• Tidak ada hasil yang ditemukan

PASAR BEBAS DAN PENTINGNYA PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PETANI

A. Konsep Pasar Bebas

3. Peran Negara dalam Era Pasar Bebas a. Konsepsi tentang Negara

Literatur – literatur tentang hukum, politik, ekonomi, dan sosial pendeknya seluruh ilmu kemudian kita kategorikan sebagai ilmu sosial. dibangun diatas filosofi bahwa negara itu ada kalau negara itu tidak di asumsikan sebagai

“ada”, maka runtuhlah seluruh bangunan lainnya yang disandarkan pada negara itu. Kemudian, yang ada hanya sekelompok manusia saja, tanpa negara, tidak perlu politik, sedang hukum adalah kebiasaan perilaku mereka yang sama-sama mereka pegang teguh.27

Tantangan negara kesejahteraan diuji dengan penentuan pilihan kebijakan, apakah kebijakan yang dipilih akan membawa kesejahteraan bagi rakyat, atau

Jadi negara itu harus ada dengan segala persyaratan yuridisnya yang tergambar dari falsafah hidup negara tersebut. Indonesia memiliki nilai tersebut yang biasa kita sebut dengan Pancasila. Lebih mudah kita cermati sila kelima dari pancasila, “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Inilah yang disebut ekonomi pancasila. Bahwa negara Indonesia diselenggarakan dalam rangka mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat tanpa kecuali.

27M. Solly lubis, Ilmu Negara, (Medan: Penerbit Alumni, 198) hlm. 10

sebaliknya malah menyengsarakan rakyat. Memasuki hutan belantara yang terdapat macan didalamnya yang siap menerkam tanpa persenjataan yang cukup sama saja dengan bunuh diri. Untuk itu, negara memainkan peranan penting.

Prasyarat yang menjadi prakondisi sebelum memasuki era pasar bebas harus dipersiapkan.

Bila dikaitkan dengan negara, maka konsep perlindungan dapat didekati dengan konsep yang dikemukakan oleh Abdul Hakim Garuda Nusantara28 bahwa bagaimanapun juga hukum di Indonesia harus mengacu pada cita-cita masyarakat bangsa yakni tegaknya negara hukum yang demokratis dan berkeadilan sosial.

Dalam konteks negara hukum, hal ini dilakukan demi mencapai kesejahteraan bersama bagi seluruh rakyat dalam pengertian yang sebenarnya. Sebagai perwujudan masyarakat adil dan makmur.29

Konsep negara seperti ini sejalan dengan pengertian negara hukum kesejahteraan, yang dalam berbagai literatur disebut dengan istilah yang berbeda-beda, antara lain welfare state atau social service state.30Satjipto Rahardjo menyebut negera jenis ini dengan istilah “negara hukum yang membahagiakan rakyatnya.”31

29Machfud.M.D, Membangun Politik Hukum, Menegakkan Konstitusi, (Jakarta : Pustaka LP3ES,2001),hlm, 6.

30 Sri Hartono Redjeki, Kapita Selekta Hukum Ekonomi, (Husni Syawali, edt.) (Bandung, Mandar Maju, 2000), hlm.3.

31 S.F Marbun, Peradilan Administrasi dan Upaya Administratif diIndonesia, (Yogyakarta, UII Press, 2003) hlm,133.

Jika dalam hukum negara klasik fungsi negara hanya sebagai

“penjaga malam”(nachtwakkerstaat), maka negara hukum modern bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Negara hukum modern bersifat aktif, tidak dapat dipisahkan dari rakyatnya (staatsbemoeienis), mengedepankan penetapan tujuan (doelstelling), dari pada penetapan norma

(normstelling),mengedepankan rencana (plan) dari ppada intruksi (voorschrift), mengedepankan kebijakan (beleid) dari pada pelaksanaan (uitvoering) atau penerapan (toepassing).32

Makna leksikal dari kata “upaya” adalah usaha, ikhtiar (untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar, dsb).

b. Upaya perlindungan oleh negara

33 Upaya merupakan tindakan yang dilaksanakan dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi. Upaya pemerintah dimulai dengan memberikan pengertian tentang pemerintah terlebih dahulu. Pemerintah (goverment) ditinjau dari pengertiannya berarti pengarahan dan administrasi yang berwenang atas kegiatan orang-orang dalam sebuah negara.34

