• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PERAN PEMERINTAH DALAM MENGELOLA KONFLIK

B. Peran Pemerintah dalam Menangani Konflik

4. Peran Pemerintah Kecamatan Pasar Minggu sebagai

Berdasarkan Undang-Undang No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, yang menjelaskan tugas pokok dan fungsi pemerintah daerah dengan semestinya yaitu menjalankan tugas diluar kewenangan pemerintah pusat dan dalam pelaksanaannya sebagai pembantu tugas pemerintah pusat.16 Sehingga, dalam menangani permasalahan ojek online diperlukan intervensi pemerintah

14 Wawancara dengan Ahmad Syarif, Sekertaris Kelurahan Pejaten Timur, pada 18 Februari 2020 Pukul 09.18 di Kantor Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

15 Budi Winarno, Kebijakan Publi Era Globalisasi, h. 23

16 Undang-Undang No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah

57

pusat, karena sejatinya pemerintah pusat yang memiliki wewenang untuk meregulasi. Untuk itu, usaha dari pemerintah daerah pada saat terjadinya konflik hanya sebatas membuat konsensus kesepakatan zonasi. Isi dari kesepakatan tersebut merujuk pada pengaturan batasan-batasan yang dilarang untuk ojek online.

Upaya pencegahan menjadi salah satu tindakan solutif dan penting adanya dalam manajemen konflik horizonal yang dilakukan pemerintah daerah. Pencegahan konflik yang dilakukan dengan terstruktur, sistematis dan juga masif akan berdampak pada penyelesaian suatu permasalahan konflik sampai ke akarnya dan potensi terjadinya konflik tidak akan muncul sampai ke permukaan.

Terkait dengan ojek online sendiri yang notabanenya memang bukan tanggung jawab dari pemerintah, melainkan adanya pihak pengembang yang mengatur atau lembaga bukan pemerintah. Namun, dalam pelaksanaannya sebagai penyediaan transportasi berbasis aplikasi memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kelangsungan berbagai pihak, baik dari pihak ojek konvensional yang merasa tersaingi dengan kehadirannya, hingga ke pemerintah yang harus ikut andil dalam berbagai keputusan, apakah ojek online ini layak atau tidaknya untuk dijadikan sebagai transportasi publik.

Perusahaan yang mengelola ojek online harus mengikuti peraturan pemerintah DKI Jakarta, karena secara tidak langsung menjadi bagian dari kegiatan transportasi yang ada di wilayah DKI Jakarta. Kemudian Kementrian Perhubungan mengintervensi segala aktivitas dan

58

keberlangsungan perusahaan ojek online tersebut seperti ongkos tarif dan tata tertib lalu lintas.17

Sejatinya, konflik yang terjadi di Pasar Minggu tidak pernah sampai ketahap kekerasan hanya sebatas saling bersilat lidah. Namun, apabila keadaan tersebut dibiarkan dapat memicu ke keadaan yang lebih serius.

Untuk itu peran pemerintah Kecamatan Pasar Minggu sangat diperlukan dalam permasalahan ini mengingat penjelasan yang diberikan Simon Fisher dalam menangani konflik, salah satunya dengan pendekatan pengelolaan konflik.18 Dalam pengelolaan konflik ada beberapa tahap dalam menangani konflik yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Pasar Minggu, yaitu peran Ahmad Syarif selaku Sekertaris kelurahan Pejaten Timur yang diberikan mandat oleh Kecamatan Pasar Minggu untuk menertibkan wilayahnya yaitu di Stasiun Pasar Minggu terkait ojek online dan ojek konvensional.

Tahap-tahap yang dilakukan yakni dengan memanggil dan memerintahkan beberapa ketua dari berbagai pihak ojek untuk diberikan mandat agar menjaga ketertiban dan mengalokasikan tempat menunggu penumpang, mengenai perjanjian tersebut disaksikan oleh beberapa pihak pemerintah seperti Dinas Perhubungan, Polisi Pamongpraja serta Kepolisian Kecamatan Pasar Minggu. Sebelum lebih jauh pembahasan mengenai tahap-tahap yang dilakukan, penulis akan menjabarkan terlebih dahulu alasan yang

17 Wawancara pribadi dengan Ahmad Syarif, Sekertaris Kelurahan Pejaten Timur, pada 18 Februari 2020 Pukul 09.18 di Kantor Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

18 Simon Fisher dkk., Mengelola Konflik: Keterampilan dan Strategi untuk Bertindak, h. 6

59

membuat pemerintah Kecamatan Pasar Minggu ikut andil dalam permasalahan ini.

