• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Pustakawan dalam Membantu Penelusuran Informas

BAB III METODE PENELITIAN

B. Hasil Penelitian

4. Peran Pustakawan dalam Membantu Penelusuran Informas

Dalam menyajikan informasi yang ada dalam perpustakaan, staf perpustakaan atau yang disebut dengan pustakawan memiliki peranan untuk melayani pemustaka. Dalam pencarian informasi terdapat kendala yang menyebabkan informasi yang dicari oleh pemustaka tidak ditemukan seperti apa yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya. Maka disinilah diperlukannya peran dari pustakawan untuk membantu pemustaka dalam proses pencarian informasi.

Peran pustakawan dalam membantu pencarian informasi bagi pemustaka ialah sebagai motivator dan fasilitator. Peranan pustakawan sebagai motivator ialah menghimbau pemustaka untuk mencari lagi dengan teliti. Sedangkan peranan pustakawan sebagai fasilitator ialah memberi tahu letak sumber informasi yang dicari pemustaka, membantu dan mengambilkan sumber informasi yang dicari pemustaka.

Tahapan yang dilakukan pustakawan dalam membantu pemustaka pada proses pencarian informasi yaitu:

a) Memperingatkan untuk mencari lagi dengan teliti

Jika informasi yang dicari tidak temukan maka pemustaka akan bertanya kepada pustakawan. Pemustaka menanyakan dimana letak sumber informasi yang dicarinya. Maka pustakawan pun memperingatkan pustaka untuk mencari lagi dengan teliti, mencari pelan-pelan.

b) Memberitahu rak penempatan sumber informasi

Jika masih belum menemukan sumber informasi yang dicari maka pustakawan memberitahu letak rak menempatan sumber informasi yang dicarinya.

c) Membantu mencari

Jika masih belum menemukan juga maka pustakawan membantu mencarikannya. Pustakawan melakukan tahapan-tahaan dan tidak langsung membantu pencarian dimaksudkan untuk mengajarkan kemandirian bagi pemustaka, untuk mengurangi tingkat ketergantungan pemustaka atas bantuan orang lain. Hal tersebut bertujuan agar pemustaka memiliki tingkat percaya diri dan memiliki kemandirian jika berada di suatu lingkungan. d) Mengingatkan kembali letak sumber informasi yang dicari

Setelah menemukan sumber informasi yang dicari, pustakawan mengingatkan pemustaka mengenai letak sumber informasi tersebut. Hal itu bertujuan untuk jika pemustaka ingin mencari kembali buku yang sama dilain waktu dapat mengingat letak dan tempat disimpannya sumber informasi tersebut.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab terakhir ini merupakan hasil akhir dari semua bab yang telah dibahas pada bab sebelumnya yang tertuang dalam kesimpulan. Kesimpulan ini diambil dari hasil keseluruhan penelitian yang telah dilakukan dan dianalisa dari bab 1 hingga bab 4. Point berikutnya ialah saran yang diberikan sebagai masukan bagi perpustakaan agar bisa menjadi lebih baik untuk kedepannya. Untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut:

A. Kesimpulan

1. Kebutuhan informasi pemustaka Perpustakaan SLB-A PTN ialah buku pelajaran braille, buku cerita braille, atlas taktual dan Al-Qur’an. Kebutuhan informasi tersebut bertujuan untuk menunjang proses belajar mengajar siswa. Umunya semua pemustaka mencari informasi melalui perpustakaan dan 5 dari 7 pemustaka mencarinya di internet.

2. Proses pencarian informasi yang dilakukan pada tiap pemustaka berbeda-beda, namun pada umunya mereka melakukan tahapan initiation, starting, chaining, browsing, differentiating, extracting, presentation dan ending. Keunikan dalam proses pencarian informasi pemustaka tunanetra ialah mereka selalu berkomunikasi dalam hal pencarian informasi, informasi yang dicari belum ditemukan sampai informasi dapat mereka temuakan.

3. Kendala yang dialami pemustaka dalam proses pencarian informasi bersumber dari dalam diri sendiri pemustaka dan ada yang berasal dari luar. Kendala yang bersumber dari diri sendiri dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai pencarian informasi yang baik dan benar sehingga dapat menyebabkan waktu yang dibutuhkan untuk mencari menjadi lebih lama. Kendala dari luar dialamai karena lokasi pencarian

sumber informasi yang kurang memadai, perpindahan buku, keterbatasan ruangan. Solusi yang mereka lakukan jika mengalami kendala tersebut ialah meminta bantuan kepada teman dan pustakawan dalam pencarian informasi.

