BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS DATA
B. Peran dan aktifitas BKPMTNF Dalam Pencegahan
Narkoba merupakan hal yang harus kita hadapi bersama, baik penyebarannya maupun penggunanya. Karena semakin banyak korban yang menggunakan obat-obatan terlarang dan bahkan korbannyapun kebanyakan para generasi muda yang merupakan penerus pembangunan bangsa, agama dan negara.
Salah satu hal yang sangat meresahkan adalah Indonesia yang semula menjadi negara transit sekarang sudah menjadi negara tujuan. Hal ini mengingat jumlah penduduk Indonesia yang padat, sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai salah satu pusat peredaran, begitu juga dengan kondisi geografis Kota Depok yang diapit oleh tiga kota besar Jakarta, Tanggerang dan Bogor tentu sangat strategis sebagai wilayah transit atau bahkan tujuan peredaran narkoba. Apabila hal ini tidak segera diantisipasi atau tidak ada upaya pencegahan penyalahgunaannya maka akan dapat membahayakan kehidupan masa depan para generasi penerus bangsa.
Peran merupkan bagian yang harus dijlankan. BKPMTNF Merupakan suatu organisasi yang mempunyai kedudukan dalam masyarakat. Menurut UU RI No. tahun narkotika Bab X Pasal mengtakan: “Masyrakat mempunyai kesempatan seluas-luasnya untuk berperan serta membantu upaya pencegaha dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba dan pengedaran gelap narkoba”5. Dari UU Narkotik inilah latar belakang kenapa BKPMTNF
5
Lydia Harlina Marto, Satya Joewana, Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba
mempunyai kewajiban dan peran dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba yang ada di kelurahan Pasirputih.
Menurut Prof. Dr. Dadang Hawari dalam penelitiannya ( ) menemukan lima faktor pemicu penyalahgunaan NAZA:
. Faktor kepribadian seseorang . Kondisi kejiwaan atau depresi
. Kondisi keluarga yang meliputi keutuhan keluarga, kesibukan orang tua serta renggangnya hubungan orang tua dan anak
. Kelompok teman sebaya
. NAZA itu mudah diperoleh dan tersedia di pasaran baik resmi maupun tidak resmi.6
Dalam kaitannya peran Badan Komunikasi Pemuda Majlis Ta’lim Nahdlatul Fata Pasirputih Sawangan Kota Depok dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, dalam hal ini BKPMTNF sebagai lembaga yang memiliki tujuan memberdayakan dan mengembangkan potensi pemuda agar bertaqwa kepada Allah SWT serta memiliki misi sebagai gerakan dakwah, tentu memiliki peranan atau kewajiban untuk menyelamatkan pemuda dari ancaman narkoba. Maka untuk memenuhi kewajiban-kewajiban itu ditempuhlah upaya-upaya mengatasi dalam benuk sebuah pencegahan penyalahgunaan narkoba.
. Upaya ke dalam (intern organisasi) BKPMTNF Pasirputih Sawangan Kota Depok dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba
a. Membuat Program Memberatas Naza, Miras dan Asusila
Dalam menyikapi penyalahgunaan narkoba dan miras yang ada di kelurahan Pasirputih, BKPMTNF tidak tinggal diam dan ikut bereaksi untuk memerangi penyalahgunan narkoba. Dalam tahap
6
Dadang Hanwari, Penyalahgunaan Narkoba dan Ketergantungan NAZA. (Jakarta
awal, kepedulian atau kewajiban itu dibuktikan dengan membuat program untuk memberantas naza, miras dan asusila yaitu membuat Gerakan Anti Maksiat (GAM). Program ini dilakukan dalam bentuk pencegahan yang dilakukan oleh salah satu lembaga yang ada di BKPMTNF. Dengan terbentuknya GAM tersebut diharapkan bisa membantu mengatasi peredaran narkoba dan miras yang ada dikelurahan Pasirputih
Dengan adanya program tersebut, BKPMTNF berharap segala bentuk penyalahgunaan naza dan miras yang sudah terjadi itu dapat diatasi atau ditanggulangi, karena penyalahgunaan narkoba (naza) dan miras lebih banyak dilakukan oleh pemuda dan remaja muslim yang merupakan harapan bangsa dan agama, salah satu tujuan dibentuknya program ini untuk membuktikan bahwa BKPMTNF mempunyai perhatian dan keperdulian terhadap persoalan-persoalan sosial yang terjadi di masyarakat terlebih menyangkut masa depan agama dan negara.
b. Penyuluhan
Dalam memberantas naza, miras dan asusila tidak hanya membuat program namun perlu langkah-langkah yang dilakukan oleh BKPMTNF.
