• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

BAB III Analisis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dalam

3.1.2. Peran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

Peran PDIP dalam meningkatkan perekonomian seluruh masyarakat Sumatera Utara adalah sebagai penghubung antara masyarakat kecil dengan pemilik modal ataupun pemerintah. Dalam perspektif kelembagaan, partai politik adalah mata rantai yang menghubungkan antara rakyat dan pemerintah. Atau dalam bahasa lain, partai politik menjadi jembatan antara masyarakat sipil dengan pemerintah. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Bapak Sugianto Makmur :

Sekarang kita harus berfikir partai politik harusnya lebih dekat dengan masyarakat dan betul-betul memberikan efek langsung. Saya tidak anti kapitalis, orang-orang ekonomi kerakyatan harus sadar bahwa kapitalis itu pun penting , orang-orang kapital punya uang. BPEK bisa menghubungkan antara masyarakat petani dengan orang-orang kapitalis.70

69 Wawancara dengan Bapak Sugianto Makmur sebagai Bendahara Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan PDIP, Pada tanggal 6 Mei 2019 Pukul 10.00 Wib

70 Wawancara dengan Bapak Sugianto Makmur sebagai Bendahara Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan PDIP, Pada tanggal 6 Mei 2019 Pukul 10.00 Wib

Berdasarkan wawancara diatas dapat dilihat bahwa PDIP melalui BPEK ingin lebih dekat dengan masyarakat dan betul-betul memberikan efek langsung dan memberi tahu masyarakat bahwa kapitalis itupun penting dalam dunia peternakan dan pertanian sebab dengan menjual hasil tani maupun ternak mereka ke orang-orang kapitalis/ pemilik modal akan membantu masyarakat sehingga nilai ekonomi akan naik maka dengan itu BPEK hadir untuk membantu masyarakat kecil dalam menghubungkan mereka ke para pemilik modal.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berupaya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintih atau juga dengan pejaba-pejabat PD pasar. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Bapak Sugianto Makmur :

Kalau mereka bisa jual sendiri bagus tetapi kalau mereka tidak bisa jual sendiri maka kita akan cobak hubungkan mereka dengan orang-orang yang memerlukan hasil tani atau ternak mereka, caranya bagaimana? Itulah peran partai politik , kita punya akses, kita bisa bicara dengan walikota, wakil walikota, bertemu dengan pejabat-pejabat PD Pasar yang bisa menghubungkan kita dengan penjual-penjual telur ayam misalnya , jadi hasil-hasil produksi ini bisa dijual ke mereka.”71

Berdasarkan wawancara diatas dapat dilihat bahwa PDIP melalui BPEK memberikan kemudahan untuk masyarakat dengan menjembatani masyarakat ke penjual-penjual yang ada di pasar sebagai tempat masyarakat menjual hasil tani/ternak masyarakat dengan akses yang dimiliki oleh Partai Demokrasi Indonesia

71 Wawancara dengan Bapak Sugianto Makmur sebagai Bendahara Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan PDIP, Pada tanggal 6 Mei 2019 Pukul 10.00 Wib

Perjuangan dalam pemerintahan misalnya dengan berhubungan ke Walikota atau Wakil Walikota dan bertemu dengan pejabat PD pasar untuk kemudia turun ke penjual-penjual yang ada di pasar.

Peran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai penghubung juga mengajarkan kepada petani atau peternak untuk memanfaatkan hasil tani mereka agar mempunyai kualitas dan juga daya saing yang baik, karena Badan Ekonomi Kerakyatan ingin komunikasi terjadi antara masyarakat luas dengan PDIP. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Bapak Sugianto Makmur :

Menurut ideologi partai, bahwa petani itu harus kaya. Dan sangatlah penting masyarakat petani menjadi kaya dari hasil usaha taninya. Bila tidak ada perbaikan maka petani akan selamanya miskin dan susah.72

Berdasarkan wawancara diatas dapat dilihat bahwa BPEK memliki titik fokus yang khusus untuk membuat masyarakat khususnya petani dan peternak untuk mencapai kemakmuran atau dengan kata lain menjadi masyarakat yang sejahtera.

