BAB V SIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Berdasarkan pada penelitian dan beragam informasi yang diperoleh dari hasil kajian penelitian mengenai peran edukatif orangtua dalam keberhasilan pendidikan anak, maka dapat diajukan saran sebagai berikut: 1. Orangtua sebaiknya memperhatikan keinginan anak agar anak lebih
maksimal dalam meraih pendidikan.
2. Orangtua berusaha mendampingi dan membimbing anak belajar walau tidak memiliki cukup pengetahuan.
98
3. Orangtua harus menciptakan komunikasi yang baik dengan anak agar dapat memahami anak.
4. Sekolah lebih meningkatkan komunikasi dengan orangtua agar orangtua dapat lebih maksimal dalam berpartisipasi untuk keberhasilan pendidikan anak.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Idi. (2011). Sosiologi Pendidikan Individu, Masyarakat dan Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati. (2001). Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Abu Ahmadi. (1991). Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Agus Wibowo. (2012). Pendidikan Karakter Strategi Membangun Karakter
Bangsa Berperadaban. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Akmal Janan Abror. (2009). Pola Asuh Orangtua Karir dalam Mendidik Anak (Studi Kasus Keluarga Sunaryadi, Komplek TNI AU Blok K No 12 Lanud Adisutjipto Yogyakarta). Skripsi. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Ananto Nurhasan. (2013). Peranan Perhatian Orangtua Terhadap Kedisiplinan
Belajar pada Siswa Kelas XI Program Keahlian Otomotif SMK Muhammadiyah 1 Salam. Skripsi. FT UNY.
Arif Gunarso. (1993). Bagaimana Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah. Surabaya: Usaha Nasional.
Basrowi dan Suwandi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Departemen Pendidikan Nasional. (2000). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Gramedia.
. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia.Edisi IV. Jakarta: Gramedia. Dian Prihatini. (2013). Peran Konselor di LSM dalam Menangani Korban
Kekerasan Seksual. Skripsi. FIS UNY.
Djam’an Satori dan Aan Komariah. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Dwi Siswoyo, dkk. (2008). Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta Press.
Fatchul Mu’in. (2011). Pendidikan Karakter:Konstruksi Teoretik dan Praktik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
100
Jamal Ma’mur Asmani. (2011). Tuntunan Lengkap Metodologi Praktis Penelitian
Pendidikan. Yogyakarta: DIVA Press.
Ki Hadjar Dewantara. (1977). Karya Ki Hadjar Dewantara: Bagian Pertama
Pendidikan. Yogyakarta: MLPTS.
Lexy J. moleong. (1994). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: Rosda. Lutfiatun So’imah. (2013). Hubungan Antara Perhatian Orang Tua dengan
Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD/MI di Kelurahan Mandisari Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Skripsi. FIP UNY.
Maya Soeharto. (2009). 3 Prinsip Mendidik Anak. Diakses dari:
http://mayasoeharto.blogspot.com/2009/03/3-prinsip-mendidik-anak-ala-gue.html/?m=1. Pada hari Sabtu, 13 September 2014. Jam 10.16 WIB. Miles, B. Matthew & A. Michael Huberman. (1992). Analisis Data Kualitatif:
Buku Sumber tentang Metode-metode Baru. Jakarta: UI Press.
Pitadjeng. (2006). Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan. Jakarta: Depdiknas.
Reni Akbar-Hawadi. (2004). Akselerasi: A-Z Informasi Program Percepatan
Belajar dan Anak Berbakat Intelektual. Jakarta: PT Grasindo.
Rusdian Pohan. (2007). Metodologi Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Sardiman A.M. (2006). Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Siti Irene Astuti Dwiningrum. (2011). Desentralisasi dan Partisipasi Masyarakat
dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Soerjono Soekanto. (1982). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press. Sugihartono, dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Universitas Negeri
Sugiyono. (2007). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suhartin Citrobroto. (1986). Cara Mendidik Anak Dalam Keluarga Masa Kini. Jakarta: Bhrata Karya Aksara.