4. Peran pustakawan dalam membantu penelusuran informasi bagi pemustaka ialah sebagai motivator dan fasilitator. Perana ini penting adanya, dengan adanya pustakawan dapat memudahkan, mempercepat dalam pencarian informasi. Pustakawan SLB-A PTN bertugas melayani dan membimbing pemustaka. Peranan pustakawan sebagai motivator ialah menghimbau pemustaka untuk mencari lagi dengan teliti. Sedangkan peranan pustakawan sebagai fasilitator ialah memberi tahu letak sumber informasi yang dicari pemustaka, membantu dan mengambilkan sumber informasi yang dicari pemustaka.

B. Saran

1. Perpustakaan SLB-A PTN mengadakan pelatihan dasar atau semacam seminar tentang cara pencarian informasi yang baik dan benar. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan pemustaka dapat mengetahui cara mencari informasi baik di perpustakaan, ataupun di internet. Pemustaka dapat lebih mandiri dalam menyelesaikan tugasnya, mandiri dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Pemustaka pun memiliki pengetahuan perihal cara mencari informasi yang efektif dan efisien.

2. Perpustakaan SLB-A PTN akan lebih baik jika menambahkan pustakawannya. Hal itu dikarenakan pustakawan SLB-A PTN termasuk guru pula, sehingga ada beberapa saat pustakawan memiliki kewajiban untuk mengajar, dan setelah mengajar bisa kembali ke perpustakaan. Dengan menambah pustakawan disaat satu pustakawan terdapat

jadwal mengajar, pustakawan lain dapat menggantikannya di perpustakaan. Sehingga pelayanan perpustakaan dapat terus diberikan dan perpustakaan terus terjaga.

3. Luas ruang perpustakaan saat ini adalah 92 m2, hal itu dirasa kurang memadai. Maka akan lebih baik jika sekolah mengadakan, membuat, atau memindahkan ruang perpustakaan ke ruangan yang lebih memadai. Dengan ruangan yang lebih memadai pemustakapun dapat nyaman dna leluasa berada di peprustakaan.

4. Perpustakaan dapat mengadakan fasilitas untuk menunjang kebutuhan informasi pemustaka. Fasilitas yang dapat ditambahkan diantaranya ialah digital talking book, komputer, OPAC, CD-player.

DAFTAR PUSTAKA

Bandi Delphie. 2006. Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus: dalam Setting Pendidikan Inklusi. Bandung: Refika Aditama

Budiyanto M. 2000. Kebutuhan dan Perilaku pencarian Informasi Peneliti Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Tesis: Pascasarjana Program Studi Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Bidang Ilmu Budaya Universitas Indonesia

Burhan Bungin. 2007. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana

Carol Collier Kulthau, Inside the Searching process: Information Seeking from the User’s Perspective, Journal of the American Society and Information Science, 1991 Vol 42 (5) :362 https://comminfo.rutgers.edu/~kuhlthau/docs/Insidethe SearchProcess.pdf (diakses tanggal 21 Februari 2015), h.366

Gordon B. Davis. 1997. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Pustaka Binamaan Pressindo

Helen Brazier. 2007. The Role and Activities of the IFLA Libraries for the Blind Section.Library Trends55, (4) (Spring): 864-878, http://search.proquest.com /docview/220451368?accountid=25704 (diakses tanggal February 21, 2015).

Ibrahim Bafdal. 2006.Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara

Imas Fatonah, Peran Pustakawan Sekolah Luar Biasa dalam Menumbuhkan Kemampuan Literasi Informasi bagi Anak Tunanetra: Studi Kasus Perpustakaan Sekolah Luar Biasa- A Pembina Tingkat Nasional Jakarta, Skripsi S1 UIN Syarif Hidayatullah Jakrta, 2010 Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1985. Petunjuk Penyelenggaraan

Sekolah Luar Biasa. Jakarta: Bina Flora Utama

Indonesia. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lembaran Negara RI Tahun 2003, Sekretariat Negara. Jakarta. J.B Wahtudi. 2004.Teknologi Informasi dan Produksi Citra Bergerak. Jakarta: Hakaesar John David Smith. 2006.Inklusi, Sekolah Rumah untuk Semua.Bandung: Nuansa

Jusni Djatin. 1996.Penelusuran Literatur. Jakarta: Universitas terbuka

Koenjtraningrat. 1991. Metode Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Mestika Zed. 2008.Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indoensia Mohamad Nasir. 2003.Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia

Mohammad Effendi. 2009. Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan. Jakarta: Bumi Aksara

Muhammad Yusuf Pawit dan Yaya Suhendar. 2007.Pedoman Peyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Kencana

Muljan Achmad Nurhadi. 1981.Cara Mengevaluasi Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Majalah Berita Perpustakaan

Muljono Abdurrachman dan Sudjadi. 1994. Pendidikan Luar Biasa Umum. Jakarta: Proyek Pendidikan Tenaga Akademik

Noerhayati. 1987.Pengelolaan Perpustakaan. Bandung: Alumni

Nur’aeni. 1997.Inversi Dini bagi Anak Bermasalah. Jakarta: Rineka Cipta

Pawit M. Yusuf dan Priyo Subekti. 2000. Teori dan Praktik Penelusuran Informasi : Information Retrieval. Jakarta: Kencana

Pawit M. Yusuf dan Priyo Subekti. 2010. Teori dan praktik Penelusuran Informasi. Jakarta: Kencana

Prasetya Irawan. 1999. Logika dan Prosedur Penelitian, Pengatar Teori dan Panduan Praktis Penelitian Sosial Bagi Mahasiswa dan Peneliti Pemula. Jakarta: STIA-LAN Putu Laxman Pendit. 2009. Merajut Makna: Penelitian Kualitatif Bidang Perpustakaan dan

Informasi. Jakarta: Cita Karyakarsa Mandiri

Putu Laxman Pendit. 2013. Penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi : Suatu Pengantar Diskusi Epistemologi dan Metodologi Jakarta: JIP-FSUI

Putu Laxman Pendit. 2013. Penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Suatu Pengantar Diskusi Epistemologi dan Metodologi. Jakarta: JIP-FSUI

Ricky Anshori. 2013. Persepsi Perilaku Pencarian Informasi Pemakai pada Layanan Perpustakaan Tuna Netra Yayasan Mitra Netra Jakarta. Skripsi S1 Universitas Diponegoro

Rizal Saiful Haq [et.al]. 2005. Perpustakaan dan Pendidikan: Pemeteaan Peranserta Perpustakaan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, FAH

Sapariadi [et.al]. 1982.Mengapa Anak Berkelainan Perlu Mendapatkan Pendidikan.Jakarta: Balai Pustaka

Sugiyono. 2012.Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Penerbit Alfabeta Suharsimi Arikunto. 2000.Manajemen Penelitian.Jakarta: Rineka Cipta Sulistyo Basuki.2004. Pengantar Dokumentasi. Bandung: Rekayasa Sains

Sutarno NS. 2005. Tanggung Jawab Perpustakaan: Dalam Mengembangkan Masyarakat Informasi. Jakarta: Panta Rei

Tri Septiantono dan Umar Sidik. 2007. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga

Wiji Suwarno. 2009.Psikologi Perpustakaan.Jakarta: Sagung Seto

Zaenal Alimin. 2004. Reorientasi Pemahaman Konsep Pendidikan Khusus Pendidikan Kebutuhan Khusus dan Implikasinya terhadap Layanan Pendidikan. Jurnal Asesmen dan Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus. Bandung: UPI. Vol.3 No 1.

Hasil Wawancara

“Perilaku Pencarian Informasi Pemustaka Berkebutuhan Khusus pada Perpustakaan

Sekolah Luar Biasa-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta”

Nama : Angga

Kelas : 5 SDLB

Tanggal/Waktu wawancara : 24 Februari 2015 / 10.00

A. Kebutuhan informasi pemustaka pada Perpustakaan SLB-A Pembina Tingkat Nasional 1. Apa alasan adik untuk datang ke perpustakaan?

Saya ke perpustakaan mau baca, minjem buku pelajaran, buku cerita, mau nambah ilmu. Karena lumayan sering saya ke perpustakaan seminggu bisa 3 atau 4 kali ke perpustakaan.

2. Bagaimana kebutuhan informasi adik? apa yang sering adik dicari?

Kalo di perpustakaan paling sering nyari buku cerita sama buku pelajaran. Kalo buku pelajaran biasanya saya nyari pelajaran Agama, IPS, IPA, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika. Tapi engga itu aja, saya juga sering belajar, baca-baca buku cerita di perpustakaan.