Petani dapat hidup sejahtera jika hasil usaha mereka meningkat sehingga nilai ekonomi pun meningkat dengan mengajarkan petani bagaimana agar hasil usaha mereka dapat mempunyai kualitsa sehingga mampu bersaing di pasar. PDIP melalui BPEK juga ingin menjalin komunikasi antara masyarakat dengan partai dengan membangun kemandirian petani agar bisa berpenghasilan lebih baik dari sebelumnya.

72 Wawancara dengan Bapak Sugianto Makmur sebagai Bendahara Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan PDIP, Pada tanggal 6 Mei 2019 Pukul 10.00 Wib

Peran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam masyarakat adalah untuk meningkatkan perekonomian, PDI melalui BPEK mempunyai konsep-konsep pertanian agar memudahkan masyarakat mendapatkan keuntungan dari hasil produksi mereka. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Bapak Sugianto Makmur:

Kita mengajarkan konsep-konsep pertanian, dan partai politik juga mempengaruhi BUMN untuk memberikan kemudahan , keuntungan kepada rakyat, nah itulah peran kami di BPEK. Jadi tahun ini program kami itu, sisa-sisa produksi dari BUMN , pabrik-pabrik swasta bahwa dari yang sudah limbah ini apa yang bisa dimanfaatkan dengan dijual murah atau diberikan langsung kepada masayarakat.73

Berdasarkan wawancara diatas dapat dilihat bahwa Partai PDIP sudah sesuai dengan tujuan partai dimana partai yang disebut mempunyai karakteristik sebagai partai wong cilik atau rakyat kecil dalam memainkan perannya sebagai partai sudah menunjukkan keberpihakannya dalam membantu masyarakat khususnya petani dan peternak demi meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat dengan membuka Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan yang ada di Desa Paya Geli, Sunggal.

Peran partai PDIP sebagai penghubung melalui BPEK adalah ketika partai memliki akses berkomunikasi dengan pemerintah agar masyarakat mendapatkan kemudahan dalam menjual hasil tani yang mereka miliki dan juga mengajari masyarakat bagaimana meningkatkan hasil produksi petani agar memilki daya saing

73 Wawancara dengan Bapak Sugianto Makmur sebagai Bendahara Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan PDIP, Pada tanggal 6 Mei 2019 Pukul 10.00 Wib

dalam kuantitas dan kualitas , dengan begitu dapat meningkatkan perindustrian dan mengurangi impor dari luar negeri dan juga dapat berdampak pada tingkat pengangguran dimana ketika masyarakat mampu mereformasi cara berfikir mereka dalam pertanian dan juga dengan peran PDIP melalui BPEK dapat mengurangi pengangguran.

3.2. Strategi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan

Dalam melakukan perannya, PDIP sendiri menciptakan strategi pemberdayaan ekonomi kerakyatan yaitu dengan mengajari petani dan peternak, ataupun masyarakat pinggiran kota bagaimana memproduksi hasil pertanian masyarakat itu sendiri dengan menciptakan pakan ternak. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Bapak Sugianto Makmur :

Berternak itu 70-80% biayanya habis untuk membeli pakan, jadi kalau BPEK Paya Geli mengajari masyarakat membuat pakan seperti contohnya azolla74 dan mereka berhasil mengganti pellet untuk makanan ikan dengan kolam azolla yang dengan kata lain mereka membuat pakan sendiri untuk ikan tersebut maka itu sudah menjadi sebuah keuntungan.75

74 Azolla merupakan satu-satunya genus dari paku air mengapung suku Azollaceae. Azolla ini bisa menekan penggunaan pupuk urea sampai 65 Kg/ha. Selain untuk pupuk dan media tanam, azolla juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, khususnya itik dan beragam jenis ikan omnivora dan herbivora. (http://kolamazolla.blogspot.com/2008/07/manfaat-tanaman-azolla.html) diakses 23 Mei, 2019

75 Wawancara dengan Bapak Sugianto Makmur sebagai Bendahara Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan PDIP, Pada tanggal 6 Mei 2019 Pukul 10.00 Wib

Berdasarkan wawancara diatas dapat dilihat bahwa dengan strategi yang digunakan yaitu mengajari masyarakat membuat pakan ternak sendiri dapat membantu meminimalisir biaya yang diperlukan untuk bertani ataupun berternak bahkan pakan ternak yang diciptakan sendiri pun bernilai protein yang tinggi , jadi keuntungan yang didapat adalah peningkatan kualitas pada hasil ternak dengan biaya yang minimal.