Supriono. (2008). Penerapan Model Pembelajaran Peta Konsep untuk Meningkatkan Motivasi dan hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Inovatif vol. 3.
Sutari Imam Barnadib. (1976). Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis. Yogyakarta: Andi Offset.
Tim Pustaka Familia. (2006). Warna-warni Kecerdasan Anak dan
Pendampingannya. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
102
104
Pedoman Wawancara A. Untuk Guru
1. Bagaimanakah keberhasilan pendidikan atau prestasi anak, baik dari aspek kognitif, afektif maupun psikomotor?
2. Prestasi apakah yang berhasil diraih oleh anak?
3. Bagaimanakah sikap anak yang berprestasi dan kurang berprestasi? 4. Bagaimanakah perilaku anak yang berprestasi dan kurang berprestasi? 5. Bagaimanakah emosi anak yang berprestasi dan kurang berprestasi? 6. Bagaimanakah kebiasaan anak yang berprestasi dan kurang berprestasi? 7. Bagaimanakah kemauan atau motivasi anak yang berprestasi dan kurang
berprestasi? B. Untuk Orangtua
1. Apakah orangtua memberi contoh dan menyuruh anak untuk mencontoh? Alasannya?
2. Apakah orangtua membiasakan anak untuk melakukan apa yang telah dicontoh?
3. Bagaimana orangtua memberikan penjelasan kepada anak tentang apa yang dicontohkan?
4. Bagaimanakah orangtua memberi dorongan atau motivasi kepada anak agar mau membiasakan hal yang telah dicontoh?
5. Bagaimanakah cara orangtua menyuruh dan melarang anak dalam melakukan sesuatu?
6. Apakah orangtua melakukan diskusi dengan anak tentang hal-hal yang terkait dengan anaknya?
7. Bagaimanakah orangtua memberikan tugas dan tanggung jawab pada anak?
8. Apakah orangtua memberi bimbingan dan penyuluhan pada anak? Jelaskan!
9. Apakah orangtua mengajak anak untuk melakukan banyak hal? Berikan penjelasan!
10.Apakah orangtua memberikan kesempatan anak untuk mencoba melakukan banyak hal? Jelaskan!
11.Bagaimanakah orangtua menciptakan situasi yang baik untuk anak? 12.Apakah orangtua mengawasi dan mengecek anaknya? Jelaskan!
13.Apakah orangtua menerapkan pendidikan karakter dalam keluarga? Jelaskan!
14.Apakah model pola asuh yang diterapkan orangtua kepada anaknya? 15.Apakah faktor pendukung dan penghambat orangtua dalam melakukan
berbagai cara untuk mendidik anak (pendidikan orangtua, pekerjaan orangtua dan waktu luang)?
C. Pedoman Wawancara Tertulis untuk Siswa
FORM PENELITIAN
PERAN EDUKATIF ORANGTUA DALAM KEBERHASILAN PENDIDIKAN ANAK
Nama : Kelas :
Jawablah pertanyaan berikut dengan jujur dan berilah tanda silang (X) pada jawaban yang kamu pilih!
1. Kapan kamu belajar di rumah?
a. Setiap hari b. Kadang-kadang c. Tidak pernah 2. Kamu belajar di rumah dengan siapa?
a. Sendiri b. Orangtua c. Teman
3. Kamu ingin belajar dengan siapa jika di rumah?
a. Sendiri b. Orangtua c. Teman
4. Saya ingin . . . orangtua saat malas belajar.
a. dibiarkan b. ditegur c. ditemani 5. Saya ingin . . . orangtua saat melakukan kesalahan.
a. dibiarkan b. dinasehati c. dimarahi 6. Saya ingin menambah ilmu saya dengan cara . . .
a. les b. belajar sendiri c. belajar dengan orangtua 7. Saya ingin . . . pada orangtua saat sedih maupun senang.
a. marah b. cerita 8. Saya ingin . . . saat nilai saya jelek.
a. dibiarkan b. dimarahi c. dimengerti 9. Saya ingin . . . saat nilai saya bagus atau menjadi juara.
