• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.4 ANALISA PENELITIAN

4.4.1 Peran Presenter dalam Pra Produksi

Menurut observasi yang penulis lakukan selama penulis melakukan Kerja Praktek di Binus TV selama tiga bulan ada yang berbeda berdasarkan praktek di lapangan dan hasil dari wawancara yang penulis dapatkan dari informan. Ternyata pada obeservasi yang penulis lakukan Ghiska yang dipercayakan sebagai asistent produser Lulu tidak selalu ready pada hari produksi, sehingga menambah kesibukan Lulu sebagai Producer sekaligus presenter. Lulu selalu saja sibuk mulai dari pencarian narasumber, menentukan konten, penulisan script, penyusunan rundown, persiapan presenter dan chargen. Jadi semua beban ada di Lulu, jika Lulu sedang sibuk dengan tugas kuliah maka Program Gado-Gado tidak akan bisa berjalan dan produksi.

Narasumber dari Nagaswara juga Lulu yang follow up dan apabila pihak dari Nagaswara tidak bisa hadir untuk menjadi bintang tamu, maka Lulu yang akan mencari komunitas lain untuk menjadi narasumber di Program Gado-Gado. Pada saat pra produksi tidak ada meeting seperti apa yang diungkapkan Lulu, tetapi penulis mendapatkan informasi dari kate bahwa setiap pra produksi pasti ada meeting. Pada observasi yang dilakukan penulis tidak ada meeting pada saat

proses pra produksi. Dan menurut observasi yang dilakukan oleh penulis adalah proses pra produksi dan termasuk pencarian narasumber dilakukan tujuh sampai sepuluh hari sebelum hari H.

Kendala internal yang dialami selama massa pra produksi selama observasi yang penulis lakukan adalah tidak pernah adanya meeting pada saat pra produksi, berbeda dengan apa yang dikatakan kate bahwa pasti ada satu atau dua orang yang tidak hadir saat meeting pra produksi. Lalu mengenai masalah eksternal keterlambatan dan ketidakhadiran narasumber berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan memang sama seperti yang dikatakan oleh lulu dan berbeda dengan apa yang dikatakan Kate bahwa tidak ada kendala eksternal pada saat pra produksi.

4.4.2 Peran Presenter dalam Produksi

Tinjauan dari Pengamatan dan observasi yang dilakukan secara langsung oleh Penulis, selama proses produksi berlangsung sampai selesai adalah pertama-tama follow up untuk memastikan kehadiran presenter, narasumber dan batavia band. Dari observasi dan pegamatan yang saya lihat di tahap ini masih sama. Yang berbeda adalah pada kenyataannya script dan rundown baru di print beberapa jam sebelum acara dimulai, padahal pengakuan kate rundown dan script sudah di print dan direvisi H – 2 paling lambat.

Sesudah memastikan kehadiran presenter, narasumber dan batavia band yang dilakukan berikutnya adalah dekorasi panggung atau studio untuk acara Gado-Gado, sambil mempersiakan alat-alat yang akan digunakan saat produksi

untuk acara tersebut. PD akan mengecek ulang semua alat termasuk cek volume presenter, narasumber dan mic yang akan dipakai band atau narasumber dan menyuruh seluruh crew standby. Yang dilakukan presenter pertama kali adalah make up, ganti baju, membaca script, sambil membaca mereka juga bersiap di studio sambil cek sound dan test opening. Untuk band juga setelah datang akan di make up terlebih dahulu baru kemudian bersiap di studio sambil cek sound sambil tes bernyanyi. Hal ini sama semua seperti apa yang diungkap oleh para informan.

Saat acara berlangsung seharusnya yang menjadi Floor Director adalah Ghiska yang dipercayakan oleh Lulu tetapi ternyata pada pengamatan yang dilakukan oleh penulis Ghiska kadang hadir dan kadang tidak. Jadi yang briefing narasumber adalah lulu pada saat commercial break pertama atau sebelum acara dimulai, lulu yang sudah repot menjadi presenter dan produser harus disibukan lagi dengan mengurus narasumber.

