Solving Process Fasilitator)
Dalam kuesioner penelitian Indikator atas Peran PR sebagai Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Problem Solving Process Fasilitator) terdiri dari 4 pernyataan. Masing jawaban dari responden atas peran PR dalam hal ini adalah :
Tabel 4.22.
PR Mampu Bekerja Sama dengan
Departemen Lain untuk Menyelesaikan Masalah yang Terjadi n = 50
No Penilaian Responden Frekuensi %
1 Sangat Tidak Setuju - 0
2 Tidak Setuju 28 56
3 Ragu-ragu 10 20
4 Setuju 5 10
5 Sangat Setuju 7 14
Total 50 100
Sumber : Kuesioner Efektivitas Peran PR no. 14 Data diolah dengan menggunakan program SPSS versi 16.0
Berdasarkan jawaban responden dalam tabel tersebut di atas terdapat 28 orang (56 %) menjawab Tidak Setuju, 10 orang (20 %) menjawab Ragu-ragu, 5 orang (10 %) responden menjawab Setuju, dan 7 orang (14 %) menjawab Sangat Setuju, serta tidak ada responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju.
Tabel 4.23.
PR dapat Membantu Perusahaan untuk Mengatasi Masalah n = 50
No Penilaian Responden Frekuensi %
1 Sangat Tidak Setuju - 0
2 Tidak Setuju 19 38
3 Ragu-ragu 11 22
4 Setuju 7 14
5 Sangat Setuju 13 26
Total 50 100
Sumber : Kuesioner Efektivitas Peran PR no. 15 Data diolah dengan menggunakan program SPSS versi 16.0
Berdasarkan jawaban responden dalam tabel tersebut di atas terdapat 19 orang (38 %) menjawab Tidak Setuju, 11 orang (22 %) menjawab Ragu-ragu, 7
orang (14 %) responden menjawab Setuju, dan 13 orang (26 %) menjawab Sangat Setuju, serta tidak ada responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju.
Tabel 4.24.
PR dapat Berperan Mengatasi Krisis yang Terjadi di Perusahaan
n = 50
No Penilaian Responden Frekuensi %
1 Sangat Tidak Setuju - 0
2 Tidak Setuju 12 24
3 Ragu-ragu 24 48
4 Setuju 6 12
5 Sangat Setuju 8 16
Total 50 100
Sumber : Kuesioner Efektivitas Peran PR no. 16 Data diolah dengan menggunakan program SPSS versi 16.0
Berdasarkan jawaban responden dalam tabel tersebut di atas terdapat 12 orang (24 %) menjawab Tidak Setuju, 24 orang (48 %) menjawab Ragu-ragu, 6 orang (12 %) responden menjawab Setuju, dan 8 orang (16 %) menjawab Sangat Setuju, serta tidak ada responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju.
Tabel 4.25.
Keputusan PR Menjadi Solusi yang Baik bagi Perusahaan n = 50
No Penilaian Responden Frekuensi %
1 Sangat Tidak Setuju - 0
2 Tidak Setuju 10 20
3 Ragu-ragu 21 42
4 Setuju 8 16
5 Sangat Setuju 11 22
Total 50 100
Sumber : Kuesioner Efektivitas Peran PR no. 17 Data diolah dengan menggunakan program SPSS versi 16.0
Berdasarkan jawaban responden dalam tabel tersebut di atas terdapat 20 orang (40 %) menjawab Tidak Setuju, 21 orang (42 %) menjawab Ragu-ragu, 8 orang (16 %) responden menjawab Setuju, dan 11 orang (22 %) menjawab Sangat Setuju, serta tidak ada responden yang menjawab Sangat Tidak Setuju.
