BAB IV PERAN PEMERINTAH DALAM MENGELOLA KONFLIK
B. Peran Pemerintah dalam Menangani Konflik
3. Peran Dinas Perhubungan dan Kepolisian sebagai
yang dilakukan pihak Dinas Perhubungan dan Kepolisian yang dikategorisasikan sebagai aparatur pemerintah dalam menangani suatu masalah transportasi. Dalam mencegah permasalahan mengenai transportasi, kedua instansi tersebut mengacu pada suatu kebijakan yang telah disusun dalam Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dapat disimpulkan yaitu UU LLAJ memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan serta integrasi nasional dalam upaya memajukan kesejahteraan umum. Terwujudnya pelayanan LLAJ yang aman, selamat, tertib, lancar, dan terpadu dengan moda angkutan lain untuk mendorong perekonomian nasional,memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, serta mampu menjunjung tinggi martabat bangsa.8 Hemat penulis, segala sesuatu yang berkaitan dengan transportasi maupun aturan-aturan berlalu lintas dikemas secara komprehensif di dalamnya.
Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai pusat perkembangan dari negara Indonesia, memerlukan pihak yang memiliki
8 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan
52
kualitas dan kompetensi dalam implementasi kebijakan transportasi. Maka, diperlukan lembaga–lembaga atau instansi pemerintahan untuk merealisasikan tujuan dari suatu kebijakan. Dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009, tersirat bahwasanya Kepolisian Negara Kesatuan Republik Indonesia diberikan wewenang khusus sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas upaya penanggulangan masalah terkait kelangsungan LLAJ.
Dalam kajiannya Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 memiliki turunan dalam menjelaskan transportasi di wilayah DKI Jakarta yaitu Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 2014. Dinas diartikan sebagai satuan kerja perangkat daerah yang membidangi urusan perhubungan dan transportasi. Sedangkan, Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Pejabat Pegawai Negeri Sipil diartikan sebagai lembaga yang diberi wewenang khusus oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan.9
Sejatinya, James E. Anderson membagi arah tindakan kebijakan publik, salah satunya ialah hasil kebijakan yakni sebagai suatu tindakan yang akan dilakukan atau dikerjakan pemerintah untuk mempresentasikan hasil dari kebijakannya.10
Sejatinya, dalam menangani konflik ojek online dan ojek konvensional kedua instansi tersebut saling berkordinasi, karena saling menjunjung tinggi
9 Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi
10 Budi Winarno, Kebijakan Publi Era Globalisasi (Yogyakarta: CAPS, 2016), h. 23
53
adanya ketertiban lalu lintas. Dinas Perhubungan Jakarta Selatan menjelaskan tindakan yang dilakukan lembaga tersebut mengacu kepada Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 62 Ayat 3.
Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan yang ikut melakukan kegiatan penanganan terkait ojek online memiliki beberapa tindakan yaitu pertama adalah berdasarkan dengan Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2014 tentang transportasi pasal 62 ayat 3 menjelaskan tentang penindakan operasi cabut pentil roda kendaraan kepada setiap pengendara ojek online yang parkir liar di badan jalan. Lalu, tindakan kedua dilakukan tindakan gebah atau acap kali disebut sebagai membubarkan. Selanjutnya ada tindakan patroli lingkar badai. Selanjutnya dilakukan sosialisasi juga, beberapa dilakukan sosialisasi pendekatan seperti memanggil pengemudi ojek online ke Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan. Tujuannya untuk memberikan sosialisai tertib lalu lintas. Tindakan yang terakhir yaitu melakukan penindakan tegas yang bekerjasama dengan pihak Kepolisian yaitu melakukan operasi tilang kendaraan.11
Berdasarkan penjelasan di atas, ada dua tindakan yang dilakukan oleh pihak Dinas Perhubungan Jakarta Selatan yang dikategorisasikan sebagai tindakan pencegahan terhadap permasalahan ojek online dan ojek konvensional. Pertama, Gebah atau mengusir secara persuasif. Tindakan tersebut ditujukan khusus untuk pengemudi ojek online. Mengapa demikian,
11 Wawancara dengan Muhammad Hardiansyah, Staff Pengawasan dan Pengendalian Operasional, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, pada 2 Juli 2020 pukul 09.15 di Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan.