Pintu keluar stasiun Pasar Minggu berada di Jalan Raya Pasar Minggu, sedangkan pintu masuknya berada di Jalan Masjid Al-Makmur. Saya memberikan usulan kepada pihak PT. Kereta Api Indonesia untuk memindahkan pintu keluar di Jalan Masjid Al-Makmur. Namun, pihak PT.

Kereta Api tidak memberikan izin untuk dipindahkan ke belakang semua untuk akses keluarnya. Pemikiran saya waktu itu kenapa di belakang, supaya di depan stasiun bersih dari ojek apapun, baik ojek konvensional maupun online. Untuk itu di depan stasiun Pasar Minggu keadaannya agak semerawut, sudah ada beberapa orang yang meminta untuk dilakukan penertiban.19

Alasan utama pemerintah ikut andil dalam masalah ini yaitu ingin menertibkan seluruh elemen yang menjadi penghambat dari ketertiban lalu lintas. Ada beberapa faktor yang menghambat ketertiban tersebut, yakni adanya ojek konvensional dan ojek online yang menunggu penumpang dipinggir jalan sehingga membuat penyempitan jalan utama. Serta adanya pengendara yang mengambil jalur yang bukan pada tempatnya atau melanggar aturan yang ada, hal itu membuat keadaan di depan Stasiun Pasar Minggu menjadi tidak kondusif.

Berdasarkan dari keresahan masyarakat membuat pemerintah melakukan suatu tindakan yang setidaknya dapat mengurangi atau membatasi

19 Wawancara dengan Ahmad Syarif, Sekertaris Kelurahan Pejaten Timur, pada 18 Februari 2020 Pukul 09.18 di Kantor Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

60

suatu permasalahan agar tidak berkelanjutan. Berdasarkan penjelasan dari Pak Ahmad bahwasanya pemerintah dalam hal ini memiliki hak dan kewajiban serta tanggung jawab terhadap wilayah yang dikelolanya.

Selanjutnya, masuk ke dalam tahap pertama yaitu membangun komunikasi dengan harapan dapat mengubah paradigma dari para pengendara ojek di Stasiun Pasar Minggu.

Jika tidak diatur dan tidak dibentuk kordinator, pasti akan terjadi gesekan yang berdampak pada kerusuhan di wilayah stasiun Pasar Minggu.

Untuk itu saya meminta tolong agar diatur bagaimana bagusnya, sehingga semuanya dapat terlayani, semuanya dapat penumpang. Dengan seperti ini tidak mungkin lagi ada keributan, karena sudah ada masing-masing kordinator yang mengawasi. Jadi ketika nanti ada masalah, saya tidak langsung berbicara dengan pelakunya, tapi melalui kordinatornya untuk ditindak. Jadi tidak seperti di hutan, dalam hukum rimba yang kuat dia yang menang. Untuk itu, jika dibentuk seperti komunitas, tingkat solidaritasnya akan semakin tinggi dan akan mengurangi perselisihan kedua pihak.20

Berdasarkan pernyataan di atas dapat diartikan Pemerintah Kecamatan Pasar Minggu memiliki suatu legitimasi kekuasaan untuk menertibkan dan mengatur masyarakat agar mengarah ke keadaan yang lebih baik, serta agar tidak menimbulkan konflik yang memicu kekerasan. Dengan terbentuknya kordinator yang menjadi alat aribitrasi pertama sebelum pemerintah, akan

20 Wawancara dengan Ahmad Syarif, Sekertaris Kelurahan Pejaten Timur, pada 18 Februari 2020 Pukul 09.18 di Kantor Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

61

mempermudah dalam pencegahan terkait timbulnya konflik-konflik antara ojek online dan ojek konvensional di wilayah Pasar Minggu. Pernyataan tersebut dibenarkan adanya dari salah satu ketua ojek online. Pada waktu itu, seluruh pengemudi ojek diperingatkan untuk mengatur tempatnya masing-masing oleh seseorang dari Kecamatan Pasar Minggu yang diwakilkan oleh Ahmad Syarif selaku Sekertaris Kelurahan Pejaten Timur. Jadi, hanya dihimbau untuk ditertibkan masing-masing ketuanya, untuk me-manage supaya tidak terjadi bentrok fisik.21

Kemudian tahap selanjutnya yaitu tahap yang menjadikan alasan utama juga terkait turunnya Pemerintah Kecamatan Pasar Minggu untuk menertibkan wilayahnya yakni disekitar stasiun Pasar Minggu. Pada tahap ini, Ahmad Syarif menekankan bahwasanya para pengendara ojek memicu terjadinya kemacetan, karena ketika mengambil dan menurunkan penumpang tidak pada tempatnya sehingga membuat keadaan lalu lintas di sekitarnya menjadi tidak kondusif, Untuk itu perlu pengaturan terkait tempat pengambilan dan penurunan penumpang, seperti pada penjelasan dibawah ini.