106 10.Saya ingin orangtua . . . kebutuhan saya.
a. mengerti b. perduli c. tidak mengerti
Jawablah pertanyaan berikut dengan jujur!
1. Hal-hal apa saja yang kamu inginkan dari orangtua untuk mendukung prestasimu?
108
TRANSKRIP WAWANCARA DENGAN ORANGTUA ANAK YANG BERHASIL DI SD MUHAMMADIYAH DEMANGAN (OrtuAKls3)
Interviewer (Peneliti) : Dwi Trisnawati Interviewee (Informan) : N dan DK
Jabatan Interviewee : Orangtua Anak Kelas 3 SD Muhammadiyah Demangan
Tanggal : 19 April 2014
Tempat : Rumah Orangtua Anak Kelas 3
Waktu : 15.00 - 16.00 WIB
1. Peneliti: Apakah orangtua memberi contoh dan menyuruh anak untuk mencontoh? Alasannya?
Informan: Kami sebagai orangtua memberikan contoh dan menyuruh anak untuk mencontoh hal-hal yang baik, misalnya tata krama terhadap orangtua. 2. Peneliti: Apakah orangtua membiasakan anak untuk melakukan apa yang
telah dicontoh?
Informan: Kami membiasakan anak untuk belajar setiap hari dan mengupayakan disiplin terhadap jam belajar serta membiasakan hal-hal yang positif.
3. Peneliti: Bagaimana orangtua memberikan penjelasan kepada anak tentang apa yang dicontohkan?
Informan: Kami memberi penjelasan tentang kewajiban anak sebagai pelajar dan seorang muslim.
4. Peneliti: Bagaimanakah orangtua memberi dorongan atau motivasi kepada anak agar mau membiasakan hal yang telah dicontoh?
Informan: Kami selalu membimbing, membantu dan megarahkan untuk belajar serta tidak bosan-bosannya mengarahkan dan menciptakan kondisi yang kondusif untuk anak belajar supaya anak menjadi semangat.
5. Peneliti: Bagaimanakah cara orangtua menyuruh dan melarang anak dalam melakukan sesuatu?
Informan: Kami selalu menyuruh anak untuk melakukan hal-hal yang positif dan berusaha memberi contoh yang baik supaya anak tidak melakukan hal-hal yang negatif.
6. Peneliti: Apakah orangtua melakukan diskusi dengan anak tentang hal-hal yang terkait dengan anaknya?
Informan: Kami sebagai orangtua selalu berusaha membicarakan dan mengkomunikasikan segala sesuatu dengan anak agar tidak ada kesalahpahaman dan pengertian antara orangtua dan anak.
7. Peneliti: Bagaimanakah orangtua memberikan tugas dan tanggung jawab pada anak?
Informan: Kami sebagai orangtua memberi tugas kepada anak untuk belajar dan mengerjakan hal-hal yang positif serta anak harus bertanggung jawab dengan disiplin terhadap jam belajarnya.
8. Peneliti: Apakah orangtua memberi bimbingan dan penyuluhan pada anak? Jelaskan!
Informan: Sebagai orangtua kami membimbing, membantu dan mengarahkan anak untuk belajar.
9. Peneliti: Apakah orangtua mengajak anak untuk melakukan banyak hal? Berikan penjelasa!
Informan: Kami selalu membiasakan hal-hal yang positif dan berusaha memberi contoh yang baik.
10.Peneliti: Apakah orangtua memberikan kesempatan anak untuk mencoba melakukan banyak hal? Jelaskan!
Informan: Kami selalu membiasakan hal-hal yang positif dan berusaha memberi contoh yang baik.
11.Peneliti: Bagaimanakah orangtua menciptakan situasi yang baik untuk anak? Informan: Kami sebagai orangtua tidak bosan-bosannya mengarahkan dan menciptakan kondisi yang kondusif untuk anak belajar.
12.Peneliti: Apakah orangtua mengawasi dan mengecek anaknya? Jelaskan! Informan: Kami membiasakan belajar, mengupayakan disiplin terhadap jam belajar, membimbing, membantu dan mengarahkan untuk belajar.
13.Peneliti: Apakah orangtua menerapkan pendidikan karakter dalam keluarga? Jelaskan!
Informan: Kami selalu membiasakan hal-hal yang positif dan berusaha memberikan contoh yang baik pada anak.
14.Peneliti: Apakah model pola asuh yang diterapkan orangtua kepada anaknya? Informan: Pola asuh kami adalah demokratis. Kami berusaha membicarakan dan mengkomunikasikan segala sesuatu dengan anak.
15.Peneliti: Apakah faktor pendukung dan penghambat orangtua dalam melakukan berbagai cara untuk mendidik anak (pendidikan orangtua, pekerjaan orangtua dan waktu luang)?
Informan: Faktor pendukung, kami telah berhasil menempuh pendidikan akhir sarjana (S1) dan kami bekerja sebagai wiraswasta dan karyawan, sehingga banyak pengetahuan dan adanya kegiatan serta jadwal belajar anak yang tertib di sekolah itu sangat membantu kami. Sedangkan faktor penghambat kami itu adanya acara TV pada jam belajar mbak. Kan sekarang banyak sekali acara TV apalagi pada jam belajar, jadi mengganggu jam belajar anak.
110
TRANSKRIP WAWANCARA DENGAN ORANGTUA ANAK YANG BERHASIL DI SD MUHAMMADIYAH DEMANGAN (OrtuAKls4A)
Interviewer (Peneliti) : Dwi Trisnawati Interviewee (Informan) : AM dan EFN
Jabatan Interviewee : Orangtua Anak Kelas 4A SD Muhammadiyah Demangan
Tanggal : 27 April 2014
Tempat : Rumah Orangtua Anak Kelas 4A
Waktu : 15.00 - 16.00 WIB
1. Peneliti: Apakah orangtua memberi contoh dan menyuruh anak untuk mencontoh? Alasannya?
Informan: Sebagai orangtua kami memberikan contoh kepada anak dalam bertutur kata dan bersikap.
2. Peneliti: Apakah orangtua membiasakan anak untuk melakukan apa yang telah dicontoh?
Informan: Kami selalu memberikan contoh kepada anak dalam bertutur kata dan bersikap.
3. Peneliti: Bagaimana orangtua memberikan penjelasan kepada anak tentang apa yang dicontohkan?
Informan: Kami memberi tahu mana yang baik dan mana yang salah.
4. Peneliti: Bagaimanakah orangtua memberi dorongan atau motivasi kepada anak agar mau membiasakan hal yang telah dicontoh?
Informan: Kami selalu mendampingi dan mengarahkan anak dalam belajar di rumah supaya anak bersemangat.
5. Peneliti: Bagaimanakah cara orangtua menyuruh dan melarang anak dalam melakukan sesuatu?
Informan: Kami memberi tahu anak mana yang baik untuk dilakukan dan tidak baik untuk dilakukan.
6. Peneliti: Apakah orangtua melakukan diskusi dengan anak tentang hal-hal yang terkait dengan anaknya?
Informan: Sebagai orangtua kami harus demokratis, karena kami harus menghargai anak untuk berpendapat dan orangtua mengarahkan yang baik. 7. Peneliti: Bagaimanakah orangtua memberikan tugas dan tanggung jawab pada
anak?
Informan: Kami menyuruh anak belajar dan disiplin waktu terhadap belajarnya.
8. Peneliti: Apakah orangtua memberi bimbingan dan penyuluhan pada anak? Jelaskan!
Informan: Kami mendampingi dan mengarahkan anak dalam belajar di rumah. Kami memberikan contoh kepada anak dalam bertutur kata dan bersikap.
9. Peneliti: Apakah orangtua mengajak anak untuk melakukan banyak hal? Berikan penjelasan!
Informan: Sebagai orangtua kami memberikan contoh kepada anak dalam bertutur kata dan bersikap.
10.Peneliti: Apakah orangtua memberikan kesempatan anak untuk mencoba melakukan banyak hal? Jelaskan!