Strategi selanjutnya yang dilakukan Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan yaitu mengajari orang-orang yang hidupnya di daerah wisata seperti bukit lawang, danau toba dan daerah lainnya membuat keju mozzarella dari susu kerbau.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Bapak Sugianto Makmur:

Ada kerbau yang nantinya akan digunakan untuk membuat keju mozzarella dari susu kerbau untuk diajari ke orang-orang yang hidupnya di daerah wisata seperti bukit lawang, danau toba dan daerah lainnya. Semua yang ada di BPEK Desa Paya Geli hanyalah sebuah etalase untuk masyarakat belajar nantinya.76

Berdasarkan wawancara diatas dapat dilihat bahwa PDI melalui BPEK ingin membuat masyarakat mandiri khususnya yang hidupnya di daerah wisata sehingga dengan begitu dapat menjadi nilai tambah bagi kehidupan ekonomi mereka karena memanfaatkan pengetahuan yang mereka dapatkan dari BPEK dengan menjual hasilnya kepada wisatawan yang ada di daerah mereka.

76 Wawancara dengan Bapak Sugianto Makmur sebagai Bendahara Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan PDIP, Pada tanggal 6 Mei 2019 Pukul 10.00 Wib

Strategi ketiga yang dilakukan adalah dengan mengundang petani, koperasi,dan pengusaha. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ibu Siti Aminah Perangin-Angin, S.E,M.S.P:

Kita undang petani, koperasi , pengusaha. Sejauh ini sudah ada yang kita undang kesana namun masih dalam hitungan sedikit dikarenakan juga belum rampung semua yang ada disana.77

Berdasarkan wawancara diatas dapat dilihat bahwa strategi yang dilakukan oleh BPEK tersebut adalah cara untuk memperkenalkan kepada petani, koperasi dan pengusaha mengenai BPEK yang ada di Desa Paya Geli sebab dengan begitu masyarakat akan tahu bahwa ada tempat yang bisa digunakan untuk belajar mengenai konsep-konsep pertanian yang baik dan juga strategi ini dilakukan untuk member tahu ke masyarakat sebelum badan ini rampung dan diresmikan.

Strategi yang keempat adalah dengan melakukan penyuluhan, pelatihan-pelatihan kepada petani, peternak, dan masyarakat yang ingin bergelut di bidang ekonomi kerakyatan. hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Bapak Jupither Ginting :

Strategi yang dilakukan adalah dengan cara melakukan penyuluhan, pelatihan-pelatihan kepada petani, peternak, dan masyarakat yang ingin bergelut di bidang ekonomi kerakyatan seperti menanam jagung dengan diajari bagaimana cara menanam jagung dengan mendapatkan hasil yang lebih maksimal daripada menggunakan metode-metode lama yang dilakukan

77 Wawancara dengan Ibu Siti Aminah Perangin-Angin sebagai Ketua Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan PDIP, Pada tanggal 10 Juni 2019 Pukul 15.00 Wib

oleh petani jagung. Yang kita lakukan adalah melakukan penyuluhan dengan bagaimana cara pemupukannya, pupuk apa yang baik di pakai, bagaimana cara membersihkan gulma-gulmanya, itulah yang kita ajari disana. Dan juga di peternakan ,kita mengajari bagaimana cara membuat pakan alternatif , kita ciptakan sendiri tanpa harus membeli pakan ternak seperti resep. Pakan alternatif yang sudah kita buat disana adalah BSF sejenis belatung dari lalat BSF yang merupakan protein makanan dan dapat meningkatkan pertumbuhan ternak seperti unggas dan babi .Dengan memberikan BSF tersebut maka dapat mencukupi kadar protein dan kebutuhan gizinya. Cara membuat BSF yang akan kita ajari disana bagi orang-orang ingin belajar di sekolah lapang PDIP. Bukti nyata yang sudah kami lakukan adalah dengan mendatangkan bibit padi MSP dimana bibit padi MSP ini sangat populer di Tanah Jawa yang dapat meningkatkan hasil pertanian padi, jadi kami telah melaksanakan penyaluran bibit padi MSP kurang lebih sebanyak 8 ton dan sudah disalurkan ke seluruh Kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Utara.78