BKPMTNF dalam melakukan penyuluhan dilakukan kepada lingkungan organisasi BKPMTNF itu sendiri dan anggotanya. Penyuluhan yang dilakukan BKPMTNF kelingkungan organisasinya ditunjukkan kepada pengurus dan keluarga pengurus. Hal ini
dimaksudkan agar sebelum orang lain harus BKPMTNF itu sendiri, serta memberikan pengetahuan kepada pengurus tentang bahaya narkoba.
Sedangkan penyuluhan kepada anggota BKPMTNF dilakukan di aula kelurahan Pasirputih pada tanggal Nopember. Bentuk penyuluhan itu dilakukan dengan memberikan pengetahuan bahaya pengguna narkoba dan dilakukan secara terpadu, artinya penyuluhan itu lebih difokuskan kepada pencegahan.7 Jika dibandingkan jumlah generasi muda yang belum terkena dengan yang sudah terkena lebih banyak yang belum terkena narkoba, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati.
Kegiatan penyuluhan dilakukan setiap dua bulan sekali yang dilakukan di tiap Rw masing-masing yang ada di kelurahan Pasirputih, dari kegiatan positif ini banyak sekali anggota dan masyarakat menyambut antusias dengan penyuluhan tersebut, sehingga penyuluhan ini tidak sia-sia dilakukan.8
c. Himbauan-himbauan
Disamping penyuluhan, dalam memberantas naza, miras dan asusila BKPMTNF juga berupaya mengatasi narkoba dengan cara memberikan slogan-slogan secara tertulis yang isinya adalah sebuah himbauan-himbanuan dan informasi serta larangan mengkonsumsi dan bahaya dari narkoba. Himbauan-himbauan ini dipasang ditempat yang mudah dilihat, dibaca dan dipahami, himbauan ini dibuat hanya satu
7
Wawancara Ketua BKPMTNF Desember
kali, dan dibuat bukan khusus anggota BKPMTNF saja, akan tetapi untuk masyarakat luas agar senantiasa waspada terhadap narkoba, himbauan ini dilakukan hanya satu kali. Bentuk himbauan “Katakan Tidak Dengan Narkoba” dan “Narkoba Sangat Berbahaya dan Musuh Kita Semua”
. Upaya Ke Luar organissi
Mengatasi penyalahgunaan narkoba tidak mudah seperti yang telah disebutkan sebelumnya, faktor penyalahgunaan narkoba itu tidak hanya satu,namun ada beberapa faktor. Maka untuk mengatasinya perlu berbagai upaya serta dukungan dan peran instansi terkait. BKPMTNF dalam melakukan pencegahan narkoba melakukan kerja sama dengan beberapa instansi terkait seperti kepolisian atau pemerintah daerah.
a. Melakukan Kerja Sama Dengan Kepolisian Setempat
Dalam melakukan kerja sama dengan pihak kepolisian sebetulnya sangat menolong sekali, sebab masyarakat akan merasa aman apabila pihak kepolisian ikut campur dengan masalah yang saat ini menjadi momok yang sangat menakutkan, dan memang masalah tersebut sebetulnya adalah tugas instansi dalam hai ini adalah pihak kepolisian. Namun kepolisian merasa bangga apabila dalam lembaga/organisasi pemuda mau ikut campur tangan dalam mengatasi problem yang terjadi di masyarakat. Kepedulian BKPMTNF terhadap gejala sosial yang terjadi saat ini yakni masalah penyalahgunaan narkoba. Kerja sama yang ditumbuhkan BKPMTNF terhadap kepolisian ditujukan oleh rasa kepedulian BKPMTNF terhadap
masalah penyalahgunaan narkoba. Bentuk kerjasama ini dilakukan manakala BKPMTNF menemukan pemakai dan pengedar, maka BKPMTNF menyerahkan kepada yang berhak atupun pihak yang berwajib dalam hal ini adalah pihak Kepolisian. Dan bentuk kerja sama yang dilakukan oleh pihak kepolisian adalah saat seminar berlangsung kepolisian memberikan pemahaman tentang bahaya dan hukum yang diterima dari penyalahgunaan narkoba, sehingga peserta seminar tahu akan bahaya dan hukum dari penyalahgunaan narkoba.
