• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4. Pembahasan dan Hasil Penelitian

4.4.1. Peran Pendamping Lokal Desa Dalam Pembangunan

4.4.1.2. Peran Pendamping Lokal Desa Dalam Pelaksanaan

Selain sebagai seorang fasilitator, Peran Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai seorang komunikator yang berfungsi sebagai seorang yang memberikan informasi untuk dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat Desa Batu Layan untuk dapat memutuskan keputusan apa yang mereka pilih dalam pembangunan desanya dan sebagai kendali yang akan mengendalikan atau mengontrol keberlangsungan proses penyusunan perencanaan pembanguan desa agar tidak terjadi penyimpangan dan menghindari kesalahan-kesalahan dalam perencanaan pembangunan Desa Batu Layan.

4.4.1.2. Peran Pendamping Lokal Desa dalam Pelaksanaan

Pelaksanaan pembangunan desa merupakan tindakan nyata yang dilakukan untuk merealisasikan perencanaan yang telah disusun sebelumnya serta semua sarana pendukung telah disiapkan baik itu dokumen admnistrasi, para pekerja, bahan/material, dan lain sebagainya. Sesuai dengan tugas pokok Pendamping Lokal Desa (PLD) sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi salah tugas Pendamping Lokal Desa (PLD) adalah mendampingi desa dalam pelaksanaan

pembangunan desa dengan hasil kerjanya yaitu pelaksanaan pembangunan desa berjalan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Indikator output dari tugas pokok Pendamping Lokal Desa (PLD) yaitu adanya koordinasi dengan Pendamping Desa (PD) dan pihak terkait mengenai pembangunan desa;

terfasilitasinya kerja sama antardesa; terfasilitasinya pelaksanaan pembangunan desa yang sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik; dan terfasilitasinya ketersediaan informasi publik terkait dengan pembangunan desa. Semua indikator tersebut harus dapat dipenuhi oleh Pendamping Lokal Desa (PLD) dalam mendampingi masyarakat Desa Batu Layan.

4.4.1.2.1. Peran Sebagai Fasilitator

Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai fasilitator adalah untuk memberikan kemudahan dan membantu desa untuk dapat tujuan yang mereka inginkan.

Pelaksanaan kegiatan pembangunan desa yang dilakukan oleh Desa Batu Layan akan didampingi oleh Pendamping Lokal Desa (PLD) sampai proses pembangunan tersebut selesai. Seorang fasilitator dalam mendampingi desa memiliki fungsi tersendiri, seperti yang telah dijelaskan di dalam Bab II pada subbab Peran Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai seorang fasilitator memiliki fungsi tertentu. Sesuai dengan yang di jelaskan oleh Association for Talent Development (Sumpeno, 2009:3-4) bahwa seorang fasilitator berfungsi sebagai

seorang narasumber, pelatih, mediator dan penggerak. Tetapi dalam proses pelaksanaan kegiatan pembangunan ini tidak semua akan digunakan dalam peran dari Pendamping Lokal Desa (PLD) dalam mendampingi Desa Batu Layan. Pada

pelaksanaan ini peneliti hanya akan menjelaskan peran Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai seorang narasumber dan seorang penggerak.

a. Narasumber : Sumber Informasi Pelaksanaan Pembangunan

Pendamping Lokal Desa sebagai seorang narasumber yang menjadi sumber informasi yang dibutuhkan oleh masayarakat Desa Batu Layan untuk mendapatkan dan menganalisis informasi yang berhubungan dengan pembangunan desa. Pelaksanaan kegiatan pembangunan desa juga mengharuskan Pendamping Lokal Desa untuk dapat memberikan informasi pembangunan kepada seluruh masyarakat desa. Untuk lebih mengetahui peran yang harus dilaksanakan oleh Pendamping Lokal Desa (PLD) dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan berikut ini adalah hasil wawancara yang Peneliti lakukan dengan para informan.