Berdasarkan wawancara diatas dapat dilihat bahwa PDI melalui BPEK sudah memiliki strategi yang sangat baik dalam melakukan pemberdayaan ekonomi untuk masyarakat. Partai PDI juga sangat mengerti apa yang dibutuhkan oleh petani dan cara apa yang dapat dilakukan untuk meningkat hasil usaha dari masyarakat khusunya petani dan peternak. Hal ini sangat baik untuk diterapkan di masyarakat sehingga mampu menjadi masyarakat yang mandiri dengan strategi yang diajarkan. Metode lama yang selama ini digunakan oleh masyarakat dirubah dengan prinsip mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Mulai dari proses pembibitan, penanaman bahkan sampai pada saat proses panen.

78 Wawancara dengan Bapak Juphiter Ginting sebagai Wakil Sekretaris Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan PDIP, Pada tanggal 14 Juni 2019 Pukul 10.00 Wib

Didalam melakukan strategi, PDIP melalui BPEK menggunakan metode untuk melakukan pemberdayaan masyarakat yaitu dengan membuka kelas-kelas untuk pelatihan. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Bapak Jupither Ginting:

Metodenya ialah akan membuka kelas-kelas untuk pelatihan dengan hal yang pertama dilakukan adalah kita akan berkoordinasi dengan PAC (Pimpinan Cabang PDIP) kemudian PAC berkoordinasi dengan ranting-ranting untuk kemudian mencari orang-orang yang mau berlatih ke sekolah lapang.79

Hal yang sama juga disampaikan oleh Bapak Sugianto Makmur:

Yang akan dilakukan adalah bekerja sama dengan struktur partai , meminta terutama kader-kader dulu di ranting yang petani dan peternak untuk diajari dulu sesudah itu akan membuka kelas-kelas umum juga seperti membuka 10 kelas dan pembagiannya 6 atau 7 kelas untuk kader dan 3 atau 4 untuk umum. Tetapi ini pelan-pelan akan bergeser karena kader juga ada batasnya dan pelan-pelan semuanya akan 100% untuk umum nantinya.80

Berdasarkan wawacara diatas dapat dilihat bahwa metode yang dilakukan BPEK adalah dengan membuka kelas untuk masyarakat dan para kader PDIP juga.

Untuk kader Partai PDIP yang sudah dibekali diharapkan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat umum sehingga nantinya program tersebut sudah bisa dijalankan langsung oleh masyarakat yang ingin belajar nantinya.

Dari strategi yang dilakukan oleh BPEK, maka PDIP berharap agar masyarakat ekonominya meningkat. Masyarakat dibekali bukan dengan materi melainkan

79 Wawancara dengan Bapak Juphiter Ginting sebagai Wakil Sekretaris Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan PDIP, Pada tanggal 14 Juni 2019 Pukul 10.00 Wib

80 Wawancara dengan Bapak Sugianto Makmur sebagai Bendahara Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan PDIP, Pada tanggal 6 Mei 2019 Pukul 10.00 Wib

pendidikan guna memandirikan masyarakat dalam perwujudan ekonomi kerakyatan sesuai dengan Ideologi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Ibu Siti Aminah Perangin-Angin,S.E,M.S.P :

Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) yang dibentuk oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan merupakan wujud nyata dalam pembangunan manusia. Pembentukan Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan di desa Paya Geli Kecamatan Sunggal ini merupakan program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat kedepannya. Masyarakat akan dibekali bukan hanya dengan materi semata melainkan diberikan pendidikan guna memandirikan masyarakat dalam perwujudan ekonomi kerakyatan seyogianya Ideologi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan. Ekonomi kerakyatan tidak bisa hanya sekedar prinsip maupun teori yang tidak diterapkan di masyarakat.

