• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

4.7. Peran Pasar Tradisional Dalam Pengembangan Wilayah

2007 355.317.750 11.377.217.782 3,12 2008 365.138.050 11.847.943.635 3,08 2009 350.313.750 12.201.754.239 2,87 2010 369.836.500 32.138.982.914 1,15 2011 373.479.940 25.000.000.000 1,49

Sumber : Disperindagkop dan Pasar-BPKAD Kab Madina (Data Diolah)

Hasil perhitungan di atas, dapat dilihat bahwa kontribusi retribusi pasar terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Mandailing Natal terus mengalami penurunan dari tahun 2007 hingga tahun 2011 dengan rata-rata tiap tahunnya sebesar 2,34 %. Kontribusi terbesar terjadi pada tahun 2007 yaitu sebesar 3,12 % dan kontribusi terkecil pada tahun 2010 yaitu 1,15 %. Pada tahun 2007 kontribusi retribusi pasar adalah 3,12 % terhadap PAD, menurun menjadi 3,08 % pada tahun 2008. Penurunan ini terjadi hingga tahun 2010 menjadi 1,15 % akan tetapi untuk tahun 2011 kontribusi penerimaan retribusi pasar terhadap PAD mengalami peningkatan menjadi 1,49 %.

4.7. Peran Pasar Tradisional Dalam Pengembangan Wilayah

Melihat dari fungsi pasar tradisional adalah tempat barang-barang kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan oleh masyarakat, disamping tempat berkumpulnya pedagang tradisional untuk menjual komoditas yang dibutuhkan oleh masyarakat, maka antara masyarakat sebagai konsumen dan pedagang sebagai produsen terdapat

hubungan yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Ini menunjukkan keberadaan pasar tradisional sangat penting artinya ditengah-tengah masyarakat.

Pasar baru Panyabungan melayani masyarakat yang berada di Kecamatan Panyabungan, bahkan untuk semua masyarakat di Kabupaten Mandaiuling Natal. ini disebabkan karena di Kabupaten Mandailing Natal pasar baru Panyabungan merupakan satu-satunya Pasar Kelas I.

Peran pasar tradisional pasar baru panyabungan dalam masyarakat sangat luas, selain sebagai tempat transaksi penjual dan pembeli, juga sebagai penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Di sisi lain, terjadinya peningkatan pendapatan pedagang yang berjualan dipasar tradisional pasar baru panyabungan, ini dikaitkan dengan modal kerja yang dikeluarkan setiap hari, jam kerja yang digunakan untuk berjualan, pengalaman kerja yang digunakan, dan lokasi usaha tempat berjualan yang digunakan pedagang sangat menentukan penghasilan yang dikumpulkan oleh pedagang. Terjadinya peningkatan pendapatan responden ini bisa di lihat dari daya beli dan tingkat kunjungan masyarakat yang melakukan transaksi jual beli di pasar baru panyabungan ini relative tinggi. Hal ini terbukti dari keempat variable (modal kerja, jam kerja, pengalaman kerja dan lokasi usaha) terhadap pembentukan pendapatan pedagang di pasar tradisional ini signifikan. Disamping itu, dilihat dari hubungan antara jumlah pembeli yang membeli barang dagangan yang ada di pasar ini juga memberikan hubungan yang positif dan signifikan terhadap pendapatan responden. Ini menunjukkan bila masyarakat enggan atau hanya sedikit yang datang

berbelanja di pasar ini berarti tingkat penjualan pedagang pasti berkurang, tentu saja hal ini kontraproduktif dengan peningkatan pendapatan mereka.

