• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.3 Hasil Penelitian

4.3.2. Peran Presenter dalam Produksi

Data – data yang diperoleh penulis merupakan hasil dari wawancara dengan informan, dari pegamatan secara langsung di lapangan oleh penulis, dan pengumpulan data – data yang diperoleh langsung dari Binus TV.

“pertama kali dilakukan pada saat produksi sudah tentu memastikan kehadiran narasumber, presenter dan home band. Bahkan dilakukan 2

kali 1 hari sebelum hari tayang acara dan pagi sebelum acara tersebut tayang di sore hari. Kemudiaan harus mengingatkan lagi bahwa sampai di studio 1 jam sebelum acara. Lalu dekor studio, mempersiapkan alat seperti kamera, audio mixer, dan alat-alat lainnya yang diperlukan untuk proses syuting.” (kate)

“pertama kali yang dilakukan pada proses produksi adalah memastikan kehadiran narasumber dan rekan presenter saya ryan. Biasanya tuh diingetin sampe 3 kali malahan, 3 hari sebeleum hari H, 1 hari sebelum hari H dan pagi hari sebelum acara tayang di sore hari. Kemudiaan harus mengingatkan lagi bahwa sampai di studio 1 jam sebelum acara. Kalo saya sebagai presenter saya sih sudah pasti akan membaca rundown dan script lagi, ya walaupun itu rundown saya yang menyusun dan script saya yang membuat tetapi tetap saja saya harus membaca ulang kembali. Lalu saya make up, dan briefing rekan saya si otot sebagai presenter satu lagi. Dan kalo saya sebagai produser ya negecek dekor studio, alat, presenter dan narasumber.” (lulu)

“gw sebagai presenter yang gw persiapin pertama-tama udah pasti dateng ksana dlu donk. Kedua minta script, terus make up, biasa si gw dateng duluan untuk baca script kalo datengnya telat ya di make up sambil baca script. Liat rundown di script di segmen 1, 2,dan seterusnya ada apa aja, liat siapa narasumbernya. Mengenakan pakaian dari sponsor yang sesuai dengan tema. Dan gw uda disuruh standby paling telat 1 jam sebelum acara dimulai.” (ryan)

Segmen pada suatu acara sangatlah penting itu untuk memancing penonton supaya menonton acara tersebut. Manusia pada dasarnya suka segmen yang seru, klimaks, lucu, menghibur, dan tidak membosankan. Maka dari itu pada saat membuat segmen juga penting jangan sampai jadi anti klimaks, tidak lucu, dan membosankan.

“Program Gado-Gado sendiri di bagi 4 segment. Segment 1 itu untuk informasi-informasi yang menarik dan bisa berguna atau menghibur penonton di rumah. Di segment ke – 2 tanya jawab antara kedua orang presenter dan para narasumber, di segment k – 3 masih tanya jawab, tapi biasanya narasumber itu perform pertama dia. Dan si segment k – 4 sedikit ngobrol santai dan terakhir perform dari narasumber. Untuk membuat suasana tidak membosankan di tiap masuk bumper home band menyanyikan lagu.” (kate)

“Gado-Gado terdiri dari 4 segment. Segment pertama dibuka dengan lagu dari Batavia Band (home bandnya Gado-Gado), dilanjutkan dengan Apa Aaja Boleh (Tag line Gado-Gado) lalu opening dan memberikan info untuk para penonton. Di segment k – 2, tentu saja dibuka dengan batavia band kembali dan menyusul dengan masuknya para bintang tamu, jika bintang tamunya pria maka saya yang akan menggodanya, sedangkan jika perempuan maka rekan saya ryan yang akan menggoda para bintang tamunya. Dilanjutkan dengan perkenalan narasumber dan cuco rumpi tentunya. Di segment k – 3 supaya tidak bosan kadang bintang tamu yang perform terlebih dahulu dan batavia band di penghantar commercial break. Di segment k – 4 dibuka oleh

presenter atau batavia band dan ditutup oleh perform dari bintang tamu.” (Lulu)

“ya di bagi dengan 4 segment, segment pertama membagikan info sambil ledek-ledekan atau meyamakan diri dengan artis entah saya atau lulu. Di segment k – 2 kedatangan bintang tamu, perkenalan cuco rumpi dan tentunya sambil godain bintang tamunya donk tapi kalo cewe ya. Kalo bintang tamunya cowo? Ya kalo dia perform saya akan mengikuti dan meniru karena saya tidak mau kalah agar terlihat serba bisa gitu di depan para wanita. Segment yang k – 3 masih dilanjutkan dengan cuco rumpi dan di segment yang terakhir bintang tamu kita akan perform untuk menghibur dan membuat senang penonton di rumah. (ryan)

Salah satu unsur penting pada proses produksi adalah tampilan gambar. Semakin bagus gambar yang ditampilkan, berbagai variasi gambar yang ditampilkan akan membuat banyak penonton yang suka akan hal tersebut.