Dalam pasar bebas, peran negara dalam perdagangan sebenarnya akan direduksi secara signifikan. Sebab, mekanisme tarif yang merupakan wewenang negara dipangkas. Karena itu, diperlukan perubahan paradigma yang sangat signifikan, yakni dari kegiatan perdagangan yang mengandalkan proteksi negara menjadi kemampuan untuk bersaing.Tidak saja secara nasional atau regional dalam pasar bebas, namun juga secara global. Karena itu, kekuatan manajemen, efisiensi, kemampuan permodalan, dan keunggulan produk menjadi salah satu kunci keberhasilan.35

32 Rahardjo Satjipto, Negara Hukum yang membangun Rakyatnya, (Yogyakarta, Genta Press, 2008,) hlm 100-119

33 Tjandra .W. Riawan, Hukum administrasi Negara, (Yogyakarta Universitas atmajaya Press 2008), hlm 4-7.

34Tjandra .W. Riawan., Peradilan tata Usaha Negara : mendorong terwujudnya pemerintah yang bersih dan berwibawa, yogyakarta,( Universitas atmajaya Press), hlm.197.

35R. Hendra Halwani, . Ekonomi Internasional dan Globalisasi ekonomi. (Bogor: Ghalia Indonesia,2005),hlm.86

Adapun upaya pemerintah dalam menghadapi pasar bebas antara lain sebagai berikut :

A. Kebijakan Perdagangan sebagai Langkah Awal Peran Pemerintah

Kebijakan perdagangan dalam periode memasuki era globalisasi ekonomi diarahkan pada penciptaan dan pemantapan kerangka landasan perdagangan, yaitu dengan meningkatkan efisiensi perdagangan dalam negeri dan perdagangan luar negeri dengan tujuan lebih memperlancar arus barang dan jasa, mendorong pembentukan harga yang layak dalam iklim persaingan yang sehat, menenunjang efisiensi produksi, mengembangkan ekspor, memperluas kesempatan berusaha dan lapangan kerja, meningkatkan dan meratakan pendapatan rakyat serta menetapkan stabilitas ekonomi. dalam pelaksanaanya, kebijakan tersebut di upayakan secara terpadu dan saling mendukung dengan kebijakan dibidang-bidang lainnya agar tercapainya keseimbangan dalam mencapai berbagai tujuan pembangunan.36

1. Penciptaan struktur ekspor nonmigas yang kuat dan tangguh yang tidak terganggu oleh gejolak dengan melakukan diversifikasi, baik produk pasar maupun pelakunya.

Kerangka landasan perdagangan yang ingin dicapai tersebut meliputi unsur-unsur sebagai berikut :

2. Penciptaan sistem distribusi nasional yang efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan daya saing produk-produk ekspor, mempertahankan tingkat harga yang stabil didalam negeri dan pengembangan produksi dalam negeri menuju structur ekonomi yang lebih berimbang dengan industri yang makin kuat dan didukung oleh pertanian yang tangguh.

36Tulus T.H Tambunan, Globalisasi dan Perdagangan Internasional. (Bogor: Ghalia Indonesia, 2004),hlm 117.

3. Peningkatan daya saing usaha sebagai pelaku dalam kegiatan ekonomi perdagangan, baik dalam negeri maupun ekspor dengan memupuk kebersamaan yang kokh dalam menghadapi pasar dunia yang semakin ketat persaingannya. Di samping itu di bina kerjasama yang saling menguntungkan antara unsure-unsur dunia usaha dan antara yang besar, menengah dan kecil.

4. Transportasi pasar dan pengelolaan kegiatan perdagangan. Untuk itu, kegiatan informasi perdaganganakan lebih diintensifkan agar para pengusaha dengan mudah memperolehnya. Telah dibangun sistem jaringan informasi pasar yang untuk sementara kegiatannya masih terbatas di ibukota provinsi utama, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Surabaya, dan Ujung Pandang. Jaringan informasi ini dihubungkan juga dengan kantor-kantor Indonesian Trade Promotion Centre (ITCP) di luar negeri. Informasi yang tersedia meliputi berbagai peraturan dibidang ekspor, daftar iportir diluar negeri, produk-produk yang diminta, dan data-data perdagangan berbagai Negara.

