HASIL PENENLITIAN
B. Peran PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo dalam Mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
Pada dasarnya Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang membutuhka atau pembiayaan untuk kepentingan mengembangkan usahanya juga mencari dana dari masyarakat dan juga menyalurkan kepada masyarakat, untuk itu bank mempunyai peran yang penting bagi masyarakat yang kelebihan dana dan yang kekurangan dana.41
PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo adalah salah satu bank yang membantu perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui pembiayaan di Pasaman Barat. Mengenai pembiayaan atau modal usaha yang diberikan oleh PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menurut Bapak Yun Iswandi, selama usaha tersebut memenuhi standar kelayakan dan tidak bertentangan dengan syariat Islam maka pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tersebut berhak mendapatkan pembiayaan.42
1. Peran PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo dalam memberikan pembiayaan terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
Dalam rangka untuk mendukung perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo sangat memiliki peran penting untuk mengembangkan usaha nasabah agar tidak terjadi penurunan pendapatan, dengan salah satu cara yang dilakukan PT. BPRS Mentari Pasaman
41 Hesymi Ali, Manajemen Bank, (Jakarta : Bina Aksara, 1997), hlm, 3.
Saiyo memberikan pembiayaan untuk modal usaha dan penambahan modal usaha terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Sebagaimana hasil dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada Bapak Yun Iswandi selaku Direktur PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo mengatakan bahwa:
“Produk-produk yang diberikan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yaitu: Mudharabah, Musyarakah, Murabahah, Multi Jasa dan Qard, Bank memberikan produk sesuai dengan yang dibutuhkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ”.43
Jadi untuk menganalisis pembiayaan yang akan diberikan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan prosedur yang cepat dan persyaratan yang mudah, dengan menggunakan akad yang sesuai dengan kebutuhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Maka pihak Bank akan melakukan survey terlebih dahulu usaha pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), apakah usaha yang dilakan telah sesuai dengan prinsip syariah, bagi pihak yang mengajukan permohonan pembiayaan, dengan diberikan pembiayaan hendaknya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat membantu dalam mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), supaya tidak terjadi penurunan pendapatan. Dalam memberikan pembiayaan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pihak bank memberikan pembiayaan tergantung kebutuhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
43 Bapak Yun Iswandi. Wawancara. PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo, pada tanggal 04 Agustus 2021
Prosedur dalam pengajuan pembiayaan terhadap PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo yaitu sebagai berikut:
a. Mengajukan permohonan pembiayaan
Nasabah langsung datang ke bank untuk mengisi formulir permohonan pembiayaan yang telah disediakan oleh pihak Bank sekaligus dengan menyerahkan persyaratan untuk mendapatkan pembiayaan kepada pihak Bank.
Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yaitu KTP, KK, Foto, Surat Nikah, Keterangan Usaha, Rekening Listrik, PBB, dan Jaminan (Surat Berharga kendaraan dibuktikan dengan BPKB, dan Surat Tanah dibuktikan dengan SHM).
Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan Bapak Yun Iswandi Direktur PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo tentang syarat- syarat kelengkapan dokumen menyatakan bahwa:
“Di PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo mempunyai syarat ialah mengajukan surat permohonan, lalu melenkapi persyaratan seperti KTP, KK, Foto, Surat Nikah, Keterangan Usaha, Rekening Listrik, PBB, dan Jaminan(surat berharga kendaraan dibuktikan dengan BPKB, surat tanah dibuktikan dengan SHM), selanjutnya bank melakukan seking, surve, membuat analisis pembiayaan, melakukan sidang komite pembiayaan,dan membuat jadwal pelaksanaan akad”. 44
Jadi untuk menganalisis persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar bisa mengajukan permohonan pembiayaan kepada pihak PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak dibebankan dengan banyak syarat dan prosedur yang sulit, pihak Bank hanya melihat tergantung kelancaran usaha pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan apakah sudah sesuai dengan prinsip syariah, usaha lancar, dengan melengkapi persyaratan berupa KTP, KK, Foto, Surat Nikah, Keterangan Usaha, Rekening Listrik, PBB, dan Jaminan.
b. Sebelum memberikan pembiayaan
Pada tahap ini bank membandingkan permohonan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah calon debitur, ini disebut tahap analisa pembiayaan yang diperlukan agar memperoleh keyakinan bahwa pembiayaan yang diberikan dapat dikembalikan oleh nasabahnya, analisa pembiayaan bertujuan untuk memperoleh permohonan dan meyakinkan apakah usaha nasabah layak, nasabah memiliki kemampuan dan kemauan memenuhi kewajibannya kepada bank secara baik, baik pembayaran pokok pinjamam maupun margin bagi hasil sesuai kesepakatan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.
c. Memberikan pembiayaan
Permohonan pembiayaan yang disetujui selanjutnya akan dibuat akad pembiayaan. Untuk ketentuan akad menggunakan akad jual beli (murabahah),
yaitu berupa apa yang dibutuhkan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dicantumkan di dalam permohonan pembiayaannya.
Bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang membutuhkan tambahan modal usaha, pihal bank memberikan sebanyak uang sebagai pembiayaan (Murabahah) yang dibutuhkan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk usaha produktif, sedangkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diwakilkan (wakalah) untuk membeli objek pembiayaan, kemudian nasabah membayar dalam bentuk angsuran kepada pihak Bank sesuai dengan akad yang sudah disepakati.
2. Memberikan Kemudahan Ansuran terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
Masyarakat masih sangat percaya terhadap bank syariah. Hal ini terlihat dengan tumbuhnya penghimpunan dana masyarakat, begitu juga dengan sistem penyaluran dana masih memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di sisi likuiditas BPRS mampu menjaga rasio penyaluran pembiayaan dibandingkan simpanan yang disalurkan oleh nasabah.
Maka dari itu peneliti melakukan wawancara dengan Bapak Yufendri ketika ditanyakan untuk mengetahui bagaimana peran PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo dalam mengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo itu sebagai lembaga keuangan dimana bank membantu nasabah yang membutuhkan tambahan dana untuk mengembangkan
usahannya, jadi bagi nasabah yang memerlukan tambahan modal kerja dan investasi yang berkaitan dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), maka bank bisa memberikan modal usaha dan investasi, keringan yang di yang diberikan oleh pihak Bank terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengalami penurunan pendapatan dengan cara memperpanjang waktu angsuran dengan memberikan margin yang lebih ringan”.45
3. Permodalan
Dalam permodalan, pembiayaan yang diberikan oleh pihak PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo kepada pelaku UMKM yaitu:
a. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan, deposito berjangka dan bentuk lainnya yang disamakan dengan itu.
b. Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana yang sesui dengan prinsip syariah.
Menurut hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan Bapak Yun Iswandi, bagaimana cara penyaluran pembiayaan kepada masyarakat.
Menyatakan bahwa:
“Cara penyaluran pembiayaan kepada masyarakat seperti penyalurkan pembiayaan kepada nasabah baik yang berasal dari tabungan dan deposito maupun modal untuk keperluan pembiayaan yang produktif dan investasi yaitu dalam bentuk bagi hasil, jual beli maupun jasa dengan didahului kesepakatan
45 Bapak Yufendri. Wawancara. PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo, pada tanggal 04 Agustus 2021.
pemilik dana dan pengguna dengan memperhatikan keadah-kaedah aman, lancar dan menghasilkan”.46
Bentuk pembiayaan yang disediakan oleh PT. BPRS Metari Pasaman Saiyo antara lain:
a. Berdasarkan tujuan penggunaan
1) Penggunaan konsumtif, untuk pembelian barang atau kebutuhan yang terkait dengan usaha.
2) Pengginaan investasi, pengadaan sarana atau alat produksi.
3) Penggunaan modal kerja, untuk pengadaan bahan baku atau barang yang diperdagangkan.
b. Berdasarkan jangka waktu
1) Jangka pendek (</= 1 tahun) 2) Jangka panjang (> 1 tahun)
46 Bapak Yun Iswandi. Wawancara. PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo, pada tanggal 04 Oktober 2021
Menurut hasil penelitian dengan Bapak Yun iswandi, analisis yang dilakukan oleh pihak BPRS dengan dua cara yaitu:
a. Analisis pembiayaan
1) Upaya untuk menilai prospek dan resiko atas sebuah usulan pembiayaan dengan melakukan pemeriksaan dan evaluasi serta proses pengajuan usulan persetujuan.
2) Menghitung berapa kebutuhan pembiayaan yang diperlukan untuk modal kerja atau investasi daan menentukan jenis dan skema pembiayaan dan serta cara memonitor atau kontrol terhadap jalannya pembiayaan.
3) Mengetahui potensi kebutuhan usaha nasabah terhadap produk dan jasa bank untuk kepentingan pengembangan usaha nasabah.
b. Analisis kualitatif
Kegiatan menganalisis data-data non keuangan berupa kondisi nasabah, usaha atau proyek yang dibiayai dan aspek makro maupun mikro lainnya yang berkaitan dengan nasabah. Metode yang digunakan melalui wawancara atau mencari informasi lainnya yang berhubungan dengan kegiatan nasabah melalui beberapa aspek yaitu:
1) Aspek manajemen pengelola usaha
a) Menilai character dan kemampuan calon nasabah serta organisasi perusahaan calaon nasabah (akhlak dan integritas).
b) Latar belakang pendidikan dan keahlian
c) Kemampuan melakukan fungsi manajemen produksi, pemasaran, dan keuangan.
d) Kemampuan mengelola faktor produksi, material, tenaga kerja, alat produksi, administrasi dan keuangan, hubngan industrial dan sebagainya.
e) Riwayat hidup nasabah legalitas usaha, riwayat usaha, maupun riwayat hubungannya dengan bank.
f) Ketekunan profit kerja.
g) Reputasi dalam menepati janji dilingkungan usahanya melalui suppliernya, pelanggannya, tetangga dan lainnya.
h) Regenerasi pengelola usaha.
2) Aspek pengelolaan usaha
a) Ketersediaan bahan baku dan kesinambungan produknya (aspek bahan baku)
b) Menganalisis produk yang dihasilkan calon nasabah masih memiliki peluang pasar (aspek pasar atau pemasaran).
c) Menilai perusahaan calon nasabah maupun menghasilkan produk dengan kualitas yang baik dan harga yang dapat bersain di pasar (aspek kualitas produk).
d) Menilai bagaimana barang dapat dengan lancar sampai de konsumen.
e) Bagaimana kondisi persaingan penjualan barang sejenis dan dimana posisi produk nasabah.
3) Aspek keuangan nasabah
a) menilai sejauh mana permodalan yang dimiliki nasabah dalam pengembangan usahanya dan apabila terdapat resiko kerugian seberapa kemampuan modalnya untuk menanggungnya.
b) Memiliki usaha calon nasabah kalau direalisasikan pembiayaan akan menguntungkan nasabah dan bank dan calon nasabah dapat membayar seluruh kewajibannya dengan mendapatkan keuntungan yang memadai.
c) Menilai kemampuan nasabah dalam menyediakan dana likuit, guna menutup kewajiban jangka pendeknya dari waktu ke waktu.
4) Aspek legal dan syariah
a) menilai barang yang diusahakan halal, bermanfaat, memenuhi kaedah hukum positif maupun syariah.
b) Menilai legalitas lainnya calon nasabah, badan usaha perusahaan, perusahaannya, badan agunan atau jaminan.
c) Skema pembiayaan sesuai dengan aspek syariah.
5) Aspek jaminan nasabah
a) collateral valuation, ketepatan dalam menilai jaminan (harga, kesesuaian dengan pembiayaan).
b) Liquidity, proses likuiditasi cepat apabila terjadi masalah pembiayaan, mudah, kepemilikan yang tepat dan sebagainya.
c) Depreciability, pasar atau kemudahan dalam menjual (strategis, jalan memadai, kondisi tanah dan bagunan).
d) Cotrolability, pengawasan jaminan (tempat atau lokasi jelas, batas-batas, legalitas, pengusahaan dokumen dan lainnya).47
Menurut Bapak Yufendri, modal bank mempunyai tiga fungsi. Pertama, sebagai penyanggah untuk menyerap kerugian operasional dan kerugian lainnya. Kedua, sebagai dasar bagi penetapan batas maksimum pemberian kredit. Ketiga, modal juga menjadi dasar perhitungan bagi para partisipan pasar untuk mengevaluasi tingkat kemampuan bank secara relatif dalam menghasilkan keuntungan.48
4. Pengawasan dan pembinaan
PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo akan melakukan pemantauan jalannya usaha nasabah, serta menerapkan Early Warning System (EWS). Early Warning System adalah mekanisme atau sistem deteksi atau pengenalan terhadap gejala atau tanda-tanda awal yang diperkirakan dapat mempengaruhi atau menyebabkan kemungkinan terjadi gegagalan nasabah dalam memenuhi kewajibannya. Tugas EWS adalah memberikan tanda atau peringatan dini atas kondisi nasabah yang diperkirakan akan berdampak negatif terhadap kelancaran dalam memenuhi kewajiban atas pembiayaan yang telah diberikan. Sasaran EWS yaitu:
47 Bapak Yun Iswandi. Wawancara. PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo, pada tanggal 04 Oktober 2021
48 Bapak Yufendri. Wawancara. PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo, pada tanggal 04 Oktober 2021
a) Mengidentifikasi dan mendeteksi nasabah yang diperkirakan akan berpotensi gagal dalam memenuhi kewajibannya.
b) Mendukung proses monitoring portopolio pinjaman secara keseluruhan.
c) Mengidentifikasi langkah-langkah perbaikan dan penetapan rencana tindak lanjut yang efisien.
Menurut Bapak Yun Iswandi PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pembiayaan yang telah diberikan. Prinsip pembinaan dan pengawasan ialah:
a) Setiap tahapan proses pemberian pembiayaan harus didasarkan atas asas-asas pembiayaan yang sehat.
b) Setiap pemberian pembiayaan harus mengandung unsur pengawasan ganda dan pengawasan melekat secara berkesinambungan.
c) Setiap pemberian pembiayaan harus dipantau perkembangan usaha nasabah yang bersangkutan, agar pembiayaan mencapai sasaran dan mencegah kemungkinan penurunan kualitas pembiayaan.
d) Setiap perkembangan pembiayaan tidak hanya diawasi oleh bagian pihak yang memberikan pembiayaan saja, tetapi juga oleh unit kerja yang dibutuhkan melalui pengawasan, yaitu audit internal.49
Selain melakukan pembinaan dan pengawasan, bank juga harus merapikan dokumentasi pembiayaan agar sewaktu-waktu dapat dimonitor. Dokumentasi pembiayaan ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari paket pembiayaan,
49 Bapak Yun Iswandi. Wawancara. PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo, pada tanggal 04 Oktober 2021
merupakan salah satu aspek penting yang dapat menjamin pengembalian pembiayaan, serta dokumentasi pembiayaan wajib dilaksanakan dengan baik, tertip, dan lengkap.
Pada akhirnya, dengan kebijakan dan sistem yang baik maka akan diperoleh tingkat kesehatan bank. Di sisi lain, setiap jabatan atau staf dari PT.
BPRS Mentari Pasaman Saiyo yang berperan menganalisis suatu usaha nasabah telah mempunyai perangkat yang dapat digunakan, sehingga manajemen risiko serta Early Waming System dapat dijalankan dengan baik. Dan yang paling utama jika semua prosedur standar telah terpenuhi maka PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo dapat berperan aktif dalam mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
C. Faktor yang Menjadi Kendala dalam Mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan