Tahun 1991-1997

2. SLTP Negeri I Bergas : Tahun 1997-2000

3. SMA Islam Sudirman : Tahun 2000-2003

4. Universitas Semarang : Tahun 2003-2008

Ungaran, 28 Juni 2018

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. IDENTITAS DIRI

1. Nama : Yudha Prasetiyo

2. Tempat/tgl. Lahir : Kab. Semarang, 24 Mei 1996

3. Alamat Rumah : Ling. Merakrejo

RT/RW : 002/008

Desa/Kelurahan : Harjosari

Kecamatan : Bawen

Kabupaten : Semarang

Provinsi : Jawa Tengah

4. Agama : Islam

5. Status Perkawinan : Belum Kawin

6. Kewarganegaraan : WNI

7. Nama Ayah : Suparmin (Alm)

8. Nama Ibu : Supriyati

9. Nomor HP : 08329292015

10. E-mail : [email protected]

B. RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL

1. SD Negeri Harjosari 1 Bawen : Tahun 2003-2009

2. SMP Negeri 1 Bawen : Tahun 2009-2012

3. SMK Muhammadiyah Salatiga : Tahun 2012-2015

C. PENGALAMAN ORGANISASI

1. Pengurus HMJ D III Perbankan Syariah FEBI IAIN Salatiga, Tahun Masa

Bakti 2016

2. Pengurus HMJ D III Perbankan Syariah FEBI IAIN Salatiga, Tahun Masa

Bakti 2017

3. Pengurus DEMA FEBI IAIN Salatiga, Tahun Masa Bakti 2018

D. HOBBY

1. Badminton (Bulutangkis)

2. Photografer

Bawen, 18 Juli 2018

Dokumen terkait