“program Gado-Gado kita menggunakan 3 kamera supaya kamera lebih bervariasi. Kalo 2 kamera tuh kurang karena 1 kamera diem untuk mengambil presenter, narsum dan panggung, 1 lagi harus gerak karena harus mengambil presenter dan narasumber jadi sulit dilakukan saat on air. 3 kamera itu, kamera 1 untuk mengambil narasumber. Kamera 2 itu diem untuk master, dan kamera 3 untuk mengambil presenter. Sedangkan untuk pengambilan home band dan narasumber yang perform itu gantian, jadi biasanya home band itu pada saat opening, closing, atau pada saat mau commercial break jadi saat home

band perform cam 1 dan 3 mengambil home band. Begitu pula saat narsum perform cam 1 dan cam 3 mengambil narasumber yang perform. Teknik pengambilan gambar yang kita gunakan adalah paning kanan, paning kiri, till up, till down, zoom in, zoom out, dan yang paling sulit adalah tracking. Tracking itu pengambilan gambar dengan kamera bergerak untuk mengikuti narasumber yang perform.” (kate)

Selain unsur pengambilan gambar, penata cahaya yang baik dan pas agar menambah nilai artistik gambar yang berdimensi dan mempunyai kedalaman ruang. Pencahayaan merupakan dasar dari sebuah produksi, tanpa pencahayaan yang bagus hasil produksi juga tidak akan bisa bagus, misal terlalu terang atau gelap. Tanpa pencahayaan yang tepat, maka kamera juga tidak dapat menghasilkan gambar dengan bagus, jelas dan akurat. Dan juga tidak lupa dekorasi panggung penting menjadi suatu daya tarik untuk menarik penonton.

“pencahayaan si biasa pake studio delight, dari studio dan tidak ada penambahan. Tetapi tetap saja harus diarahkan dengan benar. Dan untuk dekorasi panggung kita sudah mempercayakannya kepada tim dekorasi dan tim creative kita untuk mengatur panggung atau studio kita.” (kate)

Peran seorang Program Director atau yang biasa disebut PD juga penting. Karena dialah yang memimpin, yang menjadi seorang panglima dalam tim produksi. Secara umum PD berfungsi merencanakan, memutuskan, mengarahkan, mewujudkan dan bertanggung jawab atas program yang akan dijalankan. Tetapi tetap saja ia tidak bisa bekerja seorang diri, ia tetap

memerlukan orang lain untuk menjadi tim dia untuk bisa menjalankan program tersebut.

“seorang PD itu selain harus menguasai acara, dia juga harus bisa menjadi memimpin dan bersikap dewasa karena PD membawahi semua crew. Harus bisa mengendalikan emosi, supaya jika ada masalah tetap tenang dan bisa langsung memberi keputusan yang tepat, harus bisa membuat crew lain tenang jika terjadi masalah agara progam ini berjalan dengan lancar.” (kate)

Begitu peran presenter pada saat produksi sedang berjalan. Dapat dikatakan yang memegang kunci utama adalah presenter. Presenterlah yang paling banyak berbicara kepada bintang tamu atau narasumber dan kepada penonton di studio maupun yang ada di rumah.

“menjadi presenter pada program Gado-Gado itu tidaklah sulit menurut gw, karena cukup menjadi diri gw sendiri. Pasti pada bingung kan kalo gw bilang seperti itu, nih gw jelasin harus bisa melucu sekaligus menghibur tapi di semua hal itu kita juga tetap harus bisa menyampaikan informasi tentunya kepada penonton yang menonton. Paling ya hanya penyampaian, perkataan, dan saat sedang ngobrol dengan narasumber tuh ga boleh sampe kelepasan. Karena jika kita sampe kelepasan ngomong yang kasar atau gawat itu bisa langsung bahaya karena acara ini live lho jadi semua penonton bisa langsung mendengar perkataan kita.” (ryan)

“presenter Gado-Gado itu ga sulit sih menurut gw karena gw cukup menjadi diri gw sendiri jadi apa sulitnya menjadi diri sendiri iya ga sih? Bencanda gw ya kesulitannya itu paling penyampaian, perkataan, penyapaan kepada penonton maupun narasumber. Makanya gw tetep masih harus belajar opening itu untuk apa biar ga salah mengucapkan salam dan kata-kata. Apalagi repot kan kalo sampe keceplosan ngomong yang gawat kan brabe bangat tuh apalagi ini acara live jadi semua penonton bisa langsung denger omongan kita.” (lulu)

“menjadi seorang presenter atau pembawa acara menurut saya sudah-susah gampang ya, karena kalo yang sudah terbiasa ya jadi gampang tapi bagi yang belum ya susah. Presenter itu dituntun harus mempunyai pengetahuan yang luas, kenapa seperti itu? Ya karena jika presenter tidak mempunyai pengetahuan yang luas maka dia bisa asal berbicara saja, bertanya ya hanya akan bertanya dengan apa yang ada di script tidak bisa improvisasi jadi keliatan banget kaku jadi mati gitu. Selain itu presenter atau pembawa acara yang baik dan benar itu harus bisa melafalkan vokal secara benar dan lantang. Presenter yang baik pasti akan melakukan senam mulut dipagi hari dan sebelum membawakan acara. Seorang presenter harus berani mempertanggung jawabkan apa yang ia sampaikan kepada penonton dan seorang presenter harus mempunyai ciri khasnya sendiri itu baru bisa dibilang presenter.” (mas don)

Program bisa berjalan baik dan lancar karena adanya koordinasi tim dan kerja sama tim yang bagus dan kompak.

