BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
2. Peran Edukatif Orangtua dalam Keberhasilan Pendidikan Anak
setiap hari tinggal bersama orangtua. Keberhasilan seorang anak akan terlihat baik atau buruk karena cara mendidik orangtua terhadap anak. Hal ini membuktikan bahwa peran orangtua dalam mendidik anak itu sangat penting. Orangtua memiliki cara yang berbeda-beda tetapi pada intinya memiliki tujuan yang sama dalam mendidik untuk keberhasilan pendidikan anak, tetapi pada kenyataannya tidak semua orangtua berhasil membuat anak meraih keberhasilan pendidikan. Setelah melakukan penelitian pada orangtua siswa SD Muhammadiyah Demangan, peneliti mendapatkan beberapa cara orangtua dalam mendidik anak dan beberapa cara mendidik orangtua yang diinginkan anak atau peran edukatif orangtua menurut anak, yaitu sebagai berikut:
a. Peran Edukatif yang Dilakukan Orangtua
Peran edukatif orangtua dalam keberhasilan pendidikan anak baik prestasi maupun karakter dapat dilihat sebagai berikut:
1) Peran Edukatif Orangtua Anak yang Berhasil dalam Menempuh Pendidikan
a) Memberi Contoh dan Memberi Perintah untuk Mencontoh Orangtua dalam melakukan peran edukatifnya harus memberi contoh dan memberi perintah anak untuk mencontoh agar anak dapat melakukan beberapa hal yang telah dicontohkan oleh orangtua. Berikut adalah hasil wawancara
48
dengan orangtua terkait hal memberi contoh dan menyuruh mencontoh.
“Kami sebagai orangtua memberikan contoh dan menyuruh anak untuk mencontoh hal-hal yang baik, misalnya tata krama terhadap orangtua.” (OrtuAKls3/190414)
Kemudian menurut orangtua lain yang mendidika anak dengan cara memberi contoh dan menyuruh mencontoh.
“Sebagai orangtua kami memberikan contoh kepada anak dalam bertutur kata dan bersikap.” (OrtuAKls4A/270414)
Berdasarkan data yang ada orangtua memberi contoh dan menyururh mencontoh cenderung lebih ditekankan pada pendidikan karakter atau tata cara untuk berbuat sehari-hari. b) Membiasakan
Orangtua dalam melaksanakan peran edukatifnya untuk keberhasilan pendidikan anak menggunakan metode pembiasaan atau membiasakan. Berikut hasil wawancara dengan orangtua.
“Kami membiasakan anak untuk belajar setiap hari dan mengupayakan disiplin terhadap jam belajar serta membiasakan hal-hal yang positif.” (OrtuAKls3/190414)
“Kami membiasakan anak untuk belajar setiap hari sekitar 1-2 jam dan mengerjakan soal latihan serta membiasakan anak berdisiplin waktu.” (OrtuAKls4B/040514)
“Kami selalu menanamkan belajar dengan rajin dan rutin setiap hari, tepatnya setelah maghrib dan membiasakan anak untuk disiplin.” (OrtuAKls5A/280114)
Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa cara orangtua membiasakan anak yaitu dengan membiasakan anak untuk belajar setiap hari dan mengupayakan untuk disiplin terhadap jam belajarnya.
c) Memberi Penjelasan
Menurut orangtua cara memberikan penjelasan mereka kepada anak untuk keberhasilan pendidikan anak yaitu sebagai berikut:
“Kami mendampingi anak belajar dan memberikan penjelasan tentang pelajaran yang belum dia mengerti dan sekalian memberikan tanya jawab supaya selalu ingat untuk pelajaran yang diajarkan disekolah.” (OrtuAKls4B/040514)
Kemudian menurut orangtua yang lain yaitu memberikan penjelasan secara seimbang antara akademik dan non-akademik sebagai berikut:
“Kami selalu memberikan penjelasan bahwa berprestasi adalah kewajiban anak kepada orangtua dan masa depan dirinya, jadi harus dikejar dan diperjuangkan. Kami juga memberi pengertian bahwa akademik dan non-akademik harus ditempa secara berimbang, sehingga menjadi anak yang tangguh.” (OrtuAKls5A/280414)
Berdasarkan data yang diperoleh, maka dapat diketahui bahwa orangtua memberikan penjelasan kepada anak secara
50
menyeluruh dan seimbang antara keberhasilan akademik dan non-akademik yang harus ditempuh dan diperoleh.