Awalnya para pengemudi ojek berada di bawah bahu jalan, lalu kita pindahkan ke atas bahu jalan, meskipun pada hakikatnya juga salah dipindahkan ke atas bahu jalan, karena bukan haknya mereka. Namun, apabila mereka berkumpul di bawah akan lebih parah lagi, karena

21 Wawancara dengan Rojali Hamzah, Kordinator Lapangan Grab Stasiun Pasar Minggu, pada 25 Juni 2020 Pukul 21.12 di Rumah Rojali Hamzah, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

62

mengganggu lalu lintas, Untuk itu, kita pindahkan di atas bahu jalan, dan turun ke bawah untuk mengambil penumpang. Terkait kegiatan tersebut jika tidak difasilitasi dengan bebasnya mereka akan nongkrong sesuai keinginan hatinya, Untuk itu, perlu dipahami masing-masing keberadaan mereka.22

Menurut penjelasan Rojali Hamzah selaku ketua dari ojek online menguatkan argumen dari Ahmad Syarif bahwasanya sudah diberikan mandat oleh pihak pemerintah kecamatan, dan kemudian beliau merealisasikannya dengan sebaik mungkin. Saya kordinator Grab sekaligus ojek online di stasiun Pasar Minggu, telah mengatur seluruh pengendara ojek online yang ingin mencari penumpang di wilayah stasiun Pasar Minggu ikuti instruksi saya, jangan mencari penumpang di bahu jalan. Sebab saya telah diberikan kebijakan, dan saya sudah kordinasi dengan kepala stasiun Pasar Minggu untuk minta tempat mencari penumpang di atas bahu jalan.23

Gambar IV.B.1

22 Wawancara dengan Ahmad Syarif, Sekertaris Kelurahan Pejaten Timur, pada 18 Februari 2020 Pukul 09.18 di Kantor Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

23 Wawancara dengan Rojali Hamzah, Kordinator Lapangan Grab Stasiun Pasar Minggu, pada 25 Juni 2020 Pukul 21.12 di Rumah Rojali Hamzah, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

63

Ojek Online yang di Alokasikan Pemerintah di Stasiun Pasar Minggu

Gambar IV.B.2

Ojek Konvensional yang di Alokasikan Pemerintah di Stasiun Pasar Minggu

Hemat penulis, berdasarkan tahap-tahap yang sudah dijabarkan di atas dengan harapan peran pemerintah untuk mencegah konflik ojek konvensional dan ojek online yang dilakukan dari pemerintah pusat turun sampai ke pemerintah kecamatan terkhusus dapat mencegah terjadinya konflik yang berujung kekerasan.

Dengan membuat kebijakan terkait segala sesuatu mengenai ojek online agar keberadaannya dapat diterima dengan baik hingga membangun kesadaran dan memberikan tanggung jawab yang dilakukan pemerintah kecamatan kepada kedua pihak, agar kehidupan dapat berjalan dengan damai dan sejahtera bagi semua pihak.

64 BAB V

PENUTUP A. KESIMPULAN

Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa peran pemerintah Kecamatan Pasar Minggu dalam mengelola konflik yang terjadi antara ojek konvensional dan ojek online menggunakan tiga cara yaitu penindakan, kordinasi dan alokasi lahan parkir.

Pertama, peran Dinas Perhubungan dan Kepolisian Kecamatan Pasar Minggu melakukan penindakan yang direalisasikan berdasarkan kebijakan Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 yaitu seperti mengkondisikan wilayahnya agar tetap damai dan kondusif dalam menjalankan aktivitasnya seperti menggebah dan operasi lingkar badai untuk para ojek online yang tidak dapat diatur dengan baik, serta melakukan penindakan tegas apabila melanggar peraturan yang berlaku di tempat tersebut.

Kedua, membentuk kordinator dari masing-masing pihak ojek konvensional dan ojek online tujuannya adalah untuk memudahkan dalam menyelesaikan permasalahan tanpa perlu intervensi dari pihak yang berwajib seperti Dinas Perhubungan dan Kepolisian.

