BAB IV PEMBAHASAN
A. Analisa Peran Komite Sekolah
1. Peran Komite Sekolah sebagai Pemberi Pertimbangan 39
7
a. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tahun 1989, peran punya makna seperangkat tingkat yang diharapkan, yang dimiliki oleh berkedudukan di masyarakat.
b. Jodenmot, 29 Desember 2012, peran didefinisikan sebagai
expectation about appropriate behavior in job (harapan tentang
tingkah laku yang tepat dalam pekerjaan) .
Peran menurut penulis yaitu suatu harapan yang dimiliki oleh seseorang dalam suatu bidang tertentu.
2. Komite Sekolah
a. Komite Madrasah/Sekolah (Khaeruddin, 2007: 249) merupakan suatu badan atau lemabag non-profit dan non-politis, yang dibentuk berdasarkan musyawarah demokratis para stakeholder pendidikan
madrasah, sebagai representasi dari berbagai unsur yang bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas proses dan hasil pendidikan.
b. Menurut pendapat Komite Sekolah (Sudarwan Danim, 2006: 267)
yaitu badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efesiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan sekolah / madrasah baik pada pendidikan pra sekolah maupun pendidikan dasar dan menengah. Menurut penulis, komite sekolah adalah suatu badan yang mewadai dan membahas hal-hal yang menyangkut kepentingan kelembagaan sekolah untuk meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan sekolah.
8
3. Manajemen Pendidikan
a. Menurut Made Pidarto (1988:4) menyebutkan manajemen pendidikan yaitu sebagai aktifitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.
b. Menurut Suryosubroto (1990: 15-16) disebutkan 1) managemen
pendidikan adalah kerjasama untuk mencapai tujuan pendidikan. 2) Managemen pendidikan yaitu proses untuk mencapai tujuan pendidikan.
Managemen pendidikan yang dimaksud penulis adalah aktifitas beberapa orang untuk mencapai dan menyamakan sumber-sumber pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
4. Madrasah
a. Menurut Hasyim Baiturrahman, madrasah yaitu wadah atau tempat belajar ilmu-ilmu keIslaman dan ilmu pengetahuan, keahlian lainnya yang berkembang pada zamannya.
b. Menurut Sejahti Sempurnaa, Madrasah adalah lemabaga pendidikan yang porsinya lebih terhadap mata pelajaran agama. khususnya Islam. Madrasah yang dimaksud disini yaitu tempat untuk menimba ilmu agama Islam dan juga ilmu-ilmu pengetahuan umum yang lain.
9
1. Untuk mengetahui sejauhmana peran komite sekolah terhadap managemen
pendidikan di MI Islamiyah Banyuanyar.
2. Untuk mengtahui faktor yang mendukung dan menghambat peran komite
sekolah terhadap managemen pendidikan di MI Islamiyah Banyuanyar.
3. Untuk mengetahui cara-cara yang ditempuh komite sekolah untuk
mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi.
E. Manfaat Penelitian 1. Teoritik
Manfaat secara teoritik yang diperoleh dari penelitian ini adalah menambah khasanah keilmuan pendidikan pada Jurusan Tarbiyah Progdi PAI IAIN Salatiga khususnya dalam pengetahuan peran komite.
2. Praktis
Manfaat secara praktis dari penelitian ini adalah sebagai masukan bagi komite sekolah untuk meningkatkan perannya. Bagi kepala sekolah temuan penelitian sebagai rekomendasi untuk lebih erat menjalin hubungan dengan komite sekolah.
F. Metode Penelitian
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah jenis pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif menurut Kirk dan Miller dalam Moleong (1989: 9) adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang
10
secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia baik dalam kawasannya maupun dalam peristilahannya.
Sedangkan pendekatan kualitatif menurut Bogdan dan Taylor
mendefinisikan “Metode Kualitatif” sebagai prosedur penelitian yang
menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Moelong, 1975: 5).