d) Memberi Dorongan
Orangtua memberi dorongan atau motivasi kepada anak agar selalu semangat dan tidak mudah menyerah dalam menempuh pendidikan agar berhasil. Berikut cara orangtua memberi dorongan kepada anaknya.
“Kami selalu membimbing, membantu dan megarahkan untuk belajar serta tidak bosan-bosannya mengarahkan dan menciptakan kondisi yang kondusif untuk anak belajar supaya anak menjadi semangat.” (OrtuAKls3/190414)
Kemudian hal yang hampir sam juga dilakukan oleh orangtua lain untuk memberi dorongan kepada anak.
“Kami selalu mendampingi dan mengarahkan anak dalam belajar di rumah supaya anak bersemangat.” (OrtuAKls4A/270414)
“Kami sebagai orangtua selalu mendampingi anak belajar dan sekalian memberikan tanya jawab supaya anak semangat dan selalu ingat pelajaran yang diajarkan di sekolah.” (OrtuAKls4B/040514)
Berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil wawancara dengan beberapa orangtua, maka dapat diketahui bahwa cara orangtua memberikan dorongan kepada anak yaitu dengan cara membimbing dan menemani anak belajar serta membantu dan mengarahkan belajar anak.
e) Menyuruh dan Melarang
Orangtua selalu menyuruh anak untuk melakukan hal-hal yang baik yang dapat menjadikan anak menjadi baik atau berhasil dalam menempuh pendidikan. Selain itu orangtua juga melarang anak untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan dirinya. Berikut hasil wawancara dengan beberapa orangtua.
“Kami selalu menyuruh anak untuk melakukan hal-hal yang positif dan berusaha memberi contoh yang baik supaya anak tidak melakukan hal-hal yang negatif.” (OrtuAKls3/190414)
“Kami sebagai orangtua selalu menyuruh anak untuk belajar agar bisa berhasil dan melarang anak melakukan hal-hal yang dapat merugikan dirinya.” (OrtuAKls4B/040514)
”Kami selalu menyuruh anak untuk belajar dan melarang anak menonton TV saat waktunya belajar.” (OrtuAKls5A/280414)
Berdasarkan hasil wawancara dengan orangtua, maka dapat diketahui bahwa orangtua selalu memberi perintah kepada anak untuk melakukan hal positif yang dapat menjadikan anak berhasil dan melarang anak untuk tidak melakukan hal negatif yang dapat menghambat atau merusak masa depan anaknya.
f) Berdiskusi
Orangtua berusaha mengajak anak untuk mendiskusikan hal-hal yang baik dan buruk untuk anak serta
52
mendiskusikan atau membicarakan segala hal yang berkaitan dengan anaknya. Berikut adalah hasil wawancara dengan orangtua.
“Kami sebagai orangtua selalu berusaha membicarakan dan mengkomunikasikan segala sesuatu dengan anak agar tidak ada kesalahpahaman dan pengertian antara orangtua dan anak.” (OrtuAKls3/190414)
Kemudian menurut orangtua yang lain yaitu sebagai berikut:
“Sebagai orangtua kami harus demokratis, karena kami harus menghargai anak untuk berpendapat dan orangtua mengarahkan yang baik.” (OrtuAKls4A/270414)
“Kami Berusaha mengajak anak untuk berdiskusi dan kami perbolehkan anak untuk memberikan pendapat dengan cara sopan dan penuh hormat kepada orangtua.” (OrtuAKls4B/040514)
Berdasarkan data yang ada dapat diketahui bahwa orangtua selalu berusaha mengajak anak untuk berdiskusi dan mengkomunikasikan segala sesuatunya kepada anak dengan cara yang baik agar anak dapat mengerti.
g) Memberi Tugas dan Tanggung Jawab
Setiap orangtua pasti memberikan tugas dan tanggung jawab kepada anak agar anak nantinya dapat mandiri dan bertanggung jawab dengan apa yang dikerjakan. Berikut hasil wawancara dengan orangtua.