Ketiga, pengalokasian tempat lahan penjemputan untuk kedua pihak agar tidak menimbulkan kemacetan dan juga mengurangi salah paham antara kedua pihak. Sebab apabila pemerintah tidak andil dalam permasalahan ini kedua pihak tidak akan melakukan hal tersebut dan menjadi faktor terjadinya konflik yang

65

berujung kekerasan, karena salah paham dalam mengambil penumpang seperti yang terjadi di wilayah yang telah dijabarkan pada bab sebelumnya.

B. SARAN

Berdasarkan dari hasil penelitian dan juga kesimpulan yang penulis jelaskan, berikut saran yang ingin penulis sampaikan:

1. Penataan ojek konvensional dan ojek online sudah dilakukan pemerintah di beberapa titik stasiun yang ada di Jakarta. Penulis berharap seluruh stasiun yang berada di wilayah DKI Jakarta dapat kesempatan untuk ditata dan terintegrasi juga dengan beberapa transportasi lainnya.

2. Pendekatan langsung seperti yang dilakukan pemerintah Pasar Minggu kepada pengendara transportasi umum, berguna untuk meng-akomodir konflik-konflik yang akan terjadi di wilayahnya. Penulis berharap dapat dilakukan oleh elemen pemerintahan di wilayah lainnya, terkhusus wilayah yang rawan dari keributan atau konflik.

Penulis berharap, untuk penelitian yang selanjutnya harus lebih komprehensif dan eksploratif lagi dalam pembahasan tidak berkutat pada kajian yang sudah ada, serta di masa yang akan datang terdapat penelitian lain yang mengangkat tema tentang peran pemerintah dengan jenis dan metode yang berbeda. Diharapkan penelitian ini menambah kajian baru bagi perkembangan khazanah Ilmu Politik.

x

DAFTAR PUSTAKA Buku

Amelia, Lola, dkk., Respon Kebijakan terhadap Transportasi Berbasis Aplikasi di Jakarta: Kajian Singkat dan Rekomendasi. Jakarta: Indonesian Report, 2016.

Budiardjo, Miriam. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009.

Fisher, Simon, dkk., Mengelola Konflik: Keterampilan dan Strategi untuk Bertindak. Jakarta: The British Council Indonesia, 2001

Marsh, David, dan Gerry Stoker. Teori dan Metode dalam Ilmu Politik. Bandung:

Nusa Media, 2010.

Miro, Fidel. Pengantar Sistem Transportasi. Jakarta: Erlangga, 2008.

Mufti, Muslim. Teori-Teori Politik. Bandung: CV Pustaka Setia, 2013.

Mulyana, Deddy. Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001.

Munawar, Ahmad. Dasar-Dasar Teknik Transportasi. Yogyakarta: Beta Offset, 2005.

Pruitt, Dean G., dan Jeffrey Z. Rubin. Teori Konflik Sosial. Jakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

Rauf, Maswadi. Konsensus Politik dan Konflik Politik: Sebuah Penjajagan Teoritis. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, 2000.

Salim, Abbas. Manajemen Transportasi. Jakarta: Ghalia Indonesia, 2000

Siagian, Sondang P. Administrasi Pembangunan (Konsep, Dimensi, dan Strateginya). Jakarta: Bumi Aksara, 2003.

Soehartono, Irawan. Metode Penelitian Sosial, Suatu Teknik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011.

Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grapindo Persada, 2006

Suharsaputra, Uhar. Metode Penelitian: Kualitatif, Kuantitatif, dan Tindakan.

Bandung: Reflika Agitana, 2014

Susan, Novri. Sosiologi Konflik & Isu-Isu Konflik Kontemporer. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009.

xi

Tjandra, W. Riawan. Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Pelayanan Publik. Yogyakarta: Pembaharuan, 2005.

Vuchic, Vukan R. Urban Transit Systems and Technology. Canada: John Wiley &

Sons, Inc, 2007.

Wijaya, Andika. Aspek Hukum Bisnis Transportasi Jalan Online. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.

Winarno, Budi. Kebijakan Publik Era Globalisasi. Yogyakarta: CAPS, 2016.

Jurnal dan Skripsi

Ali, Nur. “Konflik Transportasi Konvensional dengan Transportasi Berbasis Online di Kota Medan: Studi Kasus Konflik antara Gojek Versus Becak Motor,”

Skripsi S-1 Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Medan Area, Medan, 2019.

Cholis, Nur. “Konflik Transportasi Berbasis Online dan Konvensional: Studi Kasus Konflik Gojek & Supir Angkot di Kota Malang Tahun 2017” Skripsi S-1 Program Studi Ilmu Politik FISIP Universitas Brawijaya, Malang, 2017.