“kita di Binus TV semua yang memegang kendali itu PD di Control Room, dan yang mengarahkan di studio yaitu FD. Komunikasi 1 arah dari PD ke semua crew menggunakan HT.” (Kate)

Pada proses produksi sangat memungkinkan muncul sebuah masalah atau kendala atau bahkan bisa sampai terjadi konflik yang bisa menghambat proses produksi itu sendiri. Kendala itu akan sangat merugikan jika tidak segera datasi dengan baik. Untuk itulah memerlukan kerja sama tim yang bagus agar setiap masalah yang muncul bisa diselesaikan. Saat produksi Program Gado-Gado masalah yang pernah muncul antara lain kendala teknis dan komunikasi.

“hampir tidak pernah ada, paling hanya VTR belum siap tiba-tiba switchernya sudah mengswitch dan itu menurut saya human error.” (kate)

“pernah ya beberapa kali, misal seperti saat PD berbicara melalui HT ternyata HT tersebut salurannya sama dengan saluran ISS atau satpam, sehingga crew jadi tidak bisa mendengar arahan dari PD. Tapi biasa jika seperti itu maka akan langsung ganti saluran. Terus pernah juga pas lagi produksi mati lampu, jadi ya mau ga mau kita tidak bisa melanjutkan produksi kita hingga ya listrik menyala. Dan biasanya jika sudah menyala harus menunggu dulu karena semua butuh proses dari kamera computer yang boothing dulu. Jika sudah nyala kembali tugas saya dan ryan untuk becandain para penonton tentunya. Lalu ada juga masalah ga tau orangnyanya budek atau emang miss communication ya, jadi PD udah arahin suruh zoom in tapi ga di zoom in sama dia. Oh iya 1 yang terakhir yang saya juga ga tau gimana solusinya yaitu

dingin banget di studio apalagi kalo hujan jadi tambah dingin gw kadang bisa sampe megigil gemeteran tau. Jadi ya seperti itu lah kendala yang dialami selama proses produksi. Tambahan lagi mungkin karena studio Binus TV Cuma 1 jadi apa boleh buat ya. Kalo ada acara jam ½ 4 sampe ½ 5 ya jadi harus siap-siapin alat dan dekorasi hanya punya waktu ½ jam. Sebenernya sih saya kepengennya itu Gado-Gado punya tempat sendiri jadi ga digabung sama acara yang lain, tetapi karena fasilitas dan hanya 1 studio ya saya hanya bisa pasrah saja.” (lulu)

“kendala ya yang saya alami sebagai presenter ya itu FD nya ngasih tau kadang suka ga jelas, narasumbernya telat jadi harus tuker segmen, dan pernah satu kali gw saking sibuknya, cie elah saking sibuknya. Iya jadi gw ga sempet makan, langsung dateng ke Binus TV dan itu juga uda mepet 15menit sebelum acara dimulai jadi gw ga sempet makan deh. Dateng langsung baca script sambil di make up terus langsung masuk ke studio cek sound and opening, kondisinya gw belom makan dari pagi man, shitttt yang parahnya lagi studio dingin banget ditambah ujan, brrrr... ya jadi gitu deh gw bawainnya sih kurang maximal ya menurut gw karena 2 kondisi itu gw belom makan dari pagi dan yang kedua studio dingin bangettsz pake s sama z ya.” (ryan)

Dapat dilihat bahwa presenter berperan sangat besar untuk sebuah program atau sebuah acara, yang menghidupkan acara tersebut adalah sang presenter. Jika presenter acara tersebut mengerti konsep, mengerti apa yang ingin disampaikan dan membawakannya dengan baik, penyampaiannya jelas, penonton

terhibur dan mendapat informasi, tidak membosankan pasti acara tersebut akan menjadi program unggulan.

Analisis Perbandingan Pendapat para Informan

Ada sedikit perbedaan pendapat antara Lulu sang Produser dengan Kate sang EP, kata Kate 2 hari sebelum acara diingatkan dan dipastikan kembali kehadiran narasumber, sedangkan menurut lulu 3 hari sebelumnya sudah diingatkan dan dipastikan kembali kehadiran narasumber. Untuk segment semua berpendapat sama mulai dari segment pertama, segment k – 2, dan sampai sengment terakhir yaitu segment k – 4. Menurut pendapat Kate pada saat produksi tidak ada kendala paling hanya human error, tetapi menurut lulu ada beberapa masalah begitu pula dengan ryan menuturkan ada masalah. Lulu juga sependapatan dengan kate tentang human error. Masalah yang dalami sang presenter yang berbeda dari lulu adalah Floor Directornya kadang suka ngasih tau ga jelas, tetapi menurut Lulu itu bukan merupakan suatu kendala ataupun masalah soal Floor Director.

Dokumen terkait