“Kami sebagai orangtua memberi tugas kepada anak untuk belajar dan mengerjakan hal-hal yang positif serta
anak harus bertanggung jawab dengan disiplin terhadap jam belajarnya.” (OrtuAKls3/190414)
“Kami selalu memberikan akan tugas untuk belajar dan disiplin serta bertanggung jawab dengan belajarnya atau dengan apa yang dikerjakan sehari-harinya dengan saling pengertian antara orangtua dan anak.” OrtuAKls4B/040514)
Berdasarkan data yang didapatkan dari hasil wawancara dengan dua orangtua, maka dapat diketahui bahwa orangtua memberi tugas anak untuk belajar dan harus disiplin serta bertanggung jawab dengan jam belajarnya maupun dengan apa yang dikerjakan anak dalam kesehariannya.
h) Memberi Bimbingan dan Penyuluhan
Orangtua harus memberi bimbingan dan penyuluhan kepada anak agar anak melakukan hal-hal yang dapat bermanfaat untuk dirinya pada saat ini maupun pada saat yang akan datang. Berikut pendapat orangtua mengenai hal memberi bimbingan dan penyuluhan, yaitu: “Sebagai orangtua kami membimbing, membantu dan mengarahkan anak untuk belajar.” (OrtuAKls3/190414)
Pernyataan orangtua di atas menunjukkan bahwa orangtua berusaha memberi bimbingan kepada anak untuk belajar dan berusaha memberikan penyuluhan dengan cara mengarahkan belajarnya anak. Kemudian orangtua lain juga mengungkapkan hal yang hampir sama, yaitu sebagai berikut:
54
“Kami mendampingi dan mengarahkan anak dalam belajar di rumah. Kami memberikan contoh kepada anak dalam bertutur kata dan bersikap.” (OrtuAKls4A/270414)
Berdasarkan data yang ada, secara tidak langsung menunjukkan bahwa orangtua berusaha memberi bimbingan dan penyuluhan kepada anak dalam belajar di rumah baik dalam hal pendidikan umum maupun karakter.
i) Mengajak Berbuat
Dalam hal mengajak berbuat tanpa disengaja pasti orangtua setiap harinya melakukan hal ini. Orangtua membiasakan anak untuk belajar dan disiplin waktu belajarnya merupakan hal yang dapat dikatakan mengajak berbuat. Berikut hasil wawancara dengan orangtua, yaitu: “Kami selalu membiasakan hal-hal yang positif dan berusaha memberi contoh yang baik.” OrtuAKls3/190414)
Pernyataan yang ada secara tidak langsung menunjukkan bahwa orangtua berusaha mengajak anak untuk Berbuat. Orangtua memberi contoh kemudian menerapkan atau membiasakan pada anak hal-hal yang positif ini merupakan tindakan orangtua yang secara tidak langsung mengajak anak untuk berbuat. Kemudian orangtua lain juga mengungkapkan hal yang hampir sama, yaitu: “Sebagai orangtua kami memberikan contoh kepada anak dalam bertutur kata dan bersikap.” (OrtuAKls4A/270414)
Pernyataan ini secara tidak langsung juga menunjukkan bahwa orangtua berusaha mengajak anak untuk berbuat dengan memberi contoh terlebih dahulu.
j) Memberi Kesempatan Mencoba
Orangtua tentunya berusaha memberi kesempatan anak untuk mencoba karena dengan mencoba anak dapat memahami suatu hal. Berikut pernyataan orangtua terkait hal memberi kesempatan mencoba.