Dian. “Rivalitas Angkutan Konvensional dan Angkutan Daring: Studi Terhadap Respon Pemerintah Mengatur Angkutan Daring di Kota Makassar Tahun 2017” Skripsi S-1 Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Makassar, 2018.

Haka, Rian dan Hermita Gilalom. “Problematika Transportasi di Era Kehadiran Aplikasi Online: Studi Kasus Konflik Ojek Online dan Ojek Konvensional di Kota Gorontalo”, Jurnal Politico Vol.8 No.1, ( Universitas Sam Ratulangi, 2019.

Wati, Mega Ratna. “Konflik dan Formulasi Kebijakan Moda Transportasi Online dan Konvensional di Kota Batam” Skripsi S-1 Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Maritim Raja Ali Haji, Kepulauan Riau, 2018.

Yusuf, Al Araaf. “Resolusi Konflik Transportasi Dalam Jaringan dan Transportasi Konvensional di Kota Bandar Lampung Tahun 2017: Studi Konflik Gojek dan Persatuan Ojek Kota Bandar Lampung” Skripsi S-1 Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Bandar Lampung, Bandar Lampung, 2018.

Peraturan Perundang-undangan

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

Undang-Undang No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi.

xii Artikel Elektronik

Anggoro, Hendaru Tri. “Mengorek Sejarah Ojek” www.historia.id, 06 Februari 2015.

Aprillatu, Pramirvan Datu. “Ojek online berpotensi timbulkan konflik sosial baru”

www.merdeka.com, 2 Januari 2016.

Astutik, Yuni. “Riset: Gojek Berkontribusi Rp.55.000.000.000.000 Bagi Ekonomi Indonesia” www.cnbcindonesia.com, 13 Agustus 2019.

Gojek. Official Website Gojek Indonesia, www.gojek.com/about

Grab. Official Website Grab Indoneisa, https://www.grab.com.com/id/brand-story/

Kevin, Anthony. “Ini Lho Bahayanya, Pengangguran Turun Tapi Driver Ojol Ramai”, www.cnbcindonesia.com, 9 Oktober 2019.

Khoiri, Ahmad Mausal. “Awal Mula Ricuh di Cawang: Driver GrabBike Perempuan di Tegur Opang” https://news.detik.com/berita/, 04 Februari 2016.

Khoiri, Ahmad Mausal. “Mantap! Begini Akrabnya Gojek dan Opang di Pangkalan Balai Rakyat Pasar Minggu” https://news.detik.com/, 11 September 2015.

Kristo, Fino Yurio. “Awal Mula Transportasi Online Menjamur di Indonesia”

www.detik.com, 22 Agustus 2017.

Panji, Aditya. “Anthony Tan, Pendiri Grab yang Mendukung dan Menggoyang Taksi” www.cnnindonesia.com, 15 Maret 2016.

Prabowo, Haris. “Dinas DKI Jakarta Gelar Operasi Lingkar Badai, Bidik Ojol yang Parkir Liar” www.tirto.id, 07 Agustus 2019.

Supriyatna, Iwan. “BPS Sebut Ojek Online Mampu Tekan Angka Pengangguran”

www.kompas.com, 7 November 2016.

YLKI., Admin. “Warta Konsumen: Transportasi Online Lawan atau Kawan”

www.ylki.or.id, 14 Juli 2017.

Yunanto, Reza. “Gojek dan Revolusi Transportasi Umum” www.tirto.id, terbit pada 21 Januari 2016.

Wawancara

Wawancara dengan Ahmad Syarif, Sekertaris Kelurahan Pejaten Timur, pada 18 Februari 2020 Pukul 09.18 di Kantor Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

xiii

Wawancara dengan Cak Mamad, Kordinator Ojek Konvensional Stasiun Pasar Minggu, pada 1 Juli 2020 Pukul 10.30 di depan Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Wawancara dengan Muhammad Hardiansyah, Staff Pengawasan dan Pengendalian Operasional, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, pada 2 Juli 2020 Pukul 09.15 di Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Wawancara dengan Rojali Hamzah, Kordinator Lapangan Grab Stasiun Pasar Minggu, pada 25 Juni 2020 Pukul 21.12 di Rumah Rojali Hamzah, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Wawancara dengan Tatang Yayat Hidayat, Kepala Satuan Pelaksana Tugas Dinas Perhubungan Kecamatan Pasar Minggu), pada 24 Juni 2020 Pukul 13.05 di Satuan Pelaksana Perhubungan Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dokumen terkait