Informan: Kami memberi kesempatan anak untuk mencoba mengerjakan tugasnya dan kami sebagai orangtua mendampingi dan mengarahkan anak belajar.
11.Peneliti: Bagaimanakah orangtua menciptakan situasi yang baik untuk anak? Informan: Kami sediakan tempat yang nyaman untuk anak belajar.
12.Peneliti: Apakah orangtua mengawasi dan mengecek anaknya? Jelaskan! Informan: Kami mendampingi anak dan mengarahkan anak dalam belajar di rumah.
13.Peneliti: Apakah orangtua menerapkan pendidikan karakter dalam keluarga? Jelaskan!
Informan: Sebagai orangtua kami memberikan contoh kepada anak dalam bertutur kata dan sikap.
14.Peneliti: Apakah model pola asuh yang diterapkan orangtua kepada anaknya? Informan: Dalam mendidik anak kami anjurkan bersikap demokratis karena kami harus menghargai anak untuk berpendapat dan orangtua mengarahkan yang baik.
15.Peneliti: Apakah faktor pendukung dan penghambat orangtua dalam melakukan berbagai cara untuk mendidik anak (pendidikan orangtua, pekerjaan orangtua dan waktu luang)?
Informan: Faktor pendukung dalam melaksanakan peran edukatif kami ya Alhamdulillah kami dapat membantu belajar anak kami walaupun kami hanya lulusan SMU. Sedangkan faktor penghambat kami terkadang anak masih suka bersenda gurau saat belajar.
112
TRANSKRIP WAWANCARA DENGAN ORANGTUA ANAK YANG BERHASIL DI SD MUHAMMADIYAH DEMANGAN (OrtuAKls4B)
Interviewer (Peneliti) : Dwi Trisnawati Interviewee (Informan) : JAW dan DD
Jabatan Interviewee : Orangtua Anak Kelas 4B SD Muhammadiyah Demangan
Tanggal : 4 Mei 2014
Tempat : Rumah Orangtua Anak Kelas 4A
Waktu : 15.00 - 16.00 WIB
1. Peneliti: Apakah orangtua memberi contoh dan menyuruh anak untuk mencontoh? Alasannya?
Informan: Kami mengajari anak untuk taat pada agama dan menjalankan ibadah dengan tepat waktu.
2. Peneliti: Apakah orangtua membiasakan anak untuk melakukan apa yang telah dicontoh?
Informan: Kami membiasakan anak untuk belajar setiap hari sekitar 1-2 jam dan mengerjakan soal latihan serta membiasakan anak berdisiplin waktu. 3. Peneliti: Bagaimana orangtua memberikan penjelasan kepada anak tentang
apa yang dicontohkan?
Informan: Kami mendampingi anak belajar dan memberikan penjelasan tentang pelajaran yang belum dia mengerti dan sekalian memberikan tanya jawab supaya selalu ingat untuk pelajaran yang diajarkan disekolah.
4. Peneliti: Bagaimanakah orangtua memberi dorongan atau motivasi kepada anak agar mau membiasakan hal yang telah dicontoh?
Informan: Kami sebagai orangtua selalu mendampingi anak belajar dan sekalian memberikan tanya jawab supaya anak semangat dan selalu ingat pelajaran yang diajarkan di sekolah.
5. Peneliti: Bagaimanakah cara orangtua menyuruh dan melarang anak dalam melakukan sesuatu?
Informan: Kami sebagai orangtua selalu menyuruh anak untuk belajar agar bisa berhasil dan melarang anak melakukan hal-hal yang dapat merugikan dirinya.
6. Peneliti: Apakah orangtua melakukan diskusi dengan anak tentang hal-hal yang terkait dengan anaknya?
Informan: Kami Berusaha mengajak anak untuk berdiskusi dan kami perbolehkan anak untuk memberikan pendapat dengan cara sopan dan penuh hormat kepada orangtua.