“Kami memberi kesempatan anak untuk mencoba mengerjakan tugasnya dan kami sebagai orangtua mendampingi dan mengarahkan anak belajar.” (OrtuAKls4A/270414)
”Kami sebagai orangtua tidak pernah mengekang maupun mendidik anak secara keras. Kami biarkan mengalir apa adanya dan kami hanya memantau dan mengoreksi saja.” (OrtuAKls5B/270414)
Berdasarkan data yang ada dapat diketahui bahwa orangtua berusaha memberi kesempatan anak untuk mencoba tanpa ada pengekangan kepada anak dan orangtua hanya memantau dengan cara mendampingi serta mengarahkan dan megoreksi apa yang telah dilakukan anak.
k) Menciptakan Situasi yang Baik
Menciptakan situasi yang baik adalah suatu hal yang dilakukan oleh orangtua agar anak merasa nyaman dan aman saat beraktifitas dengan cara yang berbeda tetapi intinya sama..
56
Berikut hasil wawancara dengan beberapa orangtua yang menciptakan situasi yang baik untuk belajar anak.
“Kami sebagai orangtua tidak bosan-bosannya mengarahkan dan menciptakan kondisi yang kondusif untuk anak belajar.” (OrtuAKls3/190414)
“Sebagai orangtua kami selalu menanamkan belajar dengan rajin dan ruti setiap hari tepatnya setelah maghrib dengan menyediakan tempat yang nyaman untuk anak belajar.” (OrtuAKls5A/280414)
Berdasarkan data wawancara dengan kedua orangtua, dapat diketahui bahwa orangtua berusaha menyediakan dan menciptakan kondisi atau tempat yang nyaman untuk anak belajar.
l) Mengadakan Pengawasan dan Pengecekan
Orangtua pasti selalu mengadakan pengawasan dan pengecekan pada anak agar orangtua mengetahui keadaan anaknya dengan cara yang berbedaa antara orangtua satu dengan yang lain. Berikut hasil wawancara terkait hal tersebut.
“Kami membiasakan belajar, mengupayakan disiplin terhadap jam belajar, membimbing, membantu dan mengarahkan untuk belajar.” (OrtuAKls3/190414), kemudian orangtua lain mengungkapkan ”Kami mendampingi anak dan mengarahkan anak dalam belajar di rumah.” (OrtuAKls4A/270414)
Kedua pernyataan orangtua menunjukkan bahwa mereka melakukan pengawasan dan pengecekan kepada anak dengan cara mendampingi atau membimbing dan mengarahkan anak dalam belajar. Hasil wawancara dengan orangtua lain
yaitu: “Kami biarkan anak mengalir apa adanya. Kami hanya memantau dan mengoreksi saja.” (OrtuAKls5B/270414)
Berdasarkan pernyataan yang ada dapat diketahui bahwa secara tidak langsung orangtua berusaha melakukan pengawsan dan pengecekan kepada anak agar orangtua dapat mengetahui bagaimana perkembagan anaknya baik dengan cara membimbing atau mendampingi dan mengarah anak maupun membiarkan mengalir tetapi tetap dipantau dan dikoreksi saja. m) Menerapkan Pendidikan Karakter
Orangtua dalam mendidik anak tentunya menerapkan pendidikan karakter yang kelak akan membangun pribadi atau karakter anak yang baik. Berikut adalah hasil wawancara pendidikan karakter yang diterapkan oleh orangtua.
“Kami selalu membiasakan hal-hal yang positif dan berusaha memberikan contoh yang baik pada anak.” (OrtuAKls3/190414), kemudian orangtua lain mengatakan “Sebagai orangtua kami memberikan contoh kepada anak dalam bertutur kata dan sikap.” (OrtuAKls4A/270414)
Berdasarkan data dari hasil wawancara dengan kedua orangtua, dapat diketahui bahwa orangtua menerapkan pendidikan karakter supaya anak menjadi baik dalam berkata maupun bersikap. Kemudian menurut orangtua yang lain yaitu sebagai berikut:
“Dalam mendidik anak untuk meraih keberhasilan non-akademik atau karakter, kami selalu membimbing untuk berdisiplin waktu, bertanggung jawab dengan
58
belajarnya atau dengan apa yang dikerjakan sehari-harinya dan dengan saling pengertian antara anak dengan orangtua.” (OrtuAKls4B/040514)
Selanjutnya menurut orangtua lain yang lebih menekankan pendidikan pada akhlak agar jujur dan bertanggung jawab, yaitu: “Kami lebih menekankan pada akhlak agar jujur dan bertanggung jawab.” (OrtuAKls5B/270414)
Berdasarkan beberapa data yang ada dapat diketahui bahwa orangtua memberikan pendidikan karakter cenderung untuk menjadikan anak menjadi pribadi yang berakhlak baik dan bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya.
n) Model pola Asuh yang Baik
Model pola asuh orangtua menjadi peran edukatif orangtua dalam keberhasilan pendidikan anak karena model pola asuh akan mempengaruhi tumbuh kembangnya anak. Berikut hasil wawancara dengan orangtua.
“Pola asuh kami adalah demokratis. Kami berusaha membicarakan dan mengkomunikasikan segala sesuatu dengan anak.” (OrtuAKls3/190414)
“Dalam mendidik anak kami anjurkan bersikap demokratis karena kami harus menghargai anak untuk berpendapat dan orangtua mengarahkan yang baik.” (OrtuAKls4A/270414)
Hal yang serupa juga diungkapkan oleh beberapa orangtua lain, yaitu sebagai berikut:
“Pola asuh kami yaitu secara demokratis. Anak kami perbolehkan untuk memberikan pendapat dengan cara sopan dan penuh hormat kepada orangtua.” (OrtuAKls4B/040514)
“Kami mendidik anak secara demokratis. Tidak pernah ada kekerasan karena pernah kami marahi anaknya langsung panas. Sejak saat itu kami demokratis tanpa kekerasan.” (OrtuAKls5B/270414)
Berdasarkan data yang ada dapat diketahui bahwa pola asuh orangtua anak yang berhasil dalam menempuh pendidikan adalah demokratis, yaitu orangtua berusaha memberi kebebasan dan memberi kesempatan anak untuk berpendapat dengan sopan dan hormat kepada orangtua, tetapi ada satu orangtua yang menerapkan pola asuh demokratis, liberal dan otoriter dengan alasan karena anak belum dewasa. Berikut hasil wawancaranya:
“Kami sebagai orangtua menerapkan ketiga system pola asuh yaitu demokratis, liberal dan otoriter. Tergantung keadaan, kadang demokratis, kadang liberal dan kadang otoriter karena usianya yang belum dewasa.” (OrtuAKls5A/280414)
Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa orangtua, maka dapat diketahui bahwa orangtua cenderung menerapkan pola asuh demokratis yang mengajak anak untuk berdiskusi dan orangtua memberikan kesempatan anak untuk berpendapat dengan sopan dan hormat kepada orangtua serta memberi kebebasan kepada anak tetapi tetap memberi pengarahan.
60
2) Peran Edukatif Orangtua Anak yang Belum Berhasil dalam Menempuh Pendidikan
a) Memberi Contoh dan Memberi Perintah untuk Mencontoh Orangtua anak yang belum berhasil dalam menempuh pendidikan belum sepenuhnya memberi contoh dan memberi perintah anak untuk mencontoh. Berikut hasil wawancara dengan orangtua.
“Kami berusaha memberi contoh yang baik kepada anak dan menyuruh anak untuk mencontoh tentang tata krama seperti mengajari anak untuk berperilaku baik, jujur, dan sopan.” (OrtuAKls5A/040514)
“Kami memberikan arahan-arahan dan contoh dalam keseharian di rumah maupun kegiatan bersosialisasi dengan penekanan pada ketaatan keagamaan.” (OrtuAKls5B/260414)
Pernyataan ini menunjukkan bahwa orangtua lebih memberi contoh dalam hal keseharian dirumah yaitu khususnya pada bidang tata krama dan keagamaan.