3. Dimana adik melakukan pencarian informasi?

Paling sering saya mencari di perpustakaan. Kadang kalo ada tugas yang bisa saya kerjakan sendiri ya saya jawab sendiri, kalo engga bisa baru ke perpustakaan. Kalo PR dikerjain dirumah terus aku engga bisa jawab, nanya orang tua. Terus saya juga tidak nyari di internet karena saya tidak punya hp.

4. Dengan siapa adik datang ke perpustakaan? Sahabat saya, Rendi dan Julius.

B. Proses yang dilakukan pemustaka berkebutuhan khusus dalam pencarian informasi

5. Mengapa adik melakukan pencarian informasi di perpustakaan? Apa yang akan adik lakukan?

6. Bagaimana proses adik dalam pencarian informasi? Ceritakan pula perasaan yang adik rasakan pada tiap tahapan pencarian informasi!

Terus langsung menuju di raknya, misalnya kalo aku mau nyari buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 langsung ke rak Buku pelajaran Bahasa Indonesia. Diraba depan bukunya kan ada judulnya. Diraba didalam bukunya itu isinya tema apa aja, kalo ada yang perlu dicatet ya aku catet. Kalo udah selesai ya sudah, lega. Kalo nyari buku cerita kadang saya ngambil-ngambil aja buku cerita yang penting dapet, belum saya baca sebelumnya.

C. Solusi yang dilakukan pemustaka untuk mengatasi kendala dalam pencarian informasi 7. Apa kendala yang dialami adik dalam pencarian informasi?

Engga sulit nyarinya, oh gampang gampang. Karena saya sudah hafal tempatnya. Keseringan kalo nyari buku ketemu terus, karena saya sudah tahu tempaynya. Jarang engga ketemu, ketemu terus.

8. Mengapa adik tidak menemukan informasi yang dicari?

Pernah engga ketemu bukunya itu karena saya kurang teliti nyarinya. 9. Apa yang adik lakukan jika informasi yang dicari tidak bisa ditemukan?

Nanya temen, temen saya bantuin nyari buku yang saya cari, kalo ketemu temen saya nunjukin dimana letaknya.

D. Peran pustakawan dalam membantu penelusuran informasi pemustaka

10. Solusi apa yang ditawarkan pustakawan untuk membantu pemustaka dalam penelusuran informasi?

Suruh nyari lagi, dicek ulang mungkin saya tidak teliti. Kalo engga ketemu juga Pak Dedi ngasihtau tempat buku yang saya cari biasanya sih, udah, ketemu deh bukunya.

Hasil Wawancara

“Perilaku Pencarian Informasi Pemustaka Berkebutuhan Khusus pada Perpustakaan Sekolah Luar Biasa-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta”

Nama : Tiara

Kelas : 6 SDLB

Tanggal/Waktu wawancara : 24 Februari 2015 / 09.00

A. Kebutuhan informasi pemustaka pada Perpustakaan SLB-A Pembina Tingkat Nasional 1. Apa alasan adik untuk datang ke perpustakaan?

Mau baca. Tapi sekarang udah jarang ke perpustakaan, paling sekarang hanya seminggu dua kali. Waktu dulu pernah bantuin Pak Dedi beresin buku pas hari jumat yang pas pramuka, temen saya atilah ketiban buku. Beresin bukunya engga susah Cuma naroh buku ke kardus-kardus yang udah disiapin sama Pak Dedi.

2. Bagaimana kebutuhan informasi adik? Apa yang sering adik cari?

Keseringan nyari buku pelajaran. Soalnya ada beberapa buku pelajaran harus minjem di perpustakaan, ada juga buku pelajaran yang dikasih pinjem ke aku terus dibawa boleh dibawa pulang. Kadang nyari buku cerita, cerita hewan atau cerita yang lain engga tentusih sesuai mood aja.

3. Dimana adik melakukan pencarian informasi?

Di perpustakaan, kalo mau nyari buku paket pelajaran ya di perpustakaan. Aku juga suka nyari di internet, lebih cepet. Karena aku udah punya HP jadi lebih enak nyarinya, aku bisa sendiri pake internet di HP engga dibantu orang lain juga bisa. Kalo ada PR yang jawabannya susah awalnya aku nanya sama orangtua, kalo orangtua engga tahu barudeh nyari di internet.

4. Dengan siapa adik datang ke perpustakaan?

Sama temen dan guru. Kalo iseng atau lagi istirahat ke perpustakaan sama temen, sama Ahmad, Atilah, Vanesa, Dimas. Kalo lagi pelajaran, terus bosen bu guru suka ngajakin

ke perpustakaan, atau saya sama temen temen juga pernah ngajak guru untuk belajar di perpustakaan.