Penulis juga setuju dengan pendapat dari para informan dan dilihat dari observasi yang penulis lakukan segment Program Gado-Gado dibagi 4 seperti yang di ungkap oleh para informan. Selebihnya adalah improvisasi presenter, baik si otot yang tidak mau kalah dengan narasumber, menirukan gayanya, menggoda bintang tamunya jika wanita dan lulu yang selalu menyemangati atau mengejek ryan dan tentunya lulu juga tidak mau kalah dengan mengaku salah satu anggota girl band jika bintang tamunya girl band dan menggoda bintang tamu pria.

Program Gado-Gado berbeda dengan program lainnya di Binus TV, karena pada pembukaan acara tersebut home band (batavia band) akan

menyanyikan lagu. Sebelum atau setelah commercial break, tergantung dari produser atau script atau PD, batavia band akan menyanyikan lagu ciptaan mereka sendiri yang judulnya Gado-Gado untuk membuka setelah commercial break atau untuk mengantar ke commercial break di segmet pertama, segment ke – 2 dan menyanyikan sebuah lagu di akhir untuk menutup acara Gado-Gado. Biasanya untuk narasumber perfom di segment k – 3 dan segment k – 4.

Program Gado-Gado menggunakan tiga kamera, cam 1 mengambil narasumber, cam 2 diam untuk master yang menyorot dekorasi panggung, narasumber, dan presenter, sedangkan cam 3 untuk mengambil presenter. Teknik yang digunakan selama proses produksi berlangsung seperti paning kanan, paning kiri, till up, till down, zoom in, zoom out, dan tracking. Pencahayaan menggunakan pencahayaan dari studio dan tidak ada pencahayaan tambahan.

Selama acara berlangsung semua crew diarahkan langsung oleh Produser Director (PD) di Control Room, dan yang mengarahkan presenter, narasumber dan band di studio adalah Floor Director (FD). Semua hal itu sama seperti yang diungkapkan oleh para informan.

4.4.3 Peran Presenter dalam Pasca Produksi

Tinjauan dari Pengamatan dan observasi yang dilakukan secara langsung oleh Penulis, setelah produksi selesai biasanya presenter berjabat tangan dengan narasumber dan mengucapkan terimakasih. Sang produser atau eksekutif produser akan langsung datang ke studio bersalaman sambil mengucapkan terimakasih sementara crew yang lain akan membereskan studio untuk acara

selanjutnya. Yang berbeda adalah tidak adanya evaluasi atau rapat setelah syuting selesai atau selama proses pasca produksi. Seperti apa yang dikatakan oleh produser sekaligus presenter Program Gado-Gado dan bukan seperti apa yang dikatakan oleh kate pasti ada rapat evaluasi setelah selesai acara. Dan selama proses editing berjalan produser atau eksekutif produser tidak menemani sang editor paling hanya sesekali melihat editor, katanya si karena sudah percaya kepada editor kita kan sudah handal.

Selama tiga bulan penulis melakukan pengamatan dan observasi, penulis melihat tidak ada kendala yang dialami selama massa pasca produksi. Karena begitu acara tidak ada rapat atau meeting yang membahas bagaimana tadi selama proses syuting. Seharusnya diadakan rapat atau evaluasi jadi bisa tahu apakah terjadi kesalahan selama proses syuting berlangsung, dari evaluasi tersebut jadi bisa memperbaiki kesalahan yang dilakukan hingga bisa menghasilkan yang lebih baik lagi.

Seharusnya mulai dari sekarang di Program Gado-Gado mengadakan rapat evaluasi setelah selesai proses produksi karena rapat evaluasi sangat diperlukan guna membuat program Gado-Gado menjadi semakin baik dan bagus lagi. Selain itu bisa untuk mengetahui dimana letak kesalahan selama syuting berlangsung, apakah presenter ada salah berbicara atau berimprovisasi yang tidak perlu dan lain-lain sehingga bisa belajar dari kesalahan tersebut, tidak mengulanginya agar bisa menjadi lebih baik lagi. Presenter yang sudah handal dan terkenal sekalipun pasti bisa berbuat kesalahan karena presenter adalah seorang manusia biasa, maka dari itu perlu adanya rapat evaluasi.

Dokumen terkait