b. Mengadakan penyuluhan bersama
Bentuk penyuluhan itu dilakukan oleh BKPMTNF dengan pihak kepolisian setempat (pos pol) aparat pemerintah dan Karang Taruna pada tanggal Desember dengan jumlah peserta orang adapun tempat yang digunakan adalah aula kelurahan Pasirputih. Dan sasaran penyuluhan narkoba itupun tidak hanya untuk pemuda saja tapi termasuk juga para pelajar yang masih duduk dibangku sekolah SD, SLTP dan SMA. Begitu juga termasuk para orang tuanya agar mereka tahu tentang gejala-gejala fisik para pengguna narkoba, dan bertujuan agar para orang tua dapat memberikan nasihat-nasihat kepada anak-anaknya untuk senantiasa menghindari narkoba. Bentuk penyuluhan tersebut seperti halnya seminar, peserta dibekali arahan, himbauan serta ilmu tentang bahaya narkoba baik dari hukum agama dan hukum negara.
c. Melakukan kerja sama dengan aparatur pemerintah dan Karang Taruna Untuk memberantas penyalahgunaan narkoba dibutuhkan kerja sama dan dukungan dari aparatur pemerintah dalam hal ini adalah kelurahan Pasirputih dan organisasi lain yang ada di kelurahan Pasirputih dan organisasi Karang Taruna. Bentuk kerja sama yang dilakukan selain masalah dana, bentuk kerja sama pemerintah setempat dalam hal ini aparat kelurahan Pasirputih menyediakan tempat, tenda, dan konsumsi untuk acara tersebut berlangsung, sedangkan kerja sama yang dilakukan olek Karang Taruna membantu untuk mencari dana untuk kegiatan. Karena dalam masalah pemberantasan penyalahgunaan narkoba diperlukan sarana-sarana sebagai pendukung dan membutuhkan biaya yang cukup besar. Semua ini dilakukan BKPMTNF untuk bekerjasama dengan instansi terkait seperti pemerintahan Kelurahan Pasirputih dan organisai Karang Taruna yang ada di Kelurahan Pasirputih. Dan tujuan dilakukannya kerjasama untuk memberikan kesadaran terhadap aparatur pemerintah agar lebih serius menangani penyalahgunaan narkoba, yang terjadi saat ini sehingga peredaran dan pemakai narkoba dapat dicegah dan diminimalisir. d. Melakukan kerja sama dengan masyarakat
BKPMTNF dalam melakukan kerjasama selain dengan pihak kepolisian, aparat pemerintah, diperlukan kerja sama dengan masyarakat sekitar, yang tujuannya adalah untuk mewaspadai penyebaran narkoba di lingkungan keluarga. Karena peran orang tua dalam sebuah keluarga sangat diperelukan untuk mengawasi apapun
yang terjadi dalam lingkungan keluarga. Dan memberikan pengetahuan terhadap masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan masyarakat harus melaporkan jika ada masyarakat yang mengedarkan atau memakai narkoba kepada pihak yang berwajib dan tidak boleh memberikan penghakiman sendiri.
e. Konsultasi keluarga dan remaja
Konsultasi keluarga dan remaja diadakan oleh BKPMTNF juga merupakan upaya ke luar dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, karena tidak hanya bagi anggota BKPMTNF saja namun terbuka bagi semua anggota masyarakat yang membutuhkannya.
Dalam konsultasi keluarga dan remaja, dimaksudkan oleh karena salah satu motivasi penyalahgunaan narkoba adalah faktor lingkungan keluarganya. Maka konsultasi keluarga dan remaja itu suatu kegiatan yang bersifat positif dan informasi mengenai pemilihan lembaga-lembaga rehabilitasi yang sangat dibutuhkan oleh para orang tua yang anaknya terkena narkoba, serta untuk dijadikan pengaduan segala permasalahan terutama masalah narkoba.
Dari hal ini, diharapkan pihak keluarga dapat mengetahui gejala-gejala fisik untuk pemakai narkoba, sedangkan bagi keluarga yang anaknya sudah terkena tidak salah memasukkan anaknya ke tempat rehabilitasi narkoba karena banyak sekali tempat-tempat pemurtadan yang berkedok rehabilitasi narkoba.