5. Kemantapan bekerjanya lembaga-lembaga perdagangan. Berfungsinya secara baik lembaga-lembaga perdaganagan sangat penting dalam memperlancar arus pengadaan dan penyaluran barang, baik untu keperluan didalam negeri maupun untuk ekspor. Untuk itu,akan terus dikembangkannya peranan dari badan pelaksana komoditi, pasar lelang karet, pembinaan keagenan, pasar dan sebagainya.

6. Kemantapan bekerjanya sector penunjang perdagangan. Untuk itu, secara terus menerus dibina kerjasama berbagai instasi terkait agar dapat

persamaan persepsi dan langkah dalam rangka meningkatkan ekspor khususnya serta terbinanya perdagnagn yang lancer pada umumnya.

Pembangunan perdagangan dalam negeri sangat berperan dalam mewujudkan trilogi pembangunan, yang meliputi pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, meningkatkan laju pertumbuhan, dan memantapkan stabilitas ekonomi. Perdagangan dalam negeri yang efisien dan efektif akan memperlancar arus barang dan jasa serta semakin meluasnya pasar produk-produk dalam negeri akan meningkatkan kegiatan produksi dari sektor ynag bersangkutan maupun sector lain. Berkembangnya sector-sektor tersebut dengan sendirinya akan meningktkan kesmpatan kerja. Tersedianya barang dna jasa dipasar dengan harga yang layak bagi kesejahteraan hidup rakyat. Hal ini dimungkinkan apabila diterapakan system tata niaga yang efisien dan efektif.37

Pasar bebas, menuntut setiap Industri maupun perusahaan yang akan bersaing didalamnya untuk memberikan output terbaik dan memiliki ciri khas yang menampilkan keunggulan bangsa. Sehingga industri tersebut mampu bersaing dengan negara lain. Indonesia memiliki ratusan industri yang tersebar di berbagai sektor. Industri tersebut meliputi Industri Sandang, Pangan, Property, Pariwisata, Pertambangan dan lain lain.Jika diperhatikan, ada perbedaan besar antara industri di indonesia dengan negara lain, yaitu kemampuan industri dalam menciptakan output yang memiliki daya tarik serta kualitas kelas atas. Indonesia B. Menciptakan Perusahaan yang Kreatif, Inovatif dan mampu bersaing dengan

pihak Asing

37Tulus Tambunan. Perekonomian Indonesia Kajian Teoritis dan Analisis Empiris ,(Bogor:

Ghalia Indonesia. 2012) hlm.76.

memang memiliki industri yang lebih bannyak, namun kualitas rata-rata dari industri tersebut masih kurang bersaing. Pemerintah perlu melakukan sinergi dengan masyarakat untuk membangun industri yang berkualitas, kreatif, inovatif dan mampu bersaing dengan industri lain.

C. Membangun Kesadaran ‘Aku Cinta Indonesia’

Adanya pasar bebas akan menciptakan asosiasi dan akulturasi antar budaya di indonesia. Budaya-budaya antar negara di ASEAN akan saling berbaur dan menciptakan persaingan budaya. Indonesia harus menanamkan rasa cinta tanah air dan rasa bangga menggunakan produk industri sendiri pada masyarakatnya. Tujuannya agar indonesia tidak kalah saing dalam persaingan antar budaya di ASEAN. Selain itu, penanaman rasa cinta produk indonesia, akan meningkatkan jumlah pendapatan ekonomi dan menurangi dampak impor produk dari luar negeri.

D. Proteksi

Proteksi adalah upaya pemerintah mengadakan perlindungan pada industri-industri domestik terhadap masuknya barang impor dalam jangka waktu tertentu.Proteksi bertujuan melindungi, membesarkan, atau mengecilkan kelangsungan indusri dalam negeri yang berlaku dalam perdagangan umum.Tindakan tersebut merupakan aktivitas yang dapat dibenarkan, bahwa tidak masuk akal untuk mengimpor barang yang dibuat didalam negeri.Sesuai dengan pemikiran Merkantilisme,kebijakan perdagangan luar negeri memiliki dua tujuan utama, yakni meningkatkan ekspor dan mengurangi ketergantungan pada impor.38

38Ibid,hlm.86.

4. Pro-Kontra sistem Pasar Bebas