• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI ................................................................ 13-27

B. Peran Kepala Sekolah

Kepala sekolah merupakan orang terpenting di suatu sekolah dan merupakan kunci bagi pengembangan serta peningkatan suatu sekolah. Indikator dari keberhasilan sekolah adalah kalau sekolah tersebut berfungsi dengan baik, terutama kalau prestasi belajar peserta didik dapat mencapai maksimal. Untuk mewujudkannya diperlukan seorang kepala sekolah yang profesional, berpengalaman dan faham tentang kepemimpinan.

Selain itu juga perlu adanya dukungan dari pihak-pihak terkait seperti guru, orang tua peserta didik dan masyarakat di tunjang juga dengan fasilitas yang memadai..

Kepala sekolah harus memiliki kemampuan atau kompetensi dalam menjalankan tugas-tugasnya. Menurut Mintzberg yang dikutip oleh Danim, yaitu :

a. Impersonal, yaitu kepala sekolah menjalankan fungsi sebagai figur, pemimpin, dan juru runding.

b. Informational, yaitu kepala sekolah menjalankan fungsi sebagai pemantau, penyebar dan perantara.

c. Decisional, yaitu kepala sekolah menjalankan fungsi sebagai wiraswastawan, disturbance-handler, pengalokasi sumber-sumber, dan negosiator.5

Dalam menjalankan tugas-tugasnya, kepala sekolah harus memiliki kemampuan melakukan hubungan dengan guru, karyawan serta dengan masyarakat secara baik. Sehingga tercipta suasana keharmonisan, sebab dengan adanya hubungan yang harmonis dalam sekolah akan mewujudkan rasa tanggung jawab yang tinggi untuk bersama-sama dalam memajukan atau meningkatkan keberhasilan tujuan pendidikan sekolah.

Ketika kepala sekolah ingin berhasil menggerakan para guru, staf dan peserta didik berperilaku dalam mencapai tujuan sekolah, maka kepala sekolah harus:

1. Menghindarkan diri dari sikap dan perbuatan yang bersifat memaksa atau bertindak keras terhadap para guru, staf dan peserta didik.

2. Kepala sekolah harus mampu melakukan perbuatan yang melahirkan kemampuan untuk bekerja dengan penuh semangat dan percaya diri terhadap para guru, staf dan peserta didik dengan cara meyakinkan (persuade); berusaha agar para guru, staf dan peserta didik percaya bahwa apa yang dilakukan adalah benar; membujuk (induce) berusaha

5

Sudarwan Danim, Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pendidikan (Bandung: Pustaka Setia, 2002), h. 137.

meyakinkan para guru, staf dan peserta didik apa yang dikerjakan adalah benar.6

Sedikitnya terdapat lima sifat layanan yang harus diwujudkan agar pelanggan puas meliputi:

1. Reliability/ kepercayaan. 2. Assurance/ keterjaminan. 3. Tangible/ penampilan. 4. Empathy/ perhatian.

5. Responsiveness/ ketanggapan.7

Berdasarkan beberapa item di atas, dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah harus kreatif, dinamis, disiplin, dapat menghargai orang lain, dan bisa menjadi teladan bagi bawahannya. Selain itu, kepala sekolah harus melakukan berbagai pendekatan terhadap bawahannya seperti pendekatan pengaruh kewibawaan, sifat, perilaku, dan situasional.

Kepala sekolah berperan sebagai kekuatan sentral yang menjadi kekuatan penggerak kehidupan sekolah. Kepala sekolah harus memahami tugas dan fungisnya demi keberhasilan sekolah serta memiliki kepedulian kepada guru, staf dan peserta didik.

Adapun tugas dan tanggung jawab kepala sekolah adalah sebagai berikut:

6

Wahyosumidjo, Kepemimpinan dan Motivasi (Ghalia Indonesia, 2002), h. 105-106.

7

E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006), h. 216.

Dalam meningkatkan jumlah peserta didik, tentunya kepala sekolah harus bisa membangun hubungan baik dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Tujuan pokok pengembangan hubungan efektif dengan masyarakat setempat, adalah untuk memungkinkan orang tua dan masyarakat setempat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pendidikan sekolah. Tujuan lainnya adalah agar dapat menarik perhatian mereka untuk tetap percaya dengan sekolah tersebut sebagai tempat anak-anaknya menuntut ilmu.