b) Membiasakan
Orangtua anak yang belum berhasil cenderung tidak membiasakan akan untuk belajar karena dari hasil wawancara dengan lima orangtua hanya satu orangtua saja yang membiasakan anak untuk belajar sehingga anak ini dapat mengikuti dan menjadi juara dalam lomba renang. Berikut pernyataan dari orangtua tersebut:
“Kami membiasakan anak untuk belajar tiap hari, yaitu minimal 1 jam dan maksimal 2 jam. Kurang lebih jam 19.00-21.00.” (OrtuAKls5A/040514)
Pernyataan ini membuktikan bahwa orangtua membiasakan anak untuk belajar setiap harinya. Sedangkan pernyataan orangtua yang tidak membiasakan anak untuk belajar yaitu:
“Kami selalu mengingatkan untuk fokus atau konsentrasi dan percaya diri.” (OrtuAKls4A/200414), kemudian orangtua lain mengatakan “Kami jarang menemani anak belajar. Anak belajar karena kemauan sendiri dan kadang diajari kakaknya.” OrtuAKls5B/260414)
Berdasarkan pernyataan dari kedua orangtua menunjukkan bahwa orangtua cenderung belum membiasakan anak untuk belajar dan orangtua hanya mengingatkan saja. c) Memberi Penjelasan
Orangtua anak yang belum berhasil cenderung tidak memberikan penjelasan dalam belajar kepada anak karena orangtua lebih mempercayakan anak untuk les daripada mengajarinya sendiri. Berikut hasil wawancara dengan orangtua.
“Kami mengajak anak untuk belajar dengan cara membahas soal-soal pelajaran dan mengikuti les.” (OrtuAKls4B/260414)
”Kami terus memantau perkembangan anak baik di sekolah maupun di luar dengan mengupayakan les tambahan dan membimbing anak di rumah, tetapi kami jarang menemani anak belajar. Anak belajar karena
62
kemauan sendiri dan diajari oleh kakaknya.” (OrtuAKls5B/2600414)
Berdasarkan data yang ada orangtua cenderung lebih memperyakan anak untuk belajar dengan orang lain yaitu dengan mengikuti les daripada membiasakan belajar di rumah. d) Memberi Dorongan
Orangtua anak yang belum berhasil juga memberi dorongan kepada anak. Berikut hasil wawancara dengan orangtua.
“Kami selalu mengingatkan anak untuk melakukan semua kegiatan dengan fokus dan percaya diri.” (OrtuKls4A/200414)
“Kami mendorong atau memberikan motivasi kepada anak baik secara fisik maupun non-fisik atau latihan dan pendampingan.” (OrtuAKls5A/040514)
Berdasarkan data yang ada dapat diketahui bahwa orangtua tidak memberi dorongan secara keseluruhan, tetapi hanya pada poin-poin tertentu saja.
e) Menyuruh dan Melarang
Orangtua anak yang belum berhasil cenderung membiarkan anak melakukan apa yang mereka suka. Berikut salah satu pernyataan orangtua.
“Kami memberi kebebasan dalam menentukan pilihan dan sebagai orangtua mengarahkan yang baik.” (OrtuAKls4B/260414)
“Kami tidak pernah menyuruh anak untuk melakukan hal yang tidak disukai dan tidak melarang anak untuk melakukan yang dia suka. Kami biarkan anak tumbuh dengan sendirinya dan kami hanya memantau perkembangannya.” (OrtuAKls5B/260414)
Pernyataan yang ada membuktikan bahwa orangtua tidak menyuruh dan melarang anak secara pasti, tetapi orangtua lebih memberi kebebasan atau membiarkan anak melakukan hal yang diinginkan.
f) Berdiskusi
Orangtua anak yang belum berhasil dalam pendidikan cenderung tidak mengajak anak untuk berdiskusi. Orangtua hanya hanya mengikuti kemauan anak tanpa ada diskusi dulu dengan anak. Berikut hasil wawancara dengan orangtua.
