BAB V HASIL PEMBAHASAN
5.3 Peran masyarakat dalam proses penyusunan anggaran
Pada era saat ini, setelah diterbitkan UU tentang Musrenbang masyarakat memiliki hak untuk turut serta dalam proses pembangunan daerah. Metode yang digunakan Pemerintah Daerah pun sangat berpihak kepada rakyat dan untuk rakyat, yaitu bottom-up. Disinilah masyarakat dituntut untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi terciptanya Pemerintahan yang baik. Peran masyarakat dalam proses penyusunan anggaran, seperti yang diatur dalam ketentuan yang ada hanyalah untuk memberikan aspirasi-aspirasi mereka dengan adanya kegiatan-kegiatan/kebutuhan yang wilayah mereka butuhkan untuk kegiatan pembangunan tahun berikutnya.
Namun berdasarkan hasil penelitian lapangan terkait dengan kagiatan Mesrenbang. Dari dua Kelurahan yang telah diikuti oleh peneliti adalah :
Kurangnya antusiasme warga dengan adanya kegiatan Musrenbang ini. Dari total jumlah undangan sebanyak 100 orang, yang hadir sebanyak 80 orang saja. Sehingga banyaknya para undangan yang tidak menghadiri kegiatan Musrenbang ini, sehingga Musrenbang belum berjalan sacara maksimal.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Penganggaran Daerah di Pemerintah Kabupaten Banggai
Dari hasil pembahasan penelitian, maka hasil dan kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut:
Dalam proses penyusunan anggaran di pemerintah kabupaten Banggai belum berjalan dengan lancar terkait dengan sumber daya manusianya sendiri. Perubahan paradigma belum banyak terjadi yaitu kurangnya kesiapan SKPD dalam usulan proyek/kegiatan dalam menentukan anggarannya, sehingga TAPD agak kesulitan dalam menyusun anggaran untuk tahun berikutnya. Dominasi pembangunan fisik dan alokasi dana anggaran lebih banyak dinikmati oleh kalangan birokrasi, hal ini menunjukkan bahwa fokus dan alokasi dana pembangunan belum mengarah pada masyarakat. Usulan proyek/kegiatan diusulkan SKPD melalui format RKA SKPD dengan mengacu kepada RPJMD serta penjabaran pertahunnya di RKPD (rencana Kerja Pemerintah Daerah), KUA untuk mencapai target-target proyek/kegiatan dari masing-masing SKPD dan menentukan biaya masing-masing kegiatan, SKPD juga harus melihat pada sisi SSH (Standar Satuan Harga) dan ASB (Analisa Standar Belanja) agar tidak terjadi kelebihan alokasi anggaran karena barang/jasa yang dibutuhkan untuk kegiatan terlalu mahal atau tidak bisa dilaksanakan karena terlalu murah.
Penyusunan anggaran pemerintah kabupaten banggai untuk beberapa tahun belakangan ini cukup baik, hal ini di karenakan masih ada beberapa aset daerah yang masih di catat dalam aset pemerintahan provinsi. Sistem yang dianut Pemerintah kabupaten saat ini adalah bottom-up, jadi pendekatan dari bawah yaitu masyarakat, pengambilan keputusan semuanya harus dari bawah dan selanjutnya di laporkan dan dikembangkan hingga tingkat kabupaten atau tingkat yg lebih tinggi. Dengan adanya pembaharuan peraturan yang ada membuat para aparatur bekerja keras dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Adanya alat bantu yang berupa software dalam perencanaan anggaran sangat membantu dari sisi TAPD dalam proses penyusunan anggaran. Perlu adanya pelatihan-pelatihan bagi aparatur terkait perubahan sistem ini, yang awalnya manual dan sekarang menjadi sistem komputerisasi. Pemerintah Kabupaten harus lebih transparansi terhadap publik (masyarakat) tentang APBD agar lebih terciptanya system Pemerintahan yang baik.
6.1.1. Keterlibatan Aparatur dalam proses penyusunan Anggaran
Dari hasil pembahasan penelitian tersebut diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa :
Kesiapan menjadi prioritas utama dalam penyusunan anggaran. Tanpa didukung adanya kesiapan akan menimbulkan kesulitan dalam penyusunan anggaran. Akibat kurangnya tenaga ahli dibidangnya, untuk membantu pemerintah daerah diberikan pelatihan-pelatihan, sehingga tujuan pemerintah untuk meningkatkan pembangunan daerah dan mensejahterakan masyarakatnya tercapai. Birokrasi harus lebih transparan dalam perencanaan dan pengaggaran kepada masyarakat. Memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses APBD. Sehingga tidak menimbulkan masalah baik dari segi ekonomi, social, politik dan hukum dan mengurangi tindak KKN. Memberi pelayanan dan mendengar aspirasi masyarakat, karena Pemerintah khususnya Pemerintah Daerah bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakatnya.
