• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.5. Peran pemerintah Desa

Peran kepala desa dalam meningkatkan cakupan kepemilikan jamban di desa Sinar Kalimantan sangat tergantung pada bantuan dari program pemerintah Provinsi yaitu dinas PUPR. Dari hasil wawancara dikatakan bahwa bantuan tahun 2020 ada 25 bilik atau jamban sehat yang telah di bangun, dan pada tahun 2021

30

sudah mendapatkan alokasi sebanyak 100 bilik, sehingga di harpakan agar warga dapat memilki jamban sehat.

“..iya PUPR provinsi dan insyaallah pada tahun ini 2021 kita dapat lagi 100 rumah. 100 rumah yang bakal kita bangun dari program juga, yang dari program DAK insyaallah tahun ini kita ini dan kalau itu nanti terwujud artinya sudah sekitar 80 % untuk rumah yang ada disini sudah terpernuhi untuk toilet sanitasi.” (KD)

“bantuan di perioritaskan pada warga yang stunting atau mempunyai balita dan jauh dari laut…”(LL)

hasil wawancara mendalam didapatkan bahwa dari dana desa tidak dapat digunakan untuk membangun jamban karena dari RPJM-DES tidak ada tercantum pogram tersebut sedangkan kepala desa Sinar Kalimantan baru di lantik sehingga bila ingin program jamban dapat di masukkan maka harus dilakukan perubahan RPJMDES, selain itu di masa pandemi maka program tersebut tidak bisa dijalankan dengan baik, hal ini disampaikan oleh informan :

“samapai saat ini belum kenapa aa karena disini saya baru jadi semua pembangunan itu terkendala di RPJMDES RPJMDES kita belum ada mencantumkan untuk membuat jamban sehat artinya kita tidak boleh mebangun tidak sesuai dengan RPJMDES itu untuk 6 tahun nanti setelah 2024 mungkin bisa dimasukan lagi siapapun kepala desanya bisa mengarah hal-hal yang sangat urgen.” ( KD)

Program pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah desa dan puskesmas dengan upaya mengadakan arisan jamban tidak mendapat dukungan oleh masyarakat hal ini di sebabkan oleh ekonomi masyarakat yang sangat rendah sehingga sangat menyulitkan masyarakat dalam membangun jamaban secara mandiri.

“kita sudah coba kemarin dengan masyarakat, sosialisasi stanting dan kita cetuskan untukarisan wc dan masyarakat menyambut baik. Hanya saja karena kita sudah terdaftar dan kita lihat ada hasilnya untuk program 2020 maka itu kita pending dulu kalupun nanti program yang 100 wc 2021 masih belum mencukupi nah itu akan kita cari trobosan lagi aa dari dana desa mungkin di tambah swadaya karena cukup besar swadaya masyarakatnya.” (KD)

Upaya dalam melakukan penyadaran kepada masyarakat, dalam penerimaan program jamban yang di berikan oleh pemerintah adalah dengan cara sosialisasi terhadap program stunting sehingga warga akan sadar pentingnya jamban sehat.

beberapa syarat bagi penerima jamban sehat adalah warga masyarakat yang

memiliki anak dengan kondisi stunting ,memilki anak bayi dan balita serta yang letak rumahnya jauh dari laut. Ini merupakan prioritas terhadap penerima jamban dari pemerintah.

“bantuan di perioritaskan pada warga yang stunting atau mempunyai balita dan jauh darilaut…”(RK)

dari hasil wawancara dan FGD didapatkan upaya lain yang dilakukan dalam menyadarkan masyarakat yaitu dengan dengan penyuluhan kepada kader, memberikan sosialisai terhadap manfaat jamban dan meyakinkan kepada masyarakat untuk menerima program jamban yang di berikan oleh pemerintah.

Masyarakat akan dapat memahami setelah di bangunkan jamban oleh pemerintah, bagaimana jamban sehat itu berdampak terhadap kesehatan. Hal ini di sampiakan oleh informan :

“pertama kita mensosialisasikan pemahaman kepada masyarakat tentang aa penyebab dan kondisi stanting saat ini setelah masyarakat mengerti apa itu stunting, masyarakat terpacu animonya terpacu kenginginanya untuk membuat wcyang higien yang memenuhi syarat standar kesehatan.”(KD)

“kalau dari pak kadesnya sendiri sih pada saat kami datang dia sangat memfasilitasi untukkegiatan-kegiatan yang berhubungan jamban STBM pak kadesnya juga sangat open sangat mendukung kalau tempat kamis sih seperti itu responnya bagus.” (P-1)

4.1.6 Strategi Kepemilikan Jamban Sehat

Dari hasil wawancara dengan informan di ketahui bahwa startegi yang di gunakan adalah melalui upaya edukasi, agar masyarakat memahamai apa pentingnya jamban sehat bagi keluarga. Kerjasama lintas sektor merupakan strategi yang harus dilakukan mengingat banyak masalah yang di hadapi di desa Sinar Kalimantan Hal ini disampakan oleh informan :

“...ini semuanya ? Cuma di desa kalau untuk semua sih aaa kita melibatkan pihak desa, kemudian kalau dari puskesmas sendiri kita aaaa melaksanakan kegiatan STBM itu. Kemudian dari pihak desa kita juga minta dukungan dari pak kadesnyo” (P-1)

“...aa sekarang kerena sudah ada program aa kita menyambut baik program pemerintah yang dikucurkan kesini khusunya program PUPR dengan dana DAK tahun ini, dan sekarang yang kita himbau kemasyarakat penerima program itu untuk merawat, mengunakan dan memeliharanya dengan baik .

32

Kerjasama lintas sektor untuk menyelesaikan masalah di desa Sinar Kalimantan. memberi kesadaran kepada warga ..sehingga mau secara swadaya membangun jamban.” (KD)

Hasil wawancara mendalam, peran petugas puskesas sangat baik dalam mendukung kesadaran masyarakat untuk memiliki jamban sehat. Program puskesmas yang dilakukan melalui program STBM, namun terkendala kwantitas pembinaan dari puskesmas yang masih sangat kurang. Sehingga masyarakat kurang terpicu untuk memiliki jamban sehat. Hal ini dinyatakan oleh informan :

“kami sebagai pelaksana siap saja ..bu, melakukan kegiaatan kalau ada tugas dari Puskesmas.”(P-1)

“kami melakukan sesuai dengan kemampuan puskesmas ...kami tetap menjalankan.” ( P-2)

“karena desa cukup banyak kami membagi kepada semua desa sehingga dapat terpenuhi kegiatan STBM nya.” ( P-2)

Menurt informan bahwa dana desa dapat di gunakan untuk memndukung program jamban sehat namun masih terkendala dengan RPJM desa Sinar Kalimantan yang tidak tertuang secara tertulis di dalam program desa Sinar Kalimantan

“samapai saat ini belum kenapa aa karena disini saya baru jadi semua pembangunan itu terkendala di RPJMDES RPJMDES kita belum ada mencantumkan untuk membuat jamban sehat artinya kita tidak boleh mebangun tidak sesuai dengan RPJMDES itu untuk 6 tahun nanti setelah 2024 mungkin bisa dimasukan lagi siapapun kepala desanya bisa mengarah hal-hal yang sangat urgen.” ( KD)

“aaa seperti pemanfaatan dana desa yang berhubungan dengan kesehatan seperti itu.”

4.2 Pembahasan 4.2.1 Motivasi

Motivasi warga dalam kepemilikin jamban sehat di desa Sinar Kalimatan terkendala oleh beberapa masalah, diantaranya adalah :

1. Masalah ekonomi. Besarnya biaya pembuatan jamban, sehingga mereka tidak mampu untuk membangun jamban sehat. Teori motivasi di dasarkan atas kebutuhan dasar, menyebabkan sesorang berusaha untuk dapat

memenuhinya19. Jika dilihat hasil wawancara dengan informan maka Jamban sehat masih belum menjadi kebutuhan dasar bagi warga sinar kalimantan sehingga kepemilikan jamban menjadi dikesampingkan untuk memenuhi kebutuhan lainya.

2. Faktor kebiasaaan. Masyarakat menganggap bahwa membuang BAB di sembarang tempat tidak ada masalah, karena kotoran yang dibuang ke sungai akan hilang ketika air pasang dan kotoran akan di bawa air laut, sehingga tidak menimbulkan bau atau masalah estetika lainya. Buang Air Besar Sembarangan (BABS) merupakan perilaku atau tindakan membuang kotoran tinja tidak pada tempatnya atau sembarangan di tempat terbuka seperti sungai, sawah, kebun, semak-semak, dandibiarkan menyebar dan dapat menyebabkan penyebaran penyakit.10

3. Faktor Pengetahuan, merupakan hasil tahu dari satu objek. Pengetahuan terjadi setelah melakukan pengamatan atau pengindraan terhadap suatu terjadi melalui panca indra manusia yaitu penglihatan, pendengaran penciuman, rasa dan raba.

Sebagian pengetahuan di peroleh melalui penglihatan dan pendengaran.15 4. Faktor Keluarga.

Buang air besar di jamban merupakan salah suatu penyebab masyarakat tidak memilki jamban, hal ini tentunya di pengaruhi oleh nilai-nilai yang masyarakat yang diterima baik dari orang tua maupun dari masyarakat dilingkungannya. Jika dari dulu orang tuanya tidakmemiliki jamban sehat maka akan memotivasi keluarga selanjutnya untuk tidak memiliki jamban sehat juga. Menurut Siagian nilai yang di tanamkan orang tua didalam keluarga menjadi faktor utama, selaku teladan dan panutan. Pergaulan di luar rumah dengan teman teman di sekitar mereka yang menganut sistem nilai yang serupa, tentunya nilai-nilai ini akan bersipat memperkuat 21.

5. Rasa nyaman. Bagi masyarakat membuang air besar di sungai akan menimbulkan rasa nyaman karena mereka terbiasa BAB dengan jamban yang terbuka sehingga udara masuk dan mereka tidak merasa pengap. Sedangkan jika mereka harus BAB di jamban sehat menimbulkan rasa tidak nyaman karena jamban yang sempit dan tertutup.

34

Untuk itu motivasi terkait kepemilikan jamban harus di kembangkan dari diri masyarakat. Menurut Uno motivasi yang muncul dari diri sendiri seperti minat atau keinginann sehingga seseorang tidak lagi termotivasi oleh bentuk-betuk insentif atau hukuman 19. Dorongan dari Tokoh masyarakat, kepala desa akan memberikan motivasi tersendiri bagi masyarakat untuk meningkatakan kesadaran mereka terhadap kepemilikan jamban sehat. Rendahnya Tingkat ekonomi dan pemberian bantuan jamban sehat kepada keluarga kurang mampu pada waktu yang lalu serta lahan berpindah, menjadi faktor tidak tercapainya jamban sehat sampai dengan 100% 22. Hasil wawancara mendalam dan FGD, sebagian Informan mengatakan bahwa mempunyai keinginan untuk memiliki jamban sehingga diperlukan penggerak agar masyarakat yang berkeinginan tersebut mampu membangun jamban sehat secara swadaya. Masyarakat yang sudah membangun secara swadaya agar di apresiasi oleh pemerintah desa dan puskesmas sehingga akan menumbuhkan motivasi bagi warga yang lain di desa Sinar Kalimantan.

4.2.2 Peran petugas

Peran Petugas dalam hal ini Puskemas masih perlu di tingkatkan terutama darisisi kwantitas maupun kualitas program yang di jalankan. Program STBM sebagai ujung tombak dalam penyelesaian masalah jamban di desa Sinar Kalimantan harus mendapat perhatian dari puskesmas terutama dalam sisi kegiatan dan penganggaran. Kegiatan yang hanya di lakukan sekali dalam setahun tentunya tidak cukup untuk memberikan daya ungkit bagi masyarakat desa Sinar Kalimantan. Peran Petugas Kesehatan dalam upaya untuk meningkatkan kepemilikan jamban sehat di masyarakat, antara lain :

1. Meningkatkan kualitas pelayanan terhadap kegiatan masyarakat di bidang kesehatan.

2. Memberikan motivasi kepada masyarakat agar dapat meningkatkan partisipasi masyarakat guna untuk mewujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran dan kemauan masyarakat untuk pembangunan SDM yang produktif 3.

Peran Petugas dalam pemanfaatan jamban sehat harus mengikut sertakan tokoh masyarakat dalam mensosialisasikan jamban sehat, sehingga program dari petugas mendapat dukungan dari masyarakat 23. Hasil penelitian menyebutkan bahwa terdapat kendala petugas ketika melaksanakan program pemiciuan pada program STBM salah satunya adalah kendala faktor ekonomi.24 Sebahagaian besar dari kepala keluarga memberikan penilaian yang mendukung terhadap peran petugas kesehatan. Hal ini disebabkan adanya interaksi masyarakat dengan petugas kesehatan.25

Kegiatan advokasi harus dilakukan terutama dalam penyususnan RPJM des Desa sinar kalimantan, memberikan masukan tentang kondisi kesehatan wilayah desa Sinar Kalimantan. Terutama permasalahan jamban yang masih sangat bermasalah, karena hanya 31 KK yang memilki jamban dan jamban tersebut berasal dari bantuan Dinas PUPR. Hal ini tentunya memiliki keterbatasan dan di pengaruhi oleh kondisi politik pemerintah setempat. Kegiatan Musrembang Des juga harus di ikuti oleh petugas Puskesmas sehingga kegiatan advokasi dalam pembangunan jamban di desa Sinar Kalimantan secara bertahap dapat diwujudkan.

Advokasi yang dilakukan oleh Puskesmas dalam bentuk rekomendasi yang tidak tertulis tidak dapat menjadi bahan masukan kepada kepala desa untukdi tindak lanjuti sebagai kebijakan22.

Menurut Hatu pendamping sosial memiliki peran dalam pemberdayaan masyarakat sebagai penghubung atau mediator antara masyarakat dan pihak luar seperti kesehatan26. Menurut Sujarwani, dkk, institusi lokal diketahui bahwa peran pemerintah sejauh ini masih belum optimal, karena pemerintah memfokuskan pada sosialisasi dan pengetahuan masyarakat komunitas adat terpencil terhadap program pemberdayaan, namun tidak diiringi dengan pembangunan sarana prasana serta fasilitas yang dibutuhkan masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan27. Masyarakat miskin, melalui Penguatan kapasitas kelembagaan menyusun rencana kerja dan membuka jaringan dan menghubungkanya dengan kelembagaan supradesa, baik pemerintah, swasta dan NGO Nasioal dan Internasional 28 .

Upaya pemberdayaan masyarakat di desa Sinar Kalimantan melalui program STBM harus terus di lakukan dengan berbagai pemberdayaan baik dari

36

sisi pembiayaan maupun dari sumber daya. Memanfaatkan potensi lokal harus dilakukan untuk menurunkan biaya pembangunan Jamban sehat. Dalam menjalankan pemberdayaan masyarakat di desa Sinar Kalimantan perlu menempatkan satu orang fasilitator STBM di desa Sinar Kalimantan, hal ini dilakukan agar petugas lebih fokus dalam menjalankan tugasnya sebagai motivator dan penggerakan program STBM. Tenaga yang sifatnya insidentil atau paruh waktu untuk menjalakan program tentunya tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Dengan petugas yang Live in di desa akan memepercapat upaya swadaya masyarakat untuk membangun jamban sehat.

4.2.3 Peran pemerintah Desa

Peran pemerintah desa dalam menyelsaikan permasalahan jamban sehat di desa Sinar Kalimantan menjadi kunci keberhasilan. Pemerintah desa lebih mengetahai budaya dan struktur masyarakat yang ada di desa Sinar Kalimantan.

Kebijakan pemerintah desa belum tertuang dalam RPJM des sehingga ini akan menghambat program jamban sehat di desa Sinar Kalimantan, dengan tidak adanya kebijakan tertuang dalam RPJM des maka desa tidak dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jamban. Menurut Dunn pengetahuan mengenai masalah apa yang memerlukan pemecahan membutuhkan informasi mengenai kondisi yang mendahului permasalahan maupun informasi tentang nilai yang mendorong penyelesaian masalah 29. Hal ini tentunya menuntut peran puskesmas untuk memeberikan informasi yang cukup tentang kondisi desa sehingga arah kebijakan dapat memberikan dampak positif bagi penyelesaian masalah jamban sehat di desa Sinar Kalimantan.

Hal-hal yang dapat dilakukan pemerintah desa dalam upaya mempercepat pembangunan jamban sehat, diantarnya adalah :

1. Pemerintah desa harus menuangkan Program jamban sehat di RPJM des, sehingga dapat membantu dalam menyelesaikan masalah yang di hadapai desa Sinar Kalimantan.

2. Menghubungkan dengan lintas sektor terkait. Perlunya kerjasama lintas sektor dalam pencapaian akses Jamban bagi masyarakat. Dukungan perangkat desa

dan kebijakan yang focus pada kegiatan akan dapat menyelesaikan permasalahan kepemilkina jamban pada daerah pesisir30. Pada proses kemitraan program STBM di wilayah kerja Puskesmas Leyangan dilakukan dengan koordinasi kepada para pemangku kepetingan yaitu dengan dinas terkait, pada tingkat Kabupaten terdapat Tim Wirausaha Sanitasi yang bermitra dengan Puskesmas untuk membantu dalam hal pengadaan dan pembuatan jamban31.

3. Upaya advokasi yang telah dilakukan oleh pihak Puskesmas dalam bentuk rekomendasi setelah pemicuan yang dibuat secara tertulis dijadikan sebagai bahan masukan Kepala Desa dalam pengambilan kebijakan untuk keberhasilan program di desa tersebut22.

pandemi Covid 19 yang di alami merupakan faktor penghambat dalam percepatan pembangunan jamban sehat, hal ini di sebabkan anngaran-anggaran yang ada digunakan untuk penanganan permasalahan Covid-19.

4.2.3.1 Peran Kepala Desa

Peran kepala desa diantaranya :

1. Meningkatakan pemberdayaan masyarakat guna untuk mengantisipasi bila bantuan pemerintah tidak jadi di salurkan kepada warga desa. Penyelesaian masalah Jamban sehat di desa Sinar Kalimantan harus mengacu pada pemberdayaan kelompok-kelompok dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya jamban sehat.

2. Kepala desa merupakan pengggerak masyarakat desa sehingga harus melakukan terobosan untuk meningkatkan keinginan masyrakat untuk memilki jamban sehat.

4. Menyiapkan data yang lengkap untuk dibicarakan di musrembang Tingkat Kecamatam maupun tingkat Kabupaten, sehingga hal ini akan memberikan informasi yang lengkap untuk di sampaikan kepada stakholder terkait.

4.2.3.2 Peran kader

Kader memiliki peran yang sangat di perlukan dalam memenuhi

38

kepemilikan jamban sehat, kader juga dapat melakukan pendekatan dan memotivasi kepada masyarakat dalam kepemikin jamban sehat31. Menurut Nasdian melalui kelompok akan terjadi suatu dialoical encounter yag menumbuhkan dan memperkuat kesadaran dan solidaritas kelompok 32.

4.2.4 Strategi Dalam Peningkatan Jumlah Kepemilikan Jamban Permasaahan kepemilikin jamban di desa Sinar Kalimantan perlu strategi, sehingga akan memudahkan dalam menjalakan program atau langkah-langkah perencanaan, yang akan mempercepat jumlah masyarakat untuk memiliki jamban sehat di desa Sinar Kalimanatan. Beberapa strategi yang dapat dilakukan berdasarkan permasalahan dan potensi yang ada di desa Sinar Kalimanatan. Strategi yang harus di jalankan dalam menyelesaikan permasalahan adalah sebagai berikut:

1. Perlu adanya kebijakan dari desa untuk mendukung program jamban sehat, dengan memasukan program jamban sehat kedalam RPJM Des sehingga dengan demikian anggaran untuk pengadaan jamban sehat dapat dianggarkan setiap tahunnya.

2. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara berkelanjutan, sehingga dapat menimbulkan kesadaran bagi masyarakat untuk membangun jamban sehat secara swadaya. Dengan cara ini akan mempercepat kepemilkan jamban sehat di setiap rumah warga desa Sinar Kalimantan.

3. Melakukan pelatihan-pelatihan kepada warga dalam membangun jamban sehat atau penyedian closed untuk meringankan biaya dalam pembangunan jamban sehat.

4. Melakukan inovasi pembuatan jamban sehat dan murah, sehingga masyarakat tidak keberatan dalam pembiayaan untuk membangun jamaban sehat. Hal ini dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan perguruan tinggi ataupun dunia usaha.

5. Meningkatkan kegiatan STBM yaitu dengan meningkatan kwantitas kegiatan STBM di desa Sinar Kalimanatan sehingga akan cepat memacu masyarakat untuk memeliki jamban sehat.

BAB

6. Menempatkan fasilitator desa sebagai penggerak masyarakat desa Sinar Kalimantan untuk memotivasi, mendiskusikan dan menggerakkan masyarakat.

Fasilitator yang tinggal di desa Sinar Kalimantan dapat memudahkan masyarakat untuk bertanya tentang jamban sehat, dari pembangunan sampai dengan manfaat adanya Jamban sehat sehingga mempercepat pembangunan jamban sehat yang diakukan oleh warga.

7. Pemerintah desa harus melakukan advokasi dengan lintas sektor terkait misalnya PUPR dan Lingkungan Hidup atau dunia usaha untuk membantu percepatan pembangunan Jamban sehat di desa Sinar Kalimantan.

Jika digambarkan dalam bagan, strategi untuk meningkatkan kepemilikan jamban sehat dapat dilihat seperti di bawah ini :

Gambar.4.1. Strategi peningkatan jumlah kepemilikan jamban :

40

4.2.5. Tahap Manual Data Analysis Prosedure

Didalam penelitian ini, peneliti mengolah data secara manual data. Tahap- tahap yang dilakukan dalam proses pengolahan data yang dilakukan oleh peneliti dilapangan adalah :

1. Sebelum melakukan FGD atau wawancara, peneliti membuat janji/menentukan jadwal untuk pelaksanaan FGD/Wawancara.

2. Pada saat yang telah dijanjikan, peneliti melakukan diskusi atau wawancara mendalam dengan informan.

3. Saat wawancara berlangsung membuat catatan atau rekaman (catatan harian).

4. Setelah melakukan wawancara peneliti menyalin catatan dari lapangan menyerupai keadaan pada saat pengumpulan data (Terranskrip), seperti menyalin isi dan jalannya percakapan dalam wawancara, isi dan jalannya diskusi, data-data observasi, peristiwa yang terjadi pada saat wawancara berlangsung.

5. Membuat ringkasan berupa kata-kata singkat dari salinan catatan wawancara (mengcoding data).

6. Menyatukan kode-kode yang sama kedalam kategori yang sama (karakter).

7. Menentukan pokok masalah dari hasil yang dikategorikan (menentukan tema).

8. Menarik kesimpulan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil pembahasan diatas maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Motivasi masyarakat desa Sinar Kalimantan sebahagian besar telah mempunyai keinginan untuk memiliki jamban sehat, tetapi terkendala dengan beberapa faktor, seperti :

2. Fakor ekonomi, dimana pendapatan warga masih sangat rendah yang hanya dapat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan mata pencaharian sebagian besar sebagai nelayan, buruh nelayan dan buruh tani.

3. Faktor adanya bantuan pembangunan jamban sehat dari pemerintah pada beberapa rumah warga, sehingga warga yang lain masih berharap untuk mendapatkan bantuan yang serupa dan tidak mau membangun jamban secara swadaya..

4. Faktor alam, kondisi alam yang pasang surut dikarenakan desa Sinar Kalimantan berada di dekat pantai, sehingga membuat masyarakat berfikiran bahwa kotoran mereka akan hilang terbawa ke laut ketika air pasang datang.

5. Peran petugas dalam upaya kepemilikan jamban sehat di desa Sinar Kalimantan melalui Program STBM dan melakukan advokasi kepada Kepala desa. Akan tetapi upaya yang dilakukan belum memberikan dampak terhadap jumlah kepemilikan jamban sehat di desa Sinar Kalimantan .

6. Peran Kepala desa untuk meningkatkan jumlah kepemilikin jamban sehat di desa Sinar Kalimantan belum menunjukkan hasil, karena tidak adanya bantuan biaya yang dapat diberikan kepada masyarakat untuk membangun jamban. Hal ini karena program jamban sehat belum tertuang kedalam RPJMDes, sehingga pemerintah desa tidak dapat memasukkan anggaran yang berhubungan dengan program jamban sehat.

5.2 Saran 1. Puskesmas

a. Motivasi masyarakat desa Sinar kalimantan dalam kepemilikan jamban sehat harus ditingkatkan. Oleh karena itu perlu dilakukan edukasi dan penggerakan dari Puskesmas dan Kepala desa. Memberikan biaya stimulan merupakan salah satu cara agar masyarakat dapat termotivasi

41

42

untuk membangun jamban sehat secara swadaya. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan memberikan biaya sebesar 75% untuk masyarakat oleh pemerintah desa dan 25% lagi biayanya di tanggung oleh masyarakat sendiri.

b. Puskemas harus meningkatkan kegiatan STBM di desa Sinar Kalimanatan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa dalam penggerakan masyarakat, guna membangun jamban sehat. Menempatkan fasilitator STBM yang menetap di desa Sinar Kalimantan merupakan sebuah solusi yang tepat dalam mempercepat penyadaran masyarakat, agar kepemilikan jamban sehat dapat tercapai pada setiap kepala keluarga.

c. Melakukan advoaksi kepada Kepala desa Sinar kaliman agar memasukkan program Jamban sehat dalam RPJMDes sehingga akan dapat mempercepat pembangunan jamban sehat di desa sinar kalimantan 2. Dinas Kesehatan

Menempatkan Fasilitator STBM di desa Sinar Kalimantan sehingga dapat

Menempatkan Fasilitator STBM di desa Sinar Kalimantan sehingga dapat