Dunia pendidikan dalam merespon berbagai keadaan yang seringkali berubah, kepala sekolah dituntut untuk mendayagunakan sumber daya yanga ada untuk mencapai visi dan misi sekolah. Kepala sekolah bertanggung jawab atas jalannya kegiatan sekolah. Kepala sekolah harus berada digarda terdepan dan dapat diukur keberhasilannya. Keberhasilan kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya dapat diukur dengan kemampuannya dalam menciptakan iklim.belajar mengajar secara baik. Kepala sekolah harus dapat mempengaruhi, mengajak, dan mendorong guru, karyawan atau pegawai, dan peserta didik untuk menjalankan tugasnya dengan sebaik-sebaiknya. Terciptanya iklim belajar mengajar secara tertib, lancar, dan efektif ini tidak terlepas dari tugas dan tanggung jawab kepala sekolah.

Sebagaimana yang disarankan bahwasanya tugas dan tanggung jawab yang harus diemban kepala sekolah itu ada tujuh, yaitu:

a. Merencanakan b. Mengorganisasikan

c. Mengadakan staf

d. Mengarahkan/ orientasi sasaran e. Mengoordinasi

f. Memantau g. Menilai/evaluasi8

Dalam kegiatan perencanaan ini kepala sekolah untuk menetapkan tujuan-tujuan sekolah yang ingin dicapai, baik jangka pendek, menengah, ataupun jangka panjang. Dari perencanaan di atas dapat diklasifikasikan seperti merencanakan strategi, kebijakan, program, anggaran dan standar yang dibutuhkan sekolah.

Kepala sekolah mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap atasan, terhadap sesama rekan kepala sekolah atau lingkungan terkait, dan kepada bahawan.

Kepala sekolah sebagai komponen pendidikan harus mengetahui tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Tugas-tugas kepala sekolah terdiri dari:

1. Kepala sekolah bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan atas segala tindakan yang dilakukan oleh bawahan. Perbuatan yang dilakukan oleh para guru, peserta didik, staf, dan orang tua peserta didik tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab kepala sekolah.

8

Rohiat, Kecerdasan Kepemimpinan Kepala Sekolah (Bandung: PT Refika Aditama, 2008), h. 146.

2. Dengan waktu dan sumber yang terbatas seorang kepala sekolah harus mampu menghadapi berbagai persoalan. Dengan segala keterbatasan seorang kepala sekolah harus dapat mengatur pemberian tugas secara cepat serta dapat memprioritaskan bila terjadi konflik antara kepentingan bawahan dengan kepentingan sekolah.

3. Kepala sekolah harus berfikir secara analitik dan konsepsional, kepala sekolah harus dapat memecahkan persoalan melalui satu analisis, kemudian menyelesaikan persoalan dengan satu solusi yang fleksibel, serta harus dapat melihat setiap tugas sebagai satu keseluruhan yang saling berkaitan.

4. Kepala sekolah adalah seorang mediator atau juru penengah dalam lingkungan sekolah sebagai suatu organisasi di dalamnya terdiri dari manusia yang mempunyai latar belakang berbeda-beda dan bisa menimbulkan konflik, untuk itu kepala sekolah harus jadi penengah dalam konflik tersebut.

5. Kepala sekolah adalah seorang politisi, kepala sekolah harus dapat membangun hubungan kerjasama melalui pendekatan persuasi dan kesepakatan. Peran politis kepala sekolah dapat berkembang secara efektif, apabila:

a. Dapat dikembangkan prinsip jaringan saling pengertian terhadap kewajiban masing-masing.

b. Terbentuknya aliasi atau koalisi, seperti organisasi profesi, OSIS, BP3 dan sebagainya.

c. Terciptanya kerjasama dengan berbagai pihak, sehingga aneka macam aktivitas dapat dilaksanakan.

6. Kepala sekolah adalah seorang diplomat, dalam berbagai macam pertemuan kepala sekolah adalah wakil resmi sekolah yang dipimpinnya.

7. Kepala sekolah mengambil keputusan-keputusan sulit, tidak ada satu organisasi pun yang berjalan mulus tanpa problem.9 Demikian pula sekolah sebagai suatu organisasi tidak luput dari persoalan dan kesulitan-kesulitan. Dan apabila terjadi kesulitan-kesulitan kepala sekolah diharapkan berperan sebagai orang yang dapat menyelesaikan persoalan yang sulit tersebut. Dalam menjalankan kepemimpinannya kepala sekolah harus memahami akan peran dan fungsinya sebagai pemimpin.

Dalam perkembangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman, kepala sekolah juga harus mampu berperan sebagai leader, inovator, motivator, dan eterpreneur sekolahnya. Dengan demikian dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus mampu berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, juga supervisor.

Dokumen terkait