Sebagaimana peran pasar tradisional lainnya, pasar tradisional pasar baru Panyabungan memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat panyabungan, karena di pasar baru panyabungan ini menjual semua kebutuhan masyarakat, mulai dari kebutuhan sehari-hari seperti makanan, minuman, sayur, buah, ikan, dan barang kelontong hingga menjual kebutuhan konveksi seperti pakaian, sepatu, tas, dan lain-lain. Hal ini memberikan ransangan kepada masyarakat Kabupaten Mandailing Natal, terutama masyarakat Kecamatan Panyabungan untuk berbelanja di pasar ini sehingga daya jual pedagang semakin meningkat, yang menyebabkan pendapatan mereka juga meningkat. Selain meningkatkan pendapatan bagi pedagang, pasar ini juga berperan dalam menciptakan kesempatan kerja baik bagi pedagang itu sendiri maupun bagi tenaga kerja yang dipekerjakan untuk membantu pedagang tersebut dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Peran pasar tradisional pasar baru Panyabungan juga memberikan pengaruh bagi pengembangan wilayah. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya aktivitas kegiatan perekonomian masyarakat akibat kegiatan jual beli yang terjadi di dalam pasar tradisional pasar baru Panyabungan. Mengingat aktivitas kegiatan di pasar baru Panyabungan tersebut berlangsung setiap hari, sehingga peluang kerja bagi masyarakat semakin terbuka lebar, dengan sendirinya akan memberikan pendapatan

bagi pedagang maupun tenaga kerja yang dipekerjakan untuk membantu pedagang di pasar tersebut.

Berdasarkan penggunaan bahan baku yang dijual di dalam pasar tradisional pasar baru Panyabungan, sebahagian merupakan bahan baku dari produsen pertanian, perikanan, dan peternakan yang bersumber dari masyarakat Kabupaten Mandailing Natal itu sendiri, dan sebahagian lagi dari produsen pabrik. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan pasar tradisional pasar baru Panyabungan juga ikut membantu dalam mendistribusikan sumber bahan baku yang diproduksi oleh produsen yang bersumber dari masyarakat Kabupaten Mandailing Natal. Penggunaan bahan baku yang bersumber dari produsen secara berkelanjutan, kerja sama yang saling menguntungkan ini juga menciptakan kesempatan kerja serta meningkatkan pendapatan.

Terciptanya kesempatan kerja bagi pedagang dan tenaga kerja yang dipekerjakan maupun ikut serta dalam menciptakan keberlangsungan kesempatan kerja dan pendapatan bagi produsen sebagai pemasok bahan baku untuk diperjual belikan di pasar tradisional tersebut, dengan sendirinya akan memberikan pendapatan bagi pedagang dan tenaga kerja yang dipekerjakan maupun bagi produsen sebagai pemasok bahan baku. Membuka peluang kerja dan memberikan pendapatan bagi masyarakat merupakan indikator terjadinya pengembangan wilayah.

Pembangunan ekonomi pasar selain untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat agar dapat memenuhi berbagai kebutuhan kehidupannya sehari-hari juga berdampak pada perkembangan wilayah.

Tujuan dari pengembangan wilayah juga merupakan bagian dari pembangunan Nasional yang pada dasarnya berisikan cara untuk mencapai pertumbuhan pendapatan perkapita yang cepat, menyediakan lapangan pekerjaan, pemerataan pendapatan hasil-hasil pembangunan, mengurangi perbedaan tingkat perkembangan atau mengubah struktur ekonomi supaya tidak berat sebelah sehingga pembangunan itu merupakan suatu wadah untuk mencapai tujuan agar daerah tersebut berkembang.

Pembangunan pasar baru Panyabungan telah memberikan kontribusi terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Mandailing Natal. Sehingga dari retribusi pasar mampu memberikan kontribusi sebesar 3,12 persen pada tahun 2007 dan 1,49 pada Tahun 2011 persen terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah, hal ini dapat dilihat pada Tabel 4.22.

Kemudian kontribusi Pendapatan Asli Daerah terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mandailing Natal selama 5 Tahun terakhir ini dari tahun 2007 sampai dengan 2011 sebesar 16,03persen, hal ini dapat dilihat pada Tabel berikut ini.

Tabel 4.24. Kontribusi PAD terhadap APBD Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2007-2011. NO Tahun Anggaran PAD (Rp) APBD (Rp) % PAD

Dokumen terkait