7. Peneliti: Bagaimanakah orangtua memberikan tugas dan tanggung jawab pada anak?
Informan: Kami selalu memberikan akan tugas untuk belajar dan disiplin serta bertanggung jawab dengan belajarnya atau dengan apa yang dikerjakan sehari-harinya dengan saling pengertian antara orangtua dan anak.
8. Peneliti: Apakah orangtua memberi bimbingan dan penyuluhan pada anak? Jelaskan!
Informan: Kami mendampingi anak belajar dan membimbing untuk berdisiplin waktu.
9. Peneliti: Apakah orangtua mengajak anak untuk melakukan banyak hal? Berikan penjelasan!
Informan: Kami selalu mengajak anak untuk belajar setiap hari dengan mengerjakan soal latihan dan memberi tanya jawab.
10.Peneliti: Apakah orangtua memberikan kesempatan anak untuk mencoba melakukan banyak hal? Jelaskan!
Informan: Kami berusaha memberi kesempatan anak untuk berpendapat dengan sopan dan penuh hormat kepada orangtua.
11.Peneliti: Bagaimanakah orangtua menciptakan situasi yang baik untuk anak? Informan: Kami menyediakan tempat yang aman dan nyaman untuk anak belajar.
12.Peneliti: Apakah orangtua mengawasi dan mengecek anaknya? Jelaskan! Informan: Kami berusaha menemani anak belajar setiap hari dengan memberikan tanya jawab supaya anak selalu ingat pelajarannya.
13.Peneliti: Apakah orangtua menerapkan pendidikan karakter dalam keluarga? Jelaskan!
Informan: Dalam mendidik anak untuk meraih keberhasilan non-akademik atau karakter, kami selalu membimbing untuk berdisiplin waktu, bertanggung jawab dengan belajarnya atau dengan apa yang dikerjakan sehari-harinya dan dengan saling pengertian antara anak dengan orangtua.
14.Peneliti: Apakah model pola asuh yang diterapkan orangtua kepada anaknya? Informan: Pola asuh kami yaitu secara demokratis. Anak kami perbolehkan untuk memberikan pendapat dengan cara sopan dan penuh hormat kepada orangtua.
15.Peneliti: Apakah faktor pendukung dan penghambat orangtua dalam melakukan berbagai cara untuk mendidik anak (pendidikan orangtua, pekerjaan orangtua dan waktu luang)?
Informan: Faktor pendukung kami yaitu kami lulusan SMA dan bekerja sebagai wiraswasta sehingga dapat memberikan fasilitas yang lumayan mencukupi dan perlengkapan lainnya. Sedangkan faktor penghambat kami merasa tidak ada faktor penghambatnya karena anak kami masih bisa dinasehati dengan baik dan dapat diberi pengertian. Selain itu sejak dini kami juga memberikan anak pengertian dan kami ajarkan untuk memakai logika dalam berfikir.
114
TRANSKRIP WAWANCARA DENGAN ORANGTUA ANAK YANG BERHASIL DI SD MUHAMMADIYAH DEMANGAN (OrtuAKls5A)
Interviewer (Peneliti) : Dwi Trisnawati Interviewee (Informan) : AH
Jabatan Interviewee : Orangtua Anak Kelas 5A SD Muhammadiyah Demangan
Tanggal : 28 April 2014
Tempat : Rumah Orangtua Anak Kelas 5A
Waktu : 11.00 - 12.00 WIB
1. Peneliti: Apakah orangtua memberi contoh dan menyuruh anak untuk mencontoh? Alasannya?
Informan: Kami memberi contoh yang baik pada anak dan memberi pengertian supaya anak tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik.
2. Peneliti: Apakah orangtua membiasakan anak untuk melakukan apa yang telah dicontoh?
Informan: Kami selalu menanamkan belajar dengan rajin dan rutin setiap hari, tepatnya setelah maghrib dan membiasakan anak untuk disiplin.
3. Peneliti: Bagaimana orangtua memberikan penjelasan kepada anak tentang apa yang dicontohkan?
Informan: Kami selalu memberikan penjelasan bahwa berprestasi adalah kewajiban anak kepada orangtua dan masa depan dirinya, jadi harus dikejar dan diperjuangkan. Kami juga memberi pengertian bahwa akademik dan non-akademik harus ditempa secara berimbang, sehingga menjadi anak yang tangguh.