B. Proses yang dilakukan pemustaka berkebutuhan khusus dalam pencarian informasi

5. Mengapa adik melakukan pencarian informasi di perpustakaan? Apa yang akan adik lakukan?

Kalo aku nyari buku di perpustakaan karena aku mau menambah ilmu. Nyari jawaban kalo ada PR. Ya kata aku tadi, nyari di perpustakaan atau aku nyari di internet.

6. Bagaimana proses adik dalam pencarian informasi? Ceritakan pula perasaan yang adik rasakan pada tiap tahapan pencarian informasi!

Langsung cari ke rak, dipilih dicari dari judul yang ada di depan buku, diraba aja. Kalo misalnya di perpustakaan engga ketemu yang tadi aku bilang ka aku suka nyari di internet, jadinya aku nyari di internet deh, lebih cepet. Di internet cepet terus ada terus kok yang aku cari. Kan ada hasilnya biasanya hasil yag paling atas juga udah dapet, udah ada. Di perpustakaan. Kalo nemu bukunya aku seneng, terus bilang ke temen temen aku kalo aku udah nemu bukunya. Selanjutnya dari buku yang aku temuin aku cek lagi bedanya apa dan buku mana yang paling sesuai dengan yang aku pilih, sama juga kalo misalnya aku nyari di internet dipilih yang paling sesuai sama yang aku carideh. Dicatet yang penting, kalo nyari tentang PR langsung aku jawab PR nya. Kata aku tadi, seneng. Begitu aja sih sudah selesai.

C. Solusi yang dilakukan pemustaka untuk mengatasi kendala dalam pencarian informasi 7. Apa kendala yang dialami adik dalam pencarian informasi?

Susah nyari cerita yang diinginkin, bukunya berantakan. Misalnya mau nyari buku cerita hewan harimau itu susah, engga dikategoriin cerita hewan gitu. Penyususan buku masih berantakan. Pernah nyari buku di rak buku SD eh ada buku SMP juga. Tidak tersusun rapi.

8. Mengapa adik tidak menemukan informasi yang dicari? Bukunya berantakan. Bukunya ada dimana mana.

9. Apa yang adik lakukan jika informasi yang dicari tidak bisa ditemukan?

Dicari lagi. Baca buku berdua, bacanya satu halaman untuk aku satu halaman untuk temen saya, kalo udah gantian. Nanya temen.

D. Peran pustakawan dalam membantu penelusuran informasi pemustaka

10. Solusi apa yang ditawarkan pustakawan untuk membantu pemustaka dalam penelusuran informasi?

Nanya ke Pak Dedi. Sebenernya kalo kitanya minta tolong ya dibantuin, tapi kalo kitanya cuek ya engga dibantuin. Aku keresingan nyari sendiri. Karena keseringan Pak Dedi engga ada di perpustakaan, Pak Dedi kan ngajar juga. Kalo Pak Dedi Ngajar pintu perpustakaan engga dikunci, hanya ditutup aja, jadi kalo mau perpus bisa-bisa aja. Kalo

bukunya engga ditemuin aku nanya Pak Dedi biasanya bilang “Sini Bapak Cariin” terus

dicariin, kan Pak Dedi yang lebih tau banyak letak bukunya dimana. Aku sama temen- temen engga tahu banyak.

Hasil Wawancara

“Perilaku Pencarian Informasi Pemustaka Berkebutuhan Khusus pada Perpustakaan

Sekolah Luar Biasa-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta”

Nama : David Septiadi

Kelas : 7 SMPLB

Tanggal/Waktu wawancara : 25 Februari 2015 / 10.00

A. Kebutuhan informasi pemustaka pada Perpustakaan SLB-A Pembina Tingkat Nasional 1. Apa alasan adik untuk datang ke perpustakaan?

Nambah ilmu, Ada pelajaran, disuruh guru.

2. Bagaimana kebutuhan informasi adik? apa yang sering adik cari? Lebih sering nyari buku pelajaran, tapi kadang buku cerita. 3. Dimana adik melakukan pencarian informasi?

Langsung nyari di perpustajaan kalo engga ada nyari di internet. 4. Dengan siapa adik datang ke perpustakaan?

Sama Oim temen sekelas saya.

B. Proses yang dilakukan pemustaka berkebutuhan khusus dalam pencarian informasi 5. Mengapa adik melakukan pencarian informasi? Apa yang adik lakuan?