Informan yang pertama yang Peneliti wawancarai adalah Pendamping Lokal Desa (PLD), Ibu Misrah yang melakukan pendampingan kepada masyarakat desa, beliau memberikan penjelasan perannya sebagai seorang narasumber dalam pelaksanaan pembangunan sebagai berikut :

“Agar masyarakat mengetahui pelaksanaan kegiatan pembangunan desa maka disini saya sebagai PLD menyarankan kepada perangkat desa untuk membuat papan merek informasi disamping bangunan yang dibangun dan baleho di kantor kepala desa megenai rincian dana pembangunan desa, informasi mengenai rincian tersebut memang sudah keharusan dipublikasikan kepada publik, jadi dari papan merek informasi dan baleho tersebut masyarakat mengetahui informasi publik terkait pembangunan yang ada di Desa Batu Layan”. (Wawancara, Rabu, 3 Juli 2019).

Penjelasan Kepala Desa Batu Layan mengenai Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai narasumber dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan desa adalah sebagai berikut ini :

“Soal informasi pelaksanan pembangunan desa kan sudah kita bahas dalam Musrenbang kapan, dimana dan proses lainnya, Kalau soal informasi biayanya pasti kita akan buat informasinya seperti papan pengumuman kecil disamping atau didekat pembangunan tersebut sehingga masyarakat tau pembanguan apa yang sedang dikerjakan berapa jumlah anggarannya dan dananya berasal dari mana, menurut saya itu telah memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat desa. Pendamping Lokal Desa sebagai narasumber dalam pelaksanan kegiatan pembangunan ini saya rasa tidak begitu banyak berperan karena memang kita sudah buat papan informasinya dari papan tersebut masyarakat tidak perlu lagi menanyakan kepada pendamping lokal desa”. (Wawancara, Sabtu, 6 Juli 2019).

Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai narasumber pelaksanaan kegiatan pembanguan Desa Batu Layan menurut Ibu Kepala Desa, Ibu Nurhot Siregar, adalah sebagai berikut:

“Pendamping Lokal Desa (PLD) dalam pemberian informasi pembangunan saya kurang tau, tapi kalo informasi pembangunan kan ada papan informasinya itu selalu dibuat”. (Wawancara, Sabtu, 6 Juli 2019).

Peran Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai narasumber yang memberikan informasi mengenai kegiatan pembangunan masih kurang maksimal, hal tersebut dapat dilihat dari pernyataan Kepala Desa dan Ibu Kepala Desa yang telah mengatakan jika masyarakat ingin mengetahui informasi pembangunan dapat langsung melihat papan merek informasi yang telah dipasang disekitar atau disamping bagunan tersebut. Informan lainnya Kadus I juga memberikan jawaban yang tidak jauh berbeda dengan yang telah diutarakan oleh Bapak Kepala Desa dan Ibu Kepala Desa, Kadus I, Ibu Marjuliana Harahap menjelaskan sebagai berikut :

“Saya tau informasi pembangunan ya pada saat Musrenbang, soal Pendamping Lokal Desa sebagai narasumber pada proses kegiatan pembangunan saya tidak tau, saya hanya melihat sesekali memang ada Pendamping Lokal Desa di lokasi pembangunan tetapi soal beliau menjadi narasumber saya tidak tau”. (Wawancara, Sabtu, 6 Juli 2019).

Kaur Pembangunan juga memberikan komentar mengenai peran pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai fasilitator yang menjalankan fungsinya sebagai narasumber dalam kegiatan pembangunan, beliau menjelaskan :

“Kalo saya pribadi biasanya melihat papan informasi yang ada di dekat pembangunan itu saja, sudah ada informasinya. jadi saya tidak perlu lagi mencari Pendamping Lokal Desa (PLD), saya menanyakan Pendamping Lokal Desa (PLD) apabila ada pembangunan yang tidak sesuai dengan perencanaan saja”. (Wawancara, Minggu, 7 Juli 2019).