Pndekatan kulitatif bersifat generating theory. Teori yang dihasilkan
bukan teori substansif dan teori-teori yang diangkat dari dasar. Dalam penelitian ini penulis hanya mencari gambaran dan data yang bersifat deskriptif tentang peran komite sekolah dalam pelaksanaan manajemen pendidikan di MI Islamiyah Banyuanyar Ampel Boyolali.
2. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan turun langsung kelapangan untuk mencari instrumen yang dapat digunakan untuk menunjang keabsahan hasil penelitian.
Ada dua sumber data yang digunakan oleh peneliti yaitu:
a. Sumber data utama yang berupa kata-kata atau tindakan (sumber primer)
Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari tempat penelitian yang dilakukan dengan cara wawancara atau pengamatan.
11
Peneliti menggunakan data ini untuk mendapatkan informasi langsung tentang peran komite sekolah. Dalam pelaksanaan manajemen pendidikan di MI Islamiyah Banyuanyar Ampel Boyolali 2016. Adapun sumber data primer, penulis dapatkan dari wawancara dengan pihak komite sekolah, guru dan kelapa sekolah.
b. Sumber sekunder
Data sekunder yaitu data yang berkaitan dengan topik penelitian guna mendukung penelitian tentang peran komite sekolah dalam pelaksanaan manajemen sekolah di MI Islamiyah Banyuanyar. Data ini diperoleh dari buku-buku, majalah dan dokumentasi.
Dengan adanya sumber data yang dapat digunakan untuk menunjang keabsahan penelitian, maka digunaka metode pengumbulan data yaitu:
a. Wawancara
Metode wawancara adalah percakapan dengan maksud menkontruksi orang, kejadian, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian, dan sebagainya. (Moleong, 1985: 266). Adapun nara sumber dari wancara disini yaitu anggota komite sekolah, guru, dan kepala sekolah. Metode ini digunakan penulis untuk mencari data peran komite sekolah dalam pelaksanaan manajemen sekolam di MI Islamiyah Banyuanyar tahun 2016.
12
Guba dan Lin Coln Mengemukakan bahwa metode pengamatan dimanfaatkan sebesar-besarnya supaya dapat melihat sendiri secara langsung untuk mencatat peristiwa yang terjadi, memahami situasi-situasi yang sulit atau mungkin komunikasi tidak dapat berlangsung. (Meleong, 1985: 174)
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah suatu penelitian yang ditujukan pada penguraian, teknik ini digunakan untuk memuat penjelasan melalui sumber-sumber. (Surahmat, 1982: 132) Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang;
1) Jumlah anggota komite sekolah MI Islamiyah Banyuanyar
2) Gambaran umum tentang MI Islamiyah Banyuanyar
3) Peran-peran komite di Mi Islamiyah Banyuanyar
4) Pengumpulan dokumen-dokumen yang berguna bagi penelit
3. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini berlokasi di MI Islamiyah Banyuanyar Desa Banyuanyar Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali. Waktu pelaksanaan penelitian adalah semester ganjil tahun ajaran 2016
G. Tahap-Tahap Penelitian
Dalam melakukan penelitian dapat dilakukan dengan empat tahap yaitu:
13
Penulis menentukan focus penelitian yang akan menjadi pokok bahasan dan melakukan konsultasi kepada pembimbing dalam penyusunan proposal penelitian serta dilanjutkan penyelesaian perijinan lokasi penelitian.
2. Tahap Pekerjaan Lapangan
Penulis melakukan pengumpulan bahan yang berkaitan dengan wawancara pengamatan dan dokumentasi penelitian. Maka penulis mulai terjun ke lapangan tempat penelitian tersebut dilakukan.
3. Tahap Analisis Data
Meliputi analisis data yang diperoleh melalui pengamatan dokumentasi dan wawancara dengan anggota komite sekolah, guru, kepala sekolah dan wali murid.
4. Tahap Penulisan Laporan
Meliputi kegiatan penyusunan hasil penelitian dari semua rangkaian kegiatan pengumpulan data hingga pemberian makna. Selain itu peneliti melakukan konsultasi kepada pembimbing guna penyusunan laporan selengkapnya.
H. Hipotesis
Kegiatan pendidikan didalam lembaga pendidikan dapat maju dan berkembang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu penunjang
14
berkembangnya suatu satuan pendidikan adalah managemen pendidikan yang ada dalam lembaga tersebut. salah satu komponen yang mempengaruhi baik dan tidaknya managemen pendidikan adalah komite sekolah.
Dalam hal ini menunjukkan bahwa dalam satuan pendidikan untuk menciptakan pendidikan yang maju dan berkembang dibutuhkan managemen yang baik. Managemen yang baik sangat dipengaruhi oleh peran serta dari komite dalam memberikan sumbangan demi majunya pendidikan dalam satuan pendidikan. Apabila komite sekolah dapat memberikan sumbangan yang baik dalam hal pengembangan lembaga pendidikan maka lembaga pendidikan tersebut akan menjadi sebuah lembaga yang maju baik kuantitas maupun kualitasnya. Di satu sisi ketika komite sekolah tidak berperan aktif (cuek) maka lembaga pendidikan akan sulit berkembang, bahkan lembaga
pendidikan tersebut akan mengalami kemerosotan baik dari kuantitas maupun kualitasnya, yang pada akhirnya lembaga pendidikan itu akan ditinggalkan oleh masyarakat. Dengan demikian komite sekolah sangat berperan didalam peningkatan kuantitas dan kualitas suatu satuan pendidikan.
I. Sistematika Penulisan
Dalam penulisan ini disusun secara sistematika, sebagai tata urutan yang saling terkait satu sama lain. Untuk itu penulisan ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:
Bab pertama diuraikan menyangkut masalah Pendahuluan, yang terdiri dari Alasan pemilihan Judul, Penegasan Istilah, Rumusan Masalah, Tujuan
15
Penelitian, Manfaat Penelitian, Metode Penelitian, Tahap-Tahap Penelitian, Sistematika Penulisan.
Bab kedua di dalam bab ini menyangkut Kajian Pustaka , yang diuraikan tentang pengertian komite sekolah, peran komite sekolah, unsur komite sekolah, pengertian manajemen pendidikan.
Bab ketiga di dalam bab ini diuraikan tentang paparan data dan temuan penelitian, yang berisikan gambaran umum MI Islamiyah Banyuanyar, peran komite sekolah, faktor pendukung dan penghambat peran komite sekolah, jalan yang ditempuh guna mengatasi hambatan.
Bab keempat di dalam bab ini memaparkan pembahasan yang terdiri dari analisis data tentang peran komite sekolah dalam pelaksanaan manajemen pendidikan.
Bab keempat penutup, yang berisi tentang kesimpulan, saran-saran, dan kata penutup
17
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Komite Sekolah
1. Pengertian Komite Sekolah
Dalam lampiran II Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 044/U/2002 tanggal 2 April 2002, Komite Sekolah yaitu badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, baik pada pendidikan pra sekolah, pendidikan sekolah, maupun pendidikan luar sekolah. (Danim, Sudarwan, 2006: 267)
Menurut Khaeruddin (2007: 249) komite sekolah merupakan suatu badan atau lembaga non-profit dan non-politis yang dibentuk berdasarkan musyawarah demokratis para stakeholder pendidikan madrasah sebagai
reprentasi dari berbagai unsur yang bertangung jawab terhadap peningkatan kualitas proses dan hasil pendidikan.
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diperjelas bahwa komite sekolah adalah suatu badan mandiri yang mewadai peran serta dan aspirasi masyarakat untuk bertanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan pada satuan pendidikan.
18
2. Kedudukan dan Sifat
a. Kedudukan komite sekolah
Kedudukan komite sekolah berada pada satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang berbeda jenjang tetapi masih dalam satu lokasi. (KTSP, 2007: 249)
b. Sifat komite sekolah
Komite sekolah merupakan badan yang bersifat mandiri dan tidak mempunyai hubungan hirarkis dengan sekolah maupun lembaga pemerintah lainnya. (KTSP, 2007: 249)
3. Tujuan Komite Sekolah
Dibentuknya suatu komite sekolah pada satuan pendidikan pasti ada tujuannya. Adapun tujuan pembentukan komite sekolah yaitu:
a. Mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan pada satuan pendidikan.
b. Meningkatkan tanggung jawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.
c. Menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel dan
demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan. (KTSP, 2007: 250)
19
B. Unsur Komite Sekolah
Menurut Khaeruddin (2007: 252) bahwa keanggotaan komite sekolah terdiri atas beberapa unsur. Unsur-unsur tesebut adalah:
1. Unsur masyarakat
2. Unsur dewan guru, paling sedikit 15% dari jumlah anggota komite.
3. Unsur yayasan/lembaga penyelenggaraan pendidikan.
4. Badan pertimbangan desa yang lainnya yang dianggap perlu, dapat juga dilibatkan sebagai anggota komite sekolah.
5. Perwakilan dari organisasi siswa bagi sekolah menengah atas.
Sementara Sudarwan Danim (2006: 269) dalam buku Visi Baru Manajemen Sekolah menyebutkan bahwa unsur masyarakat itu bisa berasal dari orang tua/wali, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, dunia usaha/industri, organisasi profesi tenaga pendidikan, wakil alumni, dan khusus di pendidikan menengah wakil dari peserta didik.
Dengan terbentuknya komite sekolah dari berbagai unsur perlu adanya kepengurusan. Pengurus komite sekolah sekurang-kurangnya terdiri atas: ketua, sekretaris, bendahara, dan pengurus bidang-bidang tertentu sesuai kebutuhannya. Setelah terbentuknya kepengurusan komite sekolah, maka komite sekolah harus mempunyai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Anggaran dasar sekurang-kurangnya memuat:
1. Nama dan tempat kedudukan
2. Dasar, tujuan dan kegiatan
20
4. Hak dan kewajiban anggota dan pengurus
5. Keuangan
6. Mekanisme kerja dan rapat-rapat
7. Perubahan AD dan ART dan pembubaran organisasi. (Visi Baru
Manajemen Sekolah, 2006: 269)
Berdasarkan AD dan ART maka diharapkan nantinya peran dari komite sekolah dalam peningkatan mutu dan kualitas sekolah akan lebih baik.
C. Peran Komite Sekolah
Menurut Sudarman Danim (2006: 268) yang mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor: 044/U/2002 tanggal 2 April 2002 telah ditegas bahwa peran komite sekolah yaitu:
1. Sebagai pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan
pelaksanaan kebijakan pendidikan di satuan pendidikan.
2. Sebagai pendukung (supporting agency), baik yang berwujud finansial,
pemikiran, maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan. Dalam hal ini apabila suatu sekolah mempunyai suatu rencana dipandang bermanfaat demi peningkatan kualitas dan mutu sekolah sudah selayaknya komite memberikan dukungan sepenuhnya.
3. Sebagai pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan
akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan. Dalam hal ini maka komite sekolah melakukan pengontrolan atas kebutuhan yang dihadapi sekolah, seperti kurangnya tenaga pendidik,
21
kurangnya fasilitas yang mewadahi, maju miundurnya proses KBM. Sebagai pengontrol maka komite sekolah diharapkan dapat membantu segala kekurangan yang dimiliki sekolahtersebut.
4. Sebagai mediator antara pemerintah (eksekutif) dengan masyarakat
disatuan pendidikan. Maksudnya komite sekolah sebagai media penghubung antara pemerintah, masyarakat, dan pihak sekolah dalam kaitannya dengan masalah yang ada hubungannya dengan pendidikan.