54
karena pengendara ojek online memiliki fasilitas atau teknologi untuk mendapatkan penumpang. Singkatnya, para ojek online dapat dengan mudah mendapatkan penumpang dengan jarak jauh sehingga tidak memerlukan menunggu atau berkumpul di suatu tempat seperti layaknya ojek konvensional.
Kedua, Operasi Lingkar Badai, yakni operasi yang dilakukan Dinas Perhubungan yang bekerja sama dengan Kepolisian untuk menertibkan ojek online yang kerap melakukan okupasi terhadap badan jalan sehingga menimbulkan kemacetan.12 Dari beberapa tindakan yang dijabarkan diharapkan keberadaan ojek online dapat diatur sebaik mungkin. Terkait ojek konvensional yang entitasnya kurang begitu banyak membuat Dinas Perhubungan tidak sukar dalam mengaturnya. Selain itu, ada tindakan sosialiasasi yaitu tindakan yang dilakukan Dinas Perhubungan Jakarta Selatan untuk mengarahkan ojek online mengikuti regulasi yang ada dan menjalankan setiap aktivitasnya berdasarkan pembinaan tersebut.
Merujuk kepada Peraturan Daerah Khusus DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 yang menjelaskan tentang ketertiban lalu lintas, dalam permasalahan ini segala aspek yang berkaitan dengan lalu lintas, akan kami tindak lanjut.
Untuk itu seluruh pengemudi ojek kita atur, agar tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas dan juga menjaga agar tidak terjadi perselesihan antara
12 Haris Prabowo, “Dinas DKI Jakarta Gelar Operasi Lingkar Badai, Bidik Ojol yang Parkir Liar” www.tirto.id, 07 Agustus 2019.
55
ojek online dan ojek konvensional. Oleh sebab itu, kita memberikan pembagian zonasi kepada mereka.13
Menurut Penjelasan Tatang tindakan yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang dimandatkan oleh Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan yaitu berlandaskan pada Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014. Pembagian zonasi merupakan pembatasan wilayah atau pembagian tempat-tempat untuk menunggu penumpang yang telah dilakukan sebelumnya oleh Pemerintah Daerah.
Pada hakikatnya, Kepolisian Negara Kesatuan Republik Indonesia bertujuan untuk menciptakan kedamaian dan keamanan dalam negeri seperti yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib dan tegaknya hukum, terselenggaranya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta terbinanya ketentraman masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Jadi sewaktu saya menjabat sebagai Sekretaris Kelurahan Pejaten Timur, pihak Kepolisian Sektor Pasar Minggu mengumpulkan ojek konvensional dan ojek online untuk diberikan pemahaman terkait menjaga ketertiban dan kedamaian wilayahnya. Disamping itu, pihak Kepolisian menganjurkan untuk membentuk kordinator lapangan setiap wilayah Kecamatan Pasar Minggu, tujuannya untuk mengikat anggotanya agar tidak
13 Wawancara dengan Tatang Yayat Hidayat, Kepala Satuan Pelaksana Tugas Dinas Perhubungan Kecamatan Pasar Minggu), pada 24 Juni 2020 Pukul 13.05 di Satuan Pelaksana Perhubungan Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
56
menimbulkan kerusuhan. Meskipun terkadang ada permasalahan terkait pengambilan penumpang di lokasi ojek konvensional dan ojek online, nantinya akan dapat diselesaikan oleh masing-masing kordinator.14
Berdasarkan penjelasan di atas tindakan yang dilakukan Kepolisian Pasar Minggu telah teralisasi dengan baik sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 sebagaimana terciptanya ketertiban masyarakat.
Sebagaimana Menurut James E. Anderson mendefinisikan hasil kebijan sebagai suatu tindakan yang akan dilakukan atau dikerjakan pemerintah untuk mempresentasikan hasil dari kebijakannya.15 Sejatinya, pihak Dinas Perhubungan dan Kepolisian Pasar Minggu telah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai bagian dari pemerintahan dalam menangani permasalahan ojek online dan ojek konvensional. Selebihnya, apakah pembinaan tersebut direalisasikan dengan baik atau tidak itu diserahkan kepada masing-masing pihak kordinator.