6.1.2. Peran masyarakat terhadap proses penyusunan Anggaran
Dari hasil pembahasan penelitian tersebut diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa :
Peranan masyarakat sangat besar dalam proses penyusunan anggaran. Masyarakat adalah sebagai pembuat usulan-usulan kegiatan dalam perencanaan anggaran. Dengan adanya Musrenbang, masyarakat berperan dalam perencanaan anggaran. Musrenbang yang diadakan dari tingkat Kelurahan, Kecamatan, Kota/kabupaten adalah wadah dari masyarakat untuk mengeluarkan aspirasi dan kebutuhan mereka akan pembangunan baik secara fisik dan non fisik di wilayah mereka. Yang kemudian ditampung oleh SKPD dan dievaluasi dan dipelajari oleh TAPD untuk rencana proyek tahun depan.
Namun kenyataan dilapangan memperlihatkan bahwa kesadaran masyarakat masih kurang. Para undangan yang hadir dalam Musrenbang masih kurang optimal. Masyarakat kurang menyadari bahwa Pembangunan Kota ada pada apirasi-aspirasi mereka. Beberapa elemen masyarakat masih beranggapan bahwa pembangunan masih menggunakan paradima lama seperti sentralisasi.
6.2. SARAN
Berdasarkan uraian diatas dapat diambil beberapa saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan :
1. Bagi Pemerintah Kabupaten Banggai
Bagi Pemerintah Kabupaten Banggai untuk dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyusun anggarannya dalam penyempurnaan proses penyusunan anggaran daerah dan mempublikasikannya kepada masyarakat. Hal ini dilakukan agar masyarakat mengerti secara menyeluruh segala program dan kegiatan yang dilakukan Pemerintah Daerah sehingga masyarakat dapat ikut serta membantu secara maksimal agar kegiatan Pemerintah Daerah dapat berjalan dengan sukses.
2. Bagi peneliti yang akan datang
Diharapkan dengan adanya penelitian ini, akan banyak peneliti-peneliti lain yang tertarik untuk menggunakan metode peneliti-penelitian kualitatif dalam melakukan penelitian, untuk penelitian selanjutnya akan lebih baik lagi penelitian tidak hanya dilakukan pada Pemerintah Kabupaten Banggai, tetapi di instansi Pemerintah lain agar semangat untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang sudah diperoleh dalam bangku kuliah.
akuntansi, fakultas ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
Abdul Halim , 2000, Akuntansi keuangan daerah, Penerbit Salemba empat.
Bastian, Indra, 2001, Akuntansi sektor publik Indonesia /Pusat Pengembangan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Bastian, Indra, 2006, Sistem perencanaan dan penganggaran pemerintahan daerah di Indonesia by Salemba Empat.
Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah Direktorat Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Wilayah 3, 2005 “Pedoman Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja” Jakarta
H.A Kartiwa, 2004 “Proses Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Dan Arah Kebijakan Umum” Jakarta.
Ida Bagus Putu Purbadharmaja, 2007 “Kajian Terhadap Fungsi Anggaran Dalam Pembangunan Ekonomi” Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi,
Universitas Udayana, Denpasar.
Iman Bastari, 2004, “Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah
Munandar,1985,(http://kuliahdi.blogspot.com/2009/07/pengertian-anggaran.html)
Mardiasmo (2002). Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah, Penerbit ANDI, Yogyakarta.
Mamesah, D. J. 1995, Sistem administrasi keuangan daerah. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Moleong, Lexy J., 2000, Metode Penelitian Kualitatif, Penerbit P.T. Remaja Persada Karya, Bandung
Miles, Matthew B. & Huberman, Michael A. (1994), Qualitative data are words rather than.
Suparmoko, M. 2002, Ekonomi publik untuk keuangan dan pembangunan daerah ANDI, Yogyakarta dan Standar Akuntansi Pemerintahan sebagai wujud reformasi manajemen keuangan daerah”, Jakarta.
Sri Rahayu, Unti Ludigdo, Didied Affandy, 2007, “Studi Fenomenologis Terhadap Proses Penyusunan Anggaran Daerah Bukti Empiris Dari Satu Satuan Kerja Perangkat Daerah Di Provinsi Jambi” Universitas Hasanudin Makasar.
Sugiyono, 2008, Memahami Penelitian Kualitatif, Penerbit C.V. ALFABETA, Bandung
Sonny,Sumarsono,2004,(www.unej.ac.id/upt/lemlit/pdf/penelitian.../abstrak_tahun_2 004)
Sumadji, Pratama & Rosita, 2006, Kamus Ekonomi Lengkap, Penerbit WIPRESS Uma Sekaran, 2006, “Research Methods For Bussiness” Penerbit Salemba Empet,
Jakarta.