“Kami mengajari anak sesuai kemampuan dan pelajaran yang ada.” (OrtuAKls3/201414), kemudian orangtua lain mengatkan “Kami berusaha memberikan yang terbaik untuk anak dan kami memasukkan anak ke tempat kegiatan yang disenangi.” (OrtuAKls4B/260414)
Hasil wawancara dengan orangtua yang lain yaitu mengungkapkan hal sebagai berikut:
“Kami terus memantau perkembangannya baik di sekolah maupun di luar dengan cara pengupayakan les tambahan dan membimbing belajar di rumah, tetapi kami jarang menemani. Anak belajar karena kemauan sendiri dan diajari kakaknya.” (OrtuAKls5B/260414)
Berdasarkan data yang ada menunjukkan bahwa orangtua tidak mengajak anak berdiskusi dan langsung
64
mengambil keputusan untuk menempatkan anak di tempat yang disukai atau dimasukkan ke tempat les tanpa membicarakan kepada anak terlebih dahulu.
g) Memberi Tugas dan Tanggung Jawab
Orangtua anak yang belum berhasil dalam pendidikan cenderung tidak memberi tugas dan tanggung jawab kepada anak. Berikut hasil wawancaranya:
“Kami ajarkan pelajaran dan keterampilan sesuai kemampuan atau sesuai minat dan bakat anak.” (OrtuAKls3/200414)
“Kami selalu bertanya ada PR atau tidak dan selalu mengingatkan untuk konsentrasi dalam belajar karena anak suka melamun.” (OrtuAKls4A/200414)
Pernyataan yang ada menunjukkan bahwa orangtua belum memberikan tugas dan tanggung jawab terhadap tugasnya. Hal ini didukung lagi dengan hasil wawancara dengan orangtua lain.
“Kami memasukkan anak ke tempat les dan ke tempat kegiatan yang anak senangi.” (OrtuAKls4B/260414), kemudian orangtua lain mengatakan “Kami menyuruh anak belajar supaya bisa mengikuti pelajaran di sekolah dan kami juga memasukkan anak di tempat les supaya banyak pengetahuan.” (OrtuAKls5B/260414)
Berdasarkan data yang ada menunjukkan bahwa orangtua belum memberi tugas dan tanggung jawab. Orangtua hanya menyuruh anak untuk les atau masuk ke tempat kegiatan yang anak sukai.
h) Memberi Bimbingan dan Penyuluhan
Orangtua anak yang belum berhasil dalam pendidikan belum memberikan bimbingan dan penyuluhan secara penuh, karena orangtua lebih memperyakan anak di tempat les.
“Kami memasukkan anak ke tempat les dan ke tempat kegiatan yang anak senangi.” (OrtuAKls4B/260414), kemudian orangtua lain mengatakan “Kami jarang menemani anak belajar. Anak belajar ya karena kemauannya sendiri mbak.” (OrtuAKls5B/260414)
Pernyataan ini menunjukkan bahwa orangtua belum sepenuhnya membimbing anak dan orangtua lebih mempercayakan anak di tempat les.
i) Mengajak Berbuat
Orangtua anak yang belum berhasil belum sepenuhnya mengajak anak berbuat karena hanya mengingatkan dan lebih mempercayakan anak di tempat les. Berikut hasil wawancaranya.
“Kami selalu mengajak anak untuk beribadah dan selalu mengingatkan untuk fokus atau konsentrasi.” (OrtuAKls4A/040514)
“Kami memasukkan anak ke tempat kegiatan yang anak senangi.” (OrtuAKls4B/260414)
“Kami mengupayakan les tambahan agar anak mempunyai banyak pengetahuan dan dapat melakukan banyak hal.” (OrtuAKls5B/260414)
66
Berdasarkan data yang ada menunjukkan bahwa orangtua cenderung belum mengajak anak untuk berbuat dan lebih mempercayakan anak belajar di tempat les.
j) Memberi Kesempatan Mencoba
Orangtua anak yang belum berhasil dalam pendidikan cenderung belum memberi kesempatan anak untuk mencoba. Berikut hasil wawancara dengan orangtua:
“Kami memberi kesempatan anak untuk malakukan banyak hal dengan memasukkan anak ke tempat kegiatan yang anak senangi.” (OrtuAKls4B/260414)