Selain komite punya peran dalam dunia pendidikan, komite juga punya fungsi yang tidak dapat diabaikan. Beberapa funsi komite sekolah yaitu:
1. Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap
penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
2. Melakukan kerja sama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha/dunia industri) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
3. Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat.
4. Memberikan masukan, pertimbangan dan rekomendasi kepada satuan
pendidikan mengenai:
a. Kebijakan dan program pendidikan
b. Rencana anggaran pendidikan dan belanja sekolah/madrasah
c. Kriteria kinerja satuan pendidikan d. Kriteria tenaga kependidikan dan
22
e. Hal-hal yang terkait dengan pendidikan.
5. Mendorong orang tua dan masyarakat dalam rangka berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan.
6. Menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan
pendidikan di satuan pendidikan.
7. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan program,
penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan. (KTSP, 2007: 251-252)
Sesuai peran dan fungsinya maka komite sekolah melakukan akuntabilitas sebagai berikut:
a. Komite sekolah menyampaikan hasil kajian pelaksanaan program
sekolah/madrasah kepada stakeholder secara periodik, baik yang berupa
keberhasilan maupun kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran program madrasah.
b. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban bantuan masyarakat baik berupa materi (dana, barang tidak bergerak maupun bergerak), maupun non materi (tenaga, pikiran) kepada masyarakat dan pemerintah setempat.
D. Manajemen Pendidikan
1. Pengertian manajemen
Menurut Scanlan dan key (1979: 32) menyatakan manajemen sebagai proses pengkoordinasian dan pengitegrasian semua sumber, baik
23
manusia, fasilitas maupun sumber daya teknikal lain untuk mencapai aneka tujuan khusus yang ditetapkan (Visi Baru Manajemen Sekolah, 2006: 32). Sementara Luther Gulick (1965) menyatakan manajemen sebagai bidang pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja sama (Landasan Manajemen Pendidikan, 1996: 2).
Berdasar dua pendapat di atas maka dapat diperdalam penjelasannya bahwa manajemen itu dapat dikatakan sebagai ilmu, seni ataupun profesi.
a. Manajemen Sebagai Ilmu
Manajemen dikatakan sebagai ilmu pengetahuan karena memiliki serangkaian teori, meskipun teori itu masih bersifat umum dan subyektif. Luther Gulik (Nanang Fattah, 1996:2) menyatakan bahwa manajemen dapat dikatakan sebagai ilmu, jika teori-teorinya mampu memberi kejelasan bahwa apa yang harus dilakukan pada situasi tertentu dan kemungkinan mereka meramalkan akibat-akibat dari tindakan itu.
b. Manajemen Sebagai Seni
Menurut Mary Parker Follet (Nanang Fattah: 1996: 3), manajemen sebagai seni untuk melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang dan berdasarkan kenyataan bahwa manajemen mencapai tujuan organisasi dengan cara mengatur orang lain.
24
Seorang profesional menurut Robert L. Katz harus mempunyai kemampuan/kompetensi: konseptual, sosial, dan teknikal. Sementara menurut Scein (Nanang Fattah, 1996: 4-5) banyak indikator yang menunjukkan bahwa manajemen sedang bergerak kearah peningkatan profesionalisme.
2. Pengertian pendidikan
Menurut H.B. Hamdani Ali (1993: 8), Pendidikan dalam arti umum mencakup segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan pengalamannnya, pengetahuannya, kecakapannya, serta keterampilannya kepada generasi muda sehingga memungkinkan melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama dengan sebaik-baiknya. Menurut Driyarkara (Nanang Fattah, 1996: 4), pendidikan itu pada intinya memanusiakan manusia muda. Pada dasarnya pendidikan adalah pengembangan manusia muda ketaraf pendidikan.
Berpijak pada definisi tersebut di atas maka disebutkan bahwa manajemen pendidikan adalah suatu proses atau aktifitas memadukan segala sumber pendidikan agar terpusat dalam mencapai tujuan pendidikan yaitu dapat mengembangkan manusia terutama anak-anak untuk mencapaitaraf pendidikan dan mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan.
Manajemen pendidikan bisa dinyatakan sebagai proses sosial yang direkayasa untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien dengan mengikut sertakan kerjasama, serta partisipasi dari seluruh masyarakat.
26
BAB III
PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
E. Gambaran Umum MI Islamiyah Banyuanyar
1. Sejarah MI Islamiyah Banyuanyar
Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) Islamiyah Banyuanyar merupakan pendidikan formal setingkat SD yang terletak di desa Banyuanyar Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali, yang dikelola oleh Yayasan Umat Islam Banyuanyar (YUIB). MI Banyuanyar berdiri pada tanggal 6 Januari 1967 dengan penggagas H. Dimyati, Bpk. Marjuki, Bpk. Syamsuri dan tokoh lainnya.
Secara operasional MI Islamiyah Banyuanyar mengadakan kegiatan belajar mengajar dimulai dengan kegiatan belajar sore. Paginya siswa belajar di bangku sekolah dasar, sorenya baru belajar di madrasah (diniyah) karena tuntutan dari tokoh masyarakat dan wali murid untuk menyederhanakan proses pembelajaran umum dan agama dalam satu waktu. Maka pengurus madrasah mengupayakan kepada pemerintah (Departemen Agama) menyelenggarakan pendidikan formal. Pada tanggal 2 Januari 1970 mulai menyelenggarakan pembelajaran pagi hari dengan jumlah siswa 45 anak dan 6 guru pendidik.
Sejak mulai berdiri sampai sekarang MI Islamiyah Banyuanyar telah mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan madrasah, yaitu:
27
b. Bapak Suparli, A.Ma Tahun 1997 sampai tahun 2008
c. Bapak Saiful Hadi, S.Pd.I dari tahun 2008 sampai tahun 2005
d. Bapak Suparmo, M.Pd.I dari tahun 2015 sampai sekarang
Mensikapi aturan pendidikan yang digariskan oleh pemerintah, yayasan mendaftarkan legalisasi MI Banyuanyar di Departemen Agama, dengan lahirnya piagam pengesahan Perguruan Agama Perwakilan
Departemen Agama Propinsi jawa Tengah dengan nomor
Wk/5.b/383/Pgm/1222/1990 tanggal 22 November 1990. Sejalan dengan berbagai kemajuan yang ada baik fisik maupun non fisik.
Sejalan dengan berbagai kemajuan yang ada baik fisik maupun non fisik MI Banyuanyar mendapat status DIAKUI pada tanggal 1 Juli 1993 dengan nomor MK.14 / 5.b / PP.01.1 / 1973. Oleh Kakandepag Kabupaten Boyolali. Dan pada tanggal 22 Nopember 2006 MI Banyuanyar telah mendapat status Terakreditasi C dari kanwil Depag Propinsi Jawa Tengah dengan nomor KW.11.4 / 4 / PP.01.2 / 623.26.01 / 2006.
2. Letak MI Islamiyah Banyuanyar
Madrasah Islamiyah Banyuanyar merupakan madrasah swasta yang berada dibawah pembinaan dan pengawasan Kementrian Agama . MI Islamiyah Banyuanyar terletak di dusun Geneng Rt 04 Rw 01, desa Banyunyar, kecamatan Ampel, kabupaten Boyolali kode pos 57352 dan nomer hp 085647112038. Dari pusat kecamatan berjarak kurang lebih 10 km dan dari pusat kabupaten berjarak kurang lebih 20 km.
28
3. Visi dan Misi MI Islamiyah Banyuanyar
Setiap lembaga pendidikan tentunya memiliki Visi dan Misi yang ingin dicapai, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan adanya Visi dan Misi tersebut membuat langkah sistem pembelajaran lebih terarah.
Adapun Visi dan Misi MI Islamiyah Banyunyar sebagai Berikut: a. Visi
Terwujudnya generasi Islam yang cerdas, terampil, bertaqwa, berbudi dan unggul dalam prestasi.
b. Misi
1) Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dalam pencapaian
prestasi akademik dn non akademik.
2) Mewujudkan pembelajaran dan pembiasaan dalam menjalankan
ajaran agama Islam.
3) Mewujudkan pembentukan karakter Islami yang mampu
mengaktualisasikan diri dalam masyarakat.
4) Meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme tenaga
kependidikan sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan. 5) Menyelenggarakan tata kelola madrasah yang efektif, efisien,
29
4. Status Madrasah
a. Nama Madrasah : Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah
Banyuanyar b. Nomor Statistik Madrasah : 111233090005
c. Alamat Sekolah : Komplek Pendidikan Islam
Banyuanyar, Desa Banyuanyar,
Kecamatan Ampel, Kabupaten
Boyolal.
d. Status Sekolah : Swasta
e. Tahun Berdiri : 6 Januari 1969
f. Tanggal dan No. SK : 1 Pebruari 1969 No. 002 / PG / I / 1991
g. Jenjang Akreditasi : C
h. Waktu Belajar : Pagi ( jam 07.00 s/d 13.10 WIB )
i. Status Tanah : Hak Pakai
j. Surat Kepemilikan : -
k. Luas Tanah : 621 m2
5. Keadaan Siswa
Jumlah siswa pada tahun pelajaran 2016/2017 di MI Islamiyah Banyuanyar dapat dilihat pada Tabel sebagai berikut:
JUMLAH SISWA MI ISLAMIYAH BANYUANYAR TAHUN 2016/2017
Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV Kelas V Kelas VI Jumlah
L P JM L P JM L P JM L P JM L P JM L P JM L P JM
4 2 6 4 8 12 4 2 6 6 5 11 2 8 10 4 6 10 24 31 55
30
6. Data Guru
No Nama L/P Jabatan Pendidikan
terakhir Status
1 Suparmo, M.Pd.I L Kepala S2 Non PNS
2 Prihati,A.Ma P Guru D2 Non PNS
3 Lina Ariastuti P Guru SMA Non PNS
4 Ulfa Nur Hasanah, S.Pd.I P Guru S 1 Non PNS
5 Sunarmi P Guru SMA Non PNS
6 Siti Fatimah, S.Pd.I P Guru S 1 Non PNS
7 Nurul Fitrianingsih, S.Pd. P Guru S1 Non PNS
8 Sugiarti, S.Pd.I P Guru S1 Non PNS
Suber data: arsip data MI Islamiyah Banyuanyar Tahun 2016/2017
7. Data Struktur Organisasi
Struktur organisasi MI Islamiyah Banyuanyar Ampel Boyolali adalah sebagai berikut:
Struktur Organisasi MI Islamiyah Banyuanyar
Komite Sekolah
Drs. Djono
Kepala MI Suparmo, M.Pd.I
Wakil Kepala MI Ulfa Nur Hasanah,
S.Pd.I Guru kelas 1 Prihati, A.Ma Guru kelas 2 Sunarmi Guru kelas 3 Lina Ariastuti Guru kelas 4 Siti Fatimah, S.Pd.I Guru kelas 5 Nurul Fitrianingsih, Guru kelas 6 Sugiarti, S.Pd.I
31 8. Sarana prasarana
Dalam proses belajar mengajar MI Islamiyah Banyuanyar memiliki sarana Prasarana sebagai berikut:
Tabel 3
Sarana Prasara MI Islamiyah Banyuanyar
No Nama Barang Jumlah Kondisi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Papan tulis Meja siswa Kursi siswa Meja guru