4. Peneliti: Bagaimanakah orangtua memberi dorongan atau motivasi kepada anak agar mau membiasakan hal yang telah dicontoh?
Informan: Kami selalu memotivasi anak supaya dapat menempuh pendidikan secara berimbang antara akademik dan non-akademik.
5. Peneliti: Bagaimanakah cara orangtua menyuruh dan melarang anak dalam melakukan sesuatu?
Informan: Kami selalu menyuruh anak untuk belajar dan melarang anak menonton TV saat waktunya belajar.
6. Peneliti: Apakah orangtua melakukan diskusi dengan anak tentang hal-hal yang terkait dengan anaknya?
Informan: Kami memberi pengertian dan peraturan kepada anak untuk disiplin belajar setiap hari tepatnya setelah maghrib.
7. Peneliti: Bagaimanakah orangtua memberikan tugas dan tanggung jawab pada anak?
Informan: Kami memberi tugas anak untuk berprestasi karena berprestasi adalah kewajiban anak kepada orangtua dan masa depan dirinya. Jadi harus dikejar dan diperjuangkan.
8. Peneliti: Apakah orangtua memberi bimbingan dan penyuluhan pada anak? Jelaskan!
Informan: Kami selalu memberi bimbingan anak dalam belajar dan melakukan kegiatan sehari-hari agar anak tahu yang baik dan tidak baik.
9. Peneliti: Apakah orangtua mengajak anak untuk melakukan banyak hal? Berikan penjelasan!
Informan: Kami memasukkan anak ke tempat les agar anak memiliki lebih banyak pengetahuan dan dapat melakukan banyak hal.
10.Peneliti: Apakah orangtua memberikan kesempatan anak untuk mencoba melakukan banyak hal? Jelaskan!
Informan: Kami selalu memberikan kesempatan anak untuk melakukan banyak hal selama itu baik untuk dirinya.
11.Peneliti: Bagaimanakah orangtua menciptakan situasi yang baik untuk anak? Informan: Sebagai orangtua kami selalu menanamkan belajar dengan rajin dan ruti setiap hari tepatnya setelah maghrib dengan menyediakan tempat yang nyaman untuk anak belajar.
12.Peneliti: Apakah orangtua mengawasi dan mengecek anaknya? Jelaskan! Informan: Kami berusaha membimbing anak belajar supaya kami tahu perkembagan anak kami.
13.Peneliti: Apakah orangtua menerapkan pendidikan karakter dalam keluarga? Jelaskan!
Informan: Kami mengajarkan anak untuk taat kepada agama.
14.Peneliti: Apakah model pola asuh yang diterapkan orangtua kepada anaknya? Informan: Kami sebagai orangtua menerapkan ketiga system pola asuh yaitu demokratis, liberal dan otoriter. Tergantung keadaan, kadang demokratis, kadang liberal dan kadang otoriter karena usianya yang belum dewasa.
15.Peneliti: Apakah faktor pendukung dan penghambat orangtua dalam melakukan berbagai cara untuk mendidik anak (pendidikan orangtua, pekerjaan orangtua dan waktu luang)?
Informan: Faktor pendukung kami ya Alhamdulillah kami memiliki bekal yang cukup untuk mendidik anak dengan pendidikan terakhir kami S1 dan S2. Kami bekerja di PT. Telkom dan sebagai wiraswasta, sehingga selain memiliki banyak pengetahuan juga memiliki modal untuk membantu anak belajar secara langsung maupun lewat les. Selain itu kami hidup di Kota pelajar jadi ada jam belajar yang harus dipatuhi setiap keluarga dan kotanya juga tidak terlalu besar, sehingga kami bisa menyesuaikan jarak dan waktu untuk menambah ilmu anak di luar sekolah. Sedangkan faktor penghambat kami itu karena ada acara TV yang semakin banyak dan cuaca yang seringkali