Nambah ilmu pengetahuan. Langsung nyari ke perpustakaan kalo ga ada nyari di internet.

6. Bagaimana proses adik dalam pencarian informasi? Ceritakan pula perasaan yang adik rasakan pada tiap tahapan pencarian informasi!

Langsung menuju rak. Coba nyari di internet juga. Kalo udah dapet bukunya dibaca aja, biasa aja kaya nyari biasa.

C. Solusi yang dilakukan pemustaka untuk mengatasi kendala dalam pencarian informasi 7. Apa kendala yang dialami adik dalam pencarian informasi?

Kadang engga ketemu

8. Mengapa adik tidak menemukan informasi yang dicari? Bukunya engga ada, saya cari engga ada.

9. Apa yang adik lakukan jika informasi yang dicari tidak bisa ditemukan? Yaudah kembali ke kelas, engga jadi di perpustakaan.

D. Peran pustakawan dalam membantu penelusuran informasi pemustaka

10. Solusi apa yang ditawarkan pustakawan untuk membantu pemustaka dalam penelusuran informasi?

Hasil Wawancara

“Perilaku Pencarian Informasi Pemustaka Berkebutuhan Khusus pada Perpustakaan Sekolah Luar Biasa-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta”

Nama : Rian Faturahmadiah Subrik

Kelas : 8 SMPLB

Tanggal/Waktu wawancara : 25 Februari 2015 / 09.00

A. Kebutuhan informasi pemustaka pada Perpustakaan SLB-A Pembina Tingkat Nasional 1. Apa alasan adik untuk datang ke perpustakaan?

Pas pelajaran agama, pak guru minta belajar di bawah, di perpustakaan. Sama pas pelajaran Pak Dedi OM (Orientasi Mobilitas). Selain itu saya ke perpustakaan, paling seminggu sekali, atau seminggu 2 kali.

2. Bagaimana kebutuhan informasi adik? apa yang sering adik cari?

Sesuai pelajaran yang sedang belajar di perpustakaan. Buku cerita juga baca. 3. Dimana adik melakukan pencarian informasi?

Di perpustakaan. Kalo sekarang kan aku udah punya HP, bisa nyari di google loh. Jadi misalnya kita mau nyari tentang buah pisang, apa saja yang terkandung dalam pisang bisa dicari di google. Aku ada aplikasi talk, bisa ngeluarin kata-kata, apa yang mau dicari tinggal ngomong, atau kalo mau tau hasil yang dicari itu bisa tinggal didengerin aja.

4. Dengan siapa adik datang ke perpustakaan? Dengan temen, sama yogi.

B. Proses yang dilakukan pemustaka berkebutuhan khusus dalam pencarian informasi 5. Mengapa adik melakukan pencarian informasi ? Apa yang adik lakukan?

Menambah ilmu. Saya nyari di perpus dan nyari pake internet juga.

6. Bagaimana proses adik dalam pencarian informasi? Ceritakan pula perasaan yang adik rasakan pada tiap tahapan pencarian informasi!

Langsung ke raknya. Dicari, kalo ketemu ya di ambil. Disana kan bukunya banyak jadi kalo nemu lebih dari satu harus bisa tau apa bedanya kalo mau cepet dicek daftar isinya. Kalo susah nyarinya aku nyari di internet. Kalo bukunya ketemu dibaca. Dicatat di buku catatan.

C. Solusi yang dilakukan pemustaka untuk mengatasi kendala dalam pencarian informasi 7. Apa kendala yang dialami adik dalam pencarian informasi?

Jarang sih, di perpus buku banyak.

8. Mengapa adik tidak menemukan informasi yang dicari?

Kalo engga ketemu paling susah nyarinya, lama, capek nyarinya.

9. Apa yang adik lakukan jika informasi yang dicari tidak bisa ditemukan? Nanya temen, nanya pa dedi

D. Peran pustakawan dalam membantu penelusuran informasi pemustaka

10. Solusi apa yang ditawarkan pustakawan untuk membantu pemustaka dalam penelusuran informasi?

Hasil Wawancara

“Perilaku Pencarian Informasi Pemustaka Berkebutuhan Khusus pada Perpustakaan

Sekolah Luar Biasa-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta”

Nama : Yogi

Kelas : 9 SMPLB

Tanggal/Waktu wawancara : 25 Februari 2015 / 11.00

A. Kebutuhan informasi pemustaka pada Perpustakaan SLB-A Pembina Tingkat Nasional 1. Apa alasan adik untuk datang ke perpustakaan?

Dokumen terkait