Namun ada perhatian kepada rakyat kecil lewat program operasional nyata dan mampu merangsang kegiatan ekonomi produktif sekaligus memupuk jiwa kewirausahaan masyarakat. Oleh karena itu, PDIP melalui BPEK dijadikan sebagai jembatan bagi masyarakat umum menumbuhkembangkan semangat wirausaha dan penciptaan wirausaha dan usaha kecil menengah bagi masyarakat petani.81

Berdasarkan wawancara diatas dapat dilihat bahwa strategi yang tepat tidak terlepas dari sasaran yang akan dituju. Program yang sudah matang perencanaan strateginya bisa menjadi gagal total ketika pelaksanaannya tidak tepat sasaran. BPEK

81 Wawancara dengan Ibu Siti Aminah Perangin-Angin sebagai Ketua Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan PDIP, Pada tanggal 10 Juni 2019 Pukul 15.00 Wib

yang dibentuk oleh Partai PDIP ini sendiri lebih condong terhadap pelaku usaha kelas menengah kebawah. Dengan harapan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat di kalangan tersebut. Metode lama yang selama ini mereka pedomani akan diubah seiring dengan diberikan pendidikan dan pelatihan dari partai PDIP melaui BPEK.

Petani, peternak dan pengusaha merupakan sasaran yang tepat dalam proses Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan yang ada di desa Paya Geli ini.

Partai PDIP menghadirkan BPEK dengan menyediakan etalase dan mengajari masyarakat cara beternak dan menciptakan pakan sendiri sehingga membuat mereka menjadi lebih efisien 20% dengan hasil yang bertambah sekitar 15-30%. BPEK ini dikerjakan selain untuk memberikan wadah dan solusi bagi para petani/peternak dalam hal penyediaan pakan ternak yang bernilai gizi tinggi dan hemat, juga sebagai sekolah lapang percontohan bagi siapapun baik pemerintah, masyarakat, ataupun anggota dewan untuk melihat , mempelajari sistem beternak yang hemat, sehat dan mandiri. Hal tersebut sesuai dengan teori Yves Meny dan Andrew Knapp, di mana fungsi partai politik itu mencakup:

(i) Mobilisasi dan integrasi, di mana BPEK menyediakan sebuah etalase yang selain berfungsi sebagai media edukasi untuk masyarakat juga sebagai sarana untuk mengintegrasikan dan mengumpulkan masyarakat itu sendiri.

(ii) Sarana pembentukan pengaruh terhadap perilaku memilih (voting patterns); di mana jika kegiatan BPEK ini sukses kedepannya maka akan member pengaruh positif bagi citra partai di mata masyarakat yang terlibat.

(iii) Sarana rekruitmen politik; di mana BPEK bisa melakukan rekruitmen

sejak dini sembari melakukan kegiatan bersama masyarakat.

Peran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan ialah karena mempertahankan ideologi dari Partai PDIP , sebagai partai wong cilik, maka keberhasilan PDI Perjuangan dalam berpolitik adalah kalau ekonomi rakyat baik dan meningkat. Inilah fungsi PDI Perjuangan sebagai partai, dimana melalui Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan, melakukan perkerjaan berkaitan dengan ekonomi kerakyatan.” Ini sesuai dengan yang dinyatakan Amin Ibrahim bahwa peran partai politik :

1. Peran sebagai mediator antara konstituennya ( masyarakat pada umnya) untuk menyalurkan aspirasi mereka kepada suprastruktur politik. Peran ini dilakukan melalui tindakan aktualisasi, yakni mengemas aspirasi tersebut secara nyata, menyatakannya diharpkan dapat membuat kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan aspirasi masyarakat tersebut.

2. Bentuk peran tersebut dapat saja dengan mengaktifkan fungsi-fungsi tersebut di atas secara nyata ( aksinya), seperti aksi-aksi partisipasi politik yang beraneka ragam dimensi dan intensitansya, kegiatan komunikasi politik, kampanye menjelang pemilu, dll.

Strategi yang dilakukan oleh Partai PDIP dalam Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Desa Paya Geli adalah dengan bekerja sama dengan struktur partai , meminta terutama kader-kader dulu di ranting yang petani dan peternak untuk diajari dulu sesudah itu akan membuka kelas-kelas umum juga seperti membuka 10 kelas dan pembagiannya 6 atau 7 kelas untuk kader dan 3 atau 4 untuk umum. Tetapi ini

pelan-pelan akan bergeser karena kader juga ada batasnya dan pelan-pelan semuanya akan 100% untuk umum nantinya. Hal ini juga dijelaskan oleh Siti Aminah dan Jupiter Ginting yaitu dengan membuka kelas-kelas pelatihan dan berkoordinasi dengan PAC (Pimpinan Cabang PDIP) kemudian PAC berkoordinasi dengan ranting-ranting untuk kemudian mencari orang-orang yang mau berlatih ke sekolah lapang.

Ini sesuai dengan strategi pemberdayaa ekonomi rakyat menurut Mubyarto, yaitu :

1. Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang. Asumsinya, setiap manusia dan kelompok manusia memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Tidak ada masyarakat yang sama sekali tanpa daya. Hal ini selaras dengan semua rancangan kegiatan BPEK.

2. memperkuat potensi ekonomi yang dimiliki oleh masyarakat itu. Upaya yang amat pokok adalah peningkatan taraf pendidikan, pencerahan , peningkatan derajat kesehatan serta terbukanya kesempatan untuk memanfaatkan peluang ekonomi.

3. melindungi rakyat dan mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang, serta mencegah eksploitasi golongan ekonomi yang kuat atas yang lemah. Pak Sugianto dalam wawancara sempat membahas terkait hal ini, yaitu salah satu peran partai untuk menjembatani masyarakat dengan lembaga lain seperti organisasi kapital dan menjadi tameng untuk melindungi masyarakat dari persaingan tak seimbang ataupun perilaku curang yang merugikan masyarakat.

3.3. Respon masyarakat Desa Paya Geli, Sunggal terhadap Badan

Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan yang ada di Desa Paya Geli, Sunggal

Dalam melihat respon masyarakat Desa Paya Geli terhadap BPEK ini, penulis melakukan sesi wawancara kepada Bapak Agung selaku pekerja yang ada di BPEK Paya Geli, dan kepada masyarakat yang ada di desa Paya Geli. Wawancara ini penulis laksanakan pada tanggal 23 Mei, 2019 pukul 16.00 Wib- selesai.

Dari wawancara yang penulis lakukan dengan Bapak Agung yang bertempat tinggal di Tanjung Anom mulai bekerja di BPEK Paya geli dimulai sekitar tahun 2018 awal dan ia mengatakan sudah menjadi karyawan tetap disana dengan sistem penggajian bulanan dan tidak memiliki batas waktu tertentu dalam arti sepanjang masih diperlukan Pak Agung akan tetap bekerja di BPEK Paya Geli sampai ada perintah dari atasan. Tugas yang dilakukan Pak Agung di BPEK Paya Geli adalah mengkoordinir pekerjaan dari pekerja-pekerja lain yang ada disana, mengecek dan melengkapi setiap hari bahan-bahan yang kurang seperti pakan dan semua kebutuhan yang ada di BPEK Paya Geli.

Ia juga menjelaskan bahwa pada saat ini belum ada hal yang dilakukan di masyarakat sekitar Paya Geli di karenakan juga BPEK tersebut belum 100%

rampung. Tetapi ia mengatakan juga bahwa sudah dilakukan pembagian padi MSP (Mari Sejahterakan Petani) kepada masyarakat yang ada di Binjai dan Langkat.

Kemudia penulis melakukan wawancara kepada informan yang merupakan warga dari desa Paya Geli Sunggal. Ternyata keberadaan BPEK Paya Geli ini sudah

diketahui oleh masyarakat sekitar karena sudah dilakukan sosialisasi sebelumnya oleh pihak BPEK yang ada di Paya Geli dan mereka tahu apa tujuan dari BPEK tersebut didirikan yaitu sebagai tempat percontohan untuk membantu masyarakat terkait bagaimana cara-cara bertani dan beternak yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

Masyarakat sekitar merespon positif dari adanya BPEK ini karena mereka beranggapan dengan adanya BPEK ini nantinya masyarakat peternak dan petani yang seperti mereka dapat belajar disana dan mendapatkan ilmu-ilmu baru untuk meningkatkan hasil pertanian dan peternakan demi kesejahteraan mereka. Tetapi

Masyarakat sekitar merespon positif dari adanya BPEK ini karena mereka beranggapan dengan adanya BPEK ini nantinya masyarakat peternak dan petani yang seperti mereka dapat belajar disana dan mendapatkan ilmu-ilmu baru untuk meningkatkan hasil pertanian dan peternakan demi kesejahteraan mereka. Tetapi

Dokumen terkait