Variabel Peran PR sebagai Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Problem Solving Process Fasilitator) terdiri dari 4 pernyataan sehingga skor tertinggi yang diperoleh adalah 5 x 4 = 20 (dengan asumsi responden menjawab dengan "sangat setuju" untuk semua pernyataan yang ada) sedangkan skor terendah yang diperoleh adalah 1 x 4 = 4 (dengan asumsi responden menjawab dengan "sangat tidak setuju" untuk semua pernyataan yang ada). Dengan demikian akan diperoleh kelas interval sebagai berikut :
R (range) = skor tertinggi – skor terendah interval
Berdasarkan formulasi di atas, maka perhitungannya adalah sebagai berikut : = 4 . 5 - 4 . 1 = 20 - 4 = 16 = 3,2... ≈ 3 (dibulatkan menjadi 3) 5 5 5
selanjutnya hasil yang diperoleh berdasarkan pemberian skor pada jawaban responden adalah :
1 – 4 : Sangat Tidak Efektif 5 – 8 : Tidak Efektif
9 – 12 : Cukup Efektif 13 – 16 : Efektif
17 – 20 : Sangat Efektif
Tabel frekuensi dari jawaban pernyataan-pernyataan yang diberikan oleh responden dalam penelitian, dapat digambarkan berikut ini :
Tabel 4.26. Efektivitas Peran PR sebagai Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Problem Solving Process Fasilitator)
n=50
No Tingkat Efektivitas Frekuensi %
1 1 – 4 (Sangat Tidak Efektif) - 0
2 5 – 8 (Tidak Efektif) 2 4
3 9 – 12 (Cukup Efektif) 23 46
4 13 – 16 (Efektif) 21 42
5 17 – 20 (Sangat Efektif) 4 8
Total 50 100
Sumber : Kuesioner Efektivitas Peran PR no. 14-17 Data diolah dengan menggunakan program SPSS versi 16.0
Analisis data menunjukkan bahwa, 2 orang (4 %) menganggap Peran PR sebagai Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Problem Solving Process
Fasilitator) tidak efektif, 23 orang (46 %) menganggap cukup efektif, 21 orang
(42 %) menganggap efektif, dan 4 orang (8 %) menganggap peran PR adalah sangat efektif.
Berdasarkan analisis data pada tabel 4.26 di atas dapat dikatakan di sini bahwa karyawan di PT. Indomobil Sukses International Tbk. menilai bahwa Peran PR sebagai Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Problem Solving Process
Fasilitator) sudah efektif.
4.3. Pembahasan
Praktisi humas senantiasa dihadapkan pada tantangan dan harus menangani berbagai macam fakta yang sebenarnya. Perkembangan komunikasi tidak memungkinkan lagi bagi suatu organisasi untuk menutup-nutupi suatu fakta. Oleh karena itu, para personilnya kini jauh lebih dituntut untuk mampu menjadikan orang-orang lain memahami suatu pesan, demi menjaga reputasi atau
citra perusahaan yang diwakilinya.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan melalui efektivitas peran humas di PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk., dapat dikatakan di sini bahwa temuan data serta analisis data yang dilakukan dapat dikatakan bahwa peran
Public Relations di PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk. dinilai sudah efektif
dalam menjalankan strateginya di perusahaan ke dalam 4 perannya, yaitu (1) Peran sebagai Teknisi komunikasi (communication technician); (2) Peran sebagai Penasehat Ahli (Expert Prescriber); (3) Peran sebagai Fasilitator Komunikasi. (Communication Facilitator); dan (4) Peran sebagai Fasilitator Proses Pemecahan Masalah. (Problem Solving Process Fasilitator).
Efektivitas berasal dari kata efektif, yang memiliki arti berhasil guna atau membawa hasil yang positif. Apabila dihubungkan dengan komunikasi, maka komunikasi yang efektif adalah bagaimana penyebar pesan (komunikator) dengan penerima pesan (komunikan) dapat menimbulkan suatu pengertian yang sama tentang suatu pesan (efek). Perubahan yang terjadi disebut efek positif atau efektivitas.
Melalui penjabaran efektivitas peran humas pada 4 kegiatan tersebut, selanjutnya penulis juga menggambarkan efektivitas peran humas secara keseluruhan di PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk. Perhitungan dari efektivitas peran humas ini diperoleh melalui nilai rata-rata dari keseluruhan jawaban responden. Berikut ini adalah tabel dari penggambaran efektivitas peran humas PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk. :
Tabel 4.27.
Analisis Keseluruhan Efektivitas Peran Humas di PT. Indomobil Sukses International Tbk.
Atribut Nilai
Rata-rata
No Deskripsi
1 PR mampu melayani media dengan baik 4.38
2 PR sudah mempunyai jaringan media yang luas 3.08
3 PR sudah mempunyai kemampuan menulis 3.10
4 PR selalu memantau berita mengenai perusahaan yang beredar di
media massa 3.74
5 PR mempunyai kemampuan untuk membuat siaran pers (press
release) 3.32
6 PR mempunyai pengalaman yang cukup di bidangnya 3.06
7 PR memiliki kemampuan memberikan solusi dalam
penyelesaian masalah hubungan dengan publiknya 3.10
8 PR mampu memberikan nasehat/masukan ke perusahaannya 3.04
9 PR memiliki wawasan luas 3.14
10 PR telah berperan sebagai komunikator yang baik 3.48
11 PR telah berperan sebagai Mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal mendengar apa yang diinginkan dan
diharapkan oleh publiknya 3.64
12 PR mempunyai kemampuan untuk menjelaskan keinginan dan
kebijakan dan harapan organisasi kepada publiknya 3.56
13 PR berhasil membangun komunikasi dua arah sehingga tercipta saling pengertian, mempercayai, menghargai dan mendukun dan
toleransi yang baik dari perusahaan kepada publiknya 2.94
14 PR mampu bekerja bersama dengan departemen lainnya untuk
menyelesaikan masalah yang terjadi 2.82
15 PR dapat Membantu perusahaan untuk mengatasi masalah secara
rasional dan professional 3.28
16 PR dapat berperan mengatasi krisis yang terjadi di perusahaan 3.20
17 Keputusan PR menjadi solusi yang baik bagi perusahaan 3.40
Total 56.28
Sumber : Kuesioner Efektivitas Peran PR no. 1-17 Data diolah dengan menggunakan program SPSS versi 16.0
Berdasarkan analisis data di atas diketahui bahwa nilai rata-rata terendah dari efektivitas peran humas di PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk., berada pada atribut ke-14 yaitu pernyataan yang mengatakan bahwa “PR mampu bekerja bersama dengan departemen lainnya untuk menyelesaikan masalah yang terjadi”. Sedangkan nilai rata-rata tertinggi dari efektivitas peran humas di PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk., berada pada atribut ke-1 yaitu pernyataan yang
mengatakan bahwa “PR mampu melayani media dengan baik”.
Untuk mengetahui penilaian dari responden terhadap efektivitas peran PR, selanjutnya dicari skor maksimum dan minimum dengan cara seperti pada penilaian terhadap efektivitas keempat peran PR. Variabel efektivitas Peran PR dalam kuesioner penelitian terdiri dari 17 pernyataan sehingga skor tertinggi yang diperoleh adalah 5 x 17 = 85 (dengan asumsi responden menjawab dengan "sangat setuju" untuk semua pernyataan yang ada) sedangkan skor terendah yang diperoleh adalah 1 x 17 = 17 (dengan asumsi responden menjawab dengan "sangat tidak setuju" untuk semua pernyataan yang ada). Melalui perhitungan ini selanjutnya dibuat skala dengan penggambaran sebagai berikut :
1 x 17 x 50 = 850 : Sangat Tidak Efektif 2 x 17 x 50 = 1700 : Tidak Efektif
3 x 17 x 50 = 2550 : Cukup Efektif 4 x 17 x 50 = 3400 : Efektif
5 x 17 x 50 = 4250 : Sangat Efektif
Selanjurnya berdasarkan nilai rata-rata dari efektivitas peran PR secara keseluruhan di PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk., dapat digambarkan dalam skala penilaian berikut ini :
Gambar 4.1.
Skala Penilaian Efektivitas Peran PR di PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk.
Sangat tidak cukup sangat tidak efektif efektif efektif efektif efektif 850 1700 2550 3400 4250
Melalui penggambaran di atas dapat dilihat bahwa nilai sebesar 2814 2814
berada pada penilaian yang cukup efektif dan efektif, sehingga sama halnya dengan efektivitas peran humas pada ke-4 perannya, maka pada hasil keseluruhan efektivitas peran humas di PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk., dinilai efektif.
Secara umum, sasaran kegiatan PR adalah menciptakan opini publik yang menguntungkan perusahaan atau lembaga yang bersangkutan. Untuk mencapai tujuan atau sasaran tersebut, perlu diupayakan hubungan yang harmonis antara
public relations dan lingkungannya (“…to establish harmony between the subject and its environtment”). Public relations mempunyai fungsi timbal-balik, ke luar
dan ke dalam. Ke luar, PR harus mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran (image) masyarakat yang positif terhadap segala tindakan dan kebijakan organisasi atau lembaganya. Ke dalam, PR berusaha mengenali, mengidentifikasi hal-hal yang dapat menimbulkan sikap dan gambaran yang negatif (kurang menguntungkan) dalam masyarakat sebelum suatu tindakan atau kebijakan itu dijalankan. Ini berarti PR harus mengetahui dari dekat apa yang terjadi di dalam perusahaan atau lembaganya, termasuk ketentuan kebijakan dan perencanaan tindakan. PR berperan dalam membina hubungan baik antara lembaga atau organisasinya dengan masyarakat dan dengan media massa. Fungsi pokoknya adalah mengatur lalu lintas, sirkulasi informasi internal dan eksternal, dengan memberikan informasi serta penjelasan seluas mungkin kepada publik (masyarakat) mengenai kebijakan, program, serta tindakan-tindakan dari lembaga atau organisasinya, agar dapat dipahami sehingga memperoleh public support dan