Informan yang Peneliti wawancarai dari masyarakat juga memberikan penjelasan mengenai Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai narasumber, yaitu Bapak Manap sebagai berikut ini :

“Soal informasi pembangunan saya tidak pernah menanyakan hal tersebut kepada Pendamping Lokal Desa, karena setiap ada pembangunan pasti ada papan informasinya”. (Wawancara, Minggu, 7 Juli 2019).

Bapak Alvin juga memberikan komentar sebagai berikut :

“Pas saya lewat dari bangunan yang sedang dibangun ada papan informasinya yang saya liat, jadi untuk apa lagi menanyakan hal itu kepada Pendamping Lokal Desa”. (Wawancara, Minggu, 7 Juli 2019).

Bapak Bangun Siregar, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga memberikan penjelasan sebagai berikut :

“ Pada pelaksanaan pembangunan pasti sudah sesuai dengan perencanaan, jadi pendamping desa hanya datang untuk mensurvei saja. Jika masyarakat ingin bertanya kan ada papan informasi saja, ya jika ingin informasi lengkapnya bisa tanya langsung kepala desa atau pendamping desa”.

(Wawancara, Sabtu, 5 Oktober 2019).

Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai narasumber dalam pelaksanaan pembangunan Desa Batu Layan juga harus menjadi sumber informasi bagi masyarakat Desa Batu Layan. Seperti yang di jelaskan Sumpeno (2019:3-4) bahwa fasilitator sebagai seorang narasumber berfungsi sebagai sumber informasi yang sekaligus mengelola, menganalisis berbagai informasi untuk memberikan keumudahan dengan pelaksanaan pembangunan desa. Pendamping Lokal Desa (PLD) menjadi sumber informasi bagi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan. Pada proses pembangunan apabila terjadi ketidaksesuai dengan perencanaan pembangunan maka disini Pendamping Lokal Desa (PLD) menjadi tempat bertanya masyarakat.

Tetapi, hasil wawancara yang telah dilakukan dengan para informan memberikan satu kesimpulan kepada Peneliti bahwa peran Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai seorang fasilitator yang berfungsi sebagai narasumber yang memberikan informasi pada kegiatan pembangunan masih kurang maksimal hal tersebut tidak sesuai dengan penjelasan Sumpeno yang mengatakan bahwa pendamping sebagai narasumber harus dapat mejadi sumber informasi kepada masyarakat setiap saat pada proses pelaksnaan pembangunan desa tetapi keyataannya dari penjelasan para informan Desa Batu Layan menyatakan bahwa mereka tidak pernah mendapatkan informasi mengenai pembangunan pada saat pelaksanaan pembangunan, informasi yang didapat hanya pada saat Musrenbang atau melalui papan merek informasi yang telah dipasang didekat bangunan yang sedang dalam proses pengerjaan.

b. Penggerak : Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Pembangunan

Seorang fasilitator sebagai penggerak adalah untuk memdorong masyarakat aktif dalam berpartisipasi untuk dapat mengikuti semua kegiatan pembangunan desa, baik itu pembangunan fisik ataupun peningkatan kapasitas kemampuan masyarakat desa melalui pemberdayaan masyarakat. Pada proses pelaksanaan, tidak hanya untuk pembangunan gedung saja, tetapi disini juga untuk kerja sama antar desa. Salah satu indikator output Pendamping Lokal Desa (PLD) dalam pelaksaan pembangunan adalah dengan adanya kerja sama dengan desa lain sehingga disini Peneliti akan menanyakan para informan bagaimana Pendamping Lokal Desa (PLD) mendorong masyarakat agar berpartisipasi dalam kegiatan yang dilakukan antar desa. Informasi yang Peneliti dapatkan dari Kepala Desa Batu Layan kerja sama antar desa yang dilakukan lebih kepada kegiatan Ibu-Ibu atau kaum perempuan saja seperti acara PKK, kegiatan kesehatan atau posyandu.

Untuk memperjelas kegitan PKK dan posyandu tersebut, maka berikut ini adalah hasil wawancara dengan para informan.

Informan yang pertama Peneliti wawancarai adalah Pendamping Lokal Desa (PLD) yang memberikan penjelasan berikut ini :

“Kalo kerja sama antar desa kami melaksanakan, disini saya memberikan motivasi kepada ibu-ibu Desa Batu Layan dengan ibu-ibu desa lain yang saya dampingi untuk aktif dalam progam PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) dan posyandu. Lalu dalam pembangunan saya mengarahkan agar masyarakat ikut dalam pemeliharaan pembangunan baik pembangunan yang dilakukan di Desa Batu Layan maupun di desa lain”.

(Wawancara, Rabu, 3 Juli 2019).

Mengenai pelaksanaan pembangunan yang berhubungan dengan kerja antar desa, Kepala Desa Batu Layan, Bapak Pontas Siregar memberikan penjelasan sebagai berikut :

“Pasti lah kita kerja sama dengan desa lain, contohnya PKK, PLD selalu menggerakkan kelompok PKK untuk bekerja sama dengan desa lain. Istri saya selalu menghadiri acara tersebut setiap bulan, kalo tempatnya tergantung desa mana sebagai penyelenggara. Di bidang kesehatan juga beliau mengajak agar masyarakat Desa Batu Layan menghadiri posyandu apabila diselenggarakan di desa yang lain”. (Wawancara, Sabtu, 6 Juli 2019).

Ibu Kepala Desa, Ibu Nurhot Siregar ketika ditanya mengenai pelaksanaan pembangunan terutama dalam hal kerja sama antar desa, beliau menjawab :

“Saya selalu hadir dalam PKK. Biasanya dalam PKK kami acaranya berupa masak memasak, trus pelatihan prakarya dll ya selain itu juga untuk acara silaturahmi antara desa, soal pendamping lokal desa dalam PKK tersebut saya juga melihat hadirnya PLD”. (Wawancara, Sabtu, 6 Juli 2019).

Kadus I, Ibu Marjualiana Harahap juga memberikan penjelasan mengenai hadirnya Pendamping Lokal Desa (PLD) dalam acara antar desa, beliau memberikan jawaban :

“Kalo saya ada waktu saya hadir PKK tersebut, itu kan acaranya ibu-ibu keseringan tentang masak-masak sih dan diadakan sekali sebulan, biasanya juga dihadiri ibu-ibu dari berbagai desa, ketika saya menghadirinya Pendamping Lokal Desa turut hadir disana”. (Wawancara, Sabtu, 6 Juli 2019).

Pertanyaan mengenani kerja sama antar desa Kaur Pembangunan Desa Batu Layan, Bapak Rahmat Ritonga lebih memberikan jawaban yang mengarah kepada program PKK yang lebih melibatkan kaum ibu, beliau menjelasakan sebagai berikut :

“Jika masalah PKK istri saya yang lebih tau, saya tidak pernah menghadirinya karena memang untuk ibu-ibu, ada juga posyandu. Soal

tau, soalnya istri saya yang menghadirinya dan saya tidak pernah menanyakan PLD”. (Wawawancara, Minggu, 7 Juli 2019).

Masyarakat desa yang jadi informan tidak jauh berbeda jawabannya dengan Kaur Pembangunan, mereka menjelaskan mengenai kerja sama antar desa adalah sebagai berikut :

Bapak Manap, jawaban beliau adalah sebagai berikut :

“Oh ya saya tau ada PKK, istri saya memang mengahadiri PKK walaupun tidak rutin hanya ketika ada waktu aja, adanya PLD atau tidak saya tidak menanyakannya yang saya tau istri saya menghadirinya kalo kegiatan yang dilakukan biasanya masak-masak”. (Wawancara, Minggu, 7 Juli 2019).

Bapak Alvin, juga menjelaskan ketidaktauannya mengenai Pendamping Lokal Desa (PLD) dalam acara PKK, beliau menjawab :

“Soal PKK saya tau, untuk ibu-ibu, soal lebih mendalamnya saya tidak tau”.

(Wawancara, Minggu, 7 Juli 2019).

Hasil penjelasan dari informan diatas dapat memberikan penjelasan mengenai peran Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai penggerak atau mendorong partisipasi masyarakat untuk dapat aktif dalam setiap kegiatan pembangunan baik itu cara musyawarah dan juga menghadiri acara-acara yang dapat meningkatkan kemampuan masyarakat desa seperti Posyandu dan PKK. Sesuai yang telah dijelaskan oleh Sumpeno (2009) bahwa peran Pendamping Lokal Desa (PLD) salah satunya untuk menggerakkan atau memberikan motivasi kepada masyarakat agar tetap aktif berbagai kegiatan. Peran Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai penggerak masyarakat untuk dapat aktif mengikuti kerja sama antar desa.

Sesuai dengan tugas pokok Pendamping Lokal Desa (PLD) bahwa salah satu tugas Pendamping Lokal Desa (PLD) adalah terfasilitasinya kerja sama antar

desa. Disini, Peneliti hanya menanyakan tentang kerja samanya mengenai program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Posyandu, sehingga jawaban dari informan tidak jauh berbeda dan jawabannya lebih kepada program PKK. Penjelasan para informan menyatakan Pendamping Lokal Desa (PLD) telah mengajak masyarakat terutama ibu-ibu untuk aktif dalam acara tersebut. Mereka menghadiri acara Posyandu dan PKK rutin yang dilakukan setiap bulan.

Pendamping Lokal Desa (PLD) telah menjalankan berfungsi sebagai penggerak atau motivator agar masyarakat Desa Batu Layan aktif dalam acara Posyandu dan PKK.

4.4.1.2.2. Peran Sebagai Komunikator

Komunikator adalah orang yang memberikan informasi kepada masyarakat desa. Pendamping Lokal Desa (PLD) berperan menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat desa tentu saja dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat desa setelah sebelumnya pendamping mengelola informasi tersebut. Perannya sebagai seorang komunikator tentu sangat penting, tanpa adanya komunikasi yang baik maka kegiatan pembangunan tidak akan terlaksana dengan baik. Sebagai seorang komunikator disini Pendamping Lokal Desa (PLD) hanya menjalankan fungsinya sebagai kendali atau seorang yang mengendalikan (pengontrol atau pengawas) dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan.

a. Kendali : Kontrol Perilaku Masyarakat Desa

Sebagai kendali maksudnya disini adalah Pendamping Lokal Desa terus tetap menjaga komunikasi dengan perangkat desa maupun masyarakat untuk dapat mengendalikan proses pelaksanan kegiatan pembangunan, tenaga pendamping selalu hadir mendampingi agar pembangunan tetap berjalan agar sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Hal tersebut juga dipertegas oleh Pendamping Lokal Desa (PLD), Ibu Misrah dengan penjelasan sebagai berikut ini :

“Pelaksanaan pembangunan terus kita awasi agar sesuai dengan perencanaan dalam Musrenbang dan tentu harus sesuai dengan prosedur pelaksanaan kegitan pembangunan atau peraturan yang berlaku, baik dalam bentuk bangunan, lokasi bangunan, material pebanguan dan waktu pengerjaannya, disini saya juga langsung survei ke lokasi pembanguan”.

(Wawancara, Rabu, 3 Juli 2019).

Pendamping Lokal Desa yang bertugas untuk mendampingi pelaksanaan kegiatan pembangunan juga dijelaskan oleh Kepala Desa Batu Layan, Bapak Pontas Siregar sebagai berikut ini :

“Pada saat proses pembangunan PLD hadir dalam mencek proses pembangunan termasuk mencek materialnya, para pekerja, lokasi, ketepatan waktu pengerjaan, upah pekerja, dan sudah sejauh mana pembangunan dilakukan dll”. (Wawancara, Sabtu, 6 Juli 2019).

Ibu Kepala Desa Batu Layan, Ibu Nurhot Siregar juga memberikan penjelasan mengenai Pendaping Lokal Desa (PLD) yang mengendalikan atau dapat disebut mengawasi proses pembangunan desa sebagai berikut ini :

“Masalah pengawasan di lapangan saya kurang tau, karena saya jangan ke lokasi pembangunan, masalah itu suami saya yang lebih tau, tapi menurut saya pastilah PLD datang untuk mengawasi atau mengontrol pembangunan tersebut, karena memang tugasnya itu dan saya yakin pendamping pasti mendatangi lokasi pembangunan untu melihat proses pembanguann tersebut apakah telah berjalan baik atau tidak”. (Wawancara, Sabtu, 6 Juli 2019).

Kadus I Desa Batu Layan, Ibu Marjualiana Harahap menjelaskan tentang Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai orang pengendali atau pengawas dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan desa. Beliau menjelaskan sebagai berikut :

“Kebetulan pembangunan jalan tani dan jalan surai (rabat beton) berlokasi di dusun 1, tidak jauh dari rumah saya, jadi saya liat PLD datang untuk mencek pembangunan tersebut”. (Wawancara, Sabtu, 6 Juli 2019).

Sedangkan, Kaur Pembangunan Desa Batu Layan, Bapak Rahmat Ritonga memberikan pernyataan sebagai berikut :

“Ya memang PLD harus datang untuk melihat pembangunan tersebut karna itu sudah tugasnya, nanti kan bisa pendamping liat apakah yang kita kerjakan sesuai dengan perencanaan, pendamping kan harus menceknya selalu, sewaktu saya ada dilokasi pembangunan saya melihat PLD sudah hadir dan mengawasi atau mengontrol pelaksanaan pembangunan”.

(Wawancara, Minggu, 7 Juli 2019).

Bapak Manap juga memberikan jawaban yang menengaskan bahwa Pendaping Lokal Desa (PLD) memang hadir di lokasi pembanguan, beliau menjelaskan :

“Saya liat PLD hadir kelapangan untuk mengawasi proses pembangunan”.

(Wawancara, Minggu, 7 Juli 2019).

Bapak Bangun Siregar, anggota BPD Desa Batu Layan memberikan komentar sebagai berikut :

“Ibu Misrah sebagai seorang pendamping memang memiliki keharusan untuk datang melihat proses pembangunan, disini kan beliau akan melihat kesesuaian pembangunan dengan perencanaan, apabila ada perbedaan beliau dapat menengurnya, dapat dikatakan beliaukan kayak yang mengawasi juga‟. (Wawancara, Sabtu, 5 Oktober 2019).

Sedangkan, Bapak Alvin juga menjelasakan sebagai berikut :

“Iya, Pendamping Lokal Desa pasti hadir dalam pelaksanan pembangunan untuk melihat proses pembangunan”. (Wawancara, Minggu, 7 juli 2019).

Komunikator yang menjalankan fungsi komunikasi menurut Robbins (2008:5) sebagai kendali dimana komunikator bertindak atau mengendalikan perilaku anggotanya dan juga agar kegiatan yang sedang berlangsung berjalan sesuai dengan rencana. Sesuai dengan pernyatan yang disebutkan oleh Robbins tersebut bahwa Pendamping Lokal Desa (PLD) yang berperan sebagai komunikator yang berfungsi sebagai kendali atau orang yang mengendalikan atau mengawasai pelaksanaan kegiatan pembangunan Desa Batu Layan telah dilaksanakan dengan baik. Pendamping Lokal (PLD) Desa telah aktif dalam menjalankan perannya dalam mengendalikan perilaku masyarakat dalam setiap kegiatan pembangunan. Hal tersebut dipertegas oleh jawaban dari semua informan yang mengatakan bahwasanya Pendamping Lokal Desa hadir dalam proses kegiatan pembangunan Desa Batu Layan.

4.4.1.3